Fasilitas Nathabumi Milik SIG Sukses Musnahkan 103 Ton Bahan Perusak Ozon

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut ambil bagian dalam upaya pelestarian ozon dengan mengoptimalisasi fasilitas pemusnah Bahan Perusak Ozon stay BPO yang dioperasikan oleh anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Pabrik Narogong, Bogor, Jawa Barat.

Aksi global untuk melestarikan lapisan ozon dipicu oleh penemuan lubang pada lapisan ozon di Benua Antartika pada awal 1980-an. Sebagai pelindung bumi dari bahaya radiasi ultraviolet (UV) matahari, terutama UV-B, adanya lubang pada lapisan ozon menjadi ancaman bagi kehidupan di bumi. Sebab, radiasi UV dari matahari dapat menyebabkan kanker kulit, kerusakan mata, serta gangguan sistem imun manusia. Radiasi UV juga dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan ekosistem perairan, serta penyakit pada hewan.

Didasari kesadaran akan pentingnya peran lapisan ozon bagi kehidupan, masyarakat internasional bersepakat untuk melindungi dan memulihkan lapisan ozon dari kerusakan.

Kesepakatan tersebut dikenal dengan nama Protokol Montreal, sebuah perjanjian internasional yang ditandatangani pada 16 September 1987 oleh sejumlah negara, diantaranya, Indonesia yang berkomitmen untuk melindungi lapisan ozon dari zat-zat kimia berbahaya dan merusak, seperti CFC stay chlorofluorocarbon yang memiliki unsur klorin, florin, dan karbon, yang  ditemui pada alat pendingin ruangan atau AC atau air conditioner.

SIG melalui lini bisnis pengelolaan limbah dan sampah berkelanjutan yang bernama Nathabumi, terus mengoptimalkan fasilitas pemusnah BPO yang telah beroperasi sejak 2007 dan menjadi yang pertama di Asia Tenggara. Nathabumi tercatat membantu 36 institusi pemerintahan dan perusahaan dari berbagai industri dalam pemusnahan BPO, antara lain industri makanan dan minuman, farmasi, kimia, petrokimia, manufaktur, energi, pertambangan, pengelolaan limbah, hingga minyak dan gas.

Per Agustus 2024, Nathabumi telah memusnahkan 103 ton BPO yang dapat merusak lapisan ozon, atau telah membantu mencegah pelepasan Gas Rumah Kaca ke atmosfer setara 220.914 ton CO2 equivalent. 

Jenis BPO yang dimusnahkan antara lain, senyawa halon yang banyak digunakan untuk bahan pemadam kebakaran, refrigerant-CFC/HCFC/HFC dari unit pendingin seperti AC dan lemari es, serta SF6 yang biasa digunakan dalam peralatan listrik tegangan tinggi.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, kehadiran fasilitas pemusnah BPO semakin memperkuat langkah SIG dalam upaya pelestarian lingkungan untuk menjaga keberlangsungan hidup makhluk hidup di bumi, yang sejalan dengan sustainability roadmap 2030 SIG pilar Perlindungan Terhadap Lingkungan.

“Fasilitas pemusnah BPO tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian lapisan ozon, tetapi juga sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Karena BPO yang tidak terkelola dengan baik akan meningkatkan intensitas Gas Rumah Kaca penyebab perubahan iklim yang dampaknya telah kita rasakan saat ini, seperti peningkatan suhu bumi,” kata Vita Mahreyni.

Proses pemusnahan BPO oleh Nathabumi dilakukan dengan teknologi yang aman dan ramah lingkungan, di mana limbah BPO yang berbentuk cair maupun gas dimusnahkan dalam tanur semen dengan suhu mencapai 1.500 derajat celsius secara stabil. Fasilitas pemusnahan BPO ini telah memiliki izin pengolahan BPO dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Untuk berkontribusi lebih dalam upaya pelestarian lapizan ozon, SIG juga mendorong penggunaan alat pendingin (refrigerant) non CFC dan APAR atau Alat Pemadam Api Ringan non HALON di wilayah operasi. Seperti PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBl), anak usaha SIG yang telah menggunakan alat pendingin dan APAR yang ramah ozon di seluruh wilayah operasi.

Vita Mahreyni menambahkan, SIG juga menerapkan operational excellence  dengan menggunakan hydrogen injection dalam kegiatan produksi. Penggunaan hydrogen injection  membantu proses pembakaran di kiln semen lebih sempurna, sehingga mendukung optimasi kegiatan produksi dan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar, sekaligus mencegah timbulnya zat N2O yang merupakan senyawa kimia yang juga dapat merusak ozon.

“Dengan fasilitas, kemampuan, dan pengalaman yang dimiliki, SIG siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lapisan ozon sehingga bumi tetap menjadi  tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali bagi semua makhluk hidup,” ujar Vita Mahreyni. (yad) 

Fasilitas Nathabumi Milik SIG Sukses Musnahkan 103 Ton Bahan Perusak Ozon Selengkapnya

Stranas PK Fasilitasi Kolaborasi SIG dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sampah

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menerapkan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG) dalam kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi. Hal ini sejalan dengan inisiatif Tim Nasional Strategi Nasional Pencegahan Korupsi atau Stranas PK dalam mendorong kerja sama yang bersih dan transparan antara badan usaha pemerintah, BUMN dan BUMD, serta pemerintah daerah di sektor pertambangan dan pengelolaan sampah.

Inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi, serta penguatan kapasitas BUMN dan BUMD untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di tingkat nasional dan daerah ini, diwujudkan melalui agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama BUMN dan BUMD pada Sektor Pertambangan dan Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan di Gedung Juang KPK, Jakarta pada Kamis, 22 Agustus 2024. 

Sebagai perusahaan BUMN penyedia solusi bahan bangunan yang memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam pengelolaan limbah dan sampah perkotaan, SIG bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Pemkab Sidoarjo, dan Pemkab Bangkalan, menandatangani Kesepakatan Bersama dalam Pengelolaan Sampah untuk dijadikan bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF) dalam produksi semen di Pabrik SIG dan SBI Tuban, Jawa Timur, serta Pabrik PT Semen Gresik di Rembang, Jawa Tengah.

Anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) dan PT Semen Tonasa, juga menunjukkan komitmennya untuk membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah. SBI menandatangani Kesepakatan Bersama dalam Pengelolaan Sampah dengan Pemprov Aceh dan Pemkab Purwakarta.  Sementara PT Semen Tonasa menandatangani Perjanjian Kerja Sama dalam Pengelolaan Sampah dengan Pemkab Pangkep.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak mengatakan, KPK memiliki tugas utama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di mana aspek pencegahan termasuk di dalamnya. Untuk menjaga efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam kaitannya dengan pengelolaan sampah, KPK selaku koordinator Tim Nasional Stranas PK telah membuat kajian khusus tentang bagaimana memanfaatkan sampah dengan sebaik-baiknya yang dapat mendatangkan keuntungan bagi bangsa dan negara.

“Dalam pelaksanaan pengelolaan sampah yang akan menggunakan baik dana dari pemerintah pusat melalui BUMN atau pemerintah daerah melalui BUMD, ini akan kita kawal agar nantinya tidak ada suatu tindakan tercela untuk memanfaatkan dana-dana tersebut untuk kepentingan pribadi atau kelompok yang akan menyebabkan kerugian negara. Inilah yang nanti kami kawal. Dalam tempo setiap 3 bulan kami akan lakukan evaluasi. Apakah kegiatan tersebut benar-benar sudah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada terjadi kerugian negara terutama yang terkait dengan korupsi,” kata Johanis Tanak.

Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari mengapresiasi Tim Nasional Stranas PK yang telah memfasilitasi perjanjian kerja sama antara BUMN, BUMD dan pemerintah daerah. Melalui dukungan KPK, kerja sama ini diharapkan dapat terlaksana dalam koridor good corporate governance dan akuntabel.

“BUMN dan BUMD memegang peranan krusial dalam pembangunan nasional di Indonesia. Tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan Indonesia, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia. BUMN dan BUMD berdiri bukanlah sebagai pesaing, melainkan kita adalah mitra strategis yang bahu membahu mewujudkan visi Indonesia maju,” kata Rabin Indrajad Hattari.    

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, SIG telah menggunakan RDF sebagai substitusi batu bara yang dihasilkan dari fasilitas RDF Plant Jeruklegi milik Pemkab Cilacap sejak 2020. Tidak hanya sebagai pengguna, SIG melalui anak usahanya, SBI, juga menjadi inisiator sekaligus operator fasilitas RDF pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan pada 21 Juli 2020.

Saat ini, fasilitas SIG dapat menyerap RDF lebih dari 460 ribu ton per tahun atau setara dengan volume sampah lebih dari 1 juta ton per tahun. Dengan pengembangan ke depan, fasilitas SIG diproyeksi dapat menyerap RDF lebih dari 770 ribu ton per tahun atau setara volume sampah lebih dari 1,6 juta ton per tahun. “Selain mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil dan mencapai target dekarbonisasi, penggunaan RDF juga menjadi solusi yang dapat kami berikan untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah, dan menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat,” kata Donny Arsal.

Komitmen SIG terhadap upaya pelestarian lingkungan semakin kuat dengan dukungan fasilitas pengelolaan limbah ramah lingkungan bernama Nathabumi. Nathabumi memberikan layanan pengelolaan limbah industri baik B3 maupun Non-B3, pengelolaan sampah perkotaan, analisis dan laboratorium limbah, hingga pengelolaan limbah pengeboran. Sistem pengelolaan sampah dan limbah oleh Nathabumi dilakukan melalui metode co-processing dengan memanfaatkan suhu tinggi tanur semen yang mencapai 1.500 derajat Celcius, sehingga tidak menyisakan residu. (yad)

Stranas PK Fasilitasi Kolaborasi SIG dan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Sampah Selengkapnya

Pemkab Gresik Sabet Penghargaan Proklim  Lestari dari KLHK

GRESIK,1minute.id – “Gresik Kota Industri”. Julukan itu tidak menyurutkan tekad duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah wujudkan lingkungan dan iklim yang nyaman bagi warganya.

Buktinya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam Program Kampung Iklim atau Proklim kategori Lestari. Kategori Lestari ini, strata tertinggi di ProKlim ini. Penghargaan Proklim Lestari ini kali pertama di raih oleh Pemkab Gresik karena sebelumnya “hanya” mendapatkan penghargaan Kategori Utama.

Ada empat kategori dalam Proklim ini. Yakni, Proklim Pratama dengan nilai sampai dengan 50 persen ; Proklim Madya 50-80 persen dan Proklim Utama nilai 81persen keatas. Dan, Proklim Lestari adalah proklim utama yang melakukan pembinaan kepada minimal 10 lokasi lain yang selanjutnya didaftarkan sebagai kampung iklim.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang menerima langsung penghargaan itu pada 

Festival LIKE (Lingkungan, Iklim, Kehutanan dan Energi) yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta Convention Center pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Aminatun Habibah atau Bu Min mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai wujud nyata upaya Pemkab dalam pengendalian perubahan iklim dan memberikan pembinaan dengan baik pada Proklim di Kabupaten Gresik

“Program Kampung Iklim ini merupakan salah satu upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sehingga nantinya diharapkan masyarakat mampu dan tangguh menghadapi perubahan iklim secara ekonomi dan pelestarian hidup,” kata Bu Min yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah dan Lurah Sukorame Ni’mah. 

Selain Tropi Proklim Lestari, Bupati Gresik yang diwakili Wabup Aminatun Habibah juga dinobatkan sebagai penerima apresiasi Pembinaan Proklim Nasional. Pada September 2023, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dinobatkan sebagai Pembina terbaik Proklim di Jawa Timur. Tidak hanya itu, perusahaan pendukung Proklim 2024 juga diberikan kepada PT Petrokimia Gresik dan Pertamina Lubricant. 

Bu Min mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, baik perusahaan, masyarakat, swasta dan pemangku kepentingan. Strategi ini supaya terus melakukan penguatan kapasitas adaptasi dalam upaya pengendalian dampak perubahan iklim.

“Dengan raihan yang sudah kita dapatkan hari ini semoga menjadi motivasi lebih banyak lagi desa maupun kelurahan yang melaksanakan program kampung iklim,” tutup Wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaidah mengatakan, tahun lalu kita mendapatakan Proklim kategori utama saat masih mengusulkan 23 lokasi. Tahun ini kita naikkan menjadi 30 lokasi, dan alhamdulillah tujuh tambahan usulan tersebut diterima dan sudah bersertifikat. 

“Karena syarat untuk naik dari kategori Proklim Utama ke Lestari harus mengusulkan dan membina 10 lokasi. Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan kategori tertinggi yaitu Lestari,” pungkasnya. (yad)

Pemkab Gresik Sabet Penghargaan Proklim  Lestari dari KLHK Selengkapnya

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya 

GRESIK,1minute.id – Rumah Tempat Pengolahan Sampah di Kabupaten Gresik bertambah satu lagi. Terbaru yakni tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle atau TPS3R Manyarejo Kampung Indonesia. 

TPS3R di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu berdiri hasil kolaborasi Pemkab Gresik dengan SKK Migas dan Petronas Indonesia. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan beroperasinya TPS3R itu pada Selasa, 16 Juli 2024.

Sebelumnya, telah beroperasi TPS3R Desa Sungonlegowo, Kecamatan Bungah berkapasitas 4 ton per hari. Lalu, TPS3R Petiken, Kecamatan Driyorejo berkapasitas 12 ton per hari. Bila setiap desa bisa memiliki TPS3R, persoalan sampah rumah tangga akan bisa teratasi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, isu kelestarian alam sudah menjadi isu global. Ia mengajak masyarakat Gresik memiliki komitmen bersama dalam menjaga lingkungan di sekitar. “Persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah namun juga seluruh lapisan masyarakat pun ikut berperan serta menjaga daerah masing-masing,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 16 Juli 2024

Gus Yani mengingatkan, jika pada 2022 Kabupaten Gresik mendapatkan capaian tertinggi dalam kebersihan Kota/Kabupaten dengan meraih Piala Adipura. Piala Adipura ini diberikan pada 2023. Capaian ini, imbuhnya, menjadi bukti kerja sama dan tanggung jawab antara pemerintah daerah dengan masyarakat Gresik dalam penanganan akan kebersihan lingkungan.

Program ini sejalan dengan program 9 Nawakarsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Yang salahsatunya adalah Gresik Lestari. Untuk itu, Gus Yani meminta di setiap desa memiliki TPS-3R. Ini penting karena program ini dapat memilah sampah terlebih dahulu di setiap desanya sebelum sampah yang tidak bisa diolah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

TPS-3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos. Inovasi ini dinilai lebih efektif dan efesien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS3R serta sebagian bisa untuk dijual.

Sementara itu, Presiden Direktur Petronas Indonesia Yuzaini MD Yusof menyampaikan, beberapa program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta lingkungan seperti program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha membatik, penanaman bibit mangrove, serta pembangunan rumah TPS-3R yang menjadi fasilitas pengolahan sampah.

“Didirikannya Rumah TPS-3R ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat setempat terkait pengolahan sampah untuk dijadikan produk yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendukung target pemerintah untuk mencapai Indonesia Bersih Sampah 2025,” tutur Yuzaini.

Sementara itu, pembudidayaan maggot yang terintegrasi menjadi salah satu program utama untuk Rumah TPS-3R. Maggot merupakan media penting untuk penguraian sampah organik sehingga dapat di proses lebih lanjut menjadi kompos dan juga dapat dijadikan pakan ternak ayam dan kambing.

Tidak hanya itu, Rumah TPS-3R juga dilengkapi dengan lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk penanaman tanaman obat keluarga atau Toga. (yad)

Satu Lagi, Rumah TPS-3R Desa di Kabupaten Gresik Beroperasi, Ini Lokasinya  Selengkapnya

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024

GRESIK,1minute.id – Nawa Karsa Award Gresik Lestari menjadi penutup puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di helat Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Rabu, 10 Juli 2024.

Sejumlah kegiatan memeriahkan acara yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik yang dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah itu. 

Diantara kegiatan untuk memeriahkan acara tersebut adalah kompotesi yel-yel bertemakan Lingkungan Hidup untuk kader lingkungan. Tim juri dari kompetesi itu menetapkan kader lingkungan dari UPT SMP Negeri 31 Gresik sebagai jawara. 

Di kompetesi Yel-yel, kader lingkungan yang semuanya siswa di sekolah yang dipimpin oleh Miko Dani Asmoro memakai kostum daur ulang. Mereka mendesain sendiri kostum itu.

Menurut guru pembina UPT SMP Negeri 31 Gresik Misri Astuti, siswa bersama semua guru harus lembur membuat kostum daur ulang tersebut.

“Anak-anak all out tampilnya. Busana yang ditampilkan juga kreasi daur ulang made in sendiri. Jadi bapak ibu guru semuanya terlibat dan anak-anak untuk mendaur ulang jadi kostumnya luar biasa,” ujar Misri Astuti pada Kamis, 11 Juli 2024.

FOTO BARENG : Siswa dan guru UPT SMP Negeri 31 Gresik foto bersama usai acara Nawa Karsa Award, Gresik Lestari di depan gedung WEP pada Rabu, 10 Juli 2024 ( Foto : istimewa)

Ia pun mengaku tidak menyangka, dalam kompetesi ini bisa meraih menjadi yang terbaik. “Pesertanya sangat banyak. Dan semuanya baik-baik. Saya tidak menyangka anak-anak bisa menjadi juara,” katanya. Raihan positif dalam kompetisi Yel-yel Lingkungan ini semakin melengkapi keberhasilan yang diraih sekolah berada di Dusun Dadelrejo, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik itu.

Sebab, sebelumnya sekolah berada di ujung barat berbatasan antara Gresik-Lamongan dan Mojokerto itu telah meraih predikat sekolah Adiwiyata Mandiri pada 2022 lalu. “Kalau Adiwiyata itu mah nggak bisa sendiri..one man show. Ya, tahun nabung kegiatan l, nabung menciptakan lingkungan yang bersih ramah anak itu terbayar itu itu luar biasa,” tegas Misri Astuti berapi-api. 

Seperti diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup Gresik menggelar Nawa Karsa Award 2024. Dalam gelaran itu, organisasi perangkat daerah atau OPD bertanggungjawab tentang menjaga kualitas dan kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini menggelar sejumlah kegiatan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir bersama Wakil Bupati Aminatun Habibah mengajak semua stakeholder untuk menjaga dan melestarikan lingkungan di kabupaten seluas 1.137 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini.

“Pelestarian lingkungan ini membutuhkan komitmen bersama, bagaimana langkah kita dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah. Melalui Nawa karsa Award: Gresik Lestari ini, mudah-mudahan menjadi spirit bersama dalam satu ekosistem (industri, masyarakat, pemerintah) untuk terus memperhatikan isu lingkungan yang ada di sekitar. Termasuk di lingkungan sekolah, kita ingin sekolah adiwiyata juga semakin banyak,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (yad)

Rancang Kostum Daur Ulang hingga Gerakan, Siswa UPT Negeri 31 Gresik Jawara Yel_yel Nawa Karsa, Gresik Lestari Award 2024 Selengkapnya

Nawa Karsa Gresik Lestari Wujud Komitmen Pemkab Gresik Lestarikan Lingkungan 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Nawa Karsa Gresik Lestari di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Rabu, 10 Juli 2024.

Event yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik sebagai puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 yang diperingati setiap 5 Juni itu menjadi wujud komitmen dan penghargaan bagi para pihak yang berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Nawa Karsa Award, Gresik Lestari dan juga kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan di Gresik.

“Isu lingkungan menjadi isu strategis. Sehingga didalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) disebutkan ada program Gresik Lestari. Program ini wujud perhatian pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Gresik,” ujar orang nomor satu di Kabupaten berpenduduk 1,3 juta jiwa ini.

Gresik Lestari, Gus Yani melanjutkan, merupakan salah satu dari sembilan program prioritas dalam RPJMD Kabupaten Gresik. Mengingat Gresik memiliki karakteristik sebagai kota industri, diperlukan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Nawa Karsa Award ini diharapkan dapat menjadi semangat bersama bagi industri, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi isu lingkungan,” ujar Ketua DPRD Gresik 2019-2020 itu. Ia menegaskan kembali komitmen pemerintah kabupaten atau Pemkab Gresik untuk terus memperhatikan isu lingkungan, sebagai Gresik yang dikenal sebagai kota industri.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan Gresik sebagai kota industri yang ramah lingkungan,” tegas suami Nurul Haromaini Ali ini. 

Penghargaan Nawa Karsa Award Gresik Lestari ini dapat menjadi pendorong bagi kita semua untuk meningkatkan perhatian terhadap lingkungan. Dalam gelaran itu dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama Program Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Gresik yang dilakukan oleh semua stakeholder. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang mengawali menandatangani komitmen tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik Sri Subaidah menambahkan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, menggelar berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya, menggelar kompetisi Kampung Gresik berseri, Lomba konten Lingkungan Hidup, Gerakan Aksi Bersih Lngkungan, Susur Sungai, Penanaman Pohon, Penanaman biopori hingga workshop pengelolaan lingkungan bagi industri. (yad)

Nawa Karsa Gresik Lestari Wujud Komitmen Pemkab Gresik Lestarikan Lingkungan  Selengkapnya

Dialog Nasiomal Ekonomi Hijau di Trenggalek, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Gaungkan Motto ‘Gresik Lestari, Menanam sampai Mati

GRESIK,1minute.id – Dialog nasional bertajuk Ekonomi Hijau Pembangunan Rendah Karbon dihelat di Pendapa Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Sabtu, 2024.

Dialog mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Daerah” itu untuk memperingati HUT ke-24 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia atau Apkasi. 

Hampir semua bupati se-Indonesia hadir, diantaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ada empat narasumber yakni, Bupati Gorontalo, Prof Nelson Pomalingo sekaligus berbagi pengalaman sebagai best practice, Prof Juniati Gunawan, Heru Gunawan, dan Bupati Trenggalek yang juga Wakil Ketua Apkasi Mochamad Nur Arifin. Serta, peneliti terkait emisi karbon dari Taiwan  He Haoze.

Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengungkapkan banyak insight yang didapatkan dari narasumber dalam forum tersebut. Salah satunya adalah tentang bagaimana pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan, di tengah ancaman krisis global.

“Kita ketahui, Kabupaten Gresik menjadi tujuan investasi dimana banyak industri skala besar yang masuk di Kabupaten Gresik. Namun, komitmen kami terus menjaga kelestarian lingkungan seperti yang kita programkan dalam Nawa Karsa yakni Gresik Lestari,” ungkap Gus Yani didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah usai acara kepada wartawan pada Sabtu, 8 Juni 2024.

Ia memaparkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup terus melakukan pemantauan kadar emisi karbon serta kualitas udara di Kabupaten Gresik dan mendorong untuk memperbanyak ruang terbuka hijau atau RTH di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Kita terus dorong Dinas Lingkungan Hidup untuk membuka ruang terbuka hijau. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membangun hutan kota di area G-JOS (Gelora Joko Samudro. Ini bentuk komitmen kita bersama dalan menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik. Kita juga terus gaungkan motto ‘Gresik Lestari, menanam sampai mati’,” pungkasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa Kabupaten Gresik sudah memiliki alat pemantau kualitas udara secara realtime. Selain itu, sudah dilakukan juga pemantauan terkait perkembangan emisi karbon.

“Karenanya, dalam berbagai kesempatan saya tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon melalui program Satu Jiwa Satu Pohon (Sajisapo). Kami berharap dengan penambahan pohon akan mengurangi efek gas rumah kaca,” harapnya. 

Terkait kondisi Kabupaten Gresik saat ini, berdasarkan pengamatan yang sudah dilakukan Sri Subaidah mengungkapkan bahwa kondisi karbon di Kabupaten Gresik masih di bawah baku mutu, yang artinya kualitas udaranya masih baik. (yad)

Dialog Nasiomal Ekonomi Hijau di Trenggalek, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Gaungkan Motto ‘Gresik Lestari, Menanam sampai Mati Selengkapnya

Lembaga Konservasi Bawean Prihatin, 5 Ekor Ikan Duyung Mati Di Pesisir Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak lima ekor dugong alias ikan duyung terdampar dan mati di pesisir Pulau Bawean dalam tiga tahun terakhir ini. Kali terakhir, hewan mamalia yang langka itu ditemukan mati di pesisir pantai Panjinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa, 30 April 2024. Ikan duyung dikubur pada Rabu, 1 Mei 2024.

Menurut Kabid Penelitian Konservasi Bawean Yusra, dimungkinkan bahwa dugong tersebut sudah terdampar beberapa Minggu yang lalu. Dugong nahas itu memiliki panjang 238 cm, lingkaran 106 cm dan panjang sirip 35 cm. “Kami sulit mengenali jenis kelaminnya. Karena kondisi putri duyung itu sudah rusak,” katanya. 

Yusra menduga penyebab mamalia tersebut terdampar di bibir pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dimungkinkan karena cuaca buruk dan ombak yang besar yang terjadi di Pulau Bawean sebulan belakangan ini. “Sebelumnya di tahun yang lalu, bahkan setahun ada dua mamalia dugong yang terdampar sehingga Bawean ini setiap tahun selalu ada dugong terdampar,” urainya.

Pada Rabu, 1 Mei 2024 dugong dikuburkan bersama RKW 11 Bawean (Badan Konservasi Sumber Daya Alam/BKSDA Jatim ), masyarakat sekitar dan Tim Konservasi Bawean. Data Perkumpulan Peduli Konservasi Bawean tentang kematian dugong atau Putri Duyung sebagai berikut:

1. 17 Mei 2021 : Seekor Ikan Duyung di Pantai Mayangkara, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak

2. 27 Desember 2022 Ikan Duyung terdampar di Pantai Tanjunganyar Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura 

3. 4 Februari 2023 seekor dugong terdampar di Pantai Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura 

4. 9 Maret 2023 seekor dugong terdampar di Pantai Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura 

5. 30 april 2024 seekor Dugong terdampar di Pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori Kecamatan Tambak

Dari data diatas, Yusra, Kabid Penelitian Konservasi Bawean, mengharapkan ada perhatian dari pihak terkait untuk segara melakukan penelitian agar terpetakan keberadaan hewan mamalia dan diketahui penyebab paling utama yang membuat dugong ini terdampar setiap tahunnya. (yad)

Lembaga Konservasi Bawean Prihatin, 5 Ekor Ikan Duyung Mati Di Pesisir Pulau Bawean  Selengkapnya

Nelayan Temukan Seekor Ikan Duyung Mati di Pesisir Panjinggahan, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Nelayan dan para aktivis pegiat lingkungan di Pulau Bawean dihebohkan matinya seekor dugong alias ikan duyung. Hewan mamalia itu ditemukan mati di bibir pantai Panjinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean pada Selasa, 30 April 2024 sekitar pukul 16.07 WIB.

Ahen, salah satu nelayan setempat mengatakan kondisi dugong tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian besar anggota tubuhnya membusuk, kepala hancur hingga terlihat tulang rahangnya. “Sudah banyak anggota tubuh yang membusuk, kepala sudah hancur tinggal tulang rahangnya yang kelihatan sangat jelas,” kata Kabid Penelitian Konservasi Bawean Yusra menirukan ucapan Ahen kepada 1minute.id pada Rabu, 1 Mei 2024.

Menurut Yusra, dimungkinkan bahwa dugong tersebut sudah terdampar beberapa Minggu yang lalu. Dugong nahas itu memiliki panjang  238 cm, lingkaran 106 cm dan panjang sirip 35 cm. “Kami sulit mengenali jenis kelaminnya. Karena kondisi putri duyung itu sudah rusak,” katanya. 

Yusra menduga penyebab mamalia tersebut terdampar di bibir pantai Dusun Pajinggahan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak dimungkinkan karena cuaca buruk dan ombak yang besar yang terjadi di Pulau Bawean sebulan belakangan ini. “Sebelumnya di tahun yang lalu, bahkan setahun ada dua mamalia dugong yang terdampar sehingga Bawean ini setiap tahun selalu ada dugong terdampar,” urainya.

Pada Rabu, 1 Mei 2024 dugong dikuburkan bersama RKW 11 Bawean (Badan Konservasi Sumber Daya Alam/BKSDA Jatim ), masyarakat sekitar dan Tim Konservasi Bawean.

Yusra mengharapkan ada perhatian dari pihak terkait untuk segara melakukan penelitian agar terpetakan keberadaan mereka dan diketahui penyebab paling utama yang membuat dugong ini terdampar setiap tahunnya. (yad)

Nelayan Temukan Seekor Ikan Duyung Mati di Pesisir Panjinggahan, Pulau Bawean  Selengkapnya

HUT Ke-12 Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik Tanam 1.250 Bibit Pohon Di Desa Pengalangan 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menanam 1.250 bibit pohon di Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten  Gresik. Aksi peduli lingkungan itu, sebagai komitmen untuk membangun kelestarian lingkungan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Pupuk Indonesia ini dilakukan serentak dan hybrid bersama Pupuk Indonesia dan anak perusahaan Pupuk Indonesia lainnya, baru-baru ini.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa kegiatan yang dikemas dengan tajuk “Green Harmony Pupuk Indonesia” ini menjadi bukti komitmen Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung Indonesia menuju Net Zero Emission.

“Diharapkan kegiatan penanaman pohon ini dapat memberikan manfaat. Dengan penanaman ini, dunia akan lebih hijau. Serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar perusahaan,” ujar Rahmad.

Dalam kegiatan ini, Pupuk Indonesia bersama anak perusahaan menanam sebanyak 8.000 pohon yang tersebar di tujuh wilayah di Indonesia. Selain Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang di Karawang  menanam 1.000 bibit pohon. Kemudian Pupuk Kalimantan Timur di Kutai Kartanegara dan Bontang sebanyak 2.500 bibit.

Pupuk Iskandar Muda di Kabupaten Bireuen (750 bibit pohon), Pupuk Sriwidjaja Palembang di Palembang (1.250 bibit pohon). Terakhir Pupuk Indonesia Utilitas juga turut serta dengan menanam 250 pohon tabebuya di kawasan Stadion Gelora Joko Samudro di Kab. Gresik. Sementara Pupuk Indonesia sendiri menanam 1.000 pohon di Jakarta.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo di Gresik menambahkan, dalam menjalankan operasional perusahaan, Petrokimia Gresik selalu mengedepankan dan memperhatikan lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman ribuan bibit pohon di Desa Pengalangan ini.

“Pengendalian kerusakan lingkungan membutuhkan peran aktif dari seluruh pihak, tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah. Untuk itu, sebagai upaya membangun dan melestarikan lingkungan kami bersama masyarakat, pada momen ulang tahun Pupuk Indonesia ini melakukan penanaman bibit pohon bersama-sama,” tandas Adit, panggilan akrab Adityo Wibowo.

Adapun dalam kegiatan ini Petrokimia Gresik menanam 1.250 bibit pohon yang terdiri dari pohon jambu kristal, mangga, alpukat, cempedak dan kelengkeng. Kegiatan ini sekaligus menjadi kegiatan Insan Petrokimia Gresik dalam memperingati Hari Bumi Sedunia.

“Sesuai arahan Bapak Direktur Utama Petrokimia Gresik, pohon-pohon yang kami tanam ini harus bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Menganti, Bagus Arif Jauh Hari mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, selain manfaat ekonomi, juga membangun keseimbangan kehidupan dan memberikan kesehatan.

“Diharapkan kegiatan ini menginspirasi, masyarakat semakin sadar dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Ketika kita menebang pohon, kita harus melakukan penanaman kembali,” ujar Bagus.

Terakhir Adit menyampaikan komitmen Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kontribusi bagi kelestarian lingkungan. Petrokimia Gresik harus terus meningkatkan standarisasi pengelolaan lingkungan mengingat perusahaan ini telah mendapatkan PROPER EMAS tiga kali berturut-turut di tahun 2021-2023. PROPER EMAS sendiri merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam bidang pengelolaan lingkungan.

“Lingkungan saat ini telah menjadi isu global dan menjadi instrumen penting dalam persaingan bisnis. Kontribusi Petrokimia Gresik ini diharapkan mampu mendukung visi dan misi Pupuk Indonesia untuk menjadi perusahaan kelas dunia dengan berwawasan lingkungan,” pungkas Adityo. (yad)

HUT Ke-12 Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik Tanam 1.250 Bibit Pohon Di Desa Pengalangan  Selengkapnya