GRESIK,1minute.id – Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 23 Agustus 2021. Perpanjangan kali ketiga dengan pelbagai syarat utu bertujuan untuk mencegah persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).
Pembatasan kegiatan masyarakat mendongkrak melonjaknya animo masyarakat untuk berbelanja online. Ini kabar menggembirakan. Pasalnya, animo masyarakat itu bisa membangkitkan ekonomi. Khususnya untuk usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Diantaranya bisnis kuliner. Kebijakan take a way atawa bungkus.
Disisi lain, meningkatnya budaya baru di era pandemi Covid-19 berdampak pada meningkatnya volume sampah rumah di Gresik. Bagaimana antisipasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik?
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Mokh Najikh dikonfirmasi tidak mengelak adanya peningkatanvolume sampah rumahtangga sejak PPKM. Ia menyebutkan kebijakan restoran, rumah makan maupun warung hanya melayani pembelian secara take away meningkatkan volume sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga meningkatkan dua kali lipat. Sebelum, PPKM volume sampah rumah tangga berkisar 170-an meter kubik (m³) per hari.
“Sejak PPKM sampah rumah tangga mencapai 300 meter kubik perhari,”ujar mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Gresik ini pada Senin, 16 Agustus 2021. Ratusan meter kubik sampah itu yang ditampung di tempat pembuangan akhir (TPA) Ngipik di Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik. Peningkatan volume sampah rumah tangga, imbuh Najikh, telah diantisipasi dengan menempatkan backhoe atau alat berat untuk membantu menempatkan sampah ke lahan yang tersedia.
“(TPA Ngipik) masih cukup,”tegas Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik periode 2010 itu. Najik telah mengecek langsung TPA Ngipik untuk memastikan lahan tetap mencukupi untuk menampung sampah rumah warga Kota Santri yang berjumlah 1,3 juta jiwa itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Imam Masruri dan Sergi Setiaji tersenyum. Dua narapidana itu bisa menghirup udara bebas tepat di Hari Kemerdekaan pada Selasa, 17 Agustus 2021. Dua anak binaan Rumah Tahanan (rutan) Kelas II-B Gresik itu bebas setelah mendapatkan korting masa tahanan. Masing-masing mendapatkan diskon 2 bulan.
Imam dan Sergi adalah dua dari 408 tahanan yang mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini. Berdasarkan surat keputusan Menkumham potongan hukuman antara 1 bulan hingga 5 bulan. Mayoritas napi yang mendapatkan diskon ini adalah perkara narkoba.
“Setelah ini harus lebih baik, dan jangan ulangi lagi kesalahan yang sama. Berbuatlah yang baik-baik saja,”pesan Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah kepada Yunus, anak binaan rutan yang mendapatkan remisi usai upacara pengibaran bendera HUT ke-76 Kemerdekaan R.I di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 17 Agustus 2021.
Kepala Rutan Gresik Aris Sukariyadi didampingi Kasubsi Pelayanan Tahana Rutan Gresik Anis Handoyo mengatakan, sebanyak 408 napi mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan. “Remisi diberikan antara 1 bulan hingga 5 bulan,”kata Anis. Sebanyak 4 dari 408 napi bebas di Hari Kemerdekaan. “Sebagian besar adalah perkara pidana umum,”ujar Anis.
Ini rincian anak binaanRumahTahanan kelas IIB yang mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan: Narkotika sebanyak 282 napi ; Perlindungan Anak (13) ; Pencurian (66) ; Kesehatan (7) dan Penggelapan (14). Berikutnya, kriminal sebanyak 3 orang; korupsi (3) ; penipuan (3) ; penadahan (10) ; mata uang (1) dan pelanggaran lalu lintas (2). Selanjutnya, ITE , memeras/mengancam, penganiayaan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak masing-masing seorang. (yad)
GRESIK,1minute.id – Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Gresik terasa khidmat pada Selasa,17 Agustus 2021. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak membuat semangat pasukan pengibar bendera Merah-Putih kendur.
Para Ksatria itu tetap bersemangat mengibarkan sang saka Merah-Putih. Pimpinan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan itu adalah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Ini kali pertama Bupati termuda dalam sejarah Pemkab Gresik menjadi pemimpin upacara di HUT ke-76 Kemerdekaan R.I ini. Bupati Fandi Akhmad Yani dilantik sebagai Bupati Gresik pada 26 Februari 2021.
Peserta dan undangan dalam peringatan Hari Kemerdekaan yang kali ini mengangkat tema ” Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh” dibatasi. Protokol kesehatan (prokes) ketat. Bila tahun sebelumnya, anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) berjumlah 75 orang. Tahun ini “hanya” berjumlah 38 orang.
Komandan Upacara adalah Danramil Kebomas Kapten Inf Pariono. Pembaca teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qosir. Sedangkan, pembawa bendera pusaka Naura Khairunnisa (SMAN Kebomas) serta pengibar bendera masing-masing Aldo Jaguar Rianto (SMAN Cerme), Rangga Rasen Driya (SMAN Sidayu), Romadhon Fajrul Falah (SMAN I Manyar).
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin upacara didampingi wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah secara simbolis menyerahkan Piagam Penghargaan Presiden Satya Lencana Karya Satya kesetiaan 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun kepada 370, yang diwakili oleh 6 orang ASN Pemkab Gresik.
Gus Yani Bupati dan Bu Min Wabup juga secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Menkumham RI tentang Remisi kepada 408 orang warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Gresik yang diwakili oleh 4 orang warga Binaan.
Dihadapan peserta Upacara dan Undangan, Gus Yani dan Bu Min yang juga didampingi oleh Kepala Rutan Aris Sukariyadi menyerahkan SK remisi tersebut kepada perwakilan warga binaan. “Setelah ini harus lebih baik, dan jangan ulangi lagi keslahan yang sama. Berbuatlah yang baik-baik saja” pesan Bupati Gus Yani kepada M. Yunus salah seorang warga Binaan. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2021, resmi dikukuhkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.Pengukuhan para Ksatria yang akan mengibarkan bendera Merah Putih dalam HUT ke-76 Kemerdekaan R.I dilakukan di Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati pada Senin sore, 16 Agustus 2021.
CIUM MERAH-PUTIH: Silviana Adelia Putri mencium bendera Merah-Putih dalam Upacara pengukuhan Anggota Paskibraka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin sore , 16 Agustus 2021 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Ada nuansa beda dalam upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ini. Upacara pengukuhan hanya diikuti sebagian anggota. Sebagian lainnya mengikuti upacara dari vurtual dari tempat mereka melakukan karantina.
Meski demikian, suasana tetap berlangsung khidmat dan haru. Terutama saat mereka mengucapkan ikrar Putra Indonesia dan saat melakukan prosesi mencium sang saka merah putih dengan komandan upacara Silviana Adelia Putri.
IKRAR INDONESIA: Anggota Paskibraka Gresik dalam Upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin sore, 16 Agustus 2021 ( foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam amanatnya memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putri terbaik di Kota Santri ini. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, mereka bisa terus berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara dengan tetap mengedepankan Iman, akhlak dan budi pekerti yang luhur. “Jemputlah masa depan yang gemilang. Wujudkan dengan kerja keras,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Sehingga bisa mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh sesuai tema Peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gus Yani juga mendoakan kepada seluruh anggota Paskibraka bisa mewujudkan cita-citanya dan diberikan kelancaran dalam bertugas. Upacara Pengukuhan Anggota Paskibraka 2021 dihadiri oleh Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Gresik. (yad)
GRESIK,1minute.id- Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Jawa Timur, dan Badan Pengurus Cabang (BPC) Hipmi Gresik menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Pelabuhan Gresik. Sebanyak 10.000 dosis vaksin disiapkan untuk masyarakat ini digelar selama 5 hari mulai Senin, 16 Agustus 2021.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membuka vaksinasi masal yang dihadiri pengurus HIPMI dari pusat hingga daerah itu.
Fandi Akhmad Yani mengatakan vaksinasi massal ini sebagai ikhtiar dalam percepatan penanganan Covid-19 dengan membentuk herd immunity di Gresik. “Hikmah dari pandemi mendorong rasa kemanusiaan. Bersama-sama HIPMI agar ada kecepatan dan Alhamdulillah ini lokasinya di pelabuhan,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani.
Ia melanjutkan vaksinasi massal selama 5 hari ini dengan tujuan adalah pemulihan ekonomi. Pelabuhan salah satu fasilitas penggerak perekonomian. “Investasi harus sehat Pelabuhan harus sehat karena kunci pemulihan ekonomi adalah investasi terus berjalan mudah-mudahan dengan program vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Hipmi mendorong pemulihan ekonomi,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.
Vaksinasi massal ini diperuntukkan untuk masyarakat maritim. Banyak asosiasi yang berkecimpung di Pelabuhan. “Vaksinasi ini juga masyarakat sekitar Pelabuhan Gresik,”tegas Gus Yani.
Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H. Maming mengatakan, program ini digeber Hipmi untuk membantu percepatan vaksinasi demi melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Program Hipmi digelar nasional bertajuk Hipmi Peduli. Anggaran untuk vaksinasi ini hasil urunan anggota terkumpul sebesar Rp 21 miliar. “Program Hipmi pertama di Jakarta. Hari ini di Gresik, Jawa Timur. Berikutnya, Banten, Jawa Barat dan Solo, Jawa Tengah,”tegas Mardani.
BARENG: Forkopimda dan Pengurus Hipmi dalam vaksinasi massal di Pelabuhan Gresik pada Senin, 16 Agustus 2021 (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)
Dia berharap program vaksinasi secara nasional sebanyak 50 ribu vaksin bisa tercapai tepat waktu. “Khusus di Pelabuhan Gresik ini selama 5 hari targetnya 10 ribu vaksin,”tegas Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan dua periode 2010 – 2018 itu.
Program vaksinasi yang digelar Hipmi di Gresik bertajuk “Vaksin Aman Masyarakat Sehat”, program ini berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik, PT. Pelindo III Gresik, Relawan Tangguh Gresik, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Vaksinasi massal di pelabuhan Gresik yang memiliki historis yang luar biasa dalam persebaran Islam di Jawa dan Nusantara itu terasa istimewa karena dihadiri artis yang juga youtuber Baim Wong. Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Gresik Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Serta Ketua BPD Hipmi Jawa Timur Rois S Maming dan pengurus Hipmi Gresik.
“Kami akan terus mendukung program percepatan vaksinasi ini. Dengan vaksinasi, kita berharap masyarakat semakin terlindungi, dan pada akhirnya aktivitas sosial-ekonomi bisa kembali bergerak secara bertahap,”kata lelaki 40 tahun itu. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pandemi Covid-19 belum berujung. Meski, kasus aktif cenderung menurun. Ketersediaan oksigen medis masih butuh pemerintah untuk penanggulagan Covid19.
Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mengaktifkan kembali unit produksi oksigen Air Separation Plant (ASP) guna membantu pemerintah menjamin ketersediaan oksigen medis untuk penanggulangan Covid-19. Reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini diresmikan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Minggu,15 Agustus 2021.
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa reaktivasi unit ASP ini merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis yang saat ini menjadi prioritas. “Ke depan, setelah kondisi suplai oksigen sudah stabil, tentunya ini akan disinergikan dengan holding Rumah Sakit BUMN Indonesia Healthcare Corporation (IHC) untuk memenuhi kebutuhan oksigen di berbagai rumah sakit,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang mendorong BUMN untuk turut berperan aktif dalam penanganan Covid-19. Unit ASP Petrokimia Gresik memiliki kapasitas produksi 23 ton oksigen liquid per hari dengan tingkat puritas oksigen mencapai 99,61 persen, kapasitas tangki penampung 150 ton, serta dilengkapi fasilitas pengisian tabung oksigen dan pengisian truk isotank.
“Kami menyadari reaktivasi unit produksi oksigen ASP ini menjadi titik kritikal dalam mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia. Berkat usaha optimal dan dukungan dari seluruh pihak, hanya dalam waktu satu bulan kami dapat mengaktifkan kembali unit produksi oksigen yang sudah berhenti beroperasi selama 11 tahun ini,” ujar Dwi Satriyo.
Reaktivasi unit ASP ini, lanjutnya, melengkapi sederet upaya yang telah dilakukan Petrokimia Gresik dalam penanggulangan Covid-19. Sebelumnya di tahun ini, Petrokimia Gresik bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jatim telah menyalurkan bantuan oksigen medis sebanyak 175,5 ton untuk 30 rumah sakit yang tersebar di 4 provinsi dan 17 kabupaten/kota.
Selain bantuan oksigen, Petrokimia Gresik juga gencar menyalurkan berbagai bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk percepatan penanganan Covid-19 ke berbagai daerah, khususnya di wilayah Jatim. Terbaru Petrokimia Gresik membagikan bantuan 11.812 paket imun total senilai Rp1,2 Miliar untuk masyarakat sekitar perusahaan, serta bantuan 20 Tempat Tidur Pasien senilai Rp204 juta untuk RST dr. Soepraoen Malang melalui Kodam V/Brawijaya.
Sedangkan Bakir Pasaman, Direktur Utama Pupuk Indonesia selaku Induk Perusahaan Petrokimia Gresik berharap, unit produksi oksigen ini bisa mendatangkan manfaat bukan hanya bagi perusahaan tapi juga masyarakat. Khususnya sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19. (yad)
GRESIK,1minute.id – Tanjung Gaang. Destinasi wisata yang belum tersentuh modernisasi. “Perawan”. Lokasinya di Dusun Somor-somor, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik. Destinasi ini menyajikan pemandangan alam yang eksotis. Sunset begitu menawan. Air bening. Biato laut bisa diintip dari atas perahu terlihat begitu elok. Cocok untuk snorkeling.
Tidak ada galeri yang dipilih atau galeri itu dihapus.
Sayangnya wartawan 1minute.id ketika berkunjung ke Tanjung Gaang pada Kamis, 29 Juli 2021 tidak membawa perlengkapan menyelam. Karena belum terjamah modernisasi butuh perjuangan untuk bisa mencapai Bukit Karang diatas laut itu. “Tapi, perjalanan itu berbalas lunas. Karena keindahan alamnya menawan,”kata Kiki, pemandu.
Berangkat dari penginapan di dekat Dermaga Pelabuhan Sangkapura bersama sahabat Faiz naik motor. Jalan berkelok menembus kawasan hutan kayu melintasi jalan perkampungan penduduk yang ramah. Rombongan lainnya, dari Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik naik mobil. Perjalanan darat ini butuh waktu selama 40 menit.
Selanjutnya rombongan menyewa Jhukong (perahu “bersayap” khas Bawean) selama 45 menit. Perjalanan melelahkan itu terbayar dengan keindahan alam Tanjung Gaang. Selama perjalanan bisa menikmati hamparan batu karang yang begitu indah. Batu karang diatas laut itu ada yang menyerupai binatang purba, Dinosaurus. Melongok ke bawah, bisa melihat biota laut, terumbu karang, serta ikan aneka jenis berwarna-warni membuat mata seakan tidak enggan berkedip. “Kalau kesini enaknya sore. Bisa melihat sunset,”kata Kiki, pemandu wisata asal Bawean.
Tanjung Gaang juga menjadi tempat terbaik di Pulau Bawean untuk melihat Sunset atau pemandangan saat matahari terbenam. Untuk melihat Sunset, diharuskan untuk mendaki menuju atas tebing. Tebing dengan bagian ujung tidak rata.Berjalan merangkak dengan hati-hati adalah cara aman melewati jalanan karang untuk menuju ke Tanjung Gaang agar tidak terjatuh di batu karang yang tajam.Uniknya lagi, batu karang yang kita injak ada berjenis marmer.
Waktu terbaik untuk melihat Sunset di Tanjung Gaang sebelum Mahrib. Waktu itu sekitar pukul 17.15. (chusnul cahyadi/1minute.id)
GRESIK,1minute.id – Menjelang HUT ke-76 Kemerdekaan penjual pernak-pernik nuansa Merah-Putih semakin marak. Hampir sejumlah protokol di Kota Santri ada penjual bendera Merah-Putih.
Zainal, diantaranya. Lelaki 60 tahun berjualan bendera Merah-Putih dan umbul-umbul bernuasa Hari Kemerdekaan ini di depan kantor KPU Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ia biasa berjualan bersama istri dan anaknya.
Detik-detik Hari Kemerdekaan, dagangan Zainal semakin laris manis. Ia pun terlihat semringah. “Kemarin (Sabtu) bendera dan umbul-umbul sebanyak 120 lembar diborong pak polisi. Alhamdulillah,”kata Zainal pada Minggu, 15 Agustus 2021. Padahal, hari-hari sebelumnya laku 3 lembar cukup sulit. “Mungkin karena pademi Covid-19,”katanya menduga.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan aksi borong bendera atau umbul-umbul bernuasa Merah-Putih merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui TNI-Polri ke penjual kaki lima yang terdampak pandemi Covid-19.
“Kita beli bendera Merah-Putih untuk kami dibagikan kepada warga yang dipandang tidak mampu membeli. Sekaligus, menghimbau masyarakat agar dengan kesadaran disiplin mematuhi protokol kesehatan, meskipun sudah menerima vaksinasi,”alumni Akpol 2001 ini. (yad)
GRESIK,1minute.id – Semarak hari Kemerdekaan semakin terasa di Kota Santri. Diantaranya, di Destinasi Selo Tirta Giri (Setigi). Sejumlah emak-emak melakukan upacara penghormatan bendera Merah-Putihyang tengah berkibar di tebing wisata alam di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu.
Penghormatan kepada Bendera Merah-Putih itudipelopori oleh Ketua PKK Desa Sekapuk Ujungpangkah Gresik Rif’atul Mubarokah. Peserta yang adalah ibu-ibu dari Dapur Mbok Inggih, yang selama ini membuka lapak di area wisata alam itu.
“Kegiatan penghormatan terhadap Merah Putih di wisata Setigi ini sebagai tanda kebangkitan semangat ibu-ibu Dapur Mbok Inggih PKK Desa Sekapuk agar tidak pantang menyerah turut berjuang memulihkan ekonomi di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini,” tegas Rif’atul Mubarokah kepada wartawan pada Sabtu, 14 Agustus 2021.
Lebih lanjut Rif’atul mengatakan, di moment HUT RI ini, dirinya mengajak ibu-ibu Dapur Mbok Inggih PKK Desa Sekapuk agar tetap semangat memulihkan ekonomi dengan memproduksi berbagai cemilan khas leluhur untuk dijual di wisata alam Setigi.
Rif’atul juga mengajak seluruh masyarakat menjadi bagian dari pejuang penunjang ekonomi kemandirian desa dengan berkunjung ke Setigi. “Jangan lewatkan kuliner dengan menu khas, dan jajanan Dapur Mbok Inggih dibeli sebagai oleh-olehnya,”kata istri Kades Sekapuk Abdul Halim. (yad)
GRESIK,1minute.id – Pertikaian di Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi berujung happy ending. Para pihak sepakat untuk islah. Kesepakatan perdamaian itu diinisiasi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan difasilitasi oleh pemangku pondok pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo KH Agoes Ali Masyhuri pada Jumat malam, 13 Agustus 2021.
“Dalam pertemuan yang diinisiasi pak Bupati (Fandi Akhmad Yani, Red) dengan difasilitasi oleh KH Agoes Ali Masyhuri para pihak (pelapor dan terlapor) sepakat untuk islah,”kata kuasa hukum terlapor Khoirul Atho (KA), Abdullah Syafii dalam keterangan pers di kantornya pada Sabtu petang, 14 Agustus 2021.
Syafii mengatakan dalam pertemuan Jumat malam sekitar pukul 19.30 di Dalem Pemangku Pondok Pesantren (Ponpes) Bumi Sholawat KH Agoes Ali Masyhuri di Sidoarjo, pelapor Muhammad Tubashofiyu Rohman, 28, didampingi kakaknya, Tommy dan terlapor R.M. Khoirul Atho’ didampingi kuasa hukumnya Abdullah Syafii.
Dalam pertemuan itu, ada sejumlah kesepakatan islah. Diantaranya, para pihak sepakat KH Agoes Ali Masyhuri sebagai fasilitator islah. Kesepakatan kedua, para pihak sepakat melakukan Islah dengan menyelesaikan perkara baik di Polres Gresik maupun Polsek Manyar, Gresik secara kekeluargaan. “Dan, dalam waktu singkat pelapor akan mencabut laporan ke polisi,”imbuh Syafii.
Ketiga, Gus Ali siap mengawal Yayasan mulai perubahan hingga kepengurusan sampai terbitnya SK dari Kemenkumham. “Gus Ali siap melakukan pengawalan penyelesaian sengketa yayasan sampai terbitnya SK Kemenkumham yang baru,”kata Syafii.
Syafii mengaku kesepakatan islah terjadi karena diinisiasi oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. “Kami sampaikan terima kasih kepada Bupati Gresik yang menjadi inisiator pertemuan kemarin malam,”kata Syafii. Seperti diberitakan, Muhammad Tubashofiyur Rohman, 28, warga Jalan P.P Ushulul Hikmah Al Ibrohimi di Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Gresik melaporkan oknum guru berinisial KA ke Polres Gresik dan Polsek Manyar, Gresik.
Oknum guru itu diduga melakukan penganiayaan dan perusakan mobil milik pelapor yang juga Ketua Yayasan Ushulul Hikmah Alibrohimi. Yayasan ini menaungi pondok pesantren dan lembaga pendidikan mulai Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Menurut Shofi-sapaan-Muhammad Tubashofiyu Rohman dalam keterangan pers dirumahnya menceritakan dugaan penganiayaan yang dilakukan terlapor berinisial KA terjadi pada Kamis 5 Agustus 2021 sekitar pukul 08.30. Pagi itu, korban selaku Katua Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi dengan menggendong anaknya, WR, 3, datang ke Kantor Madrasah Aliyah (MA) Al Ibrohimi.
Tujuannya, memberikan surat pemberhentian Muhammad Said sebagai Kepala MA Al Ibrohimi. “Saat Saya memberikan surat itu Pak Said menerima putusan itu. Dan itu disaksikan waka MA dan lainnya. Pak Said kami berhetikan dari jabatan kepala MA karena tak jalankan keputusan yayasan. Ia diganti dengan Sohibu Janah,”ungkap Shofi saat memberikan keterangan pers didampingi Ketua umum Yayasan Ushulul Hikmah Al Ibrohimi Abdul Muafak dirumahnya pada Kamis, 12 Agustus 2021.
Usai memberikan surat pemberhentian kepada Said, tiba-tiba terlapor berinisial KA yang juga pengajar (guru) di Ponpes Al Ibrohimi datang sekitar pukul 08.45. Terlapor, lanjut Shofi, lalu masuk ke kantor dan menghampirinya. Tanpa basa- basi terlapor langsung melayangkan pukulan ke bagian kepala dan tubuhnya dengan membabi buta.
ISLAH : Kuasa hukum KA,Abdullah Syafii menunjukkan pertemuan yang fasilitator oleh KH Agoes Ali Masyhuri antara pelapor dan terlapor dikantornya pada Sabtu petang, 14 Agustus 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)
“Akibat pukulan itu, pelipis saya sebelah kiri luka. Mungkin terkena cincin akik terlapor,”kata Shofi. Menurut Shofi, pukulan terlapor dirasakannya terjadi berkali kali mengenai kepala dan tubuh. Sehingga, membuat kepalanya bagian belakang terasa sakit. “Saat dipukul saya menaruh anak saya di samping saya. Saya sempat melindungi kepala saya dengan kedua lutut. Kepala saya bagian belakang usai dipukul juga terasa sakit,”katanya sambil memperagakan kedua tangannya menutupi bagian kepala.
Tak hanya itu, lanjut Shofi, terlapor juga diduga melakukan pengerusakan terhadap mobil Toyota Yaris Nopol W -1721-CM miliknya. “Sehingga kap bagian depan mobil saya rusak,” terangnya. Terlapor juga diduga melakukan penganiayaan terhadap anak Shofi berinisial RW, 3 tahun. Anak perempuan itu mengalami bengkak di kelopak mata kanannya.
Untuk dugaan penganiayaan dan perusakan mobil Shofi melaporkan ke Polsek Manyar, Gresik. Sedangkan dugaan penganiayaan anak dilaporkan ke Polres Gresik.
Kuasa hukum terlapor KA, Abdullah Syafii mengatakan, persoalan antara terlapor dan pelapor adalah persoalan keluarga. “Kami akan mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan,”kata Abdullah Syafii ditemui dikantornya pada Kamis petang, 12 Agustus 2021.
Syafii mengatakan persoalan itu terjadi karena kesalahpahaman. “Kami berkeyakinan persoalan ini akan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,”katanya. Sebab, Lazim persoalan di dalam lingkungan pesantren akan dilakukan dengan islah. “Mereka ini jiwa pesantren, bila ada persoalan akan duduk bareng lalu islah saling memaafkan,”katanya.
Terkait tindakan kekerasan terhadap korban dan Anak, Syafii membentah dengan tegas adanya pemukulan terhadap korban. Itu hanya kesalahanpahaman dan tidak ada kesengajaan,”katanya.
Terkait laporan di Polres Gresik, kata Syafii , kembali menegaskan terlapor tidak memukul anak. “Jangankan memukul, menyentuh anak itu pun tidak pernah,”tegasnya. (yad)