Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani terus blusukan ke desa-desa. Menyerap aspirasi pagi hari disela Ngowes Berdesa. Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi Bupati yang bakal dilantik 17 Februari 2021 itu.

Bupati kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun ini ngowes dari Desa Sumari menuju Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan pada Sabtu, 13 Februari 2021.
Gus Yani-begitu sapaan-Fandi Akhmad Yani menyusuri jalan poros desa.

Kondisi jalan rusak, berlubang dan tergenangi air hujan. Rombongan ngowes harus ekstrahati-hati agar terhindar dari jeglongan jalan rusak. Suami Nurul Haromaini ini sesakali turun untuk menyapa masyarakatan.

Memasuki Desa Gredek, mantan Ketua DPRD Gresik itu, menyempatkan mampir ke tokoh-tokoh masyarakat, melongok aktivìtas pengelolaan bank sampah yang sebulannya menghasilkan Rp 9 juta itu. Gowes Berdesa finish di tanggul telaga Desa Gredek.

Saat itulah puncak gowes. Gus Yani mendengarkan semua keluh kesah warga. Mulai pengelolaan sampah hingga jalan rusak.  Diantaranya JPD antara di Sumari ada SMK Negeri. Sehingga jadi jalur alternatif.

“Jalannya itu rusak Pak Bupati. Apalagi yang jalur Gedang Kulut di Cerme, parah,”ujar Kepala Desa Gredek Bahrul Ghofar. Menyikapi itu, Bupati termuda, kelahiran Juni 1985 atau 35 tahun itu menyampaikan beberapa konsep Gresik Baru. Diantaranya konsep konektivitas antarkecamatan. Sebagai upaya menumbuhkan ekonomi lokal. 

“Ada perbaikan dan penguatan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai jalur alternatif. Seumpama menghubungkan Kecamatan Duduksampeyan, Benjeng dan Cerme,”ujarnya.Khusus insfrastruktur jalan dan jembatan, pihaknya punya harapan bisa dituntaskan secepat-cepatnya. Sehingga tidak ada lagi keluhan jalan kabupaten maupun pedukuhan yang rusak.

“Kayak saat ini jalan poros Desa Sumari ke Gredek rusak parah,” katanya.Bila sudah terhubung beberapa kecamatan, lanjut Gus Yani, akan ada infrastruktur pendukung. Diantaranya, tempat pengolaan sampah terpadu (TPST).

“Saya sudah komunikasi dengan pihak-pihak pengelola sampah modern. Selain untuk upaya zero sampah plastik, juga menyerap tenaga kerja lokal,”katanya. Ditambahkan, bila pihaknya, punya konsep membangun TPA di kecamatan. Atau terkoneksi beberapa kecamatan. Sehingga, sampah tidak lagi terkonsentrasi di TPA Ngipik yang lahannya sewa. (*)

Gus Yani : Gagas Konektivitas Infrstruktur Alternatif Antarkecamatan, Dilengkapi TPST Selengkapnya

Kasus Sembuh Meningkat Drastis, Jangan Kendur Prokes


GRESIK,1minute.id – Kabar baik dari Satgas Covid-19 Gresik. Kasus sembuh coronavirus disease 2019 mencapai 67 kasus pada Jumat, 12 Februari 2021. Jumlah kasus sembuh rekor baru kurun waktu tiga bulan terakhir. Selama kurun waktu tiga bulan itu, bila di rata-rata kurang 20 kasus sembuh.

Meskipun begitu, masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Gresik tidak boleh lengah. Sebab, kasus konfirmasi juga bertambah 16 kasus terakumulasi menjadi 4.972 kasus. Jumlah meninggal juga bertambah dua menjadi 332 kasus sejak pandemi pada Maret 2020. 

Masih bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 ini, petugas gabungan terdiri dari TNI, Polri dan Pol PP Gresik tidak mengendurkan menggelar operasi yustisi di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala Mikro. 

Bahkan, hari libur nasional aparat menggelar operasi yustisi PPKM skala Mikro di sepanjang Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik dipimpin Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto. 

Sasaran dari operasi yustisi adalah masyarakat dan pengguna jalan roda dua dan empat yang melintas di sepanjang jalan Raya DR Wahidin Sudirohusodo yang tidak menggunakan masker.  Petugas memberikan himbauan yang humanis kepada masyarakat dan para pengendara untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyantomengatakan Operasi Yustisi disamping penegakan disiplin prokes juga memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai wabah Covid-19. Pagebluk corona sampai saat ini belum berakhir.

Selain itu. memberikan sosialisasi tentang Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran corona virus Disease 2019 yang berlaku pada 09-22 Februari 2021.

“Operasi yustisi ini akan terus dilakukan bersama instansi terkait, dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran covid 19 serta dalam rangka pengawasan PPKM utamanya di wilayah Kabupaten Gresik,”kata AKP Yanto Mulyanto. (*)

Kasus Sembuh Meningkat Drastis, Jangan Kendur Prokes Selengkapnya

Mako Baru, Harapan Baru menjadi Polresta, Pelayanan Sesuai Transformasi menuju Polri Presisi

GRESIK,1minute.id –  Markas Komando (Mako) Polres Gresik secara resmi beroperasi pada Rabu, 10 Februari 2021. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afianta yang meresmikan mako berlokasi di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo. Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas itu.

Seremonial peresmian gedung baru hasil hibah dari Pemkab Gresik itu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat. Selain Kapolda Jatim hadir dalam acara itu Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo beserta jajaran. 

Kemudian, Plt. Bupati Gresik Moh Qosim, Bupati-Wakil Bupati Gresik terpilih, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, serta jajaran Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat penting lainnya.

Sejumlah perwira aktif dan purnawirawan yang pernah menjabat Kapolres Gresik menjadi saksi kemegahan gedung yang pembangunannya menelan anggaran Rp 33, 9 miliar itu diantaranya, Kombes Pol Adex Yudiswan dan Komjen Pol (Purn) Saud Usman Nasution.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. mengapresiasi sinergitas antara Pemkab dan Polres Gresik didukung jajaran Forkopimda. Dengan sinergitas tersebut, kondusifitas kamtibmas selama ini dapat terus terjaga. Disamping itu, gedung baru Polres Gresik dapat berdiri gagah seperti saat ini.

“Kedepan kami berharap, dengan adanya gedung baru ini maka pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan motto Kapolri ‘Polri Presisi’ dengan 16 program nanti bisa berjalan,”kata Irjen Nico Afinta. 
Selain itu, jenderal dua bintang berharap nanti anggota Polres Gresik seperti gedung baru ini. “Memiliki hati yang bersih, hati yang besar dan hati yang kuat  di dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat,”imbuh Irjen Nico Afinta itu.

Mako Polres Gresik baru di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo , Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Nico menyebut, Polres Gresik juga sudah layak untuk naik kelas menjadi tipe A atau menjadi Polresta. Dari pertimbangan luas wilayah, jumlah penduduk dan kondisi kamtibmas Polres Gresik sudah seharusnya menjadi tipe A. Pihaknya pun sudah memasukan wacana ini menjadi salah satu agenda ke depan.

“Hal ini akan kita ajukan ke Mabes Polri dan mudah-mudahan bisa disetujui. Karena dengan tipologi yang meningkat, akan ada penambahan anggaran, penambahan anggota, jumlah Polsek maupun jumlah bhabinkamtibmas yang bertujuan untuk melayani masyarakat,”katanya.

Sebelumnya, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, gedung baru Polres Gresik ini merupakan hasil pembangunan tahap pertama dana hibah dari Pemkab Gresik. Dengan luas lebih dari 1.000 meter persegi, bangunan futuristik ini menelan anggaran Rp 33,9 miliar. 

Kapolres AKBP Arief  menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak. Ia mengakui tanpa sinergitas yang kuat antar semua elemen, gedung yang sangat strategis ini tidak akan bisa segera terbangun dan bisa dioperasinalkan.

“Tahap dua akan direncanakan tahun ini. Yakni pembangunan masjid dan rumah tahanan di sebelah kiri bangunan utama yang akan menelan Rp 8 miliar,” ujar alumnus Akpol 2001 itu. 

Ditambahahkan Arief dengan peresmian fasilitas baru ini, mantan Kapolres Ponorogo itu berharap pihaknya secara internal dapat meningkatkan kinerja semakin lebih baik. Utamanya dalam mendukung 16 program Kapolri dalam mewujudkan Polri Presisi.

“Ketika pembangunan Mako Polres Gresik 100 persen selesai, semoga membawa peningkatan terhadap kinerja kepolisian dalam melayani masyarakat dan tentunya semakin lebih baik lagi,”kata Arief Fitrianto. 

Sementara itu, Plt Bupati Gresik Moh. Qosim mengapresiasi kinerja Polres Gresik jajaran. Selama ini banyak prestasi yang sudah diraih, sehingga hadiah Mako Polres baru ini merupakan hal yang sudah semestinya untuk meningkatkan 

“Selamat menempati mapolres yang baru kepada Pak Kapolres AKBP Arief Fitrianto dan jajaran. Semoga kemudahan selalu menyertai dalam meningkatkan kinerja melayani masyarakat,”kata Qosim. Wakil Bupati (Wabup) dua periode ini menaruh harapan Polres Gresik bisa segera menjadi polres tipe A. Mengingat, Kota Pudak merupakan wilayah penyangga ibukota Jawa Timur, Surabaya. (*)

Mako Baru, Harapan Baru menjadi Polresta, Pelayanan Sesuai Transformasi menuju Polri Presisi Selengkapnya

Vaksinasi Jurnalis Dimulai, Tepat Perayaan Hari Pers Nasional dan HUT ke-75 PWI


GRESIK,1minute.id -Sholihul Huda, jurnalis kali pertama di Indonesia mendapatkan vaksin Sinovac. Vaksinasasi bertepatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-75 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hari ini, Selasa 9 Februari 2021.

Pemberian vaksin asal Tiongkok ini hasil sinergitas Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dengan PWI Gresik. Pemberian vaksinasi di kalangan jurnalis itu disaksikan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik.
Forkopimda terdiri Plt Bupati Gresik Moh Qosim, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail,  Ketua DPRD Gresik M Abdul Qodir dan Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Heru Winoto.

Ada juga, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Gresik Markus, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali, Kepala Sat Pol PP Gresik Abu Hasan. “Saya dukung penuh vaksinasi terhadap jurnalis, karena mereka termasuk dalam pelayanan publik. Mobilitas mereka tinggi, harus bertemu dengan orang banyak, tidak mengenal kalangan manapun,”ujar Syaifudin Ghozali.

Vaksinator mempersiapkan suntik vaksinasi untuk jurnalis Sholihul Huda dalam peringatan HPN 2021 digelar PWI Gresik pada Selasa, 9 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Untuk jurnalis lainnya, Ghozali menargetkan bulan ini untuk semua wartawan Gresik. “Vaksinasi kepada jurnalis secara simbolis ini berharap menjadi contoh bagi dearah lainnya,”kata Ghozali.

Sementara itu, Sholihul Huda mengatakan tidak merasakan apa-apa selepas mendapatkan satu dosis vaksin Sinovac. Ia juga mengingatkan pentingnya vaksinasi bagi jurnalis, mengingat profesi jurnalis sangat rentan terpapar Covid 19.

“Profesi sebagai jurnalis merupakan profesi yang rentan terpapar Covid -19 karena kita tahu jadi wartawan tidak ada jamnya tidak ada batasan siapa yang ditemui. Bahkan orang yang terkonfirmasi Covid pun itu kita harus cari, bukan malah menghindari,”ujar bapak dua anak berusia 35 tahun itu. 

Vaksinator menunjukkan dosis vaksin Sinovac yang disuntikkan untuk jurnalis Sholihul Huda dalam peringatan HPN di Gresik pada Selasa, 9 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ia pun mendorong bagi jurnalis lainnya untuk mua divaksin. “Saya mendorong bagi wartawan lainnya untuk melakukan vaksinasi. Jangan khawatir, aman dan halal. Ada petugas yang mendampingi,”tegasnya. Vaksinasi simbolis ini rangkai peringatan HPN 2021 yang digelar PWI Gresik.  Perhelatan tahunan dilakukan secara sederhana. Tasyakuran dan pemberian santunan kepada anak yatim. Acara tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Menurut Ketua PWI Gresik Sholahudin, vaksinasi untuk jurnalis ini kali pertama. “Bahkan, mungkin kali pertama di Indonesia bertepatan peringatan HPN 2021 ini,”kata Sholahudin dalam sambutannya. (*)

Vaksinasi Jurnalis Dimulai, Tepat Perayaan Hari Pers Nasional dan HUT ke-75 PWI Selengkapnya

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur

GRESIK,1minute.id – Sebanyak empat sekolah di Gresik meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Saat, ini jumlah sekolah adiwiyata mandiri atau nasional berjumlah 29 sekolah.

Empat sekolah peraih Adiwiyata Provinsi Jatim itu adalah UPT SDN 2 Gresik (Karangturi-Gresik) ; UPT SDN 24 Gresik (Kembangan-Kebomas) ; UPT SMPN 10 Gresik (Bungah) dan UPT SMPN 21 Gresik (Panceng).

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Plt Bupati Gresik Moh Qosim pada saat  apel pagi ASN dan para Kepala OPD Pemkab Gresik di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Piagam penghargaan diserahkan langsung kepada kepala sekolah masing-masing.

Plt Bupati Gresik Moh Qosim menyampaikan selamat kepada para Kepala Sekolah yang telah berjuang sehingga dapat meraih penghargaan lingkungan sekolah sehat tertinggi di Jawa Timur.

“Semoga penghargaan ini dapat memberikan semangat yang nantinya akan melecut kinerja masyarakat sekolah untuk lebih giat lagi dalam membangun sekolah sehat. kalau sudah meraih penghargaan di tingkat propinsi, agar diperbaiki lagi untuk maju ke tingkat nasional,”kata Qosim.

Lebih jauh, Qosim mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan ini amat penting untuk membentuk kesehatan lingkungan untuk masyarakat sekolah dan sekitarnya. Apalagi dimasa pandemi covid-19 saat ini. “Anda semua telah berjasa untuk meningkatkan lingkungan masyarakat yang sehat,”kata Qosim.

Dimasa pandemik ini, imbuhnya, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan lingkungan terutama lingkungan sekolah. Kesehatan dapat mendukung masyarakat untuk sehat. Sesuai penelitian, ternyata 45 persen kesakitan diakibatkan oleh lingkungan yang kurang baik. “Tingkatkan terus dan terus untuk ikut menggalakkan disiplin protokol kesehatan di masa pamdemi ini,”pesan Qosim. 

Sementara itu, Kepala Sekolah UPT SMPN 21 Matokan menyatakan, menciptakan kondisi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Mulai dari penyiapan lingkungan yang tertata rapi dan asri sampai menyiapkan dokumen lingkungan.

“Seluruh komponen sekolah serta siswa harus bisa bekerjasama. Mereka mengerjakan semua keperluan termasuk mengajak masyarakat di sekitar sekolah untuk sadar lingkungan hijau adalah lingkungan sehat sekolah,”katanya kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.(*)

Empat Sekolah di Gresik Sabet Penghargaan Adiwiyata Jawa Timur Selengkapnya

Kapolres dan Bupati Gresik terpilih Peringati HPN Bagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Pengguna Jalan


GRESIK,1minute.id –  Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II berakhir hari ini, Senin 8 Februari 2021. Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik berencana menerapkan PPKM skala Mikro. 

Sosialisasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) tetap gencar dilakukan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama pasangan bupati-wakil bupati terpilih, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

Ada juga, Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin Ghozali membagikan ratusan masker dan hand sanitizer kepada pengguna jalan di Jalan Basuki Rahmat dekat Mapolres Gresik lama.Semua pengguna jalan, seperti pengendara motor, mobil, pengayuh becak maupun pejalan kaki yang kebetulan melintas mendapatkan masker atau hand sanitizer.

Pembagian masker dan hand sanitizer ini untuk memeriahkan Hari Pers Nasional yang puncaknya diperingati besok, Selasa 9 Februari 2021. Puncak HPN akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara virtual. Kapolres Arief Fitrianto menghimbau kepada masyarakat agar mentaati anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan dan 5 M guna mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19 .

 “Kegiatan operasi yustisi akan selalu dilakukan , diikuti dengan rapid antigen untuk memperluas testing sehingga bisa mengurangi angka positif dan grafik bisa menurun,”tegas alumnus Akpol 2001 itu.

Hari ini adalah PPKM terakhir, dan selanjutnya PPKM skala mikro akan diterapkan didaerah mana di tingkat desa  atau kelurahan akan diputuskan Pemkab Gresik bersama Satgas Covid-19 untuk menekan penyebaran virus berawal dari Wuhan,Tiongkok itu. (*)

Kapolres dan Bupati Gresik terpilih Peringati HPN Bagikan Masker dan Hand Sanitizer untuk Pengguna Jalan Selengkapnya

Pemkab Gresik Berencana Memberlakukan PPKM Berskala Mikro

GRESIK,1minute.id- Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid II berakhir hari ini, Senin 8 Februari 2021. Untuk meningkatkan efektivitas pencegahan coronavirus disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana melanjutkan PPKM. Tapi berskala lebih kecil, yakni PPKM Mikro.

Penegasan ini disampaikan oleh Plt. Bupati Gresik Moh Qosim saat memberi sambutan pada apel pemberian bantuan perlengkapan protokol kesehatan (prokes) dari PT Smelting Gresik pada Senin, 8 Februari 2021. Apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik.

“Kita yang berada di wilayah Surabaya Raya masuk bagian dari pemberlakukan PPKM berskala mikro yang telah diputuskan oleh Presiden,”katanya di hadapan para peserta apel serta para Kepala OPD Pemkab Gresik.

Menurut Qosim, PPKM berskala mikro ini akan menyasar pada wilayah yang selama ini terindikasi masuk pada zona merah sebaran yang terkonfirmasi Covid-19.

Beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah itu diantaranya, Kecamatan Manyar, Kebomas, Gresik dan Menganti. Wilayah kecamatan yang terindikasi masuk pada zona merah akan dipersempit pada tingkat Desa, Rukun Warga (RW) sampai ketingkat Rukun Tetangga (RT). “Tracing akan dilakukan secara masif pada tingkatan tersebut,”tegas Qosim.

Pada kesempatan itu, PT Smelting memberikan bantuan berupa sarana prasarana prokes dan alkes kepada Pemkab Gresik. Wawan mewakili pihak PT Smelting secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Plt Bupati Gresik Moh Qosim.

Bantuan itu berupa masker medis, sarung tangan, face shield, hand sanitizer masing masing berjumlah 2500 dus. Dan, juga memberikan 2500 unit Hazmat.  Bantuan sarana prasarana prokes dari perusahaan peleberan tembaga itu oleh Pemkab Gresik  akan dialokasikan ke puskesmas di Gresik.

“Kami sampaikan terima kasih. Dimasa pandemi yang berkepanjangan ini, kami mohon semuanya bahu membahu untuk mencegah penyebaran Covid dan meringankan beban masyarakat,”ujar Qosim. (*)

Pemkab Gresik Berencana Memberlakukan PPKM Berskala Mikro Selengkapnya

Kapolres AKBP Arief Fitrianto Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid, Begini Caranya

GRESIK,1minute.id – Kompol Sukri terlihat memainkan gawai pada Senin, 8 Februari 2021. Jarum suntik donor plasma convalense masih menancap di bagian tangan kanan Kepala Bagian Perencanaan Polres Gresik itu.  

Mantan Kapolsek Driyorejo itu menjadi satu dari puluhan bahkan ratusan orang penyintas Covid-19 di Kota Santri ini. Penyintas Covid-19 dari anggota Polres Gresik berjumlah 37 orang. Mereka telah menjalani sekrining kesehatan di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Dari 37 anggota sebanyak 17 orang yang memenuhi persyaratan untuk donor plasma. Akan tetapi, 5 orang mendapatkan giliran donor plasma kali pertama. Diantaranya, Kompol Sukri dan Ipda Syaiyul. Bagaimana rasanya donor plasma convalense ? “Kalau sampeyan pernah donor darah ya seperti itu rasanya,”kata Sukri usai donor plasma di gedung PMI Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan donor plasma convalense untuk anggota yang pernah terpapar coronavirus desease 2019. 

Kapolres AKBP Arief mengajak masyarakat yang telah sembuh untuk donor plasma convaselen menjadi pahlawan Covid-19.”Covid-19 bukan aib. Untuk itu, kami terus mengedukasi kepada masyarakat donor plasma. Karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,”kata alumnus Akpol 2001 didampingi Kepala UPT PMI Cabang Gresik M.Najib.

Sementara itu, Kepala PMI Cabang Gresik, M.Najib mengatakan, saat ini sudah ada 500 ba pendonor plasma konvalesen. Jumlah tersebut akan terus bertambah.  Ada 300 orang penyitas Covid-19 yang masuk daftar tunggu.

“Kami mempersilahkan penyitas covid Gresik yang mau mendonorkan plasma konvalesen. Tapi wajib melalui screening medis dulu. Pasalnya, pendonor ini berbeda dengan pendonor biasa,” katanya.

Terpisah, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Gresik dr Jufrita menambahkan dalam sehari ada 20 orang yang mendonorkan plasma konvalesen di tempatnya. Hal ini karena PMI telah mendapatkan hibah bantuan alat aprehesis plasma. Sehingga, pedonor tak perlu lagi keluar Gresik.

“Butuh satu jam lebih memproses plasma konvalesen. Mudah-mudahan dengan adanya alat ini pendonor plasma konvalesen terus bertambah. Sebab, hasil dari donor tersebut langsung didistribusikan ke pasien yang membutuhkan,” tandasnya. (*)

Kapolres AKBP Arief Fitrianto Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid, Begini Caranya Selengkapnya

Uangel… Tuturane, 72 Milenial Terjaring Operasi Yustisi PPKM, Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya


GRESIK,1minute.id – Wis angel dikandani alias dinasehati. Kerumunan di warung kopi atau kafe masih tetap terjadi di masa pemberlakuan pembatasan sosial masyarakat (PPKM).

Sanksi diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes). Seperti yang dilakukan oleh satuan tugas Covid-19 Kecamatan Menganti. Tiga pilar di kecamatan itu menggelar operasi yustisi prokes. 

Sasaran operasi yang dipimpin Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno, Danramil Menganti Mayor Mawardi dan Camat Menganti Sujarto itu adalah warkop dan kafe. Operasi Yustisi minggu terakhir masa PPKM jilid II ini melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas Menganti dan Polisi Pamong Praja menjaring 72 pelanggar prokes. 

Mereka melanggar jam malam dan mengabaikan anjuran memakai masker, dan menjaga jarak, diantaranya. Petugas nakes langsung melakukan rapid test antigen. Bagaimana hasil rapidnya ? 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno  mengatakan operasi yustisi prokes dilakukan dengan cara hunting. Tim gabungan melakukan patroli ke tempat-tempat kongkow para milenial menghabiskan malam Mingguan.

Ada sejumlah kafe yang dijujug. Sebanyak 72 milenial yang terjaring operasi yustisi PPKM ini. “Patroli gabungan dan pemeriksaan pendisiplinan protokol kesehatan secara lebih ketat dan rapid test di tempat bagi pelanggar prokes,”ujar Tatak Sutrisno pada Minggu, 7 Februari 2021.

Hasil pemeriksaan kesehatan itu, 72 pelanggar prokes dinyatakan non reaktif atawa negatif. “Peningkatan Ops Yustisi protokol kesehatan di masa PPKM ini, semakin tinggi pula tingkat kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan,”harap mantan Kapolsek Cerme itu. 

Nakes UPT Puskesmas Menganti ketika mengambil sampel rapid test kepada milenial yang terjaring ops yustisi masa PPKM pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Sementara itu, update kasus berdasarkan data Satgas Covid-19 jumlah kasus terus bertambah. Setelah beberapa hari jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada kasus positif Covid-19. 

Berdasarkan data Sabtu, 6 Februari 2021 kasus konfirmasi bertambah 15 kasus terakumulasi menjadi 4.886 kasus. Sedangkan kasus sembuh “hanya” 12 kasus menjadi 4.248 kasus. Kasus meninggal bertambah 2 kasus menjadi 326 kasus. 

Dua orang meninggal dunia itu berasal dari Kecamatan Manyar dan Wringinanom. Kecamatan Manyar masih bertengger di posisi teratas penyumbang virus corona di Kota Santri dengan 902 konfirmasi. Runner up diduduki kecamatan Kebomas dengan 566 kasus. Kemudian Kecamatan Gresik dengan 522 kasus konfirmasi. (*)

Uangel… Tuturane, 72 Milenial Terjaring Operasi Yustisi PPKM, Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya Selengkapnya

Polres dan PWI Gresik Akselerator Perubahan Bagikan Masker untuk Pemulihan Ekonomi


GRESIK,1minute.id – Hari Pers Nasional (HPN) sebentar lagi. HPN diperingati setiap 9 Februari. Memeriahkan event tahunan itu Polres Gresik bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik membagikan ribuan masker dan handsanitizer kepada masyarakat yang hendak salat Jumat di sejumlah masjid.

Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, diantaranya. Pembagian masker dan handsanitizer dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Ketua PWI Gresik M.Sholahuddin. Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto ditemui usai acara pembagian masker  mengatakan, pembagian masker dilakukan juga sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Apalagi di Gresik saat ini masih diberlakukan PPKM, sehingga pembagian masker ini termasuk dalam agenda tersebut,” kata alumnus Akpol 2001 itu. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II akan berakhir 8 Februari 2021. Mantan Kapolres Ponorogo itu menambahkan, kegiatan pembagian masker akan terus dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, yang bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Gresik.

“Kami dari Polres berterimakasih kepada PWI, masyarakat serta para jamaah masjid, sebab saat ini di Gresik masih PPKM, sehingga imbauan melakukan protokol kesehatan sangat penting,”katanya.

Sementara Ketua PWI Gresik M Sholahudin mengapresiasi upaya Polres Gresik yang menggandeng organisasinya, sebab secara umum HPN 2021 bertema “Bangkit dari Pandemi, Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan”.

“Kami memang mendukung pemulihan ekonomi dan pers sebagai akselerator perubahan. Dan pada hari ini kami menyasar ke tempat ibadah, pasar dan tempat lainnya. Diharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,”katanya.

Rencananya puncak acara HPN, 9 Februari 2021 akan dihadiri Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta. Sementara itu, berdasarkan data Polres Gresik pelanggar PPKM di wilayah itu mencapai 6.938 orang. Selain itu, Polres Gresik melakukan teguran lisan sebanyak 58.404 kali, teguran tertulis 14.985 kali, sanksi sosial 6.853 kali, dan Tindak Pidana Ringan (tipiring) sebanyak 85 kali. (*)

Polres dan PWI Gresik Akselerator Perubahan Bagikan Masker untuk Pemulihan Ekonomi Selengkapnya