Wabup Targetkan Porprov VII Jatim, Gresik Masuk 5 Besar

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menargetkan atlet Gresik bisa masuk lima besar di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim 2022. Ajang multi-turnamen dihelat 2 tahun sekali itu, rencananya digelar di empat kota yakni, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Target 5 besar itu diungkapkan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika membuka rapat kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik di Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik pada Kamis, 25 November 2021.

“Gresik ini punya potensi untuk menyumbangkan atlet-atlet yang berprestasi, maka dalam rapat kerja ini Saya berharap bapak ibu bisa merencanakan secara jitu untuk apa saja yang bisa menjadikan atlet-atlet lebih berprestasi,”ujar Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah. 

Ia berharap Kabupaten Gresik bisa masuk ke dalam peringkat 5 besar agar bisa membawa nama harum Kabupaten Gresik di Provinsi Jawa Timur hingga di tingkat Nasional.  “Jangan tujuh besar, kemarin sudah tujuh besar kalau bisa nanti lima besar,”tegas Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu. 

Raker dihadiri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Gresik A.H Sinaga,  Wakil Ketua II KONI Jawa Timur M. Nabil, dan Ketua KONI Gresik dr Anis Ambiyo Putri. Dalam raker itu, Wabup Aminatun Habibah secara simbolis menyerahkan reward kepada atlet peraih medali dan official di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI 2021 di Papua. 

Atlet prestasi itu adalah Maulana Rifky Yavianda, peraih medali emas nomor 200 meter gaya bebas dari cabang olahraga (Cabor) Renang ; Andri Bagus Sugiarto, mendapatkan medali Perak Cabor atletik 100 meter final putra T11 dan medali Perak 200 meter final T11. Kemudian, Nazia, merebut medali perunggu Cabor Renang 50 meter gaya dada putri LCM perorangan open putri S8, S9 dan medali perunggu renang 50 meter gaya punggung putri LCM perorangan open putri S9. 

Selain atlet prestasi, Wabup Aminatun Habibah memberikan reward kepada official cabor  bulutangkis yaitu Muhammad Nur Cahya, serta Koko Pambudi Leksono selaku official pendamping atlet berprestasi. 
“Penghargaan ini diberikan agar semua atlet yang sudah mendapatkan medali maupun yang belum, lebih termotivasi dan semangat untuk menjalani Porprov tahun depan,”kata Wabup Aminatun Habibah. 

Kadispora Gresik A.H. Sinaga menambahkan pemberian reward untuk atlet dan official ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah  lewat Dispora bersama dengan KONI. Harapannya senada dengan Wabup, bahwa dengan pemberian reward ini insan olahraga terutama dari Kabupaten Gresik memiliki motivasi lebih untuk berjuang di berbagai kancah olahraga yang ada. 

Untuk diketahui, seharusnya Porprov VII berlangsung pada 2021 di empat kota, yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Pandemi Covid-19 belum berakhir membuat jadwal berubah menjadi 2022. Selain perubahan tahun penyelenggaraan, KONI Jatim juga mengganti batasan usia atlet peserta Porprov VII nanti. Semula, atlet yang akan bertanding maksimal berusia 21 tahun. Dalam keputusan barunya, KONI Jatim mengubah regulasinya menjadi 22 tahun. (yad)

Wabup Targetkan Porprov VII Jatim, Gresik Masuk 5 Besar Selengkapnya

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik

GRESIK, 1minute.id –  Pulau Bawean menjadi primadona wisata di Gresik. Kondisi alamnya  eksotis. Penduduknya ramah dan religius. Sebuah potensi yang tidak dimiliki di Gresik daratan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mewacanakan menjadikan Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan.

Bila teralisasi, Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menjadi pertama di Indonesia. Pemkab Gresik itu mulai menyosialisasikan kepada masyarakat dan praktisi pendidikan di Pendapa Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik pada Jumat malam, 19 November 2021.
Sosialisasi dipimpin langsung Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan Gresik Hariyanto dan anggota DPRD Gresik Musa. Sosialisasi bertujuan mendapatkan masukan dari tokoh masyarakat, aktivis dan praktisi pendidikan di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan, Pulau Bawean memiliki potensi luar biasa. Bawean, pulaunya indah yang menjadi daya tarik semua orang. Pulau Bawaen menjadi pulau wisata seperti di Bali tidak cocok. “Banyak lembaga pendidikan dan pondok pesantren,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah. 

Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mencontohkan Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, memiliki 22 lembaga. Di Desa Sukaoneng, Sangkapura berderet sekolah dan pondok pesantren.  Bagaimana caranya Bawean bisa menarik semua orang ? Konsep Pulau Pendidikan yang akan diterapkan di Bawean adalah menjadikan Pulau Bawean sebagai tempat tujuan bagi siswa-siswi yang ingin belajar studi tentang bahasa, dengan mendirikan pusat pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab dan bahasa Inggris. 

“Kami ingin menjadikan Bawean sebagai ‘Pare’ nya Kabupaten Gresik, tetapi tidak hanya berhenti di bahasa Inggris, melainkan juga bahasa Arab, karena Bawean kental dengan pendidikan pesantrennya,”jelas Bu Min. 
Bu Min berharap bahwa realisasi Bawean sebagai Pulau Pendidikan nantinya akan memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat Pulau Bawean, namun untuk seluruh pelajar yang ingin belajar bahasa dan tertarik untuk datang ke Bawean. 

Bu Min memohon doa dan masukan dari masyarakat agar program ini dapat diwujudkan dengan baik. “Jadi tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga dapat mengangkat UMKM yang ada di Pulau Bawean, ekonomi masyarakat akan bergerak maju dan sejahtera,”sambungnya. 

Dimana lokasinya? Bu Min meminta masyarakat Bawean untuk membantu mengusulkan tempat yang tepat. “Bawean Perintis Pulau Pendidikan ini, bagian dari merealisasikan Program Nawa Karsa, Gresik Cerdas,” katanya. Bu Min mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi transportasi kepada pelajar yang belajar bahasa Inggris dan Arab di Pulau Bawean. “Kami berharap mimpi kami ( Bupati dan Wabup Gresik, Red)ini bisa cepat teralisasi,”ujarnya.

Anggota DPRD Gresik Musa mengatakan, pihaknya mengapresiasi gagasan Pemkab Gresik itu. “Bila teralisasi, gagasan Pulau Pendidikan ini satu-satunya di Indonesia,”kata Musa.

Sebelumnya, Plt Kadispendik Gresik Hariyanto menyatakan memaparkan kondisi terkini sarana dan prasarana serta kualitas tenaga pendidik. Ia menyatakan ada dua program prioritas Dinas Pendidikan untuk mensukseskan program Nawa Karsa. Dua program prioritas itu, peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan kualitas pendidikan.

Hariyanto mengaku, sarpras pendidikan di Gresik sangat memprihatinkan. “Sekitar 75 persen sarpras pendidikan rusak. Rusak ringan, sedang dan berat,”katanya.  Sedangkan kualitas tenaga pendidik masih belum sesuai standardisasi pendidikan nasional. “Dinas Pendidikan dalam waktu dekat ini adalah dengan memberikan insentif kepada tenaga pendidik, khususnya guru-guru non PNS, dengan harapan agar kualitas tenaga pendidik akan meningkat dan dapat menghasilkan siswa-siswi yang berkualitas pula,”katanya. 

Sosialisasi Bawean sebagai Pulau Perintis Pendidikan ini menghadirkan Fiaz, staf ahli Bupati Gresik. Salah satu, peserta sosialisasi meminta Pemkab Gresik menetapkan lokasinya. Ia mengusulkan tempat penangkaran rusa Bawean sebagai tempatnya. “Konsepnya sekolah alam,”katanya. (yad)

Bawean, Pulau Perintis Pendidikan di Kabupaten Gresik Selengkapnya

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengawali program Ngantor di Desa. Untuk kali pertama, Wabup Aminatun Habibah ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura pada Jumat, 19 November 2021.

Baru beberapa menit ngantor, Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah menerima sejumlah keluhan dari masyarakat setempat. Diantaranya, keluhan kesulitan air bersih, harga Tahu dan Tempe mahal serta hama kera dan babi hutan. Bu Min ngantor sehari di Balai Desa Kumalasa itu didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik Malahatul Fardah. 

Bagaimana tanggapan Wabup Aminatun Habibah terkait curahat masyarakat tersebut? Bu Min mengatakan, terkait kesulitan air bersih yang dialami masyarakat menyarankan pemerintah desa setempat untuk membuat sumur bawah tanah. Pembuatan sumur bor itu disarankan menggunakan dana desa (DD) secara multiyears. 

Sebab, pembuatan sumur bor itu membutuhkan anggaran cukup besar. Tahun pertama mengalokasikan anggaran DD sebesar Rp 100 juta. “Nanti air tersebut didistribusikan ke warga berbayar. Tapi, jangan mahal-mahal. Pendapatan dari air tersebut bisa menjadi pendapatan desa,”katanya. 

Tentang harga Tahu dan Tempe mahal, Bu Min menyarankan masyarakat desa untuk menanam bahan bakunya. Kedelai, misalkan. “Saya yakin masyarakat disini bisa inovatif,”tegasnya. Tentang hama kera dan babi hutan? Wabup berjanji setelah pulang dari Pulau Bawean akan berkomunikasi dengan Dinas Pertanian Gresik. “Kalau saat ini di Gresik daratan pengendalian hama tikus dilakukan dengan fogging dan burung hantu. Tapi, disini hama kera dan babi hutan,”tegasnya. 

VAKSINASI LANSIA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah ketika berdialog dengan Saidi,70, warga Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura saat vaksinasi di balai desa setempat pada Jumat, 19 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, suasana di Balai Desa Kumalasa saat itu lebih ramai dari biasanya. Sebab, pemerintah desa setempat menggelar vaksinasi massal dan pos binaan terpadu penyakit tidak menular (Posbindu PTM) serta pos pelayanan terpadu (Posyandu) Lanjut Usia (Lansia). Dua kegiatan itu membuat suasana di balai desa tersebut terasa lebih riuh dari biasanya. 

Wabup Aminatun Habibah menyempatkan hadir ditengah masyarakat setempat. Memantau dan berdialog dengan warga yang sedang mengikuti vaksinasi. “Ngak sakit kan mbah,”kata Bu Min kepada kakek Saidi, 70, warga setempat. Saidi menjawab tidak terasa sakit. (yad)

Wabup Sehari Ngantor di Desa, Warga Curhat Kesulitan Air, Hama Kera hingga Harga Tahu Tempe Mahal Selengkapnya

Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Cukai, Laporkan Bila Ada Peredaran Rokok tanpa Cukai

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama kantor Bea Cukai Gresik menggelar sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean pada Kamis, 18 November 2021.Sosialisasi dilakukan secara hybrid dan virtual.

Sosialisasi hybrid diikuti Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, anggota Komisi I DPRD Gresik Bustami Hazim, Pejabat Fungsional Bea Cukai Gresik Faisal Andi, Camat Sangkapura Samsul Arifin, dan Kepala Sub Bagian Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Gresik Abdul Manan.

Sedangkan, sosialisasi virtual dilakukan oleh tiga anggota komisi I DPRD Gresik. Mereka adalah, Ketua Komisi Jumanto, Suberi dan Lusi Kustianah.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada para pedagang, toko kelontong untuk menjual rokok bercukai. “Masyarakat jangan beli rokok yang tanpa cukai,”kata Wabup Aminatun Habibah dihadapan peserta sosialisasi.

Mengapa rokok harus bercukai? Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah mengatakan, cukai salah satu penerimaan bagi pemerintah. “Hasil penerimaan cukai nanti akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat,”kata Bu Min. “Jangan beli rokok yang tanpa cukai,”imbuhnya. 

Ketua Komisi I DPRD Gresik Jumanto menambahkan, saat ini ditengarai masih banyak peredaran rokok tanpa cukai. Terutama di kepulauan. “Daripada beli rokok tanpa cukai, mending tidak merokok biar sehat,”tegas politikus dari PDI-P itu.

SOSIALISASI CUKAI: Faisal Andy, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik ketika memberikan sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai di Pendapa Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik pada Kamis, 18 November 2021 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Gresik Faisal Andy menjlentrehkan sepak terjang institusi dalam pemberantasan rokok ilegal.  Ia menyebut beberapa waktu, Kantor Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 0,5 miliar batang sigaret kretek mesin (SKM), ribuan batang sigaret putih mesin (SPM) , 228 ribu liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

“Peredaran rokok tanpa cukai berpotensi menimbulkan kerugian negara. Selain itu membahayakan bagi masyarakat,”katanya dihadapan puluhan pedagang. Ia pun menjelaskan ciri-ciri rokok ilegal tersebut kepada para pedagang dan pemilik tokokelontong di Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean itu.

Ada lima jenis rokok ilegal yang beredar selama ini. Yakni, rokok polos ; rokok cukai palsu ; rokok menggunakan pita cukai bekas; rokok menggunakan cukai beda dan rokok menggunakan pita cukai yang tidak sesuai jenis dan golongan. 

“Penggunaan rokok ilegal ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 8 tahun,”kata Faisal Andy. Faisal Andy meminta kepada masyarakat untuk membantu ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Bagaimana caranya? “Jangan membeli rokok tanpa cukai. Laporkan kepada kami bila menemukan peredaran rokok tanpa cukai,”tegas Faisal Andy. (yad)

Pemkab Gresik dan Bea Cukai Gresik Sosialisasi Cukai, Laporkan Bila Ada Peredaran Rokok tanpa Cukai Selengkapnya

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri dan Kemenkes

GRESIK, 1minute.id – Kerja keras untuk menjadikan Gresik semakin sejahtera dan lingkungan sehat berbuah penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. 

Pemkab Gresik dinobatkan sebagai Kabupaten Sehat untuk kategori Swastisaba Wistara bersama 24 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia. Penghargaan itu diserahkan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 17 November 2021.

Swastisaba Wistara adalah penghargaan tertinggi dari pelaksanaan konsep Kabupaten/ Kota Sehat. Penghargaan itu diberikan 2 tahun sekali. Dan, Pemkab Gresik untuk kali pertama meraih penghargaan tersebut sejak 2005.

Plt Dirjen Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Sugeng Hariyono memberikan apresiasi kepada 36 Kab/Kota peraih penghargaan Swastisaba dan 3 Gubernur Pelopor Swastisaba. Ia melanjutkan, penghargaan Kabupaten/Kota Sehat/Swasti Saba diselenggarakan mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34 tahun 2005 dan Nomor:1138/Menkes/PB/VIII/2005.

“Pandemi merupakan pelajaran bagi kita semua bagaimana pentingnya kesehatan diatas segalanya. Sehat negeriku, sehat dari desa, sehat dari kota dan sehat dari provinsi,”kata Sugeng Hariyono dalam sambutannya. “Mudah mudahan pemberian penghargaan ini memberikan spirit bagi kita semua untuk membangun lingkungan/ kawasan yang sehat,”imbuhnya. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah tidak bisa menyembunyikan kegembiraan atas raihan Penghargaan Swastisaba Wistara untuk Kabupaten Gresik. “Alhamdulilah hari ini saya menerima penghargaan Swastisaba Wistara dimana Kabupaten Gresik mendapat predikat Sebagai Kabupaten Sehat. Tanda penghargaan Swastisaba Wistara untuk Kabupaten Gresik ini mengartikan Kabupaten Gresik sudah memberikan yang terbaik,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah.

Namun, ia tetap mengajak semua agar tetap bisa mempertahankan capaian yang sudah tercapai selama ini. “Bila dimungkin kan mari kita tingkatkan lagi,”imbuhnya. Bu Min mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, semua pemangku kebijakan, sekolah, pendidikan, kesehatan, lingkungan, industri yang telah membantu untuk menciptakan Gresik sebagai kabupaten Sehat. “Mari kita tetap istikamah dalam mempertahkan Kabupaten Gresik sebagai kabupaten yang sehat,”imbuhnya. 

Swasti Saba Wistara merupakan penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan yang diberikan kepada kota atau kabupaten yang telah menyelenggarakan tujuh tatanan penilaian. Tujuh penilaian tersebut diantaranya tatanan permukiman, sarana dan prasarana umum, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, pangan dan gizi, kehidupan masyarakat sehat dan mandiri serta sosial yang sehat. (yad)

Kabupaten Gresik Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kemendagri dan Kemenkes Selengkapnya

Wabup Inginkan Camat Asistensi Dana Desa untuk Perbaikan Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat

GRESIK,1minute.id –  Dana Desatopik hangat dalam Diskusi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Gresik Malahatul Fardah dengan para Camat se-Gresik.
Wabup Aminatun Habibah mengawali dengan mengingat tugas dan fungsi (tusi) Camat. Antara lain, membantu Bupati Gresik.

Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Camat juga menjadi pengawas dan membina Kepala Desa (Kades) dalam mengelola anggaran desa, bisa mendorong desa meningkatkan fasilitas seperti akses internet untuk memperlancar pelayanan dan  memotivasi desa untuk mengembangkan potensi desa masing masing. 

“Tidak hanya berlomba lomba menjadi desa wisata, tetapi juga bisa dengan membuat sentra industri khas daerah masing masing sehingga bisa meningkatkan ekonomi dan menghasilkan PAD,”kata Wabup Aminatun Habibah. 

Sebelumnya, Kepala Dinas PMD Malahatul Fardah menjeltrehkan tentang prioritas penggunaan Dana Desa (DD). Antara lain, untuk pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa seperti pembentukan, pengembangan dan revitalisasi BUMDes, penyediaan listrik desa, dan pengembangan usaha ekonomi produktif. 

Selanjutnya, pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya, pengembangan desa wisata, penguatan ketahanan pangan dan pencegahan stunting, serta desa inklusif untuk meningkatkan keterlibatan perempuan desa. Prioritas yang terakhir adalah mitigasi dan penanganan bencana alam dan non alam sesuai kewenangan desa. (yad)

Wabup Inginkan Camat Asistensi Dana Desa untuk Perbaikan Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Selengkapnya

Pengurus PWI Gresik Hasil Konferensi ke-III Dilantik, Ini Harapan Wakil Bupati


GRESIK,1minute.id – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik periode 2021-2024 resmi dilantik. Pelantikan  dilakukan oleh Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021.

Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus, VP Komunikasi Korporat PT Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar berlangsung khidmat. Usai pelantikan diisi diskusi ekonomi bertemakan Pandemic : It’s End But Not The End oleh Dahlan Iskan. Diskusi dipandu oleh Nur Fakih, mantan jurnalis.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan profesi wartawan tertantang tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang ada. Harus bisa memberikan inovasi kuat terhadap tulisan berita sebagai produk jurnalistik. 

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dahlan Iskan dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir ketika menghadiri pelantikan Pengurus PWI Gresik di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tulisan menikmati bagi pembaca. Saya menikmati sekali tulisan Dahlan Iskan, ingin tahu terus. Tantangan bagi teman-teman wartawan. Kami tidak antikritik,”kata dia. 
Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini melanjutkan wartawan harus memberikan sentuhan halus di tulisannya, sehingga membuat tertarik untuk membacanya. Apalagi, di era saat ini, banyaknya informasi berasal dari media sosial. 

“Bagi saya tulisan dari wartawan dipercaya dibanding tulisan dari medsos. Wartawan Gresik berinovasi semaju-majunya. Semoga semuanya amanah memberikan terbaik bagi Kabupaten Gresik,”ujarnya. 

Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim memberikan pemahaman peta wartawanAda tiga. Yaitu, PWI, IJTI dan AJI yang sudah terakreditasi dewan pers. Dalam 10 tahun terakhir, media sosial memberi pengaruh luar biasa. Memonitor melalui smartphone. Sangat berbeda dengan wartawan yang harus melalui proses sebelum menghasilkan produk jurnalistik yaitu berita. “Medsos tidak pernah konfirmasi dan verifikasi,”terangnya. 

TOKOH PERS : Dahlan Iskan di Seminar Ekonomi bersama anggota PWI Gresik di Wisma Kebomas Petrokimia Gresik pada Kamis, 11 November 2021 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Ashadi Iksan mengatakan tantangan profesi wartawan di era digital banjir informasi dari media sosial seperti facebook, instagram dan twitter yang terbaru tiktok sudah bisa mempublikasikan produk jurnalistik ke khalayak umum, tanpa sensor, tanpa edit.  “Akibatnya pers tidak lagi menjadi ekslusif, wartawan tidak jadi pemegang utama produk jurnalistik yang namanya berita. Produk hoax luar biasa, membedakan kami citizen jurnalism adalah dimana produk jurnalistik dari kami dengan  produk citizen jurnalism,”terangnya. 

Disisi lain, era saat ini, banyak oknum wartawan yang sangat mengkhawatirkan meresahkan. Menjamurnya oknum wartawan masuk ke sekolah-sekolah dan desa. Hanya berbekal tanda pengenal atau ID card dengan harga paling murah Rp 25 ribu. “Oknum wartawan mendatangi kepala sekolah, kepala desa membawa kasus belum jelas untuk mendapatkan sesuatu. Saya pastikan 40 anggota PWI tidak ada diantara itu, karena kita sudah melalui uji kompetensi. Melalui proses panjang produk jurnalistik, harus mencari berita, diketik, rapat redaksi apakah layak terbit. Bagi narasumber yang keberatan akan diberi hak jawab keberatan. Narasumber keberatan wajib dimuat, kalau tidak bisa silahkan lapor ke dewan pers,”terangnya. (yad)

Pengurus PWI Gresik Hasil Konferensi ke-III Dilantik, Ini Harapan Wakil Bupati Selengkapnya

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 79 kafilah, pendamping dan official asal Kabupaten Gresik berangkat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Jawa Timur di Pamekasan, Madura pada Selasa, 2 November 2021. MTQ akan digelar mulai 2-11 November 2021dengan target mempertahankan juara umum digelaran 4 tahunan itu.

Puluhan kafilah asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu diberangkatkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dari Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik. Puluhan kafilah itu berlomba di tujuh cabang perlombaan yakni Tilawah Quran ;  Hifdzil Quran ; Tafsir Quran ;  Fahmil Quran; Syarhil Quran ; Khattil Quran dan Makalah Ilmiah.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengingatkan kepada kafilah yang mengikuti MTQ Jawa Timur tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan agar kesehatan setiap peserta tetap terjaga.  “Semuanya di sana terus memakai masker ya, jangan ikut-ikutan yang tidak disiplin. Sehat itu nomor satu, untuk menang itu nomor dua, karena kesehatan adalah faktor utama dan selanjutnya kemenangan akan mengikuti, mudah-mudahan pulang membawa kemenangan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Harapannya MTQ ke-XXIX kali ini Kafilah Kabupaten Gresik dapat meraih juara umum kembali. “Insya Allah apa yang menjadi kebiasaan, karena kita sudah pernah 3 kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ, mudah-mudahan ini juga menjadi kebiasaan karena keseringan menang, sehingga besok kita akan mendapatkan juara,”ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, para kafilah sebelum keberangkatan untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga suara masing-masing, karena suara adalah hal yang sangat penting bagi peserta. Agar saat perlombaan semua tubuh fit dan tidak ada kendala apapun.

Bu Min-sapaan-Aminatun mengatakan disebuah perlombaan, menang dan kalah adalah suatu hal yang biasa. Tapi kita harus tetap berperang, dan mempunyai keinginan untuk menang. “Kita harus senantiasa fight, punya keinginan untuk menang itu harus, karena memang ini lomba. Kami Pemerintah Kabupaten Gresik senantiasa  mendukung apa yang menjadi keinginan kita semua,”ujarnya. 

Menang menurut Bu Min adalah suatu kesiapan dari diri kita sendiri. Karena sebenarnya peserta lomba MTQ yang dikirim adalah seorang pemanang dari kabupaten masing-masing. “Kadang ada yang tidak siap menang, semua kembali pada diri kita masing-masing. Jadi kita harus tetap optimis, karena kesiapan kita untuk menang adalah modal utama kita. Mudah-mudahan keinginan bapak Bupati kita untuk menjadi juara umum lagi akan terwujud,”harapnya. (yad)

Harapan Bupati Fandi Akhmad Yani kepada Kafilah MTQ Jawa Timur 2021 Selengkapnya

Desa Wedani Ditetapkan Desa Devisa, Bupati Sebut Satu-satunya di Jatim

GRESIK,1minute.id – Desa Wedani, Kecamatan Cerme ditetapkan sebagai Desa Devisa pada Selasa, 2 November 2021. Desa para pengerajin sarung tenun itu menjadi satu-satunya Desa di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik diharapkan bisa menghasilkan devisa bagi negara dan mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. 

“Semoga menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya. Desa Wedani sungguh luar biasa,”puji Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam peresmian Desa Wedani sebagai Desa Devisa Tenun Sarung di Balai Desa (Baldes) setempat pada Selasa, 2 November 2021. Peresmian Desa Devisa ini dilakukan secara hybrid dan virtual. 

Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto, perwakilan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Lukman Hakim serta pengurus koperasi Wedani Giri Nata (WGN) hadir secara langsung. Sedangkan, Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Daniel James Rombas, Direktur Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Untung Basuki hadir secara virtual. 

Fandi Akhmad Yani melanjutkan virus positif yang diraih Desa Wedani bisa menular kepada desa lainnya. “Terus melangkah dan menjadi inspirasi desa lainnya,”imbuh Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 
Penetapan Desa Wedani sebagai Desa Devisa hasil dari kolaborasi, sinergi semua pihak.

Pemkab Gresik, Bea Cukai,  LPEI dan stakeholder lainnya. Kolaborasi ini akan terus ditingkatkan sehingga kedepan semakin banyak lahir Desa Devisa di Gresik.  “Sehingga produk UMKM Gresik semakin banyak yang naik kelas,”katanya. Produk asal Desa bisa merambah lima benua tidak banyak. Apalagi dimasa pandemi Covid-19. Banyak UMKM yang kondisi kurang baik. 

SARUNG WEDANI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat motif sarung tenun Desa Wedani, Kecamatan Cerme di Balai Desa setempat pada Selasa, 2 November 2021 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Menjadi kewajiban pemerintah untuk mendampingi UMKM untuk tumbuh dan berkembang bahkan bisa mengekspor produknya. “Karena UMKM adalah salah satu pondasi kekuatan pemulihan ekonomi nasional,”ujarnya. Pemkab Gresik, imbuhnya, akan terus mendorong dan memberikan pendampingan kepada UMKM.

Lahirnya, Poedak Galery di eks terminal wisata religi Maulana Malik Ibrahim di Jalan Pahlawan, Gresik akan menjadi pusat bagi semua UMKM untuk berkonsultasi. Termasuk tentang perizinan hingga pendampingan modal yang melibatkan pihak lainnya. Sementara itu, Kepala Bea Cukai Gresik Bier Budy Kismuljanto menambahkan, pihaknya akan terus mendorong dan membantu UMKM untuk bisa ekspor. Karena Bea cukai memiliki jaringan di luar negeri seperti atase sehingga bisa mencarikan pasar ekspor di luar negeri.

“Kami akan terus membantu UMKM. Karena memiliki potensi ekspor yang luar biasa,”tegas Bier. Tentang volume ekspor UMKM di Gresik, Bier belum menghitung. “Tapi, dalam waktu dekat ini, sarung tenun Desa Wedani ini ekspor satu kontainer ke Yaman,”katanya. Kontainer 20 feed atau sekitar 27 ribu kodi. Bila satu kodi adalah 20 pcs total 540 ribu pcs. 

Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Daniel James Rombas menyatakan, pihaknya akan terus mendorong UMKM Gresik untuk bisa ekspor.  Pihaknya siap memberikan jasa konsultasi, pelatihan motif, marketing hingga pelaporan keuangan. “Dan, Desa Wedani memiliki kekhasan yakni ATBM (alat tenun bukan mesin) mengusung kearifan penduduk asli,”kata James Rombas dalam sambutan virtualnya. (yad)

Desa Wedani Ditetapkan Desa Devisa, Bupati Sebut Satu-satunya di Jatim Selengkapnya

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove


GRESIK,1minute.id –  Siapa bilang generasi Z dan milenial tidak peduli terhadap perubahan iklim. Buktinya pada momentum Hari Sumpah Pemuda ratusan anak muda melakukan penanaman ribuan pohon mangrove di Banyuurip Mangrove Center (BMC) di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. 

Penanaman mangrove yang melibatkan semua elemen GP Ansor, mahasiswa, pramuka, nelayan, kelompok pemerhati mangrove serta masyarakat setempat itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman. 

Untuk menjangkau bibir pantai yang menjadi tampat menanam, peserta harus menyusuri hutan mangrove sejauh 1 kilometer. Tempat ini juga termasuk kawasan ekosistem esensial Mangrove Ujungpangkah (KEE MUP).

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, menanam mangrove di bibir pantai merupakan upaya menjaga kelestarian alam utamanya menjaga ekosistem ruang laut. “Ini juga kan sejalan dengan program pemerintah pusat,”kata Khofifah di sela tanam mangrove pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Khofifah menyatakan, ke depan pihaknya meminta dinas kehutanan untuk terus melakukan tanam mangrove. Program ini bernama ‘Nandur Mengrove’. Penanaman mangrove ini, lanjut Khofifah juga merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke’76 Pemprov Jatim. Tak hanya di Gresik, kegiatan serupa bakal dilakukan di sejumlah daerah. “Ini untuk menjaga keberlangsungan alam. Luasan mangrove yang semakin ditambah juga akan berdampak pada ekosistem secara jangka panjang,”imbuhnya.

NANDUR MANGROVE : Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah simbolis menanam mangrove di BMC di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah pada Kamis, 28 Oktober 2021. (Foto : humas Pemkab Gresik)

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, penanaman mangrove harus dilakukan secara bersama-sama. Berkolaborasi. “Padi pagi kita juga memulai restorasi kawasan magrove di Kalimireng Manyar yang mana itu merupakan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah, perusahaan, mahasiswa, dan tentunya masyatakat sekitar,”kata BuMin-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Lebih lanjut, ia menambahkan gerakan restorasi magrove sejatinya memiliki banyak manfaat, baik dalam hal pelestarian lingkungan maupun dalam hal ekonomi. “Dengan adanya banyak mangrove, maka kualitas air dan udara akan menjadi semakin bagus. Belum lagi dengan terbentuknya ekosistem fauna laut seperti ikan atau kepiting yang bagus,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris menyatakan wilayahnya memang tengah mengembangkan wisata edukasi mangrove. Ada 17 jenis mangrove yang ada. Ia menerangkan, adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi menambah semangat warga desa untuk terus mengembangkan potensi ini.

“Jadi yang kami kembangkan total ada 17 jenis mangrove disini, jadi untuk wisata edukasi sangat cocok. Tinggal 2 jenis lagi, akan terus kami kembangkan,” terangnya. Ihsan menyampaikan, pengembangan mangrove di desanya merupakan kolaborasi antara kelompok pemerhati mangrove, nelayan, pemerintah, perusahaan sekitar serta masyarakat setempat. “Dengan dikomando kelompok, mangrove disini sangat rindang. Kita terus bersemangat untuk memgembangkan mangrove,”tegasnya. (yad)

Gubernur, Wabup dan Generasi Z dan Milenial Nandur Mangrove Selengkapnya