GRESIK, 1minute.id – Gedung markas polisi resor (Mapolres) Gresik sudah berdiri megah. Gedung bercat kombinasi coklat, kuning dan oranye itu berdiri diatas lahan seluas 1,1 hektare di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika melihat perkembangan pembangunan gedung Mapolres Gresik baru di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Rabu, 23 September 2020. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Ada tiga bangunan yang telah berdiri di atas lahan hibah dari Pemkab Gresik itu. Tiga bangunan adalah gedung utama, sentra pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) dan pos penjagaan.
Gedung utama berdiri di sisi selatan menghadap ke jalan nasional itu. Gedung ini di desain smart building yang menghemat energi listrik. Di gedung utama ini, Kapolres Gresik bakal mengendalikan organisasi kepolisian resor Gresik.
Dua gedung lainnya berada di sebelah timur. Dua gedung itu, akan digunakan untuk penjagaan dan satuan Sabhara. Kemudian, gedung sentra pelayanan Kepolisian (SPKT).
Dalam pengamatan 1minute.id, tiga bangunan sudah siap untuk ditempati. Saat ini, sedang dilakukan pekerjaan interior dan pemasangan air condition (AC). Sedangkan pekerjaan luar gedung adalah penataan halaman, pembuatan taman dan penghijauan serta pagar.
Bagian lapangan gedung Mapolres Gresik baru yang masih dalam tahap pembangunan, Rabu, 23 September 2020. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
“Pekerjaan sudah selesai 95 persen,”ujar seorang pelaksana proyek senilai Rp 35 miliar itu, Rabu, 23 September 2020. Menyisakan 5 persen pekerjaan, mapolres Gresik ini bisa ditempati akhir tahun ini. Boyongan ke gedung baru di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik bakal dilakukan akhir 2020 ini.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pembangunan tahap awal diperkirakan akhir tahun ini sudah selesai. “Pembangunan gedung utama, gedung SPKT dan Gedung Penjagaan,”ujar Kapolres Gresik Arief Fitrianto, Rabu, 23 September 2020.
Bila pembangunan gedung baru mapolres Gresik itu selesai tahun ini. Belum semua, tambahnya, satuan fungsi boyongan ke gedung baru. “Untuk urusan kesehatan dan tahti (tahanan dan barang bukti) masih di mapolres lama,”ujar alumnus Akpol 2001 ini. Pembangunan gedung Urkes dan Tahti akan dilanjutkan tahun depan. (*)
GRESIK,1minute.id – Ibnu ditemukan mengambang di aliran Kali Lamong di Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik, Rabu, 23 September 2020.
Bocah 8 tahun itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Ibnu dilaporkan terseret arus dan tenggelam sekitar pukul 14.15. Ditemukan pukul 17.30 Ibnu ditemukan mengambang. Bocah asal Desa Segoromadu, itu meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun Rabu, 23 September 2020 sekitar pukul 14.10 Ibnu pergi memancing di aliran Kali Lamong di desanya Segoromadu, Kebomas. Bocah 8 tahun itu mancing bersama tiga teman sebayanya. Siang itu cuaca Gresik terasa panas.
Ibnu dan tiga temannya gerah. Mereka pun nyebur di aliran Kali Lamong itu. Di duga pusaran air Kali kuat. Ibnu yang pandai berenang itu kehabisan tenaga sebelum sampai pinggir Kali. Tubuh Ibnu terseret arus kemudian tenggelam.
MENJARING : Masyarakat Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik melakukan pencarian anak tenggelam menggunakan jaring di aliran Kali Lamong, Rabu, 23 September 2020. (foto : istimewa)
Mengetahui Ibnu tidak muncul ke permukaan. ketiga teman Ibnu kemudian lari minta tolong kepada warga kampung. Kabar tenggelamnya Ibnu sampai ke telinga polisi kemudian diteruskan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik.
Sejumlah anggota BPBD dengan menggunakan perahu karet melakukan pencarian. Masyarakat setempat melakukan pencarian menggunakan jating nelayan. Setelah tiga jam melakukan penyisiran korban Ibnu ditemukan.
Menurut Kanitreskrim Polsek Kebomas Iptu Moh Sujai, korban ditemukan tersangkut jaring nelayan. “Masyarakat mencari korban dengan menggunakan jaring,”kata Sujai dikonfirnasi selulernya, Rabu malam. (*)
GRESIK,1minute.id – Keinginan terdakwa Maftukin lolos dari jeratan hukum kandas. Pasalnya, majelis hakim diketuai Rina Indra Janti menolak eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa Maftukin, 39, warga Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik.
Sidang lanjutan agenda putusan perkara dugaan penganiayaan kepada Imron, takmir masjid dengan terdakwa Maftukhin itu di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa, 22 September 2020.
Majelis hakim memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gresik AA Ngurah Wirajaya untuk melanjutkan pembuktian. Menghadirkan saksi-saksi di sidang berikutnya pekan depan.
“Menolak dalil eksepsi dari kuasa hukum terdakwa dan memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar dilanjutkan dengan agenda pembuktian,”kata ketua majelis Rina Indra Janti saat membacakan putusan sela.
Untuk diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik AA Ngurah Wirajaya mendakwa Maftukin melakukan penganiayaan kepada korban Imron, takmir masjid Desa Serah Kecamatan Panceng, Gresik.
Pada hari Minggu, 13 Oktober 2019 sekitar pukul 21.00, Maftukin bertemu korban Imron di sekitar waduk Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik. Maftukin, pemilik galangan pasir mengklarifikasi informasi kepada korban Imron terkait perkataannya kualitas pasir yang dikirim untuk pembangunan masjid jelek.
Perjumpaan itu berujung penganiayaan dilakukan terdakwa Maftukin. Akibat penganiayaan dilakukan terdakwa, korban Imron mengalami bengkak pada punggung sebelah kiri, sesuai Visum et Repertum nomor 08/VER/X/2019 tertanggal 14 Oktober 2019. Perkara penganiayaan takmir Desa Serah, Kecamatan Panceng itu ditangani Polsek Dukun. (*)
GRESIK,1minute.id – Komitmen pasangan calon (paslon) mematuhi maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan (prokes) bakal diuji, Kamis, 24 September 2020. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik akan melakukan pengundian nomor urut paslon di Hotel Horisson, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB).
Dalam rapat koordinasi antara KPU, badan pengawas pemilu (Bawaslu) dan Kepolisian Resor Gresik telah disepakati pendukung paslon dilarang hadir dalam acara Kamis malam itu.
Rapat koordinasi di kantor komisi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Gresik dihadiri lima orang komisioner, ketua Bawaslu Imron Rosyadi, dan Kapolres Gresik, itu memutuskan hanya mengundang sekitar 50 orang. Termasuk, kedua paslon, perwakilan partai pengusung, perwakilan legal officer dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, tahapan pilkada pengambilan nomor urut paslon akan mengerahkan 200 personel gabungan. Pengamanan ketat dilakukan untuk mengantisipasi massa. “Sudah ada komitmen mematuhi maklumat Kapolri. Kalau ada pengerahan massa akan kami bubarkan,”ujar alumnus Akpol 2001 itu. Polri, tambahnya, tidak akan melihat massa berasal dari salah satu paslon .
“Kami ingatkan lagi, bila ada pengerahan massa akan kami bubarkan,”katanya dengan nada agak tinggi. Sudah disepakati untuk mematuhi komitmen prokes mencegah penularan coronavirus disease 2019.
Bahkan, dalam rapat dengar pendapat di Jakarta bersama Mendagri , KPU Pusat telah disepakati setiap tahapan pilkada dilarang mengerahkan massa. (*)
GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik telah menaikkan status dua bakal pasangan calon menjadi pasangan calon (paslon) dalam mengikuti kontestasi pemilihan bupati (Pilbup) Gresik, Rabu, 23 September 2020.
Penetapan paslon itu tanpa dihadiri paslon. Yakni, Moh Qosim-Asluchul Alif (QA) dan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (NIAT). Pascapenetapan itu, dua paslon mulai mendapatkan pengawalan aparat kepolisian dalam setiap aktivitasnya. Menyapa konstituen, diantaranya.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, setiap calon mendapatkan pengawalan dua personil dari kepolisian. Pengawalan melekat dilakukan hingga hajatan lima tahun itu kelar.
“Karena ada dua paslon. Kami menyiapkan delapan orang untuk kedua paslon itu,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di kantor KPU Gresik, Rabu, 23 September 2020.
Selain pengawalan melekat, lanjut alumnus Akpol 2001, pihaknya juga menyiapkan mobil pengawalan untuk aktivitas paslon. “Kendaraan pengawalan itu dari titik awal bergerak menuju sasaran kegiatan paslon ,”tegas perwira dua melati di pundak itu. (*)
GRESIK,1minute.id–Dua bakal pasangan calon naik status menjadi pasangan calon (paslon). Penetapan paslon dilakukan oleh Komisi Pemilihan umum (KPU) Gresik, Rabu, 23 September 2020.
Penetapan paslon itu dilakukan tanpa kehadiran paslon maupun pendukungnya. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi komitmen penyelenggara dan dua paslon yang bakal bertarung di kontestasi pilbup 9 Desember 2020.
Dua paslon itu adalah Moh Qosim-Asluchul Alif (QA). Paslon QA diusung Partai Kebanhkitan Bangsa dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerimdra). Kemudian, paslon Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT).
NIAT diusung enam partai yakni PDI-P, Partai Golkar, PPP, NasDem dan PAN. “Semua persyaratan sudah lengkap dan tadi sudah ditetapkan sebagai paslon,”ujar Ketua KPU Gresik Ahmad Roni di kantornya, Rabu. 23 September 2020. Kini, kedua paslon mendapatkan perlindungan keamanan. “Sistem pengamanan dilakukan Polres Gresik,”imbuh Roni.
Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi paslon tidak mengerahkan massa pendukung dalam agenda penetapan paslon itu. “Komitmen tetap menjaga protokol kesehatan dengan tidak mengerahkan masa patut di apresiasi. Salut kepada paslon,”ujar alumnus Akpol 2001 itu di kantor KPU Gresik, Rabu, 23 September 2020. (*)
GRESIK,1minute.id – Gardu Suling (Garling) itu sudah berdiri tegak. Sejak bulan suci Ramadan lalu. Bahkan, speaker di atas garling itu berbunyi nyaris sebagai tanda waktu buka puasa telah tiba.
Badal Ramadan, landmark berdiri di simpang empat Jalan Pahlawan, Jaksa Agung Suprapto dan Malik Ibrahim itu di bangun oleh perusahaan setrum, Pembangkit Jawa Bali UP Gresik “membisu”. Tidak terdengar lagi bunyi suling sebagai tetenger waktu salat fardu tiba.
Nah, Selasa, 22 September 2020 landmark hibah perusahaan berlokasi di Jalan Harun Thohir, Gresik itu diserahterimakan kepada Pemkab Gresik.
Menurut General Manager PT PJB UP Gresik Ompang Reski Hasibuan, monumen garling ini persembahan perusahaan dengan harapan PT PJB bisa berkembang seiring perkembangan Kabupaten Gresik.
“Kami berharap persembahan ini bisa dikenang sepanjang masa sampai anak cucu kita,”kata Ompang Reski, Selasa, 22 September 2020.
GARLING : monumen ini di bangun PJB UP Gresik diserahkan ke pemkab Gresik, Selasa 22 September 2020.
Seremonial peresmian monumen Garling ini dihadiri Bupati Gresik Sambari Halim Radianto , Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianti, Kepala Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe dan Kasi Intel Kejari Gresik Bayu Probo Sutopo.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatan gardu suling ini sendiri yang asli berada dipertigaan Jalan Raden Santri, Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Basuki Rahmat.
“Saya masih ingat antara tahun 1965 sampai 1972 gardu ini berbunyi berfungsi untuk menandai waktu berbuka puasa. Saat itu saya masih kecil dan saya melihat masyarakat sangat merasakan sekali manfaat dari bunyi suling tersebut sebagai tanda berbuka puasa,”kata Sambari mengenang.
Monumen Garling ini lengkapi empat pengeras suara yang mengarah keempat mata angin. ” Kami masih menunggu persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia serta pihak Masjid Jamik Gresik. Kalau disetujui, Gardu suling ini akan berbunyi pada saat masuk waktu salat. Durasi bunyi suling ini hanya 30 detik,”terang Bupati Sambari. (*)
GRESIK,1minute.id – Tahapan pesta demokrasi Pemilihan Bupati (Pilbup) terus berjalan. Wabah korona belum berakhir. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan road show dengan mendatangi penyelenggara pemilu, pengawas dan bakal calon pasangan, Selasa, 22 September 2020.
Alumni Akademi Kepolisian 2001 itu, mendatangi mereka untuk menyerahkan maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Serentak 9 Desember 2020.
Maklumat Kapolri nomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020 kali pertama diserahkan kepaa Wakil Bupati Moh Qosim di sela acara di Balai Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyerahkan maklumat Kapolri kepada Ketua Bawaslu Imron Rosyadi
Kapolres AKBP Arief kemudian meluncur ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan Jakarta, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB). Alumnus Akpol 2001 itu diterima Ketua Bawaslu Imron Rosyadi.
Berikutnya, AKBP Arief menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik kali pertama di kunjungi mantan Kapolres Ponorogo itu. Kapolres Arief didampingi Kasat Intelkam AKP Muhammad Syuhada diterima langsung Ketua KPU Gresik Ahmad Roni.
Maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan diserahkan Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto kepada Ketua KPU Gresik Ahmad Roni
Di tiga kunjungan itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meminta kepada para penyelenggara Pilbup untuk mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).
“Kami mohon selalu mematuhi protokol Covid-19 agar tidak ada klaster baru di setiap tahapan pemilukada. Semoga Gresik aman dari Covid-19,”harap AKBP Arief Fitrianto.
Bagaimana tanggapan penyelenggara pilkada? Mereka sepakat dengan maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Kesanggupan penyelenggara itu membuat Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto lega. (*)
MENDUNG menyelimuti langit Kota Santri, Gresik, Selasa, 22 September 2020. Sinar matahari enggan bersinar. Seakan ikut merasakan duka atas wafatnya KH Robbach Ma’sum. Salah satu tokoh Nahdlatul Ulama itu meninggal dunia hendak salat Subuh dirumahnya Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik.
Kabar meninggalnya Bupati Gresik dua periode, 2000 – 2010 itu membuat masyarakat, santri, maupun tokoh masyarakat merasa kehilangan. Rumah Kiai Robbach-sapaan almarhum-KH Robbach Ma’sum di Jalan Kalimantan, Kompleks GKB riuh petakziah sejak kabar duka itu tersiar kabar lewat pesan berantai media sosial, WhatApps.
KH Robbach Ma’sum menghadiri undangan di Kecamtan Dukun, Gresik, Senin, 21 September 2020 ( foto : istimewa)
Sejumlah tokoh agama terlihat hadir di rumah Kiai Robbach. Diantaranya, Pemangku Pondok Pesantren Mambaus Sholihin, Desa Suci, Manyar KH Masbuhin Faqih, KH Muchtar Djamil. Wakil Bupati Gresik juga Ketua DPC PKB Gresik Moh Qosim, dan tokoh politik yakni bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua DPC Partai Gerindra dr Asluchul Alif, Ketua DPC PPP Gresik Ahmad Nadir, Ketua DPC Nasdem Gresik Syaiful Anwar.
dua darinkiri) Fandi Akhmad Yani, Moh Qosim dan Asluchul Alif (kanan) sedang bertakziah ke rumah almarhum KH Robbach Ma’sum, Selasa, 20 September 2020. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Mereka takziah dan mendoakan pemangku Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Dukun itu dengan khusyuk. Pagi itu, jenazah Kiai Robbach baru selesai disucikan diantaranya, oleh KH Machfud Ma’sum.
Gus Chalif Ahnaf, keponakan almarhum, menuturkan bahwa KH Robbach Ma’sum meninggal setelah berwudu menjelang Subuh. Saat itu, dokter yang rutin memeriksa kesehatan beliau sedang datang.
“Saat diperiksa ternyata sudah meninggal,” ungkap putra KH Machfud Ma’sum ini. Jenazah KH Robbach Ma’sum, dibawa ke Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Almarhum, rencananya dimakamkan bakda Duhur.
Abu Hasan, salah satu santri KH Robbach Ma’sum mengatakan, kondisi kesehatan di usia 73 tahun cukup sehat. Hanya, kadar gula yang fluktuatif. Naik dan turun.
Ketika kondisi gula darah naik, Kiai Robbach baru istirahat. Meski, kondisibkurang sehat, tambah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Gresik itu, kalau ada santri yang mengudang atau datang ke rumahnya tetap ditemuinya.
“Ketemu santri itu bagai sebuah obat mujarab. Kiai Robbach seakan bisa langsung sehat kembali,”ujarnya. Karena itulah, rumah kediaman kiai Robbach di Jalan Kalimantan, GKB seakan tidak pernah sepi.
Kiai yang murah senyum itu melayaninya semua tamu dengan ramah. Termasuk ketika Saya berkunjung sekitar akhir Agustus 2020. Kiai Robbach saat itu sedang kedatangan tamu mempersilakan Saya untuk duduk. Kiai Robbach menanyakan kondisi kesehatan Saya dan keluarga. “Salam ya untuk keluarga,”kata Kiai Robbach yang saat itu didampingi istrinya. Setelah berbincang sebentar, kiai Robbach kembali ke ruang tamu menemui tamunya.
Kesan yang mungkin tidak bisa Saya lupakan ketika hendak menikah. Waktu itu, tahun 2004. Saya duduk di teras depan kantor Bupati Gresik sendirian setelah liputan pagi. Tiba-tiba Kiai Robbach saat itu menjabat Bupati Gresik mengajak Saya ke ruang kerjanya di lantai dua kantor Bupati Gresik.
“Ono opo kok terlihat sedih,”tanya Kiai Robbach. Setelah Saya mengeluarkan uneg-uneg kepada Kiai Robbach memberikan jalan keluar persoalan Saya. “Bismillah, wong rencana mu iku apik. Semoga lancar semua,”ujarnya.
KH Robbach Ma’sum, lahir 25 Maret 1947. Lahir sebagai anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan KH Ma’sum Sufyan dan Hj Masrifah. Lingkungan keluarga yang agamis telah membentuk karakternya sebagai anak bangsa yang berpendidikan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keislaman.
Pendidikannya di Sekolah Rakyat (SR), Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di Ihyaul Ulum. Gelar sarjana dari Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, pada 1975.
Jabatan politisnya, Ketua DPRD Kabupaten Gresik 1999 – 2000. Kemudian, Bupati Gresik dua periode. Yakni, 2000 – 2005 dan 2005-2010. Ketokohan kiai Robbach itu sehingga dijadikan rujukan masyarakat maupun tokoh politik di Kota Giri ini. Selamat jalan kiai. Semoga husnul khotimah. (chusnul cahyadi/*)
DUKA menyelimuti warga Kota Santri. KH Robbach Ma’sum, Bupati Gresik periode 2000 – 2010 wafat di rumahnya di Jalan Kalimantan, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Gresik sekitar pukul 05.0, Selasa, 22 September 2020.
Gus Chalif Ahnaf, keponakan almarhum, menuturkan KH Robbach Ma’sum meninggal setelah berwudu menjelang Subuh. Saat itu, dokter yang rutin memeriksa kesehatan beliau datang.
“Saat diperiksa ternyata sudah meninggal,” ungkap putra KH Machfud Ma’sum ini. Jenazah KH Robbach Ma’sum, dibawa ke Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun Gresik. Almarhum, rencananya dimakamkan bakda Asar. (*)