Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik beriktiar mewujudkan ekosistem Sekolah Rakyat yang mumpuni. Untuk mewujudkan tekad itu, Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif “menyekolahkan” kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama Sekolah Rakyat Gresik ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah. 

Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Gresik direncanakan mulai masuk asrama pada akhir Juli 2025. Sebelum proses pembelajaran dimulai, Pemkab Gresik  melakukan studi tiru untuk menerapkan konsep pendidikan CT Arsa Foundation itu.

Gus Yani-dokter Alif, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif ikut mendampingi para guru Sekolah Rakyat ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation di Sukoharjo itu pada Selasa, 22 Juli 2025. SMA Unggulan CT Arsa Foundation adalah sekolah inklusif berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan semua biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya. 

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, konsep pendidikan CT Arsa sangat relevan untuk diterapkan di Sekolah Rakyat Gresik melalui pendidikan yang berkualitas dan terstruktur.“Sebagai persiapan, kami ajak kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama untuk melihat langsung bagaimana CT Arsa Foundation telah berjalan sejak tahun 2018. Satu angkatan diisi 200 siswa dari keluarga kurang mampu, dan setelah lulus mereka banyak yang diterima di universitas terbaik nasional maupun luar negeri, dengan beasiswa penuh. Hal ini menjadi motivasi besar bagi kami,” ujar magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Diketahui, Kabupaten Gresik menjadi daerah pertama yang melakukan benchmarking ke CT Arsa Foundation dalam upaya memberikan pendidikan berkualitas bagi Sekolah Rakyat Gresik.

“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat Gresik dapat melaksanakan dan mengimplementasikan program prioritas presiden, yaitu memutus rantai kemiskinan keluarga mereka melalui pendidikan terbaik dan berkualitas. Ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita semua saat berkunjung ke CT Arsa Foundation,” katanya. 

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau langsung proses belajar-mengajar, fasilitas laboratorium, asrama, hingga sarana makan bersama. Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat diterapkan di Gresik.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation Usdiyanto mengapresiasi dan optimistis langkah Pemkab Gresik untuk menciptakan pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat Gresik.  “Luar biasa perhatian Bupati, Wakil Bupati seluruh jajaran kekuatan luar biasa, tidak banyak sekolah mendapatkan perhatian begitu serius dan secepatnya, saya optimis dukungan Bupati, Wabup seluruh jajaran sekolah Rakyat di Gresik akan sukses,” puji Usdiyanto.

Seperti diberitakan, Sekolah Rakyat di Gresik akan mulai masuk asrama pada 30 Juli 2025. Sebanyak 75 murid akan belajar sekolah berasrama di sekolah rakyat Gresik.Pemkab Gresik memanfaatkan bangunan sekolah eks UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik untuk Sekolah Rakyat Gresik. Fasilitas asrama, kamar, lingkungan sekolah sudah siap. Tahun depan akan dibangunkan sekolah rakyat Gresik di bumi perkemahan Raci Tengah Sidayu. Sudah ada masjid dan asrama tahun depan. (yad)

Wujudkan Sekolah Rakyat Berkualitas, Pemkab Gresik “Sekolahkan” Kepala, Calon Guru, Wali Asrama ke CT Arsa Foundation Selengkapnya

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa SMA Sekolah Rakyat dijadwalkan memasuki asrama pada Rabu, 30 Juli 2025 mendatang. Mereka menempati gedung eks SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

Gedung yang digunakan telah dilengkapi dengan 3 ruang kelas, 2 ruang asrama putra, 3 ruang asrama putri, asrama guru, 1 ruang guru dan tenaga pendidik, serta laboratorium penunjang pembelajaran lainnya. Setiap kelas terdiri dari 25 siswa. Para siswa berasal dari keluarga prasejahtera dan akan dibina secara intensif di lingkungan pendidikan berasrama. 

Untuk menunjang proses belajar-mengajar, telah disiapkan 17 guru dan 10 tenaga kependidikan yang akan mendampingi siswa secara penuh. Dalam arahannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat harus menjadi model percontohan nasional. “Sekolah Rakyat Kabupaten Gresik harus lebih baik dari kabupaten lain,” tegas Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 18 Juli 2025.

Rekor diikuti antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, dan Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh. Tekad Pemkab Gresik menjadikan Sekolah Rakyat menjadi percontohan sangat kuat. Bahkan, pemkab Gresik berencenakan “menyekolshkan” calon guru bagi siswa sekolah rakyat ke sekolah unggulan. Tujuan memperkaya wawasan dan menyiapkan kurikulum serta sistem pengelolaan sekolah yang unggul. 

“Seluruh guru Sekolah Rakyat untuk mengikuti studi banding ke SMA Unggulan CT Arsa Foundation pada 22 Juli 2025. Kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan dalam membangun ekosistem pendidikan yang inspiratif dan berkualitas di Kabupaten Gresik,” kata Fandi Akhmad Yani.  

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, Sekolah Rakyat, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. “Program Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sampai tanggal 30 Juli saja, tetapi kita harus terus mengawal program ini serta mendidik para siswa hingga sukses,” ujar dokter Alif, panggilan akrab Asluchul Alif. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Gresik memperhatikan empat aspek utama, yaitu kebutuhan makan, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga siswa. 

Selain kebutuhan siswa selama tinggal di asrama yang sepenuhnya ditanggung, keluarga siswa juga akan mendapatkan bantuan modal usaha guna mendukung kemandirian ekonomi mereka. “Fokus kita tidak hanya dari sisi bantuan sosial, tetapi juga melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” imbuh Asluchul Alif. 

Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, program ini juga didukung penuh oleh Kementerian Sosial, yang menyediakan seluruh kebutuhan siswa selama di asrama, termasuk laptop dan perlengkapan pribadi. “Siswa masuk asrama tanpa membawa barang apa pun karena semua sudah disediakan oleh Kementerian Sosial,” terang Kepala Dinas Sosial Gresik Ummi Khoiroh.

Program Sekolah Rakyat juga sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pendidikan, dalam penyelesaian masalah kemiskinan.

Sebagai bagian dari pengembangan program, tahun depan Kementerian Sosial bersama Pemkab Gresik merencanakan pembangunan unit Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu. Melalui Sekolah Rakyat jenjang SMA dan pengembangannya ke jenjang SD dan SMP, Pemkab Gresik meneguhkan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan inklusif serta penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (yad)

Siswa Sekolah Rakyat Masuk Asrama Akhir Juli 2025, Bupati Gresik: Sekolah Rakyat di Gresik Harus Jadi Percontohan Nasional  Selengkapnya

Renovasi Gedung Sekolah Rakyat Dikebut, Wabup Gresik : KBM Dimulai sebelum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Renovasi gedung sekolah rakyat memasuki hari kesebelasan. Pekerjaan renovasi yang dikerjakan oleh Nidya Adhi KSO (kerjasama operasi) diestimasikan rampung sebelum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Perkembangan proses renovasi gedung Sekolah Rakyat itu menjadi salah satu prioritas perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyatakan, sekolah rakyat akan dibuka pada Agustus 2025 nanti. 

“Ini merupakan hari kesebelas renovasi yang dilakukan oleh Nindya Adhi KSO. Alhamdulillah dikerjakan dengan baik. Insya Allah sebelum tanggal 17 Agustus, pembangunan atau renovasi sudah selesai,” harap dokter Alif, sapaan Asluchul Alif pada Senin, 14 Juli 2025. Selain pekerjaan renovasi, ia melanjutkan, nantinya juga akan ada perabot lengkap dari pihak Nindya Adhi KSO. Ia berharap pada Agustus nanti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat dapat segera dimulai agar tidak mundur lagi.

“Untuk siswa-siswi Sekolah Rakyat sudah siap, ada sebanyak 75 siswa kelas 1 SMA dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) tiga kelas,” ungkapnya.

Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR atas dukungan renovasi Sekolah Rakyat. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan Kementerian Sosial dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang disambut antusias oleh masyarakat.

“Kehadiran Sekolah Rakyat akan memberikan harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin Desil 1 (miskin ekstrem) di Kabupaten Gresik untuk tetap menatap masa depan dan mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan,” tegasnya.

Sebelum meninggalkan Kecamatan Sidayu, suami dari dr. Shinta Puspitasari ini juga meninjau pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon siswa Sekolah Rakyat yang diinisiasi Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan di UPT Puskesmas Sidayu.

“Melalui Sekolah Rakyat, bukan hanya membantu anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan adanya cek kesehatan sebelum mengikuti proses pembelajaran, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan hidup yang lebih sejahtera bagi anak-anak Indonesia,” katanya. (yad)

Renovasi Gedung Sekolah Rakyat Dikebut, Wabup Gresik : KBM Dimulai sebelum HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia  Selengkapnya

Sosialisasi Calon Penerima Hibah, Wabup Gresik Ingatkan Hibah Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel 

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif membuka kegiatan Sosialisasi Calon Penerima Hibah tempat ibadah & lembaga keagamaan usulan DPRD Gresik tahun anggaran 2025 di ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 26 Juni 2025. 

Wabup Gresik Asluchul Alif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Gresik membina dan meningkatkan SDM anggota serta mengembangkan sarana dan prasarana keagamaan. “Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kita untuk memastikan pengelolaan dana hibah yang transparan dan akuntabel, khususnya bagi organisasi keagamaan seperti pengelola masjid. Tujuannya agar bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program-program yang berdampak positif bagi masyarakat,” kata dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif.

Pemkab Gresik berkomitmen untuk melaksanakan proses tata kelola dana hibah dengan tepat sasaran dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Calon penerima hibah wajib mengetahui mekanisme pemberian dan penggunaan dana hibah yang sesuai aturan, guna meminimalkan potensi kesalahan dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan. 

“Pelaksanaan pemberian dana hibah dan bantuan sosial memiliki proses yang panjang dan melibatkan berbagai tahapan, termasuk penentuan calon penerima dan lokasi bantuan,” lanjutnya. Dalam sosialisasi itu, Wabup Asluchul Alif didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Nuri Mardiana dan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Muchammad Jusuf Ansyori. Menurutnya, hal ini merupakan bagian penting dari upaya memastikan dana bantuan benar-benar diberikan kepada pihak yang membutuhkan dan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan ini juga merupakan media pembinaan kepada para penerima hibah agar mereka mampu mengelola dana tersebut dengan baik. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dana hibah sekaligus mendukung tercapainya pembangunan yang lebih berkualitas di  Gresik” pungkasnya.  (yad)

Sosialisasi Calon Penerima Hibah, Wabup Gresik Ingatkan Hibah Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel  Selengkapnya

Wabup Gresik Donasi Darah di Puncak Hari Bakti Dokter Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif bersama istri melakukan donasi darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Aksi kemanusiaan itu untuk memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-117 diprakarsai oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Gresik bersama Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik. Wabup Asluchul Alif mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan secara rutin melakukan donasi darah ke PMI Gresik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Gresik yang selama ini telah aktif berdonasi darah. Setetes darah yang Anda berikan bisa menjadi penyelamat bagi sesama yang membutuhkan,” ujar dokter Alif, sapaan akrab Asluchul Alif didampingi Ketua panitia Donor Darah dr Shinta Puspitasari, Ketua IDI Gresik dr. Abdul Fatah, Sp.PD-FINASIM, perwakilan IIDI Gresik, serta jajaran pengurus PMI Kabupaten Gresik pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum pernah melakukan donasi darah untuk mulai berpartisipasi, serta mendorong para donor darah yang sudah rutin untuk terus melanjutkan kebiasaan baik tersebut. :Semoga masyarakat Gresik makin sadar akan pentingnya donasi darah. Ayo kita jadikan ini sebagai kebiasaan yang bermanfaat bagi orang lain,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Gresik dr. Izzudin Syahbana, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan terkumpul 50 kantong darah dari kegiatan ini. Saat kunjungan berlangsung, tercatat sudah terkumpul 19 kantong darah. Ia optimistis target tersebut akan tercapai karena antusiasme masyarakat terus meningkat.

“Kehadiran Bapak Wakil Bupati (Asluchul Alif) menjadi motivasi tersendiri bagi warga untuk ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini,” ujar dr. Izzudin. Kegiatan donasi darah ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya melakukan donasi darah secara rutin. (yad)

Wabup Gresik Donasi Darah di Puncak Hari Bakti Dokter Indonesia  Selengkapnya

Delegasi Universitas Melbourne, Australia Kunjungan Sekolah Anak Kebutuhan Khusus di Gresik

GRESIK,1minute.id –  Unit Pelaksana Teknis (UPT) Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus atau ABK Gresik menerima kunjungan delegasi dari Universitas Melbourne, Australia pada  Rabu, 30 April2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari kerja sama internasional di bidang pendidikan inklusif yang telah terjalin sejak 2012.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S. Hariyanto, Dosen Kedokteran Universitas Airlangga dr. Nyilo Purnami, serta Kepala UPT Renyta Yuniarti bersama tim manajemen, guru, dan staf pendukung. Dari pihak Universitas Melbourne hadir Dosen Audiologi Dani Tomlin, Chris, serta Dosen Fisioterapi Aiden Smart.

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meninjau secara langsung berbagai inovasi dan pendekatan kreatif yang diterapkan oleh UPT ABKdalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus di Gresik.

Dalam sesi diskusi, Asluchul Alif menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk terus memberikan dukungan, termasuk peningkatan fasilitas dan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan anak. Ia juga menyoroti dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan bahasa dan proses pembelajaran anak.

“Ke depan, beberapa fasilitas akan dilengkapi untuk mendukung kinerja UPT. Selain itu, kita juga harus mewaspadai dampak penggunaan gawai yang cukup besar terhadap perkembangan bahasa anak-anak. Bahasa yang mereka serap dari gadget sering kali tidak sesuai dengan konteks keseharian,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Sementara itu, Dani Tomlin menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dan staf UPT ABK dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Ia juga menyatakan ketertarikan pihaknya untuk mengirim mahasiswa guna melakukan penelitian dan praktik lapangan di UPT dibawah naungan Dinas Pendidikan Gresik tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat serta kerja luar biasa para guru dan staf. Kami juga tertarik mengirim mahasiswa kami agar mereka dapat menerapkan konsep pembelajaran yang telah mereka pelajari di sini,” tuturnya.

Usai sesi diskusi, rombongan diajak meninjau secara langsung fasilitas dan program pembelajaran di UPT ABK yang berada di Jalan Proklamasi, Gresik itu. Fasilitas yang dikunjungi antara lain,  terapi, asesmen, hingga kegiatan belajar yang berbasis kebutuhan individu. (yad)

Delegasi Universitas Melbourne, Australia Kunjungan Sekolah Anak Kebutuhan Khusus di Gresik Selengkapnya

Genjot Pemenuhan 20 Persen RTH, Kompleks Stadion G-JOS Disulap jadi Hutan Kota

GRESIK,1minute.id – Pemerintah  Kabupaten atau Pemkab Gresik terus mengenjot pemenuhan ruang terbuka hijau atau RTH mencapai 20 persen. Per Januari 2025, Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik mencatat RTH di Kabupaten Gresik baru sekitar 11 persen dari luas wilayah.

Upaya pemenuhan luasan RTH itu, Pemkab Gresik menjadikan kompleks Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS sebagai kawasan hutan kota. Pada peringatan Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April, Pemkab Gresik bersama PT Pupuk Indonesia Utilitas atau PI Utilitas serta CPNS melakukan aksi penanaman 500 bibit pohon.

Aksi peduli lingkungan diberi label Treevolution ini dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Hadir dalam kegiatan itu, antara lain, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, Kepala DLH Gresik Sri Subaidah , Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Saifudin Ghozali, Kepala Dinas Sosial Ummi Khoiroh, dan Kepala Dinas KBPPPA Titik Ernawati.

Penanaman pohon ini mendukung program 100 Hari Nawa Karsa, Gresik Lestari yang diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif. 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

“Peringatan Hari Bumi merupakan refleksi atas hubungan manusia dengan alam. Tema Hari Bumi 2025 adalah ‘Kekuatan Kita, Planet Kita’, sebuah seruan agar kita saling mengingatkan bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

“Di masa krisis iklim, cara terbaik untuk mencegah dampaknya adalah dengan menanam pohon, membangun ekosistem, dan menyerap emisi gas rumah kaca,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif pada Jumat, 25 April 2025.

Pemerintah Kabupaten Gresik juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pupuk Indonesia Utilitas atas program dan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan.

“Harapan kami, kegiatan penanaman ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut,” tegasnya. Hutan Kota G-JOS atau Gresik Eco Park terus dikembangkan sebagai kawasan edukatif yang tidak hanya menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pusat kesadaran lingkungan. Ke depan, program Treevolution akan terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pelajar dan komunitas peduli lingkungan. (yad)

Genjot Pemenuhan 20 Persen RTH, Kompleks Stadion G-JOS Disulap jadi Hutan Kota Selengkapnya

Bupati Gresik Gelar Rakorda, Staf Ahli Menkop Sebut Pendirian Koperasi Merah Putih di Gresik Terbanyak di Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Kabupaten atau Pemkab Gresik menggelar Rapat Koordinasi Daerah atau Rakorda Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Wahana Ekspresi Poespone atau WEP pada Jumat, 25 April 2025.

Rakorda pembentukan koperasi di awal 2025 ini, Pemkab Gresik telah mencatat sejarah baru. Catatan sejarah itu, antara lain,  pendiri Koperasi Merah Putih terbanyak di Indonesia sebanyak 239 koperasi desa/kelurahan dalam sehari. Pendirian koperasi secara massal itu,  dilayani puluhan Notaris/PPAT se-Kabupaten Gresik. 

“Setahu saya (pembentukan dan pendaftaran koperasi terbanyak) pertama di Indonesia,” ujar Staf Ahli dari Kementerian Koperasi RI Rudi Wijaya ketika menjadi pembicara dalam acara tersebut pada Jumat, 25 April 2025.

Rudi hadir khusus untuk menyaksikan antusiasme para kepala desa dan lurah di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik dalam pembentukan Koperasi Merah-Putih yang diinisiasi oleh Presiden ke-8 Indonesia Prabowo Subianto. Koperasi Merah-Putih, satu diantaranya Progrqm Asta Cita Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pendaftaran koperasi dilakukan di gedung WEP pertama. Sedangkan, rakorda dihelat di WEP II. Rudi Wijaya menyebutkan, permodalan Koperasi Merah Putih, bisa berasal dari lima sumber, yakni APBN, APBD, Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara, iuran anggota dan pengurus serta sumbangan yang tidak mengikat.

“Yang sudah dilakukan oleh Pemkab Gresik bisa menjadi tonggak sejarah dan saya berharap bisa diikuti oleh desa-desa lainnya di Indonesia,” katanya. 

FOTO BARENG : Bupati bersama Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yan i-Asluchul Alif serta Forkopimda dalam Rakorda Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung WEP II pada Jumat, 25 April 2025 ( Foto ,: Guslan Gumilang/1minute.id)

Ia menegaskan pembentukan Koperasi Merah Putih se-Indonesia ditargetkan hingga sebanyak 80 ribu ini untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jadi bukan untuk Presiden Prabowo. “Pengurus dan anggota koperasi bisa gemuyo itu yang diinginkan presiden Prabowo,” tegasnya. 

Rakorda Pembentukan Koperasi Merah-Putih yang dihadiri langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik  Asluchul Alif, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, serta jajaran Forkopimda ini berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Turut hadir Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyani, Staf Ahli Kementerian Koperasi dan UKM Rudi Wijaya, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau PMD Pemprov Jatim dan Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, serta para camat, kepala desa/lurah se-Kabupaten Gresik, dan kepala perangkat daerah terkait.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik berkomitmen untuk mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Antara lain, Program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis atau MBG dan Koperasi Merah Putih. 

“Kami mengapresiasi camat, kepala OPD, dan para kepala desa yang telah maraton melaksanakan musdes (musyawarah desa) penyusunan struktur Koperasi Merah Putih di wilayah masing-masing. Ini merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dan dukungan dari tingkat lokal,” ujar Bupati Yani.

ANTUSIASME PESERTA: Suasana sebelum Rakorda Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah-Putih di Gedung WEP II pada Jumat, 25 April 2025 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati menegaskan bahwa sistem Koperasi Merah Putih bukan sekadar agenda administratif, melainkan gerakan ekonomi yang menyatukan potensi desa dalam wadah kewirausahaan berbasis koperasi. Ke depan, koperasi ini diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program lain, termasuk Sekolah Rakyat.

“Kami memiliki komitmen dan optimisme bahwa sistem koperasi ini bertujuan mulia, yakni menciptakan kesejahteraan masyarakat desa. Koperasi Merah Putih adalah rumah besar untuk berwirausaha, tentunya dengan mengangkat potensi yang dimiliki desa,” lanjutnya.

Lalu, usaha koperasi desa Merah-Putih bergerak dalam bidang apa? Gus Yani mengatakan, bidang usaha bisa disesuaikan dengan potensi desa masing-masing. Bidang usaha bisa mandiri, atau melakukan sinergi dan kolaborasi dengan koperasi atau badan usaha milik desa atau BUMDes yang lebih dulu beroperasi. 

“Sehingga pembentukan koperasi Merah-Putih ini tidak ada yang terpinggirkan,” tegas magister Mitigasi Bencana dari Unair Surabaya ini.

Ia mencontohkan, rencana pemerintah membentuk badan gizi nasional atau BGN. Salah satu program yang dikelola oleh BGN adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG. “Koperasi Merah Putih, desa MoU menyuplai kebutuhan untuk MBG itu,” katanya.

Gus Yani mengapresiasi rencana Pengurus Kopdes Mentaras, Kecamatan Dukun yang akan membangun tempat pengeringan padi. “Nah, sekarang Pengurus kopdes mulai kreatif. Kita pasti akan support,” katanya. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan setiap dapur yang didirikan oleh MGN bisa melayani MBG hingga 3 ribu siswa. Ia melanjutkan, pengurus koperasi harus memiliki optimisme. Sebab, Pemkab Gresik akan terus melakukan pendampingan. “Pemkab Gresik bersamq akademisi akan memberikan pendampingan dan evaluasi agar koperasi Merah-Putih berkembang,” katanya. (yad)

Bupati Gresik Gelar Rakorda, Staf Ahli Menkop Sebut Pendirian Koperasi Merah Putih di Gresik Terbanyak di Indonesia  Selengkapnya

Wabup Gresik Tinjau Irigasi Air Pertanian di Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau langsung saluran irigasi pertanian di Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik pada Rabu, 23 April 2025.

Peninjuan ini untuk memastikan distribusi air irigasi sesuai dengan kebutuhan para petani. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu wujud nyatanya adalah dukungan terhadap program irigasi perpipaan di Pulau Bawean, hasil sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Dinas Pertanian Gresik. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan pentingnya ketepatan distribusi bantuan pertanian dan keterbukaan komunikasi antar kelompok tani. 

“Kami tidak ingin ada petani yang dirugikan. Kalau satu kali tanam butuh 25, ya harus dikasih 25. Saya minta duduk bareng antara gapoktan dan poktan. Kita perlu informasi yang valid, kalau ada kesalahan dari OPD atau hal-hal yang perlu diperbaiki, mari kita benahi bersama. Yang penting, niat kita sama-sama baik,” tegas dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Program irigasi perpipaan ini mencakup 12 desa di Kecamatan Tambak dan Sangkapura, Pulau Bawean dicanangkan langsung oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Panjang jaringan pipanya  lebih dari 39 kilometer, memanfaatkan 12 titik sumber air. Total luas lahan sawah yang terairi mencapai 646 hektare.

Di Desa Kepuhteluk, ada dua sumber air utama yakni Sungai Pataroman dan Rebe-rebe telah dimanfaatkan secara optimal. Dengan total anggaran Rp 470 juta, sistem ini mampu mengairi 50 hektar lahan sawah. Irigasi ini memungkinkan petani menanam dua kali setahun bahkan di musim kemarau, karena airnya tersedia sepanjang waktu. 

Hal ini meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1,4 menjadi 1,8, dan produktivitas padi dari 5,4 ton/ha menjadi 6,4 ton/ha. Selama ini, irigasi lahan pertanian di Pulau Bawean sistem tadah hujan. Sehingga hanya sekali panen dalam setahun.

Wabup Alif mengingat tentang pentingnya integritas dalam pendistribusian pupuk bersubsidi. “Saya titip teman-teman petani. Kalau pupuknya kurang, bilang. Jangan diperjualbelikan jika ada lebihan, karena itu harus disalurkan ke petani lain yang kekurangan. Urusannya harus benar dan betul,” tambahnya.

Sementara itu, Wawan dari Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan mengakui bahwa kendala distribusi pupuk belakangan ini disebabkan oleh cuaca. Ia menegaskan komitmen kelompoknya untuk memperbaiki distribusi agar tidak ada petani yang mengalami kekurangan pupuk di masa tanam berikutnya. (yad)

Wabup Gresik Tinjau Irigasi Air Pertanian di Pulau Bawean Selengkapnya

Kapolda Jatim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mapolsek Tambak, Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Pembangunan Markas Polisi Sektor atau Mapolsek Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik dimulai pada Rabu, 23 April 2025. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto yang memimpin peletakan batu pertama pembangunan mapolsek di pulau terluar Kabupaten Gresik itu. 

Kapolda Jatim Irjen Pol  Nanang Avianto,  menekankan pentingnya kualitas dalam pembangunan serta peran kepolisian sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Bawean. “Peletakan batu pertama ini adalah bentuk apresiasi luar biasa untuk institusi kami. Kita pastikan proses pembangunan berjalan baik, kokoh, dan berkualitas. Polri harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga, mengayomi, dan terus bersinergi dengan semua pihak – dari Polres, Pemda, hingga kecamatan. Polri adalah bagian dari keluarga masyarakat Bawean,” tegasnya.

Peletakan batu pertama Mapolsek Tambak ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawam serta pejabat utama Polda Jatim. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Polres Gresik dan Polda Jawa Timur atas dukungan penuh terhadap pembangunan Polsek Tambak.

“Kami merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada Polda Jatim dan Polres Gresik atas pembangunan gedung Polsek Tambak Bawean Gresik. Ini merupakan wujud dari cita-cita kami bersama untuk memiliki fasilitas kepolisian yang representatif di Pulau Bawean. Dengan potensi alam, pariwisata, dan sumber daya manusia yang dimiliki, pembangunan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat agar tertib, aman, dan kondusif,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Mapolsek Tambak berdiri diatas lahan seluas 4000 meter persegi atau m². Total luas bangunan mencapai 788,9 m² dan ruang terbuka hijau seluas 745 m². Pembangunan Mapolsek Tambak ini. mencakup berbagai fasilitas lainnya. Antara lain, gedung utama Polsek dengan luas 410 m², masjid dan tempat wudu, paving pedestrian, menara tandon dan sumur bor, pagar keliling serta papan nama, bozem penampungan air, dan lapangan upacara. 

Pembangunan Polsek Tambak diharapkan menjadi tonggak penting dalam penguatan pelayanan publik di sektor keamanan, sekaligus mendukung kemajuan Pulau Bawean sebagai kawasan yang tertib, sejahtera, dan berdaya saing. (yad)

Kapolda Jatim Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mapolsek Tambak, Pulau Bawean Selengkapnya