Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (4)

GRESIK,1minute.id – Masjid Giri Kedaton terlihat megah. Meliihat bangunan masjid kali pertama yang dibangun oleh Sunan Giri dari atas Bukit Putri Cempo begitu terlihat sangat indah. Ada ratusan undakan sebelum mencapai puncak atau halaman masjid yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. 

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi atau 537 tahun lalu itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Bangunan masjid itu tertinggi di Gresik. Konon, tidak boleh ada bangunan gedung di kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang lebih tinggi dari masjid Giri Kedaton yang menyimpan setumpuk sejarah itu.

Masjid yang berada di Bukit Giri itu dikenal dengan nama situs Giri Kedaton. Kompleks masjid serta pesantren pertama di Gresik yang berjarak 200 meter ke arah timur dari Jalan Raya Giri.

Bangunan yang didirikan pada 1487 Masehi itu menjadi bukti awal dimulainya dakwah Sunan Giri. Sebelum berdakwah, Sunan Giri banyak belajar ilmu agama di Ampel Denta (Sunan Ampel, Surabaya) bersama Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Tepatnya pada 1455 Masehi, saat usia beliau menginjak 12 tahun. Setelah mondok selama tujuh tahun, Sunan Giri di wisuda dengan gelar Ainul Yaqin.

Menurut buku Sejarah Sunan Giri yang ditulis Yayasan Makam Sunan Giri, setelah di wisuda, Sunan Giri sejatinya ingin berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, Sunan Ampel menyarankan Sunan Giri agar mampir ke Samudra Pasai untuk menimba  ilmu agama lebih dalam. Sunan Giri diminta berguru ke Syekh Maulana Ishaq yang tidak lain adalah ayah Sunan Giri.

Setelah berguru, Sunan Giri diminta kembali ke tanah Jawa oleh Syekh Maulana Ishaq. Sebab, saat itu di tanah Jawa terjadi masa transisi dari Kerajaan Hindu-Buddha ke Islam. Oleh Syekh Maulana Ishaq, Sunan Giri diberi bekal segenggam tanah. Sang ayah meminta Sunan Giri kembali ke Gresik dan mencari tanah yang serupa dengan tanah tersebut. Mulai bentuk, warna, hingga baunya.

SITUS SUNAN GIRI : Di halaman Masjid Giri Kedaton ini, konon Sunan Giri dinobatkan sebagai Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelum menemukan jenis tanah yang diminta sang ayah, Sunan Giri sempat iktikaf (bertapa) di Gunung Bathang (sekarang wilayah Gulomantung, Kebomas, Gresik) pada 1482 Masehi. Hingga kini, napak tilas Sunan Giri masih bisa dilihat Bekas wajah dan kaki Sunan Giri membekas di sebuah batu yang sekarang diabadikan di Masjid Gulomantung.

Hingga akhirnya, Sunan Giri berhasil menemukan jenis tanah yang serupa dengan yang diminta Syekh Maulana Ishaq. Lokasinya di Bukit Giri, Desa Sidomukti, Kecamatan Kebomas. Pada 1487, Sunan Giri mendirikan masjid pertamanya yang dikenal dengan Giri Kedaton. Pusat persebaran agama Islam sekaligus pemerintahan Gresik pada masa itu.

Pada 1487, Gresik masih menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meski di Majapahit saat itu terjadi kekosongan kekuasaan gara-gara perang saudara, kepercayaan Hindu- Buddha masih sangat kental. Sunan Giri pernah mengisi kekosongan kekuasaan itu selama 40 hari. Sebelum akhirnya didapuk sebagai penguasa di kerajaan Giri Kedaton oleh Raden Patah pada 12 Rabiul Awal 894 Hijriah atau 9 Maret 1487. Sunan Giri diberi gelar Prabu Satmata. Dalam berdakwah, Sunan Giri punya cara tersendiri. Ada dua metode dakwah itu. Yaitu, melalui pendidikan di pesantren dan “blusukan” ke acara tradisi warga setempat.

Sunan Giri kerap mengikuti acara tradisi umat Hindu-Buddha. Misalnya, tradisi tumpengan. Warga menggunakan nasi yang dibentuk kerucut itu sebagai sesajen untuk roh para dewa. Oleh Sunan Giri, tradisi tersebut tidak lantas dihilangkan. Tradisi berdoa menggunakan tumpeng tetap dilestarikan. Bedanya, tumpeng dimakan oleh orang yang berdoa. “Masyarakat diberi pemahaman bahwa makanan itu untuk manusia. Bukan untuk roh yang bersifat gaib”.

Dengan cara yang santun, Sunan Giri berhasil masuk ke tradisi umat Hindu-Buddha. Secara perlahan, ajaran Sunan Giri mulai diterima masyarakat sekitar Satu per satu warga Gresik yang awal nya menganut Hindu-Buddha berpindah ke ajaran Islam. “Banyak menggunakan akulturasi budaya sebagai media dakwah

Sunan Giri termasuk wali yang berilmu tinggi. Bentuk makam nya dibangun berbeda dengan makam sunan yang lain. Salah satu di antaranya, terlihat pada tingkatan atap dan undak undakan sebe lum masuk makam. “Selalu ada tiga undakan. Itu melambangkan tingginya ilmu Sunan Giri. Mulai syariat, hakikat, hingga makrifat yang paling tinggi”. (yad/bersambung)

Masjid Pertama, Pusat Dakwah Sunan Giri Pada 1487 Masehi Selengkapnya

Wow ! Phonska Plus dan Urea Petro, Merek Terfavorit dan Rekomendasi Petani Indonesia 

GRESIK,1minute.id – Dua merek pupuk andalan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri holding Pupuk Indonesia kembali ditetapkan sebagai brand paling dipilih dan direkomendasikan petani versi Indonesia WOW Brand 2024. Dua merek itu yakni Phonska Plus meraih Gold Champion untuk kategori NPK Nonsubsidi. Sedangkan, Urea Petro mendapatkan Silver Champion kategori Pupuk Nitrogen Nonsubsidi di ajang yang sama.

“Phonska Plus untuk kedua kalinya menempati urutan pertama. Sejak tahun 2023, Phonska Plus menjadi brand yang paling dipilih dan direkomendasikan petani untuk kategori NPK nonsubsidi. Penghargaan ini menunjukkan Phonska Plus adalah produk berkualitas, kredibel, sehingga menjadi pupuk yang paling direkomendasikan oleh petani serta mengungguli produk-produk sejenis dari perusahaan lain,” ujar Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih usai awarding di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, penghargaan ini diraih Phonska Plus setelah MarkPlus,Inc selaku penyelenggara melakukan survei kepada responden yang merupakan pengguna pupuk nonsubsidi di berbagai daerah di Indonesia. Petani di Indonesia sudah banyak yang merasakan keunggulan dari produk inovatif Petrokimia Gresik ini.

Phonska Plus diluncurkan sejak 2017 dengan formulasi 15-15-15 yang dilengkapi Zinc 2.000 ppm dan Sulfur 9 persen. Melalui produk ini, Petrokimia Gresik mengedepankan teknologi pemupukan efisien dengan hasil panen yang optimal.

“Sejatinya, Phonska Plus merupakan wujud komitmen dari Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri. Dari Phonska Plus, Petrokimia Gresik menawarkan solusi terhadap masalah defisiensi Zinc pada lahan pertanian, sekaligus menawarkan pupuk NPK nonsubsidi dengan kualitas yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kemakmuran petani,” tandas Digna.

Berdasarkan hasil demonstration plot (demplot) yang dijalankan Petrokimia Gresik di berbagai daerah di Indonesia, pengaplikasian Phonska Plus mampu meningkatkan produktivitas padi sebesar 1,22 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau sekitar 16,76 persen. Jika rata-rata produktivitas padi sebelumnya sebesar 6,06 ton, dengan penggunaan Phonska Plus meningkat menjadi 7,28 ton.

Sementara itu, Urea Petro menjadi produk favorit petani di Indonesia adalah capaian kali pertama. Produk pupuk berbasis nitrogen dengan kandungan 46 persen ini juga memiliki banyak keunggulan, diantaranya membuat tanaman lebih hijau segar; kemudian mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah anakan; Urea Petro juga mampu meningkatkan kandungan protein hasil panen.

“Phonska Plus dan Urea Petro sekaligus menjadi bentuk dukungan Petrokimia Gresik terhadap program ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui hasil panen yang melimpah. Kami berharap, semakin banyak lagi petani yang menggunakan Phonska Plus dan Urea Petro sehingga semakin banyak pula petani yang dapat merasakan kebermanfaatan dari kedua produk tersebut,” kata Digna.

WOW Brand 2024 merupakan hasil survei kepada 300 merek dari 100 kategori produk yang dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023 dengan total lebih dari 3.000 responden di seluruh Indonesia. Adapun metode survei yang digunakan MarcPlus,Inc diturunkan dari salah satu unsur dari konsep customer journey 5A dalam buku Marketing 4.0, yakni Advocate. Buku ini menjelaskan bahwa saat ini customer journey terdiri dari lima tahapan yang disebut dengan 5A, yakni Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate. (yad)

Wow ! Phonska Plus dan Urea Petro, Merek Terfavorit dan Rekomendasi Petani Indonesia  Selengkapnya

Patroli Sahur On The Road Polres Gresik, Gagalkan Aksi Balap Liar di Jalan Kartini

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar patroli sahur dan tadarus di jalan pada Minggu dini hari, 17 Maret 2024. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Gresik Iptu Heri Nugroho menggagalkan balap liar di Jalan Raden Ajeng Kartini, Gresik. Polisi juga menyita 26 unit sepeda motor yang telah di modifikasi untuk balap liar itu.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom mengatakan bahwa patroli sahur akan terus dilakukan selama bulan Ramadan. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Hindari kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat,” kata AKBP Adhitya Panji Anom

Selain patroli sahur, Polres Gresik juga menggelar tadarus di jalan. Kegiatan ini diikuti oleh personel Polres Gresik dan masyarakat umum. Tadarus di jalan ini bertujuan untuk meningkatkan syiar Islam dan mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

Patroli sahur on the road bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan. Patroli ini juga bertujuan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk meningkatkan ibadah dan menjaga kondusifitas lingkungan. “Pengendara kami lakukan pembinaan. Sedangkan sepeda motor kami amankan”. (yad)

Patroli Sahur On The Road Polres Gresik, Gagalkan Aksi Balap Liar di Jalan Kartini Selengkapnya

Perampok Sadis, Bunuh Agen Tukar Uang dan Sikat Uang Ratusan Juta

GRESIK,1minute.id – Rumah pengusaha penukaran uang dan konter smartphone di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dirampok. Pelaku menghabisi korban dan membawa kabur uang sekitar Rp 150 juta. Korban bernama Wardatun Toyyibah, 29 tahun

Polisi masih terus menelisik pelaku perampokan yang menewaskan Istri Mahfud itu. Korban tewas dengan luka tusukan di bagian tubuhnya. Korban mengenakan daster warna hijau itu tewas dengan posisi tertelungkup di lantai kamar tidur rumahnya. Sedangkan, anak korban yang berusia 2,5 tahun selamat. Kali pertama yang menemukan korban Wardatun Toyyibah meninggal adalah Mahfud, suaminya pada Sabtu, 16 Maret 2024 sekitar pukul 07.00 WIB.

Kematian Wardatun Toyyibah itu menggegerkan masyarakat desa setempat. Dalam sekejap rumah yang juga digunakan sebagai tempat usaha, Agen BRILink dan konter smartphone, Kakfud Cell itu riuh. Warga seakan turut merasakan duka yang dialami keluarga Mahfud itu. 

Informasi yang dihimpun, korban Wardatun Toyyibah tidur bersama anak balitanya berusia 2,5 tahun di dalam kamarnya pada Jumat malam, 15 Maret 2024. Sedangkan, Mahfud, suami korban tidur di kamar lainnya. Rumah keluarga Mahfud ini terdapat dua kamar yang bersebelahan. Renovasi rumah itu belum kelar seratus persen pembangunan. Bagian atap ruang tamu rumah arsitektur minimalis belum terpasang. 

RUMAH DUKA ; Pengusaha penukaran uang ditemukan tewas di duga korban perampokan di rumahnya pada Sabtu, 16 Maret 2024 ( Foto : istimewa)

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polres Gresik korban meninggal karena mengalami luka-luka di bagian leher dan ulu hati. Ada beberapa luka tusukkan. Belum diketahui secara pasti alat yang digunakan oleh perampok untuk menghabisi nyawa korbannya itu. Diduga alat tusuk adalah obeng. 

Polisi menemukan sarung tangan diatas kasur kamar korban. Diperkirakan perampokan masuk dengan mencongkel pintu belakang rumah korban. Setelah menghabisi korban dan menggasak uang ratusan juta, pelaku kabur lewat pintu jendela. 

Camat Dukun Gunawan Purna Atmaja dikonfirmasi membenarkan adanya warga meninggal akibat perampokan. “Sudah ditangani oleh polisi,” katanya dikonfirmasi Sabtu, 16 Maret 2024. (yad)

Perampok Sadis, Bunuh Agen Tukar Uang dan Sikat Uang Ratusan Juta Selengkapnya

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (3)

GRESIK,1minute.id – Gapura Makam Sayyid Abdurrahman sudah hilang. Hilang “tertelan” tanah longsor pada Maret 2020 lalu. Gapura yang menjadi tetenger menuju makam paman Sunan Giri, Waliyullah di Bukit Putri Cempo hanya tinggal kenangan. 

Beruntung Saya sempat ngelutus ke tempat yang kerap menjadi jujugan warga untuk “berwisata” hati itu. Begini bentuk gapura yang sebelum hilang karena tanah longsor yang sempat diabadikan oleh wartawan 1minute.id

Kondisi makam Sayyid Abdurrahman juga  memprihatinkan. Imbas tanah longsor di kawasan Bukit Putri Cempo itu, makam paman Sunan Giri di Bukit Petukangan, Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik mulai retak-retak.

Sejumlah orang mengkhawatirkan situs sejarah itu rusak. Menurut Akhmad Saifudin, juru kunci makam Syekh Sayyid Abdurrahman, sejak 2020  tanah makam terus longsor. Bahkan pada musim hujan pada 2022 terjadi penurunan tanah 10 sentimeter setiap hari.

TANGGA RUSAK : Selain gapura makam Sayyid Abdurrahman, paman Sunan Giri yang hilang karena longsor pada Maret 2020 lalu. Juga tangga menuju makam rusak karena tanah longsor. Foto atas Gapura diambil pada 13 Juli 2019 atau setahun sebelum longsor dan tangga makam diambil pada 5 September 2019. (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Untuk menyelamatkan situs religi Syaifuddin kemudian menyusun batu bata masuk menuju makam itu. Upaya Syaifuddin untuk sementara waktu bisa menyelamatkan pesarean Sayyid Abdurrahman itu. Letak makam Syekh Sayyid Abdurrahman dekat dengan makam Putri Cempo. Makam itu kali terakhir direnovasi pada 1991. Renovasi dilakukan karena ada bagian makam yang tertimpa tower telekomunikasi.

“Ada yang menyebut Sayyid Abdurrahman ini sebagai paman Sunan Giri. Beliau ini keturunan Sunan Ampel,” jelas Saifudin. Bukit Putri Cempo kini banyak mengalami perubahan. Area yang dulu sakral itu, kini menjadi pusat kongko para milenial menikmati  suasana malam Kota Industri dengan cerobong-cerobong pabrik yang terus mengeluarkan asap itu. (yad/bersambung)

Tetenger Gerbang Makam Sayyid Abdurrahman, Paman Sunan Giri Sebelum Hilang Selengkapnya

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Wabup Gresik : Pemkab Gresik Jamin Stok Aman, Janji Intervensi Turunkan Harga 

GRESIK,1minute.id – Harga kebutuhan pokok masih belum stabil memasuki hari kedua bulan suci Ramadan pada Kamis, 14 Maret 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta masyarakat tidak panik. Ia memastikan ketersediaan kebutuhan pokok selama Bulan Ramadan aman.

“Memasuki bulan puasa seperti saat ini, kebutuhan masyarakat akan bahan pokok memang cukup tinggi sehingga harga juga sedikit naik,” ujar Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional, Pasar Baru Gresik pada Kamis, 14 Maret 2024. Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Forkopimda melakukan pemantauan langsung perkembangan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan modern.

Dalam sidak itu, wabup perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini masih menemukan harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti, beras, minyak goreng dan telur mengalami kenaikan. Misalnya, harga beras premium mencapai Rp16.000/kg, gula kristal putih Rp16.500/kg, minyak goreng curah Rp16.500/kg, minyak goreng kemasan premium Rp18.000/liter, daging sapi Rp105.000/kg dan telur ayam ras Rp30.000/kg.

Adapun beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga diantaranya cabai merah keriting yang turun menjadi Rp 55.000/kg setelah sebelumnya menembus Rp 60.000/kg, cabai merah besar yang turun menjadi Rp 45.000/kg dari harga sebelumnya Rp 60.000/kg dan cabai awit merah yang turun dari Rp 50.000/kg menjadi Rp 40.000/kg. 

Menanggapi hal tersebut, Bu Min mengatakan akan melakukan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk melakukan intervensi agar harga bisa turun. “Untuk harga beras, memang relatif masih tinggi namun cenderung sudah turun dibandingkan pekan-pekan lalu,” kata Wabup berlatar pendidik itu.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Gresik Edy Chumaidy mengatakan, harga beras yang cenderung turun ini salah satunya akibat intervensi pemerintah lewat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). “Untuk beras SPHP ini banyak peminatnya, tapi tetap kita batasi pembelian perorangnya. Dengan harga Rp10.900/Kg, beras SPHP disuplai dari Bulog untuk Pasar Baru Gresik sebanyak 45 ton setiap minggunya,” ujar Chumaidy yang juga pedagang di Pasar Baru Gresik. (yad)

Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi, Wabup Gresik : Pemkab Gresik Jamin Stok Aman, Janji Intervensi Turunkan Harga  Selengkapnya

Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Gratis. Ini Syaratnya!

GRESIK,1minute.id – Mudik Bareng Gus Yani dan Bu Min kembali digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Pendaftaran mudik bareng gratis itu dibuka mulai 19 sampai 21 Maret 2024 di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik di terminal Bunder, Gresik. Berangkat hari Sabtu, 1 April 2024 di halaman Kantor Bupati Gresik Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas. 

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik Khusaini mengatakan program mudik gratis ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa beban biaya transportasi yang mahal.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya serta memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan aman bagi para pemudik.

Kegiatan ini sengaja disosialisasikan lebih awal kepada masyarakat untuk mengantisipasi tingginya animo masyarakat yang akan mudik Lebaran menuju kampung halamannya masing-masing, dengan segala sumberdaya transportasi yang ada, mulai dari menggunakan kendaraan pribadi, bahkan menggunakan transportasi sepeda motor.

“Berkendara dengan sepeda motor selain tidak di desain untuk perjalanan jauh, risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor juga sangat tinggi. Untuk itulah tahun ini kami menggelar mudik gratis,” kata Khusaini.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Jalan Dishub Gresik Suhartono, peserta mudik gratis terbuka untuk masyarakat Gresik yang hendak mudik di kampung halamannya.

“Kami akan menyiapkan 15 armada bus untuk mudik tahun ini. Armada tersebut akan melayani 8 rute yang ada di Jawa Timur,” kata Suhartono pada Kamis, 14 Maret 2024. Delapan rute yakni Gresik-Madiun-Ponorogo ;  Gresik-Bojonegoro-Tuban ; Gresik-Probolinggo-Banyuwangi. Kemudian, Gresik-Lumajang-Jember ; Gresik-Malang-Blitar dan Gresik-Kediri-Tulungagung. 

“Pendaftaran mudik gratis ini dibuka 19 sampai 22 Maret 2024. Pendaftaran dilakukan secara langsung dengan mendatangi kantor Dishub Gresik di Terminal Bunder. Pendaftaran akan ditutup otomatis oleh penyelenggara jika kuota sudah terpenuhi,” katanya.

Lalu apa persyaratan bisa mudik gratis ? Calon pemudik cukup membawa foto kopi KTP  dan Kartu Keluarga. Atau surat keterangan (suket) domisili Kabupaten Gresik dari Kecamatan.

Bagi masyarakat yang dinyatakan sudah terdaftar’ akan diberikan tiket yang berisi nama, alamat, nomor HP, nomor bus dan kursi, serta jurusan yang diberikan oleh petugas di Kantor Dinas Perhubungan. (yad)

Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Gratis. Ini Syaratnya! Selengkapnya

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik 

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (2)

GRESIK,1minute.id – MAKAMDewi Sekardadulengang. Siapa Raden Ajeng Dewi Sekardadu? Dewi Sekardadu adalah ibunda Sunan Giri. Waliyullah. Masyarakat Gresik menyakini makam Dewi Sekardadu dulu berada di Blambangan, Banyuwangi.

Konon, mengingat jarak Gresik-Banyuwangi yang cukup jauh. Sunan Giri memiliki gelar Prabu Satmata atau Kepala Pemerintahan di Bukit Kedaton itu kemudian bermunajat kepada Allah agar makam Dewi Sekardadu beserta bukitnya dipindahkan ke kota dimana beliau mengajarkan Islam kali pertama.

Tempat itu dinamakan Gunung Anyar. Salah satu dusun di Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Makam Dewi Sekardadu berada dalam satu cungkup yang megah. Khusus untuk makam Dewi Sekardadu ditutup dengan kain kelambu.

SILSILAH : Prasasti tentang silsilah Raden Ajeng Dewi Sekardadu yang di pesarean Dewi Sekardadu di Dusun Gunung Anyar, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di dalam cungkup itu juga terdapat dua makam lainnya. Makam pertama adalah Panembahan Mas Gunung Anyar dan satunya tidak disebutkan namanya. Berdasarkan silsilah diketahui Panembahan Mas Gunung Anyar merupakan keturunan keempat dari Sunan Giri. Bangunnya semi permanen. Tembok dan gebyok kayu ukiran yang sangat terawat baik. 

Di sekitar halaman pesarean Dewi Sekardadu ditumbuhi pepohonan yang rindang sehingga membuat suasana terasa teduh. Ada fasilitas penunjang lainnya yakni musalah, toilet serta joglo untuk para peziarah beristirahat. (yad/bersambung)

Sunan Giri Pindahkan Bukit dan Makam Dewi Sekardadu, Ibundanya dari Banyuwangi ke Gresik  Selengkapnya

Sungai Bengawan Solo di Gresik Meluap, Puluhan Rumah di Desa Madu Mulyorejo Terendam

GRESIK,1minute.id – Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik meluap pada Selasa, 12 Maret 2024. Puluhan rumah di Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun terendam air. Ketinggalan air 20 hingga 30 centimeter. Warga terdampak banjir kali pertama dalam periode 10 tahun terakhir ini masih bertahan di rumah masing-masing. 

Tingginya curah hujan dan durasi waktu lama membuat Sungai Bengawan Solo yang meliintas di Kabupaten Gresik meluap. Luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu merendam puluhan rumah di Desa Madu Mulyorejo. Air bah sungai itu meluap dan menggenangi permukiman penduduk itu pada Selasa pagi. 

Luapan air Sungai Bengawan Solo di Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik ini kali pertama pascapembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah itu. Desa Madu Mulyorejo berada sebelum BGS.

Banjir yang disebabkan Sungai Bengawan Solo meluap ini menjadi perhatian serius Serda Azis, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 0817/16 Dukun itu. Serda Azis terus memantau perkembangan debit air yang menggenangi rumah warga tersebut. “Saat ini ada 18 KK (Kepala Keluarga) yang terdampak banjir Sungai Bengawan Solo,” kata Serda Azis.

Untuk antisipasi kebutuhan alat evaluasi telah disiapkan, jika ada yang membutuhkan akan siap melakukan evakuasi. Hingga petang ini terus dilakukan pemantauan dan belum ada warga yang dievakuasi. Sebagai langkah awal, akan dipantau terus perkembangannya, dan apabila dibutuhkan, kami siap melakukan evakuasi warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” tandas Babinsa Serda Aziz. (yad)

Sungai Bengawan Solo di Gresik Meluap, Puluhan Rumah di Desa Madu Mulyorejo Terendam Selengkapnya

Nyai Ageng Tumengkang Sari, Cucu Sunan Giri Ahli Kebidanan dan Obat

Ngelutus di “Grissee Kota Bandar” (Bagian : 1)

Marhaban yaa Ramadan. Bulan suci Ramadan 1445 hijriah/2024 masehi tahun ini,  1minute.id  menyajikan hal berbeda. Cerita hasil “ngelutus” di Gresik. Hasil dari mlaku-mlaku jurnalistik itu berwujud buku berjudul “Grissee Kota Bandar”. Buku yang isinya tentang Gresik. Tentang religi, budaya, sampai destinasi wisata di daratan dan kepulauan yakni Pulau Bawean.

Di sejumlah sekolah, buku Grissee Kota Bandar ini, menjadi pendamping buku ajar kurikulum muatan lokal (mulok) tentang Gresik yang memiliki banyak sebutan ini. Sebutan itu, antara lain, Kota Bandar (Pelabuhan,Red) ; Kota Santri ; Kota Wali ; Kota Industri, Kota Pudak dan lainnya. Buku hasil ngelutus Chusnul Cahyadi, yang sudah memasuki cetakan kedua pada 2023 lalu. Tentu saja, sajian mengisi Ramadan ini ada yang baru. Kita mulai dari Nyai Ageng Tumengkang Sari.

PESAREAN Nyai Ageng Tumengkang Sari lengang. Hanya satu, dua peziarah keluar masuk pesarean dalam kompleks Makam Islam Sumur Songo itu. Seakan bergantian. Keluar dan masuk. Kondisi makam rapi dan bersih cukup luas. Di dalam cungkup hanya ada dua makam yakni, makam Nyai Ageng Tumengkang Sari dan makam Buyut Susilowati, dayang atau pendamping.

Peziarah cukup leluasa ketika berdoa di makam Nyai Ageng Tumengkang Sari ini. Sedangkan di luar cungkup atau halaman luar  terdapat sejumlah makam, antara lain ; Mbah Brojol (pengelola bahan baku jamu) ; Mbah Singo (Pengawal) dan Mbah Tarip-tidak disebutkan-jabatannya. Siapa Nyai Ageng Tumengkan Sari. 

Berdasarkan cerita singkat yang ditempelkan di area makam disebutkan Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah cucu Sunan Giri, Waliyullah yang makamnya di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas,  Kabupaten Gresik.  Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah putri Sunan Weruju ini lahir di Giri, Gresik. Sunan Weruju adalah putra Sunan Girl dari perkawinan beliau dengan Dewi Murthosiah binti Sunan Ampel sebagai putri keraton di Giri Kedaton dan Cucu seorang penguasa Kerajaan Giri Kedaton.

Beliau belajar banyak ilmu Agama dari lingkungannya, kemudian di masa gadisnya, beliau babat alas membuka pemukiman baru dan kemudian menjadi penguasa di wilayah yang kemudian bernama Sumur Songo (Sekarang bagian dari Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik), sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah menikah. Haul Nyai Ageng Tumengkang Sari diperingati setiap 12 Shofar.

Menurut cerita Nyai Ageng Tumengkang Sari memiliki keahlian dalam bidang kebidanan dan pengobatan (Jamu). Namanya harum dan dikenal oleh masyarakat Gresik sampai sekarang karena sering “membantu” perempuan yang hendak melahirkan. 

Makam Nyai Ageng Tumengkang Sari yang memiliki nama lain yakni Mbah Buyut Sumur Songo atau Nyal Ageng Pamengkang Sari atau Nyal Ageng Pemangku Sumur Songo ini sering dikunjungi orang-orang yang Ingin proses kelahiran putranya lancar dengan membawa minyak kelapa atau air Sumur Songo yang masih ada disekitar makam dan memohon doa kepada Allah dan berkirim doa (wasilah) di makam beliau.

Nama wilayah/dusun Sumur Songo tidak lepas dari kiprah beliau dan usaha beliau dalam menolong persalinan serta pengobatan, banyak versi tentang Sumur Songo yang melegenda dan tersebar di masyarakat, sedangkan sumur yang tersisa kini hanya tinggal tiga buah, satu diantaranya masih berfungsi dan berada di sekitar 50 meter sebelah tenggara makam Nyal Ageng Tumengkang Sari, satu di kompleks SMP Negeri 4 dan satu komplek Perumahan Sidorukun Indah sebelah utara masjid Al Amin, Perumahan Sidorukun Indah Gresik sedang sisanya belum terlacak keberadaannya. Peninggalan yang masih ada di situs makan adalah Pipisan dari batu dan Lumpang dari batu.

Nama sebutan lain dari Tumengkang Sari adalah, Pamengkang berasal dari kata mekangkang, posisi kaki yang berjauhan satu sama lain, posisi ini menunjukan keadaan seorang ibu yang akan melahirkan, Pamengkang menurut Puspodiningrat artinya adalah mengungkap atau mengeluarkan (melahirkan), maka tidak menutup kemungkinan akibat perubahan ucap yang salah terjadi dialog dari kata Pamengkang menjadi Tumengkang, karena Istilah Pamengkang lebih tepat sebagai gelar/nama anumerta beliau yang ahli di bidang persalinan dan pengobatan dibanding istilah Tumengkang.

Makam Nyai Ageng Tumengkang Sari ini berada di Kompleks Makam Islam Sumur Songo di Desa Sidokumpul, Kecamatan Gresik. Sumur Songo dalam bahasa Jawa ; Siti Lebet Sedoso Kirang Setunggal. Ada cerita versi terkai Nyai Ageng Tumengkang Sari dan Sumur Songo ini. Cerita yang berkembang adalah Nyai Ageng Tumengkang Sari, cucu Sunan Giri adalah gadis yang cantik. Ahli kebidanan atau kedokteran dan obat. 

Suatu hari, ada seorang pangeran dari kerajaan yang menguasai Nusantara, Majapahit, terpincut kepadanya. Pangeran itu ingin melamarnya. Lazimnya, seorang gadis di lamar seorang pangeran yang ganteng nan gagah dan kaya akan berbunga-bunga. Bahagia. Seandainya kejadian itu sekarang ini, sudah ramai di medsos. Viral dan trending topik. Berhari-hari pula.

Pangeran datang dan melamarnya. Akan tetapi, Nyai Ageng Tumengkang Sari tidak bahagia. Gadis yang cucunya Sunan Giri itu malah galau. ”Nyai Tumengkang Sari tidak mau menikah karena beda keyakinan,” tutur salah satu warga di temui  di makam Sumur Songo pada Senin, 11 Maret 2024. Menurut lelaki 66 tahun itu,  Nyai Tumengkang Sari dikenal memiliki pendirian yang kuat dan jiwa sosialnya juga tinggi. “Katanya Nyai Ageng Tumengkang Sari, sangat cantik,” ujarnya. 

Keyakinan merupakan prinsip. Nyai Ageng Tumengkang Sari adalah salah seorang cucu Sunan Giri dari Sunan Wruju. Dia sangat disegani. Sang pangeran rela melakukan apa pun demi memperistri pujaan hati. Karena bingung, Nyai Tumengkang Sari sempat pergi dari Giri. Dia bersembunyi di sebuah desa terpencil. ”Tidak bisa menerima, tapi tak bisa menolak. Sebab, bisa terjadi pertumpahan darah,” lanjutnya.

Meski dalam hatinya, Nyai Tumengkang Sari sejatinya ingin menolak. Namun, dia tidak ingin peperangan pecah. Akhirnya, dia menemukan satu cara. ”Nyai Tumengkang mengajukan satu syarat,” ucapnya. Menurut cerita, Nyai Tumengkang Sari meminta sang pangeran membuat sepuluh sumur. Seluruhnya harus jadi dalam semalam. Mirip kisah Roro Jonggrang yang minta dibuatkan seribu candi oleh Bandung Bondowoso.  

Mendengar syarat tersebut, sang pangeran tidak gentar. Dia yakin sanggup. Kalau hanya membangun sumur dalam semalam, itu bukan apa-apa. Sebab, pangeran tersebut memang dikenal sakti luar biasa. ”Dia pun mengerahkan semua kekuatan untuk membangun sepuluh sumur. Pangeran yakin sepuluh sumur itu benar-benar jadi hanya dalam semalam. Esoknya, sang pangeran mengajak Nyai Ageng Tumengkang melihat sumur yang diminta. Namun, perempuan cantik tersebut punya akal yang cerdik. Sambil duduk di salah satu sumur, Nyai Ageng Tumengkang Sari meminta sang pangeran menghitung jumlah sumur. Nyai Ageng Tumengkang Sari cemas. Takut pangeran tahu. Namun, dia terus berdoa kepada Allah SWT.

Meminta agar pernikahannya dengan sang pangeran tidak sampai terwujud. Doa itu terkabul. Setelah menghitung jumlah sumur, sang pangeran kaget dan bingung. Satu di antara sepuluh sumur tersebut tiba-tiba menghilang. Pangeran itu menghitungnya berulangkali. Jumlah sumur yang dibangun seolah benar-benar hilang satu. Nyai Ageng Tumengkang Sari terus memanjatkan doa. Seolah tidak bisa dipercaya, Pangeran tidak sadar kalau ada salah satu sumur yang diduduki Nyai Tumengkang Sari.

Karena gagal memenuhi permintaan Nyai Ageng Tumengkang Sari, pernikahan pun batal. Pangeran pulang ke Majapahit dengan hati hampa. Kisah itulah yang kemudian melahirkan nama Dusun Sumur Songo yang kini terkenal di Gresik. Wallahu a’lam. (*/bersambung)

Nyai Ageng Tumengkang Sari, Cucu Sunan Giri Ahli Kebidanan dan Obat Selengkapnya