Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mendatangi rumah nenek Sri, 84 tahun. Ia warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. Usia lanjut membuat nenek Sri mengalami gangguan penglihatan dan pikun. Nenek Sri hanya bisa berbaring di tempat tidur dirumah yang sederhana. 

Kedatangan Wabup Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Sosial Gresik Mahfud Ahmadi ; Camat Benjeng Suryo Wibowo ; serta Koordinator PKH Kabupaten Gresik Lestari Widodo untuk menyampaikan bantuan. Bantuan Program Keluarga Harapan plus Jaminan Sosial Lanjut Usia (PKH plus Jaslut).

Penyaluran PKH dan Jaslut dipusatkan di Balai Desa Sirnoboyo. Sebanyak 203 orang termasuk nenek Sri yang mendapatkan program triwulanan senilai Rp 2 juta tersebut. Penerima manfaat  PKH plus Jaslut minimal berusia 70 tahun.

Aminatun Habibah mengatakan bantuan sosial untuk masyarakat lanjut usia ini merupakan salah satu bantuan sosial dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tidak menjadi beban di keluarga yang tidak mampu. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mewanti-wanti kepada Kepala Desa dan tim pendamping PKH agar bantuan ini dikawal dan dipastikan tepat sasaran. Mulai dari tahap pendataan maupun ketika proses pencairan dana kepada penerima manfaat. 

“Kepada Kepala Desa dan minta agar pendataannya selalu update. Harus obyektif nggih. Benar-benar murni karena kondisi ekonomi calon penerima manfaatnya,” pesan Bu Min. Ketepatan data ini merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan program bantuan sosial. Sebab, bantuan sosial ini ditujukan untuk masyarakat yang membutuhkan sehingga bisa memutus kemiskinan. “Kedepan, Kabupaten Gresik akan dijadikan proyek percontohan untuk pengentasan kemiskinan di wilayah,”kata Bu Min. 

PKH plus Jaslut kerja sama antara Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Gresik dengan Bappeda Provinsi Jawa Timur, dimana nanti akan diracik strategi yang pas bagaimana cara untuk mengurangi angka kemiskinan. “Semangatnya adalah, bagaimana semua masyarakat di Kabupaten Gresik ini bisa menjadi masyarakat yang sejahtera,”kata Bu Min. (yad)

Update Data Objektif, PKH plus Jaslut Bisa Entas Kemiskinan di Gresik Selengkapnya

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup

GRESIK,1minute.id – Muslimat Nahdlatul Ulama kini memiliki klinik kesehatan. Klinik kali pertama di salah satu badan otonom (Banom) NU itu berlokasi di Desa Masangan, Kecamatan Bungah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meresmikan Klik Pratama NU pada Rabu, 22 September 2021.

Fandi Akhmad Yani  memberikan apresiasi terhadap Muslimat NU yang dinilai gigih atas kontribusinya terhadap pelayanan kesehatan. Muslimat NU hadir memberikan pelayanan kesehatan ditengah pandemi Covid-19. 

“Disaat pandemi belum berakhir, Muslimat NU hadir dengan membawa manfaat bagi masyarakat, yakni dengan beroperasinya klinik pratama. Bagi kami, ini merupakan bentuk kontribusi Muslimat NU terhadap pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani menambahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik siap mensupport apa yang menjadi kebutuhan klinik sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat dilakukan secara optimal. Bentuk support  Pemkab Gresik diantaranya beru bantuan keuangan senilai Rp 200 juta. Bantuan itu sebagai penunjang beropersasinya klinik tersebut. 

“Mudah-mudahan membawa keberkahan dan manfaat terhadap menunjang pelayanan kesehatan masyarakat agar lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun menambahkan klinik ini merupakan satu-satunya klinik pratama yang dimiliki organisasi Muslimat NU di Gresik. Dirinya berharap, klinik tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat, utamanya dalam pelayanan kesehatan. 

“Kami berharap pelayanan klinik ini dapat berjalan sebaik mungkin, sehingga masyarakat merasa dilayani dengan baik,”kata Bu Min. Klinik Pratama Muslimat NU ini dibawah naungan Yayasan Muslimat NU Kecamatan Bungah. (yad)

Klinik Pratama Muslimat NU Pertama Diresmikan Bupati dan Wabup Selengkapnya

Kali Pertama, Selama 50 Tahun Dishub Gelar Apel Harhubnas di Terminal

GRESIK,1minute.id – Suwari semringah. Sopir bus pariwisata itu dinyatakan lulus sertifikasi pengemudi angkutan pariwisata yang dterbitkan oleh BNSP LSPTI (Badan Nasional Sertifikasi Profesi Lembaga Sertifikasi Profesi Transportasi Indonesia). Sertifikat profesi diserahkan bertepatan pada Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Terminal Bunder Tipe C Gresik pada Senin, 20 September 2021.

Apel setengah abad Harhubnas kali pertama di Dinas Perhubungan Gresik itu dipimpin oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Selain Suwari ada 35 sopir lainnya yang mendapatkan sertifikat profesi yang dikeluarkan oleh LSPTI itu. 

Dishub Gresik menjadikan momentum istimewa itu untuk menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) sebanyak 1.785 orang. BLT sebesar Rp 200 ribu per orang berasal dari anggaran dari APBD Gresik 2021. 

Wabup Aminatun Habibah mengatakan, semangat Harhubnas tahun ini bisa membawa Dishub Gresik untuk lebih melayani kepada masyarakat. Ia berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu sehingga transportasi bisa kembali normal. “Saat ini, penumpang terbatas, kita harus bisa melayani lebih baik,”harap Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Ada dua tugas Dishub yang harus bisa dilaksanakan secara maksimal. Bu Min menyebut tentang penerangan jalan umum (PJU) setelah mendapatkan pelimpahan wewenang dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). “Penerangan di desa-desa untuk meningkatkan keamanan. Penerangan di desa ini akan kita genjot,”tegasnya. 

Selain PJU, imbuhnya, penataan parkir harus lebih maksimal. “Sehingga bisa mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah),”tegasnya. Sementara itu, Kadishub Gresik Tursilowanto Hariogi menegaskan, dalam sisa dua bulan mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik akan berusaha memberikan dukungan penuh kepada duet Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah.

“Kami ingin teman di Dishub ada semangat baru membangun Gresik memberikan dukungan besar bagi pemkab Gresik,”tegas Tursilowanto.
Ia mengaku bangga kepada teman-teman Dishub Gresik yang menginisiasi melakukan apel Harhubnas bertemakan “Bergerak Harmonikan Indonesia” ini. “Apel ini sejarah baru bagi Dishub Gresik karena baru kali ini Harhubnas digelar apel di kantor Dishub Gresik,”kata Tursilowanto. 

Sekretaris Dishub Gresik Muhammad Amri menambahkan, untuk memperingati Harhubnas ini dilakukan sejumlah aktivitas sosial untuk masyarakat transportasi di Gresik.  Amri menyebutkan tiga kegiatan memeriahkan Harhubnas di masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Tiga acara itu, penyerahan 36 sertifikat sertifikasi pengemudi angkutan pariwisata yg dterbitkan oleh BNSP LSPTI. Ada 36 pengemudi yang lulus tes sertifikasi ini. “Sebanyak 4 orang dinyatakan tidak lulus,”kata Amri.
Selain itu, pemberian bantuan langsung tunai kepada 1.785 pengemudi dengan total anggaran Rp 357 juta.

“Sasaran sopir angkot, angdes, pariwisata, ojol serta ojek konvensional,”tegasnya. Masa Pandemi Covid-19 ini, sopir mendapatkan pelayanan vaksinasi untuk mempercepat terbentuknya herd immunity di Gresik. “Vaksinasi kami alokasi 250 dosis kerja sama dengan Dinas kesehatan Gresik,”tegasnya. (yad)

Kali Pertama, Selama 50 Tahun Dishub Gelar Apel Harhubnas di Terminal Selengkapnya

Anggota Perkumpulan BPD Bantu Pemerintah Desa Perbaiki Data di Desa

GRESIK,1minute.id – Big data tentang kependudukan masih belum tertata rapi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap anggota Perkumpulan Badan Permusyawaratan Daerah (P-BPD) bisa membantu pemerintah desa untuk melakukan perbaikan data, bersinergi membangun Gresik baru. 

Hal itu diungkapkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika membuka Rapat Kerja (Raker) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi anggota Perkumpulan BPD di salah satu hotel di Kota Batu, Malang. Bimtek selama 2 hari, mulai Sabtu-Minggu, 18-19 September 2021 dibuka Bupati Fandi Akhmad Yani dan ditutup oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Fandi Akhmad Yani menyatakan, harapan besar dari BPD untuk turut mendukung Desa masing-masing untuk membangun Gresik baru yang lebih baik. “BPD mempunyai peran penting dalam pemerintahan tingkat Desa, saya berharap BPD bisa bersinergi dengan desa sehingga program pemerintah yang ada di tingkat desa bisa berjalan dengan baik dengan dukungan penuh BPD,”harap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani juga berharap semua anggota BPD ini kompak sehingga tidak ada benturan di desa terkait adanya perkumpulan BPD. Selain itu, Gus Yani juga menekankan agar BPD dan Desa bersama-sama dalam perbaikan data guna keberlangsungan pembangunan di desa. 

“Kita bisa mengatasi kemiskinan di tingkat desa itu juga karena berpatokan dengan data. Segala aspek pembangunan di desa juga berdasar pada data. Untuk itu mulai saat ini data-data yang ada di desa harus dibenahi dan ditata dengan baik,”tegas Gus Yani.

TUTUP RAKER: Wabup Gresik Aminatun Habibah berfotobersama peserta raker P-BPD di salah satu hotel di Batu,Malang pada Minggu, 19 September 2021 (foto : humas Pemkab Gresik)

Selain Gus Yani, narasumber lain yakni Kepala Inspektorat Gresik Edy Hadisiswoyo dengan materi tentang peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pengawasan pembangunan tingkat desa ;  Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (PMD) Malahatul Farda “Pembinaan dan pemberdayaan fungsi dan tugas BPD’ da  Kepala Dinas KBPP dr Syaifuddin Ghozali  tentang ‘Pemberdayan Perempuan dan Anak di tingkat Desa dan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Nurul Yatim yang memberikan pemaparan tentang ‘ Membangun sinergitas dalam Pemerintahan Desa’. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada BPD membantu mewujudkan program pemerintah daerah dalam dukungan pada pemerintah desa. “Pemerintah daerah memiliki beberapa program yang harus disukseskan, dengan kekompakan BPD ini semoga turut mendukung dan mensukseskan program pemerintah daerah melalui pemerintahan di tingkat desa” ujar Bu Min. 

Sementara itu, Suyanto, Ketua Perkumpulan BPD Gresik mengatakan kegiatan ini bimtek pengurus diharapkan dapat memberikan pengarahan ke desa desa. (yad)

Anggota Perkumpulan BPD Bantu Pemerintah Desa Perbaiki Data di Desa Selengkapnya

Wabup Minta IPI Tak Lelah Berkarya untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu


GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap kepada para pengurus Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Gresik untuk tidak pernah lelah dan terus berkarya untuk masyarakat. Hal itu disampaikan Bu Min- sapaan akrab-Wakil Bupati Aminatun Habibah saat memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-15 IPI Gresik yang dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto di salah satu hotel di Kecamatan Manyar, Gresik pada Kamis, 16 September 2021.

Bu Min mengatakan, sebagai tenaga kependidikan, IPI mempunyai tugas melakukan kegiatan pengendalian mutu, melakukan evaluasi dampak program PAUD, pendidikan kesetaraan dan keaksaraan. Serta, pendidikan dan pelatihan pada jalur pendidikan non formal dan informal.

“Mengacu pada tugas dan fungsi IPI tersebut, Saya berharap kepada seluruh jajaran pengurus untuk tidak pernah lelah dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui fungsinya sebagai pengendali mutu dan melakukan evaluasi terhadap lembaga pendidikan non formal,”katanya.

Dirinya juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para penilik yang selama ini berkontribusi dan memberikan manfaat bagi keberlangsungan pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Melalui momentum ini, saya sangat mengapresiasi atas segala bentuk kontribusi yang telah IPI berikan bagi keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Gresik,”imbuh Bu Min.

Pada kesempatatan itu, Bu Min menegaskan komitmen pemerintah  mendukung dan mensupport terhadap program dan tugas IPI demi terwujudnya jalur pendidikan non formal di Gresik yang memiliki komptensi dan bermutu. (yad)

Wabup Minta IPI Tak Lelah Berkarya untuk Wujudkan Pendidikan Bermutu Selengkapnya

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengunjungi SMP Negeri 24 Gresik.  Kedatangan Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah untuk memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah berlokasi di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik.

Di sekolah dipimpin oleh Syahrul Ulyah itu, PTM dilakukan dua sesi. Pagi dan siang. Ada 14 rombongan belajar (rombel). Pembelajaran offline itu dilakukan selama 3 jam tanpa istirahat. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Jawa-Bali saat ini,  Gresik masuk level 1 atawa zona hijau.

Meskipun begitu, Bu Min tetap mengingatkan sekolah dan siswa mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. 

“Ayo nak dibenerin pake maskernya, makin ganteng loh kalau maskernya di pake,”canda Bu Min. Kegiatan PTM di Kabupaten Gresik sudah berjalan hampir 3 minggu disambut baik oleh siswa dan wali murid. Dengan berjalannya PTM, diharapkan proses belajar mengajar ebisa berjalan maksimal. Tetapi protokol kesehatan tetap harus diperhatikan agar tidak muncul klaster penyebaran Covid-19.

Di akhir kunjungan, beliau berpesan kepada peserta didik bila kurang sehat untuk tidak memaksakan masuk sekolah “Kalau badan panas tidak boleh masuk ya, semangat belajar terus agar menjadi anak yang pintar mudah-mudahan cita-cita tercapai,”pesan Bu Min sambil berjalan meninggalkan sekolah. (yad)

Ayo Pakai Maskernya, Biar Semakin Ganteng dan Cantik Selengkapnya

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah

GRESIK,1minute.id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021. Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berdasarkan asesmen Menteri Kesehatan telah masuk level 1. Zona hijau sepekan sebelumnya zona kuning atawa zona 2.

Sejumlah lembaga pendidikan swasta semakin banyak memulai pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Yakni, 50 persen dari kapasitas rombongan belajar (rombel). Sistem pembelajaran bergilir, pagi dan siang. Diantaranya dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ma’arif NU di Desa Abar-Abir, Kecamatan Bunga, Gresik.

Sekolah jumlah siswa 120 ini melakukan sistem pembelajaran bergilir. Kelas I sampai III  masuk pagi. Sedangkan, siswa kelas IV sampai VI pembelajaran dilakukan pada siang hari. Untuk memastikan proses PTM sesuai protokol kesehatan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meninjau proses pembelajaran di MI Al Ma’arif NU itu pada Selasa, 14 September 2021.

Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah melakukan dialog dengan sejumlah peserta didik untuk mendengarkan cerita dari bocah-bocah bisa kembali sekolah. “Enak mana belajar dirumah (daring) atau di sekolah,”tanya Bu Min kepada Mufarrichul Anam Al Qowi. Siswa kelas Il dengan tegas menjawab “enak sekolah tatap muka bu,”jawab Faril -sapaan- Mufarrichul Anam Al Qowi. Ia mengaku selama setahun hingga naik kelas II belum pernah bertemu dengan guru dan teman-teman. :Saya bisa bertemu k sama bu guru bu,” jawabnya polos.

Sementara itu, Kepala MI Ma’arif NU Abar Abir Sulistianah mengatakan kalau sekolahnya baru melaksanakan proses belajar mengajar tatap muka seminggu terakhir. “Pembelajaran dilakukan dengan metode bergilir. Pagi dan siang,”ujar Sulistianah. (yad)

Wabup Pantau Prokes PTM, Siswa Ngaku Senang Belajar di Sekolah Selengkapnya

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK

GRESIK,1minute.id – Tingginya angka pengangguran membuat pemerintah mencari terobosan baru. Diantaranya, menginisiasi pertemuan dan kerjasama SMK se-Kabupaten Gresik dengan manajemen Wing Food di Aula SMK Islamic Qon, Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 8 September 2021.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakab jumlah pengangguran terbuka di Gresik masih diatas rata-rata Jawa Timur. “Ini merupakan suatu pekerjaan kita bersama untuk bisa memperbaiki keadaan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam pertemuan yang dihadiri Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto ; Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMK swasta se-Gresik Gresik Abdul Hanan serta perwakilan dari Manajemen Wings Food Peter Sindaru itu.

Pertemuan antara pelaku usaha dengan lembaga pendidikan Kejuruan ini, lanjutnya, sebagai usaha Pemkab untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. “Apabila perusahaan membuka lapangan pekerjaan maka yang dihubungi pertama kali adalah sekolah-sekolah yang ada di Gresik sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan segera pulih,”harapnya.  

Ia mengapresiasi  manajemen Wing Food yang komitmen merekrut lulusan SMK di Gresik. “Beliau (Peter Sindaru) sudah berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja yang ada di Mie Sedap dari teman – teman lulusan SMK yang ada di Kabupaten Gresik,”tegas Bu Min. 

Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik sebanyak 60 SMK negeri dan swasta di Gresik. Termasuk 4 SMK di Pulau Bawean. Total sekitar 16 ribu siswa. Setiap tahunnya meluluskan 4 ribu siswa. Sebanyak 20 persen atau sekitar 800 siswa melanjutkan kuliah. Sisanya, 3.200 fresh graduate memilih bekerja. 

Menurut  Plt Kancab Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, besarnya angka kelulusan tersebut dimana hampir semuanya keinginannya adalah bekerja. “Bisa dibayangkan bagaimana efek jika fresh graduate ini tidak terserap,”ungkap Kiswanto. Karena itu, dengan menggandeng perusahaan seperti ini, ia berharap, ada sikronisasi link and match. “Sehingga perusahaan yang ada di Gresik ini bisa memberikan manfaat langsung untuk lulusan SMK di Gresik,”imbuhnya. (yad)

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK Selengkapnya

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP

GRESIK,1minute.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD hingga SMA sederajat sudah mulai digelar sejak 31 Agustus 2021. PTM dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Vaksinasi untuk pelajar semakin diintensifkan.

Hari ini, Selasa, 7 September 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar serbuan vaksinasi di dua lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 4 Gresik dan SMP Negeri 16 Gresik di Kecamatan Kedamean.
Di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi dipantau langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah target 2 ribu pelajar di Kecamatan Kedamean itu. Sedangkan, SMP Negeri 4 Gresik menargetkan 1.000 dosis vaksinasi. 

Menurut Aminatun Habibah, serbuan vaksinasi untuk pelajar ini merupakan suatu ikhtiar bersama untuk menghadapi pandemi Covid-19. Dengan adanya vaksinasi ini, imbuhnya, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan ini semakin mantap dilakukan.

“Hal ini karena selain dari pihak guru yang sudah divaksin lengkap 2 dosis, dari sisi siswa juga dikejar vaksinasinya dengan kegiatan serbuan vaksinasi ini,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Camat Kedamean Arifin dan Kepala Puskesmas Kedamean Titik Ernawati dan jajaran guru di SMPN 16 Gresik. 

VAKSINASI PELAJAR SMP: Vaksinator melakukan suntik vaksinasi pelajar SMP Negeri 4 Gresik pada Selasa, 7 September 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Gresik sudah dimulai satu minggu yang lalu setelah hampir 17 bulan ditiadakan karena pandemi. Beberapa kali sebelumnya sudah ada wacana PTM, tetapi di lain pihak muncul kekhawatiran baik dari pemerintah maupun orang tua siswa munculnya klaster penyebaran baru. 

Dengan kegiatan vaksinasi ini seakan menjawab kekhawatiran tersebut, tentu saja tetap dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. “Vaksinasi ini merupakan usaha dari pemerintah kabupaten Gresik untuk mengejar herd immunity yaitu tingkat vaksinasi 75 persen dari populasi. Sisa 25 persen ini merupakan kelompok masyarakat yang tidak bisa divaksin seperti bayi dan anak anak yang berusia dibawah 12 tahun,”ujar Bu Min. 

Bu Min berpesan agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Selain itu, para guru juga diharapkan terus mengingatkan siswanya mengenai apa itu Covid-19 dan bagaimana cara mengurangi resiko terpaparnya.

Camat Kedamean Arifin mengatakan, selain di SMP Negeri 16 Gresik, serbuan vaksinasi satu dari berapa lokasi serbuan vaksinasi yang tersebar di beberapa balai desa di Kecamatan Kedamean, diantaranya di Balai Desa Kedamean, Balai Desa Banyuurip, Balai Desa Tanjung dan Balai Desa Glidih.“Dengan gencarnya kegiatan vaksinasi yang kita lakukan ini, angka vaksinasi kecamatan Kedamean sudah mencapai 60 persen,”ngkap Arifin. (yad)

Kejar Herd Immunity 75 Persen, Serbuan Vaksinasi Siswa Pelajar SMP Selengkapnya

Rentan Terpapar Covid-19, Dinas KBPPA Ajak Pasangan Tunda Kehamilan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua TP PKK Gresik membagikan alat kontrasepsi (alkon) kepada warga Kampung Kreasi Sidokumpul, Kecamatan Gresik  pada Senin, 6 September 2021.

Alkon ini dibagikan kepada pasangan usia subur (PUS). Tujuannya, mencegah kehamilan ibu selama masa pandemi Covid-19 Gresik. Sebab, kehamilan ibu rentan terpapar virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. 

Aminatun Habibah mengatakan, pemberian alkon ini untuk memberikan motivasi kepada masayarakat tentang pentingnya ber Keluarga Berencana (KB). “Ini bu, alat KB ini untuk anak atau mantunya. Bukan untuk ibu,“kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah kepada warga Kampung Kreasi Sidokumpul, Gresik.

Bu Min didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani  serta Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PPPA)  Syaifuddin Ghozali.

Sementara di acara ramah tamah di Kopi Sampah (Kosam) masih di kampung Kreasi, Bu Min kembali berharap kepada para ibu diupayakan jangan hamil dulu. Sebab, ibu hamil (bumil)  termasuk beresiko tinggi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
“Tetap waspada meski Gresik sudah masuk zona kuning atau level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Protokol Kesehatan (Prokes). Karena Covid-19 ada sekitar kita,”katanya. 

Senada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali juga mendukung yang disampaikan wabup Gresik. Dia menambahkan tentang kebijakan menunda kehamilan akan disampaikan kepada TP PKK yang ada dibawahnya.
“Untuk menunda kehamilan ini, para ibu harus ber KB dengan alat kontrasepsi sesuai pilihannya. Dinas KB PP dan PA siap mendukung berbagai alat kontrasepsi melalui seluruh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Gresik,”kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Kepala Dinas KB PP dan PA Syaifuddin Ghozali mengatakan bahwa pihaknya menyadari di era pandemi ini bahwa angka kehamilan masih tinggi. “Kehamilan merupakan suatu komorbit yang sangat beresiko tinggi. Dari data yang ada pada kami sejak Januari 2021 sampai saat ini ada seribu lebih kehamilan, 40 diantaranya terpapar Covid-19. Puncaknya kemarin selama 2 bulan ada 30 ibu hamil yang terpapar,”kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Gresik itu. (yad)

Rentan Terpapar Covid-19, Dinas KBPPA Ajak Pasangan Tunda Kehamilan Selengkapnya