Wabup Gresik dr Alif Lepas Peserta Gerak Jalan Tradisional 35 km, Balongpanggang-Gresik

GRESIK,1minute.id – Gerak Jalan Tradisional Balongpanggang – Gresik kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik. Tradisi yang sudah puluhan tahun itu menempuh jarak sekitar 35 kilometer. Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif yang memberangkatkan peserta gerak jalan pada Sabtu, 22 Feberuari 2025.

Start di Kompleks Islamic Center di Desa Kedungpring dan finish di Stadion Gelora Joko Samudro atau G-JOS di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas. Gerak jalan dalam rangkaian merayakan HUT ke-51 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-538 Kota Gresik ini diikuti sebanyak 2.438 peserta. Hadiah yang disediakan senilai Rp 42 juta. 

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut serta dalam kegiatan ini. Ia berharap gerak jalan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kesehatan.  

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Pemkab Gresik ke-51 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-538. Ini adalah momen bersejarah untuk mengenang perjalanan panjang Gresik sekaligus merenungkan apa yang bisa kita lakukan untuk masa depan daerah tercinta,” ujar dokter Alif, begitu sapaan akrabnya.

Mengapa start tradisi Gerak Jalan Balongpanggang-Gresik dipusatkan di Kompleks Islamic Center ?  Ia mengatakan, kegiatan ini turut memperkenalkan Islamic Center sebagai salah satu ikon kebanggaan masyarakat Gresik. Selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, Islamic Center juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi dan edukasi.  

“Di kompleks Islamic Center ini terdapat Masjid KH Robbach Ma’sum dan perpustakaan berbasis digital. Oleh karena itu, kegiatan Harlah NU dan gerak jalan diselenggarakan di sini sebagai upaya memperkenalkan fasilitas ini kepada masyarakat,” jelasnya.  

Ia juga menyampaikan bahwa lokasi Islamic Center yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Lamongan menjadikannya sebagai destinasi yang bisa dikunjungi masyarakat dari luar kota. Meskipun masih dalam tahap penyelesaian, pemerintah berkomitmen untuk segera merampungkan pembangunan.  

“Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Yani – Alif, kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan Islamic Center ini secepat mungkin,” tambahnya.  Selain sebagai ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan ini juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan adanya pasar kaget dan keikutsertaan UMKM lokal, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.  

“Kegiatan ini juga menjadi upaya penguatan ekonomi kerakyatan, terutama bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gresik,” pungkasnya. Dalam gerak jalan ini, peserta berlomba memakai kostum unik untuk menarik perhatian masyarakat. Ada yang berkostum nenek sihir dengan sapu lidi, ada juga kostum wayang orang , dan super hero. Sepanjang jalan dilalui peserta, warga berjubel untuk menyaksikan hiburan gratis tersebut. (yad)

Wabup Gresik dr Alif Lepas Peserta Gerak Jalan Tradisional 35 km, Balongpanggang-Gresik Selengkapnya

Pemeran Lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan Diperpanjang, Yanto Bedor : Melukis sambil Berdakwah

SURABAYA,1minute.id – Ekspektasi warga Metropolis, Surabaya dalam mengapresia Kaligrafi Art Exibition bertajuk “Menggapai Ramadhan” patut diacungi jempol. Ratusan warga dan pecinta kaligrafi datang silih berganti ke basement Alun-alun Kota Surabaya.

Melihat antusiasme warga membuat Panitia Kaligrafi Art Exibition “Menggapai Ramadhan” memperpanjang pameran lukisan kaligrafi terbesar di awal 2025 ini memperpanjang gelaran pameran  yang diikuti 70 pelukis se-Indonesia dengan ratusan karya hingga bulan suci Ramadan. 

Menurut Syam Arif, Ketua Panitia Panitia Kaligrafi Art Exibition “Menggapai Ramadhan”, pameran yang dibuka oleh Staf Ahli Walikota Surabaya Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Tomi Ardiyanto mulai 15-22 Februari 2025. “Karena animo warga sangat baik, pameran kami perpanjang sampai Ramadan (2 Maret 2025, Red),” kata Syam Arif melalui WhatsApp pada Sabtu, 22 Februari 2025. Di pameran ini, Syam Arif memamerkan beberapa karyanya. Di antara kaligrafi Surat Al A’raf ukuran 90×90 cm dan Ayat Kursi 150×100 cm. 

Syam Arif menjlentrehkan event Kaligrafi Art Exibition “Inspirasi Ramadhan” diikuti sebanyak 70 pelukis kaligrafi di nusantara. Selain Syam Arif, ada juga H.Muhammad Riyanto, pelukis Kaligrafi yang ditinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Riyanto memamerka karya berjudul “God is the Only Source of Knowledges” yang artinya Tuhanlah satu-satunya sumber ilmu.

“Niki doa, ayat, hadist dan Alquran. Ada kode 99 G pun mboten 5G male,” kata Riyanto dalam melalui pesan WhatApps pada wartawan 1minute.id pada Kamis, 20 Februari 2025. 

Pelukis kaligrafi lainnya antara lain  KH.Misbahul Munir, Ketua Majelis Dewan Hakim MKQ Nasional Malang ; KH.Imron Fathoni, Dewan Hakim MKQ Jawa Timur, KH.Robert Nasrullah, Dewan Hakim MKQ Nasional Yogyakarta ; Syam Arif Surabaya ; Suharno, Tangerang dan Abdul Syukur, Jakarta. 

Juga ada Ustad Badruzzaman, Jakarta ; Lukmanul Hakim, Jombang ; Camilhady Lamongan ; Anwar Sanusi, Pasuruan ; Armin Misbah, Sulawesi ; Ustad Miftahul Khoir, Bali ; M.Assyri, Kudus ; Supriyanto alias Yanto Dedor, Riau serta pelukis kaligrafi Nasional lainnya.

MENGGAPAI RAMADHAN : Supriyanto, biasa disapa, Yanto Bendor, Riau salah satu pelukis kaligrafi yang berpatisipasi di pameran lukis kaligrafi Menggapai Ramadhan di Basement Alun-alun Kota Surabaya. ( Foto : Dok Yanto Bedor untuk 1minute.id)

Pelukis Supriyanto alias Yanto Bedor, Medan, misalnya. Ia mulai menekuni seni lukis ketika tinggal di Simpassari Art Gallery Medan. Kecintaan Yanto Bedor dalam seni lukis kemudian merauntau ke Jakarta untuk menambah wawasan seni rupanya. “Saya sempat menjadi pelukis jalanan di Monas, Gambir,” katanya pada Sabtu, 22 Februari. 

Ibukota Indonesia, Yanto Bedor bertemu pelukis yang bernama Dirot Kadirah. “Kami berdua berangkat ke Bali sebagai episentrum seni lukis nusantara,” ujarnya. Di Kota Dewata itu, Yanto Bedor tinggal di Jaka Galeri yang bersebelahan dengan Galeri RUDANA di Jalan Peliatan, Ubud,  Bali untuk menggali ilmu pada maestro lukis Sudarso yang seangkatan dengan maestro lukis Afandi dan Sujoyono. 

“Kini, saya bergabung dengan Ikatan Pelukis Indonesia di Sumatra, Riau,” jelas Yanto Bedor. Di pameran kaligrafi Menggapai Ramadhan ini, Yanto Bedor bertemu dengan banyak seniman kaligrafi nasional yang beraliran kontemporer, realis dan idealis. “Saya sendiri biasa melukis dengzn aliran realis natural dengan mengikuti lameran kaligrafi walaupun belum bisa meninggalkan realis naturalisnya yang masih ikut terbawa dalam lukisan kaligrafinya. Kini di rasa semakin sejuk dalam menyampaikan inspirasi alam pikirnya dengan menambahkan kaligrafi,” tutur Yanto Bedor.

Ia mengakui dengan melukis kaligrafi bisa sebagai pengingat untuk diri dan sesama berkesenian sambil berdakwah. Apalagi pada momen yang tepat di hari menjelang Ramadan. Bulan yang  sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat muslim sedunia sebagai bulan yang mulia. “Dengan hadirnya pameran kaligrafi Menggapai Ramadhan berharap kemuliaan kita sebagai makhluk Allah yang sangat dimuliakan tentunya,” pungkasnya. (yad)

Pemeran Lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan Diperpanjang, Yanto Bedor : Melukis sambil Berdakwah Selengkapnya

Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat itu Meninggal Diusia 94 Tahun, Budayawan Gresik Berduka

GRESIK,1minute.id – Budayawan di Kota Santri berduka. Mbah Mat Kauli, maestro macapat wafat di usia 94 tahun. Jenazah Mbah Mat Kauli di makamkan di pemakaman umum di dekat rumah di Jalan Awikoen Jaya, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Jumat, Wage, 21 Februari 2025. 

Kabar wafatnya maestro Macapat yang memiliki 10 anak, dengan 31 cucu dan 35 cicit itu beredar melalui pesan WhatsApp Grup atau WAG. Di antaranya, dari Komunitas Gresik Heritage. Bunyi kabar duka itu : Inalillahi wa Inalilahi Rojiun, Warta Lelayu. “Sampun tinimbalan sowan ngarsanipun Gusti Ingkang Mahaasih inggih ….”

WARTA LELAYU : Mbah Mat Kauli, maestro Macapat asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik meninhgal dunia pada Jumat Wage, 21 Februari 2025 ( Foto : WAG Gresik Heritage / 1minute.id)

Sebagai Ketua Umum Gresik Heritage, Kami merasa kehilangan sosok panutan, seorang Guru yang telah banyak mengajarkan arti Kebudayaan, ketulusan, dan Perjuangan tanpa Pamrih. Mbah, perjalananmu telah usai, tetapi Inspirasimu akan terus menyala, menghidupkan semangat kami dalam menjaga sejarah dan Kebudayaan Gresik,” kata Ketua Gresik Heritage Sumarga Adhi Satria kepada 1minute.id pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Menurut Sumarga, Mbah Mat Kauli bukan sekadar Budayawan. Beliau adalah pilar nafas sejarah dan ruh Kebudayaan Gresik. Setiap Tutur, gerak, dan karyanya adalah cerminan kecintaan mendalam terhadap warisan leluhur yang beliau jaga dengan penuh dedikasi. “Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahmu, mengampuni segala khilaf, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, Mbah Mat Kauli, warisanmu akan terus kami jaga,” imbuh Sumarga yang juga Kepala SMP Darul Islam atau Daris Gresik.

Pada 21 Agustus 2024 wartawan 1minute.id sempat silaturahmi ke rumah Mbah Mat Kauli di Jalan Awikoen Jaya no 31 Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Saat itu, mbah Mat Kauli harus berbaring di tempat tidur di rumahnya yang sederhana. Sebab, kaki maestro macapat  itu tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya.

“Sejak Idul Fitri lalu, bapak sakit,” kata Sumiyati, 70 tahun, anak sulung dari 10 bersaudara pasangan suami-istri, Mat Kauli dengan Suparti pada Rabu, 21 Agustus 2024 lalu. 

Wartawan 1minute.id secara bersamaan dengan dua siswa dan seorang guru pembimbing dari UPT SMP Negeri 4 Gresik mengunjungi rumah mbah Mat Mauli. Kedatangan siswa dan seorang pembimbing untuk melakukan pendalaman penelitian tentang macapat, kebudayaan khas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Pendalaman penelitian setelah mereka lolos nasional ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendubud Ristek 2024. Selama hampir 2 jam berbincang santai dengan maestro Macapat Mbah Mat Kauli di kamar tidurnya yang berukuran 3×4 meter persegi itu.

Di dalam kamar itu terdapat dua buah lemari. Satu lemari pakaian bagian rak atas digunakan sebagai tempat Mbah Mat Kauli menyimpan buku-bukunya. Buku macapat itu ada yang masih menggunakan aksara Jawa kuno atau hanacaraka, dan aksara Jawa latin. Buku aksara Jawa kuno dengan cover warna hitam dan kertas sudah berwarna kuning. 

Sedangkan, buku aksara Jawa latin hasil terjemahan itu ditulis tangan oleh Mbah Mat Kauli. Selama 14 bulan Mbah Mat Kauli menyalin. Buku-buku tertata rapi. 

“Tidak komplit, ada yang dipinjam anak-anak mahasiswa yang melakukan penelitian dan belum dikembalikan,” sela Sumiyati. 

Meski kaki tidak bisa menahan berat tubuhnya, daya ingatan Mbah Mat Kauli masih luar biasa. Di usia 93 tahun kebanyakan orang mengalami pikun, akan tetapi ingatan Mbah Mat Kauli yang mulai nembang macapat di usia 18 tahun itu masih sangat tajam. Selama 75 tahun mbah Mat Kauli nembang Macapat. 

Hanya pendengarannya mulai berkurang. Melihat ada tamu, Mbah Mat Kauli terlihat senang. Seakan menjadi “obat” bagi mbah Mat Kauli. “Matur suwun, sik diperhatikan,” katanya. Mbah Mat Kauli pun mengizinkan tamunya untuk merekam dan memotretnya.

Ia pun menceritakan tentang masa muda, hingga dinobatkan sebagai seorang maestro Macapat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia. Ia juga bercerita menjadi aktor film yang dibuat oleh Yayasan Gang Sebelah, yang berdiri sejak 2017.

Pada usia 22 tahun mbah Mat Kauli menikah dengan Supartin yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dari pernikahan itu, Mbah Mat Kauli dikarunia 10 anak. Tiga di antara 10 anak meninggal dunia. Supartin adalah cinta pertama dan terakhir Mbah Mat Kauli. 

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli yang lahir 1 Mei 1931 menurun sejak istrinya, Supartin wafat pada 16 Agustus 2021. “Sejak ibu meninggal itu, kondisi kesehatan bapak terus menurun,” cerita Sumiyati.

Sekitar 3 bulan terakhir ini, Mbah Mat Kauli tidak bisa berjalan. Bahkan, kakinya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli hanya bisa berbaring di tempat tidur. Akan tetapi, Mbah Mat Kauli sangat bersemangat ketika membang macapat. “Bagi bapak nembang macapat bagai obat yang mujarab. Bapak selalu bersemangat kalau ada yang minta nembang,” ujar Sumiyati. (yad)

Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat itu Meninggal Diusia 94 Tahun, Budayawan Gresik Berduka Selengkapnya

Seri Lawan Persibo Bojonegoro, Bagaimana Nasib Gresik United di Liga 2 Indonesia?

GRESIK,1minute.id – Gresik United versus Persibo Bojonegoro berakhir imbang, 0-0 di Stadion pada Jumat, 21 Februari 2025. Raihan satu poin di akhir babak Play Off Degradasi Liga 2 Indonesia ini tidak sesuai harapan pelatih dan pemain Gresik United. 

Coach Gresik United Djajang Nurdjaman, menyebut biang kerok kegagalan tim berjuluk Laskar Joko Sanudro membawa pulang 3 poin adalah pengadil di lapangan alias wasit. “Lagi-lagi keputusan wasit sangat kami menyayangkan,” kata Coach Djanur pada sesi konfrensi pers usai pertandingan yang berlangsung di Stadion Letjend H. Soedirman pada Jumat, 21 Februari 2025.

Kegagalan mencuri 3 poin dari Persibo Bojonegoro ini menjadi Gresik United mendapatkan 12 poin dan nangkring di posisi 3 klasemen sementara grup J. Sedangkan, Persibo Bojonegoro di urutan ke-4 dengan 10 poin. Akan tetapi, Persibo Bojonegoro menyisakan satu pertandingan ke kandang Persiwar Waropen yang sudah pasti terdegradasi ke liga 3 Indonesia. 

“Hasil tidak kami inginkan hasil seri, target kami membawa pulang 3 poin sehingga secara otomatis bisa bertahan di Liga 2. Masih punya peluang di play off nanti,” tegas Djanur.

Kini, suporter setia Gresik United, Ultras Gresik lebih banyak berdoa dengan harapan Renan da Silva dkk bangkit dan bisa tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia. Sebab, target awal masuk ke Liga 1 Indonesia di musim 2025/2026 sudah harus di kubur dalam-dalam. (yad)

Seri Lawan Persibo Bojonegoro, Bagaimana Nasib Gresik United di Liga 2 Indonesia? Selengkapnya

Bupati Gresik Berikan Subsidi Tiket Kapal hingga Antar Jemput Gratis bagi Santri Mudik Ramadan

GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan yang paling di tunggu segera tiba. Marhaban Ya Ramadan. Ribuan santri asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mulai pualng ke rumah. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi kepulangan santri asal Pulau Bawean dengan memberikan subsidi tiket kapal cepat.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para santri yang ingin kembali ke kampung halaman untuk merayakan Ramadan bersama keluarga.  

Kebijakan antar dan jemput santri saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri sudah dilakukan sejak awal Fandi Akhmad Yani menjabat sebagai Bupati Gresik periode pertama, 2021-2024. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Gresik berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. “Program mudik gratis ini akan tetap berjalan, terutama bagi masyarakat Bawean yang ingin merayakan Ramadan di kampung halaman. Kami pastikan kuota mudik gratis tidak berubah, dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Dinas Perhubungan,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para santri dalam menuntut ilmu di pondok pesantren serta memberikan kemudahan bagi mereka untuk mudik.  

Dalam kesempatan terpisah, sebanyak 209 santri dari berbagai pondok pesantren di Gresik dan wilayah Jawa Timur lainnya memanfaatkan layanan kapal cepat Express Bahari 3F untuk pulang ke kampung halaman. Sebagai bentuk dukungan terhadap program mudik ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik memberikan potongan harga tiket kapal cepat, yang disambut positif oleh para santri.  

Salah satu santri, Maulani, 18, asal Kecamatan Sangkapura, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kebijakan tersebut. “Ini tentu kejutan bagi kami. Ada potongan harga khusus bagi santri yang hendak mudik. Semoga ke depan ada tiket gratis,” ujarnya penuh harap.  

Senada disampaikan Mudarrisah dan Abdur Rahman Wahid, perwakilan pengurus santri Putra Ponpes Sidogiri Pasuruan. Menurutnya, subsidi tiket sangat membantu para santri untuk pulang saat liburan menjelang Ramadan. “Biasanya, menjelang Ramadan, tiket sudah habis. Tapi Alhamdulillah, kami diberikan fasilitas ini yang sangat memudahkan santri Bawean,” ungkapnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini, menjelaskan bahwa para santri dijemput menggunakan 5 hingga 6 bus dari berbagai pondok pesantren, termasuk yang berada di daerah terjauh seperti Situbondo. Penjemputan ini disesuaikan dengan jadwal keberangkatan kapal.  

“Kami memfasilitasi penjemputan santri dari beberapa pondok pesantren di Jawa Timur ke Gresik dengan armada bus secara gratis. Kemudian, bagi santri yang pulang ke Pulau Bawean, kami sediakan angkutan kapal dari Pelabuhan Gresik dengan harga tiket yang terjangkau,” jelas Khusaini. (yad)

Bupati Gresik Berikan Subsidi Tiket Kapal hingga Antar Jemput Gratis bagi Santri Mudik Ramadan Selengkapnya

Kaligrafi Handphone Jalur Langit, 99-G, Muhammad Riyanto Jadi Magnet di Pameran Lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan

SURABAYA,1minute.id – Imajinasi H. Muhammad Riyanto berbeda dengan pelukis kaligrafi lainnya di Indonesia. Karya pelukis kaligrafi tinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur out of the box dan selalu menyertakan lafal-lafal alquran.

Riyanto, sapaan akrabnya pernah membuat kaligrafi berjudul “Hanya DiriMu Semata” yang mendapatkan apresiasi dari seniman muslim Indonesia yakni Al Khattat Pasuruan Ustadz Syamsul Huda, Sidogiri, Pasuruan dan Kiai juga penyair Clurit Emas, D. Zawawi Imron dari Madura. Lukisan berukuran diameter 120 centimeter itu, sangat elok. 

Di Art Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ada tiga karya lukisan kaligrafi lelaki berusia 49 tahun ini pajang. Judulnya, “Keinginan ; Hijaiyah dan Fa Asbahtum Bini’matihi Ikhawanaa”.

Di eksebisi pameran kaligrafi kontemporer pada 8-15 September 2024 lalu, Riyanto, salah satu wakil Indonesia yang mengikuti pameran bertajuk “The Prophet Muhammad International Islam Calligraphy Art Exhibition”. Pameran kaligrafi kontemporer terbesar itu diikuti 135 pelukis dari 35 negara ini rangkaian memeriahkan acara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional atau MTQN ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. 

Riyanto memamerkan lukisan berjudul “Nuur Muhammad” di atas kanvas ukuran 120×120 cm. Medianya campuran yakni Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas. “Judul karya Nuur Muhammad dalam berkonsep karya nama diberikan oleh KH.Chotib Hambari adalah putra KH.Muhammad Bashori Mansyur pengasuh Ponpes Roudlotit Tholibin keponakan Gus Mus (Mustofa Bisri),” terang pelukis kaligrafi kini pengurus Jamiyyatul Qurra’ wal Huffazh atau JQH Kota Surabaya, Jawa Timur ini. 

Sedangkan, karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. Di antaranya, berjudul “Dream Noah Ship Future” pernah dipajang di Malaysia. Lukisan itu menggambarkan sebuah kapal pesiar yang mengangkut banyak penumpang. Beragam agama mereka. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di atas kapal pesiar itu, semuanya rukun. “Andai dunia bisa damai. Akan sangat menyenangkan,” kata Riyanto suatu hari.

Nah, pada pemeran lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan di basement Alun-alun Kota Surabaya mulai 15-22 Februari 2025, Riyanto memamerkan lukisan Kaligrafi berbentuk handphone. Lukisan kaligrafi itu berjudul “God is the Only Source of Knowledges” yang artinya Tuhanlah satu-satunya sumber ilmu.

“Niki doa, ayat, hadist dan Alquran. Ada kode 99 G pun mboten 5G male,” kata Riyanto dalam melalui pesan WhatApps pada wartawan 1minute.id pada Kamis, 20 Februari 2025.

Ide unik karya Riyanto ini berupa kaligrafi berbentuk handphone tipe 7 (visualisasi surat Alfatihah) dari karya ini ada pesan religi yang kuat, di antaranya jaringan HP menggunakan 99 G (Asmaul Husna). “Jadi sudah tidak 5G apalagi 4G,” katanya. Jaringan 99 G dengan Asmaul Husna adalah komunikasi jalur langit.

Bluetooth dan Wifi menggunakan Jaringan HAKISFI (Pelaksana Pameran) ada titik lampu LED di tengah atas yang menyala yang bisa di aktifkan dengan sensor di bawahnya sebagai penanda waktu Salat tiba. Ada enam kotak di tengahnya adalah visualisasi rukun iman. Dengan lafadz ayat ayat AlQuran di antaranya, “Faabiayyialaa irobbikuma tukadziban” ; “Fadhulii fii ‘ibaadii wadhulii jannaty” ; “Inna Fatahna Laka Fatham Mubiina” dan ada juga dengan media acrylic mirror dengan lafadz “Lainsyakartu. Laaziidannakum” Dengan media kaca acrylic kita di arahkan untuk bercermin diri sudahkan kita menjalankan apa yang diperintahkan Allah ?

“Saya merasa pesan yang saya sampaikan melalui karya ini sudah tersampaikan dan semoga bermanfaat dengan narasi yang disampaikan,” ujar pelukis kaligrafi yang  alumnus Pondok Pesantren ini.

Pameran Kaligrafi Menggapai Ramadhan ini juga diikuti oleh KH.Misbahul Munir, Ketua Majelis Dewan Hakim MKQ Nasional Malang ; KH.Imron Fathoni, Dewan Hakim MKQ Jawa Timur, KH.Robert Nasrullah, Dewan Hakim MKQ Nasional Yogyakarta ; Syam Arif, Surabaya ; Suharno, Tangerang dan Abdul Syukur, Jakarta. 

Juga ada Ustad Badruzzaman, Jakarta ; Lukmanul Hakim, Jombang ; Camilhady Lamongan ; Anwar Sanusi, Pasuruan ; Armin Misbah, Sulawesi ; dan Ustad Miftahul Khoir, Bali. “Karyaku ruame mas tadi malam (Rabu) HP unik jarene,” ujar Riyanto menirukan ucapan pengunjung.

Selain pameran kaligrafi yang diikuti lebih dari 100 karya dari peserta seluruh Indonesia. “Hakisfi juga mengadakan lomba melukis, workshop kaligrafi dan OTS yang diadakan di arena pameran,” kata Syam Arif, Ketua Panitia yang sekaligus peserta pameran adalah putra pelukis legenda perjuangan M.Sochieb dari Surabaya yang terkenal itu. 

Siapa H. Muhammad Riyanto? Riyanto tergabung dalam pelukis Gasrug Gresik dan lulusan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya. Ia belajar kaligrafi di KH.M Faiz AbdurRazaq Khattat International dari Bangil. (yad)

Kaligrafi Handphone Jalur Langit, 99-G, Muhammad Riyanto Jadi Magnet di Pameran Lukisan Kaligrafi Menggapai Ramadhan Selengkapnya

PWI Gresik Tanam 400 Pohon setara Sediakan Oksigen 1.600 Orang per Hari

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Kabupaten Gresik melakukan aksi penanaman ratusan pohon di Tanah Tujuh, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 19 Februari 2025. 

Kegiatan penanaman pohon yang masih rangkaian memperingati Hari Pers Nasional atau HPN 2025 ini mengusung tema “PWI Gresik Kolaborasi, Menanam Pohon Selamatkan Kehidupan”, sebagai bentuk komitmen insan pers terhadap kelestarian lingkungan. HPN diperingati setiap 9 Februari. 

PWI Gresik mengajak seluruh instansi, perusahaan, serta pemangku kepentingan untuk berkolaborasi melakukan penghijauan sekaligus upaya mitigasi bencana alam, termasuk di kawasan rawan longsor. Sebanyak 400 pohon produktif yang ditanam kali ini terdiri dari mangga, nangka, kelengkeng, sukun, dan sawo. Selain itu, pohon produktif ini ditanam untuk mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah. 

Kegiatan penanaman pohon ini didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Kecamatan Kebomas, Kelurahan Ngargosari, Tanah Tujuh Kuliner, PT Petrokimia Gresik, PT Indospring Tbk, PT PLN Nusantara Power UP, PT Cargill Indonesia, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Smelting.

Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik, Achmad Washil Miftachul Rachman turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. “Ini adalah hal baik yang perlu ditindaklanjuti dan bisa menjadi penyeimbang lingkungan di daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam merawat bumi. Sekaligus wujud kepedulian insan pers terhadap kelestarian lingkungan.

“Selain memperingati Hari Pers Nasional, ini bentuk kepedulian kami sebagai wartawan terhadap lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk turut serta peduli pada lingkungan,” ujarnya.

Camat Kebomas Tri Joko Efendi, turut mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh lintas sektor ini. Menurutnya, ini adalah bentuk konkret kepedulian terhadap lingkungan. Pihaknya juga menyambut positif kegiatan ini dan berterima kasih atas inisiatif yang dilakukan oleh PWI Gresik serta perusahaan yang terlibat.

“Alhamdulillah, hari ini Kecamatan Kebomas sengaja dipilih, mungkin ini keberkahan kita semua. Ada 400 pohon yang ditanam,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. “Saya ucapkan terima kasih kepada PWI. Saya harap, dari PWI terus mendukung dan kerja sama untuk bahu membahu terhadap lingkungan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, ia juga membagikan pengalamannya saat studi tiru di Jepang, di mana kesadaran masyarakat terhadap lingkungan bisa terbentuk dengan baik. “Di Jepang, industri dan lingkungan bisa selaras karena ada kesadaran bersama. Kita juga bisa meniru pola itu dengan kolaborasi bersama,” katanya. 

Mengutip Meta AI Sebuah pohon dapat menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis, yang menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon dapat bervariasi tergantung pada jenis pohon, ukuran, dan kondisi lingkungan. Namun, berikut adalah beberapa perkiraan tentang jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon:

– Sebuah pohon yang berusia 1 tahun dapat menghasilkan sekitar 10-20 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 10 tahun dapat menghasilkan sekitar 100-200 kilogram oksigen per tahun.

– Sebuah pohon yang berusia 50 tahun dapat menghasilkan sekitar 1.000-2.000 kilogram oksigen per tahun.

Dalam satu hari, sebuah pohon dapat menghasilkan sekitar 2-5 kilogram oksigen. Jadi, jika kita asumsikan bahwa sebuah pohon dapat menghasilkan 3 kilogram oksigen per hari, maka dalam satu tahun, pohon tersebut dapat menghasilkan sekitar 1.095 kilogram oksigen.

Namun, perlu diingat bahwa jumlah oksigen yang dihasilkan oleh sebuah pohon juga tergantung pada faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari, suhu, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Oleh karena itu, angka-angka di atas hanya merupakan perkiraan dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan.

Dalam konteks ini, sebuah pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari, tergantung pada jumlah oksigen yang dihasilkan dan kebutuhan oksigen manusia. Namun, perlu diingat bahwa pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain seperti menyediakan makanan, tempat tinggal, dan perlindungan dari erosi.

Bila PWI Gresik menanam 400 pohon dan semua hidup, telah menyediakan oksigen  sekitar 1.600 orang. Karena setiap pohon dapat menyediakan oksigen untuk sekitar 2-4 orang per hari. Yuk kita tanam pohon. (yad/gus)

PWI Gresik Tanam 400 Pohon setara Sediakan Oksigen 1.600 Orang per Hari Selengkapnya

Kunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Ny Vista Pasma ; Terus Berikan Pembelajaran Terbaik agar Bisa Berprestasi

GRESIK,1minute.id – Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari atau YKB Daerah Jawa Timur mengunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik berada di Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Selasa, 18 Februari 2025.

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Pengurus YKB Jatim Ny. Vista Pasma Royce disambut langsung oleh Ny. Miranda Rovan, Ketua Bhayangkari Cabang Gresik, dan Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Waka Polres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, serta Kasat Lantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, serta jajaran pengurus YKB Cabang Gresik.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus atau ABK.

Ny. Vista Pasma Royce menekankan pentingnya semangat juang dalam mendidik siswa-siswi berkebutuhan khusus. Ia juga berpesan kepada para guru agar tetap bersemangat dalam membimbing anak-anak, sehingga mereka dapat berkembang dan meraih prestasi.

“Jangan menyerah. Dengan fasilitas yang ada, saya berharap bapak dan ibu guru dapat terus memberikan pembelajaran terbaik untuk anak-anak agar mereka bisa berkembang dan berprestasi di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ny. Miranda Rovan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan berupa makanan sehat, alat tulis, serta bingkisan tali asih. Ia menegaskan bahwa dukungan ini sangat berarti dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kunjungan ini diberikan sejumlah bantuan, di antaranya, Tali asih untuk lima guru SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Tali asih untuk dua karyawan sekolah, Bingkisan untuk enam siswa perwakilan dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB, Tali asih untuk lima kader Posyandu dan Bantuan makanan sehat bergizi dari Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur kepada Ketua PKYB Cabang Gresik

Selain pemberian bantuan, acara semakin meriah dengan penampilan karawitan dan angklung dari siswa-siswi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik. Mereka menunjukkan bakat luar biasa dalam seni musik tradisional, yang menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkreasi dan berprestasi. (yad)

Kunjungi SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Ny Vista Pasma ; Terus Berikan Pembelajaran Terbaik agar Bisa Berprestasi Selengkapnya

GPAI SMPN  dan MUI Gresik Sinergi Cegah Kemaksiatan dan Perundungan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam atau MGMP PAI Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMP Negeri se-Kabupaten Gresik menggelar bincang santai dengan Pengurus Majelis Ulama Indonesia atau MUI Gresik.

Dalam bincang santai di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur dalam rangka pencegahan perundungan, kemaksiatan, judi online dikalangan pelajar SMP pada Kamis, 13 Februari 2025.

Acara diikuti sebanyak 60 Guru Pendidikan Agama Islam atau GPAI berdiskusi tentang peran guru agama sebagai bentuk dukungan dalam pendidikan ramah anak. Sekretaris MUI Gresik Makmun memberikan apresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus MGMP ini.

Menurut Makmun, dalam Rangka mencegah kemaksiatan dikalangan pelajar tentunya tugas mulia yang harus banyak mendapat dukungan dari semua pihak tak terkecuali orang tua dan masyarakat wajib mengawasi aktifitas lingkungan pertemanan pergaulan anaknya agar tidak terlibat kegiatan negatif khususnya pada saat bulan Suci Ramadan.

Menurut ketua MGMP PAI Suhadak, kegiatan ini akan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Agama di sekolah terlebih GPAI adalah vigur teladan di sekolah. 

Sementara itu, Pembina MGMP PAI juga Kepala UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik Mohammad Salim mengharapkan kegiatan tidak terhenti hanya di forum diskusi. ” Kami berharap setelah diskusi ini semua guru PAI langsung eksen praktik langsung untuk menciptakan Suasana Belajar yang aman nyaman dan menyenangkan di SMP masing-masing,” harap Salim yang juga pengurus MUI bidang Pendidikan dan Kaderisasi ini. (yad)

GPAI SMPN  dan MUI Gresik Sinergi Cegah Kemaksiatan dan Perundungan di Gresik Selengkapnya

Aklamasi, Anis Ambiyo Putri kembali Terpilih sebagai Ketua KONI Gresik

GRESIK,1minute.id – Anis Ambiyo Putri kembali terpilih sebagai Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia atau KONI Kabupaten Gresik. Anis terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten atau Musorkab KONI Gresik yang dilaksanakan di Ruang Putri Mijil, Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Selasa, 11 Februari 2025.

Perempuan yang juga dokter itu melenggang sebagai Ketua KONI Gresik untuk periode kali kedua, 2025-2029, karena mendapatkan dukungan penuh dari seluruh atau 50 cabang olah (cabor) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Musorkab KONI Gresik 2025 dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Pada kesempatan itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa seluruh fasilitas olahraga di Kabupaten Gresik dapat dimanfaatkan sebagai tempat latihan bagi berbagai cabang olahraga atau cabor.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas olahraga di Kabupaten Gresik dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembinaan atlet, tentunya dengan mengikuti prosedur perizinan yang telah ditetapkan,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini mengingatkan kepada pengurus KONI Gresik tentang pengelolaan anggaran yang tepat sasaran guna mendukung peningkatan prestasi olahraga daerah. Ia memastikan bahwa distribusi anggaran bagi setiap cabor akan dilakukan secara proporsional berdasarkan kinerja dan capaian prestasi.  

“Cabor dengan performa baik tentu akan mendapatkan porsi anggaran lebih besar dibandingkan dengan cabor yang masih perlu meningkatkan prestasinya. Ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh cabor agar terus berkembang,” jelas suami Nurul Haromaini Ali itu.

Sebagai informasi, KONI Gresik telah mencatat berbagai capaian signifikan. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Jawa Timur 2023, kontingen Gresik berhasil menempati peringkat ke-7 dari total 38 kabupaten/kota peserta.  Prestasi ini menunjukkan kemajuan pembinaan atlet di Gresik, dengan raihan 28 medali emas, 46 medali perak, dan 48 medali perunggu, serta total 252 poin.  

Bupati Gresik berharap kepengurusan baru dapat bekerja secara profesional dan inovatif serta memiliki strategi tepat dalam meningkatkan prestasi olahraga di daerahnya. “Kabupaten Gresik punya mimpi besar, dan kita juga gudangnya atlet. Artinya, kita terus berbenah dengan progres yang positif. Ini menjadi harapan bagi kita semua,” pungkasnya. (yad)

Aklamasi, Anis Ambiyo Putri kembali Terpilih sebagai Ketua KONI Gresik Selengkapnya