Pengurus PWI Gresik Hasil Konferensi ke-III Dilantik, Ini Harapan Wakil Bupati


GRESIK,1minute.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik periode 2021-2024 resmi dilantik. Pelantikan  dilakukan oleh Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021.

Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus, VP Komunikasi Korporat PT Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar berlangsung khidmat. Usai pelantikan diisi diskusi ekonomi bertemakan Pandemic : It’s End But Not The End oleh Dahlan Iskan. Diskusi dipandu oleh Nur Fakih, mantan jurnalis.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan profesi wartawan tertantang tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang ada. Harus bisa memberikan inovasi kuat terhadap tulisan berita sebagai produk jurnalistik. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dahlan Iskan dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ketika menghadiri pelantikan Pengurus PWI Gresik di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tulisan menikmati bagi pembaca. Saya menikmati sekali tulisan Dahlan Iskan, ingin tahu terus. Tantangan bagi teman-teman wartawan. Kami tidak antikritik,”kata dia. 
Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini melanjutkan wartawan harus memberikan sentuhan halus di tulisannya, sehingga membuat tertarik untuk membacanya. Apalagi, di era saat ini, banyaknya informasi berasal dari media sosial. 

“Bagi saya tulisan dari wartawan dipercaya dibanding tulisan dari medsos. Wartawan Gresik berinovasi semaju-majunya. Semoga semuanya amanah memberikan terbaik bagi Kabupaten Gresik,”ujarnya. 

Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim memberikan pemahaman peta wartawanAda tiga. Yaitu, PWI, IJTI dan AJI yang sudah terakreditasi dewan pers. Dalam 10 tahun terakhir, media sosial memberi pengaruh luar biasa. Memonitor melalui smartphone. Sangat berbeda dengan wartawan yang harus melalui proses sebelum menghasilkan produk jurnalistik yaitu berita. “Medsos tidak pernah konfirmasi dan verifikasi,”terangnya. 

TOKOH PERS : Dahlan Iskan di Seminar Ekonomi bersama anggota PWI Gresik di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan mengatakan tantangan profesi wartawan di era digital banjir informasi dari media sosial seperti facebook, instagram dan twitter yang terbaru tiktok sudah bisa mempublikasikan produk jurnalistik ke khalayak umum, tanpa sensor, tanpa edit.  “Akibatnya pers tidak lagi menjadi ekslusif, wartawan tidak jadi pemegang utama produk jurnalistik yang namanya berita. Produk hoax luar biasa, membedakan kami citizen jurnalism adalah dimana produk jurnalistik dari kami dengan  produk citizen jurnalism,”terangnya. 

Disisi lain, era saat ini, banyak oknum wartawan yang sangat mengkhawatirkan meresahkan. Menjamurnya oknum wartawan masuk ke sekolah-sekolah dan desa. Hanya berbekal tanda pengenal atau ID card dengan harga paling murah Rp 25 ribu. “Oknum wartawan mendatangi kepala sekolah, kepala desa membawa kasus belum jelas untuk mendapatkan sesuatu. Saya pastikan 40 anggota PWI tidak ada diantara itu, karena kita sudah melalui uji kompetensi. Melalui proses panjang produk jurnalistik, harus mencari berita, diketik, rapat redaksi apakah layak terbit. Bagi narasumber yang keberatan akan diberi hak jawab keberatan. Narasumber keberatan wajib dimuat, kalau tidak bisa silahkan lapor ke dewan pers,”terangnya. (yad)

Pengurus PWI Gresik Hasil Konferensi ke-III Dilantik, Ini Harapan Wakil Bupati Selengkapnya

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 79 kafilah, pendamping dan official asal Kabupaten Gresik berangkat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Jawa Timur di Pamekasan, Madura pada Selasa, 2 November 2021. MTQ akan digelar mulai 2-11 November 2021dengan target mempertahankan juara umum digelaran 4 tahunan itu.

Puluhan kafilah asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu diberangkatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dari Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Puluhan kafilah itu berlomba di tujuh cabang perlombaan yakni Tilawah Quran ;  Hifdzil Quran ; Tafsir Quran ;  Fahmil Quran; Syarhil Quran ; Khattil Quran dan Makalah Ilmiah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada kafilah yang mengikuti MTQ Jawa Timur tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan agar kesehatan setiap peserta tetap terjaga.  “Semuanya di sana terus memakai masker ya, jangan ikut-ikutan yang tidak disiplin. Sehat itu nomor satu, untuk menang itu nomor dua, karena kesehatan adalah faktor utama dan selanjutnya kemenangan akan mengikuti, mudah-mudahan pulang membawa kemenangan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Harapannya MTQ ke-XXIX kali ini Kafilah Kabupaten Gresik dapat meraih juara umum kembali. “Insya Allah apa yang menjadi kebiasaan, karena kita sudah pernah 3 kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ, mudah-mudahan ini juga menjadi kebiasaan karena keseringan menang, sehingga besok kita akan mendapatkan juara,”ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, para kafilah sebelum keberangkatan untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga suara masing-masing, karena suara adalah hal yang sangat penting bagi peserta. Agar saat perlombaan semua tubuh fit dan tidak ada kendala apapun.

Bu Min-sapaan-Aminatun mengatakan disebuah perlombaan, menang dan kalah adalah suatu hal yang biasa. Tapi kita harus tetap berperang, dan mempunyai keinginan untuk menang. “Kita harus senantiasa fight, punya keinginan untuk menang itu harus, karena memang ini lomba. Kami Pemerintah Kabupaten Gresik senantiasa  mendukung apa yang menjadi keinginan kita semua,”ujarnya. 

Menang menurut Bu Min adalah suatu kesiapan dari diri kita sendiri. Karena sebenarnya peserta lomba MTQ yang dikirim adalah seorang pemanang dari kabupaten masing-masing. “Kadang ada yang tidak siap menang, semua kembali pada diri kita masing-masing. Jadi kita harus tetap optimis, karena kesiapan kita untuk menang adalah modal utama kita. Mudah-mudahan keinginan bapak Bupati kita untuk menjadi juara umum lagi akan terwujud,”harapnya. (yad)

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021 Selengkapnya

Desa Wedani Ditetapkan Desa Devisa, Bupati Sebut Satu-satunya di Jatim

GRESIK,1minute.id – Desa Wedani, Kecamatan Cerme ditetapkan sebagai Desa Devisa pada Selasa, 2 November 2021. Desa para pengerajin sarung tenun itu menjadi satu-satunya Desa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik diharapkan bisa menghasilkan devisa bagi negara dan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. 

“Semoga menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Desa Wedani sungguh luar biasa,”puji Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam peresmian Desa Wedani sebagai Desa Devisa Tenun Sarung di Balai Desa (Baldes) setempat pada Selasa, 2 November 2021. Peresmian Desa Devisa ini dilakukan secara hybrid dan virtual. 

Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto, perwakilan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Lukman Hakim serta pengurus koperasi Wedani Giri Nata (WGN) hadir secara langsung. Sedangkan, Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Daniel James Rombas, Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Untung Basuki hadir secara virtual. 

Fandi Akhmad Yani melanjutkan virus positif yang diraih Desa Wedani bisa menular kepada desa lainnya. “Terus melangkah dan menjadi inspirasi desa lainnya,”imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 
Penetapan Desa Wedani sebagai Desa Devisa hasil dari kolaborasi, sinergi semua pihak.

Pemkab Gresik, Bea Cukai,  LPEI dan stakeholder lainnya. Kolaborasi ini akan terus ditingkatkan sehingga kedepan semakin banyak lahir Desa Devisa di Gresik.  “Sehingga produk UMKM Gresik semakin banyak yang naik kelas,”katanya. Produk asal Desa bisa merambah lima benua tidak banyak. Apalagi dimasa pandemi Covid-19. Banyak UMKM yang kondisi kurang baik. 

SARUNG WEDANI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat motif sarung tenun Desa Wedani, Kecamatan Cerme di Balai Desa setempat pada Selasa, 2 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menjadi kewajiban pemerintah untuk mendampingi UMKM untuk tumbuh dan berkembang bahkan bisa mengekspor produknya. “Karena UMKM adalah salah satu pondasi kekuatan pemulihan ekonomi nasional,”ujarnya. Pemkab Gresik, imbuhnya, akan terus mendorong dan memberikan pendampingan kepada UMKM.

Lahirnya, Poedak Galery di eks terminal wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan Pahlawan, Gresik akan menjadi pusat bagi semua UMKM untuk berkonsultasi. Termasuk tentang perizinan hingga pendampingan modal yang melibatkan pihak lainnya. Sementara itu, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto menambahkan, pihaknya akan terus mendorong dan membantu UMKM untuk bisa ekspor. Karena Bea cukai memiliki jaringan di luar negeri seperti atase sehingga bisa mencarikan pasar ekspor di luar negeri.

“Kami akan terus membantu UMKM. Karena memiliki potensi ekspor yang luar biasa,”tegas Bier. Tentang volume ekspor UMKM di Gresik, Bier belum menghitung. “Tapi, dalam waktu dekat ini, sarung tenun Desa Wedani ini ekspor satu kontainer ke Yaman,”katanya. Kontainer 20 feed atau sekitar 27 ribu kodi. Bila satu kodi adalah 20 pcs total 540 ribu pcs. 

Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Daniel James Rombas menyatakan, pihaknya akan terus mendorong UMKM Gresik untuk bisa ekspor.  Pihaknya siap memberikan jasa konsultasi, pelatihan motif, marketing hingga pelaporan keuangan. “Dan, Desa Wedani memiliki kekhasan yakni ATBM (alat tenun bukan mesin) mengusung kearifan penduduk asli,”kata James Rombas dalam sambutan virtualnya. (yad)

Desa Wedani Ditetapkan Desa Devisa, Bupati Sebut Satu-satunya di Jatim Selengkapnya

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove


GRESIK,1minute.id –  Siapa bilang generasi Z dan milenial tidak peduli terhadap perubahan iklim. Buktinya pada momentum Hari Sumpah Pemuda ratusan anak muda melakukan penanaman ribuan pohon mangrove di Banyuurip Mangrove Center (BMC) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. 

Penanaman mangrove yang melibatkan semua elemen GP Ansor, mahasiswa, pramuka, nelayan, kelompok pemerhati mangrove serta masyarakat setempat itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Untuk menjangkau bibir pantai yang menjadi tampat menanam, peserta harus menyusuri hutan mangrove sejauh 1 kilometer. Tempat ini juga termasuk kawasan ekosistem esensial Mangrove Ujungpangkah (KEE MUP).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menanam mangrove di bibir pantai merupakan upaya menjaga kelestarian alam utamanya menjaga ekosistem ruang laut. “Ini juga kan sejalan dengan program pemerintah pusat,”kata Khofifah di sela tanam mangrove pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Khofifah menyatakan, ke depan pihaknya meminta dinas kehutanan untuk terus melakukan tanam mangrove. Program ini bernama ‘Nandur Mengrove’. Penanaman mangrove ini, lanjut Khofifah juga merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke’76 Pemprov Jatim. Tak hanya di Gresik, kegiatan serupa bakal dilakukan di sejumlah daerah. “Ini untuk menjaga keberlangsungan alam. Luasan mangrove yang semakin ditambah juga akan berdampak pada ekosistem secara jangka panjang,”imbuhnya.

NANDUR MANGROVE : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah simbolis menanam mangrove di BMC di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah pada Kamis, 28 Oktober 2021. (Foto : humas Pemkab Gresik)

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, penanaman mangrove harus dilakukan secara bersama-sama. Berkolaborasi. “Padi pagi kita juga memulai restorasi kawasan magrove di Kalimireng Manyar yang mana itu merupakan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perusahaan, mahasiswa, dan tentunya masyatakat sekitar,”kata BuMin-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Lebih lanjut, ia menambahkan gerakan restorasi magrove sejatinya memiliki banyak manfaat, baik dalam hal pelestarian lingkungan maupun dalam hal ekonomi. “Dengan adanya banyak mangrove, maka kualitas air dan udara akan menjadi semakin bagus. Belum lagi dengan terbentuknya ekosistem fauna laut seperti ikan atau kepiting yang bagus,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris menyatakan wilayahnya memang tengah mengembangkan wisata edukasi mangrove. Ada 17 jenis mangrove yang ada. Ia menerangkan, adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi menambah semangat warga desa untuk terus mengembangkan potensi ini.

“Jadi yang kami kembangkan total ada 17 jenis mangrove disini, jadi untuk wisata edukasi sangat cocok. Tinggal 2 jenis lagi, akan terus kami kembangkan,” terangnya. Ihsan menyampaikan, pengembangan mangrove di desanya merupakan kolaborasi antara kelompok pemerhati mangrove, nelayan, pemerintah, perusahaan sekitar serta masyarakat setempat. “Dengan dikomando kelompok, mangrove disini sangat rindang. Kita terus bersemangat untuk memgembangkan mangrove,”tegasnya. (yad)

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove Selengkapnya

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah optimistis pemuda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki kreativitas yang tinggi, mandiri dan kemampuan dalam berinovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. 

“Kita berharap Indonesia, Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini tak lepas dari peran pemuda untuk mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Terutama dalam menggerakkan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda,”kata Wabup Aminatun Habibah dalam sambutannya saat menjadi pimpinan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 di halaman kantor  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menambahkan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi karena mampu beradaptasi ditengah situasi pandemi Covid-10 yang belum usai.
“Pemuda sebagai salah satu komponen penggerak bangsa juga memiliki kapasitas serta mampu bertahan dan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,”katanya. Ia mencontohkan perusahaan rintisan,Startup. 

“Dibidang teknologi startup yang saat ini banyak digandrungi generasi milenial. Hal ini mampu menjadi faktor dalam pemulihan ekonomi masyarakat,”katanya. 
“Dengan terbiasa dan terlatih dengan situasi seperti saat ini, akan melahirkan generasi muda yang survive dan tangguh serta menjadi generasi yang lebih maju di masa mendatang,”harap Bu Min (yad)

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran

GRESIK,1minute.id –  PT Smelting membagikan ratusan lemari besi atau loker ke sejumlah pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Manyar, Bungah dan Sidayu. Kegiatan yang mengandeng Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PC RMI NU) Gresik itu dipusatkan di SMK Assa’adah, Kecamatan Bungah pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Bantuan loker itu diserahkan oleh Assisten Manager General Affair PT Smelting Indra Junor kepada Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin dan disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengharapkan sinergi antara industri dengan pondok pesantren (Ponpes) harus terus dijalin. Apalagi Gresik dikenal sebagai Kota Santri.

“Saya dan Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) berharap dukungan industri bagi sekolah maupun pesantren di Gresik. Baik bantuan program atau sarana pembelajaran untuk kepentingan santri,”ujarnya.  Lebih lanjut, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah,  juga mendorong adanya perusahaan mampu mengurangi jumlah pengganguran di Gresik.

“Kami berharap industri semakin banyak menyerap tenaga kerja warga Gresik. Dengan begitu diharapkan pula angka pengangguran dapat berkurang dan masyarakat Gresik bisa sejahtera,” harap Wabup.

Indra Junor mengatakan pemberian lemari besi ke pondok pesantren (Ponpes) merupakan bagian dari program CSR perusahaan. “Ada 142 lemari besi bekas karyawan yang kami bagikan,”ujarnya. Ditambahkan Indra, sebelum diberikan kepada ponpes, terlebih dulu lemari besi direkondisi. Sehingga seperti baru. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi pondok,”katanya.

Sementara itu, Ketua PC RMI NU Gresik KH. Ala’uddin mengaku senang atas kepedulian Smelting ke sejumlah ponpes di tiga kecamatan. “Nantinya lemari ini dapat dimanfaatkan untuk menyimpan berkas atau barang-barang pondok,”ungkap Gus Ala-panggilan akrab-KH. Ala’uddin didampingi Sekretaris RMI NU Gresik Imam Junaidi. “Kami tentunya berharap, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan pondok,” imbuhnya. (yad)

Wabup Dorong Industri Lebih Sinergi dengan Ponpes dan SMK untuk Mengentas Pengangguran Selengkapnya

Peringati HSN, Wabup Ajak Santri jadi Pelopor Pencegahan Stunting

GRESIK,1minute.id – Semarak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 mulai terasa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Diantaranya, seminar mengusung tema “Santri Gresik Pelopor Pencegahan Stunting untuk Generasi Penerus Bangsa yang Lebih Cerdas”.

Seminar digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas pada Kamis, 21 Oktober 2021. Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Menurut Aminatun Habibah, momentum peringatan HSN 2021 ini, para santri dapat menjadi sumber daya manusia yang bagus dan didukung oleh kesehatan yang baik. Serta, mendukung usaha pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dalam menurunkan angka stunting.
Stunting dan gizi buruk merupakan masalah krusial yang dihadapi oleh Indonesia, khususnya Gresik yang saat ini menjadi salah satu lokus stunting.

Kasus stunting di  Gresik saat ini berada pada angka 27 persen. “Gresik merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lokus stunting, sehingga perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat Gresik mengenai apa itu stunting dan bagaimana cara menghindarinya,”ujar Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Diperingati sejak 2015. Tahun ke-6 ini HSN mengusung tema Santri Siaga Jiwa Raga. Seminar diikuti 80 santri dari sepuluh pondok pesantren (Ponpes) di Gresik ini menghadirkan narasumber Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Kabupaten Gresik dr. Yeni Kurniawati ini dihadiri oleh Asisten 1 Sekretariat Daerah Gresik Abu Hassan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusna serta Direktur Utama PT. Phapros Tbk Hadi Kardoko. 

Bu Min menambahkan peringatan HSN bentuk pengakuan para santri juga ikut berjuang dalam Kemerdekaan Indonesia. Di masa saat ini santri juga berjuang dalam bentuk mengangkat Indonesia ini agar menjadi negara yang bermartabat di mata dunia sebagai bentuk kecintaannya pada tanah air. “Insya Allah ini terus didengungkan di pondok pesantren kita, senantiasa kita mengaji selalu dikatakan Hubbul Wathon Minal Iman,”sambungnya. 

Sementara itu, Hadi Kardoko mengungkapkan stunting adalah problem krusial. Karenanya, pihaknya,  berkontribusi dengan memberikan edukasi dengan harapan program pencegahan stunting nasional bisa berjalan dengan baik. “Kami melihat Gresik sebagai Kota Santri, dimana santri bisa memberikan kontribusi dan pengaruh yang signifikan dalam program pencegahan stunting,”ujarnya. (yad)

Peringati HSN, Wabup Ajak Santri jadi Pelopor Pencegahan Stunting Selengkapnya

Bikin Bangga Gresik, Nurul Sabet 4 Medali Emas, dan Pecahkan Rekor Gaya Punggung 200 Meter

GRESIK,1minute.id – Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX berakhir Jumat besok,15 Oktober 2021. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyempatkan hadir ajang olahraga bergengsi di tanah air itu. Kehadiran Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah ke Papua untuk memberikan suntikan semangat kepada para atlet asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang sedang berlaga membela kontingen Jawa Timur. 

PON ke-XX Papua ini, Gresik mengirimkan 31 atlet dan 13 official. Mereka berlaga di 15 cabang olahraga (Cabor). Diantaranya, Panjat Tebing, Sepak Takraw dan Renang. Di tiga cabor itu, atlet Gresik menyumbang medali emas untuk Jatim. “Mereka generasi milenial yang membanggakan bagi Gresik,”puji Bu Min. 

Atlet asal Gresik yang berlaga di PON ke-XX Papua itu diantaranya, kakak beradik Fitria Hartani dan Kharisma Ragil Rakasiwi. Keduanya atlet panjat tebing ini sukses meraih medali di nomor boulder perorangan putri pada Selasa, 5 Oktober 2021 sore. Fitria Hartani meraih emas dan Kharisma Ragil Rakasiwi meraih perak. 

Di cabor renang ada Nurul Fajar Fitriati. Nah, Wabup Aminatun Habibah menyaksikan langsung perjuangan atlet binaan Petrokimia Gresik asal Pekauman, Gresik itu memecahkan rekor gaya punggung 200 meter dengan catatan waktu 2 menit 19,78 detik, menggeser rekor sebelumnya yang dibuat Yessy V. Yosaputra dengan waktu 2 menit 20,70 detik saat PON ke-19. 

Nurul menyabet tiga medali emas di nomor lainnya. Sehingga, Nurul memborong 4 medali emas di PON ke-XX Papua 2021 ini. Bu Min  mendapat kehormatan untuk memberikan medali pemenang cabang olahraga renang itu.”Saya bangga sekali menyaksikan perjuangan atlet-atlet kita ini di PON,”ungkap Bu Min.

Ia menambahkan para atlet ini selain merupakan kebanggaan masyarakat Gresik, juga bisa menjadi suatu role model bagi pemuda. Gen-Z ini. “Bagaimana mereka tekun berlatih, tidak pantang menyerah dan terus berjuang untuk yang terbaik, ini suatu hal yang wajib di contoh,” tambahnya. (yad)

Bikin Bangga Gresik, Nurul Sabet 4 Medali Emas, dan Pecahkan Rekor Gaya Punggung 200 Meter Selengkapnya

Kajati Resmikan Gedung Kejari Hibah Bangunan dari Pemkab Rp 22 Miliar

GRESIK,1minute.id – Gedung Kejaksaan Negeri Gresik berdiri megah di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri Kecamatan Kebomas. Berdiri diatas lahan seluas 6 ribu persegi dengan luas bangunan 4.429 meter persegi (m²).  Gedung itu dibangun melalui dana Hibah APBD Gresik secara multiyers mulai 2019.

Gedung Korp Adhyaksa itu diresmikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Muhamad Dhofir pada Jumat, 8 Oktober 2021.Kajati  juga meresmikan rumah dinas yang merupakan hibah dari Kementrian PUTR yang berlokasi di samping kantor Kejati Jl. Ahmad Yani, Surabaya.

Kepala Kejati Jatim Muhamad Dhofir mengucapkan terima kasih atas hibah bangunan gedung Kejari Gresik yang menelan biaya sekitar Rp 22 miliar itu. Kajati juga mengucapkan terimakasih kepada Kementrian PUTR atas hibah rumah susun lengkap dengan mabeler untuk kedinasan di Kejati Jatim.

Pembangunan kantor baru Kejari Gresik ini merupakan hibah dari Pemkab Gresik dengan periode pembangunan dimulai masa Bupati Sambari Halim Radianto, hingga selesai pada masa Bupati Fandi Ahmad Yani.
“Hubungan baik ini menjadi catatan bagi kami sebagai bentuk sinergitas antarlembaga. Kami akan terus menjaga hubungan ini sebagai bentuk komitmen dan sinergitas yang kita bangun dengan tetap menerapkan kinerja yang lebih profesional,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, semoga dengan memiliki gedung yang megah ini kinerja Kejari Gresik semakin baik kedepan dengan tetap menerapkan kinerja yang profesional. “Jaga dan rawatlah gedung ini dengan baik, perbaiki jika ada yang rusak dan bekerjalah dengan baik dan profesional agar keadilan masyarakat dapat sepenuhnya ditegakkan,”pesannya.

Peresmian dua gedung hibah Pemkab Gresik dan Kementerian PUPR itu dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis,  Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Wakil Kajati, beberapa asisten dan Kordinator Kajari Surabaya Raya yakni Kajari Sidoarjo, Kajari Surabaya, Kajari Tanjung Perak, Kajari Mojokerto Kota dan Kabupataen serta Kajari Lamongan.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik senantiasa mendukung Kejari Gresik serta membangun sinergitas yang kuat antara seluruh komponen Forkopimda.
“Kami mensupport demi terciptanya kemaslahatan masyarakat di Kabupaten Gresik,”ujar Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Dirinya juga berharap agar bangunan baru gedung Kejari Gresik ini dapat lebih memantabkan semangat baru bagi jajaran Kejari Gresik untuk meningkatkan kualitas pelayanan penegakan hukum dengan melakukan berbagai inovasi, sekaligus melakukan sinergi dengan Forkopimda, terutama dalam rangka mewujudkan keberhasilan penegakan hukum.

“Dengan adanya gedung baru ini, saya selaku Pemkab Gresik berharap dapat digunakan untuk menjalankan tupoksi kejaksaan sesuai dengan perundang-undangan dan kebijakan lain yang ditetapkan oleh jaksa serta tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Kejaksaan dengan menjunjung tinggi nilai Tri Krama Adhyaksa,”katanya. 

Menurut Kejari Gresik Heru Winoto, gedung dua lantai dibangun mulai 2019-2021 sebesar Rp 22 miliar. Gedung di bangun dalam tiga tahap. Pada 2019  anggarannya  Rp 4,5 Miliar. Pada 2020 sebesar Rp 17 miliar dan anggaran 2021 sebesar Rp 196,5 Juta serta penyelesaian pembangunan Rp 1,4 miliar.

Tidak hanya itu, Kajari Gresik juga memberikan laporan terkait kinerja pengamanan dan penyelamatan aset milik Pemkab Gresik melalui Program Percepatan Persertifikatan Tanah 2021 berupa tanah seluas 338.605 meter persegi dengan senilai Rp13,65 miliar. (yad)

Kajati Resmikan Gedung Kejari Hibah Bangunan dari Pemkab Rp 22 Miliar Selengkapnya

Gandeng Siswa SMK Jawara Robotik Usir Hama Tikus

GRESIK,1minute.id – Sapa Petani di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme terasa beda pada Selasa, 5 Oktober 2021. Pasalnya, program peningkatan kesejahteraan petani petani itu dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. 

Kegiatan diawali panen padi secara simbolis oleh Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro dan Camat Cerme Suyono. Panen padi itu kali ketiga. Bupati Fandi Akhmad Yani usai menghadiri HUT ke-76 Tentara Nasional Indonesia di Makodim 0817 Gresik langsung menuju lokasi Desa Sukoanyar, tempat Sapa Desa sambil menyerahkan bantuan empat unit traktor kepada kelompok tani setempat. 

Dalam dialog bersama petani setempat itu, Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wakil Aminatun Habibah mendapatkan banyak keluhan. Diantaranya, terkait hama tikus, irigasi dan banjir Kali Lamong. Terkait hama tikus, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani ada dua cara yang akan dilakukan untuk memberantas hama tikus. Tradisional dan modern menggunakan teknologi robot. Gus Yani mengaku sudah bertemu dengan pelajar SMK yang kerap menjuarai lomba robot. 

“Anak-anak SMK kita ini pinter-pinter, langganan juara lomba robot. Karena itu, Saya sudah ketemu dengan anak-anak SMK Gresik untuk dibuatkan robot pengusir tikus,”ujar Gus Yani. Dengan usaha yang beriringan antara cara tradisional dan cara modern ini, diharapkan masalah hama Tikus bisa dikendalikan. 

PANEN RAYA : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan panen padi secara simbolis di Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme pada Selasa, 5 Oktober 2021 (Foto : Ist)

Terkait pengairan dan banjir Kali Lamong, Wabup Aminatun Habibah mengatakan, sudah menjadi fokus pemerintah daerah yang tertuang dalam program Nawa Karsa. “Saat ini sudah dimulai penanggulangan banjir Kali Lamong. Pembebasan tanah dan normalisasi sudah dimulai sebagai salah satu usaha, sehingga ketika musim hujan tidak banjir. Jadi panjenengan tandur niku tenang,”kata Bu Min.

Bu Min menjelaskan,  pengerukan sungai yang saat ini dilakukan bertujuan agar kedalaman sungai tidak semakin dangkal, sehingga debit air waktu musim hujan mampu ditampung dan tidak meluber ke sekitar. “Ini sudah menjadi keinginan Pak Bupati dan Saya, Kali Lamong selain di keruk, juga dibuatkan sudetan untuk mengisi waduk – waduk yang nantinya akan digunakan untuk mengairi lahan pertanian waktu musim Kemarau,”sambung Bu Min.

Sementara itu, Camat Cerme Suyono menjelaskan ecara keseluruhan lahan pertanian di Kecamatan Cerme seluas 6.668 hektare, produksinya 34.788 ton. “Biasanya, pnen padi dua kali setahun. Tapi, di Desa Sukoanyar ini istimewa karena bisa tiga kali panen,”kata Suyono. (yad)

Gandeng Siswa SMK Jawara Robotik Usir Hama Tikus Selengkapnya