Pembangunan Infrastruktur Jalan Mendukung Ketahanan Pangan Di Gresik Selatan  Dikebut

GRESIK,1minute.id – Pembangunan infrastruktur di  Kabupaten Gresik terus berjalan. Khususnya pembangunan infrastruktur jalan alternatif yang menghubungkan antarkecamatan yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian, diantaranya. 

Pembangunan Infrastruktur jalan Sidoraharjo – Kesambenkulon, Kecamatan Kedamean ini panjangnya sekitar 800 meter dan lebar 5 meter dengan konstruksi jalan aspal. Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar untuk peningkatan jalan tersebut. 

Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon, Kecamatan Kedamean ini nantinya menjadi jalur alternatif antar Kecamatan Wringinanom dengan Kedamean sekaligus akses menuju Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS).

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa Jalan Sidoraharjo-Kesambenkulon ini memiliki arti penting bagi masyarakat utamanya petani. Dengan tersedianya jalan ini, mobilitas petani lokal bisa semakin lancar sehingga kegiatan bisa berjalan mulus. “Ini sangat penting karena dapat menunjang ketahanan pangan, apalagi adanya ancaman iklim ekstrim el- Nino yang ada di depan mata,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu, 13 Juni 2023.

Ia melanjutkan, tahun ini bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah berfokus menuntaskan jalan support ketahanan pangan  untuk para petani. “Akses jalan ini nantinya bisa memudahkan petani mengangkut hasil panen, sehingga menekan biaya transportasi. Tinggal PJU (penerangan jalan umum) nya, setelah jalan siap akan segera dipasang oleh Dishub sehingga jalan ini akan tuntas,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani saat meninjau rekonstruksi jalan Sidoraharjo – Kesambenkulon pada Rabu, 13 Juni 2023.

Rekonstruksi jalan ini menelan anggaran Rp 4,1 miliar dengan panjang 800 meter, lebar 5 meter dengan konstruksi aspal. Pada Mei 2023 telah dilakukan penyiapan badan jalan dan tes material ke laboratorium independen ITS Surabaya.

Hingga saat ini, progres fisik sudah sampai pada tahap penggalian tanah dan pemasangan cericuk bambu untuk pekerjaan pondasi Tembok Penahan Tanah (TPT). “Ini merupakan penuntasan dari total panjang ruas 3 km yang telah dikerjakan sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya. 

Pemkab Gresik terus berkomitmen untuk mendorong rekonstruksi berjalan semaksimal mungkin. Mengingat wilayah Gresik Selatan masih banyak titik jalan yang perlu diperbaiki.

Selain jalan Sidoraharjo–Kesambenkulon, itu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) juga tengah menyelesaikan jalan akses ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean. Volume pekerjaan akan mencakup jalan sepanjang 530 meter dengan lebar 5,4 meter. Jalan ini ditargetkan akan selesai bersamaan dengan resminya TSPT pada akhir 2023 nanti.

“Ketika akses jalan dan TPST sudah rampung maka insya Allah, akhir tahun 2023 nanti kita gunting pita disini. Nantinya, TPST ini dapat menampung sampah dari 4 kecamatan, yaitu Menganti, Kedamean, Driyorejo, dan Wringinanom,” ujarnya.

Rencananya, TPST Gresik Selatan ini akan berfungsi sama dengan TPA Ngipik yang sudah menggunakan mesin RDF dalam mengolah sampah. Ini menujukkan keseriusan Pemkab Gresik dalam menangani masalah sampah yang menggunung di wilayah Gresik Selatan. (yad)

Pembangunan Infrastruktur Jalan Mendukung Ketahanan Pangan Di Gresik Selatan  Dikebut Selengkapnya

2.123 Calon Jemaah Haji Dari Gresik, Kloter Terakhir 21 Juni

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 110 calon jemaah haji (CJH) asal Gresik berangkat ke tanah suci, Makkah. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang memberangkatkan rombongan CJH itu dari Pondok Pesantren Al Ishlah Bungah pada Kamis, 8 Juni 2023.

Wabup Gresik Aminatun Habibah berpesan kepada ratusan tamu Allah SWT itu menjaga kesehatannya. Pasalnya, kondisi cuaca di Arab Saudi dengan Indonesia cukup jauh berbeda. Sehingga akan mempengaruhi kondisi tubuh masyarakat Indonesia. Istirahat yang cukup ketika di asrama nanti. Sehingga ketika berangkat berada dalam kondisi yang prima.

“Saya hanya berpesan agar semua jamaah dapat menjaga kesehatannya. Sehingga dapat berangkat dengan lancar, dan pulang dengan sehat dan membawa berkah,” pesan Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. Untuk diketahui tahun ini, jumlah CJH asal Kabupaten Gresik sebanyak  2.123 orang. Ribuan jemaah itu berangkat mulai 26 Mei hingga 21 Juni 2023. 

Seusai memberangkatkan ratusan jemaah haji, Wabup Aminatun Habibah melanjutkan acara pemberian santunan kepada 60 lanjut usia (lansia) di Pendapa Kecamatan Bungah. Bantuan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras di Pati.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat Gresik. Kita akan usahakan terus agar panjenengan sedoyo (kalian) dapat menerima bantuan. Baik itu lewat CSR nya perusahaan atau yang lain,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah. (yad)

2.123 Calon Jemaah Haji Dari Gresik, Kloter Terakhir 21 Juni Selengkapnya

Peringati HKG PKK, Gus Yani : Perempuan Gresik Memberikan Keteladanan Bagi Warga & Keluarga

GRESIK,1minute.id – Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, menggelar Peringatan ke-51 Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) pada Rabu, 7 Juni 2023. Kegiatan digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Fandi Akhmad Yani mengatakan, PKK adalah tempat bagi perempuan yang berdaya, berkarya, dan inspiratif. Sehingga perempuan dapat memberikan keteladanan yang baik bagi warga, khususnya keluarganya.

“Artinya PKK punya peranan penting, baik dalam agama, bangsa, dan negara. PKK memiliki kekuatan yang bisa diberikan kepada masyarakat baik itu edukasi, sosialisasi, dan inspirasi untuk kehidupan keluarga,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani bupati di depan ratusan anggota TP PKK Gresik.

Berkaitan dengan perempuan berdaya, ia lanjutkan, Pemkab Gresik telah melakukan berbagai cara dalam mewujudkan impian tersebut. Salah satunya adalah program Bunda Puspa, yang mentargetkan perempuan berkeluarga dalam membangun ekonomi secara mandiri.

“Program Bunda Puspa ini adalah salah satu kunci, sehingga kita bisa bergerak membangun kekuatan ekonomi secara mandiri. Mudah-mudahan, PKK dapat terus bergerak bersama dalam mencapai target yang lebih baik. Karena hal ini juga merupakan visi misi dari PKK,” katanya. 

Peringatan ke-51 Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ini mengusung tema “Bergerak Bersama Menuju Keluarga Sejahtera Dan Tangguh Wujudkan Indonesia Tumbuh”. Peringatan ini ada sejumlah isu lokal dan nasional yang harus di sikapi oleh para emak-emak. Diantaranya,  isu stunting, pemerataan pendidikan, dan pemberdayaan perempuan. 

Tujuannya, adalah menciptakan Gresik Zero stunting, penurunan tingkat anak putus sekolah, peningkatan ekonomi masyarakat, dan mewujudkan keluarga sejahtera. 

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani mengatakan, peringatan kali ini jangan hanya menjadi pemanis saja. Perlu adanya tindak lanjut dan sinergi yang terus menerus dalam berkegiatan.

“Melalui momentum hari kesatuan gerak PKK ini, saya mengharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinan dan berhenti sampai di sini saja. Karena kegiatan PKK harus selalu membawa gelora. Yakni membawa semangat dan energi baru dalam PKK. Maka semangat ini harus menjadi dasar dalam kita bergerak bersama.” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, PKK adalah mitra kerja pemerintah. Artinya, PKK harus mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif untuk masyarakat. Dengan ciri khasnya memakai pola pendekatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan.

“Karenanya, TP PKK Gresik haruslah mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif,” kata Ning Nurul-panggilan akrab-Nurul Haromaini Ali ini. Pola pendekatan pemberdayaan keluarga dan bertumbuh pada masyarakat, harus menjadi ciri khas TP PKK Gresik dalam berbagai aspek pembangunan.

“Saya sampaikan program PKK harus selaras dengan program pemerintah. Sehingga kita dapat bergerak bersama dengan bhakti dan karya nyata serta berkerja tampa pamrih untuk mewujudkan kesejahteraan dan Indonesia maju,” imbuh istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini. (yad)

Peringati HKG PKK, Gus Yani : Perempuan Gresik Memberikan Keteladanan Bagi Warga & Keluarga Selengkapnya

Puncak HLH, Sekda Gresik Canangkan 1 Juta LRB 

GRESIK,1minute.id – Puluhan pelajar memungut sampah plastik di Alun-alun Gresik pada Rabu, 7 Juli 2023. Sampah itu lalu di tampung di bak sampah bertuliskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Aksi peduli lingkungan itu adalah puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengusung tema “Beat Plastic Pollution”. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Gredik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, pada saat ini polusi plastik dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian besar pencemaran yang bermuara di laut merupakan sampah plastik. “Dibutuhkan kesadaran manusia untuk mengurangi penggunaan plastik, sehingga polusi plastik dapat berkurang,” kata Washil Miftachul Rachman pada Rabu, 7 Juni 2023.

Mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman-kini bernama-Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP)-Gresik itu melanjutkan, tema Beat Plastic Pollution atau kendalikan sampah plastik, sebagai perwujudan komitmen bersama seluruh pihak dalam upaya mengatasi bahaya sampah plastik. Di berbagai belahan dunia juga di Indonesia.

“Tema ini mengandung arti motivasi kerja sekuat tenaga untuk atasi sampah. Selain itu juga kerja yang sistematik dalam mengurangi, mengolah, dan melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui daur ulang atau dikenal dengan istilah 3 R (Reduce, Reuse, dan Recycle),” terangnya.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik juga mencanangkan Gerakan 1 juta Biopori atau Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk menjaga ketersediaan air. “Pencanangan gerakan masal pembuatan LRB, merupakan bentuk rasa syukur kita dengan cara mencintai bumi Gresik yang telah memberikan banyak kehidupan bagi warga,” kata Washil.

Menurutnya, LRB akan memberikan banyak keuntungan bagi lingkungan, bagaimana air yang tadinya hanya lewat itu tidak akan terjadi. Karena air akan tertangkap dan terjebak dalam lingkungan kita, sehingga akan mengurangi banjir saat musim hujan sekaligus tabungan pada musim kemarau. “LRB merupakan jawaban untuk menggerakkan masyarakat agar mau dan mampu mengelola air agar dapat tertabung dalam tanah sekaligus mengatasi genangan air dan banjir,” tuturnya.

Sekda berharap melalui peringatan hari lingkungan hidup sedunia membuka mata kita bahwa menjaga lingkungan merupakan kewajiban kita bersama. “Kegiatan ini merupakan momentum kita untuk meningkatkan kepedulian dalam memperbaiki kondisi alam,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaedah dalam laporannya menyampaikan, dasar hukum penyelenggaraan kegiatan puncak hari lingkungan hidup sedunia 2023 adalah UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan stakeholder terkait dengan pelestarian lingkungan. Selain itu adanya event yang efektif sebagai stimulan penggugah kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sasaran kegiatan yaitu masyarakat desa dan kelurahan di Kabupaten Gresik, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah Adiwiyata serta Pondok Pesantren.

“Tindak lanjut yang ingin dicapai diantaranya, setiap desa/kelurahan di Kabupaten Gresik menyediakan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di wilayah masing-masing,” kata Sri Subaidah. 

Selain itu, setiap sekolah, desa/kelurahan, perusahaan, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dan pondok pesantren membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) di wilayahnya masing-masing. “Setelah membuat LRB diharapkan melaporkan titik koordinat Biopori ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik paling lambat 31 Desember 2023. Saat ini total Bipori terpasang sebanyak 1.154.055,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan launching Rekosistem Waste Drop Box dan uji coba Aplikasi Rekosistem Waste, uji emisi kendaraan bermotor serta pencanangan 1 juta lubang biopori oleh Sekda Gresik Washil. (yad)

Puncak HLH, Sekda Gresik Canangkan 1 Juta LRB  Selengkapnya

136 Pejabat Pemkab Gresik Tour of Duty, Bupati Gresik : Energi Baru untuk Akselerasi Pelayanan Masyarakat 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali bergulir. Sebanyak 136 aparatur sipil negeri (ASN) menjalani tour of duty. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melantik dan mengambil sumpah jabatan mereka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Juni 2023.

“Mutasi ini tujuannya baik. Karena pemerintah kabupaten membutuhkan kekompakan dengan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutan tanpa teks usai prosesi Pengambilan sumpah jabatan pada Selasa, 6 Juni 2023.

Mutasi, rotasi dan promosi ini  ratusan pejabat yang dilantik terdiri pejabat administrator eselon III a sebanyak 8 orang ; pejabat administrator eselon III b (13 orang) ; pejabat pengawas eselon IV a (26 orang), pejabat pengawas eselon IV b (16 orang), kepala UPT SD Negeri (65 orang), dan kepala UPT SMP Negeri (8 orang) berlangsung khidmat. 

Tampak hadir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Gresik Khusaini serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik lainnya. 

KHIDMAT: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika melantik 136 pejabat Pemkab Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 6 Juni 2023 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani berharap pejabat baru dilantik, sebagai diisi anak-anak muda itu menambahkan energi positif untuk mempercepat tujuan pemerintah untuk memberikan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Mutasi ini kita melihat isu strategis, problem yang belum terselesaikan. Sehingga kita isi dengan energi-energi baru itu. Karena tujuan kita akselerasi, percepatan agar masyarakat bisa merasakan dalam bentuk kesejahteraan,” katanya. Untuk mencapai tujuan, ia menginginkan pejabat baru bisa sat-set. “Kita butuh lari cepat agar pencapaian target,  program yang sudah direncanakan, dikerjakan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat  Gresik,” harap Gus Yani. (yad)

136 Pejabat Pemkab Gresik Tour of Duty, Bupati Gresik : Energi Baru untuk Akselerasi Pelayanan Masyarakat  Selengkapnya

DMI Gresik Juara Umum DMI Award Jatim 2023

GRESIK,1minute.id – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Gresik berhasil menyabet juara umum DMI Award Jatim 2023. DMI dibawah pimpinan Zainal Abidin itu sukses menggondol juara pertama di tiga dari empat kategori yang dilombakan. 

Yakni, kategori Masjid Manajemen terbaik yang diwakili oleh masjid Moedhar Arifin Sedayu ; Kategori masjid Bersejarah dan Arsitektur diwakili Masjid Besar Kanjeng Sepuh Sidayu dan Kategori masjid Pemberdayaan Ekonomi jamaah diwakili oleh Masjid Nurul Jannah Petrokimia. Selain tiga kategori itu, DMI Gresik meraih juara harapan pertama untuk kategori masjid Bersih dan Sehat diwakili masjid Baitussalam Kebomas. 

Penganugerahan DMI Award Jatim 2023 yang dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa serta pengurus Pimpinan Daerah (PD) Kabupaten/Kota dan Pimpinan Cabang (PC) Kecamatan DMI se-Jawa Timur yang berjumlah 823 orang itu digelar di Hotel Grand Empire Palace Jl. Blauran Surabaya. Malam penganugerahan berbarengan dengan kegiatan Bimtek Bantuan Uang Kehormatan Imam Masjid yang diikuti oleh PD dan PC DMI se-Jawa Timur pada Minggu dan Senin, 4 – 5 Juni 2023.

Ketua PD DMI Gresik Zainal Abidin menyampaikan, ucapan terimakasih kepada Pengurus PC se-Kabupaten Gresik, pengurus PD DMI Kabupaten Gresik, Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia, Takmir Masjid Moedhar Arifin, Takmir Masjid Kanjeng Sepuh, dan Takmir Masjid Baitus Salam Kebomas atas perjuangannya dan kekompakannya sehingga kita mendapatkan Juara Umum.

“Penghargaan ini adalah untuk kita semua, bukan hanya untuk saya,” kata Zainal Abidin. Zainal tidak mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. “Semoga Allah selalu memberi hidayah dan maunah kepada kita semua agar sukses dalam menjalankan visi dan misi memakmurkan masjid serta kesejahteraan jamaahnya di Kabupaten Gresik Ini makin terasa,” imbuh mantan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gresik itu. 

Zainal Abidin berharap penasbihan DMI Award Jatim ini, menjadi lebih penyemangat pengurus untuk menghidupkan perjuangan waliyullah, Sunan Giri. “Mari kita genjot lagi perjuangan kita, agar kita bisa raih juara dalam segala hal, dengan semangat menghidupkan perjuangan Mbah Kanjeng Sunan Giri,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua PW DMI Jatim KH. M. Roziqi melalui vidio pendek yang diterima redaksi 1minute.id, menyampaikan bahwa dengan mengantongi juara I terbanyak dari beberapa kategori maka Gresik dinyatakan sebagai juara umum. M. Roziqi berharap semoga ini bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan sehingga Gresik bisa meraih juara umum lagi awarding selanjutnya. (yad)

DMI Gresik Juara Umum DMI Award Jatim 2023 Selengkapnya

Wujudkan KLA, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Siapkan 5 Navigasi Mendukung Kabupaten Layak Anak 

GRESIK,1minute.id – Kementerian PPPA dan Dinas DP3AK Jawa Timur melakukan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) 2023 di Kabupaten Gresik pada Senin, 5 Juni 2023.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung di kegiatan secara daring dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik itu. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Gresik. Serta, stakeholder lainnya. 

Keterlibatan semua stakeholder ini, karena pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik menargetkan naik level sebagai KLA 2023 peringkat Utama. Beberapa kali meraih kategori Pratama dan Madya. Pada 2022 Kabuapaten Gresik menyabet kategori Nindya, satu strip dibawah Utama, level tertinggi untuk KLA.

Dalam VLH KLA ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jawa Timur juga melibatkan lembaga independen, perguruan tinggi, hingga praktisi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kabupaten Layak Anak (KLA), adalah kabupaten yang memiliki sistem pembangunan berbasis hak anak. Melalui pengintegrasian komitmen dan sumberdaya pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan media yang terencana. Secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak.

“Anak-anak memiliki peran strategis sehingga perlu pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. Ia menambahkan, Kabupaten Gresik memiliki 9 navigasi perubahan Nawa Karsa yang menjadi program prioritas pembangunan. Diantaranya terdapat 5 navigasi yang mendukung kabupaten layak anak. Gresik baru dalam perda no 2 tahun 2022 tertuang dalam RPJMD 2021-2026 memiliki 5 misi pembangunan yang dijabarkan kedalam 9 sasaran.

“9 sasaran tersebut memiliki keberpihakan dan signifikansi untuk menghadirkan keadilan Gender dan perlindungan anak di Kabupaten Gresik,” ungkapnya. Dikatakan, secara nasional KLA adalah bagian dari agenda pencapaian Indonesia Layak Anak (Idola) 2030. Ini juga berhubungan langsung dengan pencapaian 8 dari 17 tujuan dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Tujuan pembangunan berkelanjutan dalam RPJMD dan nilai capaian KLA merupakan salah satu indikator sasaran kinerja.

“Pemkab Gresik berkomitmen untuk menjadikan hak anak, sebagai salah satu prioritas dan menjadi salah satu kerangka dasar perencanaan dan penganggaran di semua sektor, “ujarnya.Tidak hanya itu, katanya, Pemkab Gresik juga terus mendorong perangkat daerah untuk berinovasi dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, didasarkan kepada lima klaster. Pencapaian untuk klaster hak sipil dan kebebasan diwujudkan dalam bentuk pemenuhan hak anak melalui Akte Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Cakupan akte kelahiran dan KIA didukung inovasi Dispendukcapil bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes). Melalui 32 Puskesmas dan 22 rumah sakit dan klinik,” terangnya.

Klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, lanjut Gus Yani, diwujudkan dengan pencegahan perkawinan pada usia anak, tersedianya lembaga konsultasi keluarga. Kemudian pengembangan anak usia dini Holistik Integratif (HI) denganterbentuknya PAUD HI (Holistik Integratif), lembaga pengasuhan alternatif, serta infrastruktur ramah anak di ruang publik. 

Kemudian, untuk klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan, diwujudkan dengan kesehatan ibu dan anak, kawasan tanpa asap rokok dan terbentuknya lingkungan sehat. Klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya diwujudkan dengan wajib belajar 12 tahun, sekolah ramah anak, serta terbentuknya fasilitas kegiatan budaya, kreatifitas dan rekreatif yang ramah anak.

Untuk klaster perlindungan khusus, terang Gus Yani, diwujudkan dengan pendirian Unit Pelayanan Terpadu (UPT) perlindungan perempuan dan anak (PPA) dan tersedianya selter dan rumah aman.

Menurutnya, evaluasi KLA ini bukan lomba yang bisa menang atau kalah. Tetapi, mengevaluasi sampai sejauh mana, upaya-upaya kita dalam rangka pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, sesuai dengan tugas dan fungsi kita di OPD masing-masing. “Untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), diperlukan kolaborasi, menyamakan persepsi antarstakeholder. Sehingga kebijakan dan program yang disusun benar-benar saling bersinergi,” tutur Gus Yani.

Untuk diketahui, penghargaan KLA dari Kementerian PPPA ini terdiri dari peringkat Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan yang tertinggi kategori KLA. Pada 2017 dan 2018 Pemkab Gresik mendapatkan penghargaan kategori Pratama. Pada 2019 dan 2021 penghargaan menjadi ketegori Madya. Pada 2022, naik level menjadi peringkat Nindya. Pada 2023, Pemkab Gresik menargetkan kategori Utama. (yad)

Wujudkan KLA, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Siapkan 5 Navigasi Mendukung Kabupaten Layak Anak  Selengkapnya

Pesan Gus Yani, Bupati Gresik di Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah, Simak !

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Muhammadiyah dan Aisyiyah Benjeng. Muscab mengusung tema “Membumikan Islam Berkemajuan Memajukan Benjeng” dan “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Masyarakat Benjeng” ini digelar di halaman SMK Muhammadiyah 2 Benjeng pada Ahad. 4 Juni 2023. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas kekompakan yang ada di Kecamatan Benjeng. Ini terlihat dari kompaknya semua elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan dan Muspika, untuk bersama-sama hadir dalam kegiatan Muscab ini.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Gresik juga membuka seluas-luasnya peran serta semua elemen masyarakat. Kami sadar bahwa tanpa partisipasi dan dukungan masyarakat, kita tidak akan bisa berhasil. Perlu diingat bahwa tujuan dari pemerintah tidak lain adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani melanjutkan, bahwa ada beberapa isu sosial yang perlu mendapat perhatian dan partisipasi masyarakat. Di antaranya pencegahan terjadinya pernikahan dibawah umur, dan kekerasan terhadap perempuan.

“Pernikahan dini, atau pernikahan dibawah umur ini memiliki risiko besar terhadap munculnya stunting pada anak. Ini tidak lepas dari kondisi psikologis orang tua yang masih belum cukup matang, karena masih dibawah usia nikah,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Benjeng Suudi mengajak semua warga Muhammadiyah Benjeng untuk terus mewarnai gerakan-gerakan Islam di Kecamatan Benjeng. “Saya menitip pesan kepada pimpinan baru yang hari ini akan dipilih, untuk terus membekali diri dengan ilmu yang bermanfaatan. Dengan bekal ilmu tersebut, Insya Allah kita akan bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata,” tegasnya.

Selain Gus Yani, hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Muhammad Thoha Mahsun, Pimpinan Daerah Asyiyah Gresik Innik Hikmatin, Camat Benjeng beserta Muspika, Pimpinan Aisyiyah Benjeng Kamillah. Hadir pula Ketua MUI Benjeng, Ketua DMI Benjeng, Ketua MWCNU dan Muslimat Benjeng, Ketua LDII Benjeng, Ketua AKD dan kepala desa. (yad)

Pesan Gus Yani, Bupati Gresik di Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah, Simak ! Selengkapnya

Wabup Gresik : Pemkab Komitmen Wujudkan Nawa Karsa Gresik Segar, Kabupaten Ramah Lansia 

GRESIK,1minute.id – Suasana Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik terasa berbeda pada Rabu, 31 Mei 2023. Pagi itu terlihat ratusan orang lanjut usia (lansia)  berkumpul dan aktivitas bersama di gedung berarsitektur mirip rumah keong berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik itu.

Ada yang mengikuti senam lansia. Ada juga sedang memeriksakan kesehatan mereka. Wajah mereka yang usianya rata-rata sudah berkepala 6 itu terlihat bugar. Trengginas. Kehadiran ratusan lansia itu untuk memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2023 yang digagas oleh Dinas Sosial (Dinsos) Gresik. Tahun ini, HLUN ke-27 itu mengusung tema “Lansia Terawat Indonesia Bermartabat”.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyampaikan, bahwa peringatan ini sebagai refleksi untuk terus menjaga kesehatan, kebugaran serta tetap produktif di tengah-tengah masyarakat. “Banyak dari para lansia yang masih produktif dan mempunyai keahlian tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan,” kata Wabup Aminatun Habibah yang juga ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) itu.

Wabup perempuan berlatar pendidik itu kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam mewujudkan Nawa Karsa yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Mandiri). Agar langkah percepatan perwujudan Kabupaten Gresik ramah Lansia dapat dijadikan sebagai agenda dalam pembangunan. 

Sejumlah program yang berpihak kepada lansia telah diluncurkan. Program itu, antara lain penguatan kelembagaan karang taruna, Posyandu Lansia, pemberian Bansos PKH inklusif serta pemberian alat bantu mobilitas berupa kursi roda, tongkat, dan alat bantu dengar. 

Wabup berharap, lansia bukan lagi menjadi obyek pembangunan, melainkan sebagai subyek penyelenggaraan pembangunan melalui program-program pemberdayaan yang mengarah pada peningkatan kemandirian.

“Saya harap para generasi penerus dapat mengambil hakikat pembangunan dan pemberdayaan bagia lansia. Karena kedua generasi ini tidak dapat dipisahkan dari sebuah struktur dan kultur sosial,” kata mantan Kepala SMK Asa’adah Bungah, Gresik itu. 

Bu Min juga berpesan agar warga Gresik untuk tidak menyia-nyiakan lansia, terlebih lansia itu adalah orang tuanya sendiri. “Saya harap tidak ada warga Gresik yang menelantarkan orang tuanya yang sudah lansia. Kalau bisa penuhi hak-hak mereka,” pesannya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Sosial Gresik Umi Khoiroh dalam laporannya menyampaikan, proses penuaan penduduk kini sudah menjadi masalah dunia yang tidak dapat dihindari, sehingga perlu disikapi dengan tepat. Di Kabupaten Gresik proporsi jumlah lansia mencapai 11,74% atau setara dengan 156.565 jiwa pada  2022. 

“Pertambahan jumlah lansia memberikan implikasi pada perlu adanya penyesuaian struktur dan pelayanan, agar terjangkau dan inklusif bagi lanjut usia,” pungkasnya. Dalam kesempatan itu juga dilakukan  penyerahan secara simbolis rombong berkah dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT. Petrokimia Gresik, serta penyerahan kursi roda dari Pertamina. (yad)

Wabup Gresik : Pemkab Komitmen Wujudkan Nawa Karsa Gresik Segar, Kabupaten Ramah Lansia  Selengkapnya

Antisipasi Fonomena El Nino, Wabup Gresik :  Waspada Sektor Pertanian Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengingatkan ancaman kekeringan akibat El Nino. Iklim ekstrim itu, kata Aminatun Habibah diperkirakan menyebabkan penurunan produksi dan ketersediaan pangan sebesar 20-30 %.

“Dalam tiga tahun kedepan kita diperkirakan akan memasuki El Nino. Ini tentunya menjadi tantangan bagi sektor pertanian, mengingat masih banyaknya lahan pertanian Gresik yang sifatnya tadah hujan,” ujar Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rokor) Pengawasan Ketahanan Pangan di Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 30 Mei 2023. Rakor diinisiasi oleh Kementerian Pertanian ini mengundang beberapa kepala daerah di Jawa, Forkopimda, dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

Wabup Aminatun Habibah saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro. Kabupaten Gresik, satu dari 85 Kabupaten/Kota di Jawa yang mengikuti kegiatan tersebut. 

Dalam rakor tersebut, isu ketahanan pangan menjadi salah satu yang mengemuka ditengah perubahan iklim dan perubahan fungsi lahan. Karenanya, diperlukan sinergi antara Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH), kementerian terkait, pemerintah daerah dan APDESI

Sinergi ini dilakukan guna menghilangkan keragu-raguan dalam pelaksanaan program pertanian, dan optimalisasi dana desa untuk mendukung ketahanan pangan. El Nino adalah fenomena alam yang dapat menjadi tantangan besar karena dapat mengganggu pola cuaca yang berdampak pada produksi pertanian dan kesejahteraan petani. Sebab, fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di

Samudera Pasifik bagian tengah ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Untuk diketahui, Sektor pertanian memberikan sumbangsih cukup besar pada negara. Di antaranya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi, dimana sektor pertanian secara konsisten menjadi kontributor utama kedua bagi PDB nasional. Selain itu, sektor pertanian juga mencatatkan prestasi swasembada beras pada 2019-2021. Produksi beras  2022 mengalami peningkatan sebesar 31,54 juta ton, meningkat 0,59% dibanding tahun sebelumnya. 

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Jan S Maringka qmengatakan komitmen pemerintahan hingga ke tingkat desa sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman perubahan iklim.

“Tantangan ketahanan pangan ke depan selain alih fungsi lahan yang belum dapat diatasi secara maksimal, dihadapkan pula dengan ancaman kekeringan dan El Nino, yang mesti dihadapi secara bersama sama untuk mengantisipasi permasalahan tersebut,” ungkapnya. (yad)

Antisipasi Fonomena El Nino, Wabup Gresik :  Waspada Sektor Pertanian Gresik  Selengkapnya