Pemkab Gresik dan Baznas Gelontorkan Insentif kepada Ribuan Penghafal Alquran 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyalurkan tunjangan kehormatan atau insentif kepada 1.067 penghafal Alquran se-Kabupaten Gresik

Tunjangan senilai Rp 500 ribu kepada para hafiz atau huffaz itu sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dipusatkan di Masjid Al Inabah Kompleks Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 6 September 2024.

Wakil Bupati Aminatun Habibah mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada para huffaz di Kabupaten Gresik. Dirinya juga menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung dan mengapresiasi para insan yang telah berkontribusi dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Alquran.

“Para huffaz ini bukan hanya menjaga tradisi Islam, tetapi juga menjadi sumber keberkahan bagi masyarakat Gresik. Kami ingin memberikan dukungan nyata agar panjenengan terus termotivasi,” ujar Bu Min-sapaan akrab-Wabup Aminatun Habibah pada Jumat, 6 September 2024.

Ia menambahkan, pemberian tunjangan ini adalah bentuk penghargaan sekaligus dorongan agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang tertarik mendalami Alquran.

“Kami berharap para penghafal Alquran ini dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat lainnya. Walaupun apa yang kita berikan hari ini tidak banyak, tapi kita harap bisa menjadi rezeki yang barokah. Saya juga minta doanya ke panjenengan agar Kabupaten Gresik ini menjadi kabupaten yang aman, makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur ,” tutur wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini. 

Secara keseluruhan, total anggaran yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp 533,5 juta. Rincian Rp 500 juta berasal dari APBD Gresik dan Rp 33,5 juta berasal dari Baznas Gresik.

Seluruhnya telah disalurkan dengan transparan kepada penerima yang berhak. Diharapkan, melalui program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga untuk memperkuat fondasi spiritual masyarakat Gresik.

Kedepan, Pemkab Gresik berharap program ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak penghafal Alquran yang lahir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik menjadikan daerah ini sebagai pusat pendidikan agama yang kuat.

Dukungan terhadap para huffaz diharapkan dapat memperkuat kehidupan religius dan sosial masyarakat di Gresik, sejalan dengan visi daerah yang ingin menciptakan harmoni antara pembangunan fisik dan spiritual. (yad) 

Pemkab Gresik dan Baznas Gelontorkan Insentif kepada Ribuan Penghafal Alquran  Selengkapnya

163 Naker Jalani Uji Kompetensi SKK Jasa Konstruksi,  Wabup Gresik Ingatkan Hal ini kepada Peserta

GRESIK,1minute.id – Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman atau DCKPKP menggelar pembekalan dan uji kompetensi Sertifikasi Kompetensi Kerja alias SKK tukang bangunan gedung, tukang las dan operator eksavator pada Rabu, 28 Agustus 2024.

Pelatihan yang diikuti 163 peserta digelar di ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV kantor Bupati Gresik ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Menurut Aminatun Habibah, kegiatan pelatihan ini langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Selain itu, didukung dengan adanya sertifikasi yang diakui secara resmi. 

“Ini merupakan kesempatan peserta dalam meningkatkan kualitas. Terutama dalam menunjang pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Gresik,” ujar Bu Min, sapaan akrab Aminatun Habibah. 

Ia berharap dengan adanya pembekalan teknis dan uji sertifikasi kompetensi dapat terus menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di bidang konstruksi. 

“Saya berharap ini sesuai visi misi kami yang tertuang dalam Nawa Karsa Gema Karya. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas tenaga kerja berdasarkan permintaan,” terang Wabup pertama perempuan di Kota Santri-sebutan Lain-Kabupaten Gresik ini. 

Ia menjlentrehkan Gresik merupakan salah satu kabupaten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK. Kawasan ekonomi khusus berada di kompleks Java Integreted Industry, Port and Estate alias JIIPE ini membutuhkan tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat kompetensi kerja atau SKK.. 

Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap pekerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik kami mengucapkan terima kasih kepada Kementrian PUTR dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Yang sudah memberikan kesempatan bagi tenaga kerja di bidang konstruksi. Mudah-mudahan kerjasama ini membantu mengurangi angka pengangguran dan kecelakaan kerja di Kabupaten  Gresik,” pungkas wabup berlatar pendidik itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaam kegiatan ini sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang jasa konstruksi, mengatur jasa konstruksi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pekerjaan konstruksi.

“Jasa konstruksi adalah layanan dan pekerjaan yang terkait dengan konstruksi. Seperti pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan bangunan,” ungkap Ida Lailatussa’diyah ini. 

Ia melanjutkan, Undang-undang ini bertujuan untuk menjamin ketertiban dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan jasa konstruksi. “Pengaturan jasa konstruksi berlandaskan pada asas kejujuran dan keadilan, manfaat, keserasian, keseimbangan, kemandirian, keterbukaan, kemitraan, dan keselamatan demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya. (yad) 

163 Naker Jalani Uji Kompetensi SKK Jasa Konstruksi,  Wabup Gresik Ingatkan Hal ini kepada Peserta Selengkapnya

Semester Pertama, TPPS Gresik Dampingi 20 Ribu Keluarga Risiko Stunting

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, membuka kegiatan Evaluasi Capaian Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS Semester I/2024 pada Kamis, 22 Agustus 2024.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, Camat, dan kepala Puskesmas.

Aminatun Habibah mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada semester pertama, Januari hingga Juni 2024.

Akan tetapi, wabup yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting  Kabupaten Gresik ini berbedaan hasil survei kesehatan Indonesia dengan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan. 

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting di Gresik masih berada pada angka 15,4 persen. Angka ini masih di atas target 10 persen yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati nomor 9/2023.

“Sebelumnya yang didasarkan pada data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI, yakni sebesar 10,3 persen,” sebut wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Berdasarkan data yang dikantongi oleh pemerintah kabupaten Gresik pada semester pertama tahun ini, sebanyak 19.947 dari 23.772 keluarga berisiko stunting telah mendapatkan pendampingan. Rinciannya, 2.848 calon pengantin, 3.634 ibu hamil, 892 ibu nifas, dan 13.342 balita. 

“Meskipun pencapaian dan upaya yang dilakukan ini sudah cukup baik, semua pihak perlu bekerja lebih keras dan cerdas untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting pada akhir tahun ini,” harap wabup berlatar pendidik itu.

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah peluncuran inovasi DETAK KERIS atau Deteksi Tanggulangi Kurangi Keluarga Risiko Stunting, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendampingan dan memastikan keselarasan data melalui integrasi dengan aplikasi Gresik Urus Stunting.

Selain itu, program Pemberian Makanan Tambahan atau PMT lokal untuk ibu hamil dengan kekurangan energi kronis atau KEK dan balita stunting juga telah dilaksanakan dan akan terus di monitor untuk memastikan efektivitasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau  KBPPPA Gresik, Titik Ernawati menjelaskan pihaknya telah melakukan intervensi serentak pencegahan stunting yang sudah dilakukan mulai bulan Juni 2024.

Sebagai informasi, pada Juni presentase balita ditimbang di Kabupaten Gresik sebesar 95,02%. Capaian presentase tertinggi balita ditimbang diraih oleh Puskesmas Slempit dengan presentase 100% balita ditimbang, disusul Puskesmas Duduksampeyan dengan 99,97% dan Puskesmas Ujungpangkah sebesar 99,95%.

“Kabupaten Gresik juga mengalami peningkatan peringkat dalam kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting Jatim tahun 2024. Sebelumnya kita ada di peringkat 35 dan pada penilaian terakhir kita naik di peringkat 12 se-Provinsi Jawa Timur,” ungkap Titik. (yad)

Semester Pertama, TPPS Gresik Dampingi 20 Ribu Keluarga Risiko Stunting Selengkapnya

Sosialisasi Regulasi Penerima BLT DBHCHT 2024, Wakil Bupati Gresik: Kita Gunakan Untuk Turunkan Angka Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, membuka kegiatan Sosialisasi Regulasi bagi penerima Bantuan Langsung Tunai atau BLT yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT 2024 pada Rabu, 14 Agustus 2024.

Sosialisasi diikuti oleh camat dan pemerintahan desa.  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menegaskan bahwa program BLT yang dibiayai oleh DBHCHT merupakan salah satu instrumen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mengurangi angka kemiskinan. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2024 ini angka kemiskinan di Kabupaten Gresik menjadi capaian angka kemiskinan terendah dalam 15 tahun terakhir.

“Lewat bantuan langsung tunai ini, kita berharap dapat mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan, serta berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Gresik,” ujar Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan atau TKPK Kabupaten Gresik ini.

Sebagai informasi, penerima DBHCHT Kabupaten Gresik 2024 dibagi menjadi 3 kelompok penerima. Di antaranya petani tembakau, buruh pabrik rokok, serta anggota masyarakat lainnya yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Pada 2024, Kabupaten Gresik mendapatkan besaran alokasi dana bagi hasil cukai tembakau sebesar Rp 26,3 miliar. Alokasi anggaran tersebut akan digunakan untuk penegakan hukum, pemberian bantuan sosial, dan peningkatan sumber daya masyarakat melalui pelatihan kerja.

Sosialisasi ini dilakukan untuk menyamakan  pemahaman terhadap regulasi yang mengatur penerimaan bantuan ini, agar penyalurannya dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap tidak ada lagi kesalahpahaman atau kesalahan administrasi dalam penyaluran bantuan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” tambah wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Selain itu, ia mengingatkan kepada seluruh penerima bantuan untuk menggunakan dana yang diterima dengan bijak dan sesuai kebutuhan, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah yang bertujuan menyejahterakan masyarakat.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Dinas Sosial atau Kadinsos Gresik Ummi Khoiroh. Ia mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari DBHCHT ditetapkan sebesar Rp 2 juta  dalam satu tahun dan akan dibagi penyalurannya sebanyak 4 kali dalam satu tahun.

“Angka ini sudah kita sesuaikan dengan angka garis kemiskinan di Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dibandingkan dengan mayoritas kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Dalam penyalurannya nanti kita akan menggandeng PT. Pos Indonesia dengan tujuan agar lebih transparan dan akuntabel,” terang Ummi.

Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, seluruh penerima BLT DBHCHT 2024 dapat memahami hak dan kewajiban mereka, serta berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gresik. Apabila semua mekanisme sudah terpenuhi, penyaluran BLT DBHCHT ini rencananya akan dimulai pada minggu keempat bulan Agustus 2024. (yad)

Sosialisasi Regulasi Penerima BLT DBHCHT 2024, Wakil Bupati Gresik: Kita Gunakan Untuk Turunkan Angka Kemiskinan  Selengkapnya

Peringati HBA, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Pemkab Gresik Tanam 200 Ribu Bibit Mangrove di Pesisir Gresik 

GRESIK,1minute.id – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melakukan penanaman pohon mangrove sebanyak 200 ribu. Ribuan pohon itu di tanam di sejumlah titik di pesisir Kabupaten Gresik. Seremonial aksi penanaman pohon dipusatkan di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada Selasa, 13 Agustus 2024.

Penanaman secara simbolis itu dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Jawa Timur Amiati dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Penanaman ribu bibit mangrove rangkaian memperingati Hari Bakti Adyaksa alias HBA ke-67. Tema besar HBA tahun ini “Akselerasi Kejaksaan untuk Mewujudkan Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas”.

Aksi peduli lingkungan yang diprakarsai oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dengan mengusung tema “We Are the Champion”, sebagai bentuk komitmen dan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan serta penegakan hukum yang berkelanjutan. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kolaborasi antara Kejaksaaan Tinggi Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah, BUMD, dan juga perusahaan yang terlibat untuk mendukung kegiatan ini.

“Kami berkoordinasi dengan swasta dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mensupport kegiatan ini. Kami juga punya SEZ (Special Economic Zone) atau Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE yang dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera. Alhamdulillah, dipilih oleh Ibu Kajati sebagai lokus penanaman mangrove,” ujar Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam sambutannya. 

Ia juga menambahkan, kawasan mangrove ini memiliki peran penting sebagai penyeimbang ekosistem hayati di Kabupaten Gresik. “Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang berkolaborasi dalam penanaman 200.500 bibit mangrove yang akan dilakukan di empat titik lokasi tersebut,” imbuh wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Penanaman bibit mangrove secara serentak itu dilakukan di empat titik kawasan pesisir, yakni 

pesisir di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean ; Desa Banyu Urip, Kecamatan Ujung Pangkah ; Desa Tanjung Widoro,  Kecamatan Bungah dan Kawasan JIIPE. 

Bu Min melanjutkan, kawasan mangrove di Gresik sangat luas dan menjadi bagian penting dari ekosistem yang ada. “Kami juga punya kawasan esensial mangrove, semoga ini bisa menjadi penyeimbang untuk ekosistem hayati yang ada di Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Kajati Jawa Timur Amiati memberikan apresiasi atas inisiatif ini. Penanaman mangrove merupakan langkah nyata dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, terutama di daerah pesisir.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam kegiatan ini. Semoga upaya ini dapat terus dilanjutkan dan memberikan manfaat yang besar bagi generasi mendatang,” ujar Kajati Jatim. 

Penanaman mangrove ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pesisir dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik. Dengan adanya kolaborasi dari berbagai pihak, Kabupaten Gresik optimis bahwa langkah ini akan membawa dampak positif bagi masa depan lingkungan dan masyarakat setempat, sejalan dengan visi Nawa Karsa Gresik Lestari. (yad)

Peringati HBA, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Pemkab Gresik Tanam 200 Ribu Bibit Mangrove di Pesisir Gresik  Selengkapnya

Pemkab Gresik Sabet Penghargaan Proklim  Lestari dari KLHK

GRESIK,1minute.id – “Gresik Kota Industri”. Julukan itu tidak menyurutkan tekad duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah wujudkan lingkungan dan iklim yang nyaman bagi warganya.

Buktinya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam Program Kampung Iklim atau Proklim kategori Lestari. Kategori Lestari ini, strata tertinggi di ProKlim ini. Penghargaan Proklim Lestari ini kali pertama di raih oleh Pemkab Gresik karena sebelumnya “hanya” mendapatkan penghargaan Kategori Utama.

Ada empat kategori dalam Proklim ini. Yakni, Proklim Pratama dengan nilai sampai dengan 50 persen ; Proklim Madya 50-80 persen dan Proklim Utama nilai 81persen keatas. Dan, Proklim Lestari adalah proklim utama yang melakukan pembinaan kepada minimal 10 lokasi lain yang selanjutnya didaftarkan sebagai kampung iklim.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang menerima langsung penghargaan itu pada 

Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi) yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Convention Center pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Aminatun Habibah atau Bu Min mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai wujud nyata upaya Pemkab dalam pengendalian perubahan iklim dan memberikan pembinaan dengan baik pada Proklim di Kabupaten Gresik

“Program Kampung Iklim ini merupakan salah satu upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sehingga nantinya diharapkan masyarakat mampu dan tangguh menghadapi perubahan iklim secara ekonomi dan pelestarian hidup,” kata Bu Min yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah dan Lurah Sukorame Ni’mah. 

Selain Tropi Proklim Lestari, Bupati Gresik yang diwakili Wabup Aminatun Habibah juga dinobatkan sebagai penerima apresiasi Pembinaan Proklim Nasional. Pada September 2023, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dinobatkan sebagai Pembina terbaik Proklim di Jawa Timur. Tidak hanya itu, perusahaan pendukung Proklim 2024 juga diberikan kepada PT Petrokimia Gresik dan Pertamina Lubricant. 

Bu Min mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, baik perusahaan, masyarakat, swasta dan pemangku kepentingan. Strategi ini supaya terus melakukan penguatan kapasitas adaptasi dalam upaya pengendalian dampak perubahan iklim.

“Dengan raihan yang sudah kita dapatkan hari ini semoga menjadi motivasi lebih banyak lagi desa maupun kelurahan yang melaksanakan program kampung iklim,” tutup Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaidah mengatakan, tahun lalu kita mendapatakan Proklim kategori utama saat masih mengusulkan 23 lokasi. Tahun ini kita naikkan menjadi 30 lokasi, dan alhamdulillah tujuh tambahan usulan tersebut diterima dan sudah bersertifikat. 

“Karena syarat untuk naik dari kategori Proklim Utama ke Lestari harus mengusulkan dan membina 10 lokasi. Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan kategori tertinggi yaitu Lestari,” pungkasnya. (yad)

Pemkab Gresik Sabet Penghargaan Proklim  Lestari dari KLHK Selengkapnya

Perwakilan Melbourne University Apresiasi Inovasi Anak Kebutuhan Khusus, Wabup Gresik :  Gresik Jajaki Kolaborasi dengan Melbourne

GRESIK,1minute.id – Unit Pelaksana Teknis  Resource Center atau UPT RC Gresik kedatangan tamu istimewa. Tamu itu berasa dari Komisi Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian atau Komda PGPKT) Jawa Timur bersama Pengajar Audiologi dan Patologi Wicara dari Melbourne University Christopher Waterworth.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyambut langsung tamu ingin meninjau langsung kinerja dan program inovatif yang telah dikembangkan oleh UPT RC Gresik yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik itu.

Selain itu, kunjungan itu juga menjajaki potensi kolaborasi dalam bidang pendidikan dan kesehatan yang dapat memberikan manfaat positif bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau ABK di Kabupaten Gresik.

“UPT Resource Center Gresik telah menunjukkan berbagai inovasi dan komitmen yang luar biasa dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Kami berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun internasional,”harap Wabup Aminatun Habibah pada Selasa, 6 Agustus 2024.

Wakil Bupati berlatar pendidik itu, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pendidikan inklusif. Hal ini dibuktikan dengan telah berdirinya tiga UPT Resource Center di Kabupaten Gresik untuk mengakomodir layanan pendidikan dan kesehatan pada anak berkebutuhan khusus.

“Pak bupati (Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Red) juga sudah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM dan Infrastruktur UPT Resource Center. Disini, semua dinas terkait akan turun dan memberikan layanan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kabupaten Gresik,” tegas wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Perwakilan dari Melbourne University terlihat antusias pendekatan kreatif dan inklusif dalam penyediaan sumber daya pendidikan di RC Gresik. Bu Min-sapaan akrab- Wabup Gresik Aminatun Habibah berharap pertemuan dapat membuka jalan bagi kerja sama akademik dan penelitian yang lebih mendalam antara Gresik dan Melbourne.

“Kedatangan kami kesini bermaksud untuk bertemu anak-anak spesial di UPT Resource Center Gresik dan melihat bagaimana pendidikan mereka. Dengan begitu, kami bisa melihat lebih dalam apa saja yang anak-anak ini butuhkan guna mendukung pendidikan yang sudah ada saat ini. Ini juga dalam rangka membangun konektivitas, dan mempererat hubungan antara Indonesia dan Australia,” terang Waterworth.

Menurutnya, pendidikan anak berkebutuhan khusus utamanya terkait penderita gangguan pendengaran merupakan isu yang ditemukan di banyak negara berkembang. Namun, patut di apresiasi bahwa di negara-negara ini terdapat kelompok-kelompok yang memiliki kepedulian terhadap isu tersebut.

“Disini kami melihat dari tahap deteksi gangguan pendengaran pada anak, edukasi pada masyarakat, hingga bagaimana pendidikan anak-anak tersebut. Dari situ kami akan mengembangkan inovasi-inovasi kedepan dan mengkaji bantuan seperti apa yang bisa kami berikan terkait kebutuhan anak-anak tersebut,” ujarnya.

UPT Resource Center merupakan memudahkan akses untuk anak berkebutuhan khusus untuk medapatkan layanan terpadu. Mulai dari kesehatan, hingga pendidikan. Saat ini UPT Resource Center Gresik terdapat di tiga tempat, yakni di Kecamatan Gresik, Kecamatan Wringinanom dan Pulau Bawean berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik. (yad)

Perwakilan Melbourne University Apresiasi Inovasi Anak Kebutuhan Khusus, Wabup Gresik :  Gresik Jajaki Kolaborasi dengan Melbourne Selengkapnya

Di Forum Internasional, Wabup Aminatun Habibah Menjlentrehkan Mimpi Besar Ekonomi Hijau dan Halal di Kabupaten Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik memiliki mimpi besar. Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menargetkan menjadi “The World Global Hub of Halal Products”.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika menjadi pembicara dalam seminar International Conference On Business Economics, Enterpreneurship, And Social Science atau ICBEESS di Fakultas  Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik atau UMG pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Dalam seminar itu, Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memaparkan pandangan Pemkab Gresik  terkait ekonomi hijau dan halal, serta bagaimana dampaknya dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pendekatan hijau dan halal sebagai strategi utama dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya inisiasi dalam pembentukan Kawasan Industri Halal (KIH).

Menurutnya, KIH merupakan area yang di desain dengan sistem dan fasilitas untuk pengembangan industri yang memproduksi berbagai produk halal sesuai prinsip syariat. Klaster ini akan dilengkapi dengan infrastruktur halal yang menjadi satu ekosistem penghasil produk halal, mulai dari hulu sampai hilir.

“Dengan adanya KIH, Kabupaten Gresik menargetkan KIH menjadi The World Global Hub of Halal Products,” kata doktor Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya atau Unesa itu.

Dalam seminar itu, Wabup berlatar pendidik itu mengangkat judul “The Rising of Halal Industry, Sustainability, and Green Economy”. Selain Bu Min, konferensi ICBEESS tahun ini menghadirkan berbagai narasumber dari dalam dan luar negeri. Antara lain Dr. Indro Kirono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik ; Prof. Faishal Mahmoud Adam Ibrahim dari University of the Holy Qur’an and Islamic Sciences ; Prof Said Abdel ‘Ai dari Al Azhar University, Mesir, dan Dr. Dante Baiardo C. Vianna Jr. dari University of Algarve, Portugal.

Para ahli itu berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang ekonomi, kewirausahaan, dan ilmu sosial. Semuanya membawa komitmen yang sama, yakni untuk menciptakan masa depan yang lebih baik melalui pendekatan yang inovatif lewat ekonomi hijau dan halal, serta berkelanjutan

“Kami percaya bahwa konsep hijau dan halal bukan hanya sebuah tren, tetapi merupakan kebutuhan mendasar untuk mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan,” ujar Bu Min.

Tidak hanya itu, dalam KIH Gresik tersebut juga akan dibentuk elemen ekosistem halal di antaranya terkait produk halal, sertifikasi halal, keuangan syariah, pariwisata halal, pendidikan dan kesadaran, serta logistik dan distribusi halal.

“Kami sangat bangga dapat menjadi bagian dari forum internasional ini, dan kami berharap dapat terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Gresik,” imbuhnya. 

Sebagai informasi, International Conference on Business Economics, Entrepreneurship, and Social Sciences (ICBEESS) adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik. Konferensi ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran ide dan pengalaman antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam bidang ekonomi, kewirausahaan, dan ilmu sosial. (yad)

Di Forum Internasional, Wabup Aminatun Habibah Menjlentrehkan Mimpi Besar Ekonomi Hijau dan Halal di Kabupaten Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Sinergi dan Ketepatan Data Kunci Percepatan Penurunan Stunting 

GRESIK,1minute.id –  Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik menggelar kegiatan diseminasi hasil audit kasus stunting semester pertama tahun 2024 dan penyusunan rencana tindak lanjut penanganan stunting.

Hasilnya?  Sebanyak 16 calon pengantin, 39 ibu hamil atau bumil, 17 ibu nifas, dan 631 bayi dibawah dua tahun atau Baduta yang tersebar di 18 kecamatan.

Diseminasi adalah penyebarluasan ide, gagasan dan sebagainya. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakan penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Sehingga diperlukan adanya sinergi berbagai pihak dalam menangani permasalahan stunting di Kabupaten Gresik.

Selain sinergi, imbuhnya, akurasi data lapangan yang riil dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Gresik. “Stunting adalah suatu permasalahan yang kompleks, namun tetap bisa selesaikan dengan kolaborasi dari semua pihak. Karenanya, saya harap angka stunting yang masuk adalah angka yang riil. Dengan angka yang riil, kita bisa tahu kondisi nyata di lapangan dan dari situ kita bisa merumuskan strategi yang pas guna menanggulanginya,” tegas Aminatun Habibah yang juga  Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting ini pada Selasa, 30 Juli 2024.

Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang menjadi target audit stunting semester satu tahun 2024.

Kelompok-kelompok tersebut di antaranya calon pengantin yang berisiko, ibu hamil, ibu nifas, dan semua baduta yang selama dua bulan tidak mengalami peningkatan berat badan.

Apa langkah strategis yang harus dilakukan? KBPPPA Gresik telah menyusun sejumlah  rencana strategis penanganan stunting yang melibatkan berbagai sektor. Program-program yang akan dilaksanakan mencakup peningkatan akses terhadap layanan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan gizi, sanitasi, serta pendampingan terkait pola asuh anak. Selain itu, akan dilakukan penguatan sistem pemantauan dan evaluasi untuk memastikan program-program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen dalam upaya penurunan angka stunting di Gresik. Ia bersama tim pendamping keluarga melakukan kunjungan ke rumah sasaran guna untuk melihat secara langsung kondisi lapangan.

“Total kasus yang masuk dalam audit kasus stunting semester satu tahun 2024, di antaranya sebanyak 16 calon pengantin, 39 ibu hamil, 17 ibu nifas, dan 631 Baduta yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik,” terangnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah : Sinergi dan Ketepatan Data Kunci Percepatan Penurunan Stunting  Selengkapnya

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya