Pakde Noed, Budayawan Gresik Berpulang

GRESIK,1minute.id – Kabar duka menyelimuti para seniman, budayawan dan pegiat kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Haji Oemar Zainuddin, budayawan Gresik meninggal dunia badal Subuh. Kamis tadi pagi, 22 Agustus 2024.

Penulis buku ” Kota Gresik 1896-1916 : Sejarah Sosial. Budaya, dan Ekonomi” meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ibnu Sina Gresik. Pakdhe Noed-sapaan Oemar Zainuddin- meninggal di usia 84 tahun. Budayawan getol  penggagas pelestari bangunan tua atau heritage itu meninggalkan seorang istri dan empat anak. 

Seorang bercerita, pascaoperasi hernia kesehatan pakdhe Noed terus menurun. Seminggu terakhir, lelaki yang tinggal di kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Gresik kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik Gresik. Sejumlah tokoh budayawan dan pemerhati kebudayaan khas Gresik sempat membezuknya.

Pengurus DPD Masyarakat Adat Nusantara atau Matra Gresik M. Fatih Hamdie- yang biasa disapa-Andy Buchory. Dalam postingan media sosial, meminta doa untuk kesembuhan pakdhe Noed.

Pada Rabu, 21 Agustus 2024, peengurus komunitas Gresik Heritage yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria dan tokoh masyarakat Ir Nizam Zuhri giliran membezuk. Pakdhe Noed terlihat semringah. Karena bisa bertemu dengan para seniman dan budayawan Gresik itu. Namun, tuhan memiliki rencana lain. Pada Kamis, 22 Agustus 2024 badal Subuh budayawan itu meninggal dunia. 

Ketua Komunitas Gresik Heritage Sumarga Adhi Satria mengaku sangat kehilangan. “Kami keluarga beser Gresik Heritage sangat kehilangan beliau,” ujar Sumarga ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Kamis, 22 Agustus 2024.

“Beliau adalah pemangku Ketua Bidang Kebudayaan dan Tradisi di Gresik Heritage. Semoga husnul khotimah,” kata pria yang juga Kepala SMP Darus Islam atau Daris Gresik ini. Ia mengaku masih teringang pesan Pakdhe Noet sebelum meninggal dunia. Pakdhe Noed kata Sumarga saat itu berpesan “Gresik Heritage iki komunitas terakhir ku, tolong di gedek no karo dikembangkan. Ojo sampek bubar. Eson seneng seru ambek komunitas iki.

“Kami sangat tersentuh dan terpanggil untuk mewujudkan impian beliau,” ujar Sumarga dengan suara lirih.

Keturunan ketiga keluarga H. Oemar, pengusaha penyamakan kulit di era 1890-an itu pernah menjadi anggota Dewan Pendidikan Gresik, Kepala Lembaga Seni Musik Gresik, pegawai Badan Logistik atau Bulog dan Guru di SMA Negeri 1 Gresik ini kerap menjadi dewan juri dalam ajang pemilihan Duta Wisata Gresik, Cak dan Yuk Gresik. Rencana almarhum dimakankan di pemakaman Islam, Tlogo Pojok Gresik  badal Asar nanti. (yad)

Pakde Noed, Budayawan Gresik Berpulang Selengkapnya

Rektor UMG Wafat, Civitas Akademika Berduka

GRESIK,1minute.id Civitas akademi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berduka. Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Eko Budi Leksono wafat. Lelaki 49 tahun itu meninggal usai bulu tangkis sekitar pukul 10.00 WIB. 

Eko meninggalkan seorang istri dan dua anak. Direncanakan jenazah akan di makamkam di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik badal isya. “Jenazah sebelum dimakamkan akan di salatkan di masjid Faqih Usman Kampus UMG,”ujar Khamsun, salah satu sahabat almarhum Eko Budi Leksono pada Ahad, 18 September 2022.

Kabar meninggalnya Eko Budi Leksono membuat civitas akademik UMG seakan tidak percaya. Sebab, alumnus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS) itu segar. Tidak pernah mengeluh sakit. 

Menurut Daifi, minggu pagi Eko Budi Leksono ikut bermain bulutangkis di Jalan Brotonegoro, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Eko bermain dua set, draw. Selama 15 menit beristirahat. Duduk di kursi sambil berbincang dengan teman-temannya. Tiba-tiba tubuh Eko lemas dan ambruk. 

Eko kemudian dibawa ke Klinik Satelit Petrokimia Gresik. Namun, tuhan berkehendak lain. Eko meninggal di usia 49 tahun. 

Kiprah Eko Budi Leksono

Pria kelahiran 11 Januari 1973 itu adalah dosen PNS Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) yang diperbantukan ke UMG. Mengutip dari suaramuhammadiyah.id Eko mulai mengajar di UMG sejak 1998, sebagai dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik.

Pada 2003-2005 Eko Budi sempat menduduki Ketua Program Studi Teknik Industri UMG. Dia juga pernah merangkap jabatan sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada 2003-2006.

Pada 2005-2009 karier lebih tinggi lagi sebagai Dekan Fakultas Tekni merangkap Pembantu Rektor I Bidang Akademik dan berlanjut sebagai Wakil Rektor UMG I 2009-2013. Hingga kemudian Eko Budi Leksono mendapat amanah dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Rektor UMG periode 2021-2025.

Almarhum Eko Budi Leksono dikenal sebagai sosok pemimpin yang amat ramah, baik kepada semua orang, tegas, dan sangat dekat dengan mahasiswa. Kebaikan bapak selalu melekat di hati.

Dalam unggahan resmi UMG berdo’a Semoga Allah SWT memperluas kuburannya dan memberinya kedamaian abadi. Allah Maha Penyayang terhadap orang yang beriman padanya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. 

Sekitar pukul 12.45 WIB Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan takziah ke rumah duka Eko Budi Leksono Jalan Banjar Baru I , Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). (yad)

Rektor UMG Wafat, Civitas Akademika Berduka Selengkapnya

Ribuan Warga Mengantarkan Jenazah KH Muchtar Djamil, Kiai Juga Budayawan Sejarah Islam 

GRESIK,1minute.id – KH Muchtar Djamil wafat. Ribuan warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik melakukan Salat dan mengantarkan jenazah Mustasyar PCNU Gresik itu menuju ke tempat pemakaman Islam Tlogopojok, Gresik pada Senin malam, 14 Maret 2022. 

Sebelumnya dimakamkan, jenazah Kiai Tar-begitu biasa disapa, di salatkan di Masjid Jamik Gresik badal Isya. Ribuan warga ikut melakukan Salat jenazah dengan imam ,KH Umar Thoha. Saking banyaknya warga yang ikut Salat jenazah masjid Jamik tidak bisa menampung semua jamaah. Banyak warga Salat di teras masjid.

Usai Salat, jenazah Kiai Tar yang pensiunan di Kantor Kementerian Agama Gresik itu dimakamkan di pemakaman Islam Tlogopojok di Desa Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Jenazah Kiai Tar dinaikkan mobil ambulans Toyota Vellfire milik Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik. Ribuan santri mengiringinya.

Sepanjang jalan yang dilalui mobil ambulans membawa jenazah Kiai yang juga budayawan sejarah Islam di Kabupaten Gresik itu dipenuhi warga. Mereka berdiri berjajar di bahu jala. Warga berdiri memberikan penghormatan terakhir mulai di Jalan Raden Santri, H. Samanhudi hingga Gubernur Suryo, tempat makam Islam Tlogopojok. Salawat dan bacaan ayat suci tidak pernah berhenti dibacakan warga masyarakat. “Melihat warga yang melayat, bersalawat Saya sampai merinding. Kiai Tar adalah orang baik,”ujar Ismail, warga Gresik Kota Baru (GKB). 

Jenazah Kiai Tar dimakamkan di pemakaman keluarganya samping makam orang tuanya, Ibrahim Tamim dan ibundanya, Nyai Imas serta kakaknya, KH Wahib Tamim. Ribuan warga yang melayat itu karena Kiai Tar selain tokoh agama. Kiai Tar juga dikenal sebagai budayawan sejarah Islam di Kota Santri ini. Berkat beliau, terselenggara napak tilas Sunan Giri pada Hari Jadi ke-530 Kota Gresik pada 9 Maret 2017. Namun, tradisi nguri-uri budaya Islam yang banyak ditunggu masyarakat dan pencinta seni dan budaya itu hanya seumur jagung.

Pada 2020 wabah coronavirus disease 2019 mengganas.   Tradisi napak tilas berhenti. Pada Selasa, 8 Maret 2022,Kiai Tar mengikuti ziarah ke makam Waliyullah yakni Sunan Giri, Sunan Prapen dan Maulana Malik Ibrahim. Kiai Tar terlihat bugar. Ziarah makam Waliyullah yang diikuti oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik itu kali terakhir.

Dalam ziarah itu  Kiai Tar sempat mencium sajadah dan memegang keris peninggalan Sunan Giri.  “Sajadah ini meski tanpa pengharum, tapi tetap sangat wangi,”kata pengurus Yayasan Makam Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022.

Saat ziarah itu, Kiai Tar sempat berseloroh untuk minta di foto ketika sedang duduk di kursi plastik warna biru sambil menunggu rombongan dari Pemkab Gresik di dekat makam Sunan Giri. “Aku kok ngak di foto,”kata Kiai Tar kemudian tersenyum. Keseriusannya melestarikan dan menyebarkan sejarah Islam membuat Kiai Tar mendapat gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung KH Dwijo Muchtar Djamil Adipuro dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Kiai Tar meninggal di usia 86 tahun di Rumah Sakit Semen Gresik. Kiai Tar meninggalkan seorang istri dan anak semata wayang yang berprofesi sebagai dokter. Kiai Tar dan keluarga tinggal di Jalan H.Samanhudi, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. (*)

Ribuan Warga Mengantarkan Jenazah KH Muchtar Djamil, Kiai Juga Budayawan Sejarah Islam  Selengkapnya

KH Muchtar Djamil, Mustasyar PCNU Gresik Wafat

WAFAT : KH Muchtar Djamil (kanan) bersama santrinya, Muhammad Tajuddin memegang keris peninggalan Sunan Giri pada Selasa, 8 Maret 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Mendung menyelimuti langit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada Senin, 14 Maret 2022. K.H Muchtar Djamil wafat di usia 86 tahun. Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Gresik meninggal di rumah sakit Semen Gresik sekitar pukul 13.50. 

Kabar meninggalnya tokoh agama yang juga budayawan sejarah Islam di Kabupaten Gresik langsung menyebar begitu cepat. Kabar meninggal ulama yang juga ketua Pusat Informasi Sejarah Islam dan Pusat Dakwah (Puisi Pudak) Gresik dibenarkan Muhammad Tajuddin, salah satu santrinya. “Inggih kiai wafat,”kata Tajuddin dikonfirmasi selulernya pada Senin, 14 Maret 2022.

Pada Selasa, 8 Maret 2022, Kiai Tar-begitu biasa disapa, masih terlihat bugar. Kiai Tar masih ikut berziarah ke makam Waliyullah dalam peringatan HUT ke-48 Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-535 Kota Gresik.  Kiai Tar didampingi Tajuddin berziarah ke makam Sunan Giri, Sunan Prapen dan Maulana Malik Ibrahim. 

Di makam Sunan Giri, Kiai Tar sempat memegang keris dan mencium sajadah peninggalan Sunan Giri. “Sajadah ini meski tidak diberi pengharum. Tapi, baunya sangat harum,”kata pengurus Yayasan Makam Sunan Giri waktu itu pada Selasa, 8 Maret 2022.

Kiai Tar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Asisten Abu Hassan mencium sajadah Sunan Giri itu. Saat itu, Kiai Tar terlihat bugar. Namun, tuhan berkehendak lain. Kiai Tar wafat meninggalkan seorang istri bernama Sri Astutik, dan anak semata wayang dr. Fakhruddin Fakhri. (yad)

KH Muchtar Djamil, Mustasyar PCNU Gresik Wafat Selengkapnya