GRESIK,1minute.id – Bupati GresikSambari Halim Radianto mengapresiasi kesiapan gereja menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Misa Natal nanti malam.
Bupati Sambari bersama Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe sekitar pukul 17.00 memantau langsung kesiapan misa natal di Gereja St Perawan Maria di Jalan Arief Rahman Hakim.
Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik datang setelah tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim dan Sabhara Polres Gresik melakukan penyisiran.
PANTAU NATAL : Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, (dua dari kanan) bersama Forkopimda Pantau Perayaan Natal di Gresik St Perawan Maria, Kamis 24 Desember 2020 ( foto : Chusnul Cahyadi /1minute.id)
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan kedatangan untuk memantau langsung terkait pengamanan maupun kesiapan gereja melaksanakan protokol kesehatan.
“Untuk keamanan, TNI, Polri dan Pol PP siap untuk melakukan pengamanan,”tegasnya. Terkait dengan protokol kesehatan, Bupati Sambari menyatakan dua gereja yang akan melakukan misa Natal telah melakukan prokes.
“Alhamdulillah, dua gereja besar telah melaksanakan prokes dengan baik. Tegak lurus,”katanya.
Di gereja St Perawan Maria misa Natal digelar dua tahap mulai pukul 19.00 hingga 21.00. “Insya Allah semua akan berjalan lancar,”tegas Bupati yang juga Dosen Pasca sarjana Unair Surabaya ini. (*)
GRESIK, 1minute.id – Tim gegana Sat Brimob Polda Jatim melalukan penyisiran sejumlah gereja di Gresik. Sterilisasi menggunakan metal detektor ini untuk memastikan tidak ada barang berbahaya saat umat Kristiani menjalankan ibadat perayaan Natal.
Sekitar pukul berapa 16.30, tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim dan Satuan Sabhara Polres Gresik tiba di Gereja St Perawan Maria di Jalan Arief Rahman Hakim, Gresik.
Mereka langsung menyebar untuk melakukan pemeriksaan menggunakan metal detektor. Mulai dari tempat duduk jemaat hingga altar dilakukan pemeriksaan secara berlapis.
Selama 30 menit tim Gegana Sat Brimob Polda Jatim melakukan pemeriksaan. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, dalam pengamanan Natal ini, mengerahkan 250 personel, gabungan TNI dan Polri.
“Kami dibantu ormas yang suka rela ikut menjaga keamanan di Gresik ini,”kata AKBP Arief Fitrianto didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail di halaman Gereja St Perawan Maria, Kamis 24 Desember 2020.
Alumnus Akpol 2001 ini menambahkan setelah proses sterilisasi akan dilakukan penjagaan. Penjagaan di gerbang masuk gereja akan melibatkan TNI, Polri dan petugas dari gereja.
Setiap jemaat yang masuk akan pemeriksaan. “Disini (Gereja St Perawan Maria, Red) jemaat yang ikut misa natal harus mendaftar dulu. Sehingga jemaat yang belum terdaftar tidak bisa mengikuti misa natal,”ujarnya.
Terkait barang bawaan jemaat, pemeriksaan tetap melibatkan pengurus gereja. “Semua ini dilakukan untuk memberikan perasaan aman dan nyaman jemaat. Sehingga mereka bisa beribadah dengan khidmat,”tegas Arief Fitrianto. (*)
GRESIK, 1minute.id – Sejumlah pengurus gereja mulai mempersiapkan menggelar Perayaan Hari Natal. Diantaranya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik.
Umat kristiani merayakan perayaan kelahiran Yesus Kristus di masa pandemi Covid-19 akan beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengurus gereja di Gresik ini.
Yakni, mematuhi protokol kesehatan (prokes). Selain itu, untuk mencegah terjadinya penyebaran corona virus disease 2019, Satgas Covid-19 Gresik hanya merekomendasikan jemaat yang hadir hanya 25 persen dari kapasitas gereja.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan hasil rapat koordinasi forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik memperbolehkan umat kristiani untuk merayakan Natal di gereja maupun tempat beribadah.
“Tapi, tetap mematuhi protokol kesehatan,”kata Reza dikonfirmasi Selasa 22 Desember 2020. Prokes pencegahan penyebaran virus corona adalah memakai masker, menjaga jarak (physical distancing) dan mencuci tangan dengan air mengalir.
“Dalam rakor forkopimda disepakati batasan 25 persen dari kapasitas tempat ibadah,”kata Reza yang juga Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik itu.
Terpisah, jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gresik Joko Pratomo mengatakan, pengurus gereja telah menyiapkan perayaan Natal 2020 mengacu peraturan satgas Covid-19.
Untuk peribadatan Natal, tambah Joko, pengurus membatasi jemaat maksimal 100 orang. “Jemaat harus daftar lewat Whatsapp,”ujar Joko dikonfirmasi melalui telepon, Selasa 22 Desember 2020.
Pengurus juga telah menyiapkan tempat cuci tangan, petugas memeriksa suhu badan dan wajib bermasker. “Untuk jemaat anak-anak dan usia diatas 50 tahun tidak diperbolehkan,”ujar Joko yang juga Ketua Forum Masyarakat Pencinta Keberagamaan (Formagam) Gresik itu.
Dia menambahkan perayaan Natal di GKI Gresik dilakukan dua kali. Pertama pukul 16.00 dilakukan di gereja. Sedangkan, perayaan malam hari, pukul 19.00 dilakukan secara steaming alias daring. “Upaya itu dilakukan untuk mendukung pemerintah untuk penanganan covid-19,”katanya. (*)
GRESIK, 1minute.id – Puluhan anak panti di Yayasan Ar- Rohmah itu tampak riang. Bersenda gurau, berlari-lari kecil. Kemudian, tersenyum riang bermain bersama anggota komunitas Kurma.
Tidak hanya bermain, anak-anak yatim itu juga mendapatkan edukasi cara mencuci tangan yang benar dan pembiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS).
Sejumlah anggota komunitas Kukuhkan Silahturahmi Mari Berbagi Bersama (Kurma) Gresik begitu telaten memberikan edukasi kepada anak-anak yayasan berlokasi di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar itu.
Kecerian semakin terasa ketika seorang badut ikut menghiburnya. Ketua Pelaksana Acara Riezky Ardyansah mengatakan, masa pandemi Covid-19 mungkin membuat mereka terasa jenuh.
FOTO BARENG : Anggota Komunitas Kurma bersama anak Yayasan Ar Rohman
“Kami ingin memberikan hiburan dan suasana baru, edukasi dan motivasi dengan harapan adik-adik di yayasan tidak jenuh selama pandemi ini, “ujar Riezky dalam siaran pers diterima 1minute.id, Senin 21 Desember 2020.
Selain permainan dan edukasi, tambahnya, anak-anak juga mendapatkan motivasi untuk tetap semangat belajar. “Kegiatan ini agenda tahunan komunitas,”katanya. Riezky melanjutkan kegiatan sosial ini bertujuan memperkukuh tali silahturahmi kami dengan anak yatim.
Diakhir kegiatan bertajuk “Spread Love and Share Happiness” ini dilakukan pembagian sembako, bingkisan dan uang saku untuk anak yatim. “Kemudian kami makan bersama mereka. Melihat mereka senang, kami merasa ikut bahagia,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id– Suasana masjid As Syafa’a Polres Gresik terasa adem. Masjid berlokasi di Jalan AKS Tubun, Gresik dipenuhi jamaah, Kamis 29 Oktober 2020.
Mayoritas jamaah yang duduk bersila dengan menjaga jarak, memakai masker itu adalah anggota Polres Gresik. Diantara jamaah itu tampak Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik.
Kehadiran mereka di masjid itu untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan kelahiran Rasulullah itu dihadiri KH Najib Muhammad, pimpinan Ponpes Al Madinah Denanyar, Jombang. Acara diawali pembacaan salawat nabi dan ayat suci alquran itu dipimpin ustad Achmad Ishaq. Jamaah pun hanyut dalam pujian kepada sang Khaliq dan Nabi Muhammad SAW.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini serentak dilaksanakan seluruh Polres se-Indobesia. “Harapan seluruh anggota Polri nantinya dikelompokkan kedalam golongan orang saleh,”ujar AKBP Arief Fitrianto.
Alumnus Akpol 2001 ini menambahkan, kegiatan Maulid Nabi merupakan bagian dari Program Polres Gresik yaitu RESIK (Religius, Empati, Solid, Integritas dan Konsisten). “Dimana tantangan kedepan Polri semakin besar maka dengan semangat Maulid Nabi sebagai teladan insan Polri dalam menjalankan tugas sehari-sehari serta mendapat rida dari Allah SWT,”katanya dijawab Amin oleh jamaah.
Perwira dua melati di pundak itu berharap kepada KH Nadjib Muhammad memberikan motivasi, semangat dan bekal serta doa agar dalam pelaksanaan tugas Polri kedepan mendapat perlindungan Allah SWT serta rida dalam kehidupan keluarganya sehari-hari.
PROKES : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi menjalani protokol kesehatan sebelum masuk masjid As Syafa’a Polres Gresik mengikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ( Foto : Humas Polres Gresik)
Sementara itu, KH Nadjib Muhammad menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kelahiran Nabi akhir zaman ini telah dituliskan dalam alquran. “Segala tindak lakunya Nabi Muhammad merupakan Alquran yang berjalan dan memiliki fisik dan kebutuhan seperti manusia biasa yang mampu memanusiakan manusia biasa,”kata pemangku Ponpes Al Madinah, Denanyar, Jombang ini.
Nabi Muhammad SAW, tambahnya, mengemban tugas untuk memperbaiki akhlak manusia. “Beliau juga merupakan negosiator luar biasa khususnya pada perintah salat,”ujar KH Nadjib.
KH Nadjib mengatakan pemahaman para ulama, bahwa Tri Brata dan Catur Prasetya yang ada pada tubuh Polri merupakan implementasi dari tugas dan kewajiban para malaikat dan nabi yang diutus oleh Allah SWT. Sangat mulia. “Bila tugas Polri dilandaskan berdasarkan ibadah kepada Allah SWT maka pahalanya luar biasa besar dimata Allah SWT,”kata KH Nadjib.
“Yang menjadi tolak ukur adalah rasa keimanannya, sehingga setiap langkah tugas niatkanlah untuk ibadah kepada Allah SWT,”imbuhnya. KH Nadjib mencontohkan tugas keamanan dan ekonomi yang diemban Polri. “Sehingga perlunya untuk menjaga keamanan suatu negara agar ekonomi tetap berjalan,”pesannya. (*)
GRESIK,1minute.id– Ratusan anggota Polres Gresik mendapatkan siraman rohani dari Syeh Ali Jaber, Kamis 15 Oktober 2020. Ulama kelahiran Madinah pada 3 Februari, 44 tahun itu menjadi pengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy Syafa Polres Gresik di Jalan AKS Tubun, Gresik.
Dihadapan ratusan personil dan ASN Polres Gresik, ulama berkewarganegaraan Indonesia yang ceramahnya menyejukkan umat itu mengatakan, Nabi Muhammad SAW dalam berdakwa agama Islam dilakukan dengan santun. “Tidak ada pemaksaan dalam masuk Islam. Nabi Muhammad SAW adalah penyempurna akhlaq manusia,”kata Ali Saleh Mohammed Ali Jaber yang dikenal Syeh Ali Jaber di Indonesia itu.
Dia melanjutkan, tugas kepolisian sangat baik. Laksanakan dengan baik. Setiap perbuatan baik kepolisian pasti ada yang menerima dan tidak. “Jangankan polisi, Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah saja keluarga terdekatnya ada yang menerima dan tidak menerima,”ujarnya.
Menurut ulama yang juga juri hafidz di salah satu stasiun televisi itu, jihad bukan selalu diartikan perang. “Jihad itu selalu berbuat santun dan berakhlaq baik antarsesama,”tegasnya.
SAMBUTAN : Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memberikan sambutan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Asy Syafa Polres Gresik, Kamis 15 Oktober 2020
Syeh Ali Jaber mengajak jamaah untuk selalu melatih diri agar selalu berlapang dada dengan selalu memaafkan orang lai yang berbuat salah dan meminta maaf apabila berbuat salah.
Jihad bukan selalu diartikan perang, Jihad itu selalu berbuat santun dan berakhlak baik antar sesama.
“Mari selalu melatih diri agar selalu berlapang dada dengan selalu maafkan orang lain yang berbuat salah dan meminta maaf apabila kita berbuat salah,”kata Syeh Ali Jaber.
Selama 1,5 jam mulai pukul 08.00 Syeh Ali Jaber memberikan siraman rohani dan mengajak seluruh personil maupun aparat sipil negera (ASN) meneladani akhlaq Rasulullah SAW.
Mereka terlihat khusyuk mendengarkan tausiyah Syeh Ali Jaber. Tampak hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Waka Polres Kompol Dhyno Indra Setyadi serta pejabat utama Polres Gresik lainnya itu.
KAPOLRES Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika bertemu Syeh Ali Jaber sebelum memberikan tausiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengucapkan syukur kepada Allah SWT telah diberikan kesehatan sehingga bisa melaksanakan memberikan pengamanan, pengayoman kepada masyarakat. “Semoga tausiyah bisa membawa kedamaian dan pelaksanaan tugas Polres Gresik selalu mendapat ridha Allah SWT,”kata alumnus Akpol 2001 ini. Kapolres Arief juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Syeh Ali Jaber di Masjid Asy Syafa Polres Gresik ini. (*)
Ribuan santri tersebut kemudian dikerahkan untuk membuat telaga yang kini menjadi salah satu situs cagar budaya di Kota Giri. Menurut cerita masyarakat sekitar Giri, pembuatan telaga itu tidak lebih dari sebulan. Ukuran telaga ¾ lapangan sepak bola dengan kedalaman sekitar 2 meter.
Megaproyek itu benar-benar disebut padat karya karena mengerahkan ribuan santri. Mungkin, orang awam menganggap pembuatan Telaga Pegat sangat ribet lantaran harus mempersiapkan konsumsi untuk yang membangun. Namun, bagi Joko Samudro, sebutan lain Sunan Giri, tidak ada yang sulit.
BERENDAM : SUHU udara yang mencapai 36 derajat celcius, Selasa, 29 September 2020 membuat lelaki ini kegerahan. sehingga berendam di telaga Pegat untuk menyegarkan badan. ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )
Sunan Giri hanya membutuhkan satu kendil (wadah dari tanah liat) untuk makan para santri yang terlibat dalam pembangunan Telaga Pegat. ’’Nasi satu kendil itu seakan tidak pernah habis diambil orang berapa pun,’’ ungkap Moh. Zuhri Siroj, 70, warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Ajaib.
Dalam sebuah prasasti di tembok pagar Telaga Pegat, terdapat tulisan yang menyebutkan bahwa telaga itu dibangun kali pertama oleh Sunan Giri pada 1473 Masehi. Pasca kemerdekaan RI, telaga tersebut direnovasi beberapa kali. Pertama, pada 17 Agustus 1955. Kedua, pada 1977. Setelah 1977, perbaikan tidak bisa terhitung. Sebab, tidak ada data yang mencatat renovasi Telaga Pegat.
POHON PISANG : Situs cagar budaya Telaga Pegat di bangun Sunan Giri, Maulana Ainul Yaqin cukup subur ( foto : chusnul cahyadi /1minute.id )
Berdasar pengamatan 1minute.id, warna air Telaga Pegat saat ini kehijau-hijauan. Terdapat tamanan kangkung di beberapa bagian. Telaga tersebut tidak memperlihatkan nilai histori yang tinggi. Namun, adat alias sopan santun harus dijaga setiap orang yang hendak mandi. Di antaranya, tidak boleh berkata-kata kotor atau berbuat tidak sopan lainnya. Menurut warga sekitar, kalau dilanggar, banyak kejadian di luar nalar yang akan menimpa si pelanggar. ’’Kalau mau coba, silakan. Tapi, risiko harus ditanggung sendiri lho,’’ kata Moh. Zuhri Siroj.
Bila melihat historinya, sudah selayaknya pemerintah atau masyarakat Kota Giri menjaga kelestariannya. Misalnya, tidak melakukan vandalisme dengan mencoret-coret pagar tembok serta menjaga keasrian telaga legendaris tersebut. Dengan begitu, telaga itu akan menjadi daya tarik wisatawan. Sebab, selama ini para peziarah di makam Sunan Giri di Bukit Giri seakan melewatkan situs Telaga Pegat. (chusnul cahyadi/habis)
Gerbang masuk makam Putri Campa di bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Rabu 27 Juli 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK, 1minute.id—Makam Putri Campa mulai ramai dikunjungi para peziarah. Meski akses masuk menuju makam putri asal Kamboja (kini bernama Vietnam) berada di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas itu masih cukup sulit di jangkau.
Akibat longsor yang diduga disebabkan banyaknya pembangunan kafe dengan menebangi pohon tidak menyurutkan niat masyarakat untuk ngalap berkah. Juri kunci Putri Campa Akhmad Syaifudin mengatakan, peziarah mulai ramai ke makam Putri Campa. Setiap hari, tambah lelaki 49 tahun, selalu ada rombongan peziarah yang datang untuk ngalap berkah. “Rombongan kecil. Biasanya naik mobil MPV,”kata Akhmad ditemui Rabu 27 Juli 2020.
Juru Kunci Makam Putri Campa Akhmad Saifudin di depan makam Putri Campa, Rabu 27 Juli 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Pada malam Jumat, tambahnya, peziarah cukup banyak. Kondisi pandemi peziarah yang masuk secara bergiliran. “Mereka ada datang dari Jakarta, Surabaya bahkan luar Jawa,”jelas bapak empat anak itu. Akan tetapi, tambah Akhmad juri kunci Makam Putri Campa itu kunjungan peziarah turun drastis bila dibandingkan sebelum pandemi korona. Dalam pengamatan Jawa Pos, untuk menuju makam saudagar kaya dari Vietnam ini, peziarah melewati jalan setapak. Lebarnya sekitar 1 meter. Jalan alternatif berkonstruksi paving. Jalan tersebut dibangun masyarakat sekitar setelah jalan utama mengalami longsor.
Longsor bertahun-tahun dan belum diperbaiki. Kondisi saat ini, jalan longsor di Bukit Campa hanya ditutupi terpal plastik warna biru. Makam Putri Campa memiliki arsitektur menarik. Cukup makam khas Campa dengan ornamen hias serta pewarnaan cerah. Pohon tumbuh rindang sehingga semilir angin semakin menyegarkan suasana. (*)