Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai pada Jumat, 31 Juli 2026. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif hadir luar lingkungan (luring) atau hadir langsung di sekolah berlokasi di Jalan Raci Cendana Pekuncen, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu.

Sedangkan, Menteri Sosial (Kemensos) Syaifullah Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir secara dalam jaringan alias daring. Pembukaan MPLS di gedung baru dan permanen Ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik Tahun ajaran 2026/2027 diikuti 330 siswa jenjang SD, SMP dan SMA. Rinciannya, masing-masing jenjang sebanyak 90 siswa. Serta, 60 siswa SR dari Lamongan. Tahun 2025/2026 SRMA Gresik untuk jenjang SMA berjumlah 75 siswa. Sehingga, jumlah siswa SRT 1 Gresik berjumlah 405 siswa. 

MPLS dipusatkan di Aula Sekolah yang bisa menampung seribu lebih tempat duduk. Gedung permanen SRT 1 Gresik berdiri diatas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas sekolah telah selesai pengerjaan. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, gedung laboratorium, perpustaan, masjid, hingga lapangan sepak bola.  

Sekolah boarding atau berasrama dengan fasilitas sangat lengkap ini semuanya gratis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. 

Pembukaan MPLS SRT 1 Gresik ditandai dengan pengalungan tanda pengenal siswa secara simbolis di semua jenjang SD hingga SMA yang dilakukan Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta undangan lainnya dari Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Lamongan. MPLS akan berlangsung 31 Juli sampai 21 Agustus 2026.

Performance MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya, ada performance siswa kelas XI SR SMA. Mereka tampil percaya diri dengan menggunakan lima siswa dengan lima bahasa, yakni, Jawa, Prancis, Inggris, Tagalok dan Bahasa Arab. Ada juga, paduan suara dan puisi. Penampilan siswa ini berbeda saat awal mereka masuk di SMA Sekolah Rakyat membuat para undangan seakan terhipnotis. 

Penampilan mereka seakan telah berubah 180 derajat, percaya diri dibandingkan awal mereka sekolah. “Alhamdulillah, hari ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik resmi beroperasi. Ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan rumah kedua bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berdirinya lembaga pendidikan ini. Sekolah Rakyat, kata dia, hadir sebagai wujud kepedulian agar tidak ada satu pun anak di Gresik yang terhalang cita-citanya karena keterbatasan. 

“Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.

Bupati Gresik menyampaikan selamat datang kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena menjadi awal perjalanan pendidikan bagi anak-anak.

“Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya,” harapnya.

(kiri-kanan) Kadis CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir (baju putih) , Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu bersama siswa baru jenjang SD Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pemerintah Kabupaten Gresik juga memastikan fasilitas di Sekolah Rakyat terus disempurnakan, mulai dari ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, hingga sarana ibadah dan olahraga. Dukungan tenaga pendidik yang profesional juga disiapkan agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan menyenangkan.

“Sekolah Rakyat Sidayu adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghadirkan pendidikan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah kita. Tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dalam menuntut ilmu,” katanya. 

“Saya berharap Sekolah Rakyat terus menjadi kebanggaan warga Sidayu, melahirkan generasi penerus yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kuat imannya, santun akhlaknya, dan mampu membawa Gresik semakin maju dan sejahtera di masa depan,” imbuhnya. 

Ia melanjutkan, kurikulum yang diterapkan akan memadukan standar pendidikan nasional dengan nilai-nilai kearifan lokal serta penguatan karakter dan wawasan kebangsaan. Kearifan lokal, misalnya, hafidz.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang bermutu. Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan yang berkualitas, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif (kiri) dan Kepala SRT 1 Grsik Rangga Pratama Wahyu saat memberikan Keterangan Pers usai pembukaan MPLS pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik,” terangnya.

Bupati Yani menambahkan, keberadaan sekolah rakyat bukan hanya menjadi program pemerintah. Melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh masa depan yang lebih baik.

Dikatakan, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk itu, Pemkab Gresik terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.

“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” katanya. 

Sementara itu, Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolah rakyat adalah : belajar, tumbuh, mengasah otak dan ketrampilan. “Selamat datang bagi calon murid di Sekolah Rakyat, dengan harapan lulusan SR bisa lancar membaca Al Qur’an dan bisa masuk perguruan tinggi favorit, dan konsen dalam trilogi : menjangkau yg tidak terjangkau, memungkinkan yang tidak mungkin, memuliakan masyarakat,” paparnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif menyapa calon siswa jenjang SMA SRT 1 Gresik dalam pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh menyampaikan tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Gresik menerima siswa tingkat SD sebanyak 90 siswa, untuk tingkat SMP sebanyak 90 siswa, dan untuk tingkat SMA sebanyak 90, sementara ada titipan 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

“Hingga saat ini, ada 19 gedung yang siap di gunakan dalam proses belajar mengajar dilingkungan sekolah rakyat, mulai ruang kelas, asrama, masjid, aula, ruang olahraga indoor, dan lain-lain, dengan harapan siswa menikmati belajar dilingkungan sekolah rakyat,” paparnya.

Dalam kesempatsn tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melakukan daring atau zoom dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan juga dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, akan membantu sarung bagi siswa laki-laki dan mukena bagi siswa perempuan.

Bagaimana tanggapan orang tua siswa SRT 1 Gresik? Bayu Dewangga Putra, 33, mengaku senang anaknya bisa masuk SRT 1 Gresik. “Saya sedih tapi bangga. Sedih karena berpisah dengan anak. Tapi demi masa depannya apalagi fasilitas sekolah sangat lengkap dan gratis saya senang,” ujar bapak dua anak asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ini. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi