Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan

GRESIK,1minute.id – Orang tua yang memiliki anak harus ekstra melakukan penjagaan ketika anak sedang bermain di luar rumah. Hujan deras membuat sejumlah tempat tergenangi banjir. 

Setelah Nusifah, 13, siswa asal Benjeng terseret arus dan ditemukan meninggal dunia. Senin sore, Alfareno Eka Aditya hanyut terseret arus ketika hendak mandi di bagian hilir Kali Lamong di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Hingga pukul 17.20, pencarian dilakukan tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPDB dan Polair Polres Gresik belum membuahkan hasil. 

Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Derasnya arus membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian. 

“Sampai sore ini, belum bisa ditemukan,”ujar Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rahman, Selasa 15 Desember 2020.

Informasi yang dihimpun Senin 14 Desember 2020 sekitar pukul 16.30 korban Alfareno Eka Aditya, 12 tahun bermain dengan tiga temannya. Semuanya, warga desa setempat.  

Setelah bermain mereka hendak mandi aliran Kali Lamong itu. Kondisi air sungai bagian hilir Kali Lamong itu cukup tinggi. Air pun keruh. Bahkan, di sejumlah kecamatan mulai Balongpanggang, Benjeng hingga Cerme air bah luapan Kali Lamong itu menggenangi ratusan unit rumah, jalan desa, hingga jalan kabupaten. 

Korban setelah melepas baju kemudian masuk ke sungai untuk berenang. Korban terseret arus. Tiga temannya berusaha menolongnya. Akan tetapi upaya pertolongan gagal. Korban pun hanyut. 

Kabar hanyutnya korban itu terdengar nelayan setempat. Puluhan perahu nelayan dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Namun, upaya pencarian hingga larut malam belum juga menemukan korban. (*)

Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan Selengkapnya

Siswa Terseret Arus Luapan Kali Lamong Ditemukan Meninggal Dunia

Nusifah , korban terseret arus luapan Kali Lamong ditemukan meninggal dunia, Senin 14 Desember 2020 ( foto : ist)

GRESIK, 1minute.id – Nusifah, siswa yang hanyut terseret arus luapan Kali Lamong ditemukan tim gabungan, Senin 14 Desember 2020 sekitar pukul 09.00.
Sides kelas VII berusia 13 tahun itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Inaliilahi wa Inaliilahi rojiun. 

Menurut Roni, salah satu warga Kecamatan Benjeng mengatakan, awalnya petugas gabungan menemukan jilbab Nusifah sekitar 20 meter dari lokasi hanyut. Sejumlah petugas lalu mengubek-ubek sekitar lokasi penemuan jilbab anak dari Siswanto itu. 

Selama 30 menit proses pencarian pelajar yang tinggal di Desa Bulurejo, Kecamatan Benjeng itu ditemukan. “Korban tersangkut ranting bambu,”terang Roni dihubungi 1minute.id, Senin pagi. 
Begitu jasad korban diangkat, teriak histeris massa. “Inalillahi wa inalillahi rojiun,”ucap massa secara bersamaan.

Jenazah Nusifah kemudian dibawa ke balai Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Gresik.

Ketua Tagana Jatim Abdul Mukhid membenarkan korban hanyut ditemukan. “Tim gabungan PBPD, Polair Polres Gresik, Tagana melakukan evakuasi jasad korban,”kata Abdul Mukhid. 

Seperti diberitakan Kali Lamong kembali meluap pada Minggu dini hari. Arus deras menyeret siswa bernama Nusifah, Minggu 13 Desember 2020 sekitar pukul 11.00. (*)

Siswa Terseret Arus Luapan Kali Lamong Ditemukan Meninggal Dunia Selengkapnya

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto didampingi (kiri) Kompol Dhyno Indra Setyadi dan (kanan) Kompol Eko Iskandar


GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi di Polres Gresik kembali bergerak. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin serah terima jabatan (sertijab) Waka Polres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi kepada Kompol Eko Iskandar. 

Sertijab dilanjutkan pisah sambut secara sederhana dengan protokol kesehatan itu digelar di Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat,  Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan mutasi dalam institusi Polri adalah hal yang wajar. Hal ini sebagai upaya penyegaran dan promosi jabatan anggota kepolisian.

“Puji syukur kita semua bisa menghantarkan sekaligus menyambut pergantian pejabat Wakapolres Gresik,” ujarnya, Jumat 11 Desember 2020.

Alumnus Akpol 2001 menyampaikan apresiasinya terhadap Kompol Dhyno yang telah mengemban tugas dengan baik selama menjabat di Polres Gresik. Dhyno bakal menempati pos barunya sebagai Kasubbag TIK Bagbinopsnal Ditlantas Polda Jatim.

Sedangkan penggantinya Kompol Eko Iskandar sebelumnya menjabat Kasatlantas Polresta Sidoarjo. 

“Momen ini merupakan acara yang haru namun penuh optimisme. Di mana orang-orang hebat pergi untuk mengemban tugas yang baru dan telah datang orang yang hebat untuk menggantikannya,”ungkapnya. 

Sementara itu, Kompol Dhyno mengaku bersyukur dapat menjalankan tugas selama dua tahun tiga hari sebagai Wakapolres Gresik. Perjalanan begitu tak terasa hingga berganti tiga Kapolres.

“Mohon maaf kepada rekan-rekan apabila dalam tutur kata maupun perbuatan yang telah kami perbuat disengaja ataupun tidak disengaja,”kata Dhyno. (*)

Pandemi Covid-19, Sertijab Waka Polres Gresik dengan Prokes, Tetap Khidmat Selengkapnya

Diduga Rem Dump Truck Blong, Kecelakaan Beruntun Melibatkan 5 Mobil dan 4 Motor

GRESIK,1minute.id – Tabrakan beruntun terjadi depan Pasar Legi Jalan Raya Bungah, Sabtu 5 Desember 2020 . Tabrakan melibatkan lima mobil dan empat motor itu terjadi  sekitar pukul 10.00 diduga rem dump truck bermuatan galian C ngeblong. 

Kendaraan berat itu, lalu nyeruduk kendaraan lainnya yang ada di depannya. Laju dump truck terhenti setelah menabrak pohon peneduh. Sopir dump trcuk W 6832 UA tergencet bodi kendaraannya. Sedangkan, seorang pemotor dilarikan ke rumah sakit Mabarrot, Kecamatan Bungah. 

Informasi yang dihimpun, dump truck nopol W 6832 UA melanju dari arah Sidayu kearah Manyar. Dump truck yang biasa digunakan mengangkut galian C diduga melaju kencang.

Setelah tanjakkan, jalan kemudian menurun. Sopir dump truck-belum diketahui identitasnya- itu panik. Sebab, beberapa kali sopir menginjak pedal rem.  Kendaraan berat itu terus melaju.

Sopir dump truck semakin panik memasuki simpang tiga Jalan Raya Bungah ada sejumlah kendaraan melaju lambat karena ada beberapa orang nyebrang ke Pasar Legi, Bungah. Dan,  tiba-tiba brakkkkk!  “Seperti rem dump truck blong,”kata Purnono, salah satu warga setempat. 

Serudukan dump truck itu, menghantam kendaraan di depannya . Ada lima mobil dan empat sepeda motor terlibat kecelakaan karambol itu.

Lima mobil dan motor itu adalah, mobil Elf W 1569 DY ; Suzuki Ertiga W 1336 CL ;  Toyota Kijang B 8379 BH ; Toyota Avanza Veloz W 1468 EI, dan Daihatsu Xenia L 1790 O.

Dump truck terhenti setelah menabrak pohon peneduh di Jalan Raya Bungah

Kemudian motor Honda CB S 6452 JV ; Honda Beat W 4760 BA, dan dua motor Honda Supra X-125 W 5466 dan W 4435 BO “Pengendara motor CB yang mengalami luka cukup parah,”imbuh Purnomo. 

Kapolsek Bungah AKP Sujiran mengatakan untuk korban pengendara motor sudah kita bawa rumah sakit. “Tidak ada korban jiwa,”ujar Kapolsek Bungah dikonfirmasi seluler, Sabtu, 5 Desember 2020. 

Sujiran menambahkan pihak membantu pertolongan pertama dan melakukan pengaturan lalu lintas. “Saat ini sudah ada Kanit Laka Satlantas yang standby di lokasi,”ujarnya. 

Kecelakaan ini mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dua arah. Yakni arah Manyar menuju Sidayu. Juga, sebaliknya. Bodi dump truck yang menabrak pohon peneduh hingga pukul 12.30 belum dievakuasi. (*)

Diduga Rem Dump Truck Blong, Kecelakaan Beruntun Melibatkan 5 Mobil dan 4 Motor Selengkapnya

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon) nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus melakukan blusukan ke desa-desa. Melihat kondisi dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Tapi, blusukan Gus Yani bersama Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Riduan ini berbeda. Gus Yani menyambangi Panti Jompo Lestari.

Panti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik sudah berdiri sejak 2011.
Ada dua orang pengasuh. Mereka pasangan suami-istri, Haryanton dan Sumarlik.

Kunjungan Cabup nomor urut 2 ini membuat para penghuni panti jompo itu semringah. Sebab, penghuni panti yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Santri, diantara Dukun,  Gresik dan Duduksampeyan.  

Mereka seakan merasa berkumpul dengan keluarga mereka. Bahkan, ada penghuni yang sampai menangis haru. Senang bisa bertemu dengan calon bupati Gresik 2021-2025. 

Hariyanto mengatakan mereka merawat sebanyak 28 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai wilayah. Selama ini membiayai operasional sendiri. Sebab, panti ini seakan tidak mendapatkan diperhatikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Operasional tiap bulan sekitar Rp 20 juta. Semua biaya sendiri. Kadang mendapat bantuan dari orang demawan,”cerita Haryanto. Gus Yani dan Mujib Riduan terlihat serius mendengarkan cerita pengasuh panti itu. 

Melihat kondisi tersebut, Gus Yani telah menyiapkan program unggulan. Yakni PKH Inklusif. Program tersebut untuk memperluas cakupan bagi kalangan lansia dan disabilitas. “Program itu menjadi bagian dari Nawa Karsa Niat ‘Gresik Seger’,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pemerintah daerah mempunyai kewajiban memberi perlidungan dan jaminan sosial kepada warganya. Khususnya lansia dan disabilitas. “Kami paslon Niat optimis bisa memberikan perlindungan sosial berupa PKH Inklusif di Kabupaten Gresik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Gus Yani menjelaskan, program PKH Inklusif dapat mengentaskan kemiskinan dan pembanginan yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (*)

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger Selengkapnya

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren

GRESIK, 1minute.id – Perhelatan pesta demokrasi, pemilihan bupati (Pilbup) Gresik semakin dekat. Sementara, pandemi korona belum ada tanda-tanda berakhir. 

Untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas dan mengerem laju penularan korona di Kota Santri, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melakukan silaturahmi ke sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) di Gresik, Selasa 3 November 2020. Diantaranya, Ponpes Nur Muhammad di Jalan Proklamasi, Gresik. 

Alumnus Akpol 2001 itu didampingi Kasat Binmas AKP Zunaedi. Sekitar pukul 14.00, Kapolres AKBP Arief Fitrianto tiba Ponpes Nur Muhammad dan disambut langsung pemangku pondok KH Nur Muhammad biasa disapa Gus Nur itu.

Duduk bersila berlatar kiswah Kakbah pembicaraan terasa gayeng. Pada kesempatan Kapolres AKBP Arief Fitrianto mengatakan tujuan datang untuk silaturahmi. 

Perwira dua melati di pundak itu menceritakan kondisi pandemi korona di Gresik. Kapolres menghimbau kepada santri tetap menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  Tradisi bulan Maulid , pasentren biasanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW secara sederhana..

“Dimasa pandemi Covid-19 dalam perayaan maulid Nabi Muhammad SAW agar tidak mengadakan acara yang mengundang terkumpulnya masyarakat banyak untuk menghindari penyebaran Covid-19,”harap Arief Fitrianto.

Sementara itu, menjelang Pilbup Gresik, Kapolres Gresik Arief Fitrianto, berharap perlehatan lima tahunan itu bisa berjalan sukses dan aman. “Semoga agar terciptanya kabupaten Gresik yang aman, damai dan sejuk,”harapnya. (*)

Jalin Silaturahmi, Kapolres Gresik Kunjungi Pondok Pesantren Selengkapnya

Terlilit Hutang, Pasutri Bobol Rumah Tetangga dan Aniaya ART

GRESIK,1minute.id – Impitan ekonomi membuat pasangan suami-istri, Suparman, 42 dan Likha, 32, gelap mata. Pasutri tinggal di Kompleks Perumahan Cerme Apsari, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik itu bersekongkol melakukan pencurian dirumah tetangganya, Teguh Heru Yuwono, 47.

Nahas, aksi direncanakan pasutri, Sabtu 12 September 2020 pukul 02.00 gagal. Untuk menghilangkan jejak, pasutri itu tega menganiaya Risma Asti Herianti, 16, asisten rumah tangga (ART) keluarga Teguh Heru Yuwono menggunakan linggis. Gadis asal Jalan Lingkungan Danyang, Desa Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobokan, Jawa Tengah mengalami luka parah. Dan, menjalani rawat inap di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin mengatakan, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi pencurian rumah Teguh Heru Wiyono diduga dilakukan pasutri Suparman-Likha. “Mereka masuk dari belakang rumah korban dengan cara sungihan,”ujar Nuramin, Jumat 18 September 2020.

Likha, terduga pelaku percobaan pencurian disertai kekerasan terhadap anak diamankan Polsek Cerme, Jumat 18 September 2020

Sebelum memanjat bagian belakang rumah korban Teguh di Kompleks Perumahan Cerme Apsari, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik itu, pelaku sempat mendatangi rumah korban menanyakan keberadaan ART Teguh yang tidak terlihat seminggu terakhir ini. “Tujuannya untuk memastikan lantai dua rumah korban kosong,”jelas Nuramin.

Pada Sabtu, 12 September 2020 pukul 02.00 pasutri Sutarman dan Likha beraksi. Mereka memanjat tembok belakang rumah Teguh dengan cara sunggi. Likha lebih dulu naik. Lalu, Suparman menyusulnya. Nah, saat itu ART Risma mendengar suara gaduh. Gadis 16 tahun itu terbangun. Melihat ada dua orang tidak dikenal membawa linggis sudah berada di hadapannya.

Risma, ART keluarga Teguh di Kompleks Perumahan Cerme Apsari, Desa Ngabetan, Cerme, Gresik korban penganiayaan pasutri yang gagal mencuri di rumah majikannya. Kondisi korban Risma berangsung membaik setelah dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik ( foto : istimewa)

Risma teriak histeris. Suparman yang panik langsung menghajar Risma dengan linggis. Risma kelenger dan bersimbah darah. Teguh mendengar teriakan minta tolong Risma bergegas lain ke lantai dua rumahnya. Teguh hanya melihat Risma tergolek di lantai bersimbah darah. “Korban mengalami luka-luka pada bagian kepala dan punggung.  Korban dipukul dua kali menggunakan linggis,”tegas Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin.

Dalam pemeriksaan di pasutri Suparman dan Likha mengaku gelap mata karena terlilit hutang. “Motif, impitan ekonomi. Istri Suparman terlilit banyak hutang,”katanya.
Penyidik Polsek Cerme menjerat dua tersangka dengan pasal berlpis. Yakni, Pasal 365 Jo 53  KUHP  dan Pasal 80 Undang-Undang nomor 35 / 2014 tentang perlindungan anak  atau Pasal 170 , 351 Ayat (2) KUHP. “Kami masukkan pasal perlindungan anak karena korban dibawah umur. Masih 16 tahun,”kata Nuramin. (*)

Terlilit Hutang, Pasutri Bobol Rumah Tetangga dan Aniaya ART Selengkapnya

Polres Kerahkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan, Waka Polres Kompol Dhyno Indra Setiadi usai launching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di Mapolres Gresik,  Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )


GRESIK,1minute.id-Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Akan tetapi, masih banyak ditemukan masyarakat yang abai tidak memakai masker. 
Padahal virus masih belum musnah.  Rabu 16 September 2020, aparat gabungan.

TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik membentuk tim hunter pelanggaran protokol kesehatan.  Tim anyar itu dilaunching di halaman Mapolres Gresik.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meresmikan tim yang bertugas blusukan mengendarai sepeda motor untuk mengingatkan masyarakat yang menjadikan masker gaya hidup menuju New normal ini.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto  mengatakan, tim memiliki tugas mengedukasi dan melakukan penindakan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Yakni, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M). “Masyarakat dapat menyadari dan semakin tertib dan 3M menjadi pola hidup baru,”ujar alumnus Akpol 2001 ini.

Tim hunter pelanggar protokol kesehatan melakukan patroli ke tempat keramaian. “dan melakukan tindakan kepada masyarakat yang tidak menerapkan Protokol kesehatan,”tegas Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. (*)

Polres Kerahkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan  Selengkapnya

Dua Terduga Perampok Aniaya Asisten Rumah Tangga Gunakan Linggis

Polisi olah tempat kejadian perkara di rumah Teguh Heru di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik. ( foto : istimewa)

GRESIK.1minute.id-Risma kelenger. Tubuh asisten rumah tangga (ART) keluarga Teguh Heru berusia 17 tahun bersimbah darah. Korban Risma menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Risma asal Desa/Kecamatan Cerme, Gresik di duga dianiaya dua lelaki tidak dikenal yang hendak merampok di rumah majikannya di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme. Percobaan perampokan itu sepekan lalu.
Polisi masih menyelidiki pelaku penganiayaan tersebut.

Informasi yang dihimpun Senin 7 September 2020. Risma terbangun karena mendengar suara gaduh di lantai dua rumah keluarga Teguh Heru di Kompleks Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik.
Risma spontan berteriak minta tolong begitu melihat ada dua lelaki misterius itu.

Pelaku yang panik kemudian menangkap Risma. ART berusia 17 tahun itu dihajar oleh penjahat hingga Risma hingga kelenger. Meringis kesakitan. “Saya mendengar teriakan minta tolong lari ke atas. Korban sudah tergelatak di lantai bersimbah darah,”ujar sumber di kepolisian menirukan pengakuan Teguh Heru, majikan Risma.

Akibat kebrutalan pelaku, korban Risma mengalami luka leher, bahu dan dua tangannya karena dianiaya pelaku. Dia pun kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Kondisi korban membaik. 

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) pelaku masuk kamar tidur korban Risma dengan mencongkel menggunakan linggis. Sebuah linggis ditemukan diatas tempat tidur Risma.

“Linggis menancap di kasur Risma. Dan, sebungkus rokok di duga milik pelaku. Barang bukti sudah kita diamankan,”imbuh sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu. 

Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin membenarkan kejadian menimpah Risma itu. “Masih dalam penyelidikan jadi kami mohon waktu. Pasalnya, anggota masih memeriksa sejumlah saksi-saksi,”kata Nuramin. (*)

Dua Terduga Perampok Aniaya Asisten Rumah Tangga Gunakan Linggis Selengkapnya

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial.

SIDANG di tempat dilakukan petugas dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan kantor Bupati Gresik, Senin 14 September 2020 . ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id--Tindakan represif semakin diintensifkan petugas untuk menertibkan masyarakat pelanggar protokol kesehatan. Tim gabungan, terdiri TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi di halaman Pemkab Gresik, Senin 14 September 2020. 

Operasi penegakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah itu dimulai pukul 10.00. Selama 60 menit, operasi yang dipimpin langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. 

TIGA Pilar, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf TaufikIsmail usai memimpin Ops Yustisi Penegakan Protokol kesehatan, Senin 14 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Dan, dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, perwakilan kejaksaan negeri Gresik ini mengamankan 28 orang tanpa masker.

Puluhan pelanggar upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19) langsung menjalani sidang di tempat. Sebanyak 24 dari 28 pelanggar memilih denda. Dan, empat orang pelanggar memilih kerja sosial. Nyapu jalan. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, operasi yustisi tindaklanjut instruksi Presiden (Inpres) 6/2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan, pengendalian korona.

“Operasi gabungan ini tujuannya menekan penyebaran wabah korona di Jawa Timur khususnya di Gresik. Memberikan efek jera kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,”tegas Bupati Sambari. (*)

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial. Selengkapnya