Rayakan Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik Siapkan Enam Strategi Ekspansi Bisnis

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik genap 50 tahun. Ulang tahun emas. Perusahaan Solusi Agroindustri itu menyiapkan enam strategi ekspansi bisnis sebagai upaya menjaga sustainability perusahaan, kemajuan pertanian, serta memperkuat industri kimia nasional. 

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia GresikDwi Satriyo Annurogo dalam Peringatan HUT ke-50 Petrokimia Gresik di SOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur.

Dwi Satriyo mengungkapkan, capaian Petrokimia Gresik saat ini tidak dapat dilihat dari kinerja hari ini saja, tapi harus dilihat dari perjalanannya menaklukkan berbagai tantangan dari masa ke masa. Petrokimia Gresik yang pada awal berdirinya hanya memiliki pabrik Amoniak-Urea dan ZA. Kini, bertransformasi menjadi perusahaan Solusi Agroindustri yang memproduksi varian pupuk terlengkap di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

“Meski demikian, kita tidak boleh berpuas diri, karena tantangan dan perubahan adalah hal yang mutlak. Karena itu, Petrokimia Gresik membutuhkan inovasi dan transformasi yang luar biasa untuk memenangkan masa depan,” ujar Dwi Satriyo.

Dalam hal ini, Petrokimia Gresik telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan ekspansi bisnis tidak sebatas menjadi perusahaan solusi agroindustri saja, tetapi juga centra petrochemical industry di masa mendatang. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung dalam HUT tahun ini, yakni “Beyond Infinity”, yang dapat diartikan sebagai semangat untuk terus melampaui batas-batas yang ada.

Salah satu tantangan yang tengah dihadapi Petrokimia Gresik adalah dampak perang di kawasan Eropa yang mempengaruhi harga dan pasokan bahan baku pupuk di pasar global. Khususnya fosfat dan kalium yang merupakan bahan baku NPK dan tidak tersedia di tanah air.

Seperti diketahui, Petrokimia Gresik merupakan produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 2,7 juta ton per tahun, sehingga membutuhkan pasokan kedua bahan baku tersebut dalam jumlah yang besar.

Strategi pertama yang dicanangkan untuk menjaga pasokan NPK di Indonesia adalah dengan menjajaki pembangunan pabrik NPK di Yordania. Langkah strategis ini dilakukan bersama holding Pupuk Indonesia, untuk mendekatkan pabrik NPK Petrokimia Gresik dengan sumber bahan baku, sehingga diharapkan dapat mengefisienkan biaya produksinya.

Strategi kedua dan ketiga adalah peningkatan produktivitas NPK nasional dengan melakukan konversi pabrik, dari pabrik pupuk Fosfat menjadi pabrik NPK Phonska V, serta mempersiapkan pendirian pabrik baru NPK Phonska VI.

“Ketiga langkah strategis tersebut tidak hanya akan mengamankan produktivitas NPK nasional, tapi juga memperkuat posisi Petrokimia Gresik sebagai produsen NPK terbesar di Indonesia, bahkan Asia. Sehingga kesempatan untuk ekspansi pasar internasional semakin terbuka lebar, tentunya setelah memenuhi kebutuhan pupuk di dalam negeri,”tadas Dwi Satriyo.

Strategi keempat, struktur bisnis perusahaan yang erat kaitannya dengan bahan baku gas juga menjadi perhatian Petrokimia Gresik, dimana perusahaan akan melakukan penjajakan untuk mendapatkan suplai gas baru dari Utara Pulau Jawa. Pasokan gas ini rencananya akan dimanfaatkan untuk pengembangan pabrik Amoniak-Urea (Amurea) III atau pengembangan lainnya.

“Jika Petrokimia Gresik berhasil memperoleh pasokan gas yang baru, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas pupuk Urea melalui pengembangan pabrik Amurea III. Sehingga ke depan kita tidak hanya menjadi leader di pasar NPK, tapi juga Urea,”ujarnya.

Strategi Petrokimia Gresik yang kelima, tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pupuk saja, tapi juga mendorong kemajuan industri kimia nasional. Diantaranya pembangunan pabrik Soda Ash berkapasitas 300.000 ton per tahun, dengan memanfaatkan produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO² yang diolah menjadi bahan baku pembuatan Soda Ash.

“Nantinya ini akan menjadi produk Soda Ash pertama buatan dalam negeri untuk membantu mengurangi ketergantungan impor Soda Ash yang mencapai 1 juta ton per tahun,”tandas Dwi Satriyo.

Seperti diketahui, kebutuhan Soda Ash nasional sangat tinggi sebagai tumpuan bahan baku berbagai produk yang banyak kita temui sehari-hari, seperti sabun, deterjen, kertas, tekstil, keramik, gelas, kaca dan lain sebagainya.

Selanjutnya, komitmen Petrokimia Gresik untuk kemajuan industri kimia nasional juga tampak dari strategi keenam, yakni upaya Petrokimia Gresik melakukan scale up pabrik Green Surfactant. Produk ini mendapatkan sambutan baik dari industri minyak dan gas setelah kali pertama dipasarkan pada 2021.

Green Surfactant Petrokimia Gresik, lagi-lagi menjadi produk surfaktan pertama buatan dalam negeri yang dapat menggantikan penggunaan surfaktan berbasis hydrocarbon, sehingga lebih ramah lingkungan. Produk ini berfungsi untuk meningkatkan produktivitas sumur minyak bumi, bahkan mampu mengeluarkan minyak mentah dari lapangan atau sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi lagi. 

“Ini membuktikan bahwa Petrokimia Gresik tidak hanya unggul dalam ke-pioneer-an produk pupuk saja, tetapi juga produk lainnya yang dapat memperkuat struktur industri kimia nasional. Inilah kira-kira yang akan menjadi arah masa depan Petrokimia Gresik,”ujar Dwi Satriyo.

Luncurkan Rumah Transformasi

Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, keunggulan Petrokimia Gresik sebagai pioneer dalam menciptakan berbagai hal baru dapat terwujud berkat DNA inovasi dan transformasi yang dimiliki setiap insan di perusahaan. Oleh karena itu, untuk mewadahi  ide-ide atau gagasan tersebut, Petrokimia Gresik sekaligus meresmikan Rumah Transformasi di kawasan SOR Tri Dharma pada momen peringatan HUT emas. HUT Petrokimia Gresik diperingati setiap 10 Juli.

“Rumah Transformasi ini dihadirkan untuk memaksimalkan ide dan menggali gagasan yang lebih besar lagi. Dengan demikian, tradisi inovasi yang diwariskan dari generasi Petrokimia Gresik terdahulu bisa terus terjaga sebagai modal bagi perusahaan untuk terus bertransformasi di era-era mendatang,” pungkasnya. (yad)

Rayakan Ulang Tahun Emas, Petrokimia Gresik Siapkan Enam Strategi Ekspansi Bisnis Selengkapnya

Gugah Nasionalisme dan Bela Negara, Dandim 0817/Gresik Buka MPLS  SMK PGRI 1 Gresik 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMK PGRI 1 Gresik dimulai Rabu,13 Juli 2022. Komandan Kodim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar, memimpin Upacara Pembukaan di  lapangan Makodim 0817/Gresik Jl. R.A. Kartini, Gresik. 

Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar menyatakan, MPLS merupakan kegiatan umum dilaksanakan sekolah sebagai metode menyambut siswa baru. “Kodim 0817/Gresik mendapat kepercayaan untuk memberi bekal siswa baru melalui pembelajaran dan pelatihan dalam waktu yang disediakan dengan harapan membentuk karakter siswa baru dalam hal disiplin, loyalitas dan bertanggung jawab,”kata Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar.

Dia melanjutkan, pembekalan ini bertujuan menggugah semangat Nasionalisme dan Bela Negara. “Laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar bisa menyerap materi secara maksimal. Patuhi segala peraturan dan senantiasa pelihara kekompakan yang didasari semangat kebersamaan. Hindari segala perbuatan yang merusak citra SMK PGRI 1 Gresik selama kegiatan dan dimanapun kalian berada,”pesan Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar. 

Upacara pembukaan MPLS SMK PGRI 1 Gresik diikuti oleh Danramil jajaran Kodim 0817/Gresik, Kepala SMK PGRI 1 Arief Susanto serta pengajar sekolah berlokasi di Jalan dr Soetomo , Gresik itu berjalan khidmat. (yad)

Gugah Nasionalisme dan Bela Negara, Dandim 0817/Gresik Buka MPLS  SMK PGRI 1 Gresik  Selengkapnya

Ancaman Era Global, Kak Washil : Gerakan Pramuka Bisa Membentuk Pemuda Berakhlak Mulia

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 256 siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti lomba tingkat (LT) III Regu Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gresik. Selama 4 hari, mulai 13-16 Juli 2022 mereka mengikuti perlombaan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman di Gedung 

Pusdiklatcab Gerakan Pramuka Gresik pada Rabu, 13 Juli 2022. Sebanyak 33 kegiatan akan dilombakan yakni Giat Umum 5 ;  Perkemahan 3 ; Ketangkasan 2 ; keterampilan 9 ; wawasan kebangsaan 3 ; dan jelajah 11. Perlombaan dilakukan beregu. Putra dan Putri. Gerakan kepanduan yang dihadiri Wakil Ketua Kwartir Cabang Gresik Anang Subakti ini mengusung tema Berbudaya, Berprestasi, dan Produktif.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan keberadaan Pramuka sangat penting dalam menjaga kesatuan Indonesia saat ini. Selain itu, Pramuka juga sebagai wadah untuk membentuk pribadi yang berkarakter demi berlangsungnya masa depan negara.

“Kami berharap dengan lomba tingkat III ini, mampu menghasilkan anggota pramuka yang berkarakter sebagai calon pemimpin masa depan yang baik,”kata Washil yang juga Pembina di Kwarcab Gresik ini. Kak Washil-sebutan di organisasi kepanduan itu mengingatkan tentang ancaman anak muda di era digital. 

“Dinamika masyarakat saat ini tentunya sangat memprihatinkan, seperti maraknya konsumsi miras, privalensi merokok pada usia muda, penggunaan narkoba, kriminal dan kekerasan seksual yang melibatkan kaum muda,” terang mantan Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik ini.

Ia berharap kepada keluarga besar Gerakan Pramuka Gresik untuk benar- benar mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam membentuk pemuda yang bertaqwa mulia, berkepribadian, dan berkecakapan cukup.

Hal ini sejalan dengan program kerja dari Pramuka Jatim tentang pramuka produktif dalam menggali sumber daya manusia dalam kepramukaan. Terakhir, beliau mengharapkan agar seluruh partisipan mengikuti perlombaan ini dengan serius supaya mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. “Lomba Tingkat III Regu Penggalang Kwartir Cabang Gresik ini dilaksanakan sepenuh hati dan segenap jiwa raga,”harapnya.

Ketua Pelaksana Kegiatan LT III Kwarcab Gresik Sri Rahayu mengharapkan setelah kegiatan, para partisipan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dalam bermasyarakat dan memiliki masa depan yang gemilang. 

LT III Regu Penggalang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gresik ini diikuti 256 peserta penggalang. Putra dan Putri. Mereka berasal dari 16 diantara 18 Kecamatan se-Kabupaten Gresik. Dua kecamatan yang tidak ikut adalah Duduksampeyan dan Sangkapura, Pulau Bawean. 

Untuk di ketahui, Lomba Tingkat dibedakan berdasarkan tingkat penyelenggaraan dan pesertanya, yaitu:

LT I : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan ditingkat  Gugusdepan  (biasanya berupa sekolah SMP atau MTs) dengan peserta dari masing-masing regu anggota Gugus Depan tersebut.

LT II : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Ranting (Kecamatan) dengan peserta dari masing-masing Gugusdepan yang ada di Kwartir Ranting tersebut.

LT III : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Cabang (Kabupaten / Kota) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Ranting yang ada di Kwartir Cabang tersebut.

LT IV : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Daerah (Provinsi) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Cabnag yang ada di Kwartir daerah tersebut.

LT V : adalah Lomba Tingkat yang diselenggarakan di tingkat Kwartir Nasional (Nasional) dengan peserta dari perwakilan masing-masing Kwartir Daerah yang ada di Indonesia.

Lomba Tingkat bersifat berjenjang. Artinya, pemenang pada suatu tingkatan akan mewakili mengikuti Lomba Tingkat di tingkat atasnya. (yad)

Ancaman Era Global, Kak Washil : Gerakan Pramuka Bisa Membentuk Pemuda Berakhlak Mulia Selengkapnya

8 Jam Diperiksa, Dua Tersangka Terduga Penista Agama Ditahan, Viral Manusia Menikahi Kambing 

GRESIK,1minute.id – Penyidik perkara dugaan penistaan agama, perkawinan manusia dengan kambing menahan dua dari empat tersangka. Dua tersangka itu adalah Arif Syaifullah, pemilik Sanggar Cipta Alam juga pemilik konten dan Syaiful Arif, pengantin pria.

Sebelum ditahan kedua tersangka itu menjalani pemeriksaan selama 8 jam di Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Gresik pada Selasa, 12 Juli 2022. Sehari sebelumnya, penyidik mengagendakan pemeriksaan tiga tersangka. Yakni, Arif Saifullah, Syaiful Arif dan Sutrisno alias Kresna, penghulu perkawinan nyeleneh yang menjadi viral dan menimbulkan banyak kecaman dari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Irfan Choirie, kuasa hukum ketiga orang tersebut mengaku tidak mengetahuinya. Irfan ditunjuk mereka ketika proses penyelidikan.  “Maaf karena sejak ketiga orang ditetapkan sebagai tersangka, Saya belum mendapatkan kuasa lanjutan untuk mendampingi mereka. Jadi Saya tidak bisa berkomentar,”kata Irfan di konfirmasi selulernya pada Rabu, 13 Juli 2022.

Informasi yang dihimpun, dua dari empat tersangka mendampingi Mapolres Gresik sekitar pukul 16.00 WIB. Dua tersangka itu, Arif Syaifullah dan Syaiful Arif. Sedangkan, Kresna tidak terlihat. Arif dan Syaiful Arif langsung masuk ke ruang penyidik Pidum Satreskrim Polres Gresik. 

Mereka kemudian menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Pemeriksaan kali pertama sejak penyidik menetapkan sebagai tersangka pada 1 Juli 2022. Sekitar pukul 23.30 WIB pemeriksaan dua tersangka tuntas. Penyidik melakukan gelar perkara dan memutuskan kedua tersangka ditahan. 

“Dari proses itu kami melakukan penahanan,”kata Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kasi Humas Polres Gresik Ipda Wiji Mulyono kepada wartawan pada Rabu, 13 Juli 2022. Kini, masih ada dua orang tersangka lainnya yang masih belum menjalani penahanan. Kedua orang itu adalah Sutrisna alias Kresna, penghulu perkawinan nyeleneh yang menjadi viral dan menimbulkan banyak kecaman dari warga Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

Tersangka lainnya adalah Nur Hudi Didin Ariyanto, anggota DPRD Gresik, pemilik Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, tempat hajatan ngunduh mantu acara tersebut. Pesanggrahan Keramat berlokasi di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik itu telah di police line oleh polisi. Untuk pemeriksaan Nur Hudi, penyidik Polres Gresik masih menunggu izin dari Gubernur Jawa Timur. 

Seperti diberitakan, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik menyatakan perkawinan manusia dengan kambing menggunakan syariat Islam adalah penodaan atau penistaan agama. Keempat orang yang terlibat aktif dinyatakan telah murtad. Mereka menjalani mengucapkan Kalimat Syahadat di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. 

Mereka menangis dan mengaku menyesali perbuatan itu. Namun, mereka bersikukuh perkawinan manusia dengan kambing betina bernama Sri Rahayu binti Bejo itu  untuk konten medsos. Syaiful Arif, pengantin pria mengaku tidak ada malam pertama dengan “Sri Rahayu”. Ia pun mengaku sejak video viral, ia dimarahi oleh istrinya. “Saya jelaskan itu hanya konten. Istri bisa menerima,”katanya waktu di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik. (yad)

Grafis : Tersangka Pernikahan Nyeleneh 

1. Arif Syaifullah selaku pembuat konten dan Pemilik Sanggar Cipta Alam. Jerat pasal 44a Ayat 2 UU ITE Juncto Pasal 156a KUHP

2. Syaiful Arif Pemeran selaku pengantin pria, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

3. Sutrisna alias Krisna selaku pemeran penghulu, jerat pasal Pasal 156a KUHP 

4. Nur Hudi Didin Arianto selaku penyedia tempat, jerat pasal Pasal 156a KUHP

(Sumber Polres Gresik)

8 Jam Diperiksa, Dua Tersangka Terduga Penista Agama Ditahan, Viral Manusia Menikahi Kambing  Selengkapnya

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Gresik memiliki Posyandu. Namanya, Pos Pelayanan Keluarga Berencana-Kesehatan Terpadu (Posyandu) Melati. Posyandu binaan istri jaksa itu berada di Balai Rukun Warga (RW) 05 di Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Posyandu Melati binaan IAD itu diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani pada Selasa,12 Juli 2022.

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani mengapresiasi berdirinya Posyandu Melati itu. Sebab, baru kali pertama ada organisasi wanita di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki binaan Posyandu. Berdirinya Posyandu Melati ini menunjukkan kepedulian dan juga kemauan dari salah satu organisasi wanita untuk peduli terhadap Posyandu khususnya di Kabupaten Gresik,”katanya.

Hadirnya Posyandu penting karena salah satu sarana pendukung dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat di tingkat paling bawah, khususnya bagi ibu dan balita. Tujuannya untuk mengurangi angka kematian ibu dan kualitas tumbuh kembang balita.

“Di Kabupaten Gresik sendiri terdapat kurang lebih 1.500 Posyandu, dan disitu kita harus bisa merangkul semuanya dan memastikan bahwa 1.500 Posyandu ini bisa berjalan dengan baik. Jadi dengan adanya organisasi wanita yang peduli dengan Posyandu akan memberi dampak yang sangat baik,”imbuh Ning Nurul yang juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Gresik ini.

Ketua ikatan Adhyaksa Dharmakarini Gresik Idar Hamdan, sepakat bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat. “Meski identik dengan bayi dan balita, tetapi sebenarnya peran Posyandu tidak hanya sebatas itu. Hadirnya Posyandu ditengah masyarakat merupakan penunjang pelayanan masyarakat yang terjangkau, masyarakat memperoleh kemudahan informasi disamping pertumbuhan balita bisa terpantau,”ujar istri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik ini.

“Kami mengaharapkan Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini ini menjadi lebih baik dan bermanfaat dalam meningkatkan pelayanan bagi ibu hamil dan balita khususnya di wilayah Kecamatan Kebomas,”harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Husnah mengataka Posyandu Melati binaan ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang diresmikan hari ini terdapat 100 balita dan 4 ibu hamil sebagai sasarannya. Tingkat kehadiran ibu hamil dan balita di Posyandu ini juga cukup tinggi, yakni mencapai 80%. “Ini bukti dengan tingginya antusiasme masyarakat sekitar untuk menerima pelayanan Posyandu begitu selesai diresmikan hari ini,”katanya. (yad)

IAD Dirikan Posyandu, Ning Nurul Mengapresiasi, Organisasi Wanita Pertama Membina Posyandu  Selengkapnya

Kampung Pecinan Bakal Semakin Elok, Pemkab Lakukan Pengecatan Rumah Warga 

GRESIK,1minute.id – Revitalisasi Kampung Pecinan berlanjut. Pasca revitalisasi infrastruktur jalan Kampung dan eksterior lampu penerangan jalan berornamen khas warga Tionghoa. 

Kini, revitalisasi menyasar bangunan rumah milik warga di kawasan heritage di Jalan Setiabudi, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Bangunan rumah warga Kampung Pecinan itu bakal dilakukan pengecetan. Untuk Mempercantik kawasan itu, Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Gresik menggandeng pabrik cat Nippon Paint. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala DCK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah dan Asisten General Manager Nippon Paint Wirya Atmaja mengawali melakukan pekerjaan pengecatan di kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL) itu. Rumah yang menjadi kali pertama dilakukan milik Mustafa. 

Kampung Pecinan, salah satu kawasan heritage di Gresik Kota Lama (GKL). Kawasan ini memiliki bangunan ikonik yakni Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) atau Klenteng Kiem Hien Kiong yang diklaim berdiri sejak 1 Agustus 1153 atau 869 tahun lalu itu. Kawasan ini juga dikenal multietnis yakni Arab, Tionghoa dan Melayu (warga pribumi). Mereka hidup rukun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, revitalisasi tujuh kawasan di Gresik Kota Lama dibiayai oleh pemerintah pusat, dan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. APBN 2022 mengalokasikan anggaran Rp 47 miliar. “Anggaran APBD untuk Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) untuk jalan lingkungan, ornamen lampu,”katanya didampingi Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kadis CK-PKP Gresik Ida Lailatussa’diyah. 

BANTUAN : (ki-ka) Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja, Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman menyaksikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan cat kepada warga di Kampung Pecinan pada Senin, 11 Juli 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Revitalisasi di Kota Bandar Gresik ini, adalah salah satu program Nawa Karsa, Gresik Lestari. Kota Bandar Gresik ini karena di kawasan ini terdapat 4 peradaban yakni kolonial, Arab, China dan Melayu. “Mudah-mudaha kawasan heritage kedepan semakin baik. Sehingga menjadi identitas Kota Gresik,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. 

Revitalisasi Kotaku ini melibatkan masyarakat. Tujuannya, mengajak masyarakat untuk ikut merawat lingkungan serta menggandeng Nippon Paint. Bentuk CSR, Nippon Paint memiliki komitmen, kepedulian terhadap lingkungan. 

“(Rumah warga) di cat. Saya hakul yakin akan bertambah bagus, dan akan menambah daya tarik wisatawan. Mudah-mudahan bisa menjadi kebangkitan ekonomi kreatif, UMKM bisa tumbuh di lingkungan ini,”tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Program Kotaku di kawasan GKL bakal berlanjut untuk tahun depan. “Tahun ini selesai dianggaran Rp 47 miliar, tahun depan ada tambahan anggaran dari pusat Rp 22 miliar dan APBD. sehingga desa di sekitar bisa ikut berkontribusi melakukan pembenahan disebuah kawasan heritage,”harapnya. 

Asisten GM Nippon Paint Wirya Atmaja menambahkan, pihaknya sangat senang  dilibatkan acara seperti ini (revitalisasi kawasan heritage). Kita akan support kampung lain. Termasuk heritage,”tegas Wirya Atmaja. Untuk pengecatan rumah warga di kawasan Pecinan ini, pihaknya telah menyediakan cat kualitas premium. “Cat ini minimal bisa bertahan sampai 5 tahun. Warna cat tidak akan memudar,”lanjutnya. Untuk mendapatkan hasil berkualitas itu, lanjut Wirya Atmaja, pihaknya akan melakukan pendampingan dalam proses pengecetan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahandan Kawasan Permukiman Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) pengecatan rumah warga. “Mereka bakal dibekali pelatihan hingga proses pelaksanaan pengecatan,”katanya. “Suatu kawasan akan bertambah cantik bila rumah warga juga cantik,”tambahnya. (yad)

Kampung Pecinan Bakal Semakin Elok, Pemkab Lakukan Pengecatan Rumah Warga  Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik Bukukan Laba sebesar Rp 1,94 triliun, Kinerja Positif untuk Indonesia 

GRESIK,1minute.id – PT Petrokimia Gresik genap berusia 50 tahun. Perusahaan Solusi Agroindustri itu telah memberikan kinerja positif dan kontribusi lebih bagi Indonesia sepanjang 2021.

Capaian tersebut tidak lepas dari semangat “Beyond Infinity” yang kemudian diusung sebagai tema ulang tahun emas Petrokimia Gresik. Dimana setiap insan Petrokimia Gresik harus mampu melewati tantangan, dan tidak boleh cukup berpuas pada target dan tanggung jawab semata.

“Tahun 2021 kemarin, Indonesia masih menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 lantaran munculnya varian Delta. Sejumlah negara juga masih membatasi akses perdagangan mereka untuk mencegah penularan Covid-19. Alhamdulillah di tengah tantangan ini, Petrokimia Gresik masih bisa memberikan kinerja yang memuaskan,”tandas Dwi Satriyo dalam upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 pada Senin, 11 Juli 2022.

Petrokimia Gresik berhasil membukukan laba sebesar Rp1,94 triliun atau 175% dibandingkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar Rp1,11 triliun dengan laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Begitu juga realisasi tingkat Kesehatan Perusahaan yang memperoleh skor 81,50 dengan predikat Sehat AA atau lebih tinggi dibandingkan skor RKAP sebesar 76,00 predikat Sehat A.

Capaian tersebut tentu bisa diraih Petrokimia Gresik karena didukung oleh terobosan-terobosan  insan di perusahaan. Sepanjang  2021 inovasi Petrokimia Gresik mampu menciptakan nilai tambah atau value creation riil sebesar Rp 240,68 miliar. Capaian ini merupakan sumbangsih dari 82% karyawan yang terus berpikir improvement.

Sejumlah inovasi tersebut juga telah  menarik perhatian dunia melalui empat predikat “3 Stars” atau kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional “26th Asia Pacific Quality Organization (APQO).

“Artinya, karya inovasi Petrokimia Gresik tidak hanya berdampak pada perolehan laba bagi perusahaan, tapi juga menginspirasi dan mampu membawa prestasi hingga level internasional,”tegas Dwi Satriyo.

Satu kebanggaan Petrokimia Gresik mampu mengambil peran besar melebihi apa yang menjadi tanggung jawabnya, selama pandemi Covid-19 berlangsung. Petrokimia Gresik mendapat amanah sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Dalam menjalankan tugasnya, Petrokimia Gresik berhasil menjadi solusi pada saat krisis oksigen medis terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan reaktivasi Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP).

“Kita buktikan bersama, Petrokimia Gresik sangat mampu menjadi inisiator dalam mendukung pemerintah melakukan pencegahan penularan Covid-19 dan menanggulangi dampaknya,”ujar Dwi Satriyo.

Upaya perusahaan dalam menanggulangi dampak Covid-19 juga terlihat dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sepanjang 2021. Petrokimia Gresik menyelaraskan TJSL dengan upaya pemerintah dalam percepatan kebangkitan ekonomi di masa pandemi dengan memberikan perhatian pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pada 2021, Petrokimia Gresik telah mendukung 613 pelaku UMKM yang menjadi Mitra Kebanggaan (Mangga) yang tersebar Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY

Bantuan diberikan berupa modal usaha, pembinaan dan pendampingan untuk UMKM yang bergerak di sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, peternakan, perikanan, industri, dan jasa. Adapun total nilai penyaluran program Mangga tahun 2021 mencapai Rp 42,97 miliar. Salah satu program unggulan Petrokimia Gresik di bidang ini adalah Literasi (Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi) yang ada di Kabupaten Lamongan.

“Dukungan terhadap kemajuan UMKM mengantarkan Petrokimia Gresik masuk ke dalam daftar “17 Perusahaan Paling Berkontribusi bagi UMKM” di Indonesia versi International Council for Small Business (ICSB) Indonesia,” ungkapnya.

Program TJSL 2021 Petrokimia Gresik juga memberikan porsi besar  pada bidang bina lingkungan. Petrokimia Gresik telah merealisasikan anggaran senilai Rp10 miliar untuk mendorong kelestarian lingkungan. Dalam implementasinya Petrokimia Gresik selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan.  Atas komitmen di bidang lingkungan, Petrokimia Gresik berhasil mendapatkan Propernas Emas yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 “Coverage area program TJSL Petrokimia Gresik tidak hanya dibatasi untuk masyarakat sekitar perusahaan, tapi lebih dari itu karena Petrokimia Gresik berkomitmen untuk maju bersama masyarakat dengan semangat Beyond Infinity,” ujar Dwi Satriyo. 

Launching Buku “Beyond Infinity”

Dalam rangkaian HUT,  Petrokimia Gresik juga meluncurkan buku berjudul “Beyond Infinity” yang menceritakan perjalanan 50 tahun Petrokimia Gresik bertransformasi. Buku ini dihadirkan sebagai sarana edukasi bagi Insan Petrokimia Gresik dan masyarakat Indonesia untuk memahami perjalanan industri pupuk di tanah air, khususnya Petrokimia Gresik.

“Perjalanan Petrokimia Gresik tidak bisa dilepaskan dari berdirinya Republik Indonesia, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kemajuan pertanian. Semoga buku ini bermanfaat dan mengisnpirasi,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Pandemi Covid-19, Petrokimia Gresik Bukukan Laba sebesar Rp 1,94 triliun, Kinerja Positif untuk Indonesia  Selengkapnya

Layanan OPD di Pemkab Gresik Kini Dipantau Warga, Bupati Gresik Teken Sukma-e 

GRESIK,1minute.id – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik bakal semakin diawasi masyarakat. Pelayanan harus semakin baik. Sebab, Pemkab Gresik telah menandatangani komitmen dan penerapan replikasi inovasi pelayanan publik Survei Kepuasan Masyarakat Elektronik Jawa Timur (SuKMa-e Jatim) pada Senin, 11 Juli 2022.

Penandatanganan komitmen replikasi dan penerapan inovasi pelayanan publik SuKMa-e tersebut dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ramliyanto disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman di ruang rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Inovasi SuKMa-e Jatim merupakan sebuah Aplikasi guna memudahkan dalam mengukur tingkat kepuasan terhadap pelayanan publik di suatu Pemerintah Daerah. “Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat lebih mudah menyampaikan penilaiannya saran dan kritik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya 

“Semakin canggihnya teknologi di era milenial saat ini menuntut kita untuk mampu mengikuti permintaan masyarakat yang cepat, efektif dan efisien dalam hal pelayanan publik,”tambahnya.

Dengan memanfaatkan penerapan Aplikasi SuKMa-e Jatim ini, seluruh unit pelayanan publik di perangkat daerah se-Kabupaten Gresik dapat dinilai oleh masyarakat secara langsung. “Saran dan masukan dari masyarakat tersebut menjadi bahan evaluasi kita sebagai pemberi pelayanan,”ungkapnya.

“Dengan adanya penerapan Aplikasi SuKMa-e Jati di Pemerintah Kabupaten Gresik merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam rangka upaya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Bupati berharap melalui Aplikasi SuKMa-e Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, efisien dan efektif yang diinginkan masyarakat saat ini. Sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik semakin meningkat seiring meningkatnya nilai atau indeks kepuasan masyarakat,”tuturnya.

SURVEI KEPUASAN: Indeks kepuasan masyarakat dalam survei melalui sukma-e . (FOTO: Skrenshot/1minute.id)

Sebelumnya Biro Organisasi Pemprov Jatim Ramliyanto mengatakan, sebuah aplikasi sederhana namun mempunyai kelebihan dimana aplikasi berbasis IT tersebut mengetahui indeks kepuasan masyarakat sehingga langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan mengikuti kecepatan tuntutan aspirasi masyarakat.

“Aplikasi ini mudah dilakukan, ketika masyarakat dibutuhkan responnya dalam pelayanan publik untuk mengukur nilai kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah daerah secara praktis,”katanya. “Selain praktis dan mudah, hasil yang didapat juga akuntabel dan laporannya bisa real time,”tambahnya.

Bagaimana cara masyarakat memberikan penilaian tingkat kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pengamatan 1minute.id masyarakat harus login terlebih dulu di sukma.jatimprov.go.id. Setelah itu, memilih Kabupaten/kota. Berikutnya, pilih dinas/instalasi. Selanjutnya, pilih UPT/bagian. (yad)

Layanan OPD di Pemkab Gresik Kini Dipantau Warga, Bupati Gresik Teken Sukma-e  Selengkapnya

Disapu Ombak, Tongkang Muatan Tiang Listrik dan Tiang Pancang Tenggelam, 1 Kru Meninggal 

GRESIK,1minute.id – Satu unit tongkang muatan tiang pancang dan tiang listrik beton tenggelam di sekitar 4 mil laut dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Tenggelamnya Tongkang MR 01 mengakibatkan satu orang meninggal. Korban bernama Mahmud, 32, asal Lor Melati RK 27 Belawan, Sumatera Utara. 

Informasi yang dihimpun, pada Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 09.15 WIB tongkang AR 01 mengangkut tiang listrik dan tiang pancang berangkat dari Pelabuhan Gresik. Tongkang ditarik Tag Boat (TB) Baiduri A. 

Kondisi cuaca di perairan Gresik dan Bawean baik. Selama 4 perjalanan atau sekitar pukul 14.37 WIB tiba-tiba cuaca berubah memburuk. Ombak di perairan Pulau Bawean mencapai ketinggian diatas 2 meter. Empasan ombak membuat tongkang AR 01 berguncang keras. Puluhan biji tiang pancang dan tiang listrik yang akan dibawah ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan berjatuhan ke laut. 

Dua anak buah atau kru tongkang yakni Abdul Rahman dan Ririn, kelasi yang terjun bebas ke laut bisa terselematkan. Namun, Mahmud, bernasib sial. Tubuh Mahmud, 32 tahun asal Belawan, Sumatera Utara terjepit kren. Badai ombak yang menewaskan satu kru itu membuat rencana tongkang balik arah. Urung melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Operator TB Baiduri A akhirnya memutuskan sandar di Pulau Bawean serta melakukan evakuasi korban. 

Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono melalui Kanit Gakkum Aiptu Hajar Widagdo dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Korban Mahmud sudah dilakukan visum et Repertum di RSUD Ibnu Sina Gresik. “Keluarga korban membuat surat pernyataan tidak melakukan penuntutan. Karena kejadian akibat musibah ombak,”kata Hajar dikonfirmasi melalui selulernya pada Senin, 11 Juli 2022. (yad)

Disapu Ombak, Tongkang Muatan Tiang Listrik dan Tiang Pancang Tenggelam, 1 Kru Meninggal  Selengkapnya

Umat Muslim Antusias Rayakan Hari Raya Idul Adha, Panitia Gunakan Jasa Jagal Hewan Kurban Ditengah Wabah PMK 

GRESIK,1minute.id – Ribuan umat muslim di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah pada Minggu, 10 Juli 2022. Hari Raya Idul kurban di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski begitu antusiasme masyarakat tetap tinggi. 

Mereka salat berjamaah. Dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik sebanyak seribu lebih jemaah. Di masjid Baitul Islah di Kompleks Perumahan Alam Bukit Raya (ABR) di Kecamatan Kebomas dan Masjid Jamik  Alun-alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim bagai lautan manusia untuk salat Idul Adha.

HEWAN KURBAN: Suasana penyembelihan hewan kurban di halaman Masjid Jamik Alun-alun Gresik pada Minggu, 10 Juli 2022 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Di masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik, imam dan khatib adalah Prof Abd  Rahman Assegaf, Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.  Sementara itu, suasana penyembelihan hewan kurban di tengah wabah penyakit PMK berlangsung lancar.  Sebab, sebagian besar, panitia penyembelih hewan kurban memanfaatkan jasa jagal sapi.  Di masjid Jamik Alun-alun Gresik, misalnya. Ada empat jagal yang ikut melakukan penyembelihan hewan kurban. Sehingga, kebersihan tempat dan tata cara dijamin Halal. (yad)

Umat Muslim Antusias Rayakan Hari Raya Idul Adha, Panitia Gunakan Jasa Jagal Hewan Kurban Ditengah Wabah PMK  Selengkapnya