Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat

 
GRESIK 1minute.id – Puluhan tenaga kesehatan dan forkopimda menjalani vaksinasi tahap kedua pada Selasa, 2 Februari 2021. Vaknasasi untuk mereka ini kali pertama disuntikkan pada 19 Januari 2021. 

Forkopimda yang mendapat vaksinasi kali kedua adalah Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Vaksinasi dipusatkan di Puskesmas Alun-alun di Jalan Pahlawan, Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengaku vaksin Covid-19 buatan Sinovac ini aman dan halal. Vaksinasi ini, ikhtiar pemerintah Indonesia segera terbebas dari wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

“Saya tegaskan vaksin Sinovac ini aman dan halal serta tidak berefek buruk bagi kesehatan penggunanya,” tegas alumnus Akpol 2001 ini. Perwira dua melati di pundak itu meminta kepada seluruh masyarakat Gresik untuk turut membantu ikhtiar pemerintah ini agar berjalan lancar.

“Harapan kedepan tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat Gresik terhadap penggunaan vaksin Sinovac,”tambah mantan Kapolres Ponorogo tersebut.

Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Taufik Ismail mengaku tidak ada rasa sakit waktu divaksin. “Bahkan saya bisa langsung melakukan aktivitas olahraga seperti biasa. Tidak ada efek buruk bagi kesehatan,”tegas Taufik Ismail.

Seperti diberitakan, pemkab Gresik akan menggeber vaksinasi untuk masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali dihadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan menambah 100 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Saat ini, 56 fasyankes. 

Selain fasyankes, juga akan menambah 500 hingga 1000 vaksinator. Penambahan fasyankes dan vaksinator ini inisiasi dari Gubernur Jatim Khofifah untuk masyarakat dengan harapan mempercepat pemulihan ekonomi. (*)

Vaksinasi Kedua, Selanjutnya Vaksin Covid-19 untuk Masyarakat Selengkapnya

Ops Yustisi Dulu, Bagi 1.500 Masker Kemudian


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Futrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memimpin bagi-bagi masker pada Selasa,2 Februari 2021.Dua pucuk pimpinan di dua institusi dari TNI dan Polri di Kota Santri itu membagikan ribuan masker kepada pengendara kendaraan di simpang empat Sentolang, Kecamatan Kebomas. 

Pembagian masker itu, upaya petugas mendisiplinkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Dan, membudayakan masyarakat memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19 sebagai gaya hidup.
Sebelum pembagian ribuan masker petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi penegakan prokes.

Operasi yustisi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jilid II.
Operasi yustisi menyasar sejumlah warung kopi, kafe, rumah makan dan pasar tradisional. Petugas menyisir sasaran tersebut untuk memastikan masyarakat mematuhi 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan kegiatan yang dilakukan petugas gabungan itu menindaklanjuti edaran Mendagri 1/2021 dan Keputusan Gubernur Jatim 7/2021 terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “PPKM hingga 8 Februari mendatang,” ujar alumnus Akpol 2001 itu.

Perwira dua melati di pundak itu mengimbau agar pelaku usaha selalu memperhatikan dan mematuhi ketentuan selama PPKM. Salah satunya memperhatikan kapasitas pengunjung. Juga, para pengunjung. Sebab dengan patuh protokol kesehatan, risiko tertular covid-19 akan semakin kecil. Sehingga penyebaran Covid-19 dapat semakin ditekan.

“Kami juga bagikan sebanyak 1.500 masker gratis. Masker tersebut kami berikan kepada para pengguna jalan, ojol, pedagang dan masyarakat pada umumnya,”ujar mantan Kapolres Ponorogo itu.
Dengan pemberian masker gratis itu, Arief berharap kepatuhan masyarakat semakin meningkat. Tidak ada lagi masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker.

Sementara itu,  perkembangan data Covid-19 Gresik jumlah kasus terkonfirmasi bertambah 15 kasus terakumulasi 4.829 kasus pada 2 Februari 2021. Sedangkan kasus sembuh bertambah 16 menjadi 4.189 kasus. Jumlah meninggal disebabkan wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu bertambah satu menjadi 321 kasus. (*)

Ops Yustisi Dulu, Bagi 1.500 Masker Kemudian Selengkapnya

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Gresik Tambah Seratus Fasyankes dan Seribu Vaksinator

 GRESIK,1minute.id – Percepatan pemberian vaksin coronavirus disease 2019 dipercepat. Caranya, menambah jumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan vaksinator.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat persiapan percepatan pemberian vaksin Sinovac untuk masyarakat itu.  Ada dua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang dikunjungi Gubernur Khofifah yakni RS Semen Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Gubernur Khofifah didampingi Wabup Gresik Moh Qosim, Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarnodan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.   Sekitar pukul 13.00 tiba di Puskesmas Alun-alun Gresik. Puskesmas berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik ini akan menjadi tempat penyimpanan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu.

Ruang penyimpanan (cold storage) atau cold room, vaccine rafrigerator luasnya 3×4 meter persegi. 
“Cold storege ukuran 3×4 meter persegi sangat besar,”ujar Gubernur Khofifah yang baru sembuh dari corona itu.  Gubernur Khofifah mengatakan, presiden Joko Widodo menghendaki percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat kelar kurun waktu 12 bulan. “Awalnya direncanakan 15 bulan,”kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini. 

Pemprov Jatim kemudian menginiasiasi percepatan vaksinasi itu dengan cara menambah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyanked) dan vaksinator. Untuk Gresik, katanya, jumlah faskes 56 unit akan menaikkan dua kali lipat. “Gresik akan menambah fasyankes hingga 100 tempat,”ujarnya. “Vaksinator akan diantara 500 sampai 1.000 vaksinator,”imbuhnya. 

Dengan menambah jumlah fasyankes dan vaksinator bisa menjadi role model percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat. “Keberadaan Gresik, Surabaya dan Sidoarjo, tiga daerah mendapatkan vaksin ini menjadi penting untuk menjadi referensi kabupaten atau kota lainnya,”tegasnya. 

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menyatakan, penambahan fasyankes di. mulai awal Februari 2021. SK penambahan100  fasyankes telah diteken,”ujar Ghozali.  Sedangkan, untuk penambahan vaksinator sudah ditambah 30 pada 28 Januari 2021. “Akan kita tingkatkan terus hingga 1000 vaksinator,”tegasnya. (*)

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Gresik Tambah Seratus Fasyankes dan Seribu Vaksinator Selengkapnya

Pj Sekda dan OPD Sowan ke Rumah Bupati Baru, Gus Yani Singgung Pelayanan PDAM

GRESIK,1minute.id – Dua pekan menjelang pelantikan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno sowan ke rumah bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani di Dusun Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jumat 29 Januari 2021. 

Sekda Abimanyu mengajak semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan pejabat badan usaha milik daerah (BUMD) Gresik. Mereka disambut Bupati dan Wabup terpilih Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah.

Pertemuan terasa gayeng. Pada kesempatan itu, Gus Yani dan Bu Min mengajak semua kepala OPD guyup untuk mewujudkan Gresik Baru. “Saya minta semua guyub untuk mewujudkan Gresik Baru. Membangun Gresik bersama-sama,”kata Gus Yani. 

Gus Yani meminta bantuan semua Kepala OPD, untuk wujudkan Gresik Baru sesuai dengan Nawa Karsa. Alumnus sarjana Ekonomi Airlangga Surabaya itu memastikan tak ada istilah buku inting-inting. “Saya tak ada istilah buku inting-inting,”tegasnya.

Gus Yani berharap, adanya kolaborasi dalam membangun Kabupaten Gresik. Berkolaborasi untuk mengisi pekerjaan-pekerjaan yang ada. Diantaranya, persoalanan banjir, layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), kemiskinan, pendidikan, pengangguran, kesehatan dan program lain. 

Selain persoalan banjir Kali Lamong. Gus Yani juga menegaskan komitmen untuk perbaikan pelayanan. Diantaranya, pelayanan di PDAM Giri Tirta. Sebab, Gus Yani sering menerima keluhan dari pelanggan air PDAM itu. 

Selama ini, manajemen badan usaha milik daerah dipimpin oleh Siti Aminatus Zuriyah itu berorientasi keuntungan, bukan sosial memberikan pelayanan masyarakat. “Setelah dilantik, langsung gaspol, seperti PDAM banyak masyarakat yang menjerit, minta layanan PDAM belum dapat, harus dituntaskan,”tegasnya. 

“Setelah dilantik, langsung gaspol, seperti PDAM banyak masyarakat yang menjerit, minta layanan PDAM belum dapat, harus dituntaskan”

Fandi Akhmad Yani, Bupati Gresik terpilih

Gus Yani menegaskan lagi masyarakat butuh pelayanan cepat. Dengan perkembangan teknologi, maka pelayanan serba digital. “Teknologi dimasukkan ke birokrasi. Pelayanan dengan masyarakat harus cepat, “katanya.

Gus Yani, saat ini yang penting dalam membangun Gresik adalah mengurai masalah. “Bukan persoalan ini (pejabat) diletakkan disini, diletakkan  disana. Tapi, menuntaskan masalah yang ada,”katanya. 

Gus Yani mengaku, DPRD Gresik menyambut baik dengan visi-misinya bersama Bu Min, di Nawa Karsa.  Mudah-mudahan bisa dituntaskan. Gus Yani juga menyinggung tentang ivaksin Covid-19. “Sudah 5000 orang divaksin berdasarkan data Dinas Kesehatan. Semoga ekonomi Gresik kembali bisa pulih, tumbuh,”pungkasnya. 

Sementara Bu Min berharap, apa saja program yang bisa dikerjakan untuk dikerjakan harus dikerjakan. “Bukan apa yang dapat,”katanya. Saat ini, kata Bu Min, angka pengangguran masih tinggi. Sehingga,  yang belum bekerja akhirnya bisa kerja. “Makanya, butuh data yang baik sesuai dengan kondisi riil. Data sesuai kondisi yang ada di desa,”katanya.

Gus Yani  dan Bu Min yakin ASN akan membantu. “Semua dengan tujuan menjadikan Gresik menjadi salah satu Kabupaten terbaik di Jatim,”katanya. 
Sebelumnya, Pj. Sekda Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dalam sambutannnya menyatakan, tujuan kedatangannya bersama para Kepala OPD, dan pimpinan BUMN untuk silaturahim. “Kami mengucapkan selamat kepada Gus Yani dan Bu Min,” katanya.

Abimanyu juga mengucapkan, salam takdim Bupati dan Wabup Sambari Halim Radianto dan Moh. Qosim. “Pak Bupati masih sakit di RS Adi Husada Surabaya. Semoga lekas sembuh,”harapnya.

Abimanyu kemudian mengenalkan satu per satu Kepala OPD yang ikut silaturahmi, termasuk pimpinan BUMN. ” Saya minta semua taat. Semua guyub membantu Bupati dan Wabup terpilih (Gus Yani dan Bu Min) untuk membantu program-program yang tertuang dalam Nawa Karsa,”pesannya. (*)

Pj Sekda dan OPD Sowan ke Rumah Bupati Baru, Gus Yani Singgung Pelayanan PDAM Selengkapnya

Edukasi Pedagang dan Pengunjung Pasar, Jumlah Kasus Sembuh


GRESIK,1minute.id – Pasar menjadi tempat berkumpul manusia. Potensi terjadinya paparan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19). Disiplin mematuhi protokol kesehatan adalah vaksin. Pada Jumat, 29 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kecamatan Dukun menjadikan Pasar Kliwon di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Gresik menjadi target edukasi mendisplinkan masyarakat mematuhi prokes. 

Petugas gabungan dari Polsek dan Koramil setempat mendatangi pasar rakyat itu. Selain mengedukasi pedagang dan pengunjung pasar juga membagikan masker kepada masyarakat.  

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, melalui Kapolsek Dukun AKP Mutlakin mengatakan, upaya pendisiplinan dilakukan dengan menghimbau masyarakat, para pengunjung serta pedagang di pasar, agar selalu disiplin menerapkan prokes untuk memutus penyebaran clCovid-19.

“Warga kami himbau selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau hand sanitizer,  sebelum dan sesudah beraktivitas,”ujar Mutlakin. 
Selain itu menggunakan masker dan menjaga jarak (physical distancing dan sosial distancing ). “Prokes itu tetap berlaku dan harus dipatuhi,”tegas Mutlakin.

Masa PPKM Jilid II ini  petugas gabungan semakin masif melakukan  operasi yustisi.
Sementara itu, memasuki hari keempat masa PPKM Jilid II, selama dua hari belakangan ini, jumlah kasus sembuh lebih banyak dari jumlah pasien konfirmasi Covid-19. 

Berdasarkan data Satgas Covid-19, pasien konfirmasi bertambah 19 kasus terakumulasi menjadi 4.766 kasus, pada Jumat, 29 Januari 2021. Sedangkan, sembuh 20 orang terakumulasi 4.123 kasus.

Sementara, meninggal dunia bertambah dua orang menjadi 317 kasus. Sedangkan, kasus konfirmasi menjalani isolasi mandiri dan dirawat berjumlah 326 kasus. (*)

Edukasi Pedagang dan Pengunjung Pasar, Jumlah Kasus Sembuh Selengkapnya

Pandemi, Pelantikan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wabup Gresik di Kantor Gubernur Jatim

GRESIK,1minute.id – Rapat koordinasi sekretaris dewan di Gedung Grahadi Surabaya menyempati pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilbup serentak pada Rabu, 17 Februari 2021.

Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qodir mengatakan plantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah digelar Gedung Grahadi Surabaya. Pelantikan Bupati dan Wabup terpilih dalam Pilbup 2020 bersamaan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto-Moh Qosim. 

“Masa pandemi pelantikan tidak dilakukan di gedung DPRD Gresik,”kata Abdul Qodir  Rabu 27 Januari 2021. Abdul Qodir didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Gresik dengan Acara Pengumuman Pemberhentian Bupati/Wakil Bupati masa jabatan 2016-2021 dan Pengumuman Pengangkatan /Pengesahan Bupati Wakil Bupati Terpilih periode 2020 di Gedung DPRD Gresik, Rabu 27 Januari 2021.

Pelantikan pasangan calon yang diusung oleh enama partai yakni PDI-P, PPP, NasDem, Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN itu  bersama 16 kabupaten/kota di Jatim lainnya. “Saya ucapkan selamat,””ujar politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gresik itu.

Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Ridwan menambahkan Pilbup serentak diikuti 19 kabupaten/kota di Jawa Timur. “Tiga kabupaten/kota masih sengketa Pilkada jadi pelantikan hanya diikuti 16 kabupaten/kota saja,”ujar politisi PDI-P ini.  Pelantikan Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-panggilan-Aminatun Habibah ini rencananya akan dihadiri pimpinan DPRD Gresik. “Saya akan hadir dalam pelantikan (Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah),”tegas Mujib.  (*)

Pandemi, Pelantikan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wabup Gresik di Kantor Gubernur Jatim Selengkapnya

DPRD Mengumumkan Pemberhentian Sambari – Qosim serta Menetapkan NIAT sebagai Bupati dan Wabup Gresik


GRESIK, 1minute.id – DPRD Gresik memutuskan memberhentikan Bupati – Wakil Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto – Moh Qosim, Rabu 17 Februari 2021 nanti.  Legislator berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu juga mengumumkan pengangkatan atau mengesahkan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik terpilih sebagai penggantinya. 

Pengumuman pemberhentian Bupati/Wakil Bupati masa jabatan 2016-2021 dan Pengumuman Pengangkatan /Pengesahan Bupati Wakil Bupati Terpilih periode 2020 melalui rapat paripurna virtual di Gedung DPRD Gresik, Rabu 27 Januari 2021.

Rapat paripurna virtual dipimpin Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qodir itu dihadiri 40 dari 50 anggota DPRD.  Dalam rapat paripurna virtual itu mengundang Bupati-Wakil Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto-Moh Qosim dan Bupati dan Wabup Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.  Mereka mengikuti sidang di tempatnya masing-masing. 

Ketua DPRD Gresik Moh Abdul Qodir mengatakan sesuai dengan sumpah yang telah diucapkan masa bupati dan  wakil bupati periode 2016-2021 akan berakhir 17 Februari 2021.  Selain mengumumkan pemberhentian Bupati Sambari dan Wakilnya, Moh Qosim, rapat paripurna itu mengumumkan, mengesahkan dan menetapkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pemilu 2020.  “Penetapan dan pengesahan akan dikirim kepada Mendagri melalui Gubernur Jatim,”kata Abdul Qodir. 

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim mewakili Bupati Gresik Sambari Halim Radianto menyatakan permohonan maaf Bupati Gresik Sambari dalam rapat paripurna virtual itu.  Wabup Qosim mengatakan Bupati Sambari masih proses penyembuhan setelah terpapar virus corona.  Wabup Moh Qosim meminta kepada seluruh masyarakat Gresik untuk mendoakan kesembuhan Bupati Sambari. “Sehingga pak Bupati Sambari bisa melakukan aktivitas lagi,”kata Qosim. 

Wabup Qosim mengatakan masa kepemimpinan Bupati Sambari – Wakil Bupati Gresik Qosim akan berakhir 17 Februari 2021. Bupati Sambari mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik yang turut serta mewujudkan kabupaten lebih baik dan maju segala bidang. “Dengan harapan peran dan konstribusi terus dilanjutkan untuk mendukung program pembangunan periode bupati dan wakil bupati berikutnya,”ujar Wabup Qosim. (*)

DPRD Mengumumkan Pemberhentian Sambari – Qosim serta Menetapkan NIAT sebagai Bupati dan Wabup Gresik Selengkapnya

Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah akan Putuskan Hari ini

GRESIK, 1minute.id – Sekretaris dewan (sekwan) dan komisioner KPU di 18 kabupaten/kota berkumpul di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa 26 Januari 2021. 

Sekwan dan komisioner KPU itu datang untuk menghadiri undangan rapat koordinasi usulan pemberhentian dan pengesahan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dari hasil pilbup serentak 9 Desember 2020 lalu. 

Diantara, 18 kabupaten/kota di Jatim itu adalah Sekwan dan komisioner KPU Gresik. Rakor direncanakan selama dua hari, Selasa hari ini dan Rabu besok.   

“Iya saya diundang, KPU juga diundang. Acaranya nanti sore,”kata Sekretaris Dewan (Sekwan) Gresik Darmawan dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Selasa, 26 Januari 2021. 

Informasi yang dihimpun rakor itu untuk membahas usulan pemberhentian dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur. 

Untuk diketahui, KPU Gresik  menetapkan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pilbup 9 Desember 2020 lalu. 

Penetapan Gus Yani dan Bu Min dilakukan KPU Gresik, Jumat, 22 Januari 2021. Setelah penetapan KPU, kemudian DPRD Gresik mengesahkannya, Senin, 25 Januari 2021. 

Disisi lain, masa bakti Bupati dan Wabup Gresik, Sambari Halim Radianto-Moh Qosim akan berakhir 17 Februari 2021. Sebagai kalangan menghendaki, pelantikan bupati dan wabup terpilih bersamaan berakhirnya masa bakti bupati dan wabup Gresik. 

Sehingga, tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Rakor di Gedung Negara Grahadi Surabaya itu, diperkirakan akan memutuskan jadwal penghentian dan pelantikan Bupati dan Wabup Gresik. “Besok (Rabu, Red) mungkin sudah ada jadwal dari Provinsi,”ujar Darmawan. 

Terpisah, Ketua KPU Gresik Akhmad Roni membenarkan pihaknya ikut diundang dalam rakor di Gedung Negara Grahadi Surabaya itu. Roni memprediksi rakor itu untuk menyamakan persepsi terkait prosedur persiapan usul pemberhentian dan pengesahan, pengangkatan bupati dan wabup. 

“(tugas) KPU sudah selesai dengan pengusulan pengesahan kemarin. Pelantikan (Bupati dan Wakil Bupati) sudah menjadi ranah Pemprov,”ujar Roni dikonfirmasi, Selasa 26 Januari 2021.

Wakil Bupati Gresik Moh Qosim membenarkan masa kepemimpinan Sambari Halim Radianto-Moh Qosim akan berakhir 17 Februari 2021.” Iya benar,  saya dan Pak Sambari purna tugas 17 Februari 2021. Sekarang saya sudah siapkan ruangan untuk bu Min (Aminatun Habibah, wabup terpilih),”ujar Qosim usai mengikuti  penetapan Bupati dan Wabup terpilih Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah di salah satu hotel, Jumat, 22 Januari 2021. (*)

Jadwal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah akan Putuskan Hari ini Selengkapnya

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir hari ini, Senin 25 Januari 2021. Besok, Selasa 26 Januari memasuki PPKM jilid II.  Aparat gabungan akan semakin tegas memberikan sanksi kepada warga yang mokong mematuhi protokol kesehatan (Prokes). 

Kepala Sat Pol PP Gresik Abu Hasan menyatakan, selama 14 hari masa PPKM pertama, mulai 11 sampai 25 Januari 2021, ribuan warga terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Sebagai besar melanggar tidak memakai masker dan berkerumun. 

Selain itu, ada juga tempat usaha yang melanggar jam malam. “Untuk tempat usaha yang mendapatkan teguran di PPKM pertama kembali melanggar akan kami cabut izinnya,”tegas Abu Hasan, Senin malam. 25 Januari 2021.

Ia menambahkan,tindakan tegas diberitakan tetap mengacu peraturan bupati (Perbup) 22/2020. Pada masa PPKM pertama aparat gabungan masih belum memberikan sanksi pencabutan izin tempat usaha yang melanggar masa PPKM.  “105 pemilik usaha kami berikan teguran,”ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini. 

Pada PPKM kedua, tambah Abu Hasan, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan Dinkes akan lebih intensif melakukan operasi yustisi. “Gaspol dan tetap injak rem agar ekonomi tetap jalan di tengah pandemi,”katanya.

Data didapat 1minute.id dari aparat penegak peraturan daerah-sebutan lain- Polisi Pamong Praja, periode 11 Januari hingga 25 Januari 2021, petugas gabungan telah memberikan sanksi kepada 1.572 orang yang melanggar protokol kesehatan. 

Rinciannya, Sanksi sosial  126  kali ; Denda (127 kali) ; Teguran (1.214 kali) dan sanksi teguran pada pemilik usaha (105 kali). (*)

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi Selengkapnya

Masa PPKM Diperpanjang sampai 8 Februari, Operasi Penegakan Prokes semakin Masif


GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). PPKM jilid II berlaku mulai 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

PPKM pertama berakhir Senin, 25 Januari 2021. Masa PPKM jilid II, pemerintah akan semakin intensif melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes).

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Poncoatmojo Iswinarno membenarkan bahwa Gresik memperpanjang masa PPKM. Menindaklanjuti hasil kajian dan telaah dari pemerintah pusat, PPKM Jawa-Bali diperpanjang hingga 8 Februari 2021. Kabupaten Gresik, masuk dalam Surabaya Raya bersama Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

“Iya, diperpanjang, sampai 8 Februari,”kata Abimanyu, Minggu 24 Januari 2021.  Pada PPKM jilid II ini, sejumlah aturan masih sama.  Jam operasional seperti kafe,warung kopi (warkop) dibatasi hingga pukul 20.00. Perusahaan wajib menerapkan kerja dari rumah (work from home) terhadap 75 persen karyawan. Kemudian, kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan secara daring.

Restoran hanya diperbolehkan makan di tempat (dine in) dengan batas maksimal kapasitas 25 persen. Sistem pemesanan makanan untuk dibawa pulang (take away) masih diperbolehkan. Aturan terkait kegiatan di tempat ibadah juga tidak berubah, yakni pembatasan kapasitas sebesar 50 persen.

Fasilitas umum ditutup dan transportasi juga diatur. “Aturan masih sama saja,”katanya.  Masa perpanjangan PPKM, tambahnya, operasi yustisi akan semakin diintensifkan agar masyarakat semakin disiplin menerapkan prokes. 

Sementara itu, Sabtu malam, 23 Januari 2021 petugas gabungan, TNI, Polri, Pol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik menggelar operasi yustisi. Operasi penegakan prokes di kecamatan Kebomas itu  menjaring 132 pelanggar.  Ratusan pelanggar yang mokong itu tidak memakai masker , berkeliaran jam malam dan berkerumun di warung kopi (warkop). 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan para pelanggar ada yang di sanksi tindak pidana ringan (Tipiring), teguran lisan dan hukuman fisik push up sebanyak 20 orang.

“Ada 15 pelanggar yang menjalani rapid test antigen. Satu orang dinyatakan reaktif,”terang alumnus Akpol 2001 itu.  Pelanggar hasilnya reaktif itu  diserahkan ke pihak keluarga dan desa.

Selanjutnya diminta untuk isolasi mandiri dan melakukan tes usap untuk mengetahui apakah terpapar Covid-19 atau tidak. Perwira dua melati di pundak itu  menegaskan, operasi yustisi prokes akan terus digencarkan di seluruh Polsek jajaran selama penerapan PPKM.

Hal ini sesuai dengan Inpres 6/2020, Pergub Jatim 2/2020 dan Perbup Gresik 22/2020 serta Intruksi Kemendagri 1/2020 sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran wabah asal Wuhan, Tiongkok itu.  Kapolres Arief mengingatkan kembali  untuk menerapkan protokol kesehatan dengan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. (*)

Masa PPKM Diperpanjang sampai 8 Februari, Operasi Penegakan Prokes semakin Masif Selengkapnya