Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (4)

GRESIK,1minute.id – Masjid Giri Kedaton terlihat megah. Meliihat bangunan masjid kali pertama yang dibangun oleh Sunan Giri dari atas Bukit Putri Cempo begitu terlihat sangat indah. Ada ratusan undakan sebelum mencapai puncak atau halaman masjid yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi atau 537 tahun lalu itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Bangunan masjid itu tertinggi di Gresik. Konon, tidak boleh ada bangunan gedung di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dari masjid Giri Kedaton yang menyimpan setumpuk sejarah itu.

Masjid yang berada di Bukit Giri itu dikenal dengan nama situs Giri Kedaton. Kompleks masjid serta pesantren pertama di Gresik yang berjarak 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Giri.

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Sebelum berdakwah, Sunan Giri banyak belajar ilmu agama di Ampel Denta (Sunan Ampel, Surabaya) bersama Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Tepatnya pada 1455 Masehi, saat usia beliau menginjak 12 tahun. Setelah mondok selama tujuh tahun, Sunan Giri di wisuda dengan gelar Ainul Yaqin.

Menurut buku Sejarah Sunan Giri yang ditulis Yayasan Makam Sunan Giri, setelah di wisuda, Sunan Giri sejatinya ingin berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, Sunan Ampel menyarankan Sunan Giri agar mampir ke Samudra Pasai untuk menimba  ilmu agama lebih dalam. Sunan Giri diminta berguru ke Syekh Maulana Ishaq yang tidak lain adalah ayah Sunan Giri.

Setelah berguru, Sunan Giri diminta kembali ke tanah Jawa oleh Syekh Maulana Ishaq. Sebab, saat itu di tanah Jawa terjadi masa transisi dari Kerajaan Hindu-Buddha ke Islam. Oleh Syekh Maulana Ishaq, Sunan Giri diberi bekal segenggam tanah. Sang ayah meminta Sunan Giri kembali ke Gresik dan mencari tanah yang serupa dengan tanah tersebut. Mulai bentuk, warna, hingga baunya.

SITUS SUNAN GIRI : Di halaman Masjid Giri Kedaton ini, konon Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelum menemukan jenis tanah yang diminta sang ayah, Sunan Giri sempat iktikaf (bertapa) di Gunung Bathang (sekarang wilayah Gulomantung, Kebomas, Gresik) pada 1482 Masehi. Hingga kini, napak tilas Sunan Giri masih bisa dilihat Bekas wajah dan kaki Sunan Giri membekas di sebuah batu yang sekarang diabadikan di Masjid Gulomantung.

Hingga akhirnya, Sunan Giri berhasil menemukan jenis tanah yang serupa dengan yang diminta Syekh Maulana Ishaq. Lokasinya di Bukit Giri, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Pada 1487, Sunan Giri mendirikan masjid pertamanya yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pusat persebaran agama Islam sekaligus pemerintahan Gresik pada masa itu.

Pada 1487, Gresik masih menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meski di Majapahit saat itu terjadi kekosongan kekuasaan gara-gara perang saudara, kepercayaan Hindu- Buddha masih sangat kental. Sunan Giri pernah mengisi kekosongan kekuasaan itu selama 40 hari. Sebelum akhirnya didapuk sebagai penguasa di kerajaan Giri Kedaton oleh Raden Patah pada 12 Rabiul Awal 894 Hijriah atau 9 Maret 1487. Sunan Giri diberi gelar Prabu Satmata. Dalam berdakwah, Sunan Giri punya cara tersendiri. Ada dua metode dakwah itu. Yaitu, melalui pendidikan di pesantren dan “blusukan” ke acara tradisi warga setempat.

Sunan Giri kerap mengikuti acara tradisi umat Hindu-Buddha. Misalnya, tradisi tumpengan. Warga menggunakan nasi yang dibentuk kerucut itu sebagai sesajen untuk roh para dewa. Oleh Sunan Giri, tradisi tersebut tidak lantas dihilangkan. Tradisi berdoa menggunakan tumpeng tetap dilestarikan. Bedanya, tumpeng dimakan oleh orang yang berdoa. “Masyarakat diberi pemahaman bahwa makanan itu untuk manusia. Bukan untuk roh yang bersifat gaib”.

Dengan cara yang santun, Sunan Giri berhasil masuk ke tradisi umat Hindu-Buddha. Secara perlahan, ajaran Sunan Giri mulai diterima masyarakat sekitar Satu per satu warga Gresik yang awal nya menganut Hindu-Buddha berpindah ke ajaran Islam. “Banyak menggunakan akulturasi budaya sebagai media dakwah

Sunan Giri termasuk wali yang berilmu tinggi. Bentuk makam nya dibangun berbeda dengan makam sunan yang lain. Salah satu di antaranya, terlihat pada tingkatan atap dan undak undakan sebe lum masuk makam. “Selalu ada tiga undakan. Itu melambangkan tingginya ilmu Sunan Giri. Mulai syariat, hakikat, hingga makrifat yang paling tinggi”. (yad/bersambung)

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi Selengkapnya

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (3)

GRESIK,1minute.id – Gapura Makam Sayyid Abdurrahman sudah hilang. Hilang “tertelan” tanah longsor pada Maret 2020 lalu. Gapura yang menjadi tetenger menuju makam paman Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Putri Cempo hanya tinggal kenangan. 

Beruntung Saya sempat ngelutus ke tempat yang kerap menjadi jujugan warga untuk “berwisata” hati itu. Begini bentuk gapura yang sebelum hilang karena tanah longsor yang sempat diabadikan oleh wartawan 1minute.id

Kondisi makam Sayyid Abdurrahman juga  memprihatinkan. Imbas tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo itu, makam paman Sunan Giri di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mulai retak-retak.

Sejumlah orang mengkhawatirkan situs sejarah itu rusak. Menurut Akhmad Saifudin, juru kunci makam Syekh Sayyid Abdurrahman, sejak 2020  tanah makam terus longsor. Bahkan pada musim hujan pada 2022 terjadi penurunan tanah 10 sentimeter setiap hari.

TANGGA RUSAK : Selain gapura makam Sayyid Abdurrahman, paman Sunan Giri yang hilang karena longsor pada Maret 2020 lalu. Juga tangga menuju makam rusak karena tanah longsor. Foto atas Gapura diambil pada 13 Juli 2019 atau setahun sebelum longsor dan tangga makam diambil pada 5 September 2019. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk menyelamatkan situs religi Syaifuddin kemudian menyusun batu bata masuk menuju makam itu. Upaya Syaifuddin untuk sementara waktu bisa menyelamatkan pesarean Sayyid Abdurrahman itu. Letak makam Syekh Sayyid Abdurrahman dekat dengan makam Putri Cempo. Makam itu kali terakhir direnovasi pada 1991. Renovasi dilakukan karena ada bagian makam yang tertimpa tower telekomunikasi.

“Ada yang menyebut Sayyid Abdurrahman ini sebagai paman Sunan Giri. Beliau ini keturunan Sunan Ampel,” jelas Saifudin. Bukit Putri Cempo kini banyak mengalami perubahan. Area yang dulu sakral itu, kini menjadi pusat kongko para milenial menikmati  suasana malam Kota Industri dengan cerobong-cerobong pabrik yang terus mengeluarkan asap itu. (yad/bersambung)

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang Selengkapnya

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik 

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (2)

GRESIK,1minute.id – MAKAMDewi Sekardadulengang. Siapa Raden Ajeng Dewi Sekardadu? Dewi Sekardadu adalah ibunda Sunan Giri. Waliyullah. Masyarakat Gresik menyakini makam Dewi Sekardadu dulu berada di Blambangan, Banyuwangi.

Konon, mengingat jarak Gresik-Banyuwangi yang cukup jauh. Sunan Giri memiliki gelar Prabu Satmata atau Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton itu kemudian bermunajat kepada Allah agar makam Dewi Sekardadu beserta bukitnya dipindahkan ke kota dimana beliau mengajarkan Islam kali pertama.

Tempat itu dinamakan Gunung Anyar. Salah satu dusun di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Makam Dewi Sekardadu berada dalam satu cungkup yang megah. Khusus untuk makam Dewi Sekardadu ditutup dengan kain kelambu.

SILSILAH : Prasasti tentang silsilah Raden Ajeng Dewi Sekardadu yang di pesarean Dewi Sekardadu di Dusun Gunung Anyar, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di dalam cungkup itu juga terdapat dua makam lainnya. Makam pertama adalah Panembahan Mas Gunung Anyar dan satunya tidak disebutkan namanya. Berdasarkan silsilah diketahui Panembahan Mas Gunung Anyar merupakan keturunan keempat dari Sunan Giri. Bangunnya semi permanen. Tembok dan gebyok kayu ukiran yang sangat terawat baik. 

Di sekitar halaman pesarean Dewi Sekardadu ditumbuhi pepohonan yang rindang sehingga membuat suasana terasa teduh. Ada fasilitas penunjang lainnya yakni musalah, toilet serta joglo untuk para peziarah beristirahat. (yad/bersambung)

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik  Selengkapnya

Nyekar ke Sumur Songo, Peziarah Langsung Tabur Bunga, Lalu Berdoa 

Padusan, Tradisi Nyekar Menjelang Ramadan di Gresik (2)

GRESIK,1minute.id – Padusan di Pemakaman Islam Sumur Songo berbeda dengan makam Islam Tlogopojok. Di makam berlokasi di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik ini tertata lebih ciamik. Lebih bersih karena dikelola oleh Pengurus Pemakaman Islam Sumur Songo. 

Peziarah cukup membawa kembang, kemudian berdoa. Tidak perlu repot membersihkan rumput atau tanaman yang tumbuh. Sebab, pengurus makam telah membersihkan secara rutin. Patut mendapatkan apresiasi. Saat padusan, seperti saat ini, memang banyak dijumpai anak-anak yang menawarkan jasa bersih-bersih makam. Akan tetapi, mereka hanya membawa sapu lidi untuk menyapu atau membersihkan dari daun-daun yang rontok. 

Penataan nizan atau kijingan juga lebih rapi. Sebab, pengurus telah membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh keluarga atau kerabat mereka bila jenazah hendak di makamkan di Sumur Songo , yang dalam bahasa Jawa adalah Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal itu.

SUMUR SONGO : Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal dan pengumuman terkait standar ukuran bangunan nizan di tempelkan di kaca kantor pengurus makam Sumur Songo pada Senin, 11 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siti artinya tanah ; Lebet (Masuk/kedalam) ; Sedoso adalah sepuluh ; kirang atau kurang ; dan setunggal (satu). Dalam peraturan itu disebutkan : sesuai keputusan pengurus makam Sumur Songo tanggal 9 November 2015, maka standar ukuran bangunan (kijingan/nisan) telah ditetapkan panjang 180 centimeter dan lebar 80 centimeter. “Dilarang membangun melebihi standar,” bunyi dalam pengumuman yang di tempelkan di tembok dalam makam Sumur Sungo itu.

Selain menentukan standar ukuran nizan, pengurus juga memiliki kewenangan mengatur jarak antarmakam. Ketupusan itu diteken oleh Hudi Suyato pada 9 November 2015. 

Dalam pengamatan 1minute.id penataan makam Sumur Songo terlihat rapi. Akses jalan peziarah selebar 1,5 meter dengan konstruksi paving. Sehingga, para peziarah bisa lebih nyaman. Sudah selayaknya bisa di tiru di makam Islam Tlogopojok. 

Selain padusan, tradisi menjelang bulan suci Ramadan, pada hari-hari tertentu, malam Jumat, misalnya banyak dikunjungi para peziarah. Mereka yang berziarah ini ngalap berkah ke pesarean Nyai Ageng Tumengkang Sari yang berada di sisi utara dalam kompleks Makam Sumur Songo itu. Siapa Nyai Ageng Tumengkan Sari? Selamat menunaikan ibadah puasa, Ramadan. (yad/habis)

Nyekar ke Sumur Songo, Peziarah Langsung Tabur Bunga, Lalu Berdoa  Selengkapnya

Di Makam Islam Tlogopojok, Peziarah Gunakan Jasa Pembersihan Makam Dadakan 

(Padusan, Tradisi Nyekar Menjelang Ramadan di Gresik/bagian 1)

GRESIK,1minute.id – Sehari menjelang bulan suci Ramadan suasana pemakaman umum lebih riuh. Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1445 Hijrah pada Selasa, 12 Maret 2024. Ribuan orang datang untuk berziarah ke makam leluhur atau orang-orang yang dikasihinya. Semua pemakaman umum ramai peziarah untuk padusan. Di kota/kabupaten lain menyebut peziarah menjelang Ramadan ini megengan

Makam Islam Tlogopojok dan makam Islam Sumur Songo, dua diantara ratusan tempat pemakaman di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik banyak dikunjungi peziarah. Makam Islam Tlogopojok, di Kelurahan Tlogopojok adalah makam terbesar di Gresik yang berpenduduk 1,3 juta jiwa ini. Sedangkan, makam Sumur Songo (Siti Lebet Sedoso Kurang Setunggal) berada di Kelurahan Sidokumpul. Keduanya berada di Kecamatan/ Kabupaten Gresik. 

Dalam pengamatan 1minute.id , pengelolaan kedua makam terbesar itu berbeda. Bila makam Tlogopojok, peziarah harus bekerja ekstrakeras untuk mbatati rumput atau tanaman liar yang tumbuh subur disana. Saking suburnya, tanaman liar sampai menutupi mahesan atau nisan bila tidak sering diziarahi oleh keluarga atau kerabatnya. Jasa mbatati suket alias rumput atau tanaman menui berkah tradisi tahun tersebut. Slamet, salah satu pemuda yang mendapatkan berkah dari tradisi padusan. “Lumayan sehari bisa lebih dari seratus ribu,” kata pemuda bertubuh lencir itu. 

Ada puluhan bahkan ratusan orang yang seperti Slamet menekuni profesi pembersihan makam secara dadakan itu. Tidak patokan harga jasa untuk membersihkan makam di Makam Islam Tlogopojok itu. Negosiasi. Pembersihan makam biasanya dilakukan secara berkelompok mulai dua orang sampai tujuh orang.  “Sembarang (terserah) yang penting pantas,” katanya. 

Selain jasa pembersihan makam, padusan menjadi berkah para penjual kembang nyekar. Mulai dari simpang empat Jalan Gubernur Suryo sampai makam Islam Tlogopojok yang jaraknya lebih kurang 1,5 kilometer banyak dijumpai masyarakat menjual kembang. Harganya Rp 5 ribu per bungkus. Pada hari-hari biasa harga kembang nyekar Rp 2.500 per bungkus. Mekanisme pasar. “Ngapunten regane mundak (maaf harganya naik),” kata seorang nenek penjual kembang nyekar di simpang empat Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Senin, 11 Maret 2024.

Setelah makam bersih dan menabur bunga kemudian peziarah melakukan doa di depan makam orang-orang yang dikasihi. Mereka berdoa. Ada yang melafalkan secara keras, ada juga secara senyap alias dalam hati. 

Berikut rangkaian doa ziarah kubur lengkap.

1. Ucap salam

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحقُونَ

Assalamu’alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu’adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun

Artinya: “Assalamualaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

2. Membaca istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْه

Astaghfirullah hal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaihi

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Surah Al-Fatihah (3x)

Dibacakan 3 kali saat doa ziarah kubur.

Bismillahir rahmanir rahim Alhamdulillahi rabbil ‘alamin Ar Rahmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin Ihdinash-shirraatal musthaqiim Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan mereka yang dimurkai, dan bukan mereka yang sesat.”

4. Surah Al-Ikhlas (3x)

Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad

Artinya: “Katakanlah, ‘Dialah Yang Maha Esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

5. Surah Al-Falaq (3x)

Qul a’udzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus napasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.”

6. Surah An-Nas (3x)

Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.

Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.”

7. Ayat Kursi

Ini adalah bagian dari doa ziarah kubur:

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih.

Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’. Wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim.

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya?”

“Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya dan Allah maha tinggi lagi maha besar.”

8. Surah Yasin

9. Tahlil, zikir, dan selawat

لَا إِلَهَ إِلَّا الله

Laailaaha Illallah

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan engkau ya Allah, maha suci Engkau, sesungguhnya aku ini adalah dari golongan yang aniaya.”

Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammmadin shalaatar ridhaa wardha’an ashhaabihir ridhar ridhaa

Artinya: “Ya Allah, beri karunia kesejahteraan atas junjungan kami Muhammad, kesejahteraan yang diridai, dan ridailah daripada sahabat-sahabat sekalian.”

10. Doa ziarah kubur

Allahummaghfirlahu war hamhu wa’aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampun dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah pelindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya (HR.Muslim).”

Itulah doa ziarah kubur yang bisa dibacakan saat nyekar. (yad/bersambung)

Di Makam Islam Tlogopojok, Peziarah Gunakan Jasa Pembersihan Makam Dadakan  Selengkapnya

Hilal Tidak Terlihat Di Bukit Condrodipo, Gresik, Begini Kondisinya!

GRESIK,1minute.id – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik M. Ersat menegaskan tim rukyatul hilal dari Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik tidak berhasil melihat. Awal puasa Ramadan ditetapkan Selasa lusa, 12 Maret 2024.

Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik lebih ramai dari biasanya. Ratusan pasang mata tertuju pada perukyak dari LFNU Gresik untuk rukyatul hilal di ketinggian 120 meter diatas permukaan laut (mdpl). Sejak pagi masyarakat mulai berdatangan ke Bukit Condrodipo. Badal Ashar, massa semakin banyak. Mereka menenuhi lantai. Sedangkan, para perukyak dan undangan berada di lantai Bukit Condrodipo.

Di lantai dua itu, sejumlah peralatan pendukung pengamatan hilal telah dipasang. Diantaranya, kompas, Global Positioning System (GPS), Busur Derajat, Teleskop motorik dan thedolite. Sedangkan di lantai satu sejumlah peralatan milik massa “pemburu” rukyat sedang menyorot ke langit. Selama rukyatul hilal kondisi langit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik berawan. Matahari terakhir terlihat pukul 17.46 WIB dan terbenam pukul  17.46 menit, 18 detik. Hilal tidak terlihat. Tinggi hilal minus 0 derajat. 

“Posisi hilal saat ini masih berada di bawah 3 derajat, sehingga sulit untuk terlihat dengan jelas. Oleh karena itu, kemungkinan besar bulan akan digenapkan menjadi 30 hari,” katanya. Ersat menyatakan, pelaksanaan rukyatul hilal di Bukit Condrodipo ini sangat penting dalam penetapan awal bulan Ramadan 1445 H. Kementerian Agama selalu mengacu pada 3D, yaitu Di hisab, Di rukyah, Di isbat. “Dengan proses pengamatan dan penetapan ini, kita dapat memastikan awal bulan Ramadhan 1445 H,” tegasnya.

Moh. Ersat menambahkan bahwa adanya perbedaan penetapan awal Ramadan 1445 H yakni Senin, 11 Maret dan Selasa, 12 Maret 2024 merupakan suatu hal biasa. Ersat mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi hal tersebut dengan bijak, dan selalu mengedepankan dan menjaga toleransi dalam menghargai perbedaan tersebut.

Untuk diketahui rukyatul hilal dilakukan di 134 titik rukyatul hilal di Indonesia, 27 titik diantaranya ada di Jawa Timur, salah satunya yakni di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Bukit Condrodipo berada di ketinggian 120 meter diatas permukaan laut. (yad) 

Hilal Tidak Terlihat Di Bukit Condrodipo, Gresik, Begini Kondisinya! Selengkapnya

PWI, Indospring dan Dinkes Gresik Baksos Pemeriksaan Kesehatan, Penanaman Pohon di Pesisir Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan dan penanaman pohon di pesisir Lumpur pada Jumat, 8 Maret 2024. 

Baksos rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan PT Indospring Tbk itu dipusatkan di Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik. Kegiatan baksos kesehatan dan penghijauan ini diikuti oleh puluhan warga pesisir dengan antusias. Selain mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, mereka juga mendapatkan paket sembako. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari insan pers kepada masyarakat pesisir Kota Gresik. Selain memberikan pelayanan dan cek kesehatan gratis, PWI Gresik juga menanam 100 pohon di sekitar Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Gresik Kota.

“Kami sebagai profesi jurnalistik tidak hanya pandai buat berita tetapi juga ada kepedulian sosial yang ditujukan kepada masyarakat pesisir Kota Gresik. Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Deni.

SEMBAKO : Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat dalam kegiatan Baksos Digelar PWI, PT Indospring Tbk dan Dinkes Gresik di halaman Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik pada Jumat, 8 Maret 2024 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy, mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh PWI Gresik. Ia mengatakan bahwa, kolaborasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan penghijauan.

“Kami berterima kasih kepada PWI Gresik yang telah mengajak kami berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada warga setempat, khususnya nelayan Lumpur, yang telah menyambut kami dengan baik. Insan pers adalah mitra kami untuk menterjemahkan apa yang ada di perusahaan, juga termasuk apa saja yang ada di Gresik,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah mengingatkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, juga berharap agar kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi masyarakat Gresik untuk tetap istiqomah mendukung Gresik menjadi kabupaten percontohan di kancah nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Khusnah, mengungkapkan bahwa pola hidup sehat itu sangat penting. Termasuk mengapresiasi adanya kegiatan yang dilakukan oleh PWI Gresik bersama PT Indospring Tbk.

“Bagaimana kita menanam pohon, merawat kehidupan. Termasuk pengecekan kesehatan, untuk mengetahui gimana kondisi kesehatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik, khususnya Kroman, Lumpur, dan Kebungson,” katanya. (yad)

PWI, Indospring dan Dinkes Gresik Baksos Pemeriksaan Kesehatan, Penanaman Pohon di Pesisir Lumpur  Selengkapnya

Smansa Gresik, Sekolah Unggulan yang Konsisten Gerakkan Budaya Literasi, Gelar Deklarasi GLS

GRESIK,1minute.id – Budaya literasi masih terjaga dengan baik di SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik. Tahun ini, budaya literasi untuk para pelajarnya di sekolah yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu telah memasuki tahun kedelapan. Patut mendapatkan apresiasi karena tidak banyak sekolah yang bisa konsisten seperti di Smansa Gresik ini dalam mempertahankan kultur literasi bagi para pelajarnya tersebut. Bertahun-tahun rutin menggelar aksi literasi. Mengadakan pelatihan penulisan hingga menerbitkannya menjadi buku untuk semua siswa yang kelas X itu.

“Literasi semua hal. Literasi membaca, menulis, literasi digital dan literasi wicara,” kata Kepala SMA Negeri 1 Gresik M. Thohir saat membuka Deklarasi dan Pembekalan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ke-8 di Aula sekolah pada Kamis, 7 Maret 2024. Literasi digital dan literasi bicara, adalah gerakan baru bagi para pelajar di sekolah unggulan itu. Sekolah mengharapkan kepada para siswa memanfaat gawai untuk tujuan positif dan menginspirasi bagi masyarakat. “Gadget yang anak- anak pegang saat gunakan dengan baik untuk literasi baca tulis juga literasi bicara. Bicara yang baik bukan bahasa sosmed,” harap mantan Kepala SMA Negeri 1 Sidayu itu.

DEKLARASI GLS : Kepala SMA Negeri 1 Gresik M.Thohir (tengah) bersama guru dan para ketua kelas gerakan literasi sekolah (GLS) di Aula Smansa Gresik pada Kamis, 7 Maret 2024 ( Foto : Smansa Gresik untuk 1minute.id)

Pembukaan GLS kedelapan diikuti oleh para pelajar kelas X ini diawali dengan Deklarasi Kesepakatan Gerakan Literasi Sekolah dengan para ketua kelas untuk penulisan artikel, esai, cerpen dan puisi atau sajak. Setelah deklarasi itu, dilanjutkan dengan sesi pembekalan. Narasumber dalam GLS kedelapan berasal dari internal atau guru Smansa Gresik serta perwakilan wali murid kelas X. Yakni, penulisan cerpen yaitu Wiwik Djubaida. Penulisan Puisi dengan pemateri Lilik Suharnani. Lilik adalah peraih Program Guru Inspirator Literasi Jawa Timur 2023 dalam Forum Indonesia Menulis di Malang. Sedangkan, penulisan esai yakni Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id dan penulisan artikel yakni Jaenuri.

“GLS kedelapan tahun ini, ada yang baru kami selenggarakan yakni literasi digital dan literasi bicara,” ujar Ketua Pelaksana GLS ke-8 Smansa Gresik Lilik Suharnani. “Untuk literasi bicara, tidak wajib bagi siswa kelas X. Tapi, tetap kami umumkan supaya siswa yang berminat bisa mendaftar,” imbuhnya. 

Ditempat sama, guru pembimbing dalam literasi bicara M. Dhofir mengungkapkan, literasi bicara untuk memberikan pembelajaran berbicara yang baik. “Nanti di kemas dalam program OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Nanti akan dibimbing oleh master of ceremony profesional. Sehingga, siswa bisa berbicara secara formal dan non formal yang baik,” kata Dhofir. “Buat konten, gunakan kalimat toyibah, ahli surga,” imbuhnya. 

Smansa Gresik, salah satu sekolah unggulan di Jatim. Kegiatan literasi itu hanya satu di antara nilai plus sekolah yang dipimpin M. Thohir tersebut. Data Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) merilis TOP 1.000 SMA-SMK terbaik nasional yanh dirilis pada Maret 2023 itu, Smansa Gresik berada di urutan pertama SMA terbaik di Gresik. Sekolah berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik itu memperoleh nilai UTBK 2022 sebesar 543,396. Smansa menduduki ranking ke-49 tingkat Provinsi dan menempati urutan ke-334 secara nasional dari total 1.000 SMA di Indonesia. (yad)

Smansa Gresik, Sekolah Unggulan yang Konsisten Gerakkan Budaya Literasi, Gelar Deklarasi GLS Selengkapnya

Cahya Eshal Yuffandi, Siswa Kelas Tahfidz Spenda Gresik Rebut Juara Lukis Damarkurung di Galeri Dekranasda Gresik 

GRESIK,1minute.id – Cahya Eshal Yuffandi, siswa kelas Tahfidz berhasil menyabet juara pertama lomba lukis Damarkurung di media kaus pada Rabu, 6 Maret 2024. Lomba digelar oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag (Diskoperindag) Gresik ini digelar di Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik. 

Cahya Eshal Yuffandi, siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik ini sempat grogi ketika mengikuti lomba lukis rangkaian Launching Galeri Dekranasda Gresik berada di Bandar Grissee, Kawasan heritage di Jalan Basuki Rahmat, Gresik itu. Cahya Eshal Yuffandi, grogi karena tidak sempat melakukan persiapan dalam lomba lukis media kain menggunakan cat akrilik itu. Praktis, Cahya hanya berbekal materi pembelajaran seni budaya yang diajarkan oleh gurunya yakni Sulihah dan Inggar Aditya itu.

Sebelum berangkat menuju Galeri Dekranasda Gresik, Cahya bersama 19 siswa lainnya dikumpulkan di halaman sekolah. Guru Seni Budaya Spenda Gresik Sulihah teknik melukis di media kaus itu. “Melukis di kain tidak sulit, karena kita sudah pernah diberi materi lukis di kanvas oleh guru di sekolah, tetapi yang bikin kita grogi waktu yang disediakan pendek 2 jam. Dan saya senang karena kita juara,” kata Cahya Eshal Yuffandi usai namanya diumumkan sebagai juara pertama lomba tersebut.

Dalam lomba tersebut, Cahya Eshal Yuffandi melukis tentang tradisi Pasar Bandeng yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pada Malam 27 Ramadan. Tradisi yang sudah ratusan tahun, konon ada sejak Sunan Giri, salah satu Waliyullah itu. Damarkurung dengan latar Gapura yang ada diperbatasan antara Gresik dengan Kota Surabaya itu. 

Selain Cahya Eshal Yuffandi, Sophie Della Verita, merebut runner up. Damarkurung merupakan sebuah seni khas Gresik yang biasanya muncul saat bulan Ramadan. Damar artinya pelita atau lampu sedangkan kurung dapat diartikan sebagai tempat tinggal yang mirip dengan sangkar burung. Mbah Masmundari adalah maestro pelukis Damarkurung. 

Lomba lukis Damarkurung kurung ini diikuti puluhan siswa  jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Gresik. Lomba untuk memeriahkan launching Galeri Dekranasda Gresik yang diketuai oleh Ny Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani. 

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, pihaknya mengirimkan 20 siswa untuk lomba melukis Damarkurung ini. Dari 20 siswa itu, dua diantaranya meraih juara pertama dan kedua. Juara pertama diraih oleh Cahya Eshal Yuffandi dan runner up diraih oleh Sophie Della Verita. “Cahya Eshal Yuffandi adalah siswa kelas Tahfidz,” ujar Mohammad Salim. (yad)

Cahya Eshal Yuffandi, Siswa Kelas Tahfidz Spenda Gresik Rebut Juara Lukis Damarkurung di Galeri Dekranasda Gresik  Selengkapnya

Meriah Kirab Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : 2024 Bangun TPST Gresik Utara Hingga Hutan Kota 

GRESIK,1minute.id – Kirab Piala Adipura meriah pada Selasa, 5 Maret 2024. Ribuan pasang mata berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan Piala Adipura yang dibawa secara bergantian oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah. 

Piala Adipura diarak dengan naik bus susun berangkat dari depan Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas melewati Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik. Sepanjang jalan yang dilewati kirab Piala Adipura itu, masyarakat tumplek-blek. Mereka mulai anak-anak sampai orang dewasa. Mereka bangga, Gresik yang dikenal sebagai Kota Industri, tetap bisa meraih penghargaan tertinggi di bidang lingkungan bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Piala Adipura 2023, kali pertama dalam kurun waktu satu dasawarsa atau 10 tahun terakhir itu serahkan langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024. Sore harinya, Piala Adipura yang kali terakhir diterima Kabupaten Gresik pada 2013 itu akhirnya bisa kembali ke Gresik dibawa kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini. Teriakan histeris masyarakat terus menggema sepanjang 5 kilometer begitu mereka melihat Piala Adipura itu. 

Kirab Piala Adipura seakan menjadi oase setelah paceklik penghargaan di bidang lingkungan ini. “Piala Adipura ini kami persembahkan untuk semua warga Kabupaten Gresik. Ini kado kami yang sedang merayakan Hari Jadi Kota Gresik,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik merayakan ulang tahun emas atau 50 tahun pada 27 Februari 2024. Dan, Hari Jadi ke-537 Kota Gresik. Namun, orang nomor satu itu berharap raihan Piala Adipura ini bisa menjadi momuntum bagi semua stakeholder untuk terus berkolaborasi dan sinergi menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya. 

Fasilitas umum dan sosial harus dijaga kebersihan.”Toilet di terminal, Alun-alun dan tempat umum lainnya harus dijaga tetap bersih,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sedangkan, pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik akan terus mendorong bertambahnya ruang terbuka hijau (RTH) di Gresik. “Saat ini, kita masih belum punya Hutan Kota. Tahun ini, akan kita terus melakukan penanaman. Menanam sampai mati,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani bertamsil.

Pembuatan Hutan Kota

PAHLAWAN SAMPAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (berkopyah) didampingi Kepala Dinas DLH Gresik Sri Subaidah bersama pasukan kebersihan (paskun) usai kirab Piala Adipura di Gedung WEP pada Selasa, 5 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Bupati Fandi Akhmad Yani memiliki obesesi untuk membuat kawasan perkotaan hijau royo-royo. Kawasan perkotaan yang menjadi pusat industri dengan menjaga kualitas lingkungan yang bersih dan sehat. “Tahun ini, kita berupaya untuk membuat hutan kota. Karena kita saat belum memiliki hutan kota,” kata Gus Yani kepada wartawan usai kirab Adipura di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). 

Hutan Kota, lanjutnya, akan dipusatkan di belakang Stadion G-JOS. Saat ini, stadion yang menjadi markas kesebelasan Gresik United itu masih dalam proses revitalisasi. “Revitalisasi dilakukan di bagian dalam Stadion Gelora Joko Samudro. Sedangkan, bagian luar nanti DLH bersama CKPKP melakukan pembenahan dan penghijauan,” ujarnya. 

Hilirisasi Sampah

SISWA ADIWIYATA: Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah membawa Piala Adipura sedang melayani ucapan selamat dari para pelajar ketika memasuki halaman Gedung WEP usai Kirab Adipura pada Selasa, 5 Maret 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean telah beroperasi. Bahkan, sampah hasil olahan di TPST Belahanrejo dan TPA Ngipik, yang telah dilengkapi fasilitas RDF di  dua fasilitas tersebut akan dikirimkan ke SIG Pabrik Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara.  Pemkab Gresik bersama Semen Indonesia Tbk telah menandatangani kesepakatan bersama pemanfaatan RDF itu pada 29 Februari 2024. Tahun ini, kita akan bangun TPST di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Selain pembangunan TPST di Gresik Utara, imbuhnya, Pemkab Gresik juga telah membangun TPST di Desa Diponggo, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. “TPST di Pulau Bawean ini belum kami resmikan,” katanya. Berbagai upaya itu dilakukan oleh Pemkab Gresik dengan harapan kedepan kelestarian, dan kesehatan masyarakat Gresik semakin baik. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mengatakan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk terus menanam tanaman. “Mimpi Saya kawasan belakang Gelora Joko Samudro ditanami palem seperti di Stadion GBK (Gelora Bung Karno, Jakarta),” katanya. (yad)

Meriah Kirab Piala Adipura, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : 2024 Bangun TPST Gresik Utara Hingga Hutan Kota  Selengkapnya