Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik

GRESIK,1minute.id – Sekolah Menengah Pertama Negeri atau SMPN 2 Gresik atau Spenda Gresik terus berbenah mempersiapkan sekolah menuju Eco Green School Asean 2025. Di event terbesar jenjang SMP di Asean itu, sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim dibimbing oleh Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Gresik.

Persiapan sekolah berada di Jalan KH Kholil, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu semakin intens dilakukan. Diantarnya, penerapan Pendidikan berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS, pemanfaatan limbah sampah kertas yang diolah menjadi kompos ( KEBAS ) dan Eco Enzim semakin dimatangkan.

“Mohon doanya untuk kesuksesan Spenda,” ujar Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim usai menerima kunjungan studi tiru rombongan dari Madrasah Aliyah atau MA Mambaus Sholihin yang dipimpin oleh KH.Ahmad Thohari dengan didampingi para staf madrasah pada Selasa, 19 November 2024.

Rombong MA Mambaus Sholihin kagum dengan program Lingkungan Sekolah yang Aman Nyaman dan Menyenangkan. Spenda berbeda dengan sekolah lainnya. Bangunan utama gedung sekolah yang berada di Jalan KH Kholil, Gresik ini masih mempertahankan arsitektur kolonial Belanda yang memiliki ciri pintu dan jendela lebar dan tinggi.

Sedangkan, plafon gedung sekolah telah memasuki usia 64 tahun ini memiliki ketinggian sekitar 4 meteran. Cuaca yang terik membuat para guru dan siswa tidak terasa gerah. Di belakang gedung utama telah disulap sebagai taman. Tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk membaca selain ruang perpustakaan sekolah. 

Halaman sekolah juga terlihat bersih. Karena telah menerapkan Pendidikan Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah atau PBLHS melalui program zero waste. Kondisi itulah, menjadikan Spenda Gresik kerap menjadi lokus penilaian program Adipura untuk sekolah di kawasan perkotaan.

“Saya akan kembali lagi untuk ngaji tentang lingkungan di Spenda Gresik ini terkait program sekolah yang luar biasa dan sekolah yang langganan jadi lokus Adipura ini,” kata KH. Ahmad Thohari. 

Lingkungan yang aman, nyaman dan menyenangkan adalah dambaan peserta didik dan orang tua. Guru menyambut siswa pagi menjadi budaya yang masih dipertahankan di Spenda. (yad)

Spenda Gresik Bersiap Menuju Eco Green School Asean 2025, Mohammad Salim : Mohon Doa Warga Gresik Selengkapnya

Besok, SMSI Gresik Kolaborasi Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Freeport Gelar Creative People Hunt 

GRESIK,1minute.id – Serikat Media Siber Indonesia atau SMSI Kabupaten Gresik akan menggelar Creative People Hunt di Hotel Horison Gresik pada Kamis besok, 21 November 2024.

Gelaran perdata SMSI Gresik berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Gresik dan PT Freeport Indonesia atau PTFI. Acara yang bertujuan untuk mengeksplorasi kompetensi dalam produksi konten video untuk media sosial atau medso ini bakal melibatkan para siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Gresik.

Ketua Panitia Pelaksana Creative People Hunt, M. Sholeh, mengungkapkan, program yang digagas SMSI Gresik ini dimaksudkan sebagai ajang pembelajaran dan pembuktikan kompetensi para siswa SMK dalam memproduksi konten video untuk medsos. Tidak hanya itu, ke depan program ini juga diproyeksikan sebagai sarana mengail pendapatan bagi para siswa dan sekolah tempat mereka menempah ilmu.

“Karena itu, adik-adik nanti kami kolaborasikan dengan perusahaan-perusahaan media anggota SMSI yang siap bekerja secara profesional. Dalam praktiknya, mereka akan dikawal guru pendamping dan supervisi dari perusahaan untuk menghasilkan konten video yang berkualitas,” ujar Cak Sholeh, sapaan akrab M. Sholeh pada Selasa, 19 November 2024.

Dikatakan, program Creative People Hunt merupakan implementasi ikhtiar untuk memberikan kontribusi konkret di dunia industri kreatif. Pada gilirannya, untuk memiliki kompetensi dalam memproduksi konten video, para siswa tidak harus menunggu lulus, karena sejak aktif sebagai siswa, mereka sudah dilatih untuk memiliki kemampuan andal di bidang industri kreatif.

“Rencananya, launching Creative People Hunt ini akan dihadiri Plt Bupati Gresik Bu Min (Aminatun Habibah, Red) dan Pak Kepala Dinas Pendidikan Jatim,” tambah Cak Sholeh.

Sementara itu, Ketua SMSI Gresik Akhmad Sutikhon, mengatakan, dalam program Creative People Hunt ini, tahap pertama akan diambil 10 sekolah. Karena itu, akan dilakukan seleksi sesuai bidang keahlian yang dimiliki. 

Adapun untuk merealisasikan program ini, lanjut Sutikhon, tidak semua SMK bisa bergabung, namun hanya yang memiliki jurusan atau bidang keahlian yang terait dengan produksi video atau perfilman yang bisa bekerja sama.

Sutikhon menjelaskan, beberapa jurusan atau bidang keahlian yang akan diambil, di antaranya, Animasi, DKV/Multimedia, Perfilman, Bisnis Daring, Digital Marketing, Produksi Siaran Program TV, juga Produksi Film.

“Untuk tahap pertama, kami akan ambil 10 sekolah dulu. Adapun jumlah siswa bisa bervariasi sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki. Ke depan kami akan melibatkan lebih banyak lagi sekolah,” ujar Sutikhon seraya menambahkan, untuk aspek pemasaran produk videonya, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan media besar di Jakarta. (yad)

Besok, SMSI Gresik Kolaborasi Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Freeport Gelar Creative People Hunt  Selengkapnya

SD YIMI Gelar Malam Cinta Rasulullah, Ribuan Jemaah Berzikir dan Bersalawat Bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaff

GRESIK,1minute.id – Sekolah Dasar Yayasan Islam Malik Ibrahim atau SD YIMI Gresik menyelenggarakan Maulid Nabi dan Haflah Kurikulum pesantren (Aqidatul Awam, Arbain Nawawi, Amtsilatut Tashrifiyah dan Ta’limul Muta’allim).

Tahun ini, kegiatan rutin tahunan itu menghadirkan Majlis Azzahir yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaff.

Ribuan jemaah tumblek-blek memenuhi sepajang Jalan Agus Salim, KH Zubair hingga Kramatlangon, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu. Diperkirakan yang hadir mencapai 10 ribu jemaah di Malam Cinta Rasul yang penuh barokah. Ribuan jemaah bersalawat dan berzikir. 

Acara yang bertujuan untuk menambah kecintaan masyarakat serta mengenalkan bahwa di SD YIMI Gresik juga selain mengembangkan tahfidz dan TPQ juga mngembangkan kurikulum pesantren, harapannya melahirkan generasi santri unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat ditengah derasnya arus dgitalisasi.

Untuk diketahui bahwa Yayasan Islam Malik Ibrahim memiliki lembaga pendidikan mulai dari KBTK, SD, dan SMP. Lembaga pendidikan milik YIMI ini mengusung kurikulum merdeka belajar yang dipadu kurikulum pesantren.

Menurut Kepala SD YIMI Abdul Adhim, kurikulum pesantren yang padukan dengan Kurikulum Merdeka Belajar memberikan pondasi yang kokoh bagi pendidikan karakter siswa.

“Acara ini adalah wujud nyata dari upaya kami dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan seperti akhlakul karimah dan cinta kepada Rasulullah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika SD YIMI untuk terus belajar dan berinovasi,” kata Abdul Adhim. 

MEMUKAU : Penampilan siswa YIMI Gresik dalam Malam Cinta Rasulullah di halaman sekolah di Jalan Agus Salim, Kecamatan/Kabupaten Gresik (foto : YIMI untuk 1minute.id)

Sebelum bersalawat dan berzikir yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaff acara diawali dengan penampilan yang memukau dari siswa-siswi TK YIMI. Kreativitas anak-anak usia dini ini berhasil menghangatkan suasana dan menjadi pembuka yang meriah.

Selain itu haflah muatan lokal pesantren SD YIMI meliputi Aqidatul Awam, Arba’in nawawi, Ta’limul muta’allim dan Amtsilatut Tashrifiyah juga membuka kegiatan ini. Shorof Tasyakur dan Kirim doa keluarga besar YIMI, terbuka untuk umum dihadiri warga gapurosukolilo, Pulopancikan dan sekitarnya.

“SD YIMI berkomitmen untuk menjadi sekolah yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia. Acara Malam Cinta Rasul ini merupakan salah satu bentuk upaya kami dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada siswa-siswi. Kami berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” ujar Selamet, staff YIMI. (yad)

SD YIMI Gelar Malam Cinta Rasulullah, Ribuan Jemaah Berzikir dan Bersalawat Bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaff Selengkapnya

Mlaku-mlaku Sarungan, Jaga Identitas Gresik berjuluk Kota Santri

GRESIK,1minute.id – Ribuan pelajar mengikuti mlaku-mlaku bareng sarungan di kawasan heritage, Bandar Grissee pada Ahad, 10 November 2024. Mereka tidak hanya memakai sarung. Banyak juga memakai berdandan ala tokoh agama.

Seperti, memakai baju jubah, berkopyah haji warna putih, memakai surban, berjengot putih dan membawa tongkat. Kostum yang dipakai peserta itu semakin menambah gereget kegiatan yang mengambil start dan finish di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur tersebut. 

Bahkan, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah merasa senang, sehingga berulangkali tersenyum kepada peserta Mlaku-mlaku bareng sarungan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional atau HSN tersebut.

Menurut Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar dalam menjaga dan melestarikan budaya santri yang masih melekat di Kabupaten Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa, baik kepada penyelenggara maupun kepada segenap masyarakat yang sangat antusias dengan mengikuti kegiatan ini,” ungkap Plt Bupati berlatar pendidik itu. 

Ia juga menuturkan, kegiatan semacam hendaknya terus dilestarikan sehingga identitas Gresik sebagai kota santri dan kota wali ini tidak luntur dan tetap bertahan di benak masyarakat Kabupaten Gresik. “Ayo kita jaga dan kita dukung kegiatan yang positif ini. Semoga Gresik tetap memegang teguh identitanya sebagai kota santri dan kota wali,” tuturnya.

Sederet penampilan seni turut menyemarakkan suasana, di antaranya Tari Tradisional dari SMK NU Gresik, penampilan penyanyi cilik Alvaro Fernanda, aksi Seni Pencak Silat Pagar Nusa, atraksi Bambu Gila oleh Banser Gresik, serta hiburan dari Trio Cilik MINU Tratee Putera.

Selain menghibur, acara ini menjadi ajang kebanggaan bagi santri serta wadah bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat. (yad)

Mlaku-mlaku Sarungan, Jaga Identitas Gresik berjuluk Kota Santri Selengkapnya

Dispendik Gresik Cairkan Bosda 677 Lembaga Pendidikan Sebesar Rp 32,35 Miliar Pekan Depan

GRESIK,1minute.id – Kabar gembira bagi lembaga pendidikan di kabupaten Gresik. Dinas Pendidikan atau Dispendik Gresik akan mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah  Daerah atau Bosda 2023 pekan depan.

Kepala Dispendik Gresik S. Hariyanto mengatakan, lembaga penerima kekurangan penyaluran dana BOSDA untuk SD/MI sebanyak 441 lembaga dan SMP/MTs ada 236 lembaga. 

“Kekurangan penyaluran BOSDA tahun 2023 dipastikan cair minggu depan,” kata S. Hariyanto kepada wartawan pada Jumat, 8 November 2024.

Dijelaskan S. Hariyanto, pencairan BOSDA ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Gresik nomor 420/1170/HK/437.12/2024 tentang lembaga penerima kekurangan penyaluran dana BOSDA untuk SD/MI di Kabupaten Gresik tahun anggaran 2023.

Sedangkan untuk SMP/MTs berdasarkan SK Bupati Gresik nomor : 420/ 1171 /HK/437.12/2024 tentang lembaga penerima kekurangan penyaluran dana BOSDA untuk SMP/MTs di kabupaten gresik tahun anggaran 2023. 

“Mulai daftar nama lembaga, alamat dan rincian dana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SK Bupati ini,” jelasnya.

Ia menjelentrehkan besaran dana BOSDA untuk SD/MI dan SMP/MTs masing-masing sebesar Rp. 16.626.120.000. Total sebesar Rp 32.352.240.000 yang merupakan bentuk komitmen Kepala Daerah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik.

“Ini komitmen program Nawa Karsa untuk menanggulangi anak-anak yang tidak sekolah atau anak yang putus sekolah, agar bisa memajukan dunia pendidikan dan berpihak pada lembaga pendidikan,” terangnya. 

Ditambahkan S. Hariyanto, penyaluran kepada lembaga penerima kekurangan dana BOSDA juga sebagai upaya mewujudkan program Nawa Karsa Gresik Cerdas untuk mensejahterakan para guru dan tenaga kependidikan.

“Termasuk meningkatkan kualitas SDM para guru dan tenaga kependidikan. Apalagi bulan November ini adalah bulannya para guru. Semoga penyaluran ini menambah spirit guru dalam memajukan pendidikan di Gresik,” pungkasnya.(yad)

Dispendik Gresik Cairkan Bosda 677 Lembaga Pendidikan Sebesar Rp 32,35 Miliar Pekan Depan Selengkapnya

Dewan Pers Apresiasi BRI Fellowship Journalism 2025

JAKARTA,1minute.id – Program BRI Fellowship Journalism 2025 kembali dibuka. Dewan Pers mengapresiasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli yang memasuki tahun keenam ini.

Program yang bertujuan memberikan kesempatan kepada insan jurnalis untuk meraih beasiswa pendidikan pascasarjana atau Strata 2 (S2).

Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya menyambut baik program yang berkelanjutan ini untuk meningkatkan kompetensi jurnalis di Indonesia.

“Harapannya ini menambah keilmuan rekan-rekan jurnalis. Semakin profesional dalam membuat karya jurnalistik. Memberikan informasi yang berkualitas, benar dan baik,” kata Agung pada Senin, 4 November 2024.

Dia mengatakan, jenjang pendidikan yang lebih baik akan berdampak pada karier para jurnalis. Memberikan peluang untuk berkompetisi, meningkatkan kompetensi dan berprestasi. Ujungnya, iklim media di Indonesia semakin sehat terkait pemberitaan.

“Apa yang dilakukan BRI dalam kurun 5 tahun ini menjadi langkah konkret kepedulian. Harapannya teman-teman BUMN yang lain ke depan juga punya kepedulian yang sama,” tutur Agung.

Pada kesempatan terpisah Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRI Fellowship Journalism adalah program komprehensif yang melibatkan jurnalis dengan berbagai tahapan kegiatan seperti training, pembelajaran singkat tentang dunia jasa keuangan dan selanjutnya berkesempatan mendapatkan beasiswa dari BRI Peduli untuk melanjutkan studi di jenjang Strata 2 (S2).

“Kami berharap program ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dapat membantu para jurnalis meraih pendidikan yang lebih tinggi sehingga bisa meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia,” ungkap Hendy.

Program ini telah dilaksanakan 5 kali, dan BRI Fellowship Journalism 2025 merupakan pelaksanaan yang ke-6. Agung mengatakan bahwa dalam program ini BRI bekerja sama dengan Dewan Pers. Beasiswa S2 dari BRI ini ditujukan untuk jurnalis yang masih aktif di media yang sudah diverifikasi Dewan Pers dan memiliki Sertifikat Kompetensi sebagai Wartawan Muda.

Pembukaan pendaftaran BRI Fellowship Journalism ini berlangsung hingga 30 November 2024. Adapun informasi dan syarat pendaftaran program BRI Fellowship Journalism ini dapat diakses melalui website resmi BRI: https://bri.co.id/fellowshipjournalism (yad)

Dewan Pers Apresiasi BRI Fellowship Journalism 2025 Selengkapnya

Syeikh Belaid Hamidi dari Maroko Apresiasi Karya Kaligrafi 3D Muhammad Riyanto

GRESIK,1minute.id – Seminar Internasional  Marosim Ijazah Khat mengusung tema “Transformasi Khat di Era Digital” di gelar oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya di Gedung Stundent Center UINSA Surabaya terasa lebih semarak. 

Seminar yang diinisiasi oleh Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa (IQMA) UINSA Surabaya ini semarak karena menghadirkan dua pembicara, yaitu,  Abdur Rouf Hasbullah, Penggagas Metode Abajadun Hamidiyah dari Indonesia dan Syeikh Belaid Hamidi, International Master of Calligraphy dari Maroko.

Selain seminar internasional itu, panitia IQMA UINSA Surabaya juga menggelar pameran Kaligrafi Klasik. Ada puluhan kaligrafi yang dipamerkan. Diantaranya, kaligrafi berjudul “Hanya Dirimu Semata” dan “Nur Muhammad”. Dua kaligrafi itu karya Muhammad Riyanto. Riyanto adalah pelukis Kaligrafi yang tinggal di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dua goresan tangan lelaki berusia 49 tahun ini lah semakin menambah semarak dan menjadi daya tarik mahasiswa dan  beberapa masyarakat yang mengikuti acara seminar internasional itu. Riyanto adalah pelukis Kaligrafi yang sedang naik daun. Sejumlah karyanya menjadi koleksi tokoh nasional dan dari Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu yang lalu.

Riyanto, pelukis kaligrafi aliran surealisme  tinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini berbeda dengan pelukis kaligrafi lainnya. Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. 

Syeikh Belaid Hamidi dari Maroko itu memuji karya Riyanto. Syeikh Belaid Hamidih, melihat dua karya Riyanto di hari pertama pameran pada Jumat, 25 Oktober 2024. Acara berlangsung sampai hari ini, Sabtu, 26 Oktober 2024.

‘Kaligrafi berjudul Nur Muhammad, mixed media ini pernah Saya ikutkan di Pameran Kaligrafi Nasional di MTQ Nasional 2024 di Samarinda beberapa waktu lalu,” ujar Riyanto pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Riyanto merasa bangga karena karya kaligrafi mendapatkan apresiasi dari maestro kaligrafi Internasional Syeikh Belaid Hamidy di Student Center UIN Sunan Ampel Surabaya . 

Menurut Riyanto, “Kolaborasi pameran kaligrafi klasik naskah dan  kaligrafi  kontemporer modern 3-D kali ini adalah kali pertama di Indonesia, semoga kedepan lebih bagus lagi,” ujar bapak 3 anak ini.

Untuk diketahui Seminar Internasional Marosim Ijazah Khat mengusung tema “Transformasi Khat di Era Digital” digelar dua hari, Jumat-Sabtu, 25-26 Oktober 2024 hari ini masih berlangsung tashih koreksi dan penilaian. Hari pertama, ada dua pembicara, yaitu Abdur Rouf Hasbullah Mpd.I, Penggagas Metode Abajadun Hamidiyah dari Indonesia dan Syeikh Belaid Hamidy Internasional Master of Calligraphy dari Maroko.

Moderator seminar itu adalah Ustad Athoilah  Mpd.I Khattat yang fasih bahasa Arab, pernah belajar langsung dan mendapat sanad (ijazah) langsung dari Syeikh Belaid Hamidy Maroko.  Athoilah adalah pendiri sekolah kaligrafi atau Sakal Jombang. Tempat belajar kaligrafi Khat yang bersanad di Jombang. “Ustad Athoilah, ini pendiri Sakal Jombang bersanad di Jombang dan Dewan Hakim Provinsi Jatim di bidang Khat,” terang Muhammad Riyanto yang juga pengurus Jamiyyatul Qurra’ wal Huffazh atau JQH  dan LPTQ Kota Surabaya, Jawa Timur ini. (yad)

Syeikh Belaid Hamidi dari Maroko Apresiasi Karya Kaligrafi 3D Muhammad Riyanto Selengkapnya

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gandeng BNNK Gelar Penyuluhan Bentengi Peserta Didik dari Bahaya Narkoba

GRESIK,1minute.id – Rizka Meylinda kembali masuk UPT SMP Negeri 2 atau Spenda Gresik pada Rabu, 9 Oktober 2024. Sarjana Hubungan Internasional ini ke lembaga satuan pendidikan dipimpin Mohammad Salim itu bukan untuk reuni. 

Tapi, alumnus Spenda 2009 itu datang untuk memberikan penyuluhan dalam seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba bagi generasi Z alias Gen-Z di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu.

Rizka yang kini bekerja di Badan Narkotika Nasional Kabupaten atau BNNK Gresik itu seakan menjadi role model bagi siswa yang sukses. Sebanyak 789 siswa kelas VII hingga IX Spenda Gresik terlihat antusias mendengarkan paparan senior mereka itu. 

Ia juga mengenalkan tentang jenis dan bahaya narkoba kepada adik-adik juniornya itu. Pengenalan jenis dilakukan dengan harapan peaerta didik tidak mudah terkecoh. “Penyuluh juga memberikan tata cara menghindari narkoba,” terang Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim dalam keterangan tertulisnya yang diterima 1minute.id pada Rabu, 9 Oktober 2024.

FOTO BARENG : Pembicara seminar penguatan Pelajar Pancasila Rizka Meylinda, staf BNNK Gresik (tengah) bersama panitia seminar di UPT SMP Negeri 2 Gresik foto bareng usai acara pada Rabu, 9 Oktober 2024 ( Foto : Spenda Gresik untuk 1minute.id)

Salim melanjutkan, seminar Selamatkan Generasi Z dari Narkoba adalah bagian dari gelar karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila. “Bangun Jiwa Raganya. Siap menjadi Remaja Tangguh Berkarakter,” kata Salim yang juga penulis itu.

Seminar ini, ia melanjutkan, bekerja sama dengan pihak BNNK Gresik. Menurutnya,  penanaman karakter dan religius di sekolah dan keluarga sangat membantu peserta didik dalam membentengi diri dari pengaruh buruk narkoba. “Diharapkan orang tua dapat menjaga putra putrinya agar mengawasi lingkungan bermain mereka,” imbuhnya.

Sebelumnya, sekolah “zero waste” dan pelapor Kantin Halal itu menjadi lokus penilaian Adipura 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atah KLHK itu mewakili unsur sekolah SMP di Kabupaten Gresik. Pada 2025 ini, Spenda Gresik akan mengikuti event bergengsi yakni penilaian Ecogreen School. (yad)

UPT SMP Negeri 2 Gresik Gandeng BNNK Gelar Penyuluhan Bentengi Peserta Didik dari Bahaya Narkoba Selengkapnya

Kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class, Bob Budiono : Siswa Siap Dilatih, Juga Siap Bekerja di Industri 

GRESIK,1minute.id – Rahmad Arif Junaidi terlihat semringah. Siswa kelas XI SMK PGRI 1 Gresik lolos seleksi Indospring Class. Kelas pilihan angkatan X / 2024 ini diikuti 24 siswa. 

Kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class dimulai pada Sabtu, 28 September 2024 ini dihadiri jajaran manajemen PT indospring Tbk, di antaranya,  Direktur Indospring Tbk Bob Budioo, dan Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy. Serta para wali murid siswa kelas Indospring.

Kepala SMK PGRI 1 Gresik Arief Susanto menyampaikan, bahwa siswa yang terpilih dalam program lndospring Class, merupakan siswa terbaik, hasil dari penjaringan lebih dari 742 siswa di SMK PGRI 1 Gresik. 

“Hanya 24 siswa yang berhasil lolos seleksi ketat berdasarkan berbagai kategori,” ujar Arief Susanto pada Sabtu, 28 September 2024. Indospring Class, lanjutmya merupakan kesempatan emas bagi kalian. “Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di depan mata,” pesan Arief kepada para siswa yang didampingi orang tuanya untuk mengikuti kuliah perdana Indospring Class ini.

Arief berharap program ini bisa menjadi batu loncatan bagi para siswa untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja. “Hal ini, sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa kini, “tandasnya.

Indospring Class di SMK PGRI 1 Gresik memasuki tahun kesebalas. Sempat terhenti satu tahun karena wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Tahun ini, memasuki angkatan ke-X. Semua siswa lulusan Indospring Class ini telah bekerja di sejumlah industri di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Industri BUMN maupun perusahaan multinasional. 

Sebab, selama setahun mereka sekolah mendapatkan pendidikan yang disesuaikan kebutuhan industri. Pendidikan hard skill dan soft skill. Termasuk budaya kerja di lingkungan industri. Sehingga, siswa yang lolos Indospring Class, memiliki kesempatan besar untuk bisa bekerja di industri alias satu tiket telah dikantongi untuk bekerja setelah lulus nanti. 

KULIAH PERDANA : Wali murid dan siswa mengikuti seremonial kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class di ruang pertemuan SMK PGRI 1 Gresik pada Sabtu, 28 September 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono menekankan pentingnya link and match antara dunia pendidikan dan industri. Ia menjelaskan bahwa kelas industri ini dirancang agar para siswa tidak hanya siap dilatih, tetapi juga siap bekerja. 

“Program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi PT Indospring Tbk. dalam meningkatkan keterampilan siswa agar siap terjun ke dunia industri,” ujarnya. 

Bob Budiono menambahkan bahwa program ini tidak hanya membekali siswa dengan keterampilan teknis, tetapi juga soft skill dan budaya kerja industri. “Prinsip 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, Rawat) menjadi acuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan aman,” ujarnya. 

Tantangan masuk industri semakin berat. Hanya anak-anak yang terbaik yang bisa masuk dunia industri. Bob Budiono pun memberikan tips bagi siswa agar bisa bekerja di industri. “Jangan begadang, main hp berlebihan, jujur, dan tidak merokok,” tegasnya.  

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menegaskan bahwa program ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia lokal sehingga masyarakat Gresik mampu bersaing di daerahnya sendiri.

“Kami berharap program ini menjadi kesempatan emas bagi siswa dalam mencapai kesuksesan di dunia kerja, ” tandasnya. Ia melanjutkan bahwa program Indospring Class bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di dunia industri. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan industri dalam membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. “Kami berharap melalui kelas industri ini, para siswa dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang siap pakai dan mampu bersaing, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, lanjutnya, pihaknya ingin memastikan bahwa masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam dunia industri. “Kelas industri diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia di Gresik. Sehingga, masyarakat Gresik tidak hanya menjadi penonton di daerahnya,” tegas Dias yang arek asli Gresik ini. 

Jupri, salah satu wali murid yang hadir di kuliah perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada putranya untuk mengikuti program Indospring Class. Ia berharap program ini dapat menjadi jalan bagi anaknya dan siswa lainnya untuk mendapatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Saya sangat berterima kasih kepada SMK PGRI 1 Gresik dan PT Indospring atas program ini. Saya berharap anak-anak kami bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan menjadi lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi,” ujar wali murid dari siswa bernama Rahmad Arif Junaidi ini. (yad) 

Kuliah Perdana SMK PGRI 1 Gresik Indospring Class, Bob Budiono : Siswa Siap Dilatih, Juga Siap Bekerja di Industri  Selengkapnya

Husna, Siswa SDN 4 Petrokimia Gresik Gelar Pameran Tunggal di Galery Merah Putih di Surabaya 

GRESIK,1minute.id – Husna Sabila Jannati Kusuma masih berusia 7 tahun. Talenta bocah kelas I SD Negeri 4 Petrokimia Gresik ini luar biasa untuk anak seumurannya. Husna penuh percaya diri menggelar pameran tunggal goresan tangannya alias melukis di Galery Merah Putih, Balai Pemuda di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. 

Sebanyak 14 karya anak kedua dari pasangan Cahyo Kusumo dan Anita Hidayati ini dipamerkan di Kompleks Alun-alun Surabaya mulai 21-27 September 2024. Tema lukisan seputar tentang dunia Husna yakni dunia kesehariannya mulai dari kehidupan dalam rumahnya di Gresik, lingkungan sekolahnya, tempat kerja ayahnya, sekolah tempat Ibunya mengajar, juga suasana tempat tinggal neneknya di Dieng Wonosobo, Jawa Tengah. 

Semua goresan tangan dilakukan di media cat akrilik dan gouache di atas kanvas. Tentu ukurannya bervariasi. Terbesar ukuran 100 x100 Cm dan yang terkecil 50×50 Cm. Semua karya Husna itu telah lolos kurasi, seorang kurator bernama Arik S. Wartono, pendiri dan pembina Sanggar Lukis DAUN Gresik,  tempat Husna belajar melukis.

Pameran tunggal Husna ini, rangkaian perayaan 20 tahun Sanggar DAUN (2004-2024). Menurut Arik S. Wartono, karya lukis Husna ini berdasarkan pengalaman pribadi sang pelukis. Ia mencontohkan Husna melakukan studi wisata ke Gunung Bromo bersama teman-temannya ketika masih di TK Insanuz Ziyan, Kebomas, Kabupaten Gresik. Selain itu, goresan tangan mungil Husna adalah imajinasi tentang dunia satwa misalnya Singa, Jerapah, Cumi-cumi, Kerang dan lain-lain oleh Kusuma Husna ditampilkan dalam gaya kanak-kanak yang naif sekaligus unik. Semua karya dikerjakan selama 2024. “Pameran ini dipersiapkan selama 1 tahun terakhir,” terang Arik S. Wartono pada 1minute.id pada Sabtu, 21 September 2024.

Dalam visualisasi setiap ide dan gagasannya ke dalam kanvas, terang Arik S. Wartono, Husna sebenarnya tidak melukis apa yang ia lihat. “Justru ia melukis tentang apa yang ia ketahui,” imbuhnya sambil mencontohkan karya lukis tentang singa. Dalam itu, detail anatomi satwa singa tidak penting baginya, bahkan bentuk singa bisa bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikiran Husna.

Juga ketika Husna melukis tentang dunia tempat kerja ayahnya yang bekerja di Rumah Sakit Petrokimia Gresik, gedung rumah sakit dan mobil ambulans yang tervisual dalam karyanya bisa jadi samabsekali tidak mirip dengan apa yang ia lihat hampir setiap hari. Husna tidak perduli dengan bentuk fisiknya, bahkan sekalipun ia melihat fotonya. Karena Husna memang melukis semua itu berdasarkan apa yang ia tahu tentang objek yang dilukisnya, yang tentu saja lekat bercampur dengan imajinasi yang berkembang dalam pikirannya.

Bahkan ketika Husna menggambarkan tentang suasana bermain bersama teman-teman barunya di Sekolah Dasar (SD) atau teman lamanya saat masih Taman Kanan-kanak (TK), ia lebih berpijak pada ingatannya sekaligus semua yang ia rasakan dalam persahabatan, detail fisik teman-temannya menjadi tidak penting, sebab yang lebih penting baginya adalah suasana batin yang ia rasakan dan lekat dalam ingatannya.

Metode melukis seperti ini, katanya, khas anak-anak yang sudah mulai keluar dari periode “coreng-moreng yang diberi nama”.

Dan yang paling menarik dari karya-karya Kusuma Husna selain bentuk (form) aneka objek yang unik, ekplorasi teknik melukis yang ia kembangkan juga cukup beragam. Mulai dari teknik aquarel dengan media akrilik dan qouache yang encer dicampur banyak air sapuan-sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna yang transparan.

Teknik opaque terutama dengan media cat akrilik yang tidak banyak dicampur dengan air atau bahkan cat langsung dari tubenya, dengan goresan tebal sehingga menghasilkan warna yang pekat dan padat.

Beberapa bagian dalam karya Husna juga cukup beragam dalam teknik visualisasi objek, antara goresan tebal-tipis langsung menggunakan kuas, bervasiasi dengan goresan outline tebal warna hitam menggunakan kuas maupun spidol. 

Eksplorasi teknik ini tentu bisa terus dikembangkan dengan banyak variasi lainnya misalnya teknik kolase, eksplorasi teksture, cat semprot dan banyak ragam teknik melukis yang bisa dicoba untuk eksplorasi keragakan teknik melukis. (yad) 

Husna, Siswa SDN 4 Petrokimia Gresik Gelar Pameran Tunggal di Galery Merah Putih di Surabaya  Selengkapnya