GRESIK,1minute.id – Curah hujan yang tinggi membuat Kali Lamong meluap pada Sabtu, 13 Maret 2021. Air bah kiriman dari kabupaten tetangga itu merambah jalan raya Benjeng-Balongpanggang. Ketinggian air sekitar 50 centimeter.
Sejumlah pengendara motor terlihat menuntun kendaraan karena mogok. Akibatnya, lalu lintas terganggu. Sejumlah personel dari Koramil dan Polsek Benjeng dikerahkan untuk membantu masyarakat dan pengendara yang terjebak banjir Kali Lamong itu.
Sambil melakukan pengaturan arus lalu lintas, anggota Koramil maupun Polsek Benjeng terlihat membantu mendorong kendaraan yang mogok. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Benjeng AKP Sholeh Lukman Hadi mengatakan, banjir yang terjadi kali ini merupakan dampak dari luapan aliran sungai Kali Lamong dan ini sudah terjadi kesekian kalinya awal 2021 ini.
Pihaknya bersama personel Koramil Benjeng turun ke lokasi banjir untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan kemacetan akibat genangan air. “Semoga keberadaan anggota di sepanjang ruas jalan raya tersebut bisa membantu warga utamanya bagi pengguna jalan yang melintasi area banjir,”kata AKP Sholeh Lukman.
Selain mengantisipasi kemacetan, tambah mantan Kapolsek Panceng itu, penempatan personil juga mengantisipasi timbulnya korban jiwa maupun kerugian harta benda pengguna jalan akibat meluapnya air anak Kali Lamong. (*)
GRESIK,1minute.id – Proyek perbaikan akses jalan ke Mengarai terancam molor. Pasalnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji baru ngeh pejabat pembuat komitmen (PPK) mengalami kesulitan mengupload dokumen lelang. Dokumen lelang itu semestinya mulai di unggah melalui aplikasi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) akhir Februari 2021.
Akan tetapi, sampai Jumat, 12 Maret 2021 belum bisa diunggah. Akibat, PPK kesulitan mengunggah dokumen lelang proyek pavingisasi jalan menuju Pulau Eksotis di Kecamatan Bungah sepanjang 2 kilometer itu pun molor dari perencanaan.
Sebab, DPUTR Gresik rencananya akan mengupload dokumen lelang pada Senin lusa, 15 Maret 2021. Lelang pekerjaan dilakukan karena DPUTR Gresik mengalokasi anggaran perbaikan jalan kabupaten itu sebesar Rp 1 miliar.
Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji mengaku baru mendapatkan laporan dari anak buahnya terkait kerusakan sistem aplikasi itu beberapa hari lalu. Pasca Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak pada Kamis, 11 Maret 2021.
Belum diketahui secara pasti penyebab adanya kebuntuan komunikasi antara kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan para stafnya.
Akan tetapi, Gunawan mengaku siap disemprot Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani karena terlambat memberikan kabar molornya proses lelang perbaikan jalan Mengare itu. “Saya salah, saya tanggungjawab karena tidak lapor ke Bupati. Masalah teknis baru saya tahu kemarin. Padahal ada paketnya,”katanya.
Gunawan mengatakan, proyek perbaikan jalan Mengare, salah satu prioritas program kerja 99 hari Nawa Karsa. “Proses lelang ada kendala akun yang dipakai PPK (pejabat pembuat komitmen) untuk mengupload dokumen. Kami menunggu dijawab pusat menunggu,”kata Gunawan dikonfirmasi pada Jumat, 12 Maret 2021.
Proses lelang butuh waktu sebulan. Bila proses lelang lancar, perbaikan jalan menjadi akses masyarakat di tiga desa yakni Tanjung Widoro, Kramat dan Watuagung, Kecamatan Bungah itu bisa mulai dikerjakan medio April 2021. “Nanti paving dibongkar, lapisan diganti, paving yang rusak diganti dengan mutu dan kualitas sama dan yang diperlukan,”terang Gunawan.
Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sidak Jalan Mengare pada hari libur, Isra Mikroj pada Kamis, 11 Maret 2021. Gus Yani -sapaan-Fandi Akhmad Yani, naik sepeda angin hingga tiga kali melintas di jalan kabupaten itu mulai pukul 05.30.
Gus Yani seakan ikut merasakan susahnya masyarakat ketika melintasi jalan rusak itu. Ia pun merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.
“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.
Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya. Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut.
Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).
Terkait tidak ada alat berat di sepanjang jalan Mengare itu, Gunawan menceritakan kronologinya. Menurutnya, dia sudah melaporkan bahwa ada alat berat untuk membenahi jalan menuju Mengare yang rusak karena paving-paving tidak beraturan.
Menurutnya, pada Jumat pekan lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berencana datang ke Mengare dalam waktu dekat. Dia bersama Pj Sekda Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno meninjau dan mengirim alat berat URC untuk persiapan menguruk sedikit jalan yang rusak. Seperti memberi urukan pasir kepada paving yang rusak.
Saat itu juga, ada kegiatan Bupati bersama Forkopimda untuk ziarah dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Gresik. “Disana ternyata ada permasalahan sampah saat mau ziarah. Terpaksa mesin yang dibawa ke Mengare, kami tarik kembali untuk membersihkan sampah.
Kemudian, akan kembali ke Mengare. Bannya meletus, kemarin sudah mobilisasi kesana. Besok kembali lagi,”kata Gunawan. (*)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menemui Menko Perekomonian Airlangga Hartanto di Jakarta pada Jumat, 12 Maret 2021 (foto : ist)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat. Penetapan Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) menjadi peluang untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Kota Santri langsung direspon cepat dengan menemui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto.
Berdasarkan kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) kawasan berlokasi di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ini di proyeksikan mampu menghadirkan investasi senilai USD 16,9 miliar atau sekitar Rp 237 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh.
“Alhamdulillah, Jumat sore kemarin saya diterima Bapak Airlangga Hartarto. Tujuan saya cuma satu, ingin ekonomi rakyat Gresik segera pulih, salah satunya dengan akselerasi dan optimalisasi JIIPE. Golnya segera buka lapangan kerja seluas mungkin untuk warga,” ujar Gus Yani – sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 13 Maret 2021.
Gus Yani mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Gresik menghadapi sejumlah tantangan ekonomi terkait pengangguran dan kemiskinan. tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Gresik meningkat pada 2020 menjadi 8,21 persen, jauh di atas rata-rata TPT Jatim sebesar 5,84 persen.
“Ketika industri terdampak pandemi baik secara pasar maupun operasional, pasti ada layoff. Maka saya ikhtiar cepat cari solusi untuk pulihkan ekonomi warga,”ujar Gus Yani.
Dengan akselerasi dan optimalisasi KEK JIIPE, Gus Yani ingin banyak lapangan kerja baru tercipta. Berdasarkan kajian, saat beroperasi penuh, serapan tenaga kerja di KEK JIIPE mencapai hampir 200.000 orang.
“Saya minta warga Gresik dilibatkan. Jangan khawatir, SDM Gresik berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kami termasuk tertinggi di Jatim. Saya juga akan menggeber program sertifikasi keahlian gratis untuk anak-anak muda Gresik, sehingga bisa terserap ke kebutuhan industri,” terang bendahara PW GP Ansor Jatim ini.
Adapun dari sisi kemiskinan, pada 2020, angka Gresik mencapai 12,40 persen, di atas rata-rata Jatim sebesar 11,09 persen. “Langkah terpadu kita percepat, termasuk KEK JIIPE ini yang ujungnya harus bisa menurunkan kemiskinan,” tegas Gus Yani.
KEK JIIPE, papar Gus Yani, bakal dipacu pengembangannya untuk industri teknologi, metal, kimia, energi, dan logistik. Berdasarkan hasil kajian, KEK JIIPE diproyeksi mampu mendatangkan investasi sekitar USD 16,9 miliar atau setara Rp 236,6 triliun.
Produksi pelaku usaha di JIIPE akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar USD 10,1 miliar per tahun ketika beroperasi penuh. “Saya juga sudah baca kajiannya dari berbagai sisi, dengan KEK JIIPE nanti devisa negara juga bisa dihemat karena industri di dalamnya menghasilkan produk substitusi impor untuk industri metal dan kimia,”ujarnya.
“Jadi kita kerja keras menjadikan Gresik sebagai andalan penghasil devisa melalui kegiatan ekspor, sekaligus penyelamat devisa melalui substitusi impor. Alhamdulillah, Pak Airlangga sangat mendukung pengembangan ekonomi Gresik ini,”imbuh alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga itu.
TUKS : Salah satu terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) di Gresik. Ekspor produk bisa melalui pelabuhan di Gresik ini ( foto : dokumen chusnul cahyadi/1minute.id)
Tak hanya membahas tentang investasi industri berskala besar yang bakal masuk Gresik, Gus Yani juga menekankan pentingnya tautan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya ingin UMKM dan IKM Gresik masuk dalam rantai pasok industri, baik mendukung dari sisi operasional utama pabrik maupun penunjangnya. Konsep ini akan memperluas nilai tambah KEK JIIPE sehingga manfaatnya untuk rakyat juga kian besar. Pak Airlangga Hartarto ingin konsep kerakyatan perpaduan investasi besar dan UMKM-IKM ini dikembangkan,”ujarnya.
Gus Yani optimistis KEK JIIPE bisa menjadi salah satu instrumen pemulihan ekonomi Gresik. “Growth kita tahun 2019 hanya 4,3 persen. Kena pandemi tambah menurun. Pemulihan ekonomi harus cepat dan tepat kita lakukan,”katanya.
JIIPE sendiri berdiri di atas lahan seluas 3.000 hektar, yang terdiri atas kawasan industri, pelabuhan umum multifungsi, dan hunian kota mandiri. Kawasan yang dikembangkan bersama oleh PT Pelindo III dan PT AKR Corporindo Tbk tersebut memiliki pelabuhan laut terdalam di Jatim dengan kedalaman -16 LWS. Sehingga kapal-kapal besar dengan muatan lebih dari 100.000 DWT bisa sandar di kawasan industri tersebut untuk memudahkan proses distribusi. (*)
GRESIK,1minute.id – Tren jumlah kasus konfirmasi coronavirus disease 2019 (Covid-19) terus menurun. Memasuki hari keempat, Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro jilid-3 hari ini, Jumat, 12 Maret 2021 kasus sembuh lebih tinggi dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah meneken surat edaran (SE) terkait perpanjangan masa PPKM skala Mikro jilid-3. Dalam SE bernomor 800/513/437.73/2021 itu, PPKM skala Mikro mulai 9 – 21 Maret 2021. Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, jumlah aktif kasus Covid-19 selama tiga kali PPKM terus mengalami penurunan signifikan. Jumlah kasus aktif pada PPKM jilid I sebanyak 338 kasus. Kemudian, PPKM Mikro jilid II turun lagi menjadi 312 kasus
“Setelah diterapkan PPKM Mikro I kasus aktif turun drastis menjadi 112, kemudian PPKM Mikro II turun lagi 96,”kata Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani pada Jumat,12 Maret 2021. Selain mengoptimalkan operasi yustisi, Gus Yani melanjutkan pihaknya secara maraton melaksanakan vaksinani tahap dua dengan memprioritaskan pelayan publik seperti ASN, TNI-Polri, Jurnalis, Imam masjid, pedagang pasar, sopir angkutan transportasi dan guru serta tenaga pendidik.
“Kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment. Kita juga sudah menggagas program donor konvalesen dan vaksinasi secara maraton,”tambahnya. Dalam PPKM skala Mikro ini, masih membatasi tempat kerja dengan menerapkan Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), masing-masing sebesar 50 persen. Kegiatan belajar mengajar juga masih berlangsung secara daring atau online.
Pengaturan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mal, toko modern, grosir, toko kelontong sampai dengan pukul 21.00. Ditambahkan Bupati Yani, pihaknya tetap mengimbau protokol kesehatan dilaksanakan seperti menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan mengunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan.
Dinas Kesehatan Gresik harus memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina). “Satuan Polisi Pamong Praja Gresik agar berkoordinasi dengan Polres dan Kodim guna meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya. Dinas pariwisata dan Kebudayaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan sosial budaya,”terangnya.
Sementara itu, berdasar data Satgas Covid-19 Gresik jumlah kasus konfirmasi bertambah 7 kasus pada Jumat, 12 Maret 2021. Sedangkan, kasus sembuh bertambah 8 kasus menjadi 4.810 kasus. Meninggal dunia terakumulasi menjadi 347 kasus .(*)
GRESIK,1minute.id- Tiga menteri kabinet Indonesia Maju melakukan panen raya padi di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat, 12 Maret 2021.
Tiga menteri itu adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri BUMN Erick Thohir. Mereka secara simbolis memamen padi dengan menggunakan mesin panen padi alias traktor dampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Bahkan, Mentan SYL mengoperatori traktor sendiri didampingi Mendag Muhammad Lutfi dan Wabup Gresik Aminantun Habibah. Sedanhkan, Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jatim Khofifah menumpang traktor lainnya.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, luas area lahan pertanian di Gresik mencapain37.941,4 hektar. Sedangkan, luas tegalan 23.763,2 hektar. “Hasil panen rata-rata di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan gabah kering panen 6,6 ton per hektar,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.
Pada kesempatan itu, Bu Min mengeluarkan uneg-uneg terkait alokasi pupuk subsidi bagi petani Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. “Alokasi pupuk subsidi selama ini hanya mencover 37 persen kebutuhan petani,”ujar Bu Min.
Dia berharap Menteri Pertanian SYL menambah alokasi pupuk subsidi mengingat pabrik penghasil pupuk, PT Petrokimia Gresik berlokasi di Gresik. Selain persoalan pupuk bersubsidi, Wakil Bupati yang berpasangan dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyentil harga jeruk nipis yang kian anjlok di pasaran.
PANEN RAYA :Men BUMN Erick Thohir bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa naik trantor untuk panen raya di Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat, 13 Maret 2021. Sedangkan Mentan SYL menjadi operator traktor bersama Mendag Muhammad Lutfi dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Gresik memiliki potensi penghasil jeruk nipis sebanyak 600 ton. Jeruk nipis itu sudah disertikasi sebagai varietas unggul. “Saat ini Pak, harga jeruk nipis sangat murah, yaitu Rp 600 per kilogram. Mohon bantuan solusi dari Pak Menteri untuk hal ini,”kata Bu Min.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, di era modern ini meminta kepada petani untuk menjual gabah secara gelondongan alias tanpa proses. Mengelola pertanian harus dimulai dari hulu. Kemudian, pascapanennya.
“Makin sedikit kerugian atau kehilangan makin bagus, oleh karena itu cara cara terampil dan mekanisasi menjadi pilihan kita untuk hari ini dan esok,”kata Mentan SYL.
Dia menambahkan, proses berikutnya adalah proses kemasan dan mengolahnya. Kemudian sesudah itu marketplace-nya. “Sepanjang ini bisa mampu dikoperasikan dengan baik, maka hasilnya juga pasti akan tinggi,”sambungnya.
Mentan SYL juga mengingatkan untuk mulai memikirkan mengenai persediaan air “Musim ini agak ekstrim, persediaan air harus bisa dipikirkan mulai dari sekarang,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tetap bekerja sambil berolahraga di hari libur Isra Miraj pada Kamis, 11 Maret 2021. Mengayuh sepeda balap, Gus Yani-sapaan akrabnya-Fandi Akhmad Yani, geleng-geleng kepala merasakan jalan rusak di wilayah Mengare, Kecamatan Bungah.
Dia mencari keberadaan alat berat yang disampaikan jajarannya di dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik untuk perbaikan jalan. Mengenakan masker, helm sepeda balap dan jaket berwarna biru membuat banyak orang tidak mengenali inspeksi mendadak yang dilakukan Bupati milenial ini di wilayah Mengare.
Gus Yani sudah melintasi akses masuk ke Mengare bahkan ke tiga desa di Mengare pagi hari sejak pukul 05.30. Gus Yani melihat kondisi jalan rusak itu merasa bersalah. Bupati yang baru dilantik pada 26 Februari 2021 itu pun meminta maaf kepada para pengguna jalan yang melintas.
“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (maaf pak, maaf nggih, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki),”kata Gus Yani kepada warga yang melintas pada Kamis, 11 Maret 2021.
Akses jalan itu satu-satu bagi masyarakat di tiga desa beraktivitas di luar desa itu bertahun-tahun rusak. Belum tersentuh perbaikan. Kalau pun ada perbaikan tambal sulam ala kadarnya.Tiga Desa di Mengare itu, adalah Watuagung, Tanjung Widoro dan Kramat.
Gus Yani tidak menemukan keberadaan alat berat untuk perbaikan jalan tersebut. Saking kesalnya, dia menuntun sepedanya itu, kemudian menata paving yang rusak dengan kondisi bergelombang dan tidak beraturan di tengah jalan. Paving yang mengelupas hanya diuruk dengan pasir dan batu (sirtu).
Gus Yani mendapatkan keluhan kerusakan jalan di Mengare itu dari warga. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik sudah memberi laporan, bahwa ada alat berat untuk pengerjaan perbaikan jalan di Mengare.
Akan tetapi, Gus Yani yang mengeliling jalan itu sejak pukul 05.30 hingga 08.30 tidak menemukan keberadaan alat berat itu. “Ternyata tidak ada pengerjaan pagi hari ini, saya berharap dinas PU (DPUTR,red) harus konsisten mengawal pekerjannya. Beberapa hari yang lalu masih ada alat berat, saya pikir dikerjakan sampai tuntas, pada pagi hari ini ternyata tidak ada,”kata dia dengan nada kecewa.
GATUR JALAN : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatur lalu lintas di sela sidak ruas jalan rusak di kawasan Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik pada Kamis, 11 Maret 2021 (foto : ist)
Infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Gus Yani bersama Wabup Gresik Aminatun Habibah. Jalan rusak menjadi keluhan di masyarakat Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik. Bahkan, tidak hanya di Mengare saja, Gus Yani menyebut masih banyak di wilayah Gresik Selatan seperti di Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo dan lainnya.
Dia berharap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera menindaklanjuti dan konsisten dengan pembangunan di Kabupaten Gresik. “Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak yang ada di Gresik,”kata dia.
Ridholah Amanu, 58, seorang pengguna jalan mengaku sudah lama, akses jalan ini rusak. Pengendara sepeda motor ini bekerja di pelabuhan dan melintasi jalan Mengare menuju Sembayat, Kecamatan Manyar ke tempat kerjanya setiap hari.
“Pernah ada kejadian kecelakaan jatuh gara-gara jalan rusak disini,”terangnya. Annna, warga lainnya setali tiga uang dengan Amanu. Pekerja pabrik di kawasan Manyar itu berharap perbaikan harus tuntas, akses jalan sudah lama rusak.
“Harusnya segera diperbaiki. Kondisi jalannya dari dulu ya rusak begini sampai sepeda motor saya pernah rusak,”ucapnya. Sejatinya, Pemkab Gresik sudah membuka akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak. Mulai dari media sosial, Facebook, Instagram dan WhatsApp.
Warga bisa memberikan pengaduan jalan rusak melalui aplikasi APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di playstore. Kemudian spanduk layanan pengaduan nomor WhatsApp Unit Reaksi Cepat (URC) yang tersebar di Gresik dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji ketika dikonfirmasi 1minute.id mengaku masih rapat. “Maaf, saya masih rapat,”katanya. (*)
GRESIK,1minute.id– Vaksinasi 1.110 guru berjalan lancar. Vaksin Sinovac untuk tenaga pendidik dan guru ini dipusatkan di UPT SMP Negeri 13 Ujungpangkah pada Rabu, 10 Maret 2021.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi memantau langsung vaksinasi untuk guru PAUD, TK, SMP Negeri dan Swasta ini. Akselerasi program vaksin ini sebagai persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik.
Sebelum divaksin, para guru menjalani sekrining kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah dan suhu badan serta riwayat kesehatan.
Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, vaksinasi kali ini menyasar para guru dan tenaga pendidik. Targetnya, ke depan agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan.
“Siang hari ini, ini tadi telah kita launching. Hari ini secara bergantian 1.110 di Kecamatan Ujungpangkah sudah tervaksin semua,”kata Wabup Gresik Aminatun Habibah pada Rabu. 10 Maret 2021.
Guru dan tenaga pendidik, imbuh Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah, menjadi profesi yang rentan terhadap penularan virus corona. Karena itu, guru harus diprioritaskan sehingga saat belajar tatap muka sudah bebas Covid.
“Supaya ketemu anak-anak sudah sehat dan bebas dari Covid. Ini kan guru dan tenaga pendidik harus aman dulu,”tambah dia.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mahin menambahkan jika di Gresik ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik mulai jenjang PAUD, TK, SD maupun SMP negeri maupun swasta seluruhnya akan divaksin.
Mahin menyatakan, pihaknya menargetkan pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada Juli 2021. Untuk tahap pertama akan dilakukan simulasi di sejumlah sekolah.
“Kita pastikan sebelum adanya belajar tatap muka dimulai sudah divaksin semua. Nanti secara bergiliran, akan dilakukan secara bertahap. Total seluruh guru ada 45 ribu guru dan tenaga pendidik,” tambahnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Gerbang selamat datang di Wisata Religi Sunan Maulana Malik Ibrahim terlihat begitu megah. Jalan Malik Ibrahim juga terlihat mulus. Lampu penerangan jalan tertata rapi di kanan dan kiri jalan yang terdapat makam penyebar agama Islam di Indonesia, Syeh Maulana Malik Ibrahim itu.
Di jalan legendaris itu, juga tidak terlihat kabel telepon, listrik semrawut diatas langit di dekat kawasan makam Waliyullah itu. Sebuah konsep kota modern.
Konsep itu tertuang dalam Rencana Aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau. Dalam video berdurasi 3 menit, 7 detik itu, yang didapat 1minute.id konsep revitalisasi tujuh jalan legendaris di Gresik Kota Lama (GKL) itu di konsep sejak 2019.
Tujuh ruas jalan itu, Jalan Basuki Rahmat, AKS Tubun, Setiabudi, Malik Ibrahim, Agus Salim, Kramatlangon dan Jalan KH Zubair.
Bagaimana kondisi kawasan Jalan Malik Ibrahim itu. Dalam pengamatan 1minute.id kondisi jalan sudah beraspal. Akan tetapi, gorong-gorong atawa drainase yang kecil mengakibatkan area Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim kerap kebanjiran.
Padahal, sebelum pagebluk coronavirus disease 2019, jumlah wisatawan yang berkunjung Syeh Maulana Malik Ibrahim itu lebih 1 jutaan per tahun. Para wisatawan religi berasal dari berbagai penjuru nusantara.
BUPATI Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Habib Luthfi ketika berziarah ke Makam Syeh Maulana Malik Ibrahim pada Sabtu, 27 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Jutaan wisatawan yang berziarah seharusnya Jalan Malik Ibrahim dan sekitarnya bisa bagai sebuah etalase bagi Gresik Kota Santri-sebutan lain-Pemkab Gresik. Harus menarik. Enak di pandang mata. Sehingga wisatawan religi nyaman.
Harapannya, tentu mereka pun bisa betah berlama-lama di sekitar wisata religi itu. Ekonomi masyarakat sekitar terdongkrak. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, telah menyanggupi untuk membantu perbaikan saluran air di kawasan Malik Ibrahim itu.
“Saya meminta ada pengajuan rehabilitasi makam. Sebab, saat hujan deras air masuk ke area makam,”ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani ketika mengawali rangkaian peringatan HUT ke-47 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik pada Senin, 8 Maret 2021.
Gus Yani juga meminta kepada pengelolah supaya di area makam juga dibuatkan selokan air. Hal ini agar air yang masuk ke makam bisa teresap keluar.
Terkait dengan rehabilitasi ini, salah satu pengelola Makam Syeh Maulana Ibrahim Gresik, Taufiq Harris mengatakan, mengenai rehabilitasi harus ada kordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto.
“Sesuai UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Rehabilitasi makam diatur di undang-undang tersebut. Sebab, ada beberapa zona yang masuk cagar budaya. Di antaranya zona inti, pendukung, dan pengembang,”katanya.
Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Gresik Achmad Washil Miftachul Rochman mengatakan, selama ini, tujuh ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL) utilitasnya kurang memenuhi syarat. Dia mencontohkan saluran drainase kecil.
RUAS Jalan Malik Ibrahim dalam video Rencana Aksi Kota Pusaka dan Hijau ( Foto : tangkapan layar/1minute.id)
“Ketika hujan, kawasan itu sering kebanjiran,”ujar Washil ditemui disela memantau tanah longsor di kawasan Bukit Cempo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Kamis pekan lalu.
Nah, rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau, DPKP, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) dan organisasi perangkat lainnya berkalaborasi. “Rencana aksi ini dibiayai oleh pemerintah pusat,”kata Washil. Bila rencana aksi Kota Pusaka dan Kota Hijau terealisasi akan mengubah wajah GKL semakin elok. Gresik Baru dalam gagasan Nawa Karsa segera terwujud. (*)
GRESIK,1minute.id – M.Rizal Umam terlihat serius mengerjakan soal di sebuah warung kopi (warkop) di Kawasan Sunan Giri. Siswa kelas VIII Madrasah Ibtidaiyah (MI) 272 Ahsani di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu mengerjakan tema 8.
Rizal mengerjakan soal dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). “Soal UTS (ujian tengah semester),”ujar Rizal. Sejak naik kelas VI, Rizal belum pernah bertemu dengan temannya. Pagebluk coronavirus disease pembelajaran dilakukan secara daring. “Kapan bisa masuk sekolah,”kata Rizal.
Rizal sebuah fonomena gunung es yang diduga merasa jenuh belajar di rumah. Sudah setahun, pembelajaran tatap muka ditiadakan karena pandemi covid belum berakhir.
Kini, tren penularan virus corona menurun. Vaksin Covid-19 sudah disuntikkan kepada ribuan orang di Kota Gresik. Pemkab Gresik rencananya akan melakukan vaksinasi 1.000 tenaga pendidik pada Rabu besok, 10 Maret 2021.
Vaksinasi dipusatkan di Kecamatan Ujungpangkah, Gresik rencananya akan dihadiri forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.
UTS : M Rizal Umam mengerjakan UTS di warkop Kompleks Sunan Giri pada Senin, 8 Maret 2021 ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id )
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap Covid-19 segera berakhir. “Sehingga bisa kembali beraktivitas lagi,”ujar Gus Yani di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Maret 2021.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik Mahin mengatakan, vaksin Sinovac akan disuntikkan kepada 1.000 guru, mulai PAUD, TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta.
Setelah vaksinasi, tambahnya, pihaknya akan mengusulkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan protokol kesehatan. “Tentu saja, PTM nanti berdasarkan zona yang sesuai dengan peraturan bupati (perbup),”kata Mahin dikonfirmasi 1minute.id melalui telepon genggamnya pada Selaasa, 9 Maret 2021.
Namun, Mahin belum bisa memastikan kapan rencana PTM dimulai. “Kami harap pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidikan ini berjalan lancar, sehingga PTM bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (*)
GRESIK,1minute.id – Onomastika musik merilis album anyar di channel youtube pada Selasa, 9 Maret 2021. Album berjudul Damar Kurung itu sengaja dirilis bertepatan Hari Musik Nasional dan kado untuk pemerintah kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Gresik yang sedang merayakan Hari Jadi ke-534 Kota Gresik dan HUT ke-47 Pemkab Gresik.
Kelompok musikalisasi musik asal Gresik ini berkalaborasi dengan komunitas film pendek, Gresik Movie untuk membuat video lirik di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.
Menurut Bambang Setiawan, mengalihwahanakan lukisan menjadi lagu pengalaman kali pertama bagi Onomastika Musik sejak 3 tahun berkarya. “Damar Kurung menjadi lagu pertama yang sajaknya ditulis sendiri menggunakan Bahasa Jawa,”kata gitaris Onommastika dalam siaran pers diterima 1minute.id pada Selasa, 9 Maret 2021.
Onomastika mengadaptasi gagasan lukisan Damarkurung karya maestronya, almarhumah Masmundari, yang berhasil mengilustrasi sisi kehidupan masyarakat Gresik dalam lukisan dua dimensi.
Kelompok musikalisasi musik, Onomastika Musik asal Gresik membuat video klip diatas perahu di Bale Keling, Kelurahan Lumpur, Gresik ( foto : dok Onomastika for 1minute.id)
Lukisan itu menceritakan aktivitas sore hari masyarakat Gresik yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan buruh pabrik. Kegiatan anak-anak mengaji. Ada juga, budaya padusan menjelang bulan Suci, Ramadan.
Untuk ketahui, pada 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan ikon budaya masyarakat Gresik, Damar Kurung, sebagai Warisan Budaya tak benda. Hal menjadikan keberadaannya perlu dilestarikan dan dikembangkan, salah satunya melalui musik.
Para personil Onomastika merasa perlu untuk membuat lagu ini dan menjulukinya sebagai lagu daerah. Sebab hingga saat ini, belum banyak terdengar lagu daerah yang benar-benar dimiliki dan dibuat oleh orang Gresik. Memilih untuk menggunakan lirik berbahasa Gresik-an dan aransemen yang berbeda dari lagu-lagu Onomastika sebelumnya.
“Nyatanya tidak membuat Onomastika kehilangan karakternya. Setiap karya punya tujuan masing-masing, aransemen lagu ini dipilih sesuai kebutuhan,”kata Bambang.
Sesuai semangat yang diusung Onomastika, tugas kita adalah memberi suara pada kota yang mulai kehilangan Irama. Melalui lagu Damar Kurung ini, para personilnya seolah mengajak seluruh masyarakat Gresik untuk bersama mengisi kekosongan, menyeimbangkan yang timpang, berkembang, berkarya dan berdaya bersama.
“Semoga lagu Damar kurung ini menyebar dan memberi manfaat bagi kita semua. Dan tentu saja, semoga menjadi kebanggaan bagi warga Gresik,”pungkas Bambang. (*)