Program Desa BRILiaN dari BRI Sukses Berdayakan Kacang Nepo, Camilan Khas yang Diminati di Indonesia

JAKARTA,1minute.id – Kacang Nepo made in Suparman menasional. Camilan ini hadir dalam berbagai varian rasa unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi dengan gula pasir, kacang disco, kacang tempe, dan lainnya yang menghadirkan cita rasa gurih dan renyah.

Nama Desa Nepo di Kecamatan Malusetasi Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan itu pun ikut melejit. Bagaimana ikhtiar Suparman, dari desa bisa menasional, karena sukses mengembangkan bisnisnya Kacang Nepo itu ? 

Desa Nepo di Kecamatan Malusetasi Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menyimpan kekayaan alam yang melimpah. Namun, hasil bumi yang biasanya dijual mentah kini telah diolah menjadi produk siap konsumsi berkat inovasi dari Suparman, pengusaha lokal yang memproduksi camilan “Kacang Nepo”.

Kacang Nepo hadir dalam berbagai varian rasa unik, seperti kacang crispy, kacang sembunyi dengan gula pasir, kacang disco, kacang tempe, dan lainnya yang menghadirkan cita rasa gurih dan renyah.

Menurut Suparman, ide awal usahanya muncul pada 2022. “Saya melihat banyak hasil bumi di desa ini dijual mentah ke luar, sehingga tercetus ide untuk mengolahnya agar punya nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dengan kemasan awal yang sederhana, produk ini kemudian mendapat dukungan dari BRI melalui program Desa BRILiaN di tahun 2023. BRI memberikan pelatihan dalam bidang pemasaran, kemasan, hingga penggunaan teknologi digital. Berkat pemberdayaan ini, produk Kacang Nepo kini tampil lebih menarik dan dikenal luas.

Program Desa BRILiaN dari BRI memberikan dampak signifikan bagi perkembangan usaha Suparman. Pelatihan khusus dari BRI dan kolaborasi dengan Politeknik Pariwisata membantu Suparman meningkatkan kualitas produk, terutama pada aspek rasa dan pengemasan, sehingga lebih kompetitif di pasar. Selain itu, BRI juga membekali UMKM Desa Nepo dengan teknologi digital seperti QRIS, yang memungkinkan sistem pembayaran non-tunai dan memudahkan akses ke pasar yang lebih luas.

“Untuk pemasaran di toko lokal dan supermarket, sekarang semakin mudah dengan QRIS,” jelas Suparman. Ia menambahkan, penggunaan teknologi ini membuat proses transaksi lebih cepat dan memudahkan konsumen dalam berbelanja.

Saat ini, Kacang Nepo yang telah menghasilkan pendapatan hingga belasan juta per bulan menjadi sumber pendapatan utama bagi Suparman dan beberapa warga yang ia pekerjakan. Dengan semakin banyaknya permintaan, Suparman berharap bisa memperluas tim dan mengajak lebih banyak warga terlibat dalam produksi. 

“Harapannya, UMKM di desa kami semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya penuh semangat.

Suparman juga menyampaikan harapannya agar produk lokal seperti Kacang Nepo tidak hanya dikenal di lingkup lokal, tapi bisa menjadi ikon kuliner khas Desa Nepo yang dikenal lebih luas. “Kami ingin kacang yang keluar dari desa ini dalam bentuk kemasan yang punya nilai tambah, bukan sekadar bahan mentah lagi,” tegasnya. Dengan produk yang semakin diminati, Suparman bermimpi membawa Kacang Nepo ke pasar nasional.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan komitmen BRI sebagai bank yang memiliki fokus kepada segmen Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

“Peran BRI tidak terbatas sebagai lembaga intermediary keuangan, yang memberikan value secara ekonomi namun juga memberikan social value berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun pemberdayaan lembaga desa,” ujarnya.

“Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan, mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata dan menjadi tantangan bersama. Kami berharap program ini menjadi salah satu wadah yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh desa-desa beserta seluruh UMKM yang ada didalamnya yang pada akhirnya mampu mendorong kemajuan desa-desa di Indonesia,” tegas Supari. (yad)

Program Desa BRILiaN dari BRI Sukses Berdayakan Kacang Nepo, Camilan Khas yang Diminati di Indonesia Selengkapnya

Dorong UMKM Tumbuh Hebat dan Kuat, Hanya Yani-Alif yang Bisa Bawa Harapan dan Aspirasi Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon atau paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – dr Asluchul Alif melakukan sosialisasi visi dan misi di kafe esroad di Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Senin malam, 4 November 2024.

Sosialisasi mengusung tema Pemberdayaan UMKM ini diikuti ratusan orang. Peserta laki-laki dan emak-emak. Semua yang hadir adalah pelaku UMKM. Ada pengerajin dan juga pedagang panganan khas Giri, dan lainnya. Saking gayengnya, diskusi bersama paslon nomor urut #1 itu mulai badal Isya hingga pukul 21.00 WIB terasa begitu cepat.

Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kecamatan Kebomas dikenal sebagai central UMKM. UMKM memiliki ciri khas sendiri. UMKM kearifan lokal ini yang harus didorong agar terus tumbuh sehingga semakin mensejahterakan masyarakat. 

“Mudah-mudahan bisa kami wujudkan setelah Pilkada 27 November 2024,” ujar Gus Yani yang didampingi Cawabup dr Asluchul Alif dan Ketua Pemenangannya, Haji Nadlir dan Akhmad Roni usai acara kepada wartawan pada Senin, 4 November 2024.

UMKM di Kabupaten Gresik memiliki potensi tumbuh sangat besar. Sebab, Gresik menjadi daya tarik investor. Banyak industri beroperasi di kota Santri-julukan lain-Kabupaten Gresik ini. “Pertumbuhan UMKM ini harus terus kita dorong karena pangsa pasarnya sudah tersedia, yakni industri yang ada di Gresik,” ujarnya.

Karena itu, Gus Yani mengajak kepada semua warga Gresik di hari coblosan pada 27 November 2024 bisa datang ke tempat pemungutan suara atau TPS. “Karena hanya pasangan Yani-Alif yang bisa membawa harapan dan aspirasi masyarakat Gresik,” tegasnya.

Cawabup Gresik dr Asluchul Alif menambahkan, UMKM bisa menjadi sumber kemajuan di Gresik. “Gresik menjadi tujuan industri dan investor. 

Kesejahteraan masyarakat bisa didorong melalui UMKM karena peluang daya beli ada,” kata dr Alif, begitu panggilan akrab, dr Asluchul Alif. Kebangkitan UMKM, bisa menjadi salah satu kunci peningkatan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran. “Tidak semua masyarakat Gresik harus menjadi karyawan industri,  Kita bangun UMKM yang hebat dan kuat  untuk kebutuhan industri juga,” tegasnya. (yad)

Dorong UMKM Tumbuh Hebat dan Kuat, Hanya Yani-Alif yang Bisa Bawa Harapan dan Aspirasi Warga Gresik Selengkapnya

Kredit UMKM Tembus Rp 1.105 Triliun, Dirut BRI Sunarso : UMKM Prioritas Utama Memperkuat Ekonomi Kerakyatan

JAKARTA,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI komitme memperkuat pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Hingga akhir Triwulan III/2024, BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21% secara year on year (yoy).  Dari total penyaluran kredit tersebut sekitar Rp 1.105,70 triliun atau  81,70% diantaranya merupakan kredit kepada segmen UMKM.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Sunarso.

Pada kesempatan terpisah, Sunarso mengungkapkan bahwa perseroan telah memiliki strategi dalam memberdayakan UMKM sehingga layak dilirik oleh perbankan dan mendapatkan pembiayaan.

“Sesungguhnya UMKM kita itu lebih membutuhkan edukasi daripada advokasi. Kenapa demikian? Kalau advokasi sebenarnya menempatkan UMKM di bawah. Di bawah bank, di bawah lembaga pembiayaan. Kalau diedukasi sebenarnya menempatkan UMKM sejajar dengan bank sebagai mitra,” ujar Sunarso.

Menurut Sunarso terdapat lima hal yang perlu diedukasi kepada UMKM. Pertama, tentang spirit atau semangat kewirausahaan. “Itu yang harus kita educate kepada UMKM. Karena pelaku UMKM sangat banyak sehingga masih beragam level-nya,” ujar Sunarso.

Kedua yaitu tentang kemampuan mereka melakukan administrasi dan manajerial. Menurut Sunarso ini merupakan pekerjaan rumah yang penting. Sebab kedua hal tersebut masih merupakan area yang sangat luas untuk dikerjakan.

Ketiga, tentang aksesibilitas UMKM terhadap informasi, pasar, teknologi dan pendanaan. “Itu juga penting,” ujarnya.

Keempat, Sunarso mengatakan UMKM juga harus diedukasi soal keberlanjutan. Baik itu tentang keberlanjutan bisnis terlebih juga keberlanjutan lingkungan.

Terakhir, Sunarso menekankan pentingnya edukasi soal prinsip Good Corporate Governance kepada UMKM. “Kita perlu educate UMKM untuk menjalankan bisnis dengan prinsip-prinsip GCG dengan baik. Itulah yang akan menjadikan UMKM bertumbuh dan berkembang berkelanjutan,” tandasnya.

Sunarso menegaskan komitmen BRI untuk terus memberikan dukungan terhadap UMKM di Indonesia. “Salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, yakni dengan tetap mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, khususnya pada segmen UMKM, melalui penyaluran kredit yang berkualitas serta program-program pemberdayaan lainnya,” pungkas Sunarso. (yad)

Kredit UMKM Tembus Rp 1.105 Triliun, Dirut BRI Sunarso : UMKM Prioritas Utama Memperkuat Ekonomi Kerakyatan Selengkapnya

Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp 45,36 Triliun

JAKARTA,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi ekonomi domestik yang masih penuh dengan tantangan.

Dengan fokus memperkuat fundamental kinerja, hingga akhir Triwulan III/2024 BRI secara konsolidasian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 45,36 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada press conference Kinerja Keuangan BRI  Triwulan III / 2024 di Jakarta pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Dalam paparannya, Sunarso menyampaikan bahwa ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan adalah hasil dari fundamental bisnis yang kuat. “Capaian tersebut tidak terlepas dari fokus BRI yang secara konsisten memperkuat fundamental kinerja, serta melakukan strategic response yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika pasar,” ungkap Sunarso.

Dari sisi intermediasi, hingga akhir September 2024 BRI berhasil menyalurkan kredit senilai Rp 1.353,36 triliun atau tumbuh 8,21 % secara year to year atau YoY. Dari total penyaluran kredit tersebut, 81 70% diantaranya atau sekitar Rp 1.105,70 triliun merupakan kredit kepada segmen UMKM.

Penyaluran kredit yang tumbuh positif tersebut juga membuat aset BRI tercatat meningkat sebesar 5,94% yoy menjadi sebesar Rp 1.961,92 triliun.

Dukungan BRI kepada segmen UMKM menjadi prioritas utama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. “BRI hadir untuk memperkuat UMKM sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pemberdayaan UMKM, BRI mengambil peran dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Sunarso.

Dengan penyaluran kredi yang terus tumbuh BRI juga mampu mengelola kualitas asetnya dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari rasio Non performing Loan atau NPL BRI yang membaik, dimana NPL pada Triwulan III/2024 tercatat sebesar 2 90% atau membaik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,07%

Disamping NPL, perseroan juga berhasil mencatat rasio Loan at Risk atau LAR yang lebih baik, dari semula sebesar 13,80% pada akhir triwulan III/2023 menjadi 11,66% pada akhir triwulan III/2024. Penurunan rasio NPL dan LAR ini didukung oleh penerapan strategi pengelolaan manajemen risiko yang disiplin di seluruh lini bisnis.

BRI secara aktif memantah kualitas kredit dan mengadopsi Early Warning System untuk mendeteksi potensi masalah kredit sedini mungkin. Selain itu, BRI juga memperkuat tim recovery untuk mengelola kredit bermasalah dengan lebih cepat dan efisien.

Disamping kualitas kredit yang semakin membaik, BRI juga tetap mempersiapkan pencadangan yang memadai dengan NPL Coverage sebesar 215,44%. “BRI telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi risiko, mulai dari selective growth, pemantauan kredit secara proaktif, penguatan pencadangan, hingga penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama nasabah,” ujar Sunarso.

Sementara itu, dari sisi liabilitas BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga atau DKP sebesar Rp 1.362,42 triliun atau tumbuh 5,59% yoy. Komposisi dana murah atau CASA masih mendominasi DKP BRI dengan porsi mencapai 64,17% atau meningkat dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 63,44%.

Salah satu faktor utama dalam peningkatan penghimpunan dana murah adalah tranaformasi digital yang dilakukan BRI. Melalui super apps BRImo, BRI telah menciptakan solusi perbankan yang terintegrasi dan mudah diakses oleh nasabah kapan saja dan di mana saja.

Inovasi ini terbukti mampu mendorong peningkatan jumlah nasabah tabungan, khususnya di kalangan milenial dan generasi muda yang semakin digital-savvy. Hingga akhir September 2024 tercatat penggunaan BRImo telah mencapai 37,14 juta user dengan volume transaksi mencapai Rp 4.034 triliun atau tumbuh 35,20% yoy.

Melalui pengembangan layanan hybrid bank, BRI juga telah memperluas jangkauan perbankan ke segmen-segmen masyarakat yang sebelumnya tidak terlayani secara optimal, termasuk masyarakat di daerah terpencil melalui agen BRIlink.

Hal ini sesuai dengan misi BRI untuk mendukung inklusi keuangan nasional serta memperkuat ekonomi kerakyatan melalui konsep sharing economy. Tercatat hingga akhir September 2024 BRI telah memiliki lebih dari 1,02 juta AgenBRILink yang tersebar di 62.227 desa di seluruh Indonesia.

Sepanjang Januari hingga September 2024 agen-agen tersebut berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp 1.170 triliun yang berasal dari 859 juta transaksi finansial.

Pada kesempatan tersebut, Sunarso juga menjelaskan bahwa capaian kinerja positif BRI hingga Triwulan III/2024 tersebut juga didukung kondisi likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Dimana Loan to Deposit Rasio atau LDR Bank berada di level 89,18% serta Capital Adequacy Rasio atau CAR mencapai sebesar 26,76%.

“Kedepan, BRI akan terus mengelola likuiditas yang prudent untuk memastikan BRI siap menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik. Dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat, BRI masih memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh lebih baik,” ujar Sunarso.

Sunarso pun optimis dapat menutup tahun 2024 dengan capaian positif. “BRI optimis dapat menutup tahun 2024 ini dengan kinerja positif, utamanya dengan fokus memperkuat fundamental kinerja dan membentuk ketangguhan sehingga BRI selalu siap menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari global maupun domestik”, pungkasnya. (yad)

Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp 45,36 Triliun Selengkapnya

Yuk, Daftar BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Saatnya UMKM Masuk Pasar Global


JAKARTA,1minute.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Gelaran yang memasuki tahun keenam atau sejak 2019 dengan program sebelumnya bernama UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR ini bukti kongkrit BRI terus berupaya mendorong UMKM Indonesia ke kancah internasional.

Perubahan nama ini merupakan sebuah langkah untuk memperkuat posisi BRI sebagai bank yang konsisten mendukung UMKM dengan memperluas impact terhadap UMKM. Pada gelaran terebut nantinya BRI juga akan menyelenggarakan BRI Mincrofinance Outlook secara bersamaan pada event BRI UMKM EXPO(RT) 2025.

Adapun tema BRI UMKM EXPO(RT) 2025 adalah “Broadening MSME’s Global Outreach” yang bermakna sebagai upaya perseroan untuk mendorong UMKM lebih terlibat dalam pasar internasional, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendapatkan peluang bisnis baru di berbagai belahan dunia.

Program BRI UMKM EXPO(RT) menjadi salah satu langkah konkret BRI sebagai lembaga keuangan yang turut bertanggung jawab memajukan UMKM Indonesia.

BRI melihat adanya peluang besar bagi produk-produk Indonesia untuk masuk ke pasar global. Hasil karya anak bangsa dinilai memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan produk dari negara-negara lain.

Dengan spirit mendorong penguatan brand dan bisnis UMKM secara strategis mengikuti perkembangan zaman, BRI berharap pelaku usaha semakin fokus dan terpacu untuk memperluas jaringan ke rantai pasok global.

Direktur Commercial, Small, and Medium Business BRI Amam Sukriyanto menyampaikan, BRI UMKM EXPO(RT) merupakan langkah nyata yang dilakukan BRI sebagai bentuk komitmen dalam mendukung UMKM untuk siap bersaing di pasar global.

“BRI UMKM EXPO(RT) menjadi momentum strategis bagi UMKM baik yang sekarang sudah bermitra dengan BRI maupun yang baru berminat untuk bergabung untuk memperluas jangkauan pasar mereka dan mempertemukan mereka dengan potential buyer internasional. BRI terus berkomitmen untuk terus memajukan UMKM, baik dari sisi pemberian pembiayaan, pendampingan bisnis, program pemberdayaan hingga bagaimana mengakses pasar yang lebih luas sampai ke pasar global,” ujar Amam.

Terdapat lima kategori yang dapat berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025 yakni Home Decor & Craft, Food & Beverage, Accessories & Beauty, dan Fashion & Wastra, serta Healthcare/ Wellness.

Event ini juga dapat dinikmati oleh Pengunjung maupun UMKM karena terdiri dari rangkaian program yang menarik yakni Expo & Showcase UMKM terkurasi, Business Matching, UMKM Award, Entertainment & Art Installation, dan program lainnya.

Sebelumnya, BRI sudah menggelar UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR pada tahun 2023 yang sukses menghadirkan 700 UMKM terkurasi terpilih dari 3.132 pendaftar di seluruh Indonesia. Tahun ini pendaftaran kurasi BRI UMKM EXPO(RT) 2025 telah dibuka dari tanggal 20 September hingga 30 Oktober 2024. Pendaftaran dapat dilakukan melalui website https://brilianpreneur.com/

Bagi UMKM yang memenuhi kriteria pendaftaran diantaranya usaha telah berjalan minimal dua tahun, UMKM merupakan produsen bukan reseller produk, memiliki local value dan menggunakan material lokal, memenuhi unsur ESG (Environment, Social, Governance), serta menerapkan gerakan go green dan berorientasi ekspor, dapat mengikuti serangkaian kurasi yang dilaksanakan setelah pendaftaran resmi ditutup.

BRI membuka kesempatan bagi UMKM untuk go global dengan membukakan akses pasar ke luar negeri, serta membukakan akses tersebut dengan mempertemukan UMKM Indonesia dengan potensial buyer dari luar negeri melalui business matching.

Namun sebelumnya dilakukan kurasi terlebih dahulu terhadap produk-produk UMKM yang akan diperkenalkan tersebut. Hal ini menjadi bagian dari quality control dengan melihat aspek kompetitif dan kelayakan di luar negeri. (yad)


Yuk, Daftar BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Saatnya UMKM Masuk Pasar Global Selengkapnya

Program Pemberdayaan BRI Dorong Klaster Usaha Manggis di Bali Perluas Jaringan Pemasaran

JAKARTA,1minute.id – Klaster Usaha Manggis Bhuana Sari terbentuk sejak 2013. Klaster Usaha yang berdiri di Melaya, Jembrana, Bali ini berfokus pada pengolahan dan penjualan buah manggis hasil dari kebun anggota yang dikelola secara kolaboratif.

Tantangan besar dalam mencari pasar bisa teratasi setelah antaranggota Klaster menjalin kerjasama dan pemberdayaan dari Bank Rakyat Indonesia atau BRI telah membantu usaha ini berkembang dengan lancar.

“Kami saling mendukung untuk menemukan pasar dan memperluas jaringan penjualan,” ujar Kadek Dudi selaku pemilik pada Bazaar UMKM BRILiaN yang berlangsung di Area Taman BRI, Jakarta pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Para petani pun merasa bangga dan gembira ketika kelompok usahanya menjadi Klaster Usaha Binaan BRI. Kadek merasa potensi ekonomi dari buah manggis di sana pantas untuk terus dikembangkan. Dia optimistis potensi pasarnya pun besar. 

“Manggis yang ditawarkan oleh klaster ini dikenal dengan rasa manis yang khas serta ketersediaan stok yang melimpah. Relasi yang solid di antara anggota klaster memungkinkan kami untuk menyuplai manggis kepada pembeli secara konsisten,” tambah Kadek Dudi.

Pada musim panen raya, Klaster Bhuana Sari berhasil mencatatkan omset bulanan mencapai puluhan juta, yang menunjukkan potensi bisnis yang kuat dan pertumbuhan yang menjanjikan di sektor UMKM. Dukungan BRI memberikan beragam keuntungan, seperti peningkatan relasi penjualan dan promosi yang lebih luas. “Kami merasakan banyak manfaat berkat dukungan BRI,” ungkap Kadek Dudi.

Kadek Dudi memiliki harapan besar untuk memperluas usaha di masa depan. Ia bertekad untuk menghadirkan manggis sehat yang dapat dinikmati kapan saja tanpa mengurangi nilai gizi.

Selain itu, Kadek juga ingin memberikan yang terbaik bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. “Semoga kami bisa mencapai potensi penuh dan terus meningkatkan kualitas produk kami. Untuk BRI, kami berharap agar terus maju dan sukses bersama,” tutupnya.

Secara keseluruhan terdapat 8 (delapan) pelaku UMKM yang mewakili Klaster Usaha binaan BRI dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang mengikuti Bazaar UMKM BRLian yaitu Prukades Keripik Pisang dari Desa Kelawi, Lampung; Klaster Salak Jaya Lestari dari Desa Kutambaru, Sumatera Utara.

Berikutnya, Prukades Keripik Ubi Jalar dari Desa Jangkang, Kalimantan Barat; Prukades Keripik Talas dari Desa Sambak, Jawa Tengah; Klaster Durian dari Desa Lemahabang, Jawa Tengah.

Lalu, Klaster Manggis Bhuana Sari dari Desa Melaya, Bali; Klaster Mitra Bery Stroberi dari Desa Lebakmuncang, Jawa Barat; Klaster Mangga Ngetos dari Desa Ngetos, Jawa Timur.

Bazaar UMKM BRILiaN tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan produk-produk Klaster UMKM kepada masyarakat luas, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam memberikan pendampingan yang komprehensif kepada pelaku UMKM.

Melalui berbagai kegiatan edukasi, BRI terus mendorong para pelaku usaha mikro untuk memanfaatkan teknologi dan inovasi guna meningkatkan daya saing produk lokal.

Sampai dengan akhir Agustus 2024, BRI telah membina 32.449 klaster usaha yang menjadi bagian dari program Klasterku Hidupku. Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, BRI juga telah menyelenggarakan lebih dari 2.000 pelatihan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan keterampilan para pelaku usaha yang tergabung dalam program tersebut, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menegaskan komitmen perseroan untuk mendampingi dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program inovatif Klasterku Hidupku.

BRI tidak hanya fokus pada pemberdayaan, tetapi juga melakukan pemberdayaan seperti menyelenggarakan Bazaar UMKM BRILiaN yang dirancang untuk memperluas jaringan penjualan dan menjangkau lebih banyak konsumen.

“BRI tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga menyelenggarakan pelatihan dan program pemberdayaan lainnya, memastikan UMKM dapat tumbuh dan naik kelas. Dengan komitmennya, BRI telah merancang kerangka pemberdayaan yang mencakup berbagai fase, mulai dari dasar hingga integrasi dan interkoneksi,” jelas Supari. (yad)

Program Pemberdayaan BRI Dorong Klaster Usaha Manggis di Bali Perluas Jaringan Pemasaran Selengkapnya

Songkok Pengerajin Kampung Kemuteran Ekspor ke Brunei Darussalam, Bupati Gresik  : 2023, Nilai Ekspor UMKM Gresik Tembus USD 1 Juta

GRESIK,1minute.id – Dekranasda Fest 2024 resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 27 Juni 2024. Festival produk unggulan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini dipusatkan di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee di Jalan Basuki, Gresik. 

Mengawali kegiatan festival itu, ditandai dengan pelepasan ekspor produk songkok atau peci atau kopyah tujuan Brunei Darussalam. Songkok nasional produk rumahan di Kampung Sonngkok Kelurahan Kemuteran, Kecamatan/ Kabupaten Gresik.

Ekspor perdana songkok yang dilakukan oleh CV Angsa Emas milik Nur Mualidah Khasanah ini berjumlah 1.500 biji atau 75 kodi senilai Rp 70 juta. Setiap kodi berisi 20 biji kopyah.

Nur Maulidah Khasanah terlihat semringah karena mimpinya menjadi eksportir mandiri terkabul. Ribuan tenaga kerja, pengerajin kopyah pun gembira.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, peci nasional, produk kampung Songkok di Kelurahan Kemuteran ini melibatkan seribu orang pengerajin. “Kerajinan Songkok ini, salah satu produk unggulan Gresik yang padat karya,” ujar Fandi Akhmad Yani pada Kamis, 27 Juni 2024. 

Setelah melalui pembinaan yang intensif dengan lintas intansi yakni, Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Gresik,  Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik dan Kantor Bea Cukai Gresik, songkok kampung Kemuteran ini bisa ekspor tujuan Brunei Darussalam. 

“Dulu, Ibu Maulidah Khasanah ini memang sempat ekspor tapi no name. Sekarang setelah melalui pendampingan bisa ekspor secara mandiri,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ia berharap, ekspor songkok yang dilakukan oleh UMKM terus meningkat. 

Ekspor songkok ke negeri Brunei Darussalam semakin menambah panjang produk UMKM Gresik masuk pasar global. Pada 2023, nilai ekspor produk UMKM ke sejumlah negara mencapai USD 1 juta atau senilai Rp 16,39 miliar ( kurs 1 USD = Rp 16.395). 

“Bukan hal mudah, butuh sinergi lintas intansi,” katanya. Karena itu, orang nomor satu di Gresik itu, memberikan apresiasi kepada Kantor Bea Cukai dan PT Smelting yang terus mendorong produk UMKM Gresik bisa go internasional. 

Sementara itu, Direktur CV Angsa Emas Nur Mualidah Khasanah mengatakan, kerajinan songkok ini telah digeluti secara turun temurun. “Saya menekuni kerajinan Songkok ini meneruskan usaha orang tuanya. Ayah saya meninggal sehingga saya meneruskannya,” kata Nur Maulidah Khasanah usai acara di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee pada Kamis, 27 Juni 2024.

Ia melanjutkan pesanan songkok ekspor ke Brunei Darussalam itu diterima pada 12 Juni 2024. “Alhamdulillah bisa selesai sesuai dengan kesepakatan,” ujarnya. Songkok yang di ekspor ke negeri Brunei Darussalam ini berbeda dengan songkok yang biasa digunakan di Indonesia. “Songkok yang kami ekspor ini tidak bisa dilipat. Karena bahannya lebih tebal,” ujar Nur Mualidah Khasanah sambil menunjukkan contoh songkok. 

Selain bahan lebih tebal, songkok yang di ekspor ke Brunei Darussalam ini tidak menggunakan bahan beludru seperti songkok yang lazim dipakai di Indonesia. “Mereka meminta bahan dari satin,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dekranasda Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, Dekranasda Fest 2024 di kawasan heritage Kolonial, Bandar Grissee digelar selama 3 hari. 

Ada sejumlah even yang digelar untuk masyarakat di Kota Santri ini. Bazar kuliner, fesyen show karya perancang asal Gresik dan pemilihan duta Batik Gresik pada Sabtu, 29 Juni 2024. “Kami sengaja menggelar di tempat terbuka (Bandar Grissee,Red) karena saat ini musim liburan sekolah. Even ini semoga bisa menjadi hiburan bagi masyarakat Gresik,” kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Songkok Pengerajin Kampung Kemuteran Ekspor ke Brunei Darussalam, Bupati Gresik  : 2023, Nilai Ekspor UMKM Gresik Tembus USD 1 Juta Selengkapnya

Rumah BUMN SIG Dampingi Ummi Salamah Sukses Jual Jamu Akar Jawi Hingga ke Mancanegara. Ini Kisahnya!

GRESIK,1minute.id – Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam memajukan UMKM, terus melahirkan pengusaha sukses. Diantaranya, Ummi Salamah.  Produsen jamu Akar Jawi ini  mendapat pembinaan dan pendampingan Rumah BUMN (RB) yang dikelola PT Semen Gresik sebagai anak usaha SIG di Rembang, Jawa Tengah.

Ummi Salamah, warga Pamotan, Rembang, Jawa Tengah, merintis usaha Akar Jawi pada 2011 dengan membuat masker wajah untuk mengatasi jerawat pada mukanya. Berbekal ilmu dan pengalaman meracik bahan alami saat masih kuliah Jurusan Farmasi Jamu di salah satu perguruan tinggi negeri di Jogjakarta, Ummi Salamah mencoba meracik masker untuk perawatan wajahnya.

“Pertama-tama saya buat untuk keperluan sendiri. Tapi ternyata teman dan tetangga banyak yang minat. Dari situ saya mulai buat lebih banyak untuk dijual. Bahkan sampai masuk supermarket di Yogyakarta. Pada 2013 karena terkendala izin, masker wajah produksi kami tidak boleh dipasarkan di toko besar. Akhirnya, saya berinovasi membuat minuman berbahan rempah tradisional dengan modal Rp 200 ribu saat itu,” kata Ummi Salamah.

Ummi Salamah mengungkapkan bahwa resep minuman rempah diperoleh dari ibu mertua yang berprofesi sebagai penjual jamu, kemudian disesuaikan dengan selera “lidah” masyarakat Rembang. Pada awalnya, Ummi Salamah menjalankan usaha Akar Jawi untuk mengisi waktu luang. Sampai pada 2020, dia mendapat informasi tentang RB Rembang dan memutuskan untuk bergabung.

“Awalnya saya titip produk untuk dijual di RB Rembang, syukurlah hasil penjualannya memuaskan. Saya juga dapat pendampingan pemasaran, pembukuan, membuat database pelanggan, sampai diajak ke pameran-pameran yang menambah pengalaman dan membuat produk saya dikenal luas. Bahkan produk minuman rempah Akar Jawi yang diikutsertakan dalam pameran Tong Tong Fair di Belanda pada 2022 lalu habis terjual,” ujar Ummi Salamah.

Keseriusan dalam mengembangkan usaha membuahkan hasil. Saat ini, Akar Jawi telah jauh berkembang. Dibantu oleh 3 karyawan dalam proses produksi dan pemasaran di rumah produksi “Omah Jamu Iqtaja”, Akar Jawi telah memproduksi beragam varian minuman rempah, meliputi kunyit asem, jahe merah, kunyit, kunyit putih, temu lawak, jahe sereh, dan wejeh (jamu pelancar ASI).

Kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan secara masif, baik offline maupun online dengan memanfaatkan platform media sosial dan marketplace, membuat Akar Jawi sukses memperluas pasar dan menjaring pelanggan dari luar Rembang, seperti Boyolali, Jogjakarta, Magelang, Purwakarta dan Kalimantan. Bahkan, ada pembeli untuk dijual kembali (reseller) ke Malaysia.

Menurut Ummi Salamah, minuman rempah Akar Jawi banyak digemari karena dibuat dengan bahan alami terbaik yang didapat langsung dari petani di Pamotan, Banyuurip, Sulang dan Pancur serta diolah dengan proses kristalisasi yang menghasilkan minuman rempah tanpa endapan, tanpa bahan pengawet atau tambahan lainya, sehingga enak, segar dan menyehatkan.

Usaha yang semakin berkembang telah mengerek omzet Akar Jawi 4 kali lipat lebih besar dari awal berdiri, atau tumbuh 300%. Kini Ummi Salamah bisa meraup omzet hingga Rp20 juta setiap bulannya.

“RB Rembang sangat bagus untuk pengembangan UMKM di Rembang karena membantu pemasaran dan penjualan. Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari galeri untuk display produk UMKM, ruang pertemuan, studio mini untuk pemotretan produk, dan komputer untuk edit gambar. Semoga RB Rembang terus eksis sehingga dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM,” ujar Ummi Salamah.    

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, RB Rembang adalah wadah pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang menjadi rumah bagi para pelaku UMKM untuk berkumpul, berdiskusi dan berkreasi guna meningkatkan kompetensi dan daya saing usaha. Sejak didirikan pada 2020, kini RB Rembang memiliki mitra binaan sebanyak 371 UMKM yang seluruhnya telah mendapat kualifikasi “Naik Kelas”, dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,527 orang.

“RB Rembang merupakan bukti komitmen SIG dalam pemberdayaan UMKM yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Dengan pembinaan dan pendampingan secara komprehensif, UMKM didorong untuk mampu menjalankan usaha secara profesional dengan manajerial yang baik, melek teknologi dan mampu memanfaatkan infrastruktur digital untuk mendukung pemasaran dan penjualan secara online, sehingga produk-produknya dapat dijangkau oleh masyarakat lokal hingga mancanegara,” kata Vita Mahreyni. (yad)

Rumah BUMN SIG Dampingi Ummi Salamah Sukses Jual Jamu Akar Jawi Hingga ke Mancanegara. Ini Kisahnya! Selengkapnya

Kasus Hibah Barang UMKM Di Diskoperindag Gresik Naik Penyidikan, Kajari Gresik: Sampel 144 UMKM Temukan Potensi Kerugian Negara Rp 1 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik menaikkan status dugaan korupsi hibah barang untuk UMKM di Diskoperindag Gresik 2022. Penyidik Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik belum menyebutkan identitas tersangka. Tapi, potensi kerugian negara mencapai Rp 1,002 miliar. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Nana Riana mengatakan, hibah barang untuk UMKM Gresik 2022 sebesar Rp 19,6 miliar. Realisasi anggaran Rp 17 9 miliar. Duit puluhan miliar itu berasal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik 2022 untuk hibah barang kepada 774 UMKM se-Kabupaten Gresik. 

“Selama 3 bulan penyelidikan telah mengambil sampel 144 UMKM. Potensi pelanggaran penyalahgunaan anggaran sebesar Rp 1.002.648.529,” ujar Kajari Gresik Nana Riana didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik Alifin Nurahmana Wanda dan Kasi Intelijen Kejari Gresik Raden Achmad Nur Rizki di kantor Kejari Gresik  pada Senin, 12 Juni 2023. 

Potensi kerugian negara itu memungkinkan bertambah. Sebab, penyidik Pidsus Kejari Gresik baru mengambil sampel 144 dari 774 UMKM yang tersebar di 16 dari 18 Kecamatan di Kabupaten Gresik. Baru 20 persen penerima barang hibah tersebut. UMKM di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean menerima bantuan hibah tersebut.

Hibah barang kepada ratusan UMKM itu berasal dari pokok pikiran (pokir) DPRD Gresik. Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik membelanjakan barang hibah itu melalui e-katalog lokal. “Ada 12 jasa penyedia yang belum diperiksa,” terang Kajari Nana Riana. 

Saat ini, Kajari Gresik melanjutkan, penyidik masih fokus memeriksa pejabat dilingkup Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag Kabupaten Gresik serta penerima hibah UMKM.

“Kejaksaan akan memaksimalkan pemeriksaan penyidikan perkara ini dan segera mungkin mendapatkan jumlah kerugian negara dan menentukan tersangka,” katanya.

Seperti diberitakan, Kejari Gresik telah  melakukan dugaan penyalahgunaan dana hibah untuk UMKM sebesar Rp 17 miliar yang dikelola oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag Kabupaten Gresik. Setelah dilakukan pemeriksaan hampir 3 bulan, akhirnya Kejari Gresik menaikkan status perkara ini menjadi penyidikan. (yad)

Kasus Hibah Barang UMKM Di Diskoperindag Gresik Naik Penyidikan, Kajari Gresik: Sampel 144 UMKM Temukan Potensi Kerugian Negara Rp 1 Miliar  Selengkapnya

Sambut Lebaran, Stiamak Surabaya Berbagi Tips Pengelolaan Keuangan dan Distribusi kepada UMKM 

SURABAYA,1minute.id – Tim LPPM Sekolah Tinggi Administrasi Manajemen Kepelabuhan (Stiamak) Barunawati Surabaya berbagi ilmu bisnis kepada UMKM tiga kecamatan Pabean Cantikan, Semampir, Krembangan Surabaya – sekaligus menyambut lebaran 2023. Mereka terdiri dari UMKM makanan, busana, dan aksesoris. 

Tema Pelatihan, “Pengelolaan Keuangan dan Manajemen Distribusi pada UMKM Surabaya”. Narasumber dari Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Sumarzen Marzuki. Dan, dosen tetap, yakni Indriana Kristiawati ; Mudayat ; Nur Widyawati dan Dian Arisanti. Kemudian, Moh. Fail ;  Risni Adelini ; serta Dian Taufik Febrianto.

Kepala Humas Stiamak Barunawati Surabaya Moh. Fail mengatakan, pengabdian kepada masyarakat tersebut bersifat sharing session. “Para dosen berbagi ilmu tentang konsep pembukuan keuangan dan konsep distribusi produk. Tentu para UMKM telah menemukan pengalamannya sendiri,” kata Fail dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Sabtu, 18 Maret 2023.

 Menurut mantan wartawan Jawa Pos Group tersebut, dalam distribusi terpenting adalah ketepatan waktu. “UMKM harus memiliki manajemen distribusi yang baik. Mulai apa saja yang harus disiapkan, siapa saja yang terlibat dan bagaimana proses distribusinya,” tambah Fail. 

Sementara Kepala Prodi Soedarmanto mengatakan, setiap kegiatan usaha wajib ada pembukuan keuangan. Mulai modal, harga penjualan sampai laba. “Jadi setiap transaksi wajib dicatat. Berapa modalnya, berapa menjual produknya sampai berapa labanya. Jangan sampai modal usaha bercampur dengan keuangan keluarga,” kata Soedarmanto. 

Salah satu peserta dari UMKM Kecamatan Semampir Susana Dewi menyampaikan  peristiwa melayani makan orang dari bantuan Dinas Sosial (Dinsos). “Uangnya tidak seberapa. Tapi kalau ada calon penerima meninggal, maka untuk mengambil atau pengembalian uang dalam pembukuan tersebut yang susah. Apalagi uang tersebut bantuan dari Dinas Sosial,” katanya.

Para peserta mengaku senang dengan pelatihan tersebut, apalagi materinya tentang pengelolaan keuangan yang sangat dibutuhkan para pelaku UMKM dan kebetulan untuk menghadapi lebaran orderan ramai. Sehingga pembukuan keuangan sangat penting. (yad)

Sambut Lebaran, Stiamak Surabaya Berbagi Tips Pengelolaan Keuangan dan Distribusi kepada UMKM  Selengkapnya