MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah

GRESIK,1minute.id – Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau MTs NU Tratee Gresik kini memiliki kelas internasional. Kelas internasional pertama untuk sekolah madrasah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi kebijakan sekolah berlokasi di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. “Bangga dengan MTs NU Tratee Gresik,” kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat melakukan pemantauan Masa Taaruf Siswa Madrasah atau Matsama alias Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada Selasa, 16 Juli 2024.

Kelas internasional ini, lanjutnya, akan membuat siswa lulusan madrasah di MTs NU Tratee Gresik ini memiliki ilmu lebih. “Adanya kelas Internasional ini, siswa akan bisa tiga bahasa. Bisa bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,” kata Wabup perempuan berlatar pendidik ini. “Seluruh murid Madrasah Insya Allah jadi anak hebat. Menguasai agama dan ilmu umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MTs NU Trate Gresik Nduk Muslikhah mengatakan, pihak membuka kelas internasional setelah melakukan studi tiru di sekolah di Sidoarjo. “Dan kelas internasional ini pertama untuk sekolah Madrasah di Kabupaten Gresik,” kata Nduk Muslikhah. 

Antusiasme wali murid untuk memasukkan anak di kelas internasional sangat tinggi. “Tahun ini, kami baru buka satu kelas internasional. Dan, terisi penuh. 28 siswa,” katanya. Dalam tahun ajaran baru 2024-2025 ini, animo orang tua untuk menyekolahkan anak di MTs NU Trate Gresik cukup tinggi. “Tahun ini kami menerima siswa bsru 144 siswa.Ditengah gempuran zonasi. Alhamdulillah 5 kelas,” tegas Nduk Muslikhah.

Dibukanya kelas internasional ini, kini wali murid bisa memiliki alternatif pilihan. “Diakhir kelulusan nanti anak-anak akan dilakukan cek poin berada di level berapa,” katanya. (yad)

MTs NU Trate Gresik Buka Kelas Internasional, Pertama di Kabupaten Gresik Jenjang Madrasah Selengkapnya

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS memasuki hari kedua pada Senin, 16 Juli 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kembali melakukan pemantauan kegiatan tahun ajaran baru itu.

Hari pertama, Wabup berlatar pendidik memantau kegiatan MPLS di SD dan SMP negeri di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Pada hari kedua ini, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini memantau MPLS di sekolah swasta. Yakni TK/KB Adyaksa XXXIII Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama atau NU Tratee di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. 

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengaku puas kegiatan MPLS yang sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik maupun Kementerian Agama (Kemenag) Gresik. 

Wabup Aminatun Habibah kali pertama mengunjungi TK Adhyaksa Gresik. Pada tahun ajaran baru 2024-2025 di taman kanak-kanak dibawah naungan Ikatan Adyaksa Darmarkarini atau IAD Gresik yang diketuai oleh Noviva Nana Riana ini menerima 44 anak. Kedatangan Bu Min disambut hangat puluhan bocah yang lucu dan menggemaskan itu.

Wabup Aminatun Habibah melakukan interaksi dengan para guru, serta memberikan arahan terkait pentingnya pendidikan sejak usia dini. Tidak hanya itu, Bu Min juga mengajak anak-anak bernyanyi dan berfoto bersama.

MPLS di TK Adhyaksa diisi dengan berbagai kegiatan menarik yang dirancang untuk mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekolah mereka. “Siapa yang masih ditunggui oleh mama ke sekolah,” tanya Wabup Aminatun Habibah. Sebagaian anak mengacungkan jari telunjuknya. 

Pengakuan polos anak-anak itu membuat Bu Min tersenyum. Celotehan anak-anak membuat suasana MPLS sangat menyenangkan. Apalagi, kegiatan hari kedua itu menyenangkan. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perkenalan dengan teman-teman baru, serta berbagai permainan edukatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial anak.

Selepas itu, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan kunjungannya di MTs NU Tratee Gresik. Disini istilah MPLS yang jamak dipakai, diganti menjadi Matsama (Masa Taaruf Siswa Madrasah). Dihadapan siswa baru dan para guru, Bu Min menyampaikan pentingnya Matsama sebagai tahap awal bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah, teman-teman, serta para guru.

“Matsama bukan hanya ajang perkenalan, tetapi juga sebagai pondasi awal dalam menumbuhkan karakter dan semangat belajar siswa,” ujar Bu Min.

Tidak lupa, Bu Min juga menekankan pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan juga ramah terhadap anak. “Kita ingin memastikan juga tentang pentingnya kesadaran akan sekolah yang ramah lingkungan dan sekolah yang ramah terhadap anak. Kita harapkan tidak ada bullying yang terjadi di lingkungan sekolah,” tegas Bu Min. 

Dalam pemantauan MPLS hari kedua ini, Bu Min didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik Syifaul Qulub, Kasi Penma Kemenag Gresik Masfufah, Ketua MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya serta kepala MTs NU Tratee Nduk Muslikhah.

Sementara itu, Kepala Yayasan PPNU Tratee Elvi Wahyudi, menyambut baik kunjungan Bu Min dan mengungkapkan bahwa kegiatan Matsama di sekolahnya telah dipersiapkan dengan baik untuk menyambut para siswa baru. “Tahun MTs NU Tratee Gresik membuka kelas ICP (international class programme),” kata Wahyudi. (yad)

Pantau MPLS Hari Kedua, Wabup Gresik Motivasi Siswa Sekolah Swasta Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan 

GRESIK,1minute.id – Libur sekolah berakhir. Ribuan siswa jenjang SD hingga SMA sederajat mulai masuk sekolah. Siswa baru, memulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada Senin, 15 Juli 2024.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi mendadak di tiga sekolah yakni UPT SMP Negeri 5 Gresik, UPT SD Negeri 53 Gresik dan UPT SMP Negeri 9 Gresik. Semuanya berada di Kecamatan Cerme.

Sidak dilakukan bertujuan memastikan tahun ajaran baru di setiap strata pendidikan dapat berjalan dengan baik. Tidak ada perpeloncohan. Selain itu, penerimaan siswa di setiap sekolah sesuai dengan kuota formasi yang telah ditentukan. 

“MPLS merupakan momen kebersamaan siswa siswi baru untuk dapat saling mengenal sesama teman. Terlebih mengenal guru dan lingkungan sekolah. Sehingga diharapkan nantinya proses pembelajaran berjalan dengan baik,” ujar wakil bupati perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di UPT SMP Negeri 5 Gresik.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Syifaul Qulub dan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS SMP Negeri Gresik Beri Avita Prasetya melanjutkan setiap guru harus bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan. 

Sebab, suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat peserta didik untuk terlibat secara aktif. Sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai maksimal. 

“Setiap guru harus mengenali potensi diri peserta didik. Membantu peserta didik dalam beradaptasi dengan sekolah. Sehingga menumbuhkan motivasi semangat dalam belajar dan mengembangkan interaksi positif antara siswa dengan warga sekolah,” harapnya. 

Tidak hanya itu, Wabup juga berharap pendidikan sekolah di Kabupaten Gresik harus layak anak. Dimana tidak ada bullying dan kekerasan. Juga sekolah yang ramah lingkungan termasuk lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut Wabup juga menyematkan tanda peserta MPLS peserta didik baru UPT SD Negeri 53 Gresik. 

Di UPT SD Negeri 53 Gresik yang berlokasi di Perumahan Cerme Indah,  Desa Betiting, Kecamatan Cerme Wabup berpesan kepada guru untuk menerapkan proses belajar yang menyenangkan. Terutama di jenjang transisi PAUD ke SD harus bisa baca tulis dan berhitung (Calistung). 

“Ini tidak boleh dipaksa untuk sudah bisa Calistung, termasuk yang baru masuk di kelas 1 SD. Setidaknya harus diberikan waktu atau toleransi, ” tandasnya. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah Lega MPLS Tidak Ada Perpeloncohan  Selengkapnya

170 Jemaah Haji Kloter 70 Tiba, Disambut Langsung Wabup Gresik Aminatun Habibah 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 170 jemaah haji tiba di Indonesia pada Jumat, 12 Juli 2024. Kedatangan ratusan jemaah haji dari KBIHU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Bungah itu disambut langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Aula Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah. 

Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 70 itu terlihat semringah. Mereka senang karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah selama 40 hari menjalankan rukun Islam kelima. Ibadah haji. 

“Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Kepada seluruh panitia dan tim yang telah bekerjasama untuk mensukseskan acara penyambutan ini saya doakan semuanya akan dibalas oleh Allah sebagai bagian dari ibadah serta amal jariyah,” ucap Wabup Gresik Aminatun Habibah. 

Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini berharap kegiatan ibadah haji yang baru saja dijalani oleh para jemaah dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Terutama saat kembali di tengah-tengah masyarakat bisa menjadi teladan di lingkungannya. 

“Haji merupakan ibadah istimewa, karena mengandung nilai historis dan kemanusiaan sangat tinggi, sehingga setiap ritual haji yang dilakukan menjadi spirit bagi aktivitas kehidupan sehari-hari,” tutur wabup berlatar pendidik yang juga baru tiba menunaikan ibadah haji itu.

Penyambutan tersebut berlangsung khidmat dan diwarnai dengan suasana haru dan kebahagiaan. Para jemaah haji terlihat sangat terharu dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan kerabat setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang penuh berkah di tanah suci Mekkah.

Penyambutan jemaah haji ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Bungah KH Muhammad Ala’uddin dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) Bungah KH Abdul Qodir. (yad)

170 Jemaah Haji Kloter 70 Tiba, Disambut Langsung Wabup Gresik Aminatun Habibah  Selengkapnya

Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 Dihelat di Gresik, Wabup Ajak Santri Kembangkan Digitalisasi sebagai Media Dakwah

GRESIK,1minute.id – Santri Digitalpreneur Indonesia  atau SDI 2024 digelar di Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 9 Juli 2024.

SDI yang digelar selama 3 hari itu dibuka secara virtual oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. Program ini merupakan bentuk kolaborasi Kemenperakraf  bersama pondok pesantren serta lembaga terkait dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif oleh santri dan pesantren di Indonesia. 

“Santri harus mampu mengenal lebih dalam industri kreatif yang berkembang saat ini. Selain itu meningkatkan kemampuan melalui seluruh rangkain kegiatan santri digitalpreneur,” harap Sandiaga Uno.

Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 ini mengusung tema “Generasi Kreatif, Berdaya Saing” ini gelar hingga Jumat, 12 Juli 2024 diikuti ratusan santri ini dihadiri Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin KH Abdul Qodir serta Pimpinan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah KH. M. Ala’uddin, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga atau Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali meriah.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap kegiatan ini bisa memotivasi santri mengembangkan konten kreatif terkait Pesantren melalui digitalisasi yang berkembang saat ini. Selain itu agar bisa terus menyebarkan nilai-nilai islami dalam setiap konten yang dibuat. Sehingga mampu membentuk komunitas atau ekosistem yang baik untuk kepentingan bangsa, negara dan umat. 

“Digitalisasi suatu keniscayaan di era sekarang, bagaimana bisa memanfaatkan hal tersebut sebagai motivasi para santri sebagai media dakwah,” ungkap Bu Min-sapaan akrab- Aminatun Habibah. 

 Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu melanjutkan, pemerintah daerah selalu mendukung para pelaku interpreneur khususnya generasi muda di bidang digital interpreneur. Terbukti saat ini sudah ada pembinaan khusus baik pendampingan maupun bantuan permodalan.

“Digital sekarang ini sudah sangat akrab dengan masyarakat, bahkan anak kecil sekarang sudah kenal media sosial, maka dakwah maupun bisnis santri sekarang harus berbasis digital,” pungkas wabup berlatar pendidik itu. (yad)

Santri Digitalpreneur Indonesia 2024 Dihelat di Gresik, Wabup Ajak Santri Kembangkan Digitalisasi sebagai Media Dakwah Selengkapnya

Disertasi Teliti Pengembangan Model Pembelajaran Amlaba, Baca Alquran Bagi Tuna Rungu, Wabup Gresik Aminatun Habibah Raih Cumlaude  

GRESIK,1minute.id –  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min meraih gelar doktor Program Studi  atau Prodi Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya alias  Unesa. Bu Min lulus dengan IPK 3.97 atau  dengan predikat sangat memuaskan.

Desertasinya berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Amlaba Dalam Meningkatkan Kemandirian Dan Hasil Belajar Membaca Alquran Bagi Penyandang Disabilitas Tuna Rungu”. 

Bu Min melakukan penelitian di UPT Resource Center Gresik. Lokasi ini diambil lantaran UPT Resource Center atau RC Gresik merupakan salah satu tempat pendidikan alquran atau TPA yang mengajarkan membaca Alquran pada penyandang tuna rungu di Kabupaten Gresik. RC dalam naungan Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik.  

“Melalui penelitian ini, kita ingin agar anak-anak kita yang berkebutuhan khusus bisa membaca Alquran dengan baik dan lancar dengan menggunakan metode Amlaba,” kata Wabup Aminatun Habibah. 

“Dengan metode ini, anak-anak kita bisa dengan mandiri belajar Alquran dan tujuan akhirnya adalah meningkatnya hasil pembelajaran Alquran bagi anak-anak. Ini penting karena pada dasarnya belajar adalah hak bagi semua orang,” imbuh Bu Min yang berlatak Pendidik itu.

Penelitian yang dimulai sejak Februari 2022 ini menghasilkan pengembangan model pembelajaran metode Amlaba yang berguna meningkatkan kemandirian membaca Alquran bagi penyandang tuna rungu.

“Hasil final dalam pengembangan model Amlaba dalam pembelajaran membaca Alquran anak tuna rungu yaitu dengan kategori ‘sangat efektif’ baik dari kualitas isi dan tujuan pembelajaran, kualitas instruksional, dan kualitas teknik model pembelajarannya. Mudah-mudahan ini bisa membantu para orang tua dan guru,” terangnya.

Keberhasilan Bu Min ini tentu saja mendapatkan banyak apresiasi dari berbagai pihak. Terlihat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah atau Sekda  Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, bersama jajaran kepala OPD dan camat hadir untuk memberikan dukungan.

“Selamat dan sukses untuk ibu wakil bupati. Beliau menjadi keteladanan bagi kita semua, meskipun beliau wakil bupati tetapi beliau mampu menuntaskan pendidikan S3,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Harapannya, hasil penelitian bu wabup ini bisa ditindaklanjuti bersama perbub terkait baca tulis Alquran sehingga dalam penerapannya bisa membantu pembelajaran bagi anak-anak kita,” tambah Gus Yani. 

Lebih lanjut, ia juga mendorong jajarannya untuk mengikuti teladan Bu Min dalam mengupgrade ilmu. Ini lantaran dari persentase jumlah penduduk, persentase mereka yang meraih gelar pascasarjana atau S2 dan doktoral atau S3 jumlahnya sangat kecil. (yad)

Disertasi Teliti Pengembangan Model Pembelajaran Amlaba, Baca Alquran Bagi Tuna Rungu, Wabup Gresik Aminatun Habibah Raih Cumlaude   Selengkapnya

PTV, KEK JIIPE Gelar Tefa, Wabup Gresik Aminatun Habibah : Perda Gresik Amanatkan 60 Persen Naker Gresik Di Setiap Perusahaan

GRESIK,1minute.id – Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di Jawa Timur dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik menggelar Inisiasi Teaching Factory atau (Tefa) di Ruang Rapat Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 Mei 2024.

Kegiatan itu bertujuan menyatukan suara antara Pemerintah Kabupaten atau PemkabbGresik, PTV, dan pimpinan perusahaan Gresik khususnya KEK JIIPE ini dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min

Dalam diskusi  membaha kurikulum pendidikan vokasi, Bu Min mengharapkan pendidikan vokasi menyesuiakan kebutuhan lapangan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Kabupaten Gresik memiliki sekitar 603 perusahaan. Melihat hal ini, kata Bu Min perusahaan dapat menyerap tenaga kerja ber-kartu tanda penduduk atau KTP Gresik minimal 60 persen.

“Kita sudah ada peraturan daerah tentang penyerapan tenaga kerja pada Nomor 7 tahun 2022 tentang penggunaan tenaga kerja lokal minimal 60 persen di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Pudak Gresik,” tegas wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Selanjutnya, setiap perusahaan memaparkan terkait kebutuhan lapangan yang nantinya akan disesuaikan dengan pola pengajaran di PTV. Salah satu faktor yang menyebabkan masih kurangnya penyerapan di setiap perusahaan yaitu SDM yang memang belum siap bekerja.

“Sekarang masih banyak siswa-siswi yang siap untuk lulus tetapi tidak siap untuk bekerja. Maka dari itu, penyesuaian kurikulum juga menjadi hal penting,” jelas Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto. 

Selain itu, penerapan Teaching Factory yang merupakan model pembelajaran  dengan suasana industri ke sekolah sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri masih menjadi langkah yang tepat, namun tetap harus membentuk SDM yang memiliki mental siap kerja.

“Harapannya tidak hanya mendapat link, tapi anak-anak Gresik bisa masuk ke perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik,” tutur Achmad Washil, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik.

Menjawab suara yang disampaikan oleh para buruh pada May Day di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mengupayakan penyerapan tenaga kerja ber-KTP Gresik dapat maksimal, salah satunya dengan diskusi yang juga dihadiri oleh Heddy R. Agah selaku Ketua Pakar Tim Ekosistem Kemitraan Daerah, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan DUDI, Ditjen Pendidikan Vokasi serta para pimpinan perusahaan di KEK JIIPE. (yad)

PTV, KEK JIIPE Gelar Tefa, Wabup Gresik Aminatun Habibah : Perda Gresik Amanatkan 60 Persen Naker Gresik Di Setiap Perusahaan Selengkapnya

Guru Up Date Ilmu, Wabup Gresik : Anak Lebih Pintar, Cita-cita Guru

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah atau Bu Min mengajak keluarga besar dunia pendidikan untuk banyak bersyukur. Bentuk rasa syukur bisa terus melakukan up date ilmu pengetahuan. 

“Bentuk mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita, adalah dengan terus menambah ilmu untuk menjadikan anak-anak kita semakin berilmu,” kata Bu Min saat menghadiri Nada dan Dakwah dalam rangka Halal bihalal bersama Tutur Irama Grup KH KH. Abdul Muttholib atau Kiai Kerah Sakti dari Sidoarjo di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Senin, 6 Mei 2024.

Acara tersebut menghadirkan ratusan guru, kepala sekolah, pengawas, dan penilik yang tergabung dalam keluarga besar Dinas Pendidikan Wilayah Kerja (Wilker) IV dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini mengusung tema “Sucikan Hati Menjalin Silaturahim bersama Menuju Pribadi yang Lebih Baik”.

“Anak lebih pintar daripada gurunya itu memang cita-cita kita sebagai guru, namun bukan berarti kita tidak berusaha untuk mengikuti perkembangan zaman,” imbuh Wakil Bupati Perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Upaya mengupdate ilmu pengetahuan tersebut bagi wabup suatu kewajiban bagi guru ditengah pesatnya perkembangan zaman. Ia bercerita ditengah padatnya jadwal masih menyempatkan diri untuk membaca. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan atau Kadispendik Gresik S.Hariyanto menyampaikan berbagai pencapaian yang diraih dinas pendidikan di tahun 2023. Capaian tersebut, di antaranya meraih predikat sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah atau SAKIP AA yang mana merupakan tertinggi nilai SAKIP yang diperoleh Dinas Pendidikan.

“Selain itu, capaian penilaian Ombudsman yang diraih dinas pendidikan juga semakin membaik. Kita menargetkan di tahun 2024 ini kita mendapatkan predikat Sangat Baik dalam penilaian Ombudsman,” kata S. Hariyanto. (yad)

Guru Up Date Ilmu, Wabup Gresik : Anak Lebih Pintar, Cita-cita Guru Selengkapnya

Wabup Gresik Takziah Rumah Adam Surya Pratama, Kader PMII, Korban Perahu Tenggelam di Bawean

GRESIK,1minute.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Adam Surya Pratama di Desa Boteng, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Kamis, 2 Mei 2024. Ketua Ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti, Gresik yang ditemukan meninggal karena tenggelam di Pulau Gili Noko, Pulau Bawean pada Selasa lalu, 30 April 2024.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Gresik turut berduka atas meninggalnya putra panjenengan, semoga keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan,” tutur Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat takziah ke rumah duka pada Kamis, 2 Mei 2024.

Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu takziah ke rumah duka didampingi oleh Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Sukardi, Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, serta Forkopimcam Menganti badal Salat Duhur. 

Wabup menceritakan, dirinya kaget ketika mendengar berita duka tersebut. Hal ini lantaran area kecelakaan laut tersebut sering menjadi destinasi wisata di Pulau Bawean dan durasi penyeberangan ke lokasinya juga tidak lama.

“Kemarin, begitu mendengar kabar duka kita bergerak untuk memberikan bantuan. Kita koordinasi dengan RSUD Umar Mas’ud di Bawean untuk pemulasaran dan pemulangan jenazah ke rumah duka. Dengan bantuan semua pihak, jenazah bisa dipulangkan menggunakan kapal pada hari Selasa malam (30 April 2024),” terangnya.

Untuk diketahui perahu 14 orang penumpang terbalik di perairan Pulau Bawean tepatnya di Pulau Gili Noko di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean.  Pulau Gili Noko, salah satu tempat destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Pulau Gili Noko, dikenal memiiki pasir putih. Bagai sebuah surga yang tersembunyi. Wisatawan bisa melakukan snorkeling di perairan yang biota lautnya ciamik itu.

Untuk menuju Pulau Gili Noko, wisatawan harus menaik perahu penyeberangan dengan waktu tempuh 45 menit dari dermaga apung di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Selama perjalanan wisatawan bisa menikmati biota laut, terumbu karang dan ikan beraneka jenis dan warna-warni dari atas perahu sehingga perjalanan 45 menit terasa begitu cepat. Ombak di perairan Gili Noko itu juga landai. 

Namun, nahas perahu yang ditumpangi Adam Surya Pratama, salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu terbalik ketika hendak sandar di Dermaga Pamona, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura. Musibah perahu terbalik diduga kelebihan penumpang. Adam Surya Pratama, Ketua Komisariat Akar Bumi, Al Azhar Menganti pun tenggelam. Saat ditemukan Adam sudah tidak bernyawa kemudian dibawah ke RSUD Ibnu Sina, Bawean. Kabar meninggalnya Adam Surya Pratama membuat duka yang mendalam di organisasi PMII. Serta, orang tua korban. (yad)

Wabup Gresik Takziah Rumah Adam Surya Pratama, Kader PMII, Korban Perahu Tenggelam di Bawean Selengkapnya

Inginkan Titel KLA Tidak Sekadar Administratif, Wabup Gresik Inisiasi Wujudkan DRPPA

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik berharap titel Kabupaten Layak Anak tidak sekadar administratif. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengharapkan predikat KLA Nindya yang disandang oleh Kabupaten Gresik terwujud merata.

“Kita ingin agar titel Kabupaten Layak Anak itu tidak hanya sekadar administratif, melainkan aksi di masyarakat juga betul-betul layak kepada anak. Jadi, kita berharap dengan adanya DRPPA ini mulai dari desa sudah ada perhatian kepada perempuan dan anak. Perlindungannya pun tidak di KBPPPA saja, melainkan sudah bisa di mulai di desa,” harap  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah saat membuka kegiatan Advokasi dan Inisiasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Pendapa Kecamatan Manyar pada Selasa, 30 April 2024.

Kegiatan yang prakarsai oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik ini diikuti para perangkat desa, anggota PKK, serta organisasi Fatayat dan Aisyiyah. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah meminta perangkat desa untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) dan menyiapkan anggaran. Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan penyediaan infrastruktur yang ramah anak, perempuan dan disabilitas.

“Yang paling sederhana adalah disediakannya jalur khusus kursi roda di kantor-kantor desa. Bisa juga disiapkan ruang laktasi bagi ibu menyusui,” ujar wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

Digandengnya PKK serta organisasi Fatayat dan Aisyiyah dalam mewujudkan DRPPA juga tanpa alasan. Ini karena organisasi perempuan yang sudah dikenal luas kiprahnya di masyarakat dan juga menjangkau hingga di desa-desa. Dengan begitu, diharapkan aksi-aksi yang ramah anak dan perempuan bisa didukung pelaksanaannya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati menjelaskan bahwa kegiatan advokasi dan inisiasi DRPPA di Kecamatan Manyar ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan desa dalam mewujudkan desa ramah perempuan dan peduli anak.

“Kecamatan Manyar ini menjadi kecamatan pertama yang kami sasar dan rencananya akan kita adakan di semua kecamatan di Kabupaten Gresik. Dengan DRPPA maka kedepan pembangunan di tingkat desa harus memperhatikan kebutuhan-kebutuhan anak, perempuan, dan disabilitas,” kata Titik Ernawati. Selain itu, ia berharap terbentuknya DRPPA bisa melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang berhadapan dengan hukum.  ” Nantinya bisa melakukan pendampingan di tingkat desa,” imbuhnya. 

Untuk diketahui, penghargaan KLA dari Kementerian PPPA ini terdiri dari peringkat Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan yang tertinggi kategori KLA. Pada 2017 dan 2018 Pemkab Gresik mendapatkan penghargaan kategori Pratama. Pada 2019 dan 2021 penghargaan menjadi ketegori Madya. Pada 2022, naik level menjadi peringkat Nindya. Pada 2023, Pemkab Gresik menargetkan kategori Utama. (yad)

Inginkan Titel KLA Tidak Sekadar Administratif, Wabup Gresik Inisiasi Wujudkan DRPPA Selengkapnya