Gepal Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pipanisasi Air Bersih

GRESIK,1minute.id – Puluhan aktivis Gerakan Penolak Lupa (Gepal) Gresik ngeluruk kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta di Jalan Permata Komplek Perum Bunder Asri, Kebomas, Gresik pada Kamis 8 April 2021.

Mereka berunjukrasa mensupport Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengusutan dugaan korupsi proyek pipanisasi air yang diduga merugikan negara Rp 50 miliar itu.

Selain berorasi, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Dukung KPK Nyalakan Tanda Bahaya. Usut Tuntas Korupsi PDAM Gresik”.

“Kami akan mengawal proses KPK menangani perkara yang ada di PDAM Gresik. Kami juga mendukung apa yang dilakukan KPK, dan kami juga akan langsung menanyakan ke KPK jika kasus ini tidak tuntas,”tegas Koordinator Umum (Kordum) Gepal Gresik Safik Udin.

Selama 30 menit, aktivis berorasi di depan kantor Giri Tirta. Direktur Utama Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah menyaksikan orasi para aktivis dari jarak tidak lebih 2 meter dengan penjagaan dari kepolisian dan polisi pamong praja.  Setelah puas berorasi mereka pun pulang. 

Sementara itu, Dirut Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zuriyah mengapresiasi aksi yang dilakukan Gerakan Penolak Lupa tersebut. Menurut Risa-sapaan-Siti Aminatus Zariyah, apa yang terjadi saat ini merupakan cambuk pengingat bagi manajemen Giri Tirta Gresik.

“Kami juga mendukung aksi temen-temen Gepal, dan ini warning bagi kami dan seluruh pegawai Giri Tirta untuk bekerja lebih amanah lagi. Kami pastikan akan bekerja maksimal,”kata Risa. 

Seperti diberitakan, KPK melakukan pengusutan dugaan korupsi proyek pipanisasi air bersih di PDAM Giri Tirta-kini-Perumda Giri Tirta pada 2012. Sejumlah orang dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

Risa, waktu itu masih menjabat sebagai Kasubag Pelanggan  bertugas melakukan feassibility study (FS) proyek yang digarap dua rekanan PDAM itu. 
PT Dewata Bangun Tirta (DBT) melakukan MoU dengan PDAM Gresik terkait proyek instalasi air di Legundi, Kecamatan Driyorejo dengan investasi Rp 47 miliar. 

Sementara PDAM dengan rekanan PT Drupadi Agung Lestari (DAL), proyek rehabilitasi operasi transfer di Krikilan, Driyorejo dengan investasi sebesar Rp 86 miliar. 

Sejak diselisik lembaga antirasuah ini, Risa kini menjabat sebagai Dirut Giri Tirta itu telah dimintai keterangan sebanyak empat kali. Pada Rabu malam, 7 April 2021 penyidik KPK memeriksa tiga orang dari PT DBT. Mereka diperiksa di lantai 2 kantor Giri Tirta mulai pukul 09.00 hingga 18.00.

Empat orang penyidik KPK keluar kantor Giri Tirta membawa dua dus dan dua koper yang diduga dokumen proyek pipanisasi itu sekitar pukul 19.45. (yad)

Gepal Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pipanisasi Air Bersih Selengkapnya

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 19 pejabat pimpinan tinggi pratama setingkat eselon II di Pemkab Gresik menjalani uji kompetensi ini dibuka Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Uji kompetensi ini nantinya akan dipakai untuk mengisi jabatan yakni mutasi, rotasi atau pengisian jabatan lowong di pemerintahan kabupaten (Pemkab) Gresik. Uji kompetensi digelar di ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati Gresik.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah meminta kepada peserta uji kompetensi tidak tegang dan tetap semangat serta fokus. 

“Uji kompetensi ini suatu hal biasa bagi ASN yang sesuai perundangan dilakukan secara berkala. Jadi anda juga harus menghadapi dengan serius tapi santai, semangat dan tetap fokus,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nadlif pada Kamis, 8 April 2021.

Bu Min melanjutkan hasil dari uji kompetensi ini untuk penempatan pejabat sesuai hasil kompetensi yang dilaksanakan kali ini.  

Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno menambahkan uji kompetensi ini kegiatan rutin bagi pejabat pimpinan tinggi pratama. “Sesuai perundangan dilakukan setiap 2 tahun sekali. Hal ini juga berlaku untuk pejabat administrator dan pengawas, sifatnya fleksibel,”kata Abimanyu.

Untuk uji kompetensi kali ini, tambahnya, diprioritaskan untuk para pejabat eselon II yang usianya dibawah 59 tahun.  Jumlahnya 19 orang. “Pelaksanaan uji kompetensi kali ini, Pemkab Gresik menggandeng PT Binaman Utama Jakarta,”terang Abimanyu.

PT Binaman Utama, kata Abimanyu, adalah lembaga uji kompetensi yang telah sukses menguji para pejabat di kementerian dan beberapa lembaga negara.

“Hasil uji kompetensi assessment ini bisa dipakai pengisian jabatan.Sifatnya untuk merefresh dan mereview pada masing-masing pejabat,”kata Abimanyu sambil mencontohkan mutasi, rotasi, pengisian jabatan yang kosong. 

Siapa saja peserta uji kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama ini? Mereka adalah Abu Hasan ; Achmad Washil Miftahul Rahman ; Agustin Halomoan Sinaga ; Budi Raharjo dan Choirul Anam. Kemudian, Darmawan ; Eddy Hadisiswoyo ; Eko Anindito Putro dan Ida Lailatussa’diyah. 

Berikutnya, Khusaini, Malahatul Fardah, Mokh Najikh ; Nanang Setiawan ; Ninik Asrukin ; serta Nuri Mardiana. Selanjutnya, drg Syaifudin Ghozali ; Siti Jaiyaroh ; Sutaji Rudy dan Tarso Sagito. (yad)

Jalani Uji Kompetensi, 19 Pejabat Eselon II Nderedek Selengkapnya

Dirut Perumda Giri Tirta : Iya Petugas KPK, Bukan Dokumen Tapi Baju dan Air Mineral

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Perusahaan umum daerah (Perumda) Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah membenarkan empat orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksan dikantornya pada Rabu, 7 April 2021.

Penyidik memeriksa tiga orang rekanan proyek pipanisasi yang dikerjakan PT Dewata Bangun Tirta (DBT). Proyek  instalasi air di Legundi, Kecamatan Driyorejo dengan investasi Rp 47 miliar pada 2012.

“Bukan pegawai Giri Tirta. Tapi, tiga orang rekanan dari Dewata (Dewata Bangun Tirta),”kata Risa-panggilan-Siti Aminatus Zariyah. Penyidik lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaan sejak pukul 09.00 hingga 18.00.

“Tapi, saya tidak tahu identitas tiga rekanan yang diperiksa penyidik KPK itu,”imbuhnya. Risa mengatakan, penyidik memeriksa rekanan Giri Tirta di lantai 2. “Saya tidak tahu materi pemeriksaannya. Apalagi seharian ada acara luar kantor,”ujarnya. 

Terkait dua dus dan dua koper yang dibawa petugas KPK, Risa menegaskan, bukan dokumen yang disita. “Tapi, itu baju dan air mineral,”tegas Risa dikonfirmasi di kantornya pada Rabu malam, 7 April 2021.

DIDUGA DOKUMEN : Penyidik KPK memasukkan kotak kardus yang dibawanya dari Kantor Perumda Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan, Sejumlah orang diduga penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) melakukan penyitaan dokumen di kantor Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021.

Ada empat orang  yang keluar sambil membawa dua kardus dan dua koper keluar dari kantor perusahaan air bersih berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Dua petugas laki-laki membawa dua kardus seukuran kardus air mineral. Sedangkan, dua perempuan membawa dua koper. Mereka naik mobil Toyota Innova warna hitam nomor polisi (nopol) W 1496 WC.

Sekitar pukuk 19.45 keempat petugas yang diduga dari KPK itu keluar kantor. Sayangnya, mereka enggan menjawab pertanyaan wartawan. Mereka langsung masuk mobil. (yad)

Dirut Perumda Giri Tirta : Iya Petugas KPK, Bukan Dokumen Tapi Baju dan Air Mineral Selengkapnya

Empat Penyidik KPK Sita Dokumen Proyek di Kantor Perumda Giri Tirta

GRESIK,1minute.id – Sejumlah orang diduga penyidik komisi pemberantasan korupsi (KPK) melakukan penyitaan dokumen di kantor Perusahaan Daerah (Perumda) Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021.

Ada empat orang  yang keluar sambil membawa dua kardus dan dua koper keluar dari kantor perusahaan air bersih berada di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Dua petugas laki-laki membawa dua kardus seukuran kardus air mineral. Sedangkan, dua perempuan membawa dua koper. Mereka naik mobil Toyota Innova warna hitam nomor polisi (nopol) W 1496 WC.

Sekitar pukuk 19.45 keempat petugas yang diduga dari KPK itu keluar kantor. Sayangnya, mereka enggan menjawab pertanyaan wartawan. Mereka langsung masuk mobil.

SITA DOKUMEN : Petugas ketika memasukkan barang diduga dokumen dari kantor Perumda Giri Tirta pada Rabu malam, 7 April 2021. ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Seorang sumber menyebutkan, empat penyidik yang diduga dari lembaga antirasuah itu tiba di kantor Perumda Giri Tirta – dulu bernama – PDAM Giri Tirta sejak Rabu sore, pukul 16.30. Mereka datang ketika hujan disertai angin kencang melanda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Setelah itu, tiga orang terdiri dua perempuan dan satu lelaki masuk ke kantor perusahaan pusat perusahaan daerah yang dipimpin Siti Aminatusn Zariyah. 

Lisa-sapaan-Siti Aminatusn Zariyah membenarkan ada empat penyidik yang melakukan pemeriksaan di lantai dua kantor Perusda Giri Tirta. “Tapi, bukan menyita dokumen. Itu baju dan air mineral. (yad)

Empat Penyidik KPK Sita Dokumen Proyek di Kantor Perumda Giri Tirta Selengkapnya

Apes, Terpergok Bobol Rumah, Pencuri Digebuki dan Motor Dibakar Massa

GRESIK,1minute.id – Hendrik Cahya Wiradih sedang apes. Pemuda 29 tahun babak belur dihajar massa. Sepeda motor milik pemuda asal Bulak Banteng Kidul, Kenjeran, Surabaya hangus dibakar massa. Kini, Hendrik mendekam ditahanan Polsek Menganti hanya nyengir menahan kesakitan.

Informasi yang dihimpun, Hendrik Cahya Wiradah menyatroni rumah Evi Retno Sari, 46, di Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti. Rumah Evi sekitar pukul 07.00 itu kosong. Evi mengantar anaknya sekolah. Sekitar pukul 10.00 Evi pulang. Dia melihat seorang pemuda tidak dikenal keluar rumah. 

Evi menegur pemuda misterius itu. Hendrik kabur. Spontanitas Evi teriak maling. Teriakan itu seakan sebuah komando. Massa langsung mengejar. Sekitar 100 meter dari lokasi kejadian Hendrik tertangkap. Massa yang geregatan langsung menghakiminya. Bak…buk…bak…buk. 

Beruntung ada anggota Reserse Kriminal Polsek Menganti berada di sekitar lokasi kejadian. Nyawa Hendrik terselamatkan. Akan tetapi, massa melampiaskan kekesalannya dengan membakar motor Honda Beat nopol L 3943 AJ milik pelaku.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno mengatakan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tersangka Hendrik masuk rumah korban Evi Retno Sari menjebol pintu rumah. “Tersangka mendorong pintu hingga engsel rusak,”terang Tatak pada Rabu, 7 April 2021.

Tersangka Hendrik lalu mengambil uang milik korban Rp 1.129.000. “Ketika keluar pelaku diteriaki maling. Beruntung ada anggota di lokasi kejadian,”kata mantan Kapolsek Cerme itu. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku kali pertama mencuri. Tersangka Hendrik dijerat Pasal 363 ayat 1 dan 5 KUHPidana. “Tersangka kami tahan,”tegas Tatak. (yad)

Apes, Terpergok Bobol Rumah, Pencuri Digebuki dan Motor Dibakar Massa Selengkapnya

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik

GRESIK,1minute.id – Mal pelayanan publik (MPP) menjadi harapan baru bagi Pemkab Gresik untuk mendongkrak investasi, pemulihan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. 

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa melaunching MPP ke-40 di Indonesia itu pada Rabu, 7 April 2021. Ada 133 layanan dari 21 instansi yang terintegrasi di MPP ini.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  grand launching harus dibarengi perubahan layanan yang lebih cepat. Mengubah etos kerja melayani. Setelah diresmikan bisa meningkatkan investasi di Gresik karena berbagai kemudahan. Intinya ada peningkatan pelayanan birokrasi terutama di bidang perizinan.

“Perizinan harus benar-benar cepat. Kita buka investasi seluas-luasnya agar investasi mengalir dan bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat,”harap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Kabupaten yang berjuluk kota industri, Bupati mengaku prihatin atas jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya. Dia menyebut jumlah prosentase pengangguran di Gresik mencapai 8 persen. Melebihi angka nasional yang 7 persen dan Jawa Timur hanya 5 persen.

“Tapi, Saya tidak malu. Semoga ikhtiar dan kerja keras bisa menurunkan angka pengangguran,”katanya optimistis.

Optimistis Bupati Gresik termuda itu karena Gresik memiliki tiga kawasan industri besar yakni Kawasan Industri Maspion, Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). “Dengan kemudahan perizinan dan investasi, kedepan bisa memberikan angin segar untuk mengurangi angka penganguran,”tegasnya.

Gus Yani mengharapkan mindset aparatur sipil negera (ASN) berubah. “Kalau tidak bisa melompat (kerja cepat) akan saya tinggal,”tegasnya. 

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, MPP didirikan untuk memberi kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat mendapatkan pelayanan. Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar MPP ini bisa melaksanakan percepatan reformasi birokrasi dan memudahkan proses perizinan.

“Agenda penting yang harus kita laksanakan yaitu perbaikan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Jangan lupa, agar SDM aparatur terus ditingkatkan,”kata Diah Natalisa.

Diah Natalisa, Gus Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno melihat langsung sejumlah layanan di MPP. Selain, dinas perizinan dan penanaman modal- pelayanan terpadu satu pintu (DPM-PTSP), Disdukcapil dan lainnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yani meminta kepada petugas pelayanan untuk lebih cepat. (yad)

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik Selengkapnya

Nikah di Balai Nikah MPP, Bupati jadi Saksi, Jamin Ngaku Kemejer

GRESIK,1minute.id – Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Gresik dilaunching pada Rabu, 7 April 2021. Ada ratusan jenis pelayanan yang bisa dilayani dalam gedung tersebut. Antara lain, pendaftaran nikah oleh kantor urusan agama (KUA) Gresik.

Bahkan, di mal tersebut, disediakan balai nikah. Pasangan Jamin, 58, dan Siti Aisyah, 53, kali pertama menikmati akad nikah dalam gedung MMP dalam kompleks Kantor Bupati Gresik.

Istimewa lagi, akad nikah pasangan duda dan janda asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai saksi pernikahan itu. 

BUKU NIKAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan buku nikah kepada mempelai yang menikah di mal pelayanan publik Pemkab Gresik pada Rabu, 7 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jamin memakai setelan jas, sarung dan kopiyah. Sedangkan, Siti Aisyah memakai baju muslim motif batik warna hijau dipadu jilbab warna kuning. Mereka terlihat serasi. Meski, akad nikah itu bukan kali pertama bagi Jamin dan Siti Aisyah.

Namun, Jamin, dalam pernikahan dengan mahar emas 2 gram itu terlihat nderedeg.”Kemejer (nderedeg),”kata Jamin usai akad nikah sambil tersenyum.

Selain Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, pernikahan Jamin dan Siti Aisyah ini disaksikan langsung oleh Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RD Diah Natalisa, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani dan pejabat lainnya.

MEMPELAI : Jamin dan Siti Aisyah ketika menikah di mal pelayanan publik Pemkab Gresik pada Rabu, 7 April 2021( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Saya senang tapi grogi,”imbuh Jamin. Dalam pernikahan ini, pasangan Jamin dan Siti Aisyah langsung mendapatkan buku nikah. Selain itu, pasutri juga mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan status kawin.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik Khusaini,  mempelai setelah mendaftar nikah kemudian mendaftar ke disdukcapil. Pendaftaran semuanya di MPP. “Akad Nikah selesai, pulang langsung bawa KTP,”ujar Khusaini. Keberadaan pelayanan satu atap setidaknya sudah dirasakan Jamin dan Siti Aisyah. (yad)

Nikah di Balai Nikah MPP, Bupati jadi Saksi, Jamin Ngaku Kemejer Selengkapnya

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertemu dengan perwakilan guru honorer dalam saturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik pada Selasa, 6 April 2021.
Bupati memberi target kepada Dinas Pendidikan Gresik agar guru honorer di Gresik menerima surat keputusan (SK) pada tahun ini.

Menurut Gus Yani-panggilan akrab- Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pertemuan dengan tenaga pendidik non ASN ini tidak hanya sekadar sarasehan biasa. Gus Yani berharap pertemuan di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati  ini, menghasilkan manfaat khusus bagi guru honorer.

Pertemuan ini adalah bagian dari rembuk akur mendengar harapan dari para guru honorer selama ini kurang mendapat perhatian. Dikatakannya, mulai dari program PPPK, insentif guru dan surat keputusan (SK) yang bisa digunakan oleh guru untuk bisa mendapatkan sertifikasi. 

“Sebelum kepala dinas pendidikan pensiun, saya minta untuk dilakukan kajian hukum sehingga guru honorer bisa mendapatkan sertifikasi,”kata Gus Yani. “Mudah-mudahan ini bisa terlaksana karena kesejahteraan guru merupakan tanggungjawab kami berdua,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin.

Gus Yani berharap kajian bisa cepat kelar sehingga bisa menjadi kado terindah bagi Kadispendik sebelum purna tugas. “Beri kado terindah untuk para guru honorer ini,”seloroh Gus Yani.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, guru di sekolah negeri tidak bisa mendapat sertifikasi karena tidak pernah dapat SK dari Bupati.

“Selama ini tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku, bupati siap menerbitkan SK bagi teman-teman yang menjadi honorer di sekolah negeri,”tegas Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah itu.

Guru honorer yang mendapat SK dari kepala daerah berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan jika lolos program pendidikan dan pelatihan guru (PPG). Tunjangan sertifikasi ini bersumber dari APBN.

Ketua PGRI Gresik Arief Susanto mengakui pengabdian guru honorer tidak diragukan lagi. “Meskipun gaji dibawah rata-rata, tetap mengabdi,”terang Arief. (yad)

Bupati Berharap Kadispendik Beri Kado Terindah untuk Guru Honorer Selengkapnya

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku prihatin mendengar pengakuan guru honorer yang dipotong gajinya oleh oknum. Bupati Fandi Akhmad Yani akan segera menindaklanjuti terkait adanya pemotongan ini.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati seusai acara Silaturahmi dan Sarasehan Pendidikan Forkom GTK – PTK non K-2 se-Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Senin, 6 April 2021.

“Kami akan mengevaluasi, akan kami tindaklanjuti. Sangat memprihatinkan ketika hanya sedikit tambahan yang diberikan di tahun 2019 sebagai bentuk perhatian dari pemerintahan kok ada hal seperti itu,”kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 April 2021.

Jika masih ada guru honorer yang mengalami potongan oleh oknum tidak bertanggungjawab, Gus Yani meminta warga agar tidak ragu melapor. Masyarakat tinggal melapor melalui aplikasi Gresikpedia yang menjadi sarana komunikasi masyarakat dengan pemerintah. 

“Bisa disampaikan langsung di Gresikpedia karena itu tekoneksi langsung ke dinas-dinas yang lain. Seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial da lain sebagainya,”katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan pihak meminta klarifikasi kepada pihak kecamatan di Pulau Bawean. “Segera kami akan minta klarifikasi ke pihak Kecamatan,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Syaiful Bachri, guru honorer di Kecamatan Sangkapura mengatakan, dirinya datang ke sini membawa satu misi dari teman-teman di Sangkapura, Pulau Bawean.

Misi itu adalah adanya pemotongan gaji yang diduga dilakukan oknum. Kenaikkan gaji dari Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta masih dipotong oleh oknum. “Saya tanya pada teman-teman di daratan (Gresik) tidak di potong,”katanya.

“Guru honorer di Pulau Bawean Kecamatan Sangkapura dan Tambak. Gaji Rp 500 ribu dipotong 50 persen, kadang saya menerima Rp 200 ribu kadang Rp 100 ribu,”ujarnya.

Sarasehan tersebut diikuti perwakilan guru honorer se-Kabupaten Gresik. Mereka berbincang langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Mahin, Kepala BKD Gresik Nadlif dan Ketua PGRI Gresik Arief Susanto. 

Arief mengaku para guru honorer tidak perlu diragukan lagi pengabdiannya. “Meskipun gaji dibawah rata-rata tetap mengabdi,”kata Arief yang juga Kepala SMK PGRI Gresik itu. (yad)

Bupati Gresik Prihatin, Ada Pemotongan 50 Persen Gaji Guru Honorer Selengkapnya

Warga Gulomantung Tolak Pabrik Baru, Khawatir Polusi

GRESIK,1minute.id – Rencana pembangunan pabrik PT Indo Metal Recycle di Kelurahan Gulomantung, Kecamatan Kebomss, Gresik ditolak warga setempat. Penolakan warga terungkap dalam sosialisasi digelar pendapa kelurahan setempat pada Selasa, 6 April 2021.

Sosialisasi dihadiri Kapolsek Kebomas Kompol Yulianto, Danramil Kebomas Kapt Inf Pariono Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainal Arifin dan Lurah Segoromadu Wiwit Indahyat serta tiga orang perwakilan perusahaan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan perusahaan Rico Septiantono menegaskan perusahaan membeli aset dan bangunan perusahaan yang telah pailit. Rencananya akan kita gunakan proses produksi.

“Pabrik produksi logam dasar, tapi bukan besi. Tapi, pabrik peleburan kuningan dan perunggu,” ujar Rico didampingi manajer teknik PT Indo Metal Recycle Fathur Rohman. Pabrik peleburan kuningan dan tembaga, tambahnya, untuk pengembangan industri yang sudah berdiri di Pasuruan dan Nganjuk.

Pabrik sudah beroperasi selama 3 tahun. Bahkan hasil produknya sudah ekspor. “Selama ini aman-aman saja. Tidak ada polusi,”tegasnya. Sebab, kata Rico, pabrik yang akan berdiri ini menggunakan teknologi yang canggih. “Bagi manajemen semakin banyak waste akan semakin merugi,”tegas Rico.

Sementara itu,  Fuad, menegaskan masyarakat menolak pendirian pabrik baru itu. Sebab, warga khawatir operasional pabrik peleburan tembaga dan kuningan itu berpotensi memimbulkan persoalan lingkungan. “Polusi udara, suara dan air. “Tidak ada pabrik yang tidak memimbulkan polusi,”ujar Fuad.

Apalagi, pabrik peleburan tembaga dan kuningan itu berdiri di tengah-tengah permukiman warga. Ada sekitar seribu jiwa. “Sudah cukup polusi yang di hirup warga dari berdiri pabrik yang sudah ada selama ini. Kami menolak pendirian pabrik baru,”tegasnya.

Pabrik yang berjumlah puluhan disini sudah beroperasi puluhan tahun. Masyarakat seakan tidak pernah menikmati dari operasional pabrik tersebut. “Hanya menikmati polusi,”tegas Fuad.
Karena itulah, masyarakat menolak berdirinya pabrik baru itu. Apalagi, ada indikasi manajemen perusahaan tidak memiliki ikhtikad baik. Tidak pernah kulo nuwun

PT Indo Metal Recycle bakal berdiri bekas PT Bukit Baja Anugerah. Pabrik ini pailit sekitar Desember 2012. Pabrik itu kemudian pailit. Aset kemudian dibeli PT Indo Metal Recycle. Perusahaan anyar ini masih belum memiliki izin pemerintah. (yad)

Warga Gulomantung Tolak Pabrik Baru, Khawatir Polusi Selengkapnya