Wajah Baru Pengurus PMI Harus Menginspirasi bagi Relawan Remaja

GRESIK,1minute.id – Wajah-wajah baru menghiasi struktur kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik masa khidmat 2021-2026. Ketua PMI Gresik diamanahkan kepada Achmad Nadlir, pengusaha. Sedangkan Dewan Kehormatan dijabat oleh Aminatun Habibah yang juga Wakil Bupati Gresik.

Pengurus anyar hasil musyawarah Kabupaten (Muskab) itu untuk kali pertama mengelar sarasehan dengan keluarga besar PMI  Gresik di Gedung PMI jalan Dr. Wahiddin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Aminatun Habibah berharap kepengurusan yang baru ini harus berpegang pada komitmennya untuk membawa PMI yang lebih responsif dan aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat berupa penanganan kebencanaan maupun kegiatan sosial lainnya. 

Selain itu, penguatan kualitas dan kapasitas relawan harus menjadi prioritas. “Karena relawan merupakan inti kekuatan dari kegiatan PMI,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. Penguatan relawan bisa melalui pembinaan kepada Palang Merah Remaja (PMR) sebagai embrio relawan PMI di seluruh wilayah kecamatan. 

“Tujuan kita ini mulia, yakni mengedepankan kemanusiaan. Maka penguatan karakter bagi relawan juga harus ditingkatkan,”harapnya. Sehingga kepengurusan PMI ini bisa menginspirasi lahirnya relawan-relawan baru. “Kegiatan PMI ini bukan hanya pada urusan donor darah saja, namun lebih luas pada lingkup kegiatan sosial. Artinya, PMI harus mengambil peran dan berkolaborasi dengan komponen lainnya,”katanya.

Achmad Nadlir terpilih secara aklamasi dalam musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Gresik. Pengusaha yang mantan Ketua DPC PPP Gresik ini menggantikan posisi Mohammad Nadjib. (yad)

Wajah Baru Pengurus PMI Harus Menginspirasi bagi Relawan Remaja Selengkapnya

Permudah ABK Belajar, Pemkab Perbanyak Resource Centre

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebab, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. 
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika meresmian SanggarAl-Ikhlas pada Kamis, 6 Januari 2022. Sanggar dan Sekolah Terapi anak-anak disabilitas itu berada di Desa Madumulyorejo, Kecamatan Dukun, Gresik.

Menurut Aminatun Habibah, Pemkab Gresik berkomitmen memberikan kesempatan sama bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.  Pemkab Gresik telah memfasilitasi melalui Resource Centre (RC) yang dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

Pemkab  berencana untuk menambah resource centre di wilayah Gresik Utara, Selatan dan Pulau Bawean. “Sebagai upaya kami agar Anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa memperoleh pendidikan yang layak,”katanya. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah berharap, keberadaan Sanggar Al-Ikhlas ini terus berkembang dan bermanfaat bagi anak-anak yang berada di wilayah sekitar desa tersebut. “Sehingga anak penyandang disabilitas tidak sampai menempuh jarak yang jauh untuk tetap bisa sekolah,”harapnya. 

Ia menceritakan saat telah ditemukan inovasi pembelajaran Al-Quran bagi disabilitas dengan metode Amakasa. Motode itu dikembangkan salah satu guru di Gresik dan diakui oleh Kementerian Agama untuk dapat diterapkan di seluruh Indonesia. “Metode ini juga pernah menghantarkan salah satu siswa disabilitas menorehkan prestasi di even MTQ beberapa waktu yang lalu. Saya berharap sanggar ini juga nantinya menggunakan metode tersebut,”tuturnya.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur Benny Sampirwantomengatakan pembangunan di Jawa Timur telah menuju inklusifitas. Pembangunan dan renovasi insfrastruktur mulai berfokus pada inklusi sosial dengan penyediaan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Antara lain, tempat pelayanan publik dan pelayanan pendidikan disabilitas. 

Disisi pendidikan sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 30/2018 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusi Provinsi Jawa Timur bahwa seluruh sekolah di Jawa Timur telah mengarah ke sekolah inklusi yang juga mengatur tentang penyediaan tenaga pendidik khusus untuk sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus. “Upaya Pemkab Gresik yang fokus memberikan perhatian bagi penyandang disabilitas ini harus didukung penuh,”ujarnya. (yad)

Permudah ABK Belajar, Pemkab Perbanyak Resource Centre Selengkapnya

SMA NUSA Deklarasikan Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan

GRESIK,1minute.id – SMA Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) Gresik mendeklarasikan sekolah ramah siswa. Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan pada Kamis, 16 Desember 2021. Deklarasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Aminatun Habibah, menyatakan bahwa kenyamanan siswa dalam belajar adalah yang paling utama. ‘’Di sekolah itu yang nomor satu adalah kenyamanan siswa-siswi kita dalam belajar. Karena kalau mereka tidak nyaman, pada akhirnya mereka malah tidak mau sekolah. Untuk itu saya benar-benar apresiasi sekali acara Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan  ini,’’ungkap Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah. 

Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan yang diselenggarakan oleh SMA NUSA Gresik ini, kali pertama diadakan oleh sekolah di Kabupaten Gresik.

Wabup melanjutkan apabila kenyamanan dapat diciptakan oleh pihak sekolah, maka siswa-siswi yang belajar akan merasa nyaman dan senang menempuh pembelajaran di sekolah. Ia berharap apa yang telah dideklarasikan oleh SMA NUSA Gresik itu bisa dilaksanakan dengan baik, supaya dapat mewujudkan sekolah yang benar-benar anti perundungan dan kekerasan.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi percontohan oleh sekolah-sekolah lain, dalam rangka menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa-siswi di Kabupaten Gresik dalam menempuh pendidikan. ‘’Kegiatan ini merupakan contoh yang baik, mudah-mudahan ini bisa menjadi percontohan untuk sekolah-sekolah lainnya,’’harap Bu Min. (yad)

SMA NUSA Deklarasikan Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan Selengkapnya

Wabup Ngantor di Desa, Sosialisasi Vaksinasi Anak 6-11 Tahun

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai ancang-ancang melakukan vaksinasi untuk Kelompok anak usia 6-11 tahun. Rencana itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Aminatun Habibah ketika ngantor sehari di Desa  Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom pada Rabu, 15 Desember 2021.

Wabup mengatakan vaksinasi untuk kelompok anak dibawah 12 tahun bertujuan melindungi masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Panjenengan tidak usah khawatir, vaksinasi untuk anak-anak ini sudah melalui penilitian dari lembaga yang berkompeten, terbukti aman dan halal. Ini semua adalah bentuk ikhtiar kita untuk menghadapi pandemi Covid-19, apalagi terakhir kita tahu ada varian baru Covid-19 yang kita kenal dengan nama Omicron,” jelas Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Vaksinasi Covid-19 menyasar anak-anak setelah vaksinasi kelompok umum melebihi target minimal 70 persen dan kelompok lansia 60 persen versi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Untuk memberikan perlindungan dari serangan SAR-CoV-2, virus pembawa Covid-19 semua warga Kota Santri harus mendapatkan vaksinasi. 

“Karena kita ingin agar seluruh masyarakat mulai dari lansia hingga anak-anak dalam kondisi yang sehat. Oleh karenanya, ia berpesan agar wali murid untuk tidak ragu-ragu dan segera mengajak anak-anaknya menerima vaksin Covid-19 pada kesempatan pertama,”tegasnya.  

Ngantor sehari di Desa Kesamben Kulon ini, Wabup Aminatun Habibah didampingi Asisten Administrasi Umum Abu Hasan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes) Malahatul Fardah, Kepala Dinas Pendidikan S. Hariyanto serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik Khusaini. 

Program ngantor di desa ini digagas oleh Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah untuk semakin dekat kepada masyarakat. Program ini juga untuk mengetahui mengetahui tentang hiruk pikuk masyarakat di desa. Program ini diawali di Pulau Bawean tepatnya di Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura. 

Bu Min  menaruh perhatian untuk kondisi lingkungan yang ada di sekitar Balai Desa.  Menurutnya dengan adanya lingkungan yang indah dan nyaman akan memberikan efek positif dan membuat masyarakat juga merasa nyaman untuk berkegiatan di Balai Desa.

“Apalagi daerah Kesamben Kulon ini terkenal sebagai sentra tanaman hias, sehingga potensi tersebut harus di maksimalkan, bahkan bisa menjadi potensi unggulan daerah untuk di ekspor ke luar negeri,”tambah Wabup. (yad)

Wabup Ngantor di Desa, Sosialisasi Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Selengkapnya

Wabup Targetkan Porprov VII Jatim, Gresik Masuk 5 Besar

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menargetkan atlet Gresik bisa masuk lima besar di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim 2022. Ajang multi-turnamen dihelat 2 tahun sekali itu, rencananya digelar di empat kota yakni, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Target 5 besar itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika membuka rapat kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik di Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Kamis, 25 November 2021.

“Gresik ini punya potensi untuk menyumbangkan atlet-atlet yang berprestasi, maka dalam rapat kerja ini Saya berharap bapak ibu bisa merencanakan secara jitu untuk apa saja yang bisa menjadikan atlet-atlet lebih berprestasi,”ujar Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah. 

Ia berharap Kabupaten Gresik bisa masuk ke dalam peringkat 5 besar agar bisa membawa nama harum Kabupaten Gresik di Provinsi Jawa Timur hingga di tingkat Nasional.  “Jangan tujuh besar, kemarin sudah tujuh besar kalau bisa nanti lima besar,”tegas Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Raker dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Gresik A.H Sinaga,  Wakil Ketua II KONI Jawa Timur M. Nabil, dan Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri. Dalam raker itu, Wabup Aminatun Habibah secara simbolis menyerahkan reward kepada atlet peraih medali dan official di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI 2021 di Papua. 

Atlet prestasi itu adalah Maulana Rifky Yavianda, peraih medali emas nomor 200 meter gaya bebas dari cabang olahraga (Cabor) Renang ; Andri Bagus Sugiarto, mendapatkan medali Perak Cabor atletik 100 meter final putra T11 dan medali Perak 200 meter final T11. Kemudian, Nazia, merebut medali perunggu Cabor Renang 50 meter gaya dada putri LCM perorangan open putri S8, S9 dan medali perunggu renang 50 meter gaya punggung putri LCM perorangan open putri S9. 

Selain atlet prestasi, Wabup Aminatun Habibah memberikan reward kepada official cabor  bulutangkis yaitu Muhammad Nur Cahya, serta Koko Pambudi Leksono selaku official pendamping atlet berprestasi. 
“Penghargaan ini diberikan agar semua atlet yang sudah mendapatkan medali maupun yang belum, lebih termotivasi dan semangat untuk menjalani Porprov tahun depan,”kata Wabup Aminatun Habibah. 

Kadispora Gresik A.H. Sinaga menambahkan pemberian reward untuk atlet dan official ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah  lewat Dispora bersama dengan KONI. Harapannya senada dengan Wabup, bahwa dengan pemberian reward ini insan olahraga terutama dari Kabupaten Gresik memiliki motivasi lebih untuk berjuang di berbagai kancah olahraga yang ada. 

Untuk diketahui, seharusnya Porprov VII berlangsung pada 2021 di empat kota, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat jadwal berubah menjadi 2022. Selain perubahan tahun penyelenggaraan, KONI Jatim juga mengganti batasan usia atlet peserta Porprov VII nanti. Semula, atlet yang akan bertanding maksimal berusia 21 tahun. Dalam keputusan barunya, KONI Jatim mengubah regulasinya menjadi 22 tahun. (yad)

Wabup Targetkan Porprov VII Jatim, Gresik Masuk 5 Besar Selengkapnya

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik

GRESIK, 1minute.id –  Pulau Bawean menjadi primadona wisata di Gresik. Kondisi alamnya  eksotis. Penduduknya ramah dan religius. Sebuah potensi yang tidak dimiliki di Gresik daratan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mewacanakan menjadikan Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan.

Bila teralisasi, Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menjadi pertama di Indonesia. Pemkab Gresik itu mulai menyosialisasikan kepada masyarakat dan praktisi pendidikan di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik pada Jumat malam, 19 November 2021.
Sosialisasi dipimpin langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan anggota DPRD Gresik Musa. Sosialisasi bertujuan mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat, aktivis dan praktisi pendidikan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Pulau Bawean memiliki potensi luar biasa. Bawean, pulaunya indah yang menjadi daya tarik semua orang. Pulau Bawaen menjadi pulau wisata seperti di Bali tidak cocok. “Banyak lembaga pendidikan dan pondok pesantren,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mencontohkan Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, memiliki 22 lembaga. Di Desa Sukaoneng, Sangkapura berderet sekolah dan pondok pesantren.  Bagaimana caranya Bawean bisa menarik semua orang ? Konsep Pulau Pendidikan yang akan diterapkan di Bawean adalah menjadikan Pulau Bawean sebagai tempat tujuan bagi siswa-siswi yang ingin belajar studi tentang bahasa, dengan mendirikan pusat pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

“Kami ingin menjadikan Bawean sebagai ‘Pare’ nya Kabupaten Gresik, tetapi tidak hanya berhenti di bahasa Inggris, melainkan juga bahasa Arab, karena Bawean kental dengan pendidikan pesantrennya,”jelas Bu Min. 
Bu Min berharap bahwa realisasi Bawean sebagai Pulau Pendidikan nantinya akan memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat Pulau Bawean, namun untuk seluruh pelajar yang ingin belajar bahasa dan tertarik untuk datang ke Bawean. 

Bu Min memohon doa dan masukan dari masyarakat agar program ini dapat diwujudkan dengan baik. “Jadi tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat mengangkat UMKM yang ada di Pulau Bawean, ekonomi masyarakat akan bergerak maju dan sejahtera,”sambungnya. 

Dimana lokasinya? Bu Min meminta masyarakat Bawean untuk membantu mengusulkan tempat yang tepat. “Bawean Perintis Pulau Pendidikan ini, bagian dari merealisasikan Program Nawa Karsa, Gresik Cerdas,” katanya. Bu Min mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi transportasi kepada pelajar yang belajar bahasa Inggris dan Arab di Pulau Bawean. “Kami berharap mimpi kami ( Bupati dan Wabup Gresik, Red)ini bisa cepat teralisasi,”ujarnya.

Anggota DPRD Gresik Musa mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan Pemkab Gresik itu. “Bila teralisasi, gagasan Pulau Pendidikan ini satu-satunya di Indonesia,”kata Musa.

Sebelumnya, Plt Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan memaparkan kondisi terkini sarana dan prasarana serta kualitas tenaga pendidik. Ia menyatakan ada dua program prioritas Dinas Pendidikan untuk mensukseskan program Nawa Karsa. Dua program prioritas itu, peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas pendidikan.

Hariyanto mengaku, sarpras pendidikan di Gresik sangat memprihatinkan. “Sekitar 75 persen sarpras pendidikan rusak. Rusak ringan, sedang dan berat,”katanya.  Sedangkan kualitas tenaga pendidik masih belum sesuai standardisasi pendidikan nasional. “Dinas Pendidikan dalam waktu dekat ini adalah dengan memberikan insentif kepada tenaga pendidik, khususnya guru-guru non PNS, dengan harapan agar kualitas tenaga pendidik akan meningkat dan dapat menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas pula,”katanya. 

Sosialisasi Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menghadirkan Fiaz, staf ahli Bupati Gresik. Salah satu, peserta sosialisasi meminta Pemkab Gresik menetapkan lokasinya. Ia mengusulkan tempat penangkaran rusa Bawean sebagai tempatnya. “Konsepnya sekolah alam,”katanya. (yad)

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengawali program Ngantor di Desa. Untuk kali pertama, Wabup Aminatun Habibah ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura pada Jumat, 19 November 2021.

Baru beberapa menit ngantor, Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah menerima sejumlah keluhan dari masyarakat setempat. Diantaranya, keluhan kesulitan air bersih, harga Tahu dan Tempe mahal serta hama kera dan babi hutan. Bu Min ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa itu didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik Malahatul Fardah. 

Bagaimana tanggapan Wabup Aminatun Habibah terkait curahat masyarakat tersebut? Bu Min mengatakan, terkait kesulitan air bersih yang dialami masyarakat menyarankan pemerintah desa setempat untuk membuat sumur bawah tanah. Pembuatan sumur bor itu disarankan menggunakan dana desa (DD) secara multiyears. 

Sebab, pembuatan sumur bor itu membutuhkan anggaran cukup besar. Tahun pertama mengalokasikan anggaran DD sebesar Rp 100 juta. “Nanti air tersebut didistribusikan ke warga berbayar. Tapi, jangan mahal-mahal. Pendapatan dari air tersebut bisa menjadi pendapatan desa,”katanya. 

Tentang harga Tahu dan Tempe mahal, Bu Min menyarankan masyarakat desa untuk menanam bahan bakunya. Kedelai, misalkan. “Saya yakin masyarakat disini bisa inovatif,”tegasnya. Tentang hama kera dan babi hutan? Wabup berjanji setelah pulang dari Pulau Bawean akan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian Gresik. “Kalau saat ini di Gresik daratan pengendalian hama tikus dilakukan dengan fogging dan burung hantu. Tapi, disini hama kera dan babi hutan,”tegasnya. 

VAKSINASI LANSIA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika berdialog dengan Saidi,70, warga Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura saat vaksinasi di balai desa setempat pada Jumat, 19 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, suasana di Balai Desa Kumalasa saat itu lebih ramai dari biasanya. Sebab, pemerintah desa setempat menggelar vaksinasi massal dan pos binaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) serta pos pelayanan terpadu (Posyandu) Lanjut Usia (Lansia). Dua kegiatan itu membuat suasana di balai desa tersebut terasa lebih riuh dari biasanya. 

Wabup Aminatun Habibah menyempatkan hadir ditengah masyarakat setempat. Memantau dan berdialog dengan warga yang sedang mengikuti vaksinasi. “Ngak sakit kan mbah,”kata Bu Min kepada kakek Saidi, 70, warga setempat. Saidi menjawab tidak terasa sakit. (yad)

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Cukai, Laporkan Bila Ada Peredaran Rokok tanpa Cukai

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama kantor Bea Cukai Gresik menggelar sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 18 November 2021.Sosialisasi dilakukan secara hybrid dan virtual.

Sosialisasi hybrid diikuti Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim, Pejabat Fungsional Bea Cukai Gresik Faisal Andi, Camat Sangkapura Samsul Arifin, dan Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Abdul Manan.

Sedangkan, sosialisasi virtual dilakukan oleh tiga anggota komisi I DPRD Gresik. Mereka adalah, Ketua Komisi Jumanto, Suberi dan Lusi Kustianah.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada para pedagang, toko kelontong untuk menjual rokok bercukai. “Masyarakat jangan beli rokok yang tanpa cukai,”kata Wabup Aminatun Habibah dihadapan peserta sosialisasi.

Mengapa rokok harus bercukai? Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengatakan, cukai salah satu penerimaan bagi pemerintah. “Hasil penerimaan cukai nanti akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,”kata Bu Min. “Jangan beli rokok yang tanpa cukai,”imbuhnya. 

Ketua Komisi I DPRD Gresik Jumanto menambahkan, saat ini ditengarai masih banyak peredaran rokok tanpa cukai. Terutama di kepulauan. “Daripada beli rokok tanpa cukai, mending tidak merokok biar sehat,”tegas politikus dari PDI-P itu.

SOSIALISASI CUKAI: Faisal Andy, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik ketika memberikan sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 18 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik Faisal Andy menjlentrehkan sepak terjang institusi dalam pemberantasan rokok ilegal.  Ia menyebut beberapa waktu, Kantor Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 0,5 miliar batang sigaret kretek mesin (SKM), ribuan batang sigaret putih mesin (SPM) , 228 ribu liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

“Peredaran rokok tanpa cukai berpotensi menimbulkan kerugian negara. Selain itu membahayakan bagi masyarakat,”katanya dihadapan puluhan pedagang. Ia pun menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal tersebut kepada para pedagang dan pemilik tokokelontong di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Ada lima jenis rokok ilegal yang beredar selama ini. Yakni, rokok polos ; rokok cukai palsu ; rokok menggunakan pita cukai bekas; rokok menggunakan cukai beda dan rokok menggunakan pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongan. 

“Penggunaan rokok ilegal ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun,”kata Faisal Andy. Faisal Andy meminta kepada masyarakat untuk membantu ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Bagaimana caranya? “Jangan membeli rokok tanpa cukai. Laporkan kepada kami bila menemukan peredaran rokok tanpa cukai,”tegas Faisal Andy. (yad)

Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Cukai, Laporkan Bila Ada Peredaran Rokok tanpa Cukai Selengkapnya

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri dan Kemenkes

GRESIK, 1minute.id – Kerja keras untuk menjadikan Gresik semakin sejahtera dan lingkungan sehat berbuah penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. 

Pemkab Gresik dinobatkan sebagai Kabupaten Sehat untuk kategori Swastisaba Wistara bersama 24 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Penghargaan itu diserahkan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 17 November 2021.

Swastisaba Wistara adalah penghargaan tertinggi dari pelaksanaan konsep Kabupaten/ Kota Sehat. Penghargaan itu diberikan 2 tahun sekali. Dan, Pemkab Gresik untuk kali pertama meraih penghargaan tersebut sejak 2005.

Plt Dirjen Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Sugeng Hariyono memberikan apresiasi kepada 36 Kab/Kota peraih penghargaan Swastisaba dan 3 Gubernur Pelopor Swastisaba. Ia melanjutkan, penghargaan Kabupaten/Kota Sehat/Swasti Saba diselenggarakan mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.

“Pandemi merupakan pelajaran bagi kita semua bagaimana pentingnya kesehatan diatas segalanya. Sehat negeriku, sehat dari desa, sehat dari kota dan sehat dari provinsi,”kata Sugeng Hariyono dalam sambutannya. “Mudah mudahan pemberian penghargaan ini memberikan spirit bagi kita semua untuk membangun lingkungan/ kawasan yang sehat,”imbuhnya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah tidak bisa menyembunyikan kegembiraan atas raihan Penghargaan Swastisaba Wistara untuk Kabupaten Gresik. “Alhamdulilah hari ini saya menerima penghargaan Swastisaba Wistara dimana Kabupaten Gresik mendapat predikat Sebagai Kabupaten Sehat. Tanda penghargaan Swastisaba Wistara untuk Kabupaten Gresik ini mengartikan Kabupaten Gresik sudah memberikan yang terbaik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Namun, ia tetap mengajak semua agar tetap bisa mempertahankan capaian yang sudah tercapai selama ini. “Bila dimungkin kan mari kita tingkatkan lagi,”imbuhnya. Bu Min mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, semua pemangku kebijakan, sekolah, pendidikan, kesehatan, lingkungan, industri yang telah membantu untuk menciptakan Gresik sebagai kabupaten Sehat. “Mari kita tetap istikamah dalam mempertahkan Kabupaten Gresik sebagai kabupaten yang sehat,”imbuhnya. 

Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. Tujuh penilaian tersebut diantaranya tatanan permukiman, sarana dan prasarana umum, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri serta sosial yang sehat. (yad)

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri dan Kemenkes Selengkapnya

Wabup Inginkan Camat Asistensi Dana Desa untuk Perbaikan Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat

GRESIK,1minute.id –  Dana Desatopik hangat dalam Diskusi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik Malahatul Fardah dengan para Camat se-Gresik.
Wabup Aminatun Habibah mengawali dengan mengingat tugas dan fungsi (tusi) Camat. Antara lain, membantu Bupati Gresik.

Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Camat juga menjadi pengawas dan membina Kepala Desa (Kades) dalam mengelola anggaran desa, bisa mendorong desa meningkatkan fasilitas seperti akses internet untuk memperlancar pelayanan dan  memotivasi desa untuk mengembangkan potensi desa masing masing. 

“Tidak hanya berlomba lomba menjadi desa wisata, tetapi juga bisa dengan membuat sentra industri khas daerah masing masing sehingga bisa meningkatkan ekonomi dan menghasilkan PAD,”kata Wabup Aminatun Habibah. 

Sebelumnya, Kepala Dinas PMD Malahatul Fardah menjeltrehkan tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD). Antara lain, untuk pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa seperti pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes, penyediaan listrik desa, dan pengembangan usaha ekonomi produktif. 

Selanjutnya, pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya, pengembangan desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting, serta desa inklusif untuk meningkatkan keterlibatan perempuan desa. Prioritas yang terakhir adalah mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai kewenangan desa. (yad)

Wabup Inginkan Camat Asistensi Dana Desa untuk Perbaikan Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Selengkapnya