Minggu, Grand Final Pemilihan Duta Wisata, Cak Yuk Gresik 2025, Kini 15 Pasangan Jalani Masa Karantina 

GRESIK,1minute.id – Grand Final Duta Wisata, Cak dan Yuk Gresik 2025 bakal dihelat di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Minggu malam, 14 Desember 2025. 

Panitia telah menetapkan sebanyak 15 pasangan yang melaju pada malam penganugerahan Duta Wisata di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.  Sejak Jumat, 12 Desember 2025, finalis Cak dan Yuk Gresik menjalani masa karantina di Hotel Khas Gresik.

Selama dua hari masa karantina itu, menjalani sejumlah pembekalan. Antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang memberikan pembekalan kepada calon duta wisata Gresik itu. Dokter Alif menyampaikan, Duta Wisata tidak hanya mempromosikan sektor pariwisata dan segala potensinya. Cak Yuk Gresik harus menjaga budaya dan membangun citra positif. 

“Sebagai Duta Wisata Gresik Cak Yuk juga menjadi agen perubahan yang turut berkontribusi membangun daerah,” kata Wabup Asluchul Alif saat membuka pembekalan pada Jumat malam, 12 Desember 2025. 

Hadir dalam acara itu yakni, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Yanuar Utomo, serta Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad. “Cak Yuk adalah Duta Wisata dan Budaya, perlu diketahui budaya dan wisata di Gresik tidak sedikit. Calon finalis Cak dan Yuk harus paham betul, seperti Bawean yang tidak kalah indahnya dengan Pulau Seribu maupun Bali, baik sisi panorama maupun terumbu karangnya,” imbuhnya. 

Ia bepesan, Finalis Cak dan Yuk Gresik tidak hanya mempromosikan wisata lama saja tetapi juga mengenalkan wisata baru terutama yang ada di desa-desa. “Pariwisata di Gresik banyak, selain yang lama, kalian juga harus bisa mempromosikan wisata baru yang ada di desa-desa di Kabupaten Gresik,” harapnya.

Kabupaten Gresik juga kaya akan pariwisata religinya. Dua diantaranya adalah wisata religi Makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Keduanya merupakan Waliyullah penyebar agama islam di Gresik.  “Jaga adab, etika dan pentingnya penguatan karakter kepribadian. Di sini merupakan suatu kesempatan para finalis untuk memperluas wawasan. Di samping itu, kearifan lokal di Gresik ini harus terjaga dan tidak boleh rusak karena pengaruh modernisasi saat ini,” pesannya. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Saifudin Ghozali dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian terakhir Duta Wisata Cak Yuk Gresik. Sebelum Grand Final yang nanti kita selenggarakan pada Minggu 14 Desember 2025 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). 

“Karantina ini banyak hal yang dilaksanakan terutama memberikan materi materi kepada para finalis. Salah satunya Sadar Hukum (Darkum) yang nanti akan disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri sekaligus nanti juga sebagai dewan juri di Grand Final. Selain itu, ada juri lagi dari Akademisi dan juga dari Putri Indonesia,” ujarnya. (yad)

Minggu, Grand Final Pemilihan Duta Wisata, Cak Yuk Gresik 2025, Kini 15 Pasangan Jalani Masa Karantina  Selengkapnya

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan 

GRESIK,1minute.id – Relawan dan Tenaga Pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)di Kabupaten Gresik kini mendapatkan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan.   BPJS Ketenagakerjaan mulai melakukan sosialisasi pada Kamis, 4 Desember 2025. Sosialisasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Secara nasional, pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima MBG, dan hingga saat ini telah terealisasi 44 juta penerima di seluruh Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Wabup Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya perlindungan kerja bagi tenaga SPPG sebagai garda terdepan pelaksana program MBG. “Ini adalah hal krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh tenaga SPPG terlindungi asuransi, karena pekerjaan Anda semua menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gresik memiliki 48 SPPG yang beroperasi, namun baru 35 SPPG yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Alif berharap melalui sosialisasi ini terjadi percepatan pendaftaran sehingga seluruh relawan dan tenaga pendukung mendapat perlindungan kerja secara optimal.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan manfaat berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Wabup Alif juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia tambahan manfaat berupa Jaminan Hari Tua (JHT) bagi tenaga SPPG.

“Kami berharap seluruh tenaga SPPG bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Perlindungan ini penting karena Anda semua berperan langsung dalam memastikan anak-anak kita menerima makanan bergizi secara aman dan layak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. (yad)

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan  Selengkapnya

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z 

GRESIK,1minute.id – Buku antologi cerita pendek (Cerpen) berjudul “Jejak Kata Remaja” telah terbit. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik yang meluncurkan 

buku karya sejumlah anak SMP/MTs di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Istimewanya lagi, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang melaunching buku antologi tersebut. “Hari ini bukan sekadar launching buku, hari ini adalah penanda lahirnya generasi baru. Generasi yang tidak hanya membaca dunia tetapi juga menuliskan dunia,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Wabup Alif mengatakan, berbicara tentang membaca dan menulis kita sebenarnya sedang membicarakan pondasi masa depan dan bangsa. Literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah kekuatan strategis yang menentukan posisi kalian dan posisi Indonesia dua puluh tahun mendatang.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah cermin keberanian, ketulusan, dan daya juang anak-anak generasi muda di Kabupaten Gresik dalam merangkai mimpi dan harapan,” ujar suami dr Shinta Puspitasari ini.

Di era gadget saat ini, ia melanjutkan, anak-anak harus pandai-pandai mencari referensi yang bagus, karena literasi sangat penting sekali. Wabup berharap kepada anak-anak untuk tidak hanya berhenti di sini. Menurutnya karya ini akan dibaca dan sebagai role model yang lain.

“Buku ini menjadi api kecil yang menyalakan semangat menulis di hati generasi muda lainnya. Karena membaca membuat kita mengenal dunia, menulis membuat dunia mengenal kita,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan semangat literasi, memperluas ruang ekspresi pelajar, dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Jika hari ini kalian mampu menulis cerita, maka suatu hari kalian juga akan mampu menulis kebijakan, menulis inovasi, menulis sejarah, bahkan menulis arah baru Indonesia. Ia pun mengutip kata bijak, ingatlah masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau belajar, mau membaca, mau berpikir, dan mau menulis, dan kalian telah memulainya hari ini.

“Saya mengapresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta kepada saudara Bambang Prakoso, yang telah membukakan pintu masa depan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo mengungkapkan, anak-anak telah mengikuti program menulis dan alhamdulillah dari tulisannya ini dibentuk Antologi Cerpen kemudian dijadikan buku.

“Kami terus mendorong pembangunan kemampuan literasi anak-anak untuk melakukan pemikiran yang kreatif dan produktif untuk dituangkan menjadi tulisan yang baik sebagai motivasi bagi anak-anak yang lain,” harapnya.

Ketua Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca (GPMB) Jawa Timur Bambang Prakoso menambahkan, anak-anak di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang luar biasa. Menurut Dosen Ilmu Perpustakaan sekaligus Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut, anak-anak dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur luar biasa dalam mengimajinasikan sesuatu ke dalam tulisan.

“Dari data provinsi se-Indonesia, alhamdulillah Jawa Timur mempunyai animo yang tinggi. Semoga Gresik melahirkan penulis-penulis yang top seperti pendahulu-pendahulunya. Saya mengapresiasi perhatian khusus Dinas Perpustakaan Gresik dalam memotivasi untuk membangkitkan generasi dalam literasi.” (yad)

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z  Selengkapnya

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin

GRESIK,1minute.id – Layanan kesehatan di Kabupaten Gresik semakin merata. Kini, pasien rawat semakin tidak harus ke rumah sakit. Sebab, 29 dari 31 puskesmas atau 90 persen di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bisa melayani rawat inap.

“Dulu masyarakat harus ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Sekarang 90 persen puskesmas sudah siap rawat inap. Target kita jelas, tinggal tiga puskesmas lagi dan kita targetkan 99% siap melayani rawat inap,” ujar Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat melaunching 8 puskesmas yang siap melayani rawat inap pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Sebelumnya, sudah ada 21 puskesmas yang melayani rawat inap. Kini, tersisa tiga puskesmas yang belum melayani rawat inap dikarenakan luas lahan sempit dan persoalan lainnya. Tiga puskesmas itu, yakni Puskesmas Nelayan berada di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Puskesmas Industri berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ; dan Puskesmas Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Ia menambahkan, keberadaan layanan ini sangat krusial mengingat hampir seluruh masyarakat Gresik telah tercakup dalam kepesertaan BPJS. Dengan Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, seluruh pembiayaan ditanggung BPJS sesuai regulasi.

“Bisa dikatakan, kalau punya KTP Gresik maka kesehatannya terjamin. Tidak semua orang mudah mendapatkan uang untuk berobat, apalagi tindakan medis besar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh masyarakat memegang BPJS dan layanan kesehatan harus dekat, murah, dan mudah,” terang dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Capaian ini menjadi puncak dari berbagai program strategis sektor kesehatan selama 2025. Berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan Gresik, selain telah melaksanakan integrasi layanan primer di seluruh 32 puskesmas, serta peningkatan 8 puskesmas menjadi rawat inap, Dinkes Gresik juga melakukan penguatan 1.512 posyandu.

Dinkes juga telah melaksanakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 244.118 sasaran, sistem e-rekam medis di seluruh puskesmas, penguatan Labkesmas, serta layanan ambulans dilengkapi GPS tracking. Layanan RSUD Gresik Sehati juga telah berjalan dan menjangkau masyarakat Gresik di wilayah selatan. Terkait TBC, Dinkes juga telah menemukan 2.935 kasus TBC dari 23.454 suspek sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit. (yad)

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin Selengkapnya

Pemkab Gresik Berikan Reward Umrah kepada Para Juara Pertama MTQ XXXI Jawa Timur. Ini Nama para Juaranya!

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 18 anggota Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Gresik melaksanakan ibadah umrah pada Rabu lusa, 3 Desember 2025. Menjelang berangkat ke tanah suci, qori dan qoriah yang meraih juara pertama dan menjadi juara umum pada MTQ ke-31 Jawa Timur beberapa waktu itu pamintan ke kantor Bupati Gresik pada Senin, 1 Desember 2025.

Mereka ditemui oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. Tiket umrah gratis itu, adalah reward dari Pemkab Gresik kepada mereka. Sedangkan, bagi qori dan qoriah peraih juara kedua, ketiga  serta anggota kafilah lain mendapat bonus yang berbeda.

Enam peraih juara pertama MTQ itu, yakni, Nuriyah Islamiyah, Tilawah Golongan Tunanetra Putri ; Ahmad Nailul Faiz Arifin, (Fahm Al-Qur’an Putra) ; Ahmad Charis Al-Chasiib (Fahm Al-Qur’an Putra) ; Andika Rama Marqel (Fahm Al-Qur’an Putra) ; Sa’adatul Mukarromah (Khat Al-Qur’an Golongan Naskah Putri) dan Widdatul Layyinah (Khot Al-Qur’an Golongan Kontemporer Putri).

Wakil Bupati Asluchul Alif menyampaikan apresiasi sekaligus tiga pesan penting kepada para kafilah. “Pertama, saya mewakili Bupati Gresik mengucapkan selamat dan terima kasih. Apa yang pemerintah berikan adalah bagian dari ibadah dan bentuk penghormatan atas perjuangan panjenengan semua,” ujarnya.

“Kedua, kami berharap pada MTQ berikutnya tahun 2027, Gresik kembali menjadi juara umum,” lanjutnya. Dan, pesan ketiga, Wabup menekankan pentingnya mem-branding para juara agar memiliki nilai tambah dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. 

Menurutnya, para juara MTQ dapat diberdayakan sebagai qari dan qariah, pengajar, maupun artis dakwah. “Anak-anak yang juara ini harus kita dorong menjadi role model. Dengan branding yang tepat, prestasi MTQ bisa menjadi jalan memutus rantai kemiskinan. Para pembina juga kami harapkan bukan hanya mengejar piala, tetapi turut memfasilitasi para juara untuk meningkatkan ekonomi melalui jalur yang terstruktur,” tambahnya.

Kepala Bagian Kesra Setkab Gresik Muchammad Jusuf Ansyori, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah. “Selain reward umrah bagi juara pertama, pemerintah juga memberikan uang pembinaan kepada para peserta dan pendamping,” kata Jusuf Ansyori.

Berikut rincian penghargaan yang diberikan oleh Pemkab Gresik kepada para kafilah yang telah mengharumkan nama Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik dalam ajang MTQ XXXI Jawa Timur itu ;

Pembina (12 orang) : Rp 32, 5 juta/ orang

Juara I (6 orang) : Rp 32,5 juta/ orang

Juara II (9 orang): Rp 12 juta/orang

Juara III (7 orang) : Rp 6 juta/orang

Harapan (10 orang): Rp 3 juta/orang, dan

Kafilah (24 orang): Rp 2 juta/orang

Ahmad Nailul Faiz Arifin, kafilah Gresik mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima. “Alhamdulillah, kami mendapat juara pertama. Reward ini sangat berkesan bagi kami. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik,” ujar peraih medali emas kategori Fahm Al-Qur’an ini. (yad)

Pemkab Gresik Berikan Reward Umrah kepada Para Juara Pertama MTQ XXXI Jawa Timur. Ini Nama para Juaranya! Selengkapnya

Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah 

GRESIK,1minute.id – Aktivis perempuan di Gresik menggelar Forum Diskusi Kelompok Perempuan bertema “Sinergi Perempuan dalam Mewujudkan Pembangunan Inklusif”. Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 25 November 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis di setiap lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan seluruh organisasi perempuan dapat mengakses program-program yang ada, baik program daerah maupun nasional.

“Semua organisasi perempuan di Gresik harus bisa mengakses program yang disediakan pemerintah. Baik itu program pemberdayaan, sosial, kesehatan, hingga program nasional. Kita ingin perempuan terlibat dan mendapatkan manfaat yang setara,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Terkait layanan kesehatan, Ia kembali mengingatkan bahwa Pemkab Gresik telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat tidak perlu bingung mengenai kartu BPJS. “Cukup bawa KTP atau KK, sudah bisa mendapatkan layanan. Ini harus terus disampaikan kepada masyarakat kita,” ujarnya.

Wabup Alif mengajak kelompok perempuan untuk bersinergi dalam menyelesaikan persoalan sosial di Gresik. Ia menyampaikan data bahwa mulai Januari hingga November 2025 terdapat 1.350 kasus perceraian. Penyebabnya, antara lain, faktor utama ekonomi, kemudian judi, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama karena berdampak langsung terhadap ketahanan keluarga, kesejahteraan anak, dan stabilitas sosial.

“Kelompok perempuan memiliki kekuatan besar dalam edukasi dan pemberdayaan keluarga. Karena itu, mari bersama pemerintah menangani persoalan sosial ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Gresik Shinta Puspitasari menguraikan materi tentang pentingnya sinergi perempuan dalam memperkuat pembangunan inklusif.

Pembangunan inklusif harus memastikan semua warga. Termasuk kelompok anak, difabel, perempuan, lansia, dan kelompok rentan lainnya, memiliki hak yang sama dalam mengakses manfaat pembangunan.

“Sinergi membuka jalan bagi peluang yang lebih setara. Kelompok perempuan memiliki pengalaman besar dalam pemberdayaan masyarakat. Kolaborasilah yang mempercepat tercapainya inklusivitas,” ujar dokter Shinta, sapaan, istri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif ini. (yad)

Wabup Gresik Tegaskan Kelompok Perempuan Memperoleh Akses yang Sama Program Pemerintah  Selengkapnya

Dua Hari, Pol PP dan Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Dugaan peredaran rokok ilegal masih berlangsung di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik pun bertolak menuju pulau terluar di Kabupaten Gresik itu.

Tujuannya, memberikan sosialisasi ketentuan Perundang-undangan di bidang cukai serta pemberantasan rokok ilegal bertajuk ” Gempur Rokok Ilegal”. Sosialisasi dan penindakan dilakukan selama dua hari, Senin dan Selasa, 17-18 November 2025. 

Kegiatan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga. Sosialisasi kali pertama dipusatkan di Pendapa Kecamatan Sangkapura. Berikutnya, di Pendapa Kecamatan Tambak. Peserta adalah pedagang kelontong dan warga di dua kecamatan tersebut. 

Kepala Sat Pol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, kegiatan sosialisasi dan penindakan ini merupakan langkah penting dalam menekan peredaran rokok ilegal alias rokok tanpa cukai. “Kami menemukan adanya peredaran rokok tanpa cukai disini (Pulau Bawean,Red),” kata Sinaga dalam siaran pers melalui WhatsApp Grup (WAG) pada Selasa, 18 November 2025.

Selain sosialisasi, imbuhnya, instansi penegak peraturan daerah ini bersama Kantor Bea Cukai Gresik juga rutin melaksanakan operasi pasar.

Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga menyebut kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menekan maraknya peredaran rokok ilegal yang masih ditemukan di wilayah Bawean. Selain sosialisasi, Satpol PP bersama Bea Cukai juga rutin melaksanakan operasi pasar, termasuk di Pulau Bawean.

Hingga 18 November 2025, hasil operasi tersebut berhasil mengamankan 2.832.542 batang rokok ilegal dari berbagai lokasi di Kabupaten Gresik. “Kami akan terus memperkuat pengawasan dan pemahaman masyarakat agar tidak menjual rokok ilegal. Warga pun harus menolak membeli rokok tanpa cukai,” tegasnya. (yad)

Dua Hari, Pol PP dan Bea Cukai Gempur Rokok Ilegal di Pulau Bawean  Selengkapnya

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring 

,GRESIK,1minute.id – Kawasan Wisata Mangrove Karangkiring lebih riuh dari biasanya pada Sabtu, 3 Mei 2025. Ratusan orang berkumpul di kawasan eduwisata berada di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Mereka berkumpul untuk menanam seribu bibit pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata itu. Penanaman ribuan pohon mangrove itu hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dengan Wilmar Nabati Indonesia. 

Penanaman pohon ini untuk memperingati Hari Bumi 2025 ini bagian dari pelaksanaan program 100 hari Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif. Penanaman pohon di pesisir pantai itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Hadir dalam kegiatan peduli lingkungan itu, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Wilmar atas kepedulian dan kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Gresik. Ia menegaskan sebagai wilayah industri sekaligus pesisir, Gresik sangat membutuhkan langkah-langkah strategis seperti penanaman mangrove.

“Mangrove tidak hanya penting untuk mengurangi abrasi, tapi juga memiliki kapasitas menyerap karbon empat sampai lima kali lebih besar dari hutan tropis daratan. Ini menjadi solusi nyata untuk menurunkan emisi karbon di wilayah kita,” ujar dokter Alif-sapaan-Asluchul Alif.

Kawasan ini, Ia melanjutkan, memiliki potensi besar sebagai ruang edukasi lingkungan sekaligus destinasi ekowisata berbasis komunitas yang mendukung ekonomi lokal. “Saya sangat menikmati suasana kawasan wisata mangrove Karangkiring,” katanya. 

Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, bahwa penanaman mangrove ini tidak hanya kegiatan simbolik, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Gresik dalam menekan emisi gas rumah kaca melalui pendekatan berbasis ekosistem.

“Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap target penurunan emisi gas rumah kaca, khususnya dari sektor blue carbon. Ini sejalan dengan Nawa Kars, khususnya pilar Pesona Gresik yang mendorong pengembangan dan revitalisasi ekowisata,” ujarnya.

Penanaman mangrove ini melibatkan sebanyak 111 orang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur pemerintah, dunia usaha, dan komunitas lokal. Berdasarkan data Aksara 2024, potensi penurunan emisi dari penanaman mangrove di Kabupaten Gresik tercatat sebesar 2.311.054 ton CO₂ ekuivalen, dari total estimasi emisi sebesar 10,2 miliar ton CO₂ ekuivalen. Angka ini menunjukkan betapa strategisnya langkah rehabilitasi kawasan pesisir untuk keberlanjutan lingkungan.

Business Unit Head PT Wilmar Nabati Indonesia Ridwan Brandes Nainggolan, mengungkapkan bahwa PT Wilmar merasa bangga atas kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan ini dapat terwujud. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen PT Wilmar dalam mendukung pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Sejak tahun 2016, PT Wilmar telah menanam sekitar 10 ribu pohon mangrove dan berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan ini secara berkelanjutan setiap tahunnya,” ungkapnya. (yad)

Wilmar & Pemkab Gresik Kolaborasi Tanam Seribu Mangrove di Pesisir Karangkiring  Selengkapnya

Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXIX tahun 2025 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 28 April 2025.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan tema peringatan Hari Otda ke-29 tahun ini, yaitu “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045.” 

Tema ini menjadi refleksi pentingnya hubungan yang harmonis dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyongsong masa depan Indonesia, yakni menuju Indonesia Emas 2045.

“Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi bangsa yang maju, mandiri, dan berdaulat, dengan keunggulan di bidang ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan, serta masyarakat yang adil, makmur, dan berakhlak mulia,” ujar dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia, untuk memperkuat komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Wabup menekankan pentingnya menjadikan otonomi daerah sebagai sarana percepatan pemerataan pembangunan, memperkuat integrasi nasional, serta meningkatkan daya saing daerah untuk mendukung kemajuan bangsa secara keseluruhan.

Selain itu, Wabup menegaskan beberapa hal strategis yang harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak di tingkat pusat maupun daerah, guna menyelaraskan langkah dalam implementasi kebijakan nasional. Hal-hal tersebut antara lain adalah mewujudkan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, bebas dari korupsi, serta melayani masyarakat dengan integritas.

Pengembangan kewirausahaan yang dapat membuka lapangan kerja, peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau, serta pelaksanaan reformasi birokrasi dan penegakan hukum juga menjadi bagian penting yang disoroti dalam sambutan tersebut.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Wabup, ditekankan pula bahwa kapasitas dari masing-masing tingkatan pemerintahan menjadi faktor kunci dalam melaksanakan otonomi daerah secara efektif. 

Untuk itu, Wabup menekankan prioritas dalam penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta pemberian beasiswa. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah, penyusunan APBD berbasis kinerja, dan pembukaan akses pembiayaan alternatif melalui kerja sama dengan perbankan.

Tak kalah penting, penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan juga menjadi fokus dengan mendorong reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

“Sekali lagi, saya ucapkan selamat Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun 2025. Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak terwujudnya pemerintahan yang lebih baik, pelayanan publik yang lebih prima, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh pelosok Nusantara,” pungkasnya. (yad)

Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 Selengkapnya

Meriah, Pekan Kebudayaan Gresik Pertama di Islamic Center 

GRESIK,1minute.id – Pekan Kebudayaan Daerah atau PKD Gresik resmi ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. PKD selama 3 hari, mulai 24-26 April 2025 ini dihelat di Islamic Center di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang. 

PKD kali pertama yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga atau  Disparekrafbudpora Gresik upaya pelestarian dan promosi budaya lokal berlangsung meriah.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PKD 2025 merupakan bentuk nyata dari pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya daerah yang menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Acara ini merupakan wujud dari pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan budaya daerah yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya. Beragam kegiatan dihadirkan dalam acara ini, di antaranya, Lomba Invitasi Dolanan Rakyat dan Lomba Hadrah Al-Banjari, yang diharapkan dapat memperkuat rasa cinta masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Kepala Disparekrafbudpora Gresik Saifudin Ghozali, menambahkan bahwa dalam rangkaian kegiatan PKD 2025, juga telah berhasil disusun Peta Budaya Kabupaten Gresik serta dibahas rancangan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kemajuan Kebudayaan Daerah.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap Pekan Kebudayaan Daerah dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan menampilkan lebih banyak kekayaan budaya lokal, sehingga dapat memperkuat identitas budaya serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestariannya.  (yad)

Meriah, Pekan Kebudayaan Gresik Pertama di Islamic Center  Selengkapnya