Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak


GRESIK,1minute.id – Memasuki pekan kedua, air luapan Kali Lamong di Gresik Selatan berangsur surut. Dalam pantauan 1minute.id, sejumlah jalan kampung, perkantoran dan fasilitas umum terlihat surut.

Di Kecamatan Benjeng, sekitar pukul 11.00 jalan Raya Benjeng -Balongpanggang hanya setinggi mata kaki orang dewasa. Sedangkan, perkantoran yang tergenangi air diantaranya Markas Koramil Benjeng.
Kemudian di Desa Munggungianti, Benjeng hanya beberapa jalan kampung yang terendam air dengan ketinggian 20 sentimeter.

AMBROL : Badan jalan desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng tergerus air luapan Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Bagaimana dengan di Kecamatan Cerme. Menurut Camat Cerme Suyono mengatakan, masih tersisa tujuh desa di kecamatan Cerme yang tergenangi air bah luapan Kali Lamong.

Tujuh desa itu adalah Desa Sukoanyar, Dungus, Guranganyar dan Iker-ikergeger. Berikutnya, Desa Pandu, Jono dan Tambakberas.

“Di Desa Tambakberas ada 300-an unit rumah yang tergenangi air,”kata Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020.

Warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar mendistribusikan sembako korban banjir Kali Lamong, Minggu 20 Desember 2020. ( foto : ist)

Disisi lain, penderitaan yang dialami ribuan jiwa warga di Gresik Selatan ini mematik rasa empati elemen masyarakat. Mereka pun berbondong-bondong menyalurkan bantuan untuk korban banjir Kali Lamong. Selain, Bupati dan Wakil Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Organisasi kemasyarakatan hingga perorangan berusaha meringankan beban masyarakat terdampak Kali Lamong. Diantaranya, warga Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) , Kecamatan Manyar. Mereka mendistribusikan ratusan paket sembako di tiga desa di kecamatan Benjeng. (*)

Air Luapan Kali Lamong mulai Surut, Bantuan Terus Mengalir ke Warga Terdampak Selengkapnya

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam

Jalan akses menuju rumah penduduk di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik
GRESIK,1minute.id – Curah hujan tinggi membuat sejumlah kubangan bekas galian C tergenangi air. Orang tua tetap harus memperhatikan anak ketika bermainnya. 

Jangan sampai kejadian menimpah Adi Yusuf Maulana, 8 tahun, terulang lagi. Adi,  bocah kelas III Sekolah Dasar tinggal Desa Betiting Kecamatan Cerme ini ditemukan meninggal dunia, Sabtu 19 Desember 2020 menjelang Maghrib. 

Informasi yang dihimpun Sabtu, 19 Desember 2020 pukul 16.00 itu cuaca gerimis. Adi, 8 tahun itu kemudian memancing bersama lima temannya  di sebuah kubangan di belakang SDN  Betiting dalam kompleks Perumahan Cerme Indah, tempat tinggalnya. 

Awalnya bocah-bocah kompleks perumahan itu senang. Riang karena bisa hujan-hujanan. Mereka juga bisa memancing bersama dengan teman-temannya. Mereka semakin riang. 

Bocah rata-rata berumur 8 tahun itu tidak menyadari bahaya bila berkain di dekat kubangan bekas galian C ketika gerimis. Sebab, sekitar lokasi kubangan bekas galian C itu licin. 

Tiba-tiba Adi terpeleset. Sejumlah temannya dikabarkan panik kabur pulang memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing. “Adi tetenggelam,”teriak mereka. 

Sekejap, penduduk di kompleks perumahan itu riuh.  Mereka bergegas menuju kubangan di belakang SDN Betiting itu. Kubangan diubek-ubek. Selama 1,5 jam Adi ditemukan di dasar kubangan. Namun, nyawa Adi tidak tertolong. Bocah 8 tahun itu meninggal dunia. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada kejadian siswa tenggelam di sebuah kubangan di belakang SDN Betiting, Kecamatan Cerme itu. “Iya tadi (Sabtu)  malam pukul 21.00 korban dimakamkan di TPU dalam kompleks perumahan,”ujar Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020. 

Sementara itu, air bah luapan Kali Lamong kembali menggenani rumah warga di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. (*)

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur

GRESIK, 1minute.id – Kali Lamong kembali meluap, Jumat 18 Desember 2020. Sekitar pukul 22.00. Air luapan dari kabupaten tetangga itu mengalir begitu cepat.

Pada Sabtu 19 Desember 2020 sekitar pukul 05.00 air bah itu sudah menggenangi jalan, rumah, sawah sejumlah desa di Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di Jalan Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng antara 30-50 sentimeter.

Ruang perawatan Ponkesdes Jono digenangi air, pemeriksaan kesehatan lesehan di teras ( foto : chusnul cahyadi)

Pekan lalu air bah menggenangi Desa Sedapurklagen ini mengakibatkan korban jiwa. Seorang siswi kelas VII hanyut dan sehari kemudian, Senin 14 Desember 2020 ditemukan kondisi meminggal dunia.

Kini, air bah itu datang lagi. Padahal masyarakat terdampak luapan Kali Lamong belum sepenuhnya fit karena kecapekan bersih-bersih rumah pascaterendam air Kali Lamong. Penyakit seperti gatal-gatal, pusing, hingga kaki terserang kutu air (rangen) belum hilang.

Keluarga Jono, mendirikan kamar tidur dan memasak di teras rumahnya di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik (

“Ngeluh (pusing) dan tekanan darah tinggi,”kata Rodiyah, 61, salah satu warga ditemui di Poskesdes Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Konstruksi rumah di Desa Jono ini sebagai tinggi di bagian teras. Sedangkan di bagian dalam lebih rendah. Mulai ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Karena genangan air tinggi akibat jebolnya tanggul membuat sebagian “ngungsi” tidur.

Mereka membuat kamar tidur hingga dapur darurat di teras rumahnya. Jono, salah satunya. W arga Desa Jono, ini memilih membangun kamar tidur dan dapur di teras rumah. Sedangkan bagian dalam rumah genangan air tetap dibiarkan .

Masyarakat Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, menjemur tempat tidur di depan rumahnya yang kondisi jalan tergenangi air banjir Kali Lamong ( foto : chusnul cahyadi)

“Ini air sudah sejak Rabu belum sat (surut),”katanya. Dalam pantauan 1minute.id, sebagian penduduk menjemur kasur. Sebagian penduduk lainnya melakukan kontrol kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Karena kamar tempat pemeriksaan masih tergenangi air, pemeriksaan kesehatan dilakukan di teras ponkesdes. Bidan Desa Ny Saropah dibantu para medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong itu.

Mayoritas kaum hawa. Lalu apa keluhan mereka? “Rata-rata terkena gatal-gatal, rangen, badan pegal-pegal hingga tekanan darah tinggi,”kata Bidan Saropah sambil menulis diagnosis pasien secara lesehan itu.

Mereka para lansia itu hanya bisa berdoa agar banjir tidak datang lagi. “Pegel rasane kebanjiran terus,”ujar seorang lansia ngereneng. (*)

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur Selengkapnya

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan


GRESIK,1minute.id – Dua tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik jebol. Puluhan rumah di desa itu tergenangi air bah luapan Kali Lamong. 

Kondisi itu, membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan di Kota Santri, Gresik turun tangan untuk membantu korban terdampak. 

Diantaranya, SMK Karya Bhakti Gresik dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gresik. 
SMK Karya Bhakti membawa puluhan dus mi instan. Sedangkan, Tagana mendistribusikan nasi bungkus.

Sekitar pukul 09.30, bantuan SMK Karya Bhakti tiba di Balai Desa Jono.  Bantuan dibawa mobil pikap dipimpin langsung Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati. 

Sebagian bantuan diturunkan di balai desa dan diterima Kepala Desa Jono Asrun. Sebagian lainnya secara simbolis diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak. 
Pagi itu, jalan kampung desa setempat genangan air setinggi 20 sentimeter. Air juga masih terlihat mengenangi bagian ruang tamu masyarakat.

Tanggul Desa Jono, Kecamatan Cerme yang jebol akibat terjangan arus luapan Kali Lamong

Camat Cerme Suyono mengatakan, kondisi terkini genangan air masih terlihat di sebelas desa. “Tapi, ketinggian air sudah berkurang,”ujar Suyono ditemui  di Desa Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Sementara itu, Kades Jono Nasrun mengatakan, sejak Rabu 16 Desember 2020 dua tanggul di dua titik jebol. “Ada puluhan rumah yang tergenangi,”kata Nasrun, Jumat 18 Desember 2020.

Saat ini, masyarakat hanya berharap hujan tidak turun lagi. “Sebab, perbaikan tanggul akan dilakukan setelah air surut,”kata Nasrun. Pihak desa melalui Kecaamat Cerme telah melaporkan tanggul yang jebol itu kepada Pemkab Gresik. 

Terpisah, Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati mengatakan bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat terdampak banjir. “Semoga masyarakat terdampak diberikan kesehatan dan kesabaran,”harap Lina didampingi pengurus Yayasan Karya Bhakti Andhyk Mardi Utomo (*)

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan Selengkapnya

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme

GRESIK, 1minute.id – Kesibukan masih terasa di dapur umum Selter Cerme, Gresik, Kamis 17 Desember 2020. Sejumlah relawan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) dan anggota taruna siaga bencana (Tagana) Gresik masih terus menyiapkan bekal makanan kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. 

Data didapat 1minute.id hingga pukul 12.00 ada dua belas desa yang masih terendam air Kali Lamong itu. Desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong itu adalah Desa Lengkong, Sukoanyar, Dungus,  Dampaan,  dan Guranganyar. 

Kemudian, Desa Morowudi, Iker-ikergeger,  Betiting, Pandu,  Cerme Kidul,  Jono dan Tambakberas. Desa Iker-ikergeger terparah. Data di Kecamatan Cerme, ada 350 rumah yang tergenangi air dengan ketinggian antara 20 – 50 sentimeter. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme, Gresik

Menurut Camat Cerme Suyono, dibandingkan, sehari sebelumnya, Rabu 16 Desember 2020 ketinggian air cenderung surut. “Semoga air terus surut,”ujarnya, Kamis 17 Desember 2020.

Kini, masyarakat di wilayah aliran Kali Lamong mulai Balongpanggang, Benjeng, Cerme,  Kedamean dan Menganti hanya bisa berdoa hujan tidak terjadi di wilayah  hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Bila kedua kabupaten dilanda hujan lebat air akan kembali tinggi. 

Sementara itu, belum surutnya genangan air di sejumlah desa di Kecamatan Cerme membuat organisasi sosial seperti Tagana Gresik masih terlihat sibuk. Sebab, mereka  harus menyiapkan makanan untuk masyarakat terdampak banjir Kali Lamong itu. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya setiap hari harus menyiapkan sekitar 9 ribu  nasi  bungkus. “Nasi  bungkus untuk masyarakat terdampak yang kami bagikan tiga kali sehari,”kata Mukhid,  Kamis 17 Desember 2020.

Selain menyiapkan nasi bungkus, tambahnya, pihaknya juga membagikan kepada masyarakat terdampak. “Distribusi makanan kami angkut dengan perahu karet milik BPBD Gresik,”katanya.

Disisi lain, calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan istrinya, Ning Nurul membuka dapur umum di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. 

Cabup terpilih itu memberikan bantuan perahu karet untuk moda transportasi warga yang terdampak banjir. “Selain dapur umum dan perahu karet, Gus Yani dan istrinya, Ning Nurul juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir,” kata Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda. (*)

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme Selengkapnya

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon

Mahasiswa pecinta alam, Mapala STAI Hasan Jufri Bawean ketika menanam pohon di area Danau Kastoba


GRESIK, 1minute.id – Pulau Bawean memiliki alam yang eksotis. Biota laut maupun hutan. Masih asri.

Untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan di Pulau Bawean itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) RKW 11 Pulau Bawean bersama mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) STAI Hasan Jufri Bawean dan masyarakat melakukan penanaman ratusan bibit pohon.

Bakti sosial reboisasi itu pemulihan hutan di area blok Danau Kastoba di Desa Paromaan, Kecamatan Sangkapaura, Pulau Bawean. 

Selain di danau kastoba kegiatan reboisasi juga dilakukan di Beto celeng Dusun Padeleman, Desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak. 

Reboisasi ini  sebagai sarana menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki hidrologi hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor serta melestarikan sumber daya air untuk masyarakat sekitar.

Mohammad Rawi mengatakan kegiatan reboisasi tersebut akan berlanjut ke blok Teneden ; blok hutan Pamegetan ; blok Tarip-tarip, dan blok Cemedak. “Totalnya ada seribu bibit pohon,”kata Rawi, salah satu anggota Mapala STAI Hasan Jufri Bawean itu. 

Ribuan pohon yang ditanam diantanya pohon Gondang, Mahoni, Binong, dan Nyamplung. “Semua pohon itu mampu menghasilkan air dikemudian hari,”imbuhnya. Reboisasi, salah satu cara untuk menjaga sumber daya air di Pulau berjarak 80 mil laut dari Gresik itu.

Rawi mengatakan dalam waktu tiga tahun terakhir ini para petani sangat kekurangan air untuk bercocok tanam. ” Kalau dulu mereka mampu untuk menanam padi hingga tiga kali dalam satu tahun, sekarang mereka hanya mampu menanam satu kali dalam satu tahun.”ujarnya.

Rawi bersyukur kegiatan reboisasi mendapatkan respons cukup baik dari masyarakat. Mereka pun turut serta ikut menanam bibit pohon untuk reboisasi. 
“Masyarakat sangat khawatir ladang-ladang yang mereka tanami saat ini menjadi tandus nantinya.”katanya . 

Sementara itu,  Ketua BKSDA RKW 11 Pulau Bawean Nur Syamsi mengatakan sekitar 400 bibit pohon telah ditanam, Senin 14 Desember 2020. “Tujuannya untuk menjaga ekosistem kawasan sekitar daerah konservasi Danau Kastoba,”katanya. (*)

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon Selengkapnya

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus

Cabup Terpilih Fandi Akhmad Yani takziah ke rumah duka keluarga korban luapan Kali Lamong, Senin 14 Desember 2020


GRESIK, 1minute.id – Air bah luapan Kali Lamong semakin besar di Kecamatan Cerme. Jalan Raya Morowudi terputus, Selasa 15 Desember 2020. Genangan air bah setinggi 70 sentimeter.

Menurut penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid, genangan air di sepanjang jalan Morowudi, Kecamatan Cerme sudah setinggi 70 sentimeter. “Sehingga akses jalan menuju Benjeng dari Morowudi dialihkan melewati Metatu, Benjeng,”kata Mukhid, Selasa 15 Desember 2020.

Kondisi Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Senin 14 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat jenis MPV yang nekat menerobos genangan air harus didorong karena mogok. “Jalan Morowudi memang tidak ditutup warga. Akan tetapi, pengendara memilih memutar haluan daripada mogok ditengah perjalanan,”ujarnya. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid

Disisi lain, kata Mukhid, perkembangan air semakin tinggi membuat taruna tangguh bencana (Tagana) Gresik memindahkan dapur umum dari Benjeng menuju Selter Dinas Sosial (Dinsos) di Kecamatan Cerme. 
Terpisah, Camat Cerme Suyono mengatakan derasnya arus luapan Kali Lamong membuat tanggul di Desa Iker-ikergeger ambrol.

“Tanggul Iker-iker jebol Senin siang,”kata Suyono dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Data Kecamatan Cerme, air luapan Kali Lamong telah menggenangi sembilan desa. Sembilan Desa itu adalah Lengkong ; Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. Kemudian, Desa Dungus ; Dampaan ; Dooro ; Guranganyar dan Morowudi. 

Di sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong itu sebanyak 957 unit. Ketinggian air di dalam rumah warga antara 20 – 40 sentimeter. Di Desa Dungus yang paling parah. Ada 500 unit rumah yang terendam. 

Seperti diberitakan, curah hujan tinggi di hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat Kali Lamong meluap sejak Minggu dini hari. Air bah itu mengabikatkan seorang siswa terseret arus dan ditemukan meninggal dunia pada Senin, 14 Desember 2020. Korban bernama Nusifah, 13 tahun.

Sementara itu, Cabup terpilih versi perhitungan real count KPU Fandi Akhmad Yani melihat langsung kondisi luapan Kali Lamong di Desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mampir ke posko banjir di desa setempat. Gus Yani juga menyempatkan takziah kerumah keluarga Nusifah. (*) 

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus Selengkapnya

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin


GREEIK,1minute.id – Badan penanggulangan bencana daerah (BPDB) Gresik menghentikan sementara pencarian anak hilang terseret luapan Kali Lamong di Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Minggu 13 Desember 2020.

Korban hilang bernama Nasifah, 13 tahun.  Kapala BPBD Gresik Tarso Sagito mengatakan, pencarian dihentikan karena kondisi malam hari. “Besok (Senin) pencarian akan kami lanjutkan,”ujar Tarso dikonfirmasi selulernya, Minggu 13 Desember 2020 malam. 

Korban Nasifah sekitar pukul 11.00 berjalan melintasi air bah luapan Kali Lamong di  Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng. 
Ketinggian air sekitar 60 sentimeter di jalan desa. Ratusan unit rumah terendam. Siang itu, Nasifah berjalan bergandengan tangan dengan temannya. 

Tarso menambahkan, perkembangan air bah Kali Lamong mengarah kw Benjeng dan Cerme. “Sebagian desa di Balongpanggang mulai surut. Air mengarah ke Benjeng dan Morowudi, Cerme,”katanya.

Luapan Kali Lamong ini mulai masuk kw desa-desa di Kecamatan Balongpanggang sejak Minggu 13 Desember 2020 pukul 02.00. Hujan lebat mengguyur Gresik Selatan, Lamongan hingga Mojokerto membuat Kali Lamong di area Gresik tidak bisa menampung.

Sebab, kondisi Kali Lamong dangkal dan sempit. Akibatnya air menggenangi sawah, tambak, jalan desa, hingga rumah penduduk. (*)

Terseret Arus, Gandengan Tangan Terlepas, Siswa SMP Hanyut, BPBP Lanjutkan Pencarian Senin Selengkapnya

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari

GRESIK,1minute.id  – Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius bagi masyarakat Gresik. Apalagi, sarana dan prasarana untuk mengangkut sampah rumah tangga menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) masih sangat minim.

Akibatnya, tak sedikit armada truk angkut sampah dengan kondisi bolong-bolong terpaksa harus dioperasikan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang mencapai 150 meter kubik hingga 200 meter kubik per harinya itu. 

Tata kelola sampah di Kabupaten Gresik sangat memprihatinkan. Terbatasnya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) membuat perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan meningkat.

Kondisi tersebut telah lama menjadi perhatian serius paslon nomor urut 02, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) dalam rangka kelestarian lingkungan serta pengelolaan sampah terpadu.
Cabup Gus Yani mengatakan, setelah melewati tahapan kampanye mengelilingi desa ke desa.

Banyak masyarakat yang wadul soal penanganan sampah di Kota Pudak yang kurang diperhatikan pemerintah daerah.
Fakta banyaknya masyarakat yang membuang sembarangan itu karena minimnya TPS. Kondisi itu dinilai tidak sejalan dengan peningkatan jumlah hunian terutama di wilayah Gresik Selatan. Padahal, jumlah perumahan di wilayah Gresik selatan membludak.

“Tidak ada fasilitas oleh pemkab untuk penanganan sampah, jadinya banyak saya temui sampah berserakan di tepian jalan,”katanya, Senin 30 November 2020.

Imbas dari pengelolaan sampah yang buruk adalah ketika terjadi banjir atau genangan yang diakibatkan sampah di selokan maupun sungai. Padahal, Gresik juga memiliki problem banjir kali lamong yang harus segera dituntaskan.

“Kita lihat hari ini, ada banjir dan genangan karena sampah. Saya dapat kiriman fotonya dari seorang teman, lokasinya di kali Deliksumber jurusan Kedungrukem di kecamatan Benjeng. Kan ini harus diperhatikan dan dicarikan solusinya,”imbuhnya.

Oleh sebab itu, jika ia dan Bu Min terpilih sebagai Cabup dan Cawabup Gresik periode 2021-2025. Pihaknya menjamin keberadaan truk pengangkut sampah serta sarana TPS harus diperbanyak. Selain itu, pengelolaan yang tepat juga menjadi fokus utama.

“Di visi misi Niat ada program Gresik Lestari. Melalui program itu akan kami wujudkan sistem pengelolaan lingkungan yang bagus sehingga masalah sampah bisa teratasi. Ini penting karena menyangkut kesehatan masyarakat, menjaga keseimbangan alam dan potret dari pada kota Gresik,”terang mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Cawabup Bu Min menambahkan dalam program Gresik Lestari, paslon Niat mendorong filosofi ramah lingkungan pada setiap pembangunan pemukiman dan infrastruktur dengan mengampanyekan lubang serapan biopori.

Hal ini untuk meningkatkan kapasitas tanah dalam meminimalisir genangan, artinya tambah Bu Min, ke depan harus dilakukan manajemen yang baik. Misalnya, ketika ada pengembangan perumahan maka wajib dilakukan gerakan pembuatan lubang biopori.

“Saya kira pemerintah ke depan harus memulai itu. Dikampanyekan ke masyarakat lalu diimplementasikan sehingga semakin banyak lubang biopori maka banjir ataupun genangan tak akan terjadi lagi,”tambahnya.

Paslon Niat juga bakal membuat pengelolaan sampah menjadi terpadu dan terpusat di kecamatan. Sehingga, sudah tidak ada lagi armada truk angkut sampah yang hanya berpusat di kota. Termasuk,  peremajaan armada truk angkut sampah yang sudah tidak layak digunakan.  

“Saya sering menjumpai kontainer sampah di perkotaan Gresik saat melintasi jalan bergelombang sampahnya tumpah di jalan raya. Truknya terus melaju, sementara sampahnya tertinggal di jalan . Pengelolaan seperti ini yang harus kami ubah nantinya,”ujar Cawabup perempuan pertama di Gresik yang juga aktif di bidang lingkungan. (*)

Prihatin Soal Sampah, Niat Wujudkan Gresik Berbasis Kebersihan Lingkungan Melalui Program Gresik Lestari Selengkapnya

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes

GRESIK, 1minute.id – Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Gresik mewakili Jawa Timur dalam ajang lomba lingkungan bersih dan sehat (LBS).  Desa di ujung jalan Deandles di pantai utara Gresik itu menjadi duta Gresik setelah memenangi juara jenis tingkat Jawa Timur .

Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak kepada Isteri Bupati Gresik Hj Maria Ulfa di ruang rapat Binaloka Adhikara Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya. 

Hj.Maria Ulfa mengatakan, masih harus kerja keras untuk menjadi terbaik nasional. Dia optimistis masyarakat Desa Prupuh bisa. 

Perjalanan cukup panjang telah dilakukan masyarakat Desa Prupuh. Diawali menjadi nominator lomba Kesatuan Gerak PKK-KKBKP-Kesehatan  2020 untuk kategori Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Jawa Timur.

Waktu itu belum wabah korona. Karena penilaian Januari 2020. Pemkab Gresik dan TP PKK Kabupaten Gresik ikut mendampingi dalam penilaian oleh pihak Provinsi Jawa Timur itu. 

“Pada penilaian tingkat nasional nanti, tentu ada penilaian khusus tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Makanya mulai saat ini, persiapan itu harus lebih dimatangkan termasuk mengedepankan protokol kesehatan,”kata ketua tim Penggerak PKK Gresik itu. 

Keunggulan Desa Prupuh pada penilaian lomba LBS Jawa Timur dulu yaitu inovasi program biopori dan pemanfaatan limbah industri kayu, pembuatan jamur yang memanfaatkan limbah serbuk kayu sebagai media tanam.

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Hj Maria Ulfa bersama pengurus desa usai menerima penghargaan lomba lingkungan bersih dan sehat Jawa Timur

“Pembuatan jamur ini bisa memberikan lapangan kerja pada masyarakat setempat. Sehingga ada peningkatan pendapatan masyarakat yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ujar istri Bupati Gresik Sambari  Halim Radianto itu. 

Desa Prupuh ini dulunya desa yang kesulitan air. Mengandalkan air tadah hujan.Sejak 2013 Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Desa setempat mengelola sumber air tadah hujan ‘Duyung’ maka seluruh masyarakat Desa Prupuh bisa menikmati sumber air tersebut.

Untuk melestarikan sumber air, warga setempat membuat program biopori. Di sini setiap rumah wajib membuat minimal satu biopori. “Biopori ini juga dimanfaatkan untuk komposting sampah dan juga sebagai arena pembelajaran bagi anak sekolah disekitar desa,”katanya. (*)

Desa Prupuh Melaju ke Ajang LBS Nasional 2020, Ingatkan Prokes Selengkapnya