Wabup Doakan Anak Yatim Akibat Covid-19 Sukses, Syaratnya Rajin Belajar, Pemkab Siapkan Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Wabah Covid-19 telah merengut kebahagiaan banyak orang. Termasuk anak-anak. Masa kebahagiaan bersama dengan orang yang mereka sayangi terasa begitu cepat berakhir. Mereka menjadi yatim bahkan yatim piatu. 

Sebab, orang tuanya meninggal. Fathrur, diantaranya. Bocah kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Dalam dua hari, bocah menggemaskan itu harus berpisah dengan bapak, ibu dan adik yang ada dalam kandungan. Mereka meninggal karena terpapar coronavirus disease 2019.

Fathrur tidak sendirian. Diduga masih banyak anak yang menjadi yatim dan piatu. Sebuah fenomena gunung es. Pemerintah pun harus hadir untuk membangkitkan semangat mereka. Seperti yang dilakukan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah pada Senin, 9 Agustus 2021.

Bu Min, sapaan akrabnya, mengumpulkan 25  anak yatim dan piatu di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. Mereka dihadirkan untuk mendapatkan bantuan. Bantuan dari Bu Min, juga berasal dari sejumlah pihak. Antara lain, UPT Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur dan UPT Perlindungan Rehabilitasi Social Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya yang memprakrasai kegiatan itu.

Pada kesempatan itu, Bu Min memotivasi mereka untuk tetap semangat dan rajin belajar. Pemkab Gresik telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua. “Teruslah belajar bahkan harus lebih semangat. Pemerintah telah menyiapkan beasiswa untuk membiayai sekolah anak-anak semua,”kata Wabup.

Selain rajin belajar, Bu Min juga mengingatkan mereka untuk mematuhi protokol kesehatan. Sering mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan tidak bergerombol. “Doakan Covid-19 bisa segera berakhir,”kata Bu Min.

Ia menceritakan, tentang anak-anaknya dulu yang sejak kecil sudah ditinggal bapaknya. “Suami saya dulu meninggal saat anak-anak saya masih kecil. Alhamdulullah, saat ini pendidikannya juga sudah selesai bahkan sudah lulus S2. Makanya, anak-anak harus tetap semangat belajar agar kelak mendapat kesuksesan.” Kata Bu Min.

Sementara itu, Kepala UPT PRSMP Surabaya Pitono mengatakan bahwa pihaknya membawa beberapa orang instruktur untuk memberikan bantuan layanan psikososial. “Layanan kami tidak hanya kepada anak yang hadir disini, tapi anak-anak yang belum sempat hadir akan kami datangi rumahnya,”kata Pitono.

Plt Kepala Dinas Sosial Mukhibatul Khusnah mengakui bahwa tidak semuanya anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat covid ini bisa hadir disini. “Jumlahnya belum terinput semuanya, saat ini tengah proses. Pemerintah Kabupaten Gresik tengah menyiapkan paket bantuan untuk meringankan beban anak-anak tersebut sehingga masa depan anak-anak ini bisa lebih terjamin,”tandas dr Mukhibatul Khusnah yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Gresik itu. (yad)

Wabup Doakan Anak Yatim Akibat Covid-19 Sukses, Syaratnya Rajin Belajar, Pemkab Siapkan Beasiswa Selengkapnya

Genderang Perang Serbuan Vaksinasi Ditabuh, Bupati Siapkan Ratusan Relawan Nakes Gresik Tangguh


GRESIK,1minute.id – Genderang perang percepatan vaksinasi ditabuh oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Senin, 2 Agustus 2021. Ratusan relawan tenaga (nakes) Gresik Tangguh diapelkan di halaman Kantor Bupati Gresik.  Apel pagi yang juga diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik itu dipimpin oleh Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, tren kasus baru coronovirus disease 2019 (Covid-19) cenderung menurun. Keterisian rumah sakit dan puskesmas dibawah 70 persen. “Ketika tren menurun ini, saat yang tepat untuk melakukan percepatan vaksinasi,”kata Gus Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah.

Apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh ini dihadiri oleh Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Wiwin Arodawanti berbeda. Meski, tanpa pengibaran bendera, pemimpin apel membacakaan teks Pancasila sehingga apel terasa lebih heroik.

SIMBOLIS : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wabup Gresik Aminatun Habibah memakaikan jaket relawan dalam Apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 2 Agustus 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani menegaskan, ratusan relawan itu dipersiapkan untuk serbuan vaksinasi di sejumlah tempat di Kota Santri. Awalnya, vaksinasi center dibuka Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Kini, tempat vaksinasi diperluas. Yakni, akan dilakukan di dua destinasi wisata di Gresik Utara. Yakni Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk ; Wisata Gogosari (Wagos) di Desa Gosari. Keduanya di Kecamatan Ujungpangkah. Kemudian, Wisata Indah Pasir Putih Delegan (Wisid) di Desa Delegan, Kecamatan Panceng. Serta di Gresik Selatan dipusatkan di Destinasi Lontar Sewu di Desa Randegansari, Kecamatan Menganti.

Vaksinasi center tersebar merata yakni Gresik Kota, Utara dan Selatan ini mengadopsi sistem di WEP yaitu menggunakan sistem pendaftaran online. Sedangkan, serbuan vaksinasi ke desa-desa atawa Vaksinasi Goes to Village pendaftaran secara offline. Di Pulau Bawean, berjarak 180 mil laut di pusat Kota Gresik, serbuan vaksinasi dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia dari Kesatuan  Angkatan Laut diwakili Komando Armada II mulai Rabu hingga Sabtu, 28-31 Juli 2021. Selama empat hari itu, 10.500 warga Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean telah mendapatkan dosis pertama vaksin merek Sinovac itu. 

“Nakes sudah siap. Ketika gelontoran vaksin diperkirakan pada Agustus dan September 2021 mendapatkan distribusi vaksin sangat besar. Kita bisa langsung melakukan serbuan vaksinasi di Gresik,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Ratusan relawan nakes yang terlibat dalam serbuan vaksinasi ini, imbuhnya, Pemkab Gresik optimistis target capaian herd community alias kekebalan kelompok bisa cepat teralisasi di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Ia menambahkan pemerintah pusat menargetkan akhir Desember 2021, sudah terbentuk herd community  (kekebalan kelompok). Herd community akan terbentuk bila mayoritas penduduk atau sekitar 70 persen telah mendapatkan vaksinasi. “Pemkab Gresik sudah siap untuk membentuk herd community dengan partisipasi ratusan relawan nakes yang telah terlatih ini,”katanya. 

DIALOG FORKOPIMDA : (ki-ka) Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua PN Gresik Wiwin Arodawanti, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai apel Persiapan Relawan Nakes Gresik Tangguh di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 2 Agustus 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Terpisah, Koordinator relawan nakes Gresik Tangguh dr Singgih Widi Pratomo mengatakan,para relawan ini memang terpusat untuk lima tempat vaksinasi. Namun demikian, beberapa tempat lain juga akan melaksanakan vaksinasi ini. Sesuai informasi dari Dinas Kesehatan Gresik. Bila nanti ada droping besar vaksin, 32 Puskesmas, 76 klinik swasta serta 5 tempat pusat vaksin juga akan melaksanakan vaksinasi.

“Untuk tenaga vaksinator sudah siap, tempat vaksin juga sudah siap, tinggal menunggu vaksinnya saja,” tandas Singgih. Masih menurut Singgih, animo masyarakat untuk vaksinasi sangat tinggi. Namun, karena kekurangtahuan masyarakat tentang vaksinasi belum maksimal. Akibatnya, ketika dilakukan skrening cukup banyak yang gagal. Dia mencontohkan, warga memiliki penyakit penyerta (kormobid). “Kegagalan ikut vaksinasi karena gagal sekrening kesehatan ini diperkirakan mencapai 10 persen,”kata Singgih. (yad)

Genderang Perang Serbuan Vaksinasi Ditabuh, Bupati Siapkan Ratusan Relawan Nakes Gresik Tangguh Selengkapnya

Kaum Hawa Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Pandemi di Rumah Dinas Bupati Gresik


GRESIK,1minute.id – Tidak kata terlambat untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Kaum hawa di Kota Santri pun mau berpangku tangan. Emak-emak itu mendirikan dapur umum di rumah dinas Bupati pada Jumat, 30 Juli 2021.

Ada dua tenda yang akan digunakan untuk memasak. Dalam tenda itu, semua kebutuhan memasak. Seperti kompor, wajan besar dan perkakas lainnya. Untuk mengawali beroperasinya dapur umum untuk masyarakat terdampak corona virus disease 2019 (Covid-19) itu, Bupati dan istri, Fandi Akhmad Yani – Nurul Haromaini serta Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ikut sibuk. Memasak , menggoreng lauk. Menu masakan malam itu nasi campur. 

Ada daging, telur, dan sayur. Ada juga susu. Usai menggoreng Gus Yani – sapaan akrab – Bupati Fandi Akhmad Yani menyemangati para relawan yang bekerja untuk membantu sesama warga yang terdampak pandemi Covid-19. “Tidak ada kata terlambat dalam membantu sesama,”kata Gus Yani.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bantuan dari dapur umum ini akan disalurkan malam hari. Pagi hari, imbuhnya, ada bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kemudian Posko Darurat yang tersebar di empat titik wilayah daratan Gresik dan satu di Pulau Bawean juga menyalurkan bantuan makanan, vitamin.

Jadi warga Gresik yang terdampak pandemi Covid-19 menerima bantuan makanan. Awal dibuka hari ini, ada 150 nasi kotak dari dapur umum disebar ke wilayah perkotaan. “Kedepan, setiap hari ada hampir 100 nasi kotak, diantar malam hari. Nanti akan digilir, besok di kecamatan mana besoknya ganti dikecamatan mana. Kami sebar merata,”kata Bu Min-panggilan-Wabup Aminatun Habibah.

Selain para relawan, ada ahli gizi yang memantau setiap masakan di dapur umum rumah Bupati Gresik. Kemudian Pramuka juga dilibatkan dalam mendistribusikan makanan kepada warga. (yad) 

Kaum Hawa Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Pandemi di Rumah Dinas Bupati Gresik Selengkapnya

Lagi Gresik Raih KLA, Berikutnya menuju IDOLA

GRESIK,1minute.id – Gresik kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2020. Keputusan ini didapat saat acara penghargaan Kabupaten Kota Layak Anak 2021 bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) di Jakarta. Penghargaan tersebut akan diserahterimakan pada minggu kedua September 2021.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai mengikuti upacara penganugerahan secara virtual di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 29 Juli 2021. Serta, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik Adi Yumanto beserta segenap Pejabat terkait.

Wabup Aminatun Habibah mengatakan penghargaan KLA bisa diraih Pemkab Gresik karena adanya partisipasi dan dukungan semua pihak.

“Terimakasih kepada para Gugus Tugas KLA dan semua stakeholder yang selama ini telah bersinergi dan mendukung mewujudkan Gresik sebagai Kabupaten Layak Anak. Saya bersama Gus Yani Bupati dan Kita semua, siap mendukung program nasional yaitu mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030,”kata Bu Min-sapaan-Wakil Bupati Aminatun Habibah. 

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga saat menyampaikan sambutan mengajak kabupaten /kota untuk menyukseskan program Idola 2030. Capaian sebagai KLA, karena Kota Santri-sebutan Lain–kabupaten Gresik sudah memenuhi 24 indikator yang mencerminkan lima klaster hak anak. 

Yakni pemenuhan hak sipil dan kebebasan hak anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan perlindungan khusus.

Kedepan Pemkab memperbanyak pembangunan tempat bermain yang ramah anak.Dinas KBPPPA akan bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dan, Dinas Pendidikan akan memperbanyak Resource Center paling tidak ada satu disetiap wilayah eks-wilayah kerja (Wilker) Pembantu Bupati.  

“Sukses KLA ini tidak murni tugas KBPPPA, tapi harus bersinergi dengan banyak OPD dan berbagai elemen yang ada untuk merealisasikan Idola 2030,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas KBPPPA Gresik dr Ady Yumanto telah menyiapkan inovasi serta pengembangan untuk memastikan anak-anak terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya. “Bersama PKK kami akan lebih aktif lagi untuk memastikan tumbuh kembang anak,”tegasnya. (yad) 

Lagi Gresik Raih KLA, Berikutnya menuju IDOLA Selengkapnya

Pemkab Gelontor 86,5 Ton Beras PPKM, Bupati Ajak Warga jadi Pelopor Prokes


GRESIK,1minute.id – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelontor beras bagi warga terdampak Covid-19. Penyaluran bantuan untuk jaring pengaman sosial di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini sebanyak  86.553 ton beras.

Program Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 itu diserahkan simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di pendapa Kecamatan Kebomas pada Selasa, 27 Juli 2021.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan,  pandemi Covid-19 berat. Semua terdampak. Baik usaha kecil maupun besar. “Mulai penjual gorengan maupun yang besar,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Pemberian bantuan 86.553 ton beras ini sebagai bentuk pemerintah hadir. Rinciannya, 47.765 ton beras untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan  38.886 ton beras untuk bantuan sosial tunai (BST). Plus 3 ton beras dari Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Gresik. “Mari selalu berdoa agar kondisi segera selesai,” imbuhnya.

Bupati lebih jauh menyatakan bahwa bantuan sebanyak 86 ribu ton lebih itu akan tersebar di 18 kecamatan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Insya Allah 86 ton akan tersebar di Kabupaten Gresik. Semoga sedikit bantuan ini bisa membantu masyarakat,” tegasnya.

PENERIMA MANFAAT : Warga penerima manfaat ketika pulang sambil membawa beras premium program pemerintah di kantor Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 27 Juli 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Gus Yani meminta kepada masyarakat agar tetap patuhi protokol kesehatan (prokes). “Mari dari diri kita sendiri yang menjadi pelopor kesehatan,” pungkasnya.

Gus Yani melanjutkan Pemkab Gresik telah melakukan upaya maksimal untuk membantu masyarakat terdampak. Di antaranya, melalui Posko Darurat Covid-19 Gresik, dengan ada sejumlah badan dan lembaga amil zakat (BSZ/LAZ) yang mem-back up.

“Insya Allah BAZ dan LAZ sudah berjuang selama 3 minggu mengelola posko darurat untuk warga yang sedang isolasi mandiri (isoman), termasuk kebutuhan hazmat dan multivitamin. Hampir semua masyarakat kenal posko darurat,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Penyaluran Perdana Bantuan Beras PPKM 2021 ini dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Asisten I Tursulowanto Harijogi, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya Utara Nur Juliansa Rahman, Kepala Dinas Sosial Sentot Supriyohadi, Kadisparbud Gresik Agustin Halomoan Sinaga, Camat Kebomas Miftahul Huda, Sekcam Kebomas Zainul Arifin, Camat Gresik Purwanto, Camat Manyar Nadlelah, Ketua Posko Darurat Covid-19 Gresik Zainal Abidin, dan Koordinator Pendamping PKH Lestari Widodo. 

Sementara itu, Wabup Aminatun Habibah  mengaku senang karena pemerintah bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Beras sudah ada. Tinggal pembagiannya. Untuk itu, saya minta pendamping PKH (pendamping keluarga harapan) segera menyalurkan,”ujarnya.

Wabup Bu Min meminta pendamping PKH agar bisa memilah penerima bantuan karena yang terdampak Covid-19 cukup banyak. “Semoga bantuan terus mengalir,”harapnya.

Ia juga meminta agar para pedagang kopi dan PKL yang terdampak juga diperhatikan, karena terdampak PPKM. Termasuk pekerja seni, para penceramah. “Sekarang boleh ngopi cuma 20 menit,”katanya.

Diungkapkan, bahwa akan ada tambahan bantuan dari Korpri. Selain itu, bupati dan wabup juga akan memberikan gajinya untuk warga terdampak Covid-19. “Insya Allah dengan jalan kebersamaan, kesulitan bisa disanggah bersama-sama,” jelasnya. “Kami minta camat, lurah, kades, dan lainnya bekerja sama,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Gresik Sentot Supriyohadi menambahkan, total bantuan sebanyak 86.553 dari Kemensos tersebut merupakan tambahan untuk keluarga penerima manfaat (KPM) dengan masing-masing mendapatkan tambahan 10 kilogram.

Ia menjelaskan perinciannya, yakni untuk program keluarga harapan (PKH) sebanyak 47.765 orang dan bantuan sosial tunai (BST) sebanyak 38.688 orang.”Jadi, bantuan ini dari cadangan beras pemerintah (CBP),”tegasnya. (yad)

Pemkab Gelontor 86,5 Ton Beras PPKM, Bupati Ajak Warga jadi Pelopor Prokes Selengkapnya

PPKM Level 4, Bupati Ingatkan Kades untuk Maksimal Dana Desa, Mengoptimalkan Posko Covid dan Puskesmas


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terus memacu para Kepala Desa untuk memaksimalkan Dana Desa (DD) dalam penanggulangan Covid-19 di desa masing-masing. Penggunaan dana desa diperbolehkan melebihi 8 persen. Bupati Fandi Akhmad Yani mencontohkan  membeli Oxymeter atau alat pengukur kandungan oksigen dalam darah juga diperbolehkan.

“Anda boleh menggunakan dana desa tersebut lebih dari ketentuan tersebut asal pertanggungjawabannya jelas,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani yang diamini juga oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Heru Winoto dan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam rapat analisa dan evaluasi (Anev) pelaksanaan PPKM level 4 di ruang Graita Eka Praja pada Senin, 26 Juli 2021. 

Rapat dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah itu diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kepala desa, kepala puskesmas, danramil dan kapolsek di wilayah hukum kabupaten Gresik secara virtual. 

Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kebijakan yang dilakukan sejumlah pihak di Kecamatan Panceng. Menurut Gus Yani, Manajemen penanganan Covid di wilayah Panceng sangat bagus. Sehingga Panceng sudah bisa memberikan sumbangan dana bahkan oksigen kepada warga yang membutuhkan.
“Saya ingatkan kembali kepada para kepala desa yang masih dibawah delapan persen penggunaan Dana Desa untuk penanggulangan Covid-19 agar lebih ditingkatkan lagi,”kata Gus Yani.

Selain memaksimalkan penggunaan DD, Gus Yani juga menyinggung arahan Pemprov Jawa Timur agar pasien Covid sabaiknya tidak melakukan isolasi mandiri tapi isolasi terpusat. Hal ini agar ada pendampingan dari tenaga kesehatan. Bupati juga mengingatkan agar masyarakat melalui Satgas Covid Desa dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan manfaat Posko Covid dan Puskesmas.

Para Kades, Lurah dan Camat, imbuh Gus Yani, agar tetap mendukung penanggulangan PPKM level 4 dang mengingatkan kembali tentang keberadaan dan fungsi Posko penanggulangan Covid-19.

“Tolong didata lebih valid semua warga yang saat ini terpapar Covid-19 baik yang isoman maupun yang dirawat di Rumah Sakit. Optimalkan penggunaan Posko Covid yang ada di setiap wilayah eks wilker Pembantu Bupati. Saat ini Posko sudah ada pengisian oksigen untuk masyarakat Isoman, tentunya selain obat-obatan dan sembako serta fasilitas ambulans,”tandasnya.

Dimasa PPKM level 4 Pemkab Gresik bertekad agar lebih meningkatkan vaksinasi di seluruh wilayah Gresik. Pihaknya akan terus mengupayakan pengadaan vaksin untuk masyarakat Gresik.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan tenaga nakes harus tetap fit. Dia juga mengatakan bahwa Pemkab Gresik sudah mendapat tambahan 200 tenaga kesehatan untuk membantu puskesmas. Saat ini, kata Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah, sepuluh puskesmas sudah beroperasi untuk pelayanan Covid tingkat pertama dan lima puskesmas yang lain untuk persalinan normal Covid.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta agar seluruh apartur negara mendukung kebijakan PPKM level 4 ini. Termasuk satgas Covid di tingkat Desa dan RT/RW. “Kami akan terus melaksanakan aktivitas yang lebih humanis,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Sementara Dandim 0817 Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail siap mendukung kebijakan isolasi terpusat. Menurutnya isolasi terpusat dapat meminimalisir dampak di masyarakat. (yad) 

PPKM Level 4, Bupati Ingatkan Kades untuk Maksimal Dana Desa, Mengoptimalkan Posko Covid dan Puskesmas Selengkapnya

MUI Imbau Salat Idul Adha Di Rumah

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menerima secara simbolis hewan kurban dari sejumlah perusahaan di Kota Santri pada Senin, 19 Juli 2021.

Hewan kurban itu diantaranya dari PT PJB Unit Pembangkitan Gresik ; PT Cargill Indonesia dan PT Indomarco Prismatama Cabang Gresik.

“Sebelumnya saya menyampaikan terima kasih atas bantuan sumbangan ternak kurban ini dari beberapa perusahaan di Gresik. Kami selaku panitia kurban Pemkab Gresik mohon maaf mengingat serah terima hewan kurban ini tidak kami selenggarakan pada sebuah acara seperti tahun sebelumnya. Kami menyadari, situasi saat ini masih dalam masa PPKM darurat,”tutur Bu Min -sapaan- Wabup Aminatun Habibah pada Senin, 19 Juli 2021.

Pemerintah menetapkan Idul Adha pada Selasa besok,  20 Juli 2021. Terpisah,  Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi mengatakan selain bantuan CSR Perusahaan, Panitia kurban Pemkab Gresik juga telah membeli ternak kurban berupa sapi 25 ekor dan kambing 75 ekor.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya ternak kurban tersebut dibagikan kepada kelompok masyarakat mulai dari panitia kurban di masjid maupun Musala. Ternak kurban juga dibagikan kepada kelompok masyarakat akan disembelih dan dibagikan kepada masyarakat sekitarnya,”kata Reza.

Sesuai dengan peraturan di masa pandemi Covid-19 penyembelihan hewan kurban dilakukan di rumah potong hewan (RPH)  atau panitia dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Panitia hanya menggundang masyarakat yang berkurban untuk menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban.  Sehingga,  tidak menimbulkan kerumunan massa yang berpotensi terjadi penyebaran corona virus disease 2019.

Selain itu,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik KH Moh Mansoer Shodiq juga menghimbau masyarakat untuk menjalankan salat Idul Adha dilakukan di rumah masing-masing karena pagebluk corona belum ada tanda-tanda berakhir. (yad) 

MUI Imbau Salat Idul Adha Di Rumah Selengkapnya

Ayo Patuhi Prokes, Pagebluk Covid Kembali Menelan Korban Jiwa

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan dan mengajak masyarakat di Kampung Kramatlamgon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik untuk memakai masker dalam beraktivitas beberapa waktu lalu (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)


GRESIK,1minute.id – Pagebluk corona virus disease 2019 (Covid-19) semakin mengkhawatirkan. Pasien terpapar virus corona terus bertambah. Jumlah kasus baru lebih banyak dari kasus sembuh. Pada Senin, 21 Juni 2021 merujuk data Satgas Covid-19 Gresik ada penambahan kasus baru 15 orang sehingga terakumulasi menjadi 5.813 kasus.

Sedangkan, Pasien sembuh bertambah 4 orang menjadi 5.331 kasus. Meninggal dunia bertambah satu menjadi genap 360 orang dan isolasi 122 orang. Rincian tambahan kasus konfirmasi itu yakni Kecamatan Manyar  ada 6 kasus tersebar di Desa Yosowilangun dan Suci, masing-masing 3 kasus. Kemudian, Kecamatan Sidayu ada satu kasus dari Desa Wadeng dan Kecamatan Gresik ada 8 yakni dari Desa Pekauman 2 kasus ;  Kroman (1), Sukodono (1), Tlogopojok (3) dan Karangturi (1)

Sementara kasus sembuh yakni Kecamatan Driyorejo dari Desa Petiken 3 kasus ; Kecamatan Dukun dari Desa Lowayu 1 kasus. Konfirmasi meninggal di Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas. 

Dalam laman www.yankes.kemkes.go.id sejumlah rumah sakit di seluruh Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik prosentasi  Bed Occupancy Ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Gresik semakin tinggi. 

Misalnya, RSUD Ibnu Sina Gresik pukul 14.00, ruang isolasi tanpa tekanan negatif ada 30 bed dan tersisa 3 bed ;  NICU khusus Covid-19, ada  8 bed, tersisa 5 bed. Hampir semua rumah sakit berdasarkan laman itu, prosentase BOR lebih dari 70 persen. Hanya RS Umar Mas’ud di Pulau Bawean yang tergolong aman karena 6 bed yang disediakan belum terisi.

Kondisi mengkhawatirkan itu, membuat Bupati Gresik mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan kegiatan. Surat bernomor 360/81/437.34/2021 tertanggal 20 Juni 2021 itu diteken oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

SURAT BUPATI : Surat himbauan pembatasan kegiatan untuk menekan angka persebaran covid-19.

Isinya, diantaranya melakukan pembatasan kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan (hajatan, seremonial resepsi pernikahan dan kegiatan keagamaan) ; Menerapkan pengaturan jam malam terhitung mulai 20 Juni 2021. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam setiap kesempatan selain mengajak masyarakat mematuhi prokes dan berdoa untuk masyarakat Gresik untuk diberikan kesehatan dan Covid-19 cepat berakhir. “Patuhi protokol kesehatan, karena covid belum berakhir,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. (yad)

Ayo Patuhi Prokes, Pagebluk Covid Kembali Menelan Korban Jiwa Selengkapnya

Bu Min Nakhoda Baru IKA PMII Gresik, Dipilih Aklamasi di Muscab


GRESIK,1minute.id – Aminatun Habibah, nakhoda baru Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gresik. Wakil Bupati Gresik itu terpilih secara aklamasi dalam musyawarah cabang (PMII) ke-II di salah satu hotel di Gresik pada Minggu, 20 Juni 2021.

Konfercab dibuka Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Bupati meminta para alumni bisa melahirkan sejumlah gagasan, terutama tentang konsep pemulihan ekonomi dan pembangunan daerah di masa pandemi Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. 

Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Fandi Akhmad Yani menilai alumni PMII memiliki integritas tinggi, sehingga melahirkan gagasan dan ide untuk kemaslahatan bersama dalam berbangsa dan bernegara. Ia berharap alumni PMII berkontribusi pada pemberian sumbangan gagasan mengenai pembangunan daerah, utamanya bersama pemerintah melakukan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. 

“Ayo terus bersinergi. Kita bersama-sama terus berbuat yang lebih baik ke depan untuk masyarakat Gresik. Saya yakin dengan potensi yang ada, IKA PMII Gresik ini bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,”ujarnya.

Sementara Bu Min berharap, para alumni Kader PMII di Kabupaten Gresik bisa membantu pemerintah dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita bersama-sama bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun dan mensejehterakan masyarakat. Atas kepercayaan ini semoga  amanah,”kata alumni PMII UIN Jogjakarta ini.

Mantan Ketua IKA PMII Gresik demisioner Ahmad Zainudin mengatakan, terpilihnya Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah secara aklamasi karena forum melihat beliau sebagai alumni kader PMII yang memiliki kemampuan yang baik dalam bermasyarakat dan berorganisasi. 

“Forum rapat konfercab IKA PMII menghendaki atas beliau Wakil Bupati Gresik Bu Min menjadi Ketua IKA PMII periode 2021- 2026,”kata Zainudin. (yad)

Bu Min Nakhoda Baru IKA PMII Gresik, Dipilih Aklamasi di Muscab Selengkapnya

BOR Meningkat, Wabup Minta ASN jadi Teladan Mentaati Prokes bagi Masyarakat

GRESIK, 1minute.id – Waspada ! Pagebluk corona ada kecenderungan meningkat di Gresik. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menunjukkan tren peningkatan angka penggunaan tempat tidur atau Bed Occupancy Ratio (BOR) semakin tinggi. Indikasi prosentasi BOR terjadi pada 1-16 Juni 2021.

Pekan pertama, 2 Juni BOR berkisar 8,25 persen. Pekan kedua, 8 Juni naik menjadi 18,1 persen. Kemudian, pekan ketiga, 16 Juni naik drastis menjadi 40,7 persen. Mencermati fonomena mengkhawatirkan Dinkes mengusulkan membuka kembali pondok rehabilitasi Covid-19 di Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) untuk masyarakat. Saat ini, stadion G-Jos dikhususkan untuk isolasi bagi pekerja migran Indonesia (PMI).

Untuk mencegah persebaran wabah corona virus tidak bisa mengandalkan satgas Covid-19 Gresik berjuang sendiri. Peran masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah persebaran virus sangat dibutuhkan. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi teladan bagi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Saat ini hampir di semua daerah ada peningkatan kasus covid-19, tak terkecuali di  Gresik. Bahkan beberapa daerah di sekitar kita sudah masuk zona merah,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 17 Juni 2021. 

Bu Min, meminta kepada semua ASN agar tidak bosan dalam melaksanakan prokes agar  menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya. Pemerintah kembali memperpanjang  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, tahap ke-X berlaku 15-28 Juni 2021.

Terkait usulan reaktivasi pondok rehabilitasi G-Jos untuk masyarakat, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, akan mempersiapkan segala sesuatunya mengingat Stadion G-Jos digunakan sebagai karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke tanah air. “Kami akan mencari dan mempersiapkan tempat baru, mengingat sampai saat ini saudara kita para PMI ini masih terus berdatangan. Nanti akan kita rundingkan bersama” katanya. (yad) 

BOR Meningkat, Wabup Minta ASN jadi Teladan Mentaati Prokes bagi Masyarakat Selengkapnya