KPU Gresik : Debat Terakhir, Modal Masyarakat Tentukan Pilihan

GRESIK, 1minute.id – Pelaksanaan debat publik kedua pemilihan bupati (Pilbup) Gresik, Rabu 2 Desember 2020. Debat kali terakhir. Praktis tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025 tinggal menghitung jari. Hari H pemilihan dilakukan 9 Desember 2020.

Dalam debat kedua, para paslon kembali saling adu gagasan dan menyampaikan berbagai visi misi untuk membangun Gresik. Dengan mengusung tema Kebijakan Penanganan Covid-19, Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional untuk Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.

“Tujuannya tentu untuk beradu ide dan gagasan untuk memajukan Gresik. Masyarakatlah yang akan menilai untuk memutuskan pilihannya saat berangkat ke tempat pemungutan suara (TPS) nanti,”ucap Akhmad Roni, Ketua KPU Gresik.

Roni juga menyampaikan jika tahapan Pilkada Gresik kian mendekati babak akhir. “Masa kampanye akan berakhir pada 5 Desember. Dan lima hari lagi akan melaksanakan puncak acara pemilihan bupati dan wakil bupati Gresik,”terang Roni.

Untuk itu, Roni kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat jangan lupa menentukan pilihannya ke TPS pada 9 Desember, yakni Rabu pekan depan. Dia juga meyakinkan pemilih jika di TPS nanti menerapkan protokol kesehatan ketat. “Oleh karena itu, jangan khawatir dan ragu datang ke TPS. Segala protokol kesehatan sudah dijalankan,”ujarnya.

Disisi lain, penyelenggara terus melakukan berbagai persiapan pemungutan suara. Kamis, 3 Desember 2020, pihaknya telah mengirimkan berbagai logistik yang akan digunakan untuk pemungutan suara.

Mulai dari surat suara, kotak suara, tinta suara dan keperluan lainnya. “Distribusi logistik dilakukan bertahap. Sejak 2 hingga 6 Desember mendatang,”jelas Roni.

Alumnus ITS Surabaya itu menjelaskan, bahwa saat pendistribusian, pihaknya melibatkan Bawaslu, TNI, Polri dan tim ad hoc KPU. “Untuk pengawasan dan keamanan. Distrubusi logistik untuk Pulau Bawean juga sudah sampai tadi tadi,” ujarnya.

Yakni, meliputi dua kecamatan. Masing-masing Kecamatan Sangkapura yang terdiri dari 17 Desa dan 112 TPS. Serta Kecamatan Tambak yang terdiri dari 13 Desa dan 67 TPS.

Nantinya, secara bertahap distribusi tersebut akan selesai pada 6 Desember 2020. “Sudah dijadwalkan. Kami pastikan semua logistik sudah diterima oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 18 Kecamatan,”ungkapnya. 

PPK akan kembali mendistribusikan logistik tersebut kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiap-tiap desa. “Hingga sampai di tiap-tiap TPS saat pemungutan suara berlangsung,” kata Roni.

Bahkan, lanjutnya, berbagai perlengkapan alat pelindung diri (APD) sudah lebih dulu sampai di masing-masing PPS. “Karena seperti komitmen kita diawal. Pilkada Gresik jangan sampai menjadi kluster baru. Kesehatan petugas maupun masyarakat tentu menjadi prioritas,” tandansya. (*)