Pengurus KIPAN Dikukuhkan, Wabup Gresik : Terus Bergerak Edukasi Warga Bahaya Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Semakin banyak generasi alias Gen Z di Gresik yang peduli antinarkoba. Bahkan, mereka telah membentuk wadah sendiri. Namanya Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN). 

Lembaga baru itu diketuai oleh Tri Juliansyah. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengukuhkan pengurus KIPAN Gresik di Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Wabup Gresik Asluchul Alif mengingatkan kepada pengurus KIPAN 2025-2029 yang baru dikukuhkan memegang teguh amanah agar menjadi langkah nyata untuk memperkuat peran pemuda Gresik dalam melawan ancaman penyalahgunaan narkoba di daerah. “Selamat kepada pengurus KIPAN yang baru dilantik,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif. 

Ia mengutip data Badan Narkotika Nasional (BNN) 2025 jumlah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta orang. “Jumlah itu  sekitar 1,73 persen dari penduduk usia produktif,” tegasnya. 

Angka ini, lanjutnya, memperlihatkan bahwa peredaran gelap narkoba masih marak dan terus mencari celah di berbagai lapisan masyarakat. Bahayanya bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan keluarga, pendidikan, dan tatanan sosial. Fenomena ini menuntut kerja sama semua pihak untuk memperkuat benteng moral, terutama di kalangan pemuda.

Peredaran narkoba di Jawa Timur membuat miris. Cukup mengkhawatirkan. Pada medio 2025 aparat kepolisian berhasil mengungkap lebih dari 3 ribu kasus barkoba dengan hampir 4 ribu tersangka. Jumlah barang bukti yang disita mencapai puluhan kilogram sabu-sabu dan ribuan pil terlarang.

Ia menyebutkan berdasarkan data dari BNN Provinsi Jatim terdapat sedikitnya 25 desa yang masuk kategori zona merah narkoba. Dan lebih dari seratus desa dalam kategori waspada. Sementara di Kabupaten Gresik, hasil Operasi Tumpas Semeru Narkoba 2025 menunjukkan adanya 150 kasus penyalahgunaan narkoba dengan ratusan pelaku.

“Sebagian besar berusia muda. Dalam kurun dua pekan, operasi Polres Gresik berhasil mengamankan 20 tersangka, 37,854 gram sabu, dan 843 butir pil dobel L dari 16 kasus berbeda. Data ini memberi gambaran jelas bahwa ancaman narkoba sudah berada di tengah-tengah kita,” tegasnya.

Wabup Alif berharap, kehadiran KIPAN Kabupaten Gresik menjadi langkah nyata dan strategis dalam memperkuat barisan pemuda untuk ikut serta dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Organisasi ini tidak boleh berhenti hanya di seremonial pelantikan saja, tetapi benar-benar bergerak aktif di lapangan.

Diakhir sambutan dokter Alif berpesan kepada pengurus KIPAN yang baru dilantik. Pertama, jadikan KIPAN sebagai ruang pengabdian dan pembelajaran. Kedua, jaga kekompakan dan soliditas organisasi agar mampu bergerak secara terarah dan berkelanjutan. Ketiga, teruslah menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, BNN, sekolah, kampus, serta organisasi kepemudaan lainnya.

Terakhir, jangan pernah lelah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan bahasa anak muda zaman sekarang. Memerangi narkoba bukan pekerjaan satu instansi saja. Pemerintah, aparat hukum, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat harus bahu-membahu.

“Pemkab Gresik berkomitmen penuh mendukung setiap gerakan positif yang diinisiasi oleh pemuda, termasuk KIPAN. Kita ingin melahirkan generasi muda Gresik yang sehat, produktif, dan berdaya saing yang mampu menjadi agen perubahan menuju Gresik Bersinar (Bersih Narkoba),” pungkasnya. (yad)

Pengurus KIPAN Dikukuhkan, Wabup Gresik : Terus Bergerak Edukasi Warga Bahaya Narkoba  Selengkapnya

Lagi, Pemkab Gresik Raih Investment Award Terbaik 1 Jawa Timur, Realisasi Investasi 2024 Rp 37,9 Triliun 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali meraih Investment Award 2025 kategori Terbaik 1 tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Surabaya pada Rabu, 1 Oktober 2025. 

“Penghargaan ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran DPMPTSP Gresik dan tentunya dukungan seluruh masyarakat Gresik. Dengan penghargaan ini, kami semakin termotivasi untuk memberikan layanan terbaik bagi investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Gresik,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Kamis, 2 Oktober 2025.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik sepanjang tahun 2024, Kabupaten Gresik mencatatkan nilai realisasi investasi sebesar Rp 37,9 triliun, dengan kontribusi 69,13% Penanaman Modal Asing (PMA) dan 30,87% Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Realisasi investasi ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 24.092 orang. Bahkan, tren investasi yang terus meningkat diproyeksikan akan menjadi peluang baru untuk meningkatkan jumlah penyerapan tenaga kerja di tahun-tahun mendatang, seiring bertambahnya proyek dan diversifikasi sektor investasi di Gresik. 

Kontribusi terbesar investasi datang dari pertambangan dengan realisasi Rp 15,5 triliun, disusul industri mineral non-logam sebesar Rp 3,55 triliun, industri kimia dan farmasi Rp3,32 triliun, serta perumahan & kawasan industri Rp2,23 triliun.

Kepala DPMPTSP Gresik A.M.Reza Pahlevi, melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Imam Basuki menegaskan, komitmen Pemkab Gresik dalam menarik investasi baru. “Sebagai wujud keseriusan menarik investasi, Pemkab Gresik memberikan stimulus fiskal melalui Peraturan Bupati No 80 Tahun 2023 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal,” jelasnya.

Selain DPMPTSP Gresik, penghargaan juga diberikan kepada pelaku usaha. PT. Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik – JIIPE berhasil meraih Investment Award 2024 kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Terbaik 2.

Prestasi Investment Award 2024 ini sekaligus melengkapi capaian Gresik yang pada tahun sebelumnya juga berhasil meraih Juara 1 Investment Award 2023 Jawa Timur. Konsistensi ini menegaskan posisi Gresik sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling kompetitif di Jawa Timur. (yad)

Lagi, Pemkab Gresik Raih Investment Award Terbaik 1 Jawa Timur, Realisasi Investasi 2024 Rp 37,9 Triliun  Selengkapnya

Perdana, 969 Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik Menikmati Program MBG 

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik bisa menikmati menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 29 September 2025. MGB kali pertama sejak program nasional itu digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif hadir langsung pelaksanaan perdana program MBG. Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto serta Kabid Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan Gresik A. Syifaul Qulub. 

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik (Spensagres) Beri Avita Prasetiya serta seluruh siswa mulai kelas VIII sampai IX yang berjumlah 969 anak. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyatakan, bahwa program MBG merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. “Pemerintah daerah mendukung penuh program ini. Kami berharap, dengan adanya makanan bergizi setiap hari di sekolah, siswa dapat belajar lebih fokus, semangat, dan tentunya lebih sehat,” ujar dokter Alif. 

Untuk mendukung kelancaran distribusi MBG, Pemkab Gresik telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas mengawasi pelaksanaan di sekolah-sekolah penerima manfaat. “Sepuluh hari lalu kami sudah membentuk tim Satgas. Kami minta sekolah dan dapur MBG menjalin komunikasi yang baik, agar makanan bisa langsung di konsumsi siswa saat tiba di sekolah. Tidak boleh ada penundaan,” tegasnya.

Zahra, siswa kelas IX mengaku senang dengan adanya program ini. “Senang bisa dapat makan gratis. Jadi bisa menghemat uang jajan,” ungkapnya singkat. Dengan dimulainya program MBG di SMP Negeri 1 Gresik, diharapkan sekolah-sekolah lain di wilayah Kabupaten Gresik segera menyusul. Pemerintah daerah menargetkan agar manfaat program ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar di Indonesia.  (yad)

Perdana, 969 Siswa UPT SMP Negeri 1 Gresik Menikmati Program MBG  Selengkapnya

BPPKAD Gresik Optimistis Realisasi PAD Capai 95 Persen

GRESIK,1minute.id – Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik optimistis pendapatan asli daerah (PAD) mampu menembus capaian rata-rata 95 persen dari target yang telah ditetapkan. Optimisme itu hasil dari rapat kerja BPPKAD bertemakan “Evaluasi Pendapatan Tahun 2025 dan Persiapan Target Pendapatan Tahun 2026” pada Jumat, 26 September 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa pendapatan daerah adalah pondasi bagi seluruh program pembangunan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga layanan publik tidak akan berjalan baik tanpa pendapatan yang terkendali.

“Hanya tiga pos yang diperkirakan belum bisa maksimal, yakni Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hotel, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Karena itu strategi pengelolaan harus tepat, gunakan gas dan rem secara seimbang. Tahun 2026 harus menjadi pijakan yang lebih solid bagi BPPKAD dalam mendukung keberlanjutan APBD Gresik,” tandas dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif pada Jumat, 26 September 2025.

Ia pun mengingatkan bahwa capaian pendapatan bukan sekadar angka, melainkan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi amanah masyarakat. “Pendapatan yang optimal berarti pelayanan publik yang lebih baik, itu komitmen yang harus kita jaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya, dalam rapat kerja tersebut menyampaikan optimisme. Dikatakan bahwa secara keseluruhan capaian rata-rata bisa menembus 95% dari total target yang telah ditetapkan.

“Capaian saat ini adalah Rp 796,86 miliar dengan target Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025 Rp 1,098 triliun atau 72,56% dari target. Karena itu saat ini kita lakukan evaluasi bersama, kita yakin bisa tembus 95% nanti di penghujung tahun 2025,” tegas Andhy.

Sejumlah pos pajak daerah menunjukkan perkembangan positif. Hingga 26 September 2025, capaian sementara tercatat: BPHTB telah mencapai 62,97% dengan target minimal 92% hingga akhir tahun, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan Minuman 82,8% optimistis mencapai 115%, PBJT Tenaga Listrik 72,8% dengan target capaian 98%.

Untuk PBJT Hotel mencapai 55,6% ditargetkan akan mencapai 70%, PBJT Hiburan mencapai 85% ditargetkan 105%, PBJT Parkir, Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pajak reklame, pajak air tanah, dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang rata-rata telah mencapai capaian 74%, ditargetkan bisa mencapai 100% di penghujung tahun 2025. Sedangkan untuk pajak mineral bukan logam dan bantuan (MBLB) ditargetkan bisa direalisasikan sebesar 72% dari target.

Andhy menambahkan, strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah terus diperkuat melalui digitalisasi layanan, kerja sama lintas perangkat daerah, serta sinergi dengan pihak swasta. Inovasi dan terobosan juga akan terus dikembangkan, guna menghadapi berbagai tantangan fiskal pada tahun 2026. “Kami tidak hanya fokus mengejar target, tapi juga memperbaiki sistem agar lebih transparan, akuntabel, dan ramah bagi wajib pajak,” jelasnya. (yad)

BPPKAD Gresik Optimistis Realisasi PAD Capai 95 Persen Selengkapnya

Goodbye Kabel Semrawut, Tahap Awal Pemkab Gresik Tanam Kabel di Kawasan Heritage 

GRESIK,1minute.id –  Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik bakal melakukan penataan ulang jaringan utilitas kabel udara ke kabel bawah tanah di wilayah perkotaan.

Untuk mewujudkan rencana itu, DPUTR Gresik menggelar Rembug Utilitas di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 25 September 2025. Rembug Utilitas yang dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini, dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, anggota Komisi III DPRD Gresik Yuyun Wahyudi, Kepala DPUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti. Serta, pimpinan provider jaringan telekomunikasi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa relokasi kabel udara ke bawah tanah merupakan bagian dari upaya penataan infrastruktur utilitas. Agar lebih rapi dan aman, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di jalan raya.

“Banyak warga mengeluh karena kabel serabut mengganggu akses jalan, menimbulkan risiko keselamatan, dan mengurangi estetika lingkungan. Sebagai pemerintah daerah, kita tidak boleh acuh,” ujarnya.

Penataan ini, menurutnya, akan dimulai dari tujuh ruas jalan yang berada di kawasan heritage. Proses awal akan dilakukan dengan sistem ducting, yakni pemasangan saluran kabel di bawah tanah.

“Apabila berjalan sesuai rencana, diharapkan akan memberikan berbagai manfaat keamanan masyarakat melalui penataan kabel, memperindah wajah kota agar tampak lebih tertib, serta mewujudkan kepastian infrastruktur sebagai bagian dari pembangunan kota yang modern dan berkelanjutan,” ucap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan bahwa relokasi ini bukan hanya sekadar memindahkan kabel, melainkan menjadi langkah awal menuju transformasi wajah baru Gresik. “Kami berharap operator jaringan terus konsisten melakukan pemeliharaan. Jangan sampai setelah dirapikan, kondisinya kembali semrawut. Ke depan, kita ingin seluruh kabel di Kota Gresik tidak lagi terlihat menggantung di udara, tetapi sudah tertata rapi di bawah tanah,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemkab Gresik menargetkan peningkatan keamanan, kenyamanan, dan estetika lingkungan, serta memperkuat infrastruktur kota dalam jangka panjang, seiring dengan komitmen menuju tata kelola kota yang modern, tertib, dan berkelanjutan. (yad)

Goodbye Kabel Semrawut, Tahap Awal Pemkab Gresik Tanam Kabel di Kawasan Heritage  Selengkapnya

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif membuka Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi di Hotel Aston pada Kamis, 25 September 2025. Salah program prioritas Pemkab Gresik untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Wabup Gresik Asluchul Alif menegaskan bahwa isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa.

“Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan, sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Wabup Alif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr. Mukhibatul Khusna, menyampaikan perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Pada 2023, AKI tercatat 99,38 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2024 turun menjadi 77,59. Untuk AKB, dari 4,82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 di tahun 2024.

“Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya. Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean, dan Tambak. Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar, dan Sangkapura. Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Kebomas.

Workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat, dan petugas kesehatan dari puskesmas serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. (yad)

AKI & AKB di Gresik Tren Menurun, Driyorejo Penyumbang AKI Terbanyak, AKB Terbanyak Kebomas  Selengkapnya

Gresik Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional, Tim Verifikator Pusat Lakukan Penilaian Lapangan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik masuk nomine Kabupaten Sehat nasional 2025.  Tim validasi lapangan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Nasional  2025 mulai melakukan penilaian faktual di Kabupaten Gresik selama dua hari, Selasa dan Rabu, 23-24 September 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyambut kedatangan tim verifikator pusat yang dipimpin oleh Ahmad Shobiri, Ahli Madya Analis Kebijakan Kementerian Sosial di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 23 September 2025.

Shobirin didampingi oleh Firman Septiadi, Penyusun Bahan Kebijakan Kementerian Kesehatan, serta Koordinator tim Pembina KKS Jawa Timur drg. Sulvy Dwi Anggraeni yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Timur. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan, program Kabupaten Sehat bukan sekadar untuk mengejar penghargaan. “Kami ingin kebiasaan hidup sehat dijalankan setiap hari, bukan hanya saat ada penilaian. Lebih baik penghargaan diraih karena konsistensi di lapangan demi kebaikan dan manfaat masyarakat luas,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Ia menambahkan, Pemkab Gresik siap menerima arahan dari tim verifikator guna memperkuat tatanan Kabupaten Sehat yang sudah berjalan. “Upaya ini bukan hanya program sesaat, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Kabupaten Sehat harus menjadi gerakan kolektif yang tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ahmad Shobirin menyampaikan bahwa validasi ini merupakan bagian dari rangkaian penilaian nasional. “Secara dokumen sudah baik, kini kami ingin memastikan pelaksanaannya di lapangan. Kami sependapat dengan Pak Wakil Bupati, penghargaan hanyalah bonus, yang utama adalah menjadikan perilaku sehat sebagai budaya,” jelasnya.

Berdasarkan daftar kegiatan, hari pertama, tim meninjau beberapa lokasi, antara lain,  Taman Prambangan, Wisata Lontar Sewu Hendrosari, Kecamatan Menganti; Lembaga Kesejahteraan Anak (LKSA) Al Amin, Munggugebang, Kecamatan Benjeng ; Terminal Bunder, Kecamatan Kebomas dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Kecamatan Gresik.

Hari kedua, kunjungan berlanjut ke UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Kecamatan Cerme; Pasar Baru Gresik, Kecamatan Gresik; Puskesmas dan Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas ;  Kantor Semen Indonesia Gresik, Kecamatan Kebomas, UPT SMP Negeri 1 Gresik, Desa Sidorukun, hingga Mall Pelayanan Publik. Agenda ditutup dengan diskusi kelompok terfokus (FGD) evaluasi hasil verifikasi di Kantor Bupati.

Pemkab Gresik optimistis dapat meraih hasil terbaik, namun tetap menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (yad)

Gresik Masuk Nominasi Kabupaten Sehat Nasional, Tim Verifikator Pusat Lakukan Penilaian Lapangan Selengkapnya

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan 

GRESIK,1minute.id – RSUD Ibnu Sina sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Itu tema Forum Group Discussion (FGD) yang dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama RSUD Ibnu Sina Gresik pada Kamis, 18 September 2025.

Wacana itu muncul sebagai ikhtiar memperkuat fungsi RSUD Ibnu Sina sebagai pusat pelayanan kesehatan sekaligus wahana pendidikan dan penelitian bagi berbagai perguruan tinggi.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pengelolaan rumah sakit pendidikan. “SOP harus jelas, agar tidak ada kekeliruan. Serta jangan lupa, adab dan soft skill juga wajib dijaga,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif dalam sambutannya.

Menurutnya, mahasiswa yang menempuh pendidikan di RSUD Ibnu Sina tidak hanya dituntut cakap secara teknis, tetapi juga harus memiliki empati dan etika dalam melayani pasien.

Ditempat sama, Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr. Soni menjelaskan, bahwa hingga saat ini terdapat 45 institusi pendidikan yang telah menjalin kerja sama dengan RSUD Ibnu Sina. “RSUD Ibnu Sina kini menjadi rumah sakit tipe B pendidikan dengan akreditasi paripurna. Selain pelayanan, pendidikan juga menjadi komitmen besar kami,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Gresik Jumanto dan Imam Syaifudin, mengingatkan agar status rumah sakit pendidikan tidak mengurangi mutu layanan kepada masyarakat. “Integritas pelayanan harus tetap nomor satu. Ini juga harus ditanamkan kepada mahasiswa yang magang, bahwa pasien adalah prioritas utama,” tandasnya.

Forum ini juga membahas gagasan pengembangan program ke depan, diantaranya, peluang beasiswa kedokteran bagi keluarga tidak mampu melalui skema kerja sama dengan universitas mitra. Langkah tersebut diharapkan sejalan dengan visi Pemkab Gresik untuk menurunkan angka kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.

Untuk diketahui, RSUD Ibnu Sina Gresik, merupakan rumah sakit milik Pemerintah Daerah dengan kelas Tipe B Pendidikan dan berstatus akreditasi paripurna. Berlokasi di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 234B, Kecamatan Kebomas. Rumah sakit ini memiliki 347 tempat tidur.

Hingga September 2025, tercatat ada 148 peserta didik dari berbagai institusi yang sedang menempuh pendidikan klinik di RSUD Ibnu Sina. Mereka terdiri dari dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga Surabaya, serta mahasiswa keperawatan, gizi, farmasi, dan kebidanan dari berbagai perguruan tinggi. (yad)

Pemkab Gresik Wujudkan Mimpi RSUD Ibnu Sina Gresik jadi Rumah Sakit Pendidikan  Selengkapnya

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi warga Kota Santri, sebutan lain,  Kabupaten Gresik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperpanjang diskon 80 persen untuk BPHTB waris dan hibah dari orang tua. 

Perpanjangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan itu berlaku sebulan, mulai hari ini, 18 September sampai 18 Oktober 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengumumkan langsung perpanjangan diskon 80 persen BPHTB waris dan hibah dari orang tua pada Rabu malam, 17 September 2025.

Sebelumnya, diskon alias insentif pajak 80 persem diberikan oleh Pemkab Gresik pada HUT ke-80 Republik Indonesia. Insentif berupa penghapusan denda dan diskon 80 persen pajak bumi dan bangunan (PBB). Insentif yang sama juga diperuntukkan untuk BPHTB waris dan hibah berlaku mulai 17 Agustus sampai 17 September 2025.

Tingginya antusiasme serta kebutuhan masyarakat, Pemkab Gresik melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) memperpanjang masa pengajuan agar semakin banyak warga yang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kategori waris dan hibah dari orang tua ke anak:

NPOP ≤ Rp1 miliar : diskon 80%

Rp1 miliar–Rp2 miliar : diskon 25%

Lebih dari Rp2 miliar : diskon 15%

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa kebijakan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. “Perpanjangan insentif pajak ini bukan hanya memberikan keringanan biaya, tetapi juga menjadi stimulus bagi warga untuk terus bergerak dan memperkuat perekonomian keluarga maupun daerah. Kami ingin memastikan masyarakat lebih ringan dalam memenuhi kewajiban perpajakan, khususnya terkait proses perolehan hak atas tanah dan bangunan yang berasal dari warisan maupun hibah,” kata Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif usai  Kolaboraya 9th International Conference of Postgraduate School (ICPS) 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu malam, 17  September 2025.

Konferensi internasional kolaborasi dengan Universitas Airlangga  Surabaya ini dihadiri ratusan mahasiswa master dan doktoral berbagai jurusan dari 17 negara.

Pemkab Gresik berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pondasi ekonomi daerah. (yad)

Pemkab Gresik Perpanjang Diskon 80 Persen Pajak BPHTB Waris dan Hibah Selengkapnya

Kunker Komisi IX DPR RI, 5 Tahun ada Lima Pengaduan UMK Gresik, Diselesaikan sambil Ngopi Bareng

GRESIK,1minute.id  – Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gresik pada Jumat, 12 September 2025. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang menyambut kedatangan komisi yang membidangi kesehatan, Ketenagakerjaan dan jaminan sosial ini.

Namun, kunker ke kota industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik berfokus pada isu strategis ketenagakerjaan, khususnya pembahasan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)  2025 serta dinamika investasi. Sebab, Gresik yang dikenal sebagai daerah intanpari (industri, pertanian, pariwisata) memiliki UMK cukup tinggi. Namun, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama melalui dialog dan kolaborasi.

Wakil Bupati Asluchul Alif menyampaikan, bahwa Kabupaten Gresik menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi di Jawa Timur dengan dominasi Penanaman Modal Asing (PMA). Meski demikian, Pemkab berkomitmen menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi dan perlindungan hak-hak pekerja.

“Kami terus mengedepankan dialog dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pekerja, dan pengusaha agar kebijakan ketenagakerjaan termasuk UMK dapat diterima semua pihak. Dengan cara ini, iklim usaha terjaga dan tenaga kerja terlindungi,” ujar dokter Alif, sapaan, Asluchul Alif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin, menambahkan bahwa selama tahun ini terdapat lima pengaduan terkait penerapan UMK. Semuanya berhasil diselesaikan secara dialogis melalui metode khas Gresik “duduk dan minum kopi bersama” bersama para pihak terkait.

“Kami memfasilitasi pertemuan rutin Dewan Pengupahan setiap bulan, yang juga sering dihadiri Forkopimda. Forum ini menjadi wadah diskusi terbuka,” jelas Zainul.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap persoalan ketenagakerjaan, Pemkab Gresik juga memiliki Unit Reaksi Cepat (URC) yang bertugas menangani kondisi darurat pekerja, termasuk pencegahan konflik dan koordinasi lintas instansi.

Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini, menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Gresik. “Kami melihat pola kemitraan dan komunikasi yang baik antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha. Praktik seperti ini dapat menjadi contoh daerah lain untuk menjaga iklim usaha dan kesejahteraan pekerja,” ujar Yahya Zaini.

Dalam kesempatan ini, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris peserta sebagai wujud nyata perlindungan kepada pekerja.Penyerahan ini menunjukkan sinergi yang erat antara pemerintah, DPR RI, pelaku usaha, serikat pekerja, dan lembaga jaminan sosial. (yad)

Kunker Komisi IX DPR RI, 5 Tahun ada Lima Pengaduan UMK Gresik, Diselesaikan sambil Ngopi Bareng Selengkapnya