GRESIK,1minute.id – Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik kini lagi waswas ketika jajan di kantin sekolah. Sebab, semua makanan dan minuman di sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu telah memiliki sertifikat halal. Selain halal juga higenis karena diawasi oleh ahli gizi dari Puskesmas Alun-alun Gresik.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim mengatakan, sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Komite Fatwa Produk Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu tertanggal 20 Juni 2023. “Selain sertifikat halal, kantin sekolah juga telah mengantongi nomor induk berusaha (NIB),” kata Salim pada Jumat, 23 Juni 2023.
Untuk menjaga kehalalan makanan dan minuman yang di jual oleh kantin sekolah, imbuh Salim, pihaknya telah membentuk inspektorat cilik pemantau makanan. Bila mereka menemukan bahan makanan yang meragukan, anggota inspektorat cilik ini melaporkan ke sekolah untuk diteruskan ke ahli gizi dari Puskesmas Alun-alun Gresik.
Salim melanjutkan Kantin Halal ini mendapatkan support dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sebab, kantin halal ini sangat mendukung upaya peningkatan keamanan pangan di sekolah. “Dengan melibatkan anak-anak sebagai warga sekolah yang ikut mengontrol makanan dan minuman kantin sehat dan halal akan lebih meminimalkan risiko terjadinya penyakit akibat pangan,” paparnya.
KANTIN HALAL: Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim memperlihatkan sertifikat Halal untuk kantin sekolah pada Jumat, 23 Juni 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
“Dan anak-anak akan lebih bertanggung jawab terhadap kantin yang sehat dan bersih,” imbuhnya. Program UKS SMP Negeri 2 Gresik Penjaminan Keamanan Pangan. “Kami ingin anak-anak sehat dan makan makanan halal selama di sekolah. Oleh karena itu yang di makan di sekolah harus makanan yang halal sehat sehingga kami mengusulkan agar kantin sekolah berlebel Kamtin Halal dari MUI melalui Kementerian Agama. “Dan Alhamdulillah telah terbit sertifikat kantin sekolah halal dari Kemenag,” pungkasnya.
Penyerahan sertifikat halal kantin sekolah itu dibarengkan dengan kegiatan pameran Gelar Karya Siswa ini dilaksanakan di teras sekolah tersebut. Gelar Karya Siswa mengambil tema : Gaya Hidup Berkelanjutan “Sampahku, Tanggungjawabku”gelar selama dua hari, mulai Jumat, 23 Juni 2023. (yad)
GRESIK,1minute.id – SD Muhammadiyah 1 Gresik Kota Baru (Mugeb) menggelar wisuda siswa kelas VI di AstonInn pada Rabu, 21 Juni 2023. Sebanyak 143 wisudawan yang mengikuti wisuda ke-23 itu. Mereka berasal dari 5 rombongan belajar (rombel). Acara pelepasan kelulusan siswa tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) S.Hariyanto, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Muhammad Thoha Mahsun.
Pada kesempatan itu S.Hariyanto mengapresiasi peran SD Mugeb dalam memajukan pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. “SD Mugeb gudang siswa prestasi,” puji Hariyanto dalam sambutannya.
Acara Graduation Ceremony terasa meriah meski tetap khidmat. Sebab, acara tersebut pemberian apresiasi kepada siswa prestasi hingga hafidz alquran juga diselingi sejumlah penampilan siswa. Mulai musikalisasi puisi, tari khas Gresik, Damarkurung juga penyerahan secara simbolis bantuan hibah dana dari pengurus Ikhwam periode 2019-2023.
IKHWAM: Pengurus Ikhwam Periode 2019-2023 SD Mugeb Syaiful Anwar (tengah) menyerahkan hibah Ikwam kepada Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari di acara wisuda pada Rabu, 21 Juni 2023 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Penyerahan hibah dana untuk infrastruktur sekolah sebesar Rp 75 juta dan 5 unit SmartTV masing-masing 70 inchi itu diserahkan oleh Ketua Ikwam SD Mugeb Syaiful Anwar kepada Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari.
Acara yang mulai pukul 07.00 WIB berakhir sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelum penutupan, panitia wisuda melanjutkan acara parenting dengan menghadirkan narasumber Nafik Palil. Konsultan pendidikan maupun pondok pesantren baik di dalam maupun luar negeri ini mengusung tema “Presenting an Outstanding Moslem Generation”.
Dalam Parenting itu, Nafik mengajak wisudawan untuk lebih ahli alquran dan generasi inovatif. Ia lalu mengajak siswa mewujudkan imajinasi melalui kertas yang dibagikan. Mereka bebas melakukan kreasi. Ada yang membuat pesawat, kapal, dan bentuk lainnya.
Kepala SD Mugeb Mochammad Nor Qomari mengungkapkan harapan kepada para siswa yang telah lulus untuk terus memegang teguh akidah Islam yang telah ditanamkan selama 6 tahun jangan sampai lepas. Selain itu, Arik panggilan-Mochammad Nor Qomari memberikan pesan kepada wisudawan untuk terus menjadi anak yang memiliki akhlak dan karakter. “Dimana pun beraktifitas baik di rumah, lingkungan, dam sekolah. Tetap semangat belajar. Kalau kepingin pintar ya belajar. Kalau mau pintar dan sukses harus hormat kepada ibu dan ayah,” pesan Ari.
Ia melanjutkan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi bersama Wakil kepala sekolah terkait beberapa masukan untuk menyikapi perubahan yang begitu cepat. “Perkembangan zaman untuk menyiapkan anak-anak lebih siap terhadap era digital,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikwam SD Mugeb Syaiful Anwar mengatakan dana hibah adalah bentuk partisipasi dan kepedulian wali siswa terhadap sekolah. “Dimana sekolah telah membantu mendidik putra- putrinya. Sedangkan 5 SmartTV bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran siswa siswa di kelas,” kata Syaiful Anwar. (yad)
GRESIK,1minute.id – Sebanyak 74 peserta didik program Jaketku di wisuda di Gedung Nasional Indonesia (GNI). Mereka adalah peserta didik kejar paket A, B dan C. Wisuda perdana program Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah (Jaketku) dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali serta Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto.
Puluhan wisudawan berbagai jenjang pendidikan itu semringah. Sebab, mereka telah memiliki ijazah sekolah. Paket A atau setara SD ; Paket B alias setara SMP dan Paket C atai setara SMA.
Fandi Akhmad Yani berharap, dengan raihan ilmu yang didapat dari tuntasnya Program Jaketku 2022 bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. “Pendidikan membantu seseorang dalam mencapai tujuan ekonomi dan sosial. Selain itu, pendidikan menjadi salah satu variabel utama dalam semua lini pembangunan nasional,” ujar Gus Yani-Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani pada Senin, 12 Juni 2023.
Menurut dirinya, ada 4 hal dalam pendidikan. Pertama yaitu mendidik diri, kedua membangun karakter, ketiga mengatur perilaku, dan yang keempat untuk menjadikan pribadi yang baik. “Mudah-mudahan para wisudawan pada sore hari ini membawa perubahan kondisi ekonomi. Program ini menjadi stimulan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka pengentasan kemiskinan,” ungkap Gus Yani dengan nada optimisme.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu berharap kepada wisudawan untuk tidak berhenti sampai disini. Pemerintah akan berupaya mencarikan program untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena semua orang punya hak untuk belajar dan sukses.
“Kita perangi Gresik bebas dari anak putus sekolah. Mudah-mudahan program ini merubah keadaan sosial dan ekonomi di Kabupaten Gresik,” tandasnya.
Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto dalam laporannya menyampaikan, program Jaketku telah dilaksanakan di 1 SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) dan 11 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar). Ini sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 50 tahun 2022 atas perubahan nomor 88 tahun 2022.
Pada 2022, jelas Hariyanto, peserta didik yang mengikuti kejar Paket A sebanyak 167 orang ; Paket B (472) dan Paket C (1.538). Pada 2023, kejar Paket A sebanyak 54 peserta didik ; Paket B (337) dan Paket C (1.179). Lulus dan di wisuda tahun 2022-2023, termasuk 4 orang dari Bawean. Paket A sebanyak 16, Paket B 26 dan Paket C 32 dengan jumlah keseluruhan 74.
Program Jaketku merupakan inisiasi dari tim penggerak PKK Kabupaten Gresik bersama Dinas Pendidikan, Dinas KBPP, Dinas Kominfo, dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik. “Program ini menyasar anak-anak Gresik yang putus sekolah dengan tujuan anak-anak tersebut bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa menyelesaikan pendidikannya yang sempat tertunda,” terang Hariyanto.
Selain itu, lanjut Hariyanto, program Jaketku memberikan kejar paket sesuai dengan tingkat pendidikan terakhirnya yang terputus, hingga proses ujian untuk mendapatkan ijasah.
“Dengan jargon “Meretas Ketertinggalan, Menjadi Insan Berilmu, Berdaya dan Sejahtera”. Mereka akan menjalani kegiatan belajar di SKB ataupun di PKB secara gratis, “tegasnya.
Sementara, salah satu wisudawan asal Desa Sokaoneng Kecamatan Tambak Marzuni mengatakan, awal mengenal program Jaketku dari sosialisasi Kepala Desa dan UPT TP PKK maka saya mengikuti kejar Paket B dan Alhamdulillah sekarang saya sudah di wisuda.
“ini teman-teman dari Bawean ada yang meminta bahwa program Jaketku kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah ini terus berlanjut,” harapnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Anisah Rahma dan Nur Alisa langsung berpelukan. Siswa kelas VIII UPT SMP Negeri 4 Gresik itu menangis haru. Senang karena kerjakerasnya selama 4 bulan bisa memenangi Lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa Jenjang SMP/MTs 2023.
Olimpiade yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik itu diikuti lebih kurang 800 siswa se-Kabupaten Gresik itu. Jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Gresik. Di olimpiade yang paling bergengsi di lingkup Dinas Pendidikan Gresik itu, Anisa Rahma dan Nur Alisa, yang mengusung tema “Pengaruh Revitalisi Bandar Grissee Terhadap Peningkatan UMKM” mendapatkan nilai rata-rata 88,63. Nilai rata-rata tertinggi untuk OPSI Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Hasil penelitian kedua siswa, revitalisi Bandar Grissee yang dilakukan pada masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, Bupati dan Wakil Bupati Gresik itu terbukti memiliki multiplayer effect bagi warga sekitar kawasan heritage, Bandar Grissee itu. Jumlah UMKM dan Pendapatan pelaku usaha meningkat.
“Seneng banget karena dulu kelas VII, aku belum bisa juara. Capek dan kecewa di kelas VII bisa tak bayar di kelas VIII sekarang,” ujar Lilis-panggilan-Nur Alisa didampingi salah satu guru pembina OPSI IPS UPT SMP Negeri 4 Gresik Surya Yetni pada Selasa, 30 Mei 2023. “Sangat senang sekali. Jerih payah, usaha dan doa selama ini serasa dijawab semua oleh Allah SWT,” sela Anisah Rahma.
JUARA OPSI IPS : (ki-ka) Nur Alisa dan Anisa Rahma, peraih juara I OPSI Siswa Jenjang SMP/MTs se-Kabupaten Gresik 2023 ( Foto: UPT SMP Negeri 4 Gresik for 1minute.id)
Prestasi yang diraih Anisah Rahma dan Nur Alisa sebagai juara OPSI Siswa SMP/MTs Gresik semakin meneguhkan lembaga pendidikan dibawah kepemimpinan Arif Abd Rohman ini sebagai sekolah riset dan sang juara. “Karena hampir setiap kompetisi selalu mampu meraih juara,” ujar Surya Yetni, salah satu guru pembina OPSI UPT SMP Negeri 4 Gresik.
Ia menyebut, OPSI Siswa SMP/MTs 2023, sekolah berlokasi di Jalan Proklamasi, Gresik ini mengirimkan delapan tim untuk tiga kategori yakni Bidang IPS Kemanusiaan dan Seni meraih juara I dan harapan III. Untuk bidang IPA dan Lingkungan meraih juara III dan harapan II. Sedangkan, bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa menyabet juara I dan harapan III.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto mengatakan, Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Siswa SMP/MTs 2023 diikuti lebih dari 800 siswa jenjang SD/MI dan SMP/MTs 2023. Untuk jenjang SD/MI berlabel Lomba Cipta Karya Alat Peraga Siswa. Sedangkan, jenjang SMP/MTs adalah Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). “Banyak karya siswa yang bagus-bagus dan inovatif. Ini menunjukkan siswa di Gresik ini gudangnya siswa pretasi.
“Kami akan membentuk tim khusus untuk melakukan pembinaan kepada siswa prestasi dan para jawara OPSI untuk dipersiapkan ke jenjang provinsi hingga nasional,” ujar Hariyanto dikonfirmasi selulernya pada Selasa, 30 Mei 2023. Tim khusus bentukan Dinas Pendidikan ini, untuk memperkuat guru pembina dalam mempersiapkan Olimpiade di jenjang Provinsi maupun nasional. “Selain guru di sekolah, kami juga membentuk untuk melakukan pembinaan kepada para juara tersebut,” katanya.
Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia, lanjut Hariyanto, diselenggarakan setiap tahun. Bahkan, selama 2 tahun Pandemi Covid-19 tetap diselenggarakan meski dilakukan secara online. Sebab, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, serta menggali minat dan bakat terhadap bidang sains di lingkungan ; meningkatkan apresiasi siswa terhadap inovasi, invensi dan daya cipta dalam Ipteks dan menumbuhkan rasa ingin tahu para remaja melalui kegiatan penelitian.
Serta menumbuhkembangkan kecakapan kolaboratif, kooperatif dan kompetitif secara sehat, melatih sportivitas dan tanggungjawab para peserta didik dalam menyampaikan atau mengkomunikasikan ide/gagasan cerdas dalam penelitian. “Tahun ini, OPSI dilakukan secara tatap muka,” tandas Hariyanto. (yad)
Berikut Juara OPSI Siswa SMP/MTs 2023.
OPSI IPS Kemanusiaan dan Seni
I . Anisah Rahma dan Nur Alisa (UPT SMP Negeri 4 Gresik)
II. Hannes Zulfikar Alfaried dan Khilyatun Nafisah (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)
III. Ahmad Arif Rahman dan Kinanthi Tiara Dewi (UPT SMP Negeri 3 Gresik)
OPSI IPA dan Lingkungan Hidup
I. Hashifah Fithratun A & Adinda Dwi Novita (MTs NU Trate Gresik)
II Najwa Mumtazah Kamila & Reina Nafisah Rizky Kamilah (MTs NU Trate Gresik)
III. Azmiyah Zuhrufah Nihayati & Anita Habibiturrokhman (UPT SMP Negeri 4 Gresik)
OPSI Ilmu Pengetahuan Teknik & Rekayasa
I. Talitha Aulia lrhansyah & Cinta Syawallun Yeswana (UPT SMP Negeri 4 Gresik)
II. Aulia Kharisma Tsabitha & Nadiyah Mufidah (SMP lslamic Qon)
III. Aqilah Yusuf Fakhri & Delisha Rachmania Purwanto (SMP Muhammadiyah 12 Gresik)
GRESIK,1minute.id – Pekan Keterampilan & Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAIS) Tingkat SMP se-Kabupaten Gresik digelar di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023. Sebanyak 268 siswa jenjang SMP Negeri dan Swasta berkompetisi untuk menjadi terbaik sehingga bisa menjadi duta Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di Pentas PAIS Jawa Timur pada Juli 2023 mendatang.
Ada lima kategori yang dilombakan dalam ajang pencarian bibit siswa dalam pendidikan agama Islam ini. Yakni, Musabaqah Hafdzil Quran (MHQ) diikuti 41 peserta ; Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebanyak 22 peserta ; Pidato 51 peserta; Kaligrafi 34 peserta dan Cerdas Cermat 120 peserta.
Pentas PAIS ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Moh Ersat dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S.Hariyanto, Pembina MGMP PAI Gresik Muhammad Salim serta undangan lainnya. Ratusan peserta Pentas PAIS terlihat antusias mengikuti agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah Menengah Pertama Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Gresik itu.
Menurut Ketua Panitia Penyelenggara Pentas PAIS Gresik Suhadak, kegiatan ini digelar hasil kolaborasi antara MGMP SMP PAI bersama Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. “Tahun ini, Pentas PAIS diikuti 268 peserta SMP se-Kabupaten Gresik,” kata Suhadak usai acara pembukaan pada Selasa, 30 Mei 2023.
Ratusan peserta itu berasal dari seluruh lembaga pendidikan jenjang SMP sederajat se-Kabupaten Gresik. SMP Negeri dan Swasta. “Peserta adalah siswa kelas VII dan VIII,” terang Suhadak yang juga Ketua MGMP PAI Gresik itu.
PESERTA MTQ : Salah satu peserta kategori MTQ di Pentas PAIS Gresik di SMP Islam Mambaul Ulum, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Selasa, 30 Mei 2023 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)
Untuk diketahui, guru agama memiliki dua “bapak”. Secara kedinasan guru agama SMP Negeri Gresik mengikuti Dispendik Gresik. Sedangkan, pembinaan dan sertifikatikasi menginduk di Kemenag. Sehingga berbeda dengan guru mapel lainnya.
Mengapa peserta adalah siswa kelas VII dan VIII, Suhadak yang juga guru agama Islam di UPT SMP Negeri 4 Gresik menuturkan, pemenang Pentas PAIS Gresik ini, akan mewakili Kabupaten Gresik di event serupa di tingkat Jawa Timur direncanakan digelar pada Juli 2023. “Siswa kelas IX kan sudah lulus,” terangnya. Untuk event nasional, rencana akan dibuka oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.
Hingga berita ini diturunkan, kategori MTQ yang telah kelar. Pemenang MTQ juara 1 Yusnia Maghfirah , UPT SMP Negeri 4 Gresik, juara II diraih oleh Samania Azzahra UPT SMP Negeri 1 Gresik dan juara III Izzatun Nafsih UPT SMP Negeri 6 Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Police goes to school dilakukan jajaran Polres Gresik. Diantaranya, Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlans) Polres Gresik. Pada Senin, 22 Mei 2023, Korp Sabuk Putih itu memberikan sosialisasi dan pembinaan etika keselamatan berlalu lintas, tertib berlalu lintas untuk mencegah dan meminimalisir angka kecelakaan dikalangan pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.
Kegiatan pembinaan etika keselamatan berlalu lintas dilakukan di UPT SMP Negeri 2 Gresik. Ratusan siswa di sekolah yang dipimpin oleh Muhammad Salim itu, terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Unit Keamanan Keselamatan Berlalulintas (Kanit Kamsel) Satlantas Polres Gresik Ipda Muhammad Azmi.
Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Pembinaan Etika Keselamatan Berlalulintas sebagai salah satu ikhtiar dalam menekan angka kejadian laka lantas di wilayah Gresik khususnya yang melibatkan para pelajar. Kegiatan ini, kerjasama sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik itu dengan Satlantas Polres Gresik.
“Kegiatan ini, sebagai edukasi buat para pelajar, tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” kata Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Muhammad Salim mengutip pernyataan Ipda Mohammad Azmi. Ia melanjutkan, maraknya pengendara motor oleh pelajar SMP/MTs atau anak dibawah umur membuatnya prihatin. Sebab, kondisi itu berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Ipda Azmi menghimbau kepada para siswa jika belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) supaya meminta antar orang tua saja ke sekolah. “Bagi pelajar SMP anak di bawah umur yang mengendarai motor secara psikokogis maupun mental masih labil, sehingga potensi terlibat laka lantas dan mereka bisa membahayakan pengguna jalan lain,” katanya.
Azmi terlihat gagah. Penampilan Azmi memakai uniform lengkap membuat ratusan pelajar antusias mengikuti pembinaan yang dipusatkan di halaman sekolah tersebut. Ratusan siswa mulai kelas VII s.d kelas IX mengetahui Azmi adalah alumni SMP Negeri 2 Gresik. “Ipda Azmi adalah alumni Spenda (SMP Negeri 2 Gresik) 1999,” jelas Salim tepuk sorak bergemuruh.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Azmi mengajak mereka generasi muda Spenda tersebut menjadi pelopor tertib lalu lintas, menggunakan helm dengan benar pada saat beraktivitas mengendarai ojek online sepeda motor baik pengemudi maupun yang di bonceng dan taati peraturan berlalu lintas.
Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim menyambut antusias kegiatan pembinaan tersebut. Sebab, kegiatan itu diharapkan mampu menekan angka kecelakaan bagi remaja atau terutama bagi anak-anak yang masih duduk di bangku SMP/MTs. Pada kesempatan ini juga Salim mengingatkan kepada semua siswa, SMP Negeri 2 Gresik menjadi anak yang baik, tidak tawuran atau terlibat balap liar.
Terkait maraknya siswa yang berkendara sepeda motor ke sekolah dan menitipkan sepedanya di kampung sebelah sekolah, kata Salim, pihak sekolah sudah memberikan surat teguran pembinaan pada anak tersebut dan panggilan orang tua untuk diajak bekerjasama karena larangan siswa membawa sepeda motor ada di tata tertib sekolah.
Sementara itu,, Humas Spenda Tietien Harfutien menambahkan sebagai tindak lanjut kegiatan ini, sekolah akan membentuk dan menghidupkan kembali kegiatan patroli keamanan sekolah (PKS ). “Kegiatan PKS yang sempat vakum akan kembali diaktifkan agar siswa ada wadah menjadi pelopor teladan dalam pembinaan ekstra” ujar Tietien Harfutien. (yad)
GRESIK,1minute.id – UPT SMP Negeri 1 Gresik, lembaga pendidikan pertama yang menerapkan manajemen sekolah berbasis digital di Kabupaten Gresik. Mempermudah layanan sekolah, menjawab tantangan zaman di era digital 5.0 di sekolah memiliki tagline Center of Excellence ini. Launching aplikasi baru bernama Sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi (Sibestie) dilakukan di berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.
Kepala UPT SMP Negeri 1 Gresik Beri Avita Prasetiya mengatakan peluncuran aplikasi sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi (Sibestie) bertujuan untuk memberikan kemudahan dan peningkatan layanan kepada peserta didik, wali murid, warga sekolah, alumnus dan masyarakat secara umum, sehingga informasi berjalan cepat, realtime berbasis digital agar terjalin komunikasi secara efektif guna peningkatan mutu pendidikan.
Sebelum layanan digitalisasi diterapkan, imbuh Beri Avita Prasetiya, layanan sekolah dilakukan secara manual membutuhkan proses lebih lama. Ia mencontohkan, kurang cepatnya informasi yang diperoleh wali murid tentang kehadiran siswa di sekolah, pengaduan layanan sekolah, akuntabilitas tabungan, permohanan surat menyurat, dan antrian panjang pelayanan kantin.
Selain itu, layanan manual belum menyediakan wadah atau sarana alumnus dalam komunikasi dengan sekolah, informasi proses pembelajaran serta perkembangan peserta didik baik kelas regular maupun kelas tahfidz , informasi buku dan peminjaman buku perpustakaan dan masalah-masalah lainnya.
“Kami membentuk Tim Inovasi Peningkatan Pelayanan Publik, untuk mempersiapkan aplikasi ini bersama programmer, dari sinergi ini diharapkan terjadi peningkatan layanan manajemen sekolah berbasis digital untuk menjawab permasalahan yang muncul. Dan program ini siap direplikasikan untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Gresik,” kata Beri Avita Prasetiya pada Jumat, 19 Mei 2023.
Sementara itu, Ketua Tim Inovasi Pelayanan Publik UPT SMP Negeri 1 Gresik Suci Handarini menambahkan sebelum inovasi ini dilakukan pihaknya melakukan diskusi cukup intens dengan bagian Kurikulum, Kesiswaan dan Humas Sarana Prasarana (Sarpras) dan Tata Usaha (TU) di sekolah. Diskusi memerlukan waktu yang lama dalam hal menyebarkan informasi kegiatan sekolah, dan merekap laporan, serta menanggapi keluhan dan permasalahan dari siswa atau wali murid yang masih dilakukan secara manual dan terpisah.
Sedangkan pelaporan administrasi masih dilakukan hanya satu arah. Setelah dilakukan inovasi ini Informasi sudah berjalan dua arah ( Informasi yang dikirim admin bisa ditanggapi oleh siswa dan wali murid ).
“Sebelum pembuatan aplikasi SIBESTIE ini, pihaknya berkolaborasi dengan bagian Kesiswaan, Kurikulum dan Humas Sarana dan Prasarana (Sarpras) sebagai pemangku program untuk bersama-sama mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam layanan siswa. Melakukan diskusikan bersama programmer untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut dengan aplikasi SIBESTIE. Alhamdulillah pada akhirnya program ini semakin baik bisa dimanfaatkan untuk peningkatan layanan pendidikan berbasis digital,” terang Suci Handarini.
Aplikasi SIBESTIE (Sistem Informasi Berbasis Digital Terintegrasi) berbasis Android meliputi Sistem Layanan manajemen Kurikulum, Kesiswaan, Sarpras, Humas, dan Perpustakaan menjadi terintegrasi, efektif, layanan lebih cepat, mudah, dan fleksibel.
SIBESTIE memiliki ukuran file yang kecil sehingga bisa dibuka semua versi android dan source code, dan bisa di kloning, serta support dengan banyak aplikasi di android. SIBESTIE dapat diterapkan di semua sekolah di wilayah maupun luar kabupaten Gresik yang memiliki akses internet, sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi IT, tersedia perangkat IT (laptop, komputer, android, scanner). Sekolah yang akan mereplikasi program ini harus mempunyai perangkat website yaitu domain dan hosting. Pengolahan data yang di proses SIBESTIE memudahkan pekerjaan para pemangku program karena diproses secara digital, dan bersifat interaktif karena fitur-fitur bisa diakses dua arah. SIBESTIE is my bestie. (yad)
GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berharap para guru penggerak mampu menjadi pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar. Nantinya, guru penggerak dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, unggul dan memiliki profil pelajar Pancasila.
Hal ini disampaikan Wabup saat membuka Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 6 Bagi Wilayah Mitra Provinsi Jawa Timur di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Minggu, 7 Mei 2023.
“Mudah-mudahan lokakarya ini juga dapat membangun atmosfer segar bagi dunia pendidikan. Dengan menciptakan ide-ide kreatif dalam mendorong pelaksanaan pengajaran yang berorientasi pada perubahan atau transformasi pendidikan,” harap Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah.
Ia juga mengajak PGP bergerak bersama dengan berkolaborasi serta mendorong terwujudnya pendidikan di Kabupaten Gresik yang lebih baik lagi. “Terus tingkatkan kinerja, produktivitas serta karya nyata kita demi mendukung percepatan dan suksesnya pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.
Di tempat sama mewakili Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur M. Toni Satria Dugananda menyampaikan, program guru penggerak merupakan bagian muara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dari segi pengajar. “PGP merupakan metode pengembangan profesionalisme bagi para guru yang terdiri dari pelatihan dan pendampingan,” ujar Toni.
Dirinya mengatakan, desain program ini dibuat untuk menciptakan pembelajaran yang praktis. Selain itu dapat diaplikasikan di lapangan dengan mengadopsi pendekatan andragogi, pembelajaran berbasis pengalaman, kolaboratif dan reflektif.
“Pelaksanaan PGP dilakukan melalui kombinasi metode daring sebanyak 70% dan luring 30%. Program ini terdiri dari paket modul yang berlangsung selama 6 bulan dengan total 310 jam pelatihan,” ungkapnya.
Dijelaskan, proporsi kegiatan belajar PGP terdiri dari 70% belajar di sekolah (on the job learning), 20% belajar bersama rekan sejawat dan 10% belajar belajar dengan aktor dalam PGP yakni Instruktur, Fasilitator, dan pengajar Praktik. “PGP ibarat sebuah janin selama 6 bulan ini di inisiasi dengan Learning Management System (LMS) digunakan sebagai sarana bagi para pihak yang terlibat. Sehingga saat kelahiran dapat diterima di dunia untuk berinteraksi dalam pembelajaran kolaboratif secara langsung,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto menambahkan, guru penggerak bukan organisasi yang eksplosif namun organisasi yang dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “PGP ini dikemas untuk bisa menjadi kepala sekolah, pengawas, dan fasilitator yang harus mampu menjadikan pembelajaran yang unggul dan profesional, “singkatnya.
Kegiatan ini juga menampilkan tari Remo, Jula Juli dan Tembang Mocapat dari peserta lokakarya dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa stand yang menampilkan kreatifitas dan inovasi dalam mengajar dari seluruh peserta Lokakarya. Hadir dalam kegiatan, Asisten I Suyono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK se-Kabupaten Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa SMP Negeri 2 Gresik terlihat antusias mengikuti kegiatan Pondok Ramadan di sekolah. Kegiatan rutin di bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan ini digelar mulai 10 – 18 April 2023. Selama sepekan lebih itu, siswa yang bersekolah di Jalan KH Kholil, Kelurahan Kebungson, Kecamatan/ Kabupaten Gresik itu mendapatkan berbagai kegiatan yang bersifat pengembangan karakter, pembiasaan dan penumbuhan motivasi.
Yaitu, nyantri di sekolah, berzakat, salat, kajian fikih, santunan, peringatan Nuzulul Quran, kuis dan diskusi. Mereka terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan intrakulikuker di sekolah itu.
Menurut Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim, kegiatan Pondok Ramadan dilaksanakan selama aktif kegiatan belajar dalam bulan suci Ramadan. “Kegiatan Pondok Ramadan ini bertujuan untuk membina peserta didik agar memiliki pengetahuan agama yang lebih baik,” ujar Salim pada Jumat, 14 April 2023.
BERJAMAAH: Siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik melakukan salat Dhuha berjamaah dalam kegiatan pondok Ramadan, nyantri di sekolah ( Foto: SMP Negeri 2 Gresik for 1minute.id)
Di pondok ramadan ini, peserta didik mendapatkan penguatan karakter. Salim mencontohkan, sopan santun, kepekaan sosial, rasa persatuan dan kesatuan semakin mengkhawatirkan di kalangan para generasi Z (Gen-Z). “Sehingga perlu dilakukan adaptasi dengan kegiatan positif, seperti Pondok Ramadan ini mempunyai jargon Nyantri di Sekolah,” kata Salim.
Ustad Bambang Sujianto menambahkan, selain kajian-kajian Alquran, Tadarus, maupun Salat Sunah Dhuha. Kegiatan Pondok Ramadan juga melakukan kegiatan pengumpulan zakat fitrah dengan melibatkan unit pengumpul zakat UPZ sekolah dan pengurus organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS). “Menjelang akhir Ramadan sebagai puncak kegiatan dilakukan pembagian/ pendistribusian zakat fitrah,” kata Bambang yang juga Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan ini.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Ali Mukti menyampaikan terima kasih kepada dewan guru dan panitia yang telah membina siswa untuk mengikuti kegiatan ini. “Pondok Ramadaan diharapkan menjadi bekal diri dalam menggali ilmu agama lebih dalam sehingga akan terbentuk religius anak yang beriman dan cerdas Berkarakter serta berahklak,” tandasnya. (yad)
GRESIK,1minute.id – Damarkurung Festive 2023 digelar di Kampung Asu Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Sebanyak 250 Damarkurung karya siswa sekolah dasar yang dipajang dalam festival seni Damarkurung terbesar tahun ini.
Festival Damarkurung ini digelar sampai Minggu, 9 April 2023. Ratusan lukisan hasil goresan tangan bocah-bocah dari tiga sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Yakni, SD Negeri Bedilan mewakili kawasan pesisir ; SD Setiabudi mewakili multikultural dan SD Petrokimia Gresik mewakili kawasan elit. Goresan tangan siswa dari tiga sekolah ini itu menambahkan khazanah baru tentang imajinasi dalam lukisan berbentuk kubus yang dipopulerkan mastro pelukis Damarkurung almarhumah Masmundari itu.
Menurut kurator Festival Damarkurung Novan Effendy, sebanyak 520 karya yang terkumpul dari tiga lembaga pendidikan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. “Yang kami pajang hanya 250 karya,” ujar Novan Efendi ditemui wartawan 1minute.id di lokasi Festival Damarkurung di Kampung Asu pada Jumat malam, 7 April 2023.
Ia mengatakan, ratusan karya lainnya tidak bisa dipajang bukan karena hasil lukisan mereka jelek sehingga tidak layak untuk ditampilkan. “Karya mereka tidak bisa dipajang karena proses kreatif mereka belum rampung,” katanya. Pihaknya,memberikan batasan waktu selama 14 hari kepada semua siswa dari tiga sekolah itu untuk menyelesaikan 2 lembar lukisan. “Nah, selama 14 hari, hasil dikumpulkan. Ada yang belum selesai menggambar,” terangnya.
Ratusan karya ini memiliki kekhasan masing-masing. Siswa SD Bedilan memiliki karakter lukisan cenderung liar, tidak punya aturan, warna sangat mencolok, dan garisnya sangat kasar. Kemudian, siswa di SD Setiabudi, mereka dari kelas sosial menengah, gambar cenderung rapi, topik yang diambil aktual . Ia mencontohkan saat ini, lagi viral tentang es krim china. “Sehingga ikon-ikon itu tampak dalam karya, warna lebih pastel (soft) dan ada penambahan lagi warna di tambahi kerlap-kerlip,” terangnya.
Kemudian, hasil gambar siswa SD Petrokimia Gresik yang tergolong kawasan elit objek gambar rumah, sekolah, tempat ibadah dan pabrik. “Ada menceritakan betapa pabrik itu sangat penting bagi mereka. Sehingga, ikon digambarkan oleh mereka. Itu kadang-kadang bagi orang dewasa terlewatkan,” terang Novan Effendy.
Damarkurung kurung yang menggantung di sebuah gang sempit banyak bangunan kuno itu memanjang sekitar 100 meteran. Nyala damarkurung itu berwarna beda. Ada yang berwarna kekuningan dan warna putih. “Itu menunjukkan perubahan dalam nyala lampion karena teknologi lampu,” ujarnya. Selain itu, Damarkurung yang dipajang sebagai menggunakan bahan daur ulang. “Ada seratus Damarkurung menggunakan bahan daur ulang,” ujarnya.
Dalam buku Grissee Kota Bandar cetakan kedua Damarkurung , salah satu ikon Gresik telah menjadi aset nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan Damarkurung sebagai Warisan Budaya dan Tak Benda (WBTB). (yad)