UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom 

GRESIK,1minute.id – Mohammad Salim tampil dihadapan ratusan siswa SMA Negeri 1 Kebomas (Smabom) pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kepala UPT SMP Negeri  2 Gresik (Spendagres) itu menjadi narasumber di acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) GreenTeam 2025 mengusung tema “Menguatkan Karakter Peduli Bersih kepada Siswa” dipusatkan di Aula Smabom.

Salim pun menularkan “virus” positif terkait sekolah zero waste dan kantin halal kepada Green Team School SMA Negeri 1 Kebomas. “Ini tidaklanjut dari studi tiru Green Team School Smabom ke UPT SMP Negeri 2 Gresik,” kata Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. 

Dua program yakni sekolah zero waste dan kantin halal telah diterapkan di Spenda Gresik sehingga qmenjadi jujugan sekolah lain untuk melakukan studi tiru. Antara lain, guru tergabung Green Team Smabom pada 30 Juli 2025. 

Program Sekolah Zero Waste menasbihkan Spenda Gresik menyandang sekolah Adiwiyata nasional. Sedangkan, kantin Halal telah mengantongi sertifikat halal dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023.

Spenda Gresik, menjadi pioner kantin halal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB).

Salim didampingi oleh Sumiarsih, pembina Kelompok Cinta Lingkungan (KCL) Spenda Gresik. Mereka disambut oleh Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Saspras) Smabom M.Alil Himah. 

Dalam Diklat GreenTeam Smabom yang diikuti 200 siswa itu, Salim menjlentrehkan tip dalam implementasi sekolah zero waste yaitu, bagaimana mengurangi Jumlah Sampah ; Meningkatkan Kesadaran Lingkungan ; Menerapkan Prinsip 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) ;  Menciptakan Lingkungan Sekolah yang Sehat, Mengembangkan Perilaku Ramah Lingkungan.

“Mengurangi jumlah sampah harus dimulai dari rumah siswa,” ujar Salim pada Jumat, 22 Agustus 2025. Ia mencontohkan, larangan pemakaian botol minum plastik. “Siswa menggunakan botol air atau tumbler sebagai wadah minuman,” ujarnya. Sedangkan, Sumiarsih menyampaikan praktik pengolahan limbah dan pemilahan sampah sampai menjadi kompos. Waka Saspras M.Alil Himah memiliki mimpi besar gerakan berbudaya hidup bersih bisa menjadi gaya hidup siswa Smabom. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Tularkan “Virus” Positif Sekolah Zero Waste qkepada GreenTeam School Smabom  Selengkapnya

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Ribuan guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanan Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) semringah. Pasalnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat mengikuti Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IGTKI PGRI di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) mengumumkan telah mengalokasi anggaran tahun 2025 insentif senilai Rp 7 miliar bagi guru IGTKI yang non-sertifikasi.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengatakan insentif guru IGTKI PGRI itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terhadap guru sebagai ujung tombak pendidikan. 

“Tadi Kadispendik (Kepala Dinas Pendidikan Gresik S.Hariyanto,Red) sudah ngomong ke Saya bahwa tahun 2025 ini, terdapat anggaran 7 miliar yang kita anggarkan untuk insentif guru IGTKI non sertifikasi. Ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan dan kesejahteraan guru,” ujarnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Gus Yani hadir di acara itu bersama Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali melanjutkan usulannya untuk terus menaikkan insentif para guru non sertifikasi setiap dua tahun sekali. Ia menilai guru TK, maupun PAUD benar benar punya peranan lebih dalam mengendalikan anak didiknya.

“Guru juga menjadikan sekolah rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak anak. Dua tahun sekali dinaikkan tapi dengan melihat kemampuan keuangan daerah,” imbuh  mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Di tempat sama, Ketua IGTKI PGRI Kabupaten Gresik Ma’rifah menambahkan, HUT ke-75 IGTKI PGRI mengusung tema “Guru TK bermartabat anak Indonesia hebat mendukung wajib belajar 13 tahun dimulai dari TK”, merupakan wadah penting dalam meningkatkan kemampuan kompetensi dan menciptakan generasi cerdas, inovatif dan berakhlak. 

“IGTKI PGRI mendukung penuh wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Selain itu, untuk mengangkat kearifan lokal budaya Gresik akan ada tari sinopsis siwalan nan indah yang akan dibawakan oleh 1.000 guru TK se Kabupaten Gresik,” ungkapnya. (yad)

Pemkab Gresik Alokasikan Anggaran Rp 7 Miliar untuk Insentif Guru IGTK PGRI, Bupati Gresik: Guru Ujung Tombak Pendidikan Selengkapnya

Freeport Indonesia Sokong Kejuaraan Paralimpiade, 150 Atlet Semakin Percaya Diri

GRESIK1minute.id – Kejuaraan Paralimpiade Kabupate (Keperkab) Gresik  2025 di Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS). PT Freeport Indonesia (PTFI) menyokong event yang diselenggarakan oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Gresik yang diikuti 153 atlet itu.

Vice President External Affairs Smelter PTFI Erika Silva mengatakan dukungan ini merupakan realisasi komitmen PTFI terhadap penghormatan Hak Asasi Manusia, sekaligus upaya mendorong keberagaman dan kesetaraan.

“Kami percaya bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi untuk berprestasi jika diberikan kesempatan yang setara. Melalui dukungan pada Kejuaraan Paralimpiade ini, kami ingin memastikan para atlet disabilitas di Gresik mendapat kesempatan yang sama untuk meraih prestasi terbaik, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas,” ujarnya.

KEPARKAB 2025 mempertandingkan empat cabang olahraga atletik, yaitu lari, lompat jauh, tolak peluru, dan lempar cakram. Tahun ini, jumlah peserta sebanyak 153 atlet, meningkat dibandingkan jumlah tahun lalu sebanyak 119 atlet. Para peserta berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan sekolah inklusi di wilayah Gresik.

Ketua NPCI Kabupaten Gresik Andri Bagus Sugiarto mengapresiasi dukungan penuh PTFI dalam kegiatan ini sebagai komitmen memajukan olahraga disabilitas dan mendukung penyandang disabilitas terus 

berprestasi. “Antusiasme atlet luar biasa. Semakin banyak atlet yang rutin berlatih dan orang tua menunjukkan dukungan penuh. Para atlet kini lebih percaya diri mengekspresikan diri di arena pertandingan,” katanya.

Khoirul Dwi Romadhoni, salah satu atlet disabilitas tunagrahita cabang atletik tolak peluru dan lompat jauh jenjang SMA mengaku senang dan bangga dapat berpartisipasi. “Saya senang sekali bisa ikut bertanding di kejuaraan ini. Hasil ini adalah buah dari latihan sebelumnya yang cukup baik. Harapan saya, semoga bisa terus berprestasi dan ke depan ada lebih banyak perlombaan yang dapat diikuti,” ujarnya.

Kejuaraan ini sejalan dengan tujuan PTFI yaitu mengembangkan pembinaan atlet disabilitas berkelanjutan, menyediakan fasilitas olahraga yang memadai dan aksesibel, serta melahirkan atlet profesional yang dapat mengharumkan nama Gresik.

“Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, PTFI berharap Kejuaraan Paralimpiade dapat menjadi pengalaman yang berharga dan inspiratif bagi semua peserta. Apa pun hasilnya, menang atau kalah, semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian,” kata Erika. (yad)

Freeport Indonesia Sokong Kejuaraan Paralimpiade, 150 Atlet Semakin Percaya Diri Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Alun-alun Gresik melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (PMS) digelar di teras sekolah berlokasi di Jalan KH. Kholil, Gresik. Usia remaja atau generasi (Gen)-Z adalah usia rentan terhadap PMS karena rasa ingin tahu yang tinggi dan kurangnya pengetahuan tentang risiko dan pencegahan.

Seperti pepatah, mencegah lebih baik dari mengobati. Penyuluhan kesehatan yang tepat menjadi bekal membuat keputusan yang bijak terkait kesehatan seksual. Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, dalam penyuluhan itu, siswa mendapatkan tambahan pengetahuan penyebab penularan dan dampak bagi kesehatan. 

Selain itu, bagaimana pencegahan. Salim menjelaskan ada beberapa cara pencegahan PMS, antara lain, peningkatan keimanan dan pengetahuan Agama; tes kesehatan secara teratur dapat membantu dalam deteksi dini penyakit kelamin. Selain, meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang penyakit kelamin dan cara pencegahya sangat penting.

“Selaku kepala sekolah Saya berterima kasih kepada Puskesmas Alun-alun atas sinergi positif dalam pencegahan penyakit menular seksual semoga menjadi ilmu manfaat bagi murid agar sejak dini mawasdiri dan berkesadaran tinggi,” kata Salim pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Kesehatan peserta didik menjadi salah satu prioritas perhatian sekolah. Sehari selumnya, kata Salim, pihak puskesmas melakukan skrining kepada siswa kelas VII. Skrining yang meliputi pemeriksaan gigi, mulut, telinga, gula darah dan mata. 

Lalu apa hasil rekomendasinya?. “Rekomendasi oleh pihak puskesmas agar murid SMPN 2 tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet atau P5,” katanya. Siswa kelas VII adalah siswa baru di tahun ajaran 2025/2026. Mereka diduga mengkonsumsi minuman berbahan pemanis buatan berpengawet ketika masih di sekolah dasar. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik Sinergi Gelar Penyuluhan Mencegah PMS Selengkapnya

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa

GRESIK,1minute.id –  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sudah menjadi gaya hidup  di SMA Negeri 1 Gresik. Pada tahun ini gerakan satu kelas satu buku ini memasuki tahun kesepuluh.

Gerakan Literasi Sekolah Generasi kesepuluh alias GLS Gen-10 mengusung tema : Menguatkan Budaya Literasi Sekolah dengan Semangat “Perintis” (Pelajar Responsif, Inovatif,  Nasionalis, Terampil, Inspiratif dan Solutif) dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir di Aula lantai 2 SMA Negeri 1 Gresik pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Pembukaan GLS Gen-10 lebih meriah. Seluruh wali kelas dan siswa kelas X yang berjumlah 431 siswa (12 rombongan belajar/rombel) tumplek blek di Aula. Dalam pembukaan itu, ratusan siswa  melakukan deklarasi dan tanda tangan komitmen bersama untuk menuntaskan tugas tepat waktu. 

Usai deklarasi, sebanyak 12 wali kelas melakukan senam literasi. Suasana Aula pun riuh karena dukungan dari siswa. Partisipasi wali kelas untuk GLS Gen-10 ini kali pertama. Sehingga GLS Gen-10 nanti bisa menghasilkan 12 buku antologi karya siswa, dan satu buku karya guru.

Usai seremonial pembukaan GLS Gen-10,  siswa kelas X tergabung dalam 12 rombel itu dibagi empat kelas untuk mendapatkan materi penulisan dari empat narasumber yakni Jaenuri, Ketua pelaksana GLS Gen-10 untuk penulisan Esai ; Kuswanto, Kosnsultan Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan Populer untuk penulisan Cerpen ; Kris Adji A.W, pemilik Mataseger untuk penulisan Puisi dan Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id untuk penulisan Artikel. 

Sisea dan Guru Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Generasi (Gen) 10 SMA Negeri 1 Gresik melakukan foto bareng bersama narasumber usai Pembukaan GLS Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik di Aula Sekolah pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Foto : SMA Negeri 1 Gresik untuk 1minute.id)

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir mengatakan, SMA Negeri telah menjadi sekolah literasi yang pertama di Kabupaten Gresik. “Tahun ini memasuki tahun kesepuluh. Ini menjadi brand Sekolah,” kata Tohir dalam sambutannya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Gerakan Literasi Sekolah akan terus dikembangkan. Sebab, sekolah berkeinginan menjadikan Literasi sebagai budaya dan gaya hidup di SMA Negeri 1 Gresik. “Orang yang literet itu tidak suka mengumpat. Bahkan, sedang marah pun tidak menggunakan bahasa yang kasar. Karena kosakata sangat banyak,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, seorang literet tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan atau hoaks. Literet adalah seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik, yaitu kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi. 

Ia pun berharap seluruh siswa bisa membuat karya tulis. “Karya yang dicetak dan dibukukan. Ini menjadi legasi,” tegas Tohir. Seorang guru mengungkapkan, bahwa sekolah telah menerapkan budaya membaca bagi seluruh siswa di SMA Negeri 1 Gresik. “Tradisi, 15 menit sebelum pembelajaran baca buku,” ungkap seorang guru. (yad)

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa Selengkapnya

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melakukan aksi bersih-bersih pesisir pantai Gresik. Pesisir pantai mulai Kelurahan Lumpur hingga Kelurahan Kroman. Aksi peduli lingkungan ini untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.

Menurut Asluchul Alif semangat nasionalisme yang tidak hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi nyata. “Semangat nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga lewat aksi konkret seperti menjaga kebersihan dan kelestarian alam,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sebelumnya, ia membagikan bendera merah putih secara simbolis kepada  peserta kegiatan kegiatan Jumat bersih tersebut. Peserta kegiatan peduli lingkungan ini antara lain kelompok masyarakat nelayan, termasuk ASN Pemkab Gresik, warga sekitar pelabuhan, serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik menyiapkan  10 ribu bendera merah putih kepada masyarakat sebagai bagian dari semangat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat simbolis. Namun menjadi upaya memotivasi masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan menjadikannya budaya yang dilakukan secara rutin.

“Kami berharap kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi budaya masyarakat Gresik, terutama di wilayah pesisir. Dampaknya sangat besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut serta pantai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar dalam merayakan HUT RI tidak perlu menciptakan timbunan sampah berlebihan. Hal ini disampaikannya saat melihat tumpukan sampah yang cukup besar di lokasi kegiatan. “Dalam sejam pelaksanaan aksi ini, telah terkumpul 628 kg sampah. Kami berharap warga bisa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh sukacita, namun tetap menjaga lingkungan dan tidak menimbulkan sampah,” tambah Sri Subaidah. (yad)

Wabup Asluchul Alif Bersihkan Pesisir Pantai Gresik, Sejam Kumpulkan Sampah 628 Kilogram  Selengkapnya

Semangat Kemerdekaan, Freeport Indonesia Gelar Fun Run 5K, Peserta Pakai Busana Adat Nasional 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 500 karyawan Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) berpartisipasi dalam Fun Run “Lari Warna Nusantara” di Kota Baru (Convex) Gresik, Jawa Timur. Lari dengan busana bernuansa baju adat nasional untuk menyambut dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendorong gaya hidup sehat dan mempererat kebersamaan antar karyawan.

“Melalui Lari Warna Nusantara, kami ingin mengajak seluruh karyawan untuk merayakan 80 tahun Indonesia Merdeka dengan penuh semangat, sehat, dan bahagia. Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan semangat gotong royong yang merefleksikan nilai-nilai kebangsaan yang kami junjung tinggi di PTFI,” kata Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

Fun Run berlangsung pada Ahad, 3 Agustus 2025 diikuti karyawan yang seluruhnya mengenakan pakaian adat sebagai bentuk apresiasi terhadap keberagaman budaya Indonesia dalam semangat peringatan HUT ke-80 RI.

Peserta wajib mengutamakan aspek keselamatan, salah satunya melalui sesi pemanasan yang dilakukan sebelum memulai lari sejauh 5 kilometer guna mencegah cedera. Kegiatan kemudian ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Executive Vice President Corporate Planning and Business Strategy Smelter PTFI, Horst Dieter Garz.

Tony mengatakan PTFI secara konsisten mendukung berbagai kegiatan yang mendorong gaya hidup sehat, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Semangat olahraga di lingkungan perusahaan juga diwujudkan melalui ajang Freeport Olympic yang melibatkan partisipasi karyawan dari berbagai lokasi kerja PTFI, mulai dari Tembagapura, Kuala Kencana, Jakarta, hingga Gresik. 

Cabang olahraga yang dipertandingkan pun beragam, antara lain bulu tangkis, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bowling, biliar, hingga e-sports. PTFI sebagai perusahaan tambang tembaga terintegrasi dari hulu hingga hilir terbesar di dunia, turut merayakan HUT ke-80 RI. 

Sepanjang Agustus, PTFI menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mengalirkan semangat nasionalisme dan gotong royong di lima titik lokasi kerja PTFI, dari hulu di Papua—meliputi Tembagapura, Kuala Kencana, dan Nabire— hingga ke hilir di Gresik, Jawa Timur dan Jakarta. Di Tembagapura berlangsung beragam lomba dan pentas budaya bersama warga Kampung Banti. Di Dataran Rendah Mimika karyawan Freeport Indonesia melakukan bakti sosial dan bersih kampung bersama ratusan warga Kampung Ayuka dan Kampung Tipuka. Di Nabire untuk pertama kalinya akan digelar Edukasi dan Pemeriksaan Mata Gratis untuk 1.000 anak sekolah, penyerahan 500 kacamata gratis, dan puncaknya Operasi Katarak Gratis untuk masyarakat. 

Di Gresik berlangsung donor darah, pelatihan digital UMKM Gresik, serta Konser Melodi Tembaga Nusantara. Puncaknya adalah Upacara Peringatan Kemerdekaan RI ke-80 serentak yang akan diikuti karyawan dan kontraktor di lima titik lokasi kerja PTFI. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan penuh semangat gotong royong dan kebersamaan dengan warga sekitar wilayah operasi. Bersama putra-putri terbaik bangsa, PTFI terus berkontribusi untuk negeri, menjalankan operasi yang aman dan berkelanjutan sebagai wujud syukur atas 80 tahun Kemerdekaan Indonesia. (yad)

Semangat Kemerdekaan, Freeport Indonesia Gelar Fun Run 5K, Peserta Pakai Busana Adat Nasional  Selengkapnya

Mensos Gus Ipul : Badan Gizi Nasional Support Makan Bergizi untuk Siswa SRMA 37 Gresik Boarding School 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik tidak perlu khawatir asupan gizi. Sebab, Badan Gizi Nasional (BGN) akan me support kebutuhan gizi siswa sekolah rakyat yang masuk kategori keluarga miskin tersebut. 

Sehingga, siswa yang bersekolah di sekolah rakyat hanya fokus pada belajar…belajar…dan belajar. Karena pemerintah memenuhi semua kebutuhan siswa, mulai seragam, alat tulis, laptop, asrama hingga makan sehari 3 kali. 

“Cek Kesehatan Gratis, Setelah itu nanti juga ada proses pemenuhan gizi yang akan ditangani oleh Badan Gizi Nasional (BGN), masuk bagian dari program makan bergizi gratis,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat adalah program prioritas nasional yang terintegrasi dengan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Cek Kesehatan Gratis dan Makan Bergizi Gratis. Pemeriksaan kesehatan dikelola oleh Kementerian Kesehatan, sedangkan pemenuhan gizi siswa menjadi tanggung jawab BGN.

Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas 37 Gresik dimulai pada 5 Agustus. Di dua hari pertama, seluruh siswa menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi fisik dan mental mereka. Hasilnya akan digunakan guru dan kepala sekolah sebagai dasar menyusun pendekatan belajar yang tepat

Kegiatan Belajar Mengajar di SRMA 37 Gresik dimulai Senin, 4 Agustus 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin yang melaunching dan jemput siswa di gerbang sekolah. Siswa Sekolah Rakyat berkonsep asrama atau boarding school.

“Alhamdulillah nanti dengan hasil cek kesehatan itu, kepala sekolah dan guru tahu tentang kondisi fisik dan mental daripada seluruh siswa sekolah rakyat,” ujar Gus Ipul, sapaan,  Syaifullah Yusuf.

Ia menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pendidikan. Pemerintah mengusung pendekatan menyeluruh, yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, dan pemberdayaan keluarga secara terintegrasi. 

Bagian penting dari pendekatan ini adalah pemberdayaan orang tua. Mereka akan mendapatkan pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, hingga renovasi rumah tidak layak huni. “Ada semacam pemberdayaan untuk orang tuanya. Jadi anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, tentu masuk bagian dari program-program pemberdayaan pemerintah, seperti bantuan modal usaha, kemudian kursus-kursus keterampilan supaya mereka bisa bekerja atau membuka usaha sendiri,” kata Gus Ipul.

Setiap siswa mendapatkan delapan setel seragam lengkap, serta mengikuti kurikulum setara sekolah formal. Selain itu, mereka juga dibekali pendidikan karakter dan keterampilan hidup, agar siap menghadapi tantangan masa depan. “Jadi sama ini nanti ada sekolah formal dan ada pendidikan karakter. Karena proses pendidikannya disini 24 jam,” tegas Gus Ipul. (yad)

Mensos Gus Ipul : Badan Gizi Nasional Support Makan Bergizi untuk Siswa SRMA 37 Gresik Boarding School  Selengkapnya

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan 

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf bersama Wamensos Agus Jabo Priyono meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Mereka kemudian meninjau ruang kelas, kamar asrama, ruang guru hingga ruang makan siswa. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kunjungan Mensos dan Wamensos ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan inisiatif pendidikan ini dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Menurutnya, program ini bertujuan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dari keluarga desil 1.

“Meski persiapannya hanya dilakukan dalam waktu enam bulan, namun kami yakin program ini akan sukses. Pemkab Gresik telah melakukan pendekatan bonding antara guru, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait, mengingat banyak tenaga pendidik yang baru pertama kali bergabung SRMA,” terang magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Ia menjelaskan pemilihan Sidayu didasari pertimbangan efektivitas. Sebelumnya, fasilitas di wilayah tersebut dinilai kurang optimal karena berdekatan dengan SMP Negeri lain. Kemudian dilakukan pengelompokan, siswa SMPN 30 Gresik diarahkan ke SMPN 6 Gresik, sehingga fasilitas di SMPN 30 bisa dimanfaatkan untuk sekolah rakyat. 

“Informasi ini kami sampaikan ke Kementerian Sosial, dan alhamdulillah mendapat respon positif. Mudah mudahan SRMA 37 Gresik menjadi model pendidikan inklusif yang mampu memberi kesempatan lebih luas bagi generasi muda dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik,” harap Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Mensos Syaifullah Yusuf  menyampaikan, SRMA 37 Gresik merupakan salah satu dari banyak Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Selain itu diperlukan persiapan matang agar pelaksanaan Sekolah Rakyat berjalan optimal. 

Salah satu aspek krusial dalam persiapan ini adalah survei lahan. Kementerian menargetkan lahan minimal 5 hektar untuk setiap sekolah, dengan rekomendasi ideal 6 hektar agar dapat menampung hingga 1.000 siswa serta fasilitas asrama dan perumahan guru “Lahan yang luas sangat penting untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang memadai,” kata Gus Ipul, sapaan, Syaifullah Yusuf. 

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat memiliki tiga tujuan, yaitu percepatan pengentasan kemiskinan, memuliakan wong cilik, serta memberikan harapan kepada warga miskin dan miskin ekstrem.” Anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang setara dengan anak-anak lain,” ujarnya. 

Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi emas 2045 dari anak-anak kurang mampu. Menurutnya, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo untuk pemerataan pendidikan dari keluarga miskin bisa melanjutkan di Sekolah Rakyat.

Kehadiran program Sekolah Rakyat, lanjut gus Ipul, diharapkan dapat mencetak generasi emas yang berkualitas dengan memiliki pendidikan yang baik. Sehingga dapat memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, Sekolah Rakyat ada tiga kunci gagasan Presiden Prabowo, yakni pertama memuliakan wong cilik atau memuliakan kaum dhuafa yang kurang beruntung dan belum tercover proses pembangunan.

Kedua, kata Mensos, menjangkau yang belum terjangkau dengan banyaknya saudara yang belum dan tidak sekolah serta berpotensi putus sekolah. Diperkirakan anak usia sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA sekitar 3 juta anak lebih tidak sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

“Karena itu, Sekolah Rakyat dapat menjangkau yang belum terjangkau bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah,” ujar Mensos Syaifullah Yusuf.

Pihaknya juga mengatakan kunci ketiga Sekolah Rakyat, yakni memungkinkan yang tidak mungkin karena banyak anak putus harapan, karena tak menyadari orang tuanya tak mampu menyekolahkan anaknya. Dengan Sekolah Rakyat tentu memberikan harapan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang baik.

“Untuk itu, memungkinkan yang tidak mungkin bagi anak-anak bisa diterima di Sekolah Rakyat,” jelasnya. Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Syaifullah Yusuf menyempatkan berdialog langsung dengan guru, siswa, serta wali asrama Sekolah Rakyat.

Dalam forum terbuka ini, para siswa dan guru diberi kesempatan menyampaikan cerita dan harapan mereka. SRMA 37 Gresik oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Agus Zainal Arifin pada Senin, 4 Agustus 2025. Peresmian menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRMA 37 Gresik Boarding School. 

Gus Ipul menambahkan, untuk mengetahui fisik dan mental siswa akan diadakan rutin cek kesehatan gratis. Selain itu ada pemberdayaan untuk orang tua siswa seperti modal usaha atau kursus usaha hingga tempat tinggal melalui program bedah rumah. “Program seperti Sekolah Rakyat dan pemberdayaan masyarakat juga menjadi fokus dalam upaya pengentasan kemiskinan,” pungkasnya. (yad)

Kunjungi SRMA 37 Gresik Boarding School Gratis, Mensos Syaifullah Yusuf : Sekolah Rakyat Memuliakan Wong Cilik, Memutus Rantai Kemiskinan  Selengkapnya

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun 

LOMBOK,1minute.id – Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII 2025  di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat telah berakhir.  Provinsi Jawa Timur menunjukkan dominasinya di cabang olahraga Stand Up Paddle (SUP) dengan rebut  2 Medali Emas ; 3 Medali Perak dan 4 Medali Perunggu.

Keberhasilan ini memperkuat posisi Jawa Timur sebagai provinsi unggulan dalam olahraga air rekreasi. Tak hanya unggul dalam jumlah medali, namun juga dalam konsistensi performa para atlet di berbagai kategori, dari junior hingga open.

“Ini adalah hasil dari latihan, semangat, dan kerja keras seluruh tim. Kami bangga bisa membawa pulang prestasi ini untuk Jawa Timur,” ujar manager kontingen Jawa Timur Ali Yusa kepada 1minute.id pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Dengan pencapaian ini, ia berujar Jawa Timur resmi menjadi Juara Umum Stand Up Paddle di Fornas VIII 2025, sekaligus membawa harapan baru untuk pengembangan olahraga air di wilayah timur Indonesia.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (UU Olahraga) telah membuka peluang bagi pengembangan olahraga di Indonesia, termasuk Stand Up Paddle (SUP). Olahraga ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi baru melalui pariwisata olahraga dan industri pendukungnya. 

Dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia yang kaya akan pantai dan danau, SUP dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pembangunan ekonomi lokal dan nasional.

Pengembangan SUP juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti Tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), Tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan ke-14 (Hidup di Bawah Air). “Melalui SUP, masyarakat dapat menikmati aktivitas fisik yang menyenangkan sambil melestarikan lingkungan alam. Selain itu, SUP juga dapat menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan air,” kata Dewan Pendidikan Jawa Timur itu.

Pengembangan SUP tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup dan pelestarian lingkungan.”Saya melihat pemprov kurang bijak dalam melaksanakan amanah uu ini, terlebih pada potensi olah raga SUP ini yang secara potensi ekonomi bisa mendongkrak PAD Jatim hingga Rp 2 triliun,” kata lelaki yang sedang menyelesaikan program doktoral ini. (yad) 

Berikut Perolehan Medali Jawa Timur:

1. Medali Emas 

• Alexandria Sarashinta Setyaning Adi — Adventure Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Challenge Junior Putri

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri 

2. Medali Perak

 • Fakhriya Laksana Jayyida — Adventure Junior Putri (medali ini ditetapkan untuk Alexandria, sementara Fakhriya perak)

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Adventure Open Putri

 • Ernida Apta Lailatus Syifa — Challenge Open Putri

3. Medali Perunggu 

 • Tazahira Fuad — Adventure Junior Putri

 • Tazahira Fuad — Challenge Junior Putri

 • Francisca Ali Norwi — Adventure Open Putri

 • Francisca Ali Norwi — Challenge Open Putri. 

Stand Up Paddle Jatim Mendominasi di Fornas VIII 2025, Ali Yusa : Olahraga SUP Potensi Dongkrak PAD Rp 2 Triliun  Selengkapnya