Perketat Pengawasan Destinasi Wisata, Cegah Klaster Lebaran

GRESIK,1minute.id – Sejumlah destinasi di Gresik ramai dikunjungi wisatawan. Wisata Indah Pasir Putih Delagan, diantaranya. Petugas gabungan Polres Gresik dan Polsek Panceng mendatangi tempat wisata berlokasi di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Gresik pada Sabtu,15 Mei 2021.

Kunjungan itu, selain memastikan kondisi kamtibmas aman. Petugas kepolisian itu memantau pengunjung tempat wisata dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Delegan itu terkait protokol kesehatan (Prokes) karena pandemi belum berakhir.

Pemantauan tempat wisata itu dipimpin Kapolsek Panceng AKP D.Jannah. Mereka siaga di gerbang masuk wisata alam pantai yang memiliki pasir putih itu. Petugas berada digaris terdepan itu memastikan pengunjung hendak masuk kawasan pantai itu memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing).

“Mencegah pengunjung bergerombol karena berpotensi persebaran Covid-19,”kata Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Panceng AKP D. Jannah pada Sabtu, 15 Mei 2021.

Sementara, personil lainnya berkeliling di sekitar pantai yang biasanya dimanfaatkan pengunjung sekadar berjemur atau menunggu anggota keluarga bermain air pantai tersebut.

“Anggota langsung memberikan teguran bagi pengunjung yang tidak memakai masker. Mengimbau mentaati prokes dengan cara melaksanakan 3M + 1T (memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan dan tidak berkerumun),”terang mantan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gresik itu. 

Ia mengatakan teguran dilakukan dengan simpatik dan persuasif tetap dikedepankan.”Tapi bila pengelola tidak mengindahkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan, kepolisian bisa menutup.Hal tersebut perlu dilakukan guna mencegah terjadinya klaster baru saat momen libur sekarang ini,”tegas Jannah. (yad)

Perketat Pengawasan Destinasi Wisata, Cegah Klaster Lebaran Selengkapnya

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi

GRESIK, 1minute.id – Dokaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kota Santri ketika merayakan Idul Fitri. Sayangnya, tradisi wisata menggunakan moda yang ditarik seekor kuda belum ada inovasi baru. 

Misalnya, keliling kawasan Gresik Kota Lama (GKL). Selama ini, bertahun-tahun dokaran, start Alun-alun Gresik kemudian menyusuri Jalan Pahlawan, Panglima Sudirman dan berhenti sebentar di Wisma A. Yani di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas kemudian melanjutkan perjalanan pulang lewati jalan sama. 

Jarak sekitar 5 kilometer. Ongkos dokaran Rp 100 ribu P.P. Penumpang maksimal 6 orang (dewasa dan anak-anak). Ahmad, salah satu kusir dokar mengatakan dalam sehari bisa sekali rit sangat baik. “Sejak pagi sampai sore baru sekali narik,”katanya pada Jumat sore, 14 Mei 2021.

Masa pandemi yang belum berakhir ditengarai penyebab masyarakat enggan dokaran. Perekonomian masyarakat belum pulih. Dokar ada menyebut Andong, salah satu moda transportasi yang eksis di Kota Santri-sebutan lain-Gresik. Sehari-hari moda ditarik seekor kuda ini hanya untuk transportasi di wisata religi Sunan Giri. Start terminal Sunan Giri di Jalan Mayjend Sungkono menuju depan gerbang makam Waliyullah di Bukit Giri. Jarak sekitar 2 kilometer. Angkos penumpang Rp 5 ribu per orang.

Sejak pagebluk kawasan wisata rohani itu di tutup untuk mencegah persebaran corona. Sebelum, wadah dari Wuhan, Tiongkok itu mengganas sekitar 1,2 juta orang berkunjung ke makam Sunan Giri bergelar Prabu Satmata atau berjuluk Joko Samudro itu. 

Lebaran Idul Fitri, momen diharapkan bisa mendapatkan pundi-pundi pendapatan agar dapur tetap ngebul setelah setahun “puasa” karena wabah COVID-19. Akan tetapi, daya beli masyarakat Gresik masih belum pulih. (chusnul cahyadi/1minute.id)

Pegebluk Corona, Tradisi Dokaran Sepi Selengkapnya

Petrokimia Gresik dan Polres Bagikan Takjil sambil Sosialisasi Larangan Mudik

 
GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan memasuki hari ke-29 pada Selasa, 11 Mei 2021. Insan Petrokimia Gresik bersama Polres Gresik membagikan ratusan takjil kepada masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Pembagian takjil ini tidak dilakukan di pinggir jalan seperti yang dilakukan kebanyakan warga atau komunitas selama Ramadan. Tapi, pembagian takjil bertajuk Ramadan Dambaan “Takjil Keliling” dibagikan melalui empat takmir masjid yang ada di Kecamatan Kebomas. 

Empat takmir masjid itu, adalah Masjid KH Ahmad Dahlan di kawasan terminal Bunder ; Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim di Desa Kembangan ; Masjid Faqih Usman di Jalan Sumatera, Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) dan Masjid Baitus Salam di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo. Ada 600 paket takjil yang dibagikan kepada empat takmir masjid itu.

Rombongan Ramadan Dambaan “Takjil Keliling” ini dilepas oleh Kapolres Gresik AKBP Arief Futrianto di Mapolres Gresik. Rombongan Takjil Keliling ini dipimpin oleh Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar. Sedangkan, manajemen Petrokimia Gresik dipimpin VP Humas Awang Djohan Bachtiar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan Polres Gresik bekerjasama dengan Petrokimia Gresik membagikan takjil ke masjid-masjid. “Kita tetap mematuhi protokol kesehatan karena semangatnya memperingati HUT ke-49 Petrokimia Gresik ini menegakkan aturan prokes dan larangan mudik lebaran,”ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Pembagian takjil keliling ke masjid ini, imbuh mantan Kapolres Ponorogo itu, dilakukan sebagai salah satu upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk mengingatkan tidak perlu mudik lebaran untuk menghindari persebaran Covid-19. 

TAKJIL JAMAAH MASJID : Karyawati Petrokimia Gresik dan Polwan Polres Gresik membagikan takjil kepada jamaah di masjid KH Ahmad Dahlan pada Selasa, 11 Mei 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Karyawati Petrokimia Gresik dan Polwan Polres Gresik menyerahkan takjil ke takmir masjid. Bukan door to door yang akan menimbulkan kerumunan. “Kita menghindari itu. Sekaligus menyampaikan harapan kita bahwa kegiatan bermanfaat kepada masyarakat. Dan, penyebaran Covid-19 tetap bisa tekan,”tegasnya.

Sementara itu, VP Humas Petrokimia Gresik Awang Djohan Bachtiar menambahkan, pembagian takjil bagian dari sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mudik lebaran. “Gresik masuk zona kuning ini pinginnya tetap, atau kalau bisa zona hijau. Supaya kita bisa bekerja atau beraktivitas secara normal kembali,”harap Awang.

Dia melanjutkan, Petrokimia Gresik  ditunjuk sebagai koordinator Satgas Nasional BUMN di Jawa Timur tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik dan mematuhi protokol kesehatan yang ada. “Kalau kita konsisten mematuhi aturan yang ada, kita melindungi diri kita sendiri, keluarga ada di rumah atau diperantauan,”kata Awang. (yad)

Petrokimia Gresik dan Polres Bagikan Takjil sambil Sosialisasi Larangan Mudik Selengkapnya

Resmi! Idul Fitri 1442 Hijriah Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

GRESIK,1minute.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal 1 Syawal 1442 Hijriah pada Kamis, 13 Mei 2021. Puasa Ramadan genap 30 hari. Penetapan lebaran itu setelah melakukan pemantauan 88 titik pemantauan diketahui tim pemantau tidak ada yang melihat hilal.

Puluhan titik pematauan antara lain di Balai Rukyat Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik. Tim perukyat dari Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Gresik.

Sejak pukul 16.00, tim perukyat LF PCNU Gresik melakukan pengamatan benda angkasa dari Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik. 

Wakil Ketua LF PCNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan, hasil rukyatul hilal pada sore hari ini tidak bisa melihat hilal. Secara hisab dari beberapa metode juga menyatakan bahwa hilal pada 29 Ramadan ini kondisinya hilal masih di bawah ufuk.

“Hilal masih dibawah ufuk sekitar minus 4 derajat sehingga hilal tenggelam lebih dahulu daripada matahari. Sehingga dipastikan bahwa laporan hari ini hilal tidak terlihat,”ujar Muchyyidin pada Selasa, 11 Mei 2021.

Pihaknya langsung melaporkan hasil rukyatul hilal di Bukit Condrodipo kepada PBNU dan Kementrian Agama sebagai bahan sidang itsbat.

Humas LF PCNU Gresik Angga Purwancara menerangkan apapun hasilnya langsung disampaikan kepada PBNU, Kementrian Agama. “Hasil rukyatul hilal tidak terlihat dan langsung kami laporkan,”katanya. (yad)

Resmi! Idul Fitri 1442 Hijriah Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021 Selengkapnya

Sore ini, LF PCNU Gresik Pantau Hilal Penentuan 1 Syawal 1442

GRESIK,1minute.id – Kementerian Agama menjadwalkan sidang Isbat penanda 1 Syawal 1442 Hijriah Selasa hari ini, 11 Mei 2021. Sidang isbat penentuan lebaran Idul Fitri akan dilakukan secara protokol kesehatan karena pagebluk corona belum berakhir.

Sementara itu,  tim Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (LF PCNU) Gresik mempersiapkan melakukan pemantauan hilal untuk menetapkan 1 Syawal 1442 Hijriah. Rukyat untuk menentukan awal Idul Fitri itu dilakukan di Bukit Condrodipo di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Pelaksanaan rukyatul hilal dimulai badal Ashar pukul 15.00 digelar dengan prokes COVID-19 ini akan dipimpin oleh Dewan Pakar LF PCNU Gresik KH Abdul Muid. “Mulainya nanti jam 3 sore, tapi jam kritisnya adalah mendekati waktu maghrib,”kata KH Abdul Muid dalam siaran pers pada Selasa, 11 Mei 2021.

Wakil Ketua LF PCNU Gresik Muchyiddin Hasan mengatakan, sejumlah pejabat tinggi pemerintah daerah Gresik diundang dalam pemantauan hilal kali ini. Selama berlangsung acara, panitia menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat bagi seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir karena saat ini masih dalam kondisi Covid-19.

Undangan antara lain, Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Markus dan Ketua Pengadilan Agama ( PA) Gresik Sugiri Permana.

Sementara tahapan penyelenggaraan pemantauan hilal untuk menetapkan 1 Syawal 1442 H, tidak jauh berbeda dengan penetapan 1 Ramadan lalu. Sebelum dilakukan sidang isbat, sesi pertama akan diisi pemaparan posisi hilal awal bulan oleh Dewan Pakar. “Ya sama (tahapannya, red), di hisab dengan beberapa metode hisab dulu,”kata Muchyiddin. (yad)

Sore ini, LF PCNU Gresik Pantau Hilal Penentuan 1 Syawal 1442 Selengkapnya

Semarak Lampion di Malam Ganjil Ramadan di Pulau Putri, Samwil Buka Diatas Perahu Nelayan


GRESIK,1minute.id – Suasana bulan suci Ramadan terasa meriah di Pulau Bawean, Gresik. Apalagi memasuki malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadan. 

Disetiap musala dan masjid di pulau putri-sebutan lain-Pulau Bawean berhias lampion. Lampu hias berbahan kertas transparan dengan aneka bentuk menambah kemeriahan bulan suci yang paling di tunggu umat muslim itu. Ada bentuk bintang, kapal hingga pesawat. 

Pemandangan itu terlihat di musala Riyadus Sibyan di Desa Sukalela, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean. Suhaimi, tokoh pemuda desa setempat menyatakan tradisi memajang lampion di musala dan masjid Ada sejak dulu. “Sejak Islam masuk Pulau Bawean,”ujar Suhaimi kepada wartawan pada Jumat, 7 Mei 2021.

Lampion itu di pajang oleh anak-anak kampung itu menggambarkan kegembiraan dan harapan mendapatkan hati yang terang dan bersih di bulan suci Ramadan. 

Lampion itu dibawa dan dipajang di musala sebelum salat isya hingga tadarus alquran. Pemandangan itu semakin meriah pada malam ganjil Ramadan. “Badal terawih biasanya dilanjutkan makan bareng yang disediakan oleh warga bergiliran,”Kata Suhaimi. 

SAMBUTAN : Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim Samwil ketika buka puasa diatas perahu nelayan Karangtumpuk, Kecamatan Panceng, Gresik pada Jumat, 7 Mei 2021 ( foto : ist )

Terpisah, anggota Komisi D DPRD Jatim Samwil menggelar buka puasa bersama dengan nelayan Karangtumpuk, Kecamatan Penceng, Gresik. Buka puasa digelar di atas perahu nelayan itu terasa gayeng dan penuh kekeluargaan. 

“Suasana keakraban dan guyup ini tentu sangat dirindukan,”kata anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim itu. (yad)

Semarak Lampion di Malam Ganjil Ramadan di Pulau Putri, Samwil Buka Diatas Perahu Nelayan Selengkapnya

Pemkab Siap Kalaborasi dengan Perguruan Tinggi Wujudkan Nawa Karsa Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Duet pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah akan menggandeng perguruan tinggi untuk mewujudkan Nawa Karsa Gresik Baru. 

Hal itu disampaikan Bupati Fandi Akhmad Yani  saat silaturrahim dengan civitas akademika Universitas Qomaruddin (UQ) Kecamatan Bungah, Gresik pada Kamis, 6 Mei 2021. Bupati Fandi Ahmad Yani mengatakan, sejak awal dirinya ingin mewujudkan Nawa Karsa dengan pola kolaborasi dengan semua pihak, salah satunya di bidang pendidikan dan SDM dengan menggandeng perguruan tinggi.

“Saya menyampaikan terimakasih atas komitmen Universitas Qomaruddin dalam rangka mendukung program Nawa Karsa, dan kedepan bisa berbentuk kerjasama bidang pendidikan, ekonomi, dan lainnya, kebetulan di kampus ini ada jurusan yang membidangi itu,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Wabup Aminatun Habibah menambahkan, bentuk keseriusan komitmen perguruan tinggi akan ditindaklanjuti dengan MoU atau kerjasama dengan Pemkab Gresik. 

Namun sebelum kerjasama itu dilakukan, tambahnya, perguruan tinggi terlebih dahulu menentukan bidang kerjasamanya sehingga lebih fokus. “Seperti kampus UISI yang telah bekerjasama dengan kita terkait pendampingan di dunia pendidikan, ada lagi terkait pendampingan lingkungan dari Universitas Muhammadiyah Gresik,”jelas Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Sementara itu. Wakil Rektor Universitas Qomaruddin Moh Maghfur menyatakan, lembaganya komitmen mendukung dan mensukseskan pemerintahan Gresik Baru. 

Bukti komitmen itu, dikatakan Maghfur akan melakukan kerjasama dalam rangka pembangunan dalam segala aspek kebijakan yang ada di Pemkab Gresik.

“Jadi, kegiatan ini sebagai upaya yayasan Qomaruddin dan seluruh lembaga naungannya melakukan kerjasama dalam rangka pembangunan di seluruh aspek kebijakan,” terangnya.

Ia mencontohkan bentuk kerjasama itu berbentuk keterlibatan dan pendampingan program, seperti pada saat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), vaksinasi, dan program lainnya.

“Kami yang ada di perguruan tinggi ini berada di luar legislasi, eksekusi, dan stakeholder lainnya, untuk itu kami siap mengawal seluruh program Nawa Karsa yang digagas Bupati Gresik dengan berkolaborasi dengan perguruan tinggi,”tegasnya. (yad)

Pemkab Siap Kalaborasi dengan Perguruan Tinggi Wujudkan Nawa Karsa Gresik Baru Selengkapnya

Malam Selawe Ditiadakan, Khusus Warga Kota Santri Boleh Ziarah ke Sunan Giri

GRESIK,1minute.id – Suasana Jalan Sunan Giri dan makan religi Sunan Giri lengang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, menjelang malam selawe Ramadan, sepanjang Jalan Sunan Giri mulai dari monumen Tugu Lontar hingga Sekarkurung meriung.

Penjual berjajar. Wisatawan makam religi Sunan Giri mulai ramai peziarah. Tapi, beberapa jam menjelang malam selawe tahun kondisi masih sepi.  “Apa peziarah tidak boleh ke makam Sunan Giri,”tanya Ny Endang, penjual kembang dan ketupat keteg di bawah tangga masuk ke Masjid Sunan Giri ditemui 1minute.id pada Kamis, 6 Mei 2021.

Endang risau, sebab dagangan khawatir tidak laku. Sekitar pukul 13.00 tadi siang, kembang untuk nyekar mengering. Sedangkan, ketupat keteg belum laku sama sekali. “Kalau belum COVID-19 jam segini sudah bolak balik ambil stok,”kata perempuan asli Giri itu.

Camat Kebomas Miftachul Huda mengatakan, kondisi pandemi malam selawe Ramadan ditiadakan. “Tapi, masyarakat masih bisa ziarah ke Makam Sunan Giri,”kata Huda dikonfirmasi pada Kamis, 6 Mei 2021. Ia melanjutkan peziarah yang diperbolehkan ke makam salah satu wali Sanga itu hanya warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Untuk peziarah luar Gresik tidak diperbolehkan,”tegas mantan sekretaris KBPP Gresik itu.

SEPI: Ny Endang, penjual kuliner khas Giri, Ketupat Keteg di tangga masuk masjid Sunan Giri pada Kamis, 6 Mei 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Untuk memastikan, tidak ada peziarah luar Gresik, mulai badal Mahrib kendaraan roda empat menuju Makam Sunan Giri tidak boleh melintas. Jalan ditutup. Antara lain, Desa Sekarkurung dan simpang tiga Telaga Paget didirikan pas penyekatan. “Di pos keamanan itu, dilakukan pemeriksaan,”tegas Huda.

Sikap tegas itu dilakukan, imbuhnya, sesuai dengan arahan Bupati Gresik juga Komandan Satgas Covid-19 Gresik Fandi Akhmad Yani untuk memperketat protokol kesehatan. “Ritual malam selawe boleh tapi harus mematuhi prokes,”kata Huda. (yad)

Malam Selawe Ditiadakan, Khusus Warga Kota Santri Boleh Ziarah ke Sunan Giri Selengkapnya

Wabup Pantau Hari Pertama Pasar Bandeng di Lapangan Gambus

GRESIK,1minute.id – Tradisi Pasar Bandeng menjelang Idul Fitri  kembali digelar Pemkab Gresik, setelah sempat terhenti tahun lalu karena wabah corona. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memantau langsung hari pertama  gelaran Pasar Bandeng di lapangan Gembus di Kecamatan Bungah, Gresik pada Rabu, 5 Mei 2021.

Belum banyak bandeng yang dijual oleh petani tambak asal Kota Santri, Gresik dalam tradisi tahun itu.

Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, belum banyak ikan bandeng yang dijual karena belum waktu panen. “Dikarenakan petani tambak mulai panen setelah 7 Mei,”kata Bu Min-sapaan-Wabup Aminatun Habibah.

Pasar Bandeng digelar beda. Kondisi pandemi memaksa Pemkab tidak memusatkan gelaran tahunan itu di sepanjang Pasar Kota Gresik. Tapi, digeber di sepuluh titik untuk mengantisipasi kerumunan massa. 

Sepuluh titik Pasar Bandeng tersebut yaitu di Lapangan Sitarda Ujungpangkah ; Alun-alun Sidayu ;  Lapangan Gembus Bungah dan Lapangan Suci Manyar. Kemudian di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Lapangan Manunggal Kedamean ; Lapangan Klampok Benjeng dan Halaman Kecamatan Cerme. Berikutnya, Lapangan Menganti dan Lapangan Duduksampeyan.

Durasi pasar bandeng yang biasa digelar dua hari mulai 27 Ramadan. Tahun ini, durasi lebih lama yakni mulai 23 hingga 28 Ramadan 1442 hijriah atau 5 – 10 Mei 2021.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Raza Pahlevi mengatakan meski dalam suasana Pandemi Covid-19 namun pasar, lelang dan kontes bandeng digelar untuk  menjaga tradisi tahunan masyarakat Gresik setiap menjelang Idul Fitri.

“Pasar bandeng, kontes bandeng dan lelang bandeng yang merupakan ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Gresik,”kata Reza. Pada suasana pandemi Covid-19 kali ini, kegiatan ini dilaksanakan dengan suasana dan situasi yang berbeda. “Selain berlangsung di sepuluh titik, pelaksanaan Pasar Bandeng kali ini ditekankan untuk melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,”tegas Reza.

Pemkab Gresik melaksanakan Pasar bandeng ini lebih kearah untuk pemulihan ekonomi dengam memberikan akses kepada masyarakat lokal, mulai dari nelayan dan petani, petambak, pedagang bandeng. 

Selain bandeng, tentunya pelaku UMKM kuliner, dan non kuliner, kelompok kesenian, pedagang mainan, pemilik sound system dan pemilik terop juga ikut merasakan manfaatnya. 

“Pelaksanaan Pasar bandeng ini, kami memprioritaskan bandeng asli produksi petani Gresik. Kami minta pihak panitia terutama dinas perikanan mengecek betul hal ini. Kami bangga meskipun bandengnya tak terlalu besar tapi hasil petani Gresik asli,”ujar Reza mengutip pesan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Sesuai yang diharapkan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani, agar tradisi pasar dan lelang bandeng jangan sampai punah dari Kota Santri ini, meskipun pandemi. Jangan sampai juga pemulihan perekonomian masyarakat yang salah satunya memanfaatkan even tahunan ini juga runtuh akibat pandemi.

Penyelenggaraan Pasar Bandeng ini akan berlangsung mulai 5 sampai 10 Mei 2021. Sedangkan pada Jumat, 7 Mei 2021 akan dilaksanakan festival dan lelang bandeng asli Gresik yang akan berlangsung di Halaman Kantor Bupati Gresik. (yad)

Wabup Pantau Hari Pertama Pasar Bandeng di Lapangan Gambus Selengkapnya

Sanggring Kolak Ayam, Warisan Budaya Takbenda Indonesia

GRESIK,1minute.id – Suhariyanto beberapa kali terlihat menuangkan piring berisi suwiran ayam bercampur rempah ke dalam wadah ember pada Senin, 4 Mei 2021. Bersama sejumlah panitia lainnya, ia menunggu masyarakat Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Gresik di teras masjid Sunan Dalem untuk mengambil jatah Sanggring Kolak Ayam sebelum salat Asar.

“Tahun ini lebih santai karena tadi hanya memasak sekitar 250-300-an porsi,”ujarnya ditemui 1minute.id pada Senin, 4 Mei 2021. 

Untuk keperluan itu, panitia Sanggring Kolak Ayam memotong  115 ekor ayam dan memasak 1 kuintal bawang daun ; 480 kilogram gula merah, 20 kilogram jinten bubuk dan 460 butir kelapa.

Pandemi COVID-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir, membuat tradisi Kolak Ayam setiap 23 Ramadan dan telah memasuki tahun ke-496 itu dilakukan secara sederhana karena dikhususkan untuk masyarakat desa setempat. “Kalau sebelum pandemi, panitia menyediakan 3 ribuan porsi untuk warga dan masyarakat umum,”katanya. 

Takmir masjid Sunan Dalem H. Moh Ali Hasan dalam sambutannya menjelang buka puasa, mengakui pihaknya terpaksa menolak permohonan beberapa warga untuk bisa mengikuti acara inti di masjid.

Hal ini terpaksa dilakukannya demi mendukung ikhtiar pemerintah menekan penyebaran virus corona. 

Sanggring Kolak Ayam, tradisi masuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 8 Oktober 2019.

Seperti diberitakan 1minute.id , Kolak Ayam ini  disajikan untuk berbuka bersama di masjid Jamik Sunan Dalem. Kolak ayam merupakan makanan takjil atau makanan pembuka untuk berbuka puasa yang sifatnya hanya sementara.

Tradisi ini berasal dari  suatu riwayat, di saat pelariannya di Desa Gumeno, Sunan Dalem jatuh sakit dan  dapat disembuhkan dengan memakan Sanggring ini. 

Menurut Babad Gresik, Sunan Dalem adalah putra dari Sunan Giri yang memerintah di Giri Kedaton. Sunan Giri meninggal pada 1506 M, kemudian kekuasaan Giri Kedaton digantikan oleh putranya yaitu Sunan Dalem. 

Di tengah kebingungan penduduk tersebut, Sunan Dalem mendapat petunjuk dari Allah SWT lewat mimpi agar membuat suatu masakan untuk obat. Esok harinya Sunan Dalem memerintahkan semua penduduk supaya membawa seekor ayam jago berumur sekitar satu tahun atau jago lancur ke Masjid.

Maka segeralah semua penduduk membawa seekor ayam jago untuk dimasak dengan santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun.

Setelah masakan selesai, Sunan Dalem memerintahkan kepada penduduk Gumeno agar membawa ketan yang sudah dimasak. Pada saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadan sehingga ketika tiba waktu Maghrib (waktu berbuka puasa), Sunan Dalem dan semua penduduk berbuka bersama di masjid.

Akhirnya Sunan Dalem mendapat Hidayah, Ma’unah serta Inayah dari Allah sehingga beliau sembuh dari sakit yang dideritanya setelah menyantap masakan tersebut. (yad)

Search
Sanggring Kolak Ayam, Warisan Budaya Takbenda Indonesia Selengkapnya