UPT SMP Negeri 4 Gresik Borong 6 Penghargaan OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs 2023

GRESIK,1minute.id – Anisah Rahma dan Nur Alisa langsung berpelukan. Siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 4 Gresik itu menangis haru.  Senang karena kerjakerasnya selama 4 bulan  bisa memenangi Lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa Jenjang SMP/MTs 2023. 

Olimpiade yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik itu diikuti lebih kurang 800 siswa se-Kabupaten Gresik itu. Jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Gresik. Di olimpiade yang paling bergengsi di lingkup Dinas Pendidikan Gresik itu, Anisa Rahma dan Nur Alisa, yang mengusung tema “Pengaruh Revitalisi Bandar Grissee Terhadap Peningkatan UMKM” mendapatkan nilai rata-rata 88,63. Nilai rata-rata tertinggi untuk OPSI Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Hasil penelitian kedua siswa, revitalisi Bandar Grissee yang dilakukan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu terbukti memiliki multiplayer effect bagi warga sekitar kawasan heritage, Bandar Grissee itu.  Jumlah UMKM dan Pendapatan pelaku usaha meningkat. 

“Seneng banget karena dulu kelas VII, aku belum bisa juara. Capek dan kecewa di kelas VII bisa tak bayar di kelas VIII sekarang,” ujar Lilis-panggilan-Nur Alisa didampingi salah satu guru pembina OPSI IPS UPT SMP Negeri 4 Gresik Surya Yetni pada Selasa, 30 Mei 2023. “Sangat senang sekali. Jerih payah, usaha dan doa selama ini serasa dijawab semua oleh Allah SWT,” sela Anisah Rahma.

JUARA OPSI IPS : (ki-ka) Nur Alisa dan Anisa Rahma, peraih juara I OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Gresik 2023 ( Foto: UPT SMP Negeri 4 Gresik for 1minute.id)

Prestasi yang diraih Anisah Rahma dan Nur Alisa sebagai juara OPSI Siswa SMP/MTs Gresik semakin meneguhkan lembaga pendidikan dibawah kepemimpinan Arif Abd Rohman ini sebagai sekolah riset dan sang juara. “Karena hampir setiap kompetisi selalu mampu meraih juara,” ujar Surya Yetni, salah satu guru pembina OPSI UPT SMP Negeri 4 Gresik. 

Ia menyebut, OPSI Siswa SMP/MTs 2023, sekolah berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik ini mengirimkan delapan tim untuk tiga kategori yakni Bidang IPS Kemanusiaan dan Seni meraih juara I dan harapan III. Untuk bidang IPA dan Lingkungan meraih juara III dan harapan II. Sedangkan, bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa menyabet juara I dan harapan III. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa SMP/MTs 2023 diikuti lebih dari 800 siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs 2023. Untuk jenjang SD/MI berlabel Lomba Cipta Karya Alat Peraga Siswa. Sedangkan, jenjang SMP/MTs adalah Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). “Banyak karya siswa yang bagus-bagus dan inovatif. Ini menunjukkan siswa di Gresik ini gudangnya siswa pretasi.

“Kami akan membentuk tim khusus untuk melakukan pembinaan kepada siswa prestasi dan para jawara OPSI untuk dipersiapkan ke jenjang provinsi hingga nasional,” ujar Hariyanto dikonfirmasi selulernya pada Selasa, 30 Mei 2023. Tim khusus bentukan Dinas Pendidikan ini, untuk memperkuat guru pembina dalam mempersiapkan Olimpiade di jenjang Provinsi maupun nasional. “Selain guru di sekolah, kami juga membentuk untuk melakukan pembinaan kepada para juara tersebut,” katanya. 

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, lanjut Hariyanto, diselenggarakan setiap tahun. Bahkan, selama 2 tahun Pandemi Covid-19 tetap diselenggarakan meski dilakukan secara online.  Sebab, kegiatan ini  bertujuan meningkatkan kemampuan, serta menggali minat dan bakat terhadap bidang sains di lingkungan ; meningkatkan apresiasi siswa terhadap inovasi, invensi dan daya cipta dalam Ipteks  dan menumbuhkan rasa ingin tahu para remaja melalui kegiatan penelitian.  

Serta menumbuhkembangkan kecakapan kolaboratif, kooperatif dan kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggungjawab para peserta didik dalam menyampaikan atau mengkomunikasikan ide/gagasan cerdas dalam penelitian. “Tahun ini, OPSI dilakukan secara tatap muka,” tandas Hariyanto. (yad)

Berikut  Juara OPSI Siswa SMP/MTs 2023.

OPSI IPS Kemanusiaan dan Seni 

I . Anisah Rahma dan Nur Alisa (UPT SMP Negeri 4 Gresik)

II. Hannes Zulfikar Alfaried dan Khilyatun Nafisah (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)

III. Ahmad Arif Rahman dan Kinanthi Tiara Dewi (UPT SMP Negeri 3 Gresik)

OPSI IPA dan Lingkungan Hidup 

I. Hashifah Fithratun A & Adinda Dwi Novita (MTs NU Trate Gresik)

II Najwa Mumtazah Kamila & Reina Nafisah Rizky Kamilah (MTs NU Trate Gresik)

III. Azmiyah Zuhrufah Nihayati & Anita Habibiturrokhman (UPT SMP Negeri 4 Gresik)

OPSI Ilmu Pengetahuan Teknik & Rekayasa

I. Talitha Aulia lrhansyah & Cinta Syawallun Yeswana (UPT SMP Negeri 4 Gresik)

II. Aulia Kharisma Tsabitha & Nadiyah Mufidah (SMP lslamic Qon)

III. Aqilah Yusuf Fakhri & Delisha Rachmania Purwanto (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)

(Data Dispendik Gresik)

UPT SMP Negeri 4 Gresik Borong 6 Penghargaan OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs 2023 Selengkapnya

268 Siswa SMP Ikuti Pentas PAIS, Terbaik Bakal Jadi Duta Gresik Diajang Jawa Timur 

GRESIK,1minute.id – Pekan Keterampilan & Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAIS) Tingkat SMP se-Kabupaten Gresik digelar di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023. Sebanyak 268 siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta berkompetisi untuk menjadi terbaik sehingga bisa menjadi duta Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di Pentas PAIS Jawa Timur pada Juli 2023 mendatang.

Ada lima kategori yang dilombakan dalam ajang pencarian bibit siswa dalam pendidikan agama Islam ini. Yakni, Musabaqah Hafdzil Quran (MHQ) diikuti 41 peserta ; Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebanyak 22 peserta ; Pidato 51 peserta; Kaligrafi 34 peserta dan Cerdas Cermat 120 peserta. 

Pentas PAIS ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Moh Ersat dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, Pembina MGMP PAI Gresik Muhammad Salim serta undangan lainnya. Ratusan peserta Pentas PAIS terlihat antusias mengikuti agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah Menengah Pertama Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Gresik itu. 

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Pentas PAIS Gresik Suhadak, kegiatan ini digelar hasil kolaborasi antara MGMP SMP PAI bersama Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. “Tahun ini, Pentas PAIS diikuti 268 peserta SMP se-Kabupaten Gresik,” kata Suhadak usai acara pembukaan pada Selasa, 30 Mei 2023. 

Ratusan peserta itu berasal dari seluruh lembaga pendidikan jenjang SMP sederajat se-Kabupaten Gresik. SMP Negeri dan Swasta. “Peserta adalah siswa kelas VII dan VIII,” terang Suhadak yang juga Ketua MGMP PAI Gresik itu. 

PESERTA MTQ : Salah satu peserta kategori MTQ di Pentas PAIS Gresik di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk diketahui, guru agama memiliki dua “bapak”. Secara kedinasan guru agama SMP Negeri Gresik mengikuti Dispendik Gresik. Sedangkan, pembinaan dan sertifikatikasi menginduk di Kemenag. Sehingga berbeda dengan guru mapel lainnya.

Mengapa peserta adalah siswa kelas VII dan VIII, Suhadak yang juga guru agama Islam di UPT SMP Negeri 4 Gresik menuturkan, pemenang Pentas PAIS Gresik ini, akan mewakili Kabupaten Gresik di event serupa di tingkat Jawa Timur direncanakan digelar pada Juli 2023. “Siswa kelas IX kan sudah lulus,” terangnya. Untuk event nasional, rencana akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. 

Hingga berita ini diturunkan, kategori MTQ yang telah kelar. Pemenang MTQ juara 1 Yusnia Maghfirah , UPT SMP Negeri 4 Gresik, juara II diraih oleh Samania Azzahra UPT SMP Negeri 1 Gresik dan juara III Izzatun Nafsih UPT SMP Negeri 6 Gresik. (yad)

268 Siswa SMP Ikuti Pentas PAIS, Terbaik Bakal Jadi Duta Gresik Diajang Jawa Timur  Selengkapnya

Siap Jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas, SPENDA Gresik Mengaktifkan Patroli Keamanan Sekolah 

GRESIK,1minute.id – Police goes to school dilakukan jajaran Polres Gresik. Diantaranya, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlans) Polres Gresik. Pada Senin, 22 Mei 2023, Korp Sabuk Putih itu memberikan sosialisasi dan pembinaan etika keselamatan berlalu lintas, tertib berlalu lintas untuk mencegah dan meminimalisir angka kecelakaan dikalangan pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Kegiatan pembinaan etika keselamatan berlalu lintas dilakukan di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Ratusan siswa di sekolah yang dipimpin oleh Muhammad Salim itu, terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Unit Keamanan Keselamatan Berlalulintas (Kanit Kamsel)  Satlantas Polres Gresik Ipda Muhammad Azmi.

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Pembinaan Etika Keselamatan Berlalulintas sebagai salah satu ikhtiar dalam menekan angka kejadian laka lantas di wilayah Gresik khususnya yang melibatkan para pelajar. Kegiatan ini, kerjasama sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu dengan Satlantas Polres Gresik. 

“Kegiatan ini, sebagai edukasi buat para pelajar, tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” kata  Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim mengutip pernyataan Ipda Mohammad Azmi. Ia melanjutkan, maraknya pengendara motor oleh pelajar SMP/MTs atau anak dibawah umur membuatnya prihatin. Sebab, kondisi itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Ipda Azmi menghimbau kepada para siswa jika belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) supaya meminta antar orang tua saja ke sekolah. “Bagi pelajar SMP anak di bawah umur yang mengendarai motor secara psikokogis maupun mental masih labil, sehingga potensi terlibat laka lantas dan mereka bisa membahayakan pengguna jalan lain,” katanya. 

Azmi terlihat gagah. Penampilan Azmi memakai uniform lengkap membuat ratusan pelajar antusias mengikuti pembinaan yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut. Ratusan siswa mulai kelas VII s.d kelas IX mengetahui Azmi adalah alumni SMP Negeri 2 Gresik. “Ipda Azmi adalah alumni Spenda (SMP Negeri 2 Gresik) 1999,” jelas Salim tepuk sorak bergemuruh. 

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Azmi mengajak mereka generasi muda Spenda tersebut menjadi pelopor tertib lalu lintas, menggunakan helm dengan benar  pada saat beraktivitas mengendarai ojek online  sepeda motor baik pengemudi maupun yang di bonceng dan taati peraturan berlalu lintas.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyambut antusias kegiatan pembinaan tersebut. Sebab, kegiatan itu diharapkan mampu menekan angka kecelakaan bagi remaja atau terutama bagi anak-anak yang masih duduk di bangku SMP/MTs. Pada kesempatan ini juga Salim mengingatkan kepada semua siswa, SMP Negeri  2 Gresik menjadi anak yang baik, tidak tawuran atau terlibat balap liar.

Terkait maraknya siswa yang berkendara sepeda motor ke sekolah dan menitipkan sepedanya di kampung sebelah sekolah, kata Salim, pihak sekolah sudah memberikan surat  teguran pembinaan pada anak tersebut dan panggilan orang tua untuk diajak bekerjasama karena larangan siswa membawa sepeda motor ada di tata tertib sekolah.

Sementara itu,, Humas Spenda Tietien Harfutien menambahkan sebagai tindak lanjut kegiatan ini, sekolah akan membentuk dan menghidupkan kembali kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS ). “Kegiatan PKS yang sempat vakum akan kembali diaktifkan agar siswa ada wadah menjadi pelopor teladan dalam pembinaan ekstra” ujar Tietien Harfutien. (yad)

Siap Jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas, SPENDA Gresik Mengaktifkan Patroli Keamanan Sekolah  Selengkapnya

UPT SMP Negeri 1 Gresik Launching SIBESTIE, Layanan Sekolah Berbasis Digital Pertama Di Gresik 

GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 1 Gresik, lembaga pendidikan pertama yang menerapkan manajemen sekolah berbasis digital di Kabupaten Gresik. Mempermudah layanan sekolah, menjawab tantangan zaman di era digital 5.0 di sekolah memiliki tagline Center of Excellence ini. Launching aplikasi baru bernama Sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi (Sibestie) dilakukan di berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik Beri Avita Prasetiya mengatakan peluncuran aplikasi sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi (Sibestie) bertujuan untuk memberikan kemudahan dan peningkatan layanan kepada peserta didik, wali murid, warga sekolah, alumnus dan masyarakat secara umum, sehingga informasi berjalan cepat, realtime berbasis digital agar terjalin komunikasi secara efektif guna peningkatan mutu pendidikan.

Sebelum layanan digitalisasi diterapkan, imbuh Beri Avita Prasetiya, layanan sekolah dilakukan secara manual membutuhkan proses lebih lama. Ia mencontohkan, kurang cepatnya informasi yang diperoleh wali murid tentang kehadiran siswa di sekolah, pengaduan layanan sekolah, akuntabilitas tabungan, permohanan surat menyurat, dan antrian panjang pelayanan kantin. 

Selain itu, layanan manual belum menyediakan wadah atau sarana alumnus dalam komunikasi dengan sekolah, informasi proses pembelajaran serta perkembangan peserta didik baik kelas regular maupun kelas tahfidz , informasi buku dan peminjaman buku perpustakaan dan masalah-masalah lainnya.

“Kami membentuk Tim Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, untuk mempersiapkan aplikasi ini bersama programmer, dari sinergi ini diharapkan terjadi peningkatan layanan manajemen sekolah berbasis digital untuk menjawab permasalahan yang muncul. Dan program ini siap direplikasikan untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik,” kata Beri Avita Prasetiya pada Jumat, 19 Mei 2023.

Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Pelayanan Publik UPT SMP Negeri 1 Gresik Suci Handarini menambahkan sebelum inovasi ini dilakukan pihaknya melakukan diskusi cukup intens dengan bagian Kurikulum, Kesiswaan dan Humas Sarana Prasarana (Sarpras) dan Tata Usaha (TU) di sekolah. Diskusi memerlukan waktu yang lama dalam hal menyebarkan informasi kegiatan sekolah, dan merekap laporan, serta menanggapi keluhan dan permasalahan dari siswa atau wali murid yang masih dilakukan secara manual dan terpisah. 

Sedangkan pelaporan administrasi masih dilakukan hanya satu arah. Setelah dilakukan inovasi ini Informasi sudah berjalan dua arah ( Informasi yang dikirim admin bisa ditanggapi oleh siswa dan wali murid ). 

“Sebelum pembuatan aplikasi SIBESTIE ini, pihaknya berkolaborasi dengan bagian Kesiswaan, Kurikulum dan Humas Sarana dan Prasarana (Sarpras) sebagai pemangku program untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam layanan siswa. Melakukan diskusikan bersama programmer untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut dengan aplikasi SIBESTIE. Alhamdulillah pada akhirnya program ini semakin baik bisa dimanfaatkan untuk peningkatan layanan pendidikan berbasis digital,” terang Suci Handarini. 

Aplikasi SIBESTIE (Sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi) berbasis Android meliputi Sistem Layanan manajemen Kurikulum, Kesiswaan, Sarpras, Humas, dan Perpustakaan menjadi  terintegrasi, efektif, layanan lebih cepat, mudah, dan fleksibel.

SIBESTIE memiliki ukuran file yang kecil sehingga bisa dibuka semua versi android dan source code,  dan bisa di kloning, serta support dengan banyak aplikasi di android. SIBESTIE dapat diterapkan di semua sekolah di wilayah maupun luar kabupaten Gresik yang memiliki akses internet, sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi IT, tersedia perangkat IT (laptop, komputer, android, scanner). Sekolah yang akan mereplikasi program ini harus mempunyai perangkat website yaitu domain dan hosting. Pengolahan data yang di proses SIBESTIE memudahkan pekerjaan para pemangku program karena diproses secara digital, dan bersifat interaktif karena fitur-fitur bisa diakses dua arah. SIBESTIE is my bestie. (yad)

UPT SMP Negeri 1 Gresik Launching SIBESTIE, Layanan Sekolah Berbasis Digital Pertama Di Gresik  Selengkapnya

Wabup Gresik Aminatun Habibah: Guru Penggerak Bangun Atmosfer Segar Bagi Dunia Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap para guru penggerak mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar. Nantinya, guru penggerak dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, unggul dan memiliki profil pelajar Pancasila.

Hal ini disampaikan Wabup saat membuka Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 Bagi Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 7 Mei 2023.

“Mudah-mudahan lokakarya ini juga dapat membangun atmosfer segar bagi dunia pendidikan. Dengan menciptakan ide-ide kreatif dalam mendorong pelaksanaan pengajaran yang berorientasi pada perubahan atau transformasi pendidikan,” harap Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.

Ia juga mengajak PGP bergerak bersama dengan berkolaborasi serta mendorong terwujudnya pendidikan di Kabupaten Gresik yang lebih baik lagi. “Terus tingkatkan kinerja, produktivitas serta karya nyata kita demi mendukung percepatan dan suksesnya pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Di tempat sama mewakili Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur M. Toni Satria Dugananda menyampaikan, program guru penggerak merupakan bagian muara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dari segi pengajar. “PGP merupakan metode pengembangan profesionalisme bagi para guru yang terdiri dari pelatihan dan pendampingan,” ujar Toni.

Dirinya mengatakan, desain program ini dibuat untuk menciptakan pembelajaran yang praktis. Selain itu dapat diaplikasikan di lapangan dengan mengadopsi pendekatan andragogi, pembelajaran berbasis pengalaman, kolaboratif dan reflektif.

“Pelaksanaan PGP dilakukan melalui kombinasi metode daring sebanyak 70% dan luring 30%. Program ini terdiri dari paket modul yang berlangsung selama 6 bulan dengan total 310 jam pelatihan,” ungkapnya.

Dijelaskan, proporsi kegiatan belajar PGP terdiri dari 70% belajar di sekolah (on the job learning), 20% belajar bersama rekan sejawat dan 10% belajar belajar dengan aktor dalam PGP yakni Instruktur, Fasilitator, dan pengajar Praktik. “PGP ibarat sebuah janin selama 6 bulan ini di inisiasi dengan Learning Management System (LMS) digunakan sebagai sarana bagi para pihak yang terlibat. Sehingga saat kelahiran dapat diterima di dunia untuk berinteraksi dalam pembelajaran kolaboratif secara langsung,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto menambahkan, guru penggerak bukan organisasi yang eksplosif namun organisasi yang dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “PGP ini dikemas untuk bisa menjadi kepala sekolah, pengawas, dan fasilitator yang harus mampu menjadikan pembelajaran yang unggul dan profesional, “singkatnya.

Kegiatan ini juga menampilkan tari Remo, Jula Juli dan Tembang Mocapat dari peserta lokakarya dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa stand yang menampilkan kreatifitas dan inovasi dalam mengajar dari seluruh peserta Lokakarya. Hadir dalam kegiatan, Asisten I Suyono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Gresik. (yad)

Wabup Gresik Aminatun Habibah: Guru Penggerak Bangun Atmosfer Segar Bagi Dunia Pendidikan Selengkapnya

Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Nyantri Di Sekolah

GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa SMP Negeri 2 Gresik terlihat antusias mengikuti kegiatan Pondok Ramadan di sekolah. Kegiatan rutin di bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan ini digelar mulai 10 – 18 April 2023. Selama sepekan lebih itu, siswa yang bersekolah di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu mendapatkan berbagai kegiatan yang bersifat pengembangan karakter, pembiasaan dan penumbuhan motivasi. 

Yaitu, nyantri di sekolah, berzakat, salat, kajian fikih, santunan, peringatan Nuzulul Quran, kuis dan diskusi. Mereka terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan intrakulikuker di sekolah itu.

Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Pondok Ramadan dilaksanakan selama aktif kegiatan belajar dalam bulan suci Ramadan. “Kegiatan Pondok Ramadan ini bertujuan untuk membina peserta didik agar memiliki pengetahuan agama yang lebih baik,” ujar Salim pada Jumat, 14 April 2023. 

BERJAMAAH: Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik melakukan salat Dhuha berjamaah dalam kegiatan pondok Ramadan, nyantri di sekolah ( Foto: SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)

Di pondok ramadan ini, peserta didik mendapatkan penguatan karakter. Salim mencontohkan, sopan santun, kepekaan sosial, rasa persatuan dan kesatuan semakin  mengkhawatirkan di kalangan para generasi Z (Gen-Z). “Sehingga perlu dilakukan adaptasi dengan kegiatan positif, seperti Pondok Ramadan ini mempunyai jargon Nyantri di Sekolah,” kata Salim. 

Ustad Bambang Sujianto menambahkan, selain kajian-kajian Alquran, Tadarus, maupun Salat Sunah Dhuha. Kegiatan Pondok Ramadan juga melakukan kegiatan pengumpulan zakat fitrah dengan melibatkan unit pengumpul zakat UPZ sekolah dan pengurus  organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS). “Menjelang akhir Ramadan sebagai puncak kegiatan dilakukan pembagian/ pendistribusian zakat fitrah,” kata Bambang yang juga Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan ini.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Ali Mukti  menyampaikan terima kasih kepada dewan guru dan panitia  yang telah membina siswa untuk mengikuti kegiatan ini. “Pondok Ramadaan diharapkan menjadi bekal diri dalam menggali ilmu agama lebih dalam sehingga akan terbentuk religius  anak yang beriman dan cerdas Berkarakter serta  berahklak,” tandasnya. (yad)

Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik Nyantri Di Sekolah Selengkapnya

Festival Damarkurung 2023 di Kampung Asu , Khazanah Baru Hadirkan Goresan 250 Siswa Sekolah Dasar 

GRESIK,1minute.id – Damarkurung Festive 2023 digelar di Kampung Asu Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Sebanyak 250 Damarkurung karya siswa sekolah dasar yang dipajang dalam festival seni Damarkurung terbesar tahun ini.

Festival Damarkurung ini digelar sampai Minggu, 9 April 2023. Ratusan lukisan hasil goresan tangan bocah-bocah dari tiga sekolah  di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Yakni, SD Negeri Bedilan mewakili kawasan pesisir ; SD Setiabudi mewakili multikultural dan SD Petrokimia Gresik mewakili kawasan elit.  Goresan tangan siswa dari tiga sekolah ini itu menambahkan khazanah baru tentang imajinasi dalam lukisan berbentuk kubus yang dipopulerkan mastro pelukis Damarkurung almarhumah Masmundari itu.

Menurut kurator Festival Damarkurung Novan Effendy, sebanyak 520 karya yang terkumpul dari tiga lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. “Yang kami pajang hanya 250 karya,” ujar Novan Efendi ditemui wartawan 1minute.id di lokasi Festival Damarkurung di Kampung Asu pada Jumat malam, 7 April 2023.

Ia mengatakan, ratusan karya lainnya tidak bisa dipajang bukan karena hasil lukisan mereka jelek sehingga tidak layak untuk ditampilkan. “Karya mereka tidak bisa dipajang karena proses kreatif mereka belum rampung,” katanya. Pihaknya,memberikan batasan waktu selama 14 hari kepada semua siswa dari tiga sekolah itu untuk menyelesaikan 2 lembar lukisan. “Nah, selama 14 hari, hasil dikumpulkan. Ada yang belum selesai menggambar,” terangnya. 

Ratusan karya ini memiliki kekhasan masing-masing. Siswa SD Bedilan memiliki karakter lukisan cenderung liar, tidak punya aturan, warna sangat mencolok, dan garisnya sangat kasar. Kemudian, siswa di SD Setiabudi, mereka dari kelas sosial menengah, gambar cenderung rapi, topik yang diambil aktual . Ia mencontohkan saat ini, lagi viral tentang es krim china. “Sehingga ikon-ikon itu tampak dalam karya, warna lebih pastel (soft) dan ada penambahan lagi warna di tambahi kerlap-kerlip,” terangnya. 

KURATOR : Novan Effendy, kurator Damarkurung Festive 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kemudian, hasil gambar siswa SD Petrokimia Gresik yang tergolong kawasan elit objek gambar rumah, sekolah, tempat ibadah dan pabrik. “Ada menceritakan betapa pabrik itu sangat penting bagi mereka. Sehingga, ikon digambarkan oleh mereka. Itu kadang-kadang bagi orang dewasa terlewatkan,” terang Novan Effendy. 

Damarkurung kurung yang menggantung di sebuah gang sempit banyak bangunan kuno itu memanjang sekitar 100 meteran. Nyala damarkurung itu berwarna beda. Ada yang berwarna kekuningan dan warna putih. “Itu menunjukkan perubahan dalam nyala lampion karena teknologi lampu,” ujarnya. Selain itu, Damarkurung yang dipajang sebagai menggunakan bahan daur ulang.  “Ada seratus Damarkurung menggunakan bahan daur ulang,” ujarnya.

Dalam buku Grissee Kota Bandar cetakan kedua Damarkurung , salah satu ikon Gresik telah menjadi aset nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan Damarkurung sebagai Warisan Budaya dan Tak Benda (WBTB). (yad)

Festival Damarkurung 2023 di Kampung Asu , Khazanah Baru Hadirkan Goresan 250 Siswa Sekolah Dasar  Selengkapnya

Wujudkan Mimpi Pelajar Gresik Go-Internasional, Pemkab Gresik, Kadin dan HEY Sosialisasi Kuliah dan Kerja ke Jerman 

GRESIK,1minute.id – Ekspektasi pelajar dan mahasiswa Gresik untuk kuliah sambil kerja ke eropa sangat tinggi. Buktinya, peserta sosialisasi “Kuliah dan Bekerja di Jerman” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik dengan menggandeng Habibie Education Youth (HEY) di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) membludak pada Sabtu, 1 April 2023. 

Gedung berarsitektur mirip rumah Keong itu dipenuhi peserta. Mulai berasal SMA, SMK, Madrasah Aliyah maupun mahasiswa se-Kabupaten Gresik. Gebrakan baru, duet Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini untuk mewujudkan mimpi pelajar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bisa go internasional. 

Program “Kuliah dan Bekerja” ke Jerman ini bagian dari salah program Nawa Karsa, Gresik Cerdas untuk mewujudkan Gresik baru untuk meningkatkan mutu kualitas SDM di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil bagai seorang motivator ulang. Bupati berusia 37 tahun itu  berharap kesempatan emas bisa kuliah sambil kuliah di negeri dengan kesebelasan yang dikenal dengan Tim Panser itu tidak terlewatkan begitu saja. 

“Seandainya Saya pribadi masih seusia kalian, Saya pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Karena kesuksesan itu tidak akan datang begitu saja, kesuksesan butuh diperjuangkan. Kesuksesan kita raih dari konsistensi melakukan kebiasaan-kebiasaan baik,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan ribuan pelajar dan mahasiswa.

Bupati millenial ini juga menyinggung perihal bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada 2045. Dikatakan bahwa bonus demografi bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi musibah jika tidak disiapkan dengan baik.

Menghadapi bonus demografi, imbuhnya, kita harus mulai berpikir generasi muda seperti apa yang kita siapkan. Harapannya tentu saja adalah generasi muda yang produktif dan berkualitas. “Hari ini (Sabtu, 1 April 2023 Red)?Saya bisa berdiri disini merupakan hasil dari kerja keras pendahulu-pendahulu kita, oleh karenanya saya memiliki tanggung jawab untuk berjuang demi generasi yang akan datang. Salah satunya lewat kegiatan sosialisasi hari ini,” tegas Bupati berusia 37 tahun itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, disamping mewujudkan SDM cerdas, program ini juga menjadi solusi dalam mengatasi angka pengangguran di Gresik.

“Angka pengangguran Gresik masih sebanyak 8%. Ini lebih tinggi sedikit dibandikan Provinsi Jawa Timur yang saat ini di angka 7,8%. Meskipun demikian, kita dari Pemkab Gresik tetap berupaya dalam menangani hal tersebut. Salah satunya dengan program Nawa Karsa Gresik Cerdas,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah itu.

Bu Min juga mengatakan, dengan adanya program kuliah dan kerja di Jerman, dapat meningkatkan kemampuan akademik yang dimiliki oleh anak Gresik. Maka, Bu Min mendorong para ratusan siswa SMA sederajat yang hadir saat itu, untuk berlomba-lomba mengikuti program tersebut.

“Ini menjadi kesempatan dalam menempuh pendidikan di Eropa yang memang dipusatkan di Jerman. Nanti teknis sekolahnya mirip seperti SMK tapi lebih intens. Dengan dua hari teori dan praktek tiga hari di perusahaan sekitarnya. Bahkan kalian juga akan dibayar.” ujar Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

MEMBLUDAK: Ribuan pelajar SMA sederajat mengikuti sosialisasi Kuliah dan Bekerja di Jerman di WEP Gresik pada Sabtu, 1 April 2023 ( Foto: Prokopim Gresik for 1minute.id)

Menurut Bu Min, program ini dapat berlangsung karena kondisi Jerman yang kekurangan tenaga kerja. Anak muda produktif hanya sebanyak 2% dari total masyarakat Jerman. Sehingga membutuhkan tenaga kerja potensial dari luar negeri. “Saat ini telah terbuka sekitar 20.000 kesempatan untuk bekerja di sana,” tegas Wabup berlatar pendidik itu. 

Pemkab Gresik terus berupaya menekan angka pengangguran. Sebelumnya, Pemkab Gresik menggelar Job Fair dengan membuka lowongan berjumlah 4 ribu lebih pada 53 perusahaan, dan diikuti oleh lebih dari 9 ribu pelamar kerja.

Selain itu, Pemkab Gresik telah membuka beasiswa kuliah untuk warganya. Ada pula Rumah Vokasi yang berfokus dalam pelatihan untuk berkerja, dimana Rumah Vokasi ini adalah yang pertama ada di Indonesia.

Ketua Kadin Gresik M. Choirul Rizal yang hadir mengatakan, pihaknya bersama Kadin Gresik akan selalu memberikan support terbaik dalam meningkatkan SDM Gresik. Terutama dalam mengurangi angka pengangguran yang ada.

“Gresik kota industri, tapi pengangguran tetap tinggi. Maka ini juga menjadi langkah solusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Pelatihan untuk persiapan program tersebut akan digelar Kadin Gresik setelah lebaran Idul Fitri. Dalam sosialisasi ini hadir juga CEO Habibie Education Youth Nana Saragih memuji gebrakan Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang mensupport program kuliah kerja ini. 

“Kalian punya bupati, wabup, dan ketua Kadin yang hebat. Karena Saya sudah keliling Indonesia dan tidak semua pemerintah daerahnya mau turun tangan dalam hal ini,” tandasnya. (yad)

Wujudkan Mimpi Pelajar Gresik Go-Internasional, Pemkab Gresik, Kadin dan HEY Sosialisasi Kuliah dan Kerja ke Jerman  Selengkapnya

Azzahra, 7 Tahun, Qoriah Tuna Netra Hafiz Hampir 10 Juz, Suara Emasnya Seakan Bisa Menghipnotis Ribuan Anak Yatim Hingga Gubernur Khofifah 

GRESIK,1minute.id – Suara Affreda Kharismah Azzahra sangat merdu. Ribuan pasang mata yang memenuhi lapangan Indoor Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pun senyap. Mereka seakan terhipnotis lantunan ayat suci yang dibacakan oleh bocah perempuan berusia 7 tahun itu. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta undangan lainnya yang menghadiri Safari Ramadan bertajuk Baznas Berbagi Ceria “Santunan dan Pemberian Paket Tas Sekolah bagi 1000 Yatim” terlihat khusus. Mereka nyemak lantunan ayat demi ayat suci bocah tuna netra itu. 

CERIA : Azzahra terlihat begitu bahagia bersama kedua orang tuanya, Solikhin dan Sri Wahyuni di Gedung WEP pada Minggu, 26 Maret 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Siapa Affreda Kharismah Azzahra ? Azzahra adalah anak keempat pasangan suami-istri, Solikhin, 44 dan Sri Wahyuni. Mereka tinggal di Tanjungsari, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. 

“Ini anak keempat yang hidup. Anak pertama, kedua dan ketiga meninggal,” kata SolikhPin kepada 1minute.id dengan suara lirih disela mengikuti Baznas Berbagi Ceria di Gedung WEP Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Minggu, 26 Maret 2023.

Azzahra terlihat manja. Solikhin memangku Azzahra yang duduk bersila beralaskan karpet merah di gedung arsitektur mirip keong itu. Sesekali lelaki yang kerja serabutan mengelus kepada dan mencium kepala anaknya dengan penuh kasih sayang. Azzahra pun tersenyum. “Dia ini anak ceria,” katanya. Azzahra kembali tersenyum. Tangan kanan disodorkan untuk bersalaman kepada wartawan 1minute.idyang duduk di samping kanannya. 

KASIH SAYANG: Sri Wahyuni dengan penuh kasih sayang mrngendong anaknya, Azzahra usai menjadi qiroah di Baznas Berbagi Ceria di WEP pada Minggu, 26 Maret 2023. ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Azzahra lahir prematur. Memasuki usia 4 bulan dokter memvonis kedua mata Azzahra tidak bisa berfungsi normal. Azzahra mengalami kebutaan. Vonis itu membuat Solikhin dan Sri Wahyuni bagai disambar petir di siang bolong. Sebab, Azzahra, anak satu-satunya yang masih hidup. Ketiga kakaknya meninggal. Namun, rasa sayang kedua orang tuanya tetap begitu besar. Mereka merawat Azzahra dengan penuh cinta kasih. Apalagi, Sang Khaliq memberikan keistimewaan lain kepada anak yang murah senyum itu. 

Azzahra memiliki kelebihan dibandingkan anak-anak seusia lainnya. Azzahra memiliki suara merdu. Bocah kelas II SD Negeri 263 Gresik itu memiliki kecerdasan luar biasa. Ia tergolong cepat bisa menghafal alquran. Diusia 7 tahun ini, bocah yang ceria itu sudah hafal nyaris 10 juz. Azzahra pun, satu-satu anak di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lolos seleksi pencarian bakat, Hafiz Indonesia salah satu stasiun televisi nasional. Ia masuk 22 besar. 

“Setiap malam, ibunya yang mengajari murotal. Azzahra juga harus setor hafalan kepada guru ngaji,” terangnya. Tampilnya di layar kaca membuat warga Gresik bangga. Sebab, keterbatasan tidak membuat Azzahra patah bersemangat untuk mengaji. “Itu ada anak tuna netra asal Gresik yang suaranya sangat merdu,” kata Endang Ratnawati yang tinggal di Tangerang melalui pesan WhatsApp kepada wartawan  1minute.id pada Sabtu, 25 Maret 2023.

Azzahra tampil di televisi swasta nasional. Solikhin membenarkan anaknya salah satu peserta Hafiz Indonesia. Ia mengaku kepergian ke Jakarta mendapatkan fasilitas dari kepala desa (Kades) Randuboto Andi Sulandra. “Kami difasilitasi antarjemput ke bandara oleh Kepala desa,” ujar pekerja serabutan itu. 

Saat tampil sebagai pembaca alquran di acara Baznas Berbagi Ceria,  Azzahra memakai busana muslim berwarna pink. Ia maju digendong oleh ibunya, Sri Wahyuni. Tubuh Azzahra terlihat mungil ketika duduk di kursi bersama ibunya. Bahkan kakinya terlihat menggantung. Usai melantunkan ayat suci sebagai pembuka Safari Ramadan, Baznas Berbagi Ceria “Santunan dan Pemberian Paket Tas Sekolah bagi 1000 Yatim” ia kembali digendong untuk menuju tempat duduknya berada di pojok barat gedung WEP itu. (Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Azzahra, 7 Tahun, Qoriah Tuna Netra Hafiz Hampir 10 Juz, Suara Emasnya Seakan Bisa Menghipnotis Ribuan Anak Yatim Hingga Gubernur Khofifah  Selengkapnya

104 Mahasiswa Kandidat Dapat Bansos Beasiswa dari Pemkab Gresik, Siapa Saja Mereka!

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 104 mahasiswa asal Gresik berasal dari 12 perguruan tinggi mengikuti sosialisasi bantuan sosial (bansos) di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 20 Maret 2023. Mereka ini kandidat penerima beasiswa 2023 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Bansos beasiswa ini disalurkan oleh Bagian Sosial Sekretariat Daerah (Setda) Gresik. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, bantuan sosial beasiswa ini merupakan bentuk support dari Pemerintah Kabupaten Gresik kepada mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

“Kita mendengar masukan dari masyarakat, bahwa banyak dari mahasiswa kita yang tidak terakomodir dalam program beasiswa yang ada. Oleh karenanya, ini menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Kabupaten Gresik membantu mahasiswa tersebut,” ujar Bu Min-sapaan karib-Wabup Aminatun Habibah.

Program bansos beasiswa ini, lanjutnya, merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah kepada mereka yang telah membawa harum nama Kabupaten Gresik baik di kancah nasional maupun internasional. Pendidikan merupakan jawaban atas semua permasalahan yang ada di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan ini menjadi bantuan yang bermanfaat bagi adik-adik semua. Semoga menjadi motivasi untuk belajar lebih baik, menjadi insan-insan berprestasi yang nantinya bisa mengabdikan dirinya kepada Kabupaten Gresik dimanapun berada,” kata Wabup berlatar Pendidik itu.

Sebagai informasi, bantuan sosial beasiswa ini berdasarkan peraturan Bupati Gresik nomor 19 tahun 2023. Dalam Perbup tersebut, bagian Kesra Sekda Gresik didapuk untuk mengelola bantuan sosial beasiswa untuk mahasiswa.

Dalam Perbup nomor 19 tahun 2023 tersebut, terdapat 4 kriteria calon penerima bantuan sosial. Yakni mahasiswa kurang mampu, mahasiswa hafidz Quran, mahasiswa berprestasi, dan mahasiswa difabel. (yad)

104 Mahasiswa Kandidat Dapat Bansos Beasiswa dari Pemkab Gresik, Siapa Saja Mereka! Selengkapnya