GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berdasarkan asesmen Menteri Kesehatan telah masuk level 1. Zona hijau sepekan sebelumnya zona kuning atawa zona 2.
Sejumlah lembaga pendidikan swasta semakin banyak memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Yakni, 50 persen dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Sistem pembelajaran bergilir, pagi dan siang. Diantaranya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif NU di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bunga, Gresik.
Sekolah jumlah siswa 120 ini melakukan sistem pembelajaran bergilir. Kelas I sampai III masuk pagi. Sedangkan, siswa kelas IV sampai VI pembelajaran dilakukan pada siang hari. Untuk memastikan proses PTM sesuai protokol kesehatan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meninjau proses pembelajaran di MI Al Ma’arif NU itu pada Selasa, 14 September 2021.
Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah melakukan dialog dengan sejumlah peserta didik untuk mendengarkan cerita dari bocah-bocah bisa kembali sekolah. “Enak mana belajar dirumah (daring) atau di sekolah,”tanya Bu Min kepada Mufarrichul Anam Al Qowi. Siswa kelas Il dengan tegas menjawab “enak sekolah tatap muka bu,”jawab Faril -sapaan- Mufarrichul Anam Al Qowi. Ia mengaku selama setahun hingga naik kelas II belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman. :Saya bisa bertemu k sama bu guru bu,” jawabnya polos.
Sementara itu, Kepala MI Ma’arif NU Abar Abir Sulistianah mengatakan kalau sekolahnya baru melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seminggu terakhir. “Pembelajaran dilakukan dengan metode bergilir. Pagi dan siang,”ujar Sulistianah. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tingginya angka pengangguran membuat pemerintah mencari terobosan baru. Diantaranya, menginisiasi pertemuan dan kerjasama SMK se-Kabupaten Gresik dengan manajemen Wing Food di Aula SMK Islamic Qon, Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 8 September 2021.
Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakab jumlah pengangguran terbuka di Gresik masih diatas rata-rata Jawa Timur. “Ini merupakan suatu pekerjaan kita bersama untuk bisa memperbaiki keadaan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam pertemuan yang dihadiri Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto ; Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK swasta se-Gresik Gresik Abdul Hanan serta perwakilan dari Manajemen Wings Food Peter Sindaru itu.
Pertemuan antara pelaku usaha dengan lembaga pendidikan Kejuruan ini, lanjutnya, sebagai usaha Pemkab untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. “Apabila perusahaan membuka lapangan pekerjaan maka yang dihubungi pertama kali adalah sekolah-sekolah yang ada di Gresik sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan segera pulih,”harapnya.
Ia mengapresiasi manajemen Wing Food yang komitmen merekrut lulusan SMK di Gresik. “Beliau (Peter Sindaru) sudah berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja yang ada di Mie Sedap dari teman – teman lulusan SMK yang ada di Kabupaten Gresik,”tegas Bu Min.
Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik sebanyak 60 SMK negeri dan swasta di Gresik. Termasuk 4 SMK di Pulau Bawean. Total sekitar 16 ribu siswa. Setiap tahunnya meluluskan 4 ribu siswa. Sebanyak 20 persen atau sekitar 800 siswa melanjutkan kuliah. Sisanya, 3.200 fresh graduate memilih bekerja.
Menurut Plt Kancab Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, besarnya angka kelulusan tersebut dimana hampir semuanya keinginannya adalah bekerja. “Bisa dibayangkan bagaimana efek jika fresh graduate ini tidak terserap,”ungkap Kiswanto. Karena itu, dengan menggandeng perusahaan seperti ini, ia berharap, ada sikronisasi link and match. “Sehingga perusahaan yang ada di Gresik ini bisa memberikan manfaat langsung untuk lulusan SMK di Gresik,”imbuhnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD hingga SMA sederajat sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2021. PTM dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Vaksinasi untuk pelajar semakin diintensifkan.
Hari ini, Selasa, 7 September 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar serbuan vaksinasi di dua lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik di Kecamatan Kedamean. Di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah target 2 ribu pelajar di Kecamatan Kedamean itu. Sedangkan, SMP Negeri 4 Gresik menargetkan 1.000 dosis vaksinasi.
Menurut Aminatun Habibah, serbuan vaksinasi untuk pelajar ini merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, imbuhnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan ini semakin mantap dilakukan.
“Hal ini karena selain dari pihak guru yang sudah divaksin lengkap 2 dosis, dari sisi siswa juga dikejar vaksinasinya dengan kegiatan serbuan vaksinasi ini,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Camat Kedamean Arifin dan Kepala Puskesmas Kedamean Titik Ernawati dan jajaran guru di SMPN 16 Gresik.
VAKSINASI PELAJAR SMP: Vaksinator melakukan suntik vaksinasi pelajar SMP Negeri 4 Gresik pada Selasa, 7 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Gresik sudah dimulai satu minggu yang lalu setelah hampir 17 bulan ditiadakan karena pandemi. Beberapa kali sebelumnya sudah ada wacana PTM, tetapi di lain pihak muncul kekhawatiran baik dari pemerintah maupun orang tua siswa munculnya klaster penyebaran baru.
Dengan kegiatan vaksinasi ini seakan menjawab kekhawatiran tersebut, tentu saja tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Vaksinasi ini merupakan usaha dari pemerintah kabupaten Gresik untuk mengejar herd immunity yaitu tingkat vaksinasi 75 persen dari populasi. Sisa 25 persen ini merupakan kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin seperti bayi dan anak anak yang berusia dibawah 12 tahun,”ujar Bu Min.
Bu Min berpesan agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, para guru juga diharapkan terus mengingatkan siswanya mengenai apa itu Covid-19 dan bagaimana cara mengurangi resiko terpaparnya.
Camat Kedamean Arifin mengatakan, selain di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi satu dari berapa lokasi serbuan vaksinasi yang tersebar di beberapa balai desa di Kecamatan Kedamean, diantaranya di Balai Desa Kedamean, Balai Desa Banyuurip, Balai Desa Tanjung dan Balai Desa Glidih.“Dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang kita lakukan ini, angka vaksinasi kecamatan Kedamean sudah mencapai 60 persen,”ngkap Arifin. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua TP PKK Gresik membagikan alat kontrasepsi (alkon) kepada warga Kampung Kreasi Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Senin, 6 September 2021.
Alkon ini dibagikan kepada pasangan usia subur (PUS). Tujuannya, mencegah kehamilan ibu selama masa pandemi Covid-19 Gresik. Sebab, kehamilan ibu rentan terpapar virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu.
Aminatun Habibah mengatakan, pemberian alkon ini untuk memberikan motivasi kepada masayarakat tentang pentingnya ber Keluarga Berencana (KB). “Ini bu, alat KB ini untuk anak atau mantunya. Bukan untuk ibu,“kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah kepada warga Kampung Kreasi Sidokumpul, Gresik.
Bu Min didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani serta Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PPPA) Syaifuddin Ghozali.
Sementara di acara ramah tamah di Kopi Sampah (Kosam) masih di kampung Kreasi, Bu Min kembali berharap kepada para ibu diupayakan jangan hamil dulu. Sebab, ibu hamil (bumil) termasuk beresiko tinggi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. “Tetap waspada meski Gresik sudah masuk zona kuning atau level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Protokol Kesehatan (Prokes). Karena Covid-19 ada sekitar kita,”katanya.
Senada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali juga mendukung yang disampaikan wabup Gresik. Dia menambahkan tentang kebijakan menunda kehamilan akan disampaikan kepada TP PKK yang ada dibawahnya. “Untuk menunda kehamilan ini, para ibu harus ber KB dengan alat kontrasepsi sesuai pilihannya. Dinas KB PP dan PA siap mendukung berbagai alat kontrasepsi melalui seluruh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Gresik,”kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.
Kepala Dinas KB PP dan PA Syaifuddin Ghozali mengatakan bahwa pihaknya menyadari di era pandemi ini bahwa angka kehamilan masih tinggi. “Kehamilan merupakan suatu komorbit yang sangat beresiko tinggi. Dari data yang ada pada kami sejak Januari 2021 sampai saat ini ada seribu lebih kehamilan, 40 diantaranya terpapar Covid-19. Puncaknya kemarin selama 2 bulan ada 30 ibu hamil yang terpapar,”kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Gresik itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Suasana Musala As-Salam Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik lebih riuh pada Jumat, 3 September 2021. Puluhan anak berkumpul dalam musala berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.
Mereka adalah anak yatim juga yatim piatu. Orang tua mereka meninggal akibat ganasnya wabah Covid-19. Mereka berkumpul di Musala As-Salam untuk mendapatkan santunan dari jamaah Musala di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Santunan diserahkan simbolis oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah kepada anak-anak yang harus berpisah dengan orangtua mereka itu. Tampak hadir di acara kemanusiaan itu adalah Asisten Gunawan Setijadi, Kepala DPUTR Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dan Kepala DPK Ida Lailatussa’diyah. Wabup Aminatun Habibah mengapresiasi kepedulian pegawai DPUTR dan DPK menyantuni anak yatim piatu ini.
“Inisiatif yang dilakukan jamaah Musala As-Salam ini tentu menjadikan hal yang sangat bermanfaat bagi anak-anak yatim. Tentunya hal ini juga sesuai dengan tuntunan agama, apalagi diimbangi dengan keikhlasan, maka Allah akan mencatat kebaikan yang luar biasa,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah ini.
Pada kesempatan itu, Wabup juga memberikan motivasi kepada anak yatim piatu itu tidak perlu berkecil hati. Sebab, anak-anak tersebut juga mempunyai hak yang sama dengan anak lain. “Kalian jangan berkecil hati, tetap semangat untuk menggapai cita-cita. Kalian juga harapan bangsa, ada harapan sukses menanti anak-anak sekalian. Mungkin dimasa mendatang ada yang menjadi bupati, gubernur, anggota DPRD atau bahkan menjadi Presiden. Oleh sebab itu, tetap semangat dalam belajar dan menggapai cita-citamu ya nak,” pinta Wabup.
Wabup berharap, kegiatan ini juga menjadikan spirit hingga dapat dijadikan sebagai contoh bagi yang lain. Kegiatan berbagi ini dapat dilakukan rutin, minimal setahun sekali untuk menumbuhkan jiwa sosial dan saling berbagi terhadap sesama. Masa PPKM santunan anak yatim secara terbatas. Hanya 50 dari 130 anak yatim piatu yang hadir. (yad)
GRESIK, 1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengapresiasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-XXXII yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik. UKW k bisa menjadi standar menuju wartawan profesional.
“Saya baru tahu kalau wartawan itu ada uji kompetensinya, sebab saya kadang takut kalau ketemu wartawan. Namun, dengan melihat kalau ada uji kompetensinya maka saya semakin yakin kalau ada wartawan profesional, sebab biasanya itu ada wartawan bodrek,” kata Bu Min-sapaan akrab – Aminatun Habibah saat membuka pelaksanaan UKW di Hotel Horison GKB Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.
Bu Min berharap, dengan adanya UKW, para wartawan di Gresik bisa semakin profesional dan membangun Kota Santri ini lebih baik melalui informasi yang diberitakan.
Sementara Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengatakan pelaksanaan UKW yang digelar PWI Gresik adalah kali pertama yang digelar di masa pandemi Covid-19, sebab syarat untuk menyelenggarakan kegiatan sangat susah. Ainur mengapresiasi PWI Gresik yang menyelenggarakan UKW dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, sebagai bagian agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
Ia menjelaskan, dasar pelaksanaan UKW diatur dalam Peraturan Dewan Pers No. 1/Peraturan-DP/II/2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan, Peraturan Dewan Pers, serta UU Pers No 40 tahun 1999.
Ketua PWI Gresik Sholahuddin mengatakan, pelaksanaan UKW Angkatan ke 32 ini digelar dengan sangat hati-hati karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Sehingga peserta terbatas. Total 18 peserta yang berasal dari Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro itu wajib melakukan tes PCR sebelum pelaksanaan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung, khususnya PT Smelting yang menjadi sponsor utama dalam UKW kali ini, diharapkan bisa lulus dengan profesional,” katanya. Manager General Affairs PT Smelting Indra Satya Wibowo menyambut baik UKW yang dilaksanakan PWI Gresik. Melalui kegiatan seperti ini diharapkan lahir wartawan kompeten dan profesional. Pihaknya mendukung wartawan untuk bisa menyajikan berita yang layak.
“Harapannya materi yang diberikan kepada peserta nanti susah. Sehingga peserta mendapat materi yang menyeluruh terkait industri jurnalistik juga membangun spirit jiwa jurnalistiknya,” kata Indra. Untuk diketahui, UKW angkata ke XXXII akan berlangsung selama dua hari, 25-26 Agustus 2021. Opening ceremony dihadiri langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua PWI Gresik Ainur Rohim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, segera menerbitkan peraturan bupati (Perbup) terkait pelaksanaan pertemuan tatap muka (PTM). Persiapan PTM itu sering menurun status Kota Santri menjadi zona oranye di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
“Hari ini akan saya konsultasikan dengan Pak Bupati terkait perlunya kembali menerbitkan surat edaran PTM, mengingat turunnya status penyebaran Covid-19,”kata Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah usai membuka pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-37 PWI Gresik pada Rabu, 25 Agustus 2021.
Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah mengatakan terbitnya perbup atau surat edaran juga akan dibarengi dengan gencarnya pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar. “Untuk hari ini, pelaksanaan vaksinasi pelajar digelar di tempat saya dibantu TNI juga, yakni di Pondok Pesantren Qomarudin sehingga nantinya ketika terbit aturan bupati, pelaksanaan PTM bisa segera dilakukan,” katanya.
Ia mengatakan, penerbitan aturan baru PTM perlu dilakukan karena aturan lama yang tertuang dalam Perbup Gresik Nomor 50/2020 yang ditetapkan pada 3 Desember 2020 kurang sesuai dengan kondisi saat ini. Perbup itu tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di masa transisi menuju tatanan Normal Baru pada kondisi Covid-19 di Gresik.
Dalam aturan baru itu, kata Bu Min, nantinya akan tetap mengacu pada aturan yang telah ditentukan Satgas Covid-19 yakni dengan protokol kesehatan yang ketat, disertai jumlah kehadiran siswa maksimal 50 persen. “Pak bupati juga telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala sekolah terkait aturan baru itu, dan diharapkan secepatnya bisa dikeluarkan aturan itu sebagai panduan PTM nantinya,” katanya.
Sebelumnya, tren perkembangan Covid-19 di Gresik tercatat terus menurun. Data Dinkes Gresik per Senin, 23 Agustus 2021 mencatat Bed Occupancy ratio (BOR) rumah sakit sudah berada di angka 16,27 persen atau hanya 88 pasien. Dan kasus aktif menyisakan 490 orang. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tren Covid-19 menurun. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan coronavirus disease 2019 di Gresik tersisa 16,27 persen atau hanya 88 orang. Namun, partisipasi masyarakat dan perusahaan membantu Pemkab Gresik dalam penanganan Covid-19 terus mengalir.
Diantaranya, PT Pembangkitan Jawa-Bali UP Gresik. Perusahaan pelat merah berlokasi Jalan Harun Thohir, Gresik melalui dana Corporate Social Responbility (CSR) memberikan bantuan 5 unit tabung oksigen medis. Tabung Oksigen medis warna putih masing-masing berukuran 6 meter kubik (m³) itu diserahkan oleh General Manager PJB UP Gresik Sidik Wiyono kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di Rumah Dinas Wabup di Jalan Basuki Rahmat pada Senin, 23 Agustus 2021.
Wabup Aminatun Habibah menyatakan tabung oksigen ini akan ditempatkan di Posko darurat yang ada di lima wilayah kerja (Wilker) Gresik. “Adanya sinergi antara Pemerintah dengan swasta ini merupakan bentuk gotong royong agar kita segera keluar dari pandemi. Dalam penanganan pandemi Covid-19, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerjasama yang intens dengan semua pihak agar pandemi segera bisa diatasi,”katanya.
Ia melanjutkan, saat ini sudah tidak direkomendasikan pasien Covid-19 untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun Posko Covid yang ada di tiap wilayah eks wilayah Kerja Pembantu Bupati Gresik ini tetap menyiapkan tabung oksigen untuk melayani masyarakat refill ke tabung kecil.
Sebab, ada beberapa kriteria pasien yang masih diperbolehkan isoman dengan pengawasan ketat tenaga medis. Misalnya, pasien lansia berumur diatas 65 tahun, anak dibawah 12 tahun, ibu hamil dan menyusui serta pasien berkebutuhan khusus. “Tabung Oksigen ini akan ditempatkan di Posko darurat yang ada,”kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi. (yad)
GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga di SD Iradah Full Day Education di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum berujung saat ini. Sebanyak seratus siswa di sekolah berlokasi di Kompleks Perumahan Graha Bunder Asri (GBA) di Kecamatan Kebomas, Gresik itu berkirim surat kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Seratus surat itu sebuah buku yang berjudul “Surat Kecil Untuk Gus Yani”. Isinya sebuah harapan dan doa siswa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Penasaran seperti apa isi buku “Surat Kecil untuk Gus Yani ” itu. Simak ya…, karya Nasywa Khailila Nauthaputri, kelas IV SD Irada.
PENULIS CILIK: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Nasywa Khailila Nauthaputri, sisw kelas IV SD Irada, salah satu penulis buku Surat Kecil untuk Gus Yani (Foto : Humas Pemkab Gresik for 1minute.id)
“... Pak Bupati yang terhormat. Media sosial selalu mengabarkan bahwa kasus Covid ini semakin meningkat dari waktu ke waktu. Itu sebab, kegiatan belajar di sekolah dan momen bertemu guru juga teman-teman kembali tertunda. Seragam yang memulai kekecilan tanpa pernah terpakai lagi. Bahkan tahun ini saya naik kelas tampa masuk kelas. Dampak pandemi memang luar biasa. Pak Bupati yang baik, rasanya baru kemarin Bunda saya bilang, “jangan main HP terus, nak. Ayo berangkat sekolah”. Dulu anak-anak tidak boleh main HP, tapi disuruh belajar dan pergi sekolah. Akan tetapi sekarang berbanding terbalik. Anak-anak tidak boleh pergi sekolah, tetapi belajar dirumah menggunakan HP. Bertemu teman atau guru juga melalui HP.Bahkan, saya diajak silaturrahmi dengan nenek di Jakarta juga dengan HP. Dampak pandemi menang luar biasa ya, Pak! Tapi ini semua adalah hikmah Allah SWT dalam bentuk yang berbeda. Kita semua merasakan dampaknya, tidak terkecuali. Pak Bupati yang baik, semoga bapak selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT, dan semoga bapak bisa menjadi pemimpin yang amanah dan selalu di hati rakyat. Dan, sebagai pelajar, tugas saya adalah belajar sungguh-sungguh, baik belajar dunia dan akhirat. Dan, hikmah yang saya dapat dari pandemi adalah hidup ini bukan soal panjang dan pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga pandemi segera berakhir dan semoga kota Gresik menjadi lebih baik. Tetap semangat bapak Bupati dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Membantu mereka yang membutuhkan, teruslah menjadi orang baik dan dikagumi masyarakat. Semoga Bapak sehat selalu. Amin ya robbal alami…”
Sementara itu, penyerahan Buku ini disampaikan melalui Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto.
Mereka diundang dalam rangka rangkaian Peringatan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut pada Kamis, 19 Agustus 2021.
Didampingi oleh Kepala Sekolah SD Iradah Shobirin, salah satu siswanya bernama Nasywa Khalilah Nauthaputri. Ia siswa kelas IV yang merupakan salah satu penulis surat kecil untuk Gus Yani menyerahkan buku tersebut kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu.
“Insya Allah nanti akan kami sampaikan kepada Bapak Bupati. Salam Bapak Bupati untuk semua masyarakat sekolah SD Iradah dan mohon maaf Bapak Bupati tidak bisa hadir kali ini karena ada undangan Presiden di Madiun,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.
Bu Min Wabup smengapresiasi upaya para guru SD Iradah yang dapat mendidik dan memotivasi anak didiknya sehingga bisa membuat karya literasi. “Saya berharap prestasi ini bisa menular kepada sekolah yang lain sehingga nantinya seluruh sekolah yang ada di Gresik ini bisa berprestasi juga,”kata Bu Min.
“Kepada Kepala Sekolah dan para guru yang masih tampak sangat muda-muda dan enerjik ini saya sampaikan banyak terima kasih. Saya bangga kepada anda sebagai pendidik yang kreatif bisa mengantarkan anak didik menuju masa depan,”imbuhnya.
Selain Launching buku, SD Iradah Gresik juga memberikan santunan yatim piatu yang dikumpulkan dari para orang tua murid dan guru. Panitia berhasil mengumpulan dana sebesar Rp 91,56 juta.
Menurut Kepala SD Iradah Shobirin, kegiatan santuanan yatim piatu ini rutin dilangsungkan setiap tahun baru Islam, Muharram. Tahun ini, ada 225 yatim piatu yang bisa kami santuni termasuk kepada yatim piatu anak didik SD Iradah Sendiri. “Selama berlangsunya pandemi ini saja, ada 5 anak yatim dan piatu baru yang orang tuanya meninggal dunia terpapar Covid-19,”kata Shobirin. Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan Gresik telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi anak yatim piatu akibat Covid-19. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah blusukan ke Desa Kesamben, Kecamatan Driyorejo pada Kamis, 19 Agustus 2021. Wabup perempuan pertama di Kota Santri itu ke desa itu untuk membagikan sembako kepada masyarakat terdampak corona virus disease 2021.
Diantaranya, ke rumah mbah Juan dan nenek Amanah. Keduanya, lanjut usia (lansia). Usianya 70 tahun. Mereka tinggal sejumlah. Keduanya, lumpuh. Bahkan, nenek Amanah mengidap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah seperti menahan air matanya setelah melihat kondisi kesehatan mbah Jaun yang hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Badan kakek 70 tahun itu terlihat kurus. Bu Min yang didampingi Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr Mukhibatul Husna, Camat Driyorejo Narto dan tim pendamping program keluarga harapan (PKH) setempat. “Ini kulo Bu Min (Wabup Gresik), Mbah. Semoga bantuan ini semooga bisa mencukupi keperluan sehari- hari,”ujar Bu Min. Mbah Jaun mengucapkan terima kasih. “Alhamdulillah, kulo maturnuwun Bu,”ucap Mbah Jaun lirih nyaris tidak terdengar.
Selain memberikan bantuan kepada Mbah Jaun. Bu Min menyerahkan bantuan kepada nenek Amanah. Bantuan dari tim PKH Driyorejo itu diserahkan kepada cucu Mbah Juan dan Amanah. “Semoga bermanfaat nggih mbah, Saya doakan semoga lekas sembuh dan bantuan ini bisa bermanfaat,”imbuh Bu Min.
Bu Min menyatakan pemberian bantuan kepada Mbah Jaun dan Mbah Amanah ini merupakan salah satu program dari Pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Program bantuan sosial keluarga harapan yang digawangi oleh Dinas Sosial ini menyasar kelompok masyarakat lanjut usia, 70 tahun ke atas. “Tujuan sebagai upaya peningkatan kualitas hidup para lansia,”kata Bu Min. (yad)