17.274 Jiwa Warga Bawean Masih Mengungsi, Dampak Gempa

GRESIK,1minute.id – Gempa susulan masih terjadi di Pulau Bawean. Meski, tidak sedasyat pada Jumat sore, 22 Maret 2024 yang mencapai 6,5 magnitudo. Namun, suara gemuruh itu menimbulkan trauma bagi masyarakat berada di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean.

Masyarakat memilih tetap bertahan di tempat pengungsian dan di dataran tinggi meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak berpotensi tsunami. Data di dapat 1minute.id dari kantor Kecamatan Tambak menyebutkan, jumlah pengungsi mencapai 17.274 jiwa. Rinciannya, 6.203 anak-anak ; 8.563 dewasa dan 2.508 lansia. Ribuan pengungsi berasal dari 13 desa. 

Sebanyak 2.647 rumah rusak ringan, sedang dan berat. Desa Telukjatiwadang terdampak paling parah dalam bencana lindu yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. 

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Gresik Sukardi menyebutkan ada 5 kecamatan terdampak gempa 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. Yakni, Kecamatan Duduksampeyan, Cerme dan Gresik. Serta, Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Warga Pulau Bawean yang terdampak paling parah. Sebab, titik gempa hanya 10 kilometer dari Pulau Bawean itu. 

Selain bangunan rumah, masjid, musala, sarana pendidikan, gempa mengakibatkan 7 orang mengalami luka ringan. Yakni, Hasi’ah, 71,  warga Dusun Tambak Timur, Desa Tambak, Kecamatan Tambak ;  Fatmawiyah, 46, asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Amira Nita Aprilia, 4, dari Desa Gelam, Kecamatan Tambak dan Amalia Riski ,18,  warga Desa Tambak Keramat.

Selanjutnya, Nur Hasanah, 39, warga Desa Tambak Keramat, Kemal Abdullah Al Gafiqi, 2 , warga Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura dan Faiqatul Febriana, 20, warga Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura.

“Untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada. Sementara korban luka sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” sebut Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) BPBD Gresik Sukardi. (yad)

17.274 Jiwa Warga Bawean Masih Mengungsi, Dampak Gempa Selengkapnya

Pimpin Penanganan Kedaruratan Pascagempa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ngantor di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ngantor di Pulau Bawean sehari pascabencana gempa berkekuatan 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024. Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu langsung memimpin penanganan kedaruratan pascagempa yang memporak-porandakan infrastruktur dan bangunan yang berada di kepulauan berjarak 80 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga keliling mengunjungi warga terdampak gempa terdasyat kurun waktu 50 tahun terakhir di Pulau Bawean itu. Sesekali ia dan ribuan warga merasakan guncangan yang menimbulkan suara gemuruh itu. Bupati Fandi Akhmad Yani tiba di Pulau Bawean pada Sabtu, 23 Maret 2024. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  mencatat terjadi 229 kali gempa susulan pada Sabtu, 23 Maret 2024.

“Kami memberikan sosialisasi terkait mitigasi bencana dan trauma healing kepada warga. Ini menjadi penting karena mengembalikan rasa percaya kepada masyarakat bahwa Bawean baik-baik saja,” jelas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Jatim, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) anggota DPRD Gresik Dapil Bawean.

Dikatakan, koordinasi dan segala bentuk upaya mitigasi bencana sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik bersama BMKG untuk menangani warga yang terdampak. Tidak hanya bantuan, bupati juga memberikan trauma healing dan semangat kepada warga terdampak agar tetap tenang menghadapi kondisi yang ada saat ini. 

Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebutkan ada 5 Kecamatan yang terdampak gempa di Laut Jawa, Tuban-Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024. Lima kecamatan yaknk Duduksampeyan, Cerme, Gresik dan dua di Pulau Bawean yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Sebanyak 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa ; 1.286 rumah kerusakan sedang serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Selain itu, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kemudian, 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 Rumah Sakit rusak ringan.

Untuk korban, BPBD mencatat 7 orang mengalami luka ringan. Yakni, Hasi’ah, 71,  warga Dusun Tambak Timur, Desa Tambak, Kecamatan Tambak ;  Fatmawiyah, 46, asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Amira Nita Aprilia, 4, dari Desa Gelam, Kecamatan Tambak dan Amalia Riski ,18,  warga Desa Tambak Keramat.

Selanjutnya, Nur Hasanah, 39, warga Desa Tambak Keramat, Kemal Abdullah Al Gafiqi, 2 , warga Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura dan Faiqatul Febriana, 20, warga Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura.

“Untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada. Sementara korban luka sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” sebut Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) BPBD Gresik Sukardi. (yad)

Pimpin Penanganan Kedaruratan Pascagempa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Ngantor di Pulau Bawean  Selengkapnya

Petrokimia Gresik, Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan Bantuan Kebutuhan Dasar Korban Gempa di Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur mengirimkan bantuan untuk membantu kebutuhan dasar bagi korban gempa bumi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Bantuan secara simbolis diberangkatkan langsung oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dari GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik sebagai Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur bergerak cepat untuk membantu korban bencana gempa bumi di Pulau Bawean. Mengingat, akses menuju pulau yang berjarak sekitar 81 mil laut dari Pelabuhan Gresik ini sangat terbatas.

“Untuk bantuan tahap pertama yang sekarang kami kirimkan adalah barang-barang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban. Kami telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Gresik,” ujar Dwi Satriyo.

Bantuan tahap pertama yang dikirimkan antara lain mi instan 50 dus, sarden 250 kaleng, selimut 100 pcs, air mineral 50 dus (kemasan 600 ml), pampers 300 pcs dengan berbagai ukuran bayi atau balita, obat-obatan. Selain itu, juga mengirimkan terpal untuk kebutuhan pengungsi sebanyak 30 pcs.

“Bantuan ini memang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan para korban, tetapi kami berharap dengan adanya bantuan awal ini dapat mengurangi beban dan dapat membantu mempercepat pemulihan para korban pascabencana gempa di Pulau Bawean,” ujar Dwi Satriyo.

Selain bantuan berupa barang, tambahnya, Petrokimia Gresik juga mengirimkan sepuluh orang tim perintis ke Pulau Bawean yang terdiri dari tim dari unit kerja terkait di Petrokimia Gresik, relawan dari Serikat Karyawan Petrokimia Gresik (SKPG), dan empat tenaga medis dari PT Petro Graha Medika dan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG). “Tim ini akan bergabung dengan tim dari BPBD setempat untuk terus berkoordinasi terkait kebutuhan-kebutuhan di Bawean,” ujar Dwi Satriyo.

Sementara itu, gempa yang terjadi di Laut Jawa dengan kekuatan lebih dari 6 SR dan ratusan kali gempa susulan mengakibatkan kerusakan pada rumah warga. Selain itu sejumlah fasilitas umum di Pulau Bawean, seperti masjid, sekolah, kantor pemerintahan dan rumah sakit juga mengalami kerusakan. “Mari kita semua berdoa tidak ada lagi gempa susulan. Sehingga saudara kita yang ada di Pulau Bawean bisa segera pulih,” pungkasnya. (yad)

Petrokimia Gresik, Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan Bantuan Kebutuhan Dasar Korban Gempa di Pulau Bawean  Selengkapnya

Ribuan Warga 6 Desa Di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Masih Mengungsi, Antisipasi Gempa Susulan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat dalam penangangan korban gempa di Pulau Bawean. Pada Sabtu pagi, 23 Maret 2024 bantuan kali pertama sudah tiba di Pulau Bawean dengan menggunakan KMP Gili Iyang. 

Bantuan kali kedua diperkirakan tiba di pulau berjarak 80 mil laut dari Pusat Kabupaten Gresik itu pada Sabtu, 23 Maret 2024 sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan kapal cepat, KM Express Bahari. “Bantuan yang diangkut kapal Gili Iyang sudah tiba jam 9 pagi tadi,” kata Syamsul Bilad, pegawai di Kantor Kecamatan Tambak, Pulau Bawean dikonfirmasi pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Sementara itu, data yang dihimpun dari kantor Kecamatan Tambak, gempa yang menguncang  Pulau Bawean mengakibatkan ratusan rumah tersebar di enam desa rusak. Enam desa itu yakni Desa Telukjatiwadang; Gelam ; Sukaoneng ; Sukalela ; Tambak dan Dipongo. Di enam desa itu, sebanyak 659 unit rusak ringan ; 645 rusak sedang dan 132 rusak berat.

Selain rumah gempa yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkekuatan 6,5 magnitudo berjarak 35 kilometer arah Barat Pulau Bawean itu  mengakibatkan 6 unit masjid, 12 unit musala, 18 sekolah dan 1 kantor. Sedangkan pengungsi. BMKG mencatat sampai pukul.23.04 WIB pada Jumat, 22 Maret 2024, gempa susulan tercatat hingga 110 kali dengan kekuatan bervariasi antara M2 hingga M 6,5. Kondisi itu membuat ribuan warga di Kecamatan Tambak memilih mengungsi di tempat yang aman. 

Masih merujuk data dari Kantor Kecamatan Tambak tercatat 1.270 anak ; 3.484 orang dewasa dan 529 lanjut usia. Ribuan warga terdampak itu mengungsi di lapangan sepak bola hingga halaman masjid atau musala yang dianggap aman. “Saat ini yang dibutuhkan warga makanan, selimut dan obat-obatan,” kata seorang warga.

Seperti diberitakan, gempa menguncang Laut Jawa, Tuban-Pulau Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024. Guncangan gempa itu terasa hingga Gresik daratan. Guncangan kali pertama dirasakan warga sebelum Salat Jumat atau sekitar pukul 11.21 WIB, gempa susulan pukul 2 siang dan ketiga terjadi pukul 15.52 WIB.

Guncangan gempa susulan kali ketiga mengikabatkan graha Petrokimia Gresik atau kantor pusat pabrik pupuk di Jalan A Yani Gresik itu retak. Namun, manajemen Petrokimia Gresik memastikan kondisi gedung utama aman. (yad)

Ribuan Warga 6 Desa Di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Masih Mengungsi, Antisipasi Gempa Susulan Selengkapnya

Manajemen Petrokimia Gresik Pastikan Operasional Pabrik Tetap Berjalan Normal, Kantor Pusat Aman Dari Guncangan Gempa

GRESIK,1minute.id – Manajemen PT Petrokimia Gresik memastikan bahwa gempa di Laut Jawa yang getarannya terasa hingga Gresik tidak mempengaruhi produksi. Hal itu diungkapkan oleh SPV Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo melalui pesan Whatsapp. 

Berikut pernyataannya. ⁠

1. Merespons adanya peristiwa gempa bumi yang terjadi di Laut Jawa dan terasa getarannya hingga di wilayah Gresik, dengan ini Petrokimia Gresik menyampaikan bahwa, sebagai objek vital nasional (obvitnas) operasional pabrik tetap berjalan sebagaimana mestinya.

2.⁠ ⁠Pada saat terjadi Gempa, sebagai bagian dari implementasi prosedur Keselamatan dan Kesahatan Kerja (K3), seluruh karyawan dievakuasi dan dikumpulkan di titik aman yang telah ditentukan. 

3.⁠ ⁠⁠Perlu kami informasikan bahwa tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dari kejadian gempa ini.

4.⁠ ⁠Pada saat ini tim Petrokimia Gresik tengah melakukan pengecekan aset yang dimiliki Petrokimia Gresik secara keseluruhan, sehingga sebagai langkah mitigasi risiko operasional perusahaan. Termasuk gedung kantor pusat PT Petrokimia Gresik dimana terdapat kerusakan pada lapisan luar keramik yang kemungkinan terjadi akibat gempa, namun struktur utama bangunan telah dinyatakan aman melalui pengecekan yang dilakukan oleh Departemen Inspeksi Teknik dan pihak B4T (inspektorat eksternal)

5. Untuk mengantisipasi gempa susulan maka Petrokimia Gresik menugaskan tim untuk standby dan secara aktif memonitor kondisi operasional pabrik

AMAN : Kantor Pusat PT Petrokimia Gresik yang terdampak gempa dan manajemen memastikan gedung aman. Suasana pascagempa pada Jumat, 22 Maret 2024 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan berrdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gempa 6,5 magnitudo. Lok 5.76 LS 112.33 BT (130 km timur laut Tuban-Jatim) Kedalaman 10 km. Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik pusat gempa sekitar 10 kilometer dari Pulau Bawean. Akibatnya, banyak bangunan yang rusak. Guncangan kali ketiga terjadi dan sangat dirasakan oleh warga Gresik daratan terjadi sekitar pukul 15.52 WIB. Durasi guncangan sekitar 2 menit sampai 3 menit.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik F.X Driatmiko Herlambang mengatakan terkait lindu susulan pada sore hari belum mendapatkan laporan terjadi kerusakan bangunan dan lainnya. “Gempa yang pertama ada beberapa bangunan yang.di Pulau Bawean yang rusak. Masih kali lakukan pendataan,” kata Miko-panggilan-F.X Driatmiko Herlambang.  (yad)

Manajemen Petrokimia Gresik Pastikan Operasional Pabrik Tetap Berjalan Normal, Kantor Pusat Aman Dari Guncangan Gempa Selengkapnya

Gempa Guncang Gresik, Graha Petrokimia Gresik Retak

GRESIK,1minute.id – Sejumlah bangunan rumah dan gedung dilaporkan rusak akibat gempa yang melanda Kabupaten Gresik. Gempa terjadi tiga kali. Gempa kali ketiga sekitar pukul 15.52 WIB terasa lebih kuat. “Ini lebih lama dan besar dibandingkan sebelum salat Jumat tadi,” ujar Rochmad, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.

Lelaki berusia 30 tahun terlihat masih syok. Dia berdiri di halaman depan ruang paktik drg Henny. Ruang praktik itu berlantai tiga. Semua orang semburat keluar. “Gempa…gempa…,” teriaknya.

Kondisi nyaris sama.juga terjadi di gedung utama PT Petrokimia Gresik. Guncangan yang cukup keras dan waktu lebih kuran 2 menit itu membuat para karyawan panik. Meski terlihat panik, mereka masih bisa mengendalikan diri tidak berdesakan ketika menuruni tangga darurat kemudian berkumpul di titik kumpul halaman GOR Tridharma Petrokimia Gresik. 

Dalam pengamatan 1minute.id , pintu masuk ke gedung utama Petrokimia Gresik di tutup untuk sementara waktu. Petugas memasang pita warna merah kombinasi hitam. Tampak satu unit mobil pemadam kebakaran disiagakan di sekitar gedung tersebut. Sementara itu, bangunan gedung terlihat retak. Terdapat sebuah mirip garis verikal. Memanjang dari bawah ke atas. Dan, retakan itu juga terlihat di bagian belakang gedung berada di Jalan A. Yani Gresik itu.

TITIK KUMPUL: Pegawai yang berkantor di Graha Petrokimia Gresik berkumpul di halaman GOR Tridharma Petrokimia Gresik saat gempa menguncang Gresik pada Jumat sore, 22 Maret 2024 (Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

VP Corporate Communication Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah mengatakan Perihal gedung graha yg terdapat retakan ada kemungkinan gempa bisa menjadi penyebab, namun kami masih melakukan investigasi lebih lanjut. “Sedangkan, terkait fasilitas pabrik sampai saat ini dalam kondisi aman,” katanya melalui pesan Whatsapp pada Jumat, 22 Maret 2024.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik F.X Driatmiko Herlambang mengatakan terkait lindu susulan pada sore hari belum mendapatkan laporan terjadi kerusakan bangunan dan lainnya. “Gempa yang pertama ada beberapa bangunan yang.di Pulau Bawean yang rusak. Masih kali lakukan pendataan,” kata Miko-panggilan-F.X Driatmiko Herlambang. 

Kerusakan terparah di Pulau Bawean karena pusat gempa hanya berjarak 10 kilometer dari Pulau Bawean. Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gempa 6,5 magnitudo. Lok 5.76 LS 112.33 BT (130 km timur laut Tuban-Jatim.) Kedalaman 10 km. (yad)

Gempa Guncang Gresik, Graha Petrokimia Gresik Retak Selengkapnya

Sungai Bengawan Solo di Gresik Meluap, Puluhan Rumah di Desa Madu Mulyorejo Terendam

GRESIK,1minute.id – Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Gresik meluap pada Selasa, 12 Maret 2024. Puluhan rumah di Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun terendam air. Ketinggalan air 20 hingga 30 centimeter. Warga terdampak banjir kali pertama dalam periode 10 tahun terakhir ini masih bertahan di rumah masing-masing. 

Tingginya curah hujan dan durasi waktu lama membuat Sungai Bengawan Solo yang meliintas di Kabupaten Gresik meluap. Luapan air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu merendam puluhan rumah di Desa Madu Mulyorejo. Air bah sungai itu meluap dan menggenangi permukiman penduduk itu pada Selasa pagi. 

Luapan air Sungai Bengawan Solo di Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik ini kali pertama pascapembangunan Bendung Gerak Sembayat (BGS) yang berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah itu. Desa Madu Mulyorejo berada sebelum BGS.

Banjir yang disebabkan Sungai Bengawan Solo meluap ini menjadi perhatian serius Serda Azis, Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 0817/16 Dukun itu. Serda Azis terus memantau perkembangan debit air yang menggenangi rumah warga tersebut. “Saat ini ada 18 KK (Kepala Keluarga) yang terdampak banjir Sungai Bengawan Solo,” kata Serda Azis.

Untuk antisipasi kebutuhan alat evaluasi telah disiapkan, jika ada yang membutuhkan akan siap melakukan evakuasi. Hingga petang ini terus dilakukan pemantauan dan belum ada warga yang dievakuasi. Sebagai langkah awal, akan dipantau terus perkembangannya, dan apabila dibutuhkan, kami siap melakukan evakuasi warga dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” tandas Babinsa Serda Aziz. (yad)

Sungai Bengawan Solo di Gresik Meluap, Puluhan Rumah di Desa Madu Mulyorejo Terendam Selengkapnya

Ular Sanca Sepanjang 1,5 Meter Nyelinap Di Kandang Bebek

GRESIK,1minute.id – Seekor ular sanca alias Piton sepanjang 1,5 meter menyelinap masuk kandang bebek. Pemilik kandang histeris. Ny Sini, pekilL Kejadian sekitar pukul 16.30 WIB spontan membuat warga Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik riuh.

Menurut petugas pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik sekitar pukul 16.30 WIB, menerima laporan dari call center 112 ada seekor ulan sanca di rumah Ny Sini. Ular Sanca atau Piton itu menyelinap masuk kandang bebek. “Ini laporan kali kedua. Laporan kali pertama ular kabur,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Senin, 4 Maret 2024. 

Ular Sanca itu, masuk dalam kandang bebek karena saluran air di sekitar meluap. Catatan Damkarmat Gresik, kurun waktu dua hari terakhir, ada sekitar 8 kejadian penyelamatan ular. “Mungkin kondisi sekarang sering hujan sehingga banyak hewan melata yang keluar,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik ini. (yad)

Ular Sanca Sepanjang 1,5 Meter Nyelinap Di Kandang Bebek Selengkapnya

Tanah Ambles, 5 Rumah Warga Di Driyorejo, Gresik Rusak 

GRESIK, 1minute.id – Lima unit rumah warga di Kompleks Perumahan Graha Mutiara Indah runtuh. Rumah warga di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik itu  runtuh karena tanah ambles hingga kedalaman lebih dari satu meteran. 

Lima rumah yang ambles itu milik Jaka, 54 ; Lumanto, 56 ; Agus Sulistiyono, 39 ; Yohanes Wiyono, 60 dan Rita Indrawati, 45. Mereka kini memilih untuk mengungsi di rumah kerabat atau tetangga. “Untuk penyebab ambles tanah itu, kami belum bisa memastikan,” ujar Muhammad Amri dikonfirmasi 1minute.id pada Selasa, 27 Februari 2024.

Lima unit rumah warga di Kompleks Perumahan Graha Mutiara Indah ini rusak karena tanahnya ambles diketahui pada Senin malam, 26 Februari 2024. Akibatnya, tanah ambles itu pondosi rumah bergerak turun. Ada yang tembok ruang tahun ambruk. Ada juga  bagian dapur rusak. Kondisi itu, membuat pemilik rumah khawatir sehingga mereka memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga. 

Sumber menyebutkan, tanah ambles itu diduga saat pengurukkan tidak padat. Ketika curah hujan tinggi, dan terus menerus membuat struktur tanah bergerak. “Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Gresik. Dan, semalam juga sudah dilakukan pengecekan dan hari dilanjutkan pengecekan ulang,” jelas mantan Camat Balongpanggang itu. 

Selain berkoordinasi dengan BPBD Gresik, imbuhnya, juga melakukan komunikasi dengan Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik. “Kabar dari masyarakat, pihak developer sudah siap membantu,” jelas Amri. Untungnya, peristiwa ambles rumah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. “Tidak ada korban,” tegasnya. (yad)

Tanah Ambles, 5 Rumah Warga Di Driyorejo, Gresik Rusak  Selengkapnya

Lupa Matikan Obat Antinyamuk, Rumah Warga Di Dukun Ludes Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Wajah Zainal Arifin pucat. Lelaki 62 tahun itu baru saja kehilangan asetnya, rumah semi permanen di Jalan Raya Desa Mentaras, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik ludes menjadi arang. Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik cekatan. Sehingga, kebakaran yang terjadi pada Jumat, 16 Februari 2024 pukul 06.30 WIB tidak merembet ke rumah tetangga. 

“Alhamdulillah tidak sampai merembet ke rumah tetangga,” kata Zainal Arifin kepada petugas Damkarmat Posko Kecamatan Dukun usai berhasil menjinakkan amuk si jago merah. Informasi yang dihimpun, pagi itu Zainal Arifin berangkat Salat Subuh di masjid terdekat. Ia ditengarai lupa mematikan obat antinyamuk. 

Badal Salat Subuh, Zainal tidak langsung pulang. Sekitar pukul 06.10 WIB, tetangga korban, Ny Hayin melihat ada asap dalam rumah Zainal Arifin itu. Asap cepat berubah bara api. Sekejab warga riuh karena api cepat membesar. Warga khawatir lidah api menjilat rumah tetangga sehingga meminta bantuan pemadaman kebakaran. “Laporan Masuk sekitar pukul 06.30 WIB. Anggota tiba di lokasi kejadian 10 menit kemudian,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik Suyono.

Sebanyak tujuh personil diterjunkan ke tempat kejadian kebakaran untuk memadamkan. Setelah sejam akhirnya api bisa dipadamkan. “Ini kejadian kebakaran kelima di bulan Februari ini,” katanya. (yad)

Lupa Matikan Obat Antinyamuk, Rumah Warga Di Dukun Ludes Terbakar  Selengkapnya