Kapolres AKBP Arief Fitrianto Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid, Begini Caranya

GRESIK,1minute.id – Kompol Sukri terlihat memainkan gawai pada Senin, 8 Februari 2021. Jarum suntik donor plasma convalense masih menancap di bagian tangan kanan Kepala Bagian Perencanaan Polres Gresik itu.  

Mantan Kapolsek Driyorejo itu menjadi satu dari puluhan bahkan ratusan orang penyintas Covid-19 di Kota Santri ini. Penyintas Covid-19 dari anggota Polres Gresik berjumlah 37 orang. Mereka telah menjalani sekrining kesehatan di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Gresik di Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Dari 37 anggota sebanyak 17 orang yang memenuhi persyaratan untuk donor plasma. Akan tetapi, 5 orang mendapatkan giliran donor plasma kali pertama. Diantaranya, Kompol Sukri dan Ipda Syaiyul. Bagaimana rasanya donor plasma convalense ? “Kalau sampeyan pernah donor darah ya seperti itu rasanya,”kata Sukri usai donor plasma di gedung PMI Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan donor plasma convalense untuk anggota yang pernah terpapar coronavirus desease 2019. 

Kapolres AKBP Arief mengajak masyarakat yang telah sembuh untuk donor plasma convaselen menjadi pahlawan Covid-19.”Covid-19 bukan aib. Untuk itu, kami terus mengedukasi kepada masyarakat donor plasma. Karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,”kata alumnus Akpol 2001 didampingi Kepala UPT PMI Cabang Gresik M.Najib.

Sementara itu, Kepala PMI Cabang Gresik, M.Najib mengatakan, saat ini sudah ada 500 ba pendonor plasma konvalesen. Jumlah tersebut akan terus bertambah.  Ada 300 orang penyitas Covid-19 yang masuk daftar tunggu.

“Kami mempersilahkan penyitas covid Gresik yang mau mendonorkan plasma konvalesen. Tapi wajib melalui screening medis dulu. Pasalnya, pendonor ini berbeda dengan pendonor biasa,” katanya.

Terpisah, Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Gresik dr Jufrita menambahkan dalam sehari ada 20 orang yang mendonorkan plasma konvalesen di tempatnya. Hal ini karena PMI telah mendapatkan hibah bantuan alat aprehesis plasma. Sehingga, pedonor tak perlu lagi keluar Gresik.

“Butuh satu jam lebih memproses plasma konvalesen. Mudah-mudahan dengan adanya alat ini pendonor plasma konvalesen terus bertambah. Sebab, hasil dari donor tersebut langsung didistribusikan ke pasien yang membutuhkan,” tandasnya. (*)

Kapolres AKBP Arief Fitrianto Ajak Penyintas Jadi Pahlawan Covid, Begini Caranya Selengkapnya

Menolak Memberi “Jatah” , Mantan Suami Aniaya Istri Siri


GRESIK,1minute.id – Nafsu Tarsam sudah diatas ubun-ubun. Lelaki 47 tahun mendatangi mantan istri sirinya, Dewi Yuliani, 37. Tujuannya, meminta “jatah” terakhir. Keinginan lelaki yang telah beristri itu langsung ditolaknya oleh perempuan asal  Kecamatan Glagah Lamongan itu.

Tarsam pun murka. Kepala mantan istri sirinya yang kos di Manyar itu dibenturkan ke dinding tembok. Lengan perempuan yang dinikahi secara siri sejak 2018 itu diciak alias digigit.

Korban pun teriak kesakitan. Tarsam kabur melarikan diri. Beruntung anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Manyar sigap. Sehingga, Tarsam bisa ditangkap.
“Setelah mendapatkan laporan anggota langsung memburu dan menangkap pelaku,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana di Mapolsek Manyar pada Senin, 8 Februari 2021.

Menurut Kapolsek Manyar Iptu Bima, pelaku dan korban menjalin nikah siri sejak 2018. Pada akhir Januari 2021, hubungan mereka sudah retak. Mereka pisah ranjang. 

Sebelum terjadi penganiayaan, pelaku mendatangi kos korban di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik menanyakan surat-surat pernikahan sirinya. Namun, oleh korban sudah dibakar.

Pelaku tidak mempermasalahkan asalkan korban mau memberi “jatah” berhubungan badan kali terakhir. Korban menolak mentah-mentah. Karena sudah tidak ada ikatan suami-istri. Penolakan korban itu membuat emosi Tarzam membuncah. 

“Pelaku emosi dan menganiaya korban. Mereka sempat berebut kunci kamar kos hingga menyebabkan celana korban robek,”kata Bima. 

Atas kejadian tersebut, korban lapor ke Polsek Manyar. Anggota Unit Reskrim mendatangi lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara. “Pelaku kami amankan kurang dari satu minggu di warung kopi wilayah Manyar,”imbuh mantan Kasatreskrim Polres Trenggalek itu. (*)

Menolak Memberi “Jatah” , Mantan Suami Aniaya Istri Siri Selengkapnya

Sewindu Kepemimpinan Budi Prasetyo Tejo, Kelenteng menjadi Jujugan Umat Tridharma, Pengurus Siapkan Tempat Tidur, Makan secara Gratis


GRESIK,1minute.id – Umat Tridharma di Tempat Ibadat Tridharma (TITD) Kim Hin Kiong Gresik mempersiapkan diri memyambut tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 Masehi. Tahun baru warga Tionghoa itu jatuh pada 12 Februari 2021. 

Pengurus Kelenteng berada di kampung Pecinan di Jalan Setiabudi, Gresik itu mulai mempersiapkan diri. Bersih-bersih kelenteng, menyusikan rupang patung para dewa dan dewi pada Sabtu, 6 Februari 2021. Rupang patung itu diantaranya Dewi Samudera atau Yang Mulia (Y.M) Mazhu  Thian Shang Sing Boo dan Dewi Kwan Im.

Aktivitas bersih-bersih tempat ibadat, Kelenteng dan menyusikan rupang patung dewa dan dewi terasa guyup. Kondisi harmonis umat tiga agama dan kepercayaan yakni Budha, Tao dan Konghucu tidak lepas dari gaya kepimimpinan The Ing Tiong. Pria Maret nanti genap berusia 63 tahun bisa mengayomi umatnya. 

Bapak lima anak yang memiliki nama Indonesia Budi Prasetyo Tejo itu sudah dua periode memimpin salah satu kelenteng tertua di Jawa ini. “Tahun ini memasuki tahun kedelapan,”kata Budi Prasetyo Tejo ditemui 1minute.id pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Selama satu windu memimpin umat tiga keyakinan yakni Budha, Tao dan Konghucu itu, Budi Prasetyo Tejo selalu menjaga keguyuban dan kedamaian antarpengurus dan umat. 

Ketua TITD kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tejo bersama dua putrinya ikut bersih-bersih kelenteng menyambut Tahun Baru Imlek pada Sabtu, 6 Februari 2021 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

“Prinsip pengurus guyup dan akur. Satu kedamaian dan ketenangan dalam kepengerusan sehingga ysng beribadat disini berkah dan terkabul doanya. Kalau kita geger mana mungkin bisa terkabul,”kata Budi Prasetyo Tejo.

Kelenteng Kim Hin Kiong Gresik ini berada di dekat pesisir atau pelabuhan Gresik. Kelenteng berusia 8 abad  lebih. Budi mengaku selama masa kepemimpinan mencoba terus belajar tentang ajaran dan keyakinan yang dianutnya. 

Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri 1 Agustus 1153 masehi atau 868 tahun ini.Umat yang beribadat tempat ibadat di kampung Pecinan ini tidak hanya dari Gresik. Menurut Budi Prasetyo Tejo,  umat di luar Gresik cukup banyak.

“Mereka umat  Tridharma dari Jakarta, Semarang atau luar pulau ketika ke Jawa Timur pasti mampir kesini. Karena ini salah satu kelenteng tertua di Jawa. Bahkan, mungkin tertua di Indonesia,”tegas Budi.

Selain itu,  para nakhoda kapal sembayang di Kelenteng Kim Hin Kiong ini. Mereka berdoa untuk keselamatan, kesehatan dan meminta rezeki berkecukupan.  “Jiamsi obat sangat manjur. Jiamsi juga sangat Cun (cocok),”kata Budi Prasetyo Tejo. 

Kelenteng Kim Hin Kiong berdiri di dekat pelabuhan Gresik. Pusat perekonomi Gresik saat itu. Karena transportasi jasa dan barang melalui sungai atau pelabuhan begitu ramai. Bahkan, antarnegara. 

Banyaknya umat yang sembayang dinl kelenteng Kim Hin Kiong, pengerus menyediakan tempat untuk menginap bagi umat dari luar Gresik. Kelenteng bisa menampung seratus umat untuk menginap. 

Pengurus menyediakan matras, batal dan makan untuk umat yang menginap. “Semuanya gratis,”tegasnya.  (*)

Sewindu Kepemimpinan Budi Prasetyo Tejo, Kelenteng menjadi Jujugan Umat Tridharma, Pengurus Siapkan Tempat Tidur, Makan secara Gratis Selengkapnya

Uangel… Tuturane, 72 Milenial Terjaring Operasi Yustisi PPKM, Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya


GRESIK,1minute.id – Wis angel dikandani alias dinasehati. Kerumunan di warung kopi atau kafe masih tetap terjadi di masa pemberlakuan pembatasan sosial masyarakat (PPKM).

Sanksi diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes). Seperti yang dilakukan oleh satuan tugas Covid-19 Kecamatan Menganti. Tiga pilar di kecamatan itu menggelar operasi yustisi prokes. 

Sasaran operasi yang dipimpin Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno, Danramil Menganti Mayor Mawardi dan Camat Menganti Sujarto itu adalah warkop dan kafe. Operasi Yustisi minggu terakhir masa PPKM jilid II ini melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas Menganti dan Polisi Pamong Praja menjaring 72 pelanggar prokes. 

Mereka melanggar jam malam dan mengabaikan anjuran memakai masker, dan menjaga jarak, diantaranya. Petugas nakes langsung melakukan rapid test antigen. Bagaimana hasil rapidnya ? 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Menganti AKP Tatak Sutrisno  mengatakan operasi yustisi prokes dilakukan dengan cara hunting. Tim gabungan melakukan patroli ke tempat-tempat kongkow para milenial menghabiskan malam Mingguan.

Ada sejumlah kafe yang dijujug. Sebanyak 72 milenial yang terjaring operasi yustisi PPKM ini. “Patroli gabungan dan pemeriksaan pendisiplinan protokol kesehatan secara lebih ketat dan rapid test di tempat bagi pelanggar prokes,”ujar Tatak Sutrisno pada Minggu, 7 Februari 2021.

Hasil pemeriksaan kesehatan itu, 72 pelanggar prokes dinyatakan non reaktif atawa negatif. “Peningkatan Ops Yustisi protokol kesehatan di masa PPKM ini, semakin tinggi pula tingkat kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan,”harap mantan Kapolsek Cerme itu. 

Nakes UPT Puskesmas Menganti ketika mengambil sampel rapid test kepada milenial yang terjaring ops yustisi masa PPKM pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Sementara itu, update kasus berdasarkan data Satgas Covid-19 jumlah kasus terus bertambah. Setelah beberapa hari jumlah kasus sembuh lebih banyak daripada kasus positif Covid-19. 

Berdasarkan data Sabtu, 6 Februari 2021 kasus konfirmasi bertambah 15 kasus terakumulasi menjadi 4.886 kasus. Sedangkan kasus sembuh “hanya” 12 kasus menjadi 4.248 kasus. Kasus meninggal bertambah 2 kasus menjadi 326 kasus. 

Dua orang meninggal dunia itu berasal dari Kecamatan Manyar dan Wringinanom. Kecamatan Manyar masih bertengger di posisi teratas penyumbang virus corona di Kota Santri dengan 902 konfirmasi. Runner up diduduki kecamatan Kebomas dengan 566 kasus. Kemudian Kecamatan Gresik dengan 522 kasus konfirmasi. (*)

Uangel… Tuturane, 72 Milenial Terjaring Operasi Yustisi PPKM, Jalani Rapid Test, Begini Hasilnya Selengkapnya

Reaktivasi Stasiun Indro, PT KAI Ujicoba KA Komuter, Begini Respons Emak-emak


GRESIK,1minute.id – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi ( KAI-Daop) 8 Surabaya melakukan ujicoba lintasan kereta api jurusan Stasiun Indro-Pasar Turi-Stasiun Sidoarjo pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Ujicoba reaktivasi jalur kereta api untuk penumpang itu dilakukan dua kali. Yakni,  pukul 08.40 dan 12.00. Kali pertama kereta komuter terdiri dari 4 gerbong itu melaju dengan kecepatan 30 km/jam. 

Ujicoba perlintasan kali kedua,  kereta penumpang itu meluncur lebih cepat yakni 40 km/jam. Ujicoba itu dilakukan karena PT KAI Daops 8 merencanakan mereaktivasi Stasiun Indro pada 10 Februari 2021.

Rencana reaktivasi Stasiun Indro ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sebab, sudah puluhan tahun jalur kereta terbentang jauh. Dari Gresik menuju Surabaya. Ada dua stasiun yakni Kebungson dan Indro. 

Jalur KA Stasiun Indro mengalami pasang surut. Pada 2018, jalur KA Stasiun Indro itu untuk distribusi logistik Gresik-Jakarta. Tapi, hanya berumur jagung. 

Pada 10 Februari 2021, BUMN Perkeretaapian itu akan meraktivasi jalur KA di Stasiun Indro untuk transportasi penumpang. Sejumlah warga masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan ujicoba itu. 

Ny Dewi, misalnya. Ia bersama sembilan temannya menyempatkan berswafoto maupun foto bersama masinis KA komuter itu.  “Kami sangat senang ada kereta penumpang dari sini,”ujar Dewi pada Sabtu, 6 Februari 2021. “Semoga tiket penumpang terjangkau masyarakat menengah ke bawah,”harapnya.  

Sementara itu,  Kepala Stasiun Indro Mawan Novianto mengatakan, ujicoba dilakukan untuk memastikan jalur KA siap untuk dioperasikan. “Nanti, tiap hari ada keberangkatan penumpang dari sini (Stasiun Indro),”kata Mawan didampingi Kantono, staf Humas PT KAI Daops 8.

Mawan mengaku masyarakat sangat antusias kehadiran kereta komuter ini. “Tapi, mohon maaf saya tidak menjawab tentang harga tiket. Karena diluar kewenangan saya,”ujar Mawan.

Seperti diberitakan 1minute.id sebelumnya, PT KAI Daops 8 mereaktivasi Stasiun Indro. Stasiun berlokasi di Desa Sidorukun, Kecamatan Kebomas, Gresik ini. Stasiun ini mengalami pasang surut. Kali terakhir beroperasi untuk kereta logistik. Hanya seumur jagung. 

Stasiun Indro pun mangkrak.  Kini, PT KAI menghidupkan kembali jalur kereta itu. Tapi,  khusus kereta penumpang. Kereta komuter 4 gerbong. Jurusan Stasiun Indro – Pasar Turi, Surabaya -Stasiun Sidoarjo. Tiket KA ini kabarnya berkisar Rp 5 ribu per penumpang.  Rencananya peresmian dilakukan 10 Februari 2021. (*)

Reaktivasi Stasiun Indro, PT KAI Ujicoba KA Komuter, Begini Respons Emak-emak Selengkapnya

Sambut Imlek, Umat Tridharma Sucikan Dewa


GRESIK,1minute.id – Umat Tridharma di Klenteng Kim Hin Kiong mulai sibuk menyambut tahun baru Imlek 2571 Kongzil atawa 2021 Masehi. Para pengurus tempat ibadat Tridharma (TITD) berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik, itu membersihkan klenteng dan menyucikan rupang para dewa pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Ratusan dewa yang berada di tujuh altar kelenteng yang berlokasi di Jalan Setiabudi, Gresik itu. Pengurus memulai membersihkan dan mensucikan dewa di altar utama. Di altar utama ini ada Dewi Samudra atau Y.M. Mazhu Thian Shang Sing Boo.Dengan begitu hati-hati, pengurus mensucikan dewa yang paling  dipuja dan dihormati oleh umat tiga agama yakni Budha, Tao dan Konghucu di Gresik itu.

Baju rupang Dewi Samudera yang sudah setahun dipakai digantikan dengan pakaian yang baru. Rupang YM Mazhu Thian Shang Sing Boo itu disucikan dengan air kembang. Tidak semua pengurus atau umat bisa mensucikan rupang Dewi Samudera itu.  Hanya orang yang mendapatkan restu dari Mazhu dan pengurus klenteng yang berdiri 1 Agustus 1511 masehi itu. Setelah rupang Dewi Samudera disucikan berikutnya rupang Kwan Im dan lainnya. Imlek 2021 pada 12 Februari 2021.

Dua umat Tridharma di Kelenten Kim Hin Kiong mengganti baju dewa untuk menyambut tahun baru Imlek 2021 ( foto : Chusnul cahyadi /1minitee.id)

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tejo, ritual sembayang menyambut Imlek tetap dilakukan. Karena ritual itu sebagai pembuka awal tahun sekaligus sebagai doa umat Tridharma. Berdoa untuk kelancaran rezeki, kesehatan , dan lainnya untuk umat Tridharma. 

Tentu juga berdoa Indonesia khususnya Gresik terhindar dari bala bencana dan pandemi Covid-19 segera sirna. Akan tetapi, ritual sembayang itu dilakukan secara terbatas. “Hanya lima orang pengurus yang akan ikut ritual sembayang malam Imlek,”kata lelaki bernama Tionghoa The Ing Tiong ini.

Pengurus tidak mengundang umat untuk bersembayang Imlek. Namun, bila ada umat yang sembayang dan berdoa pada malam Imlek tetap diperbolehkan. “Tapi, sembayangnya setelah pengurus. Sembayang sendiri-sendiri,”tegas Tejo yang sudah delapan tahun memimpin Klenteng Kin Hin Kiong ini. (*)

Sambut Imlek, Umat Tridharma Sucikan Dewa Selengkapnya

Perketat Jalur Laut, Polisi Tangkap Pengedar SS Antarpulau

GRESIK,1minute.id – Polisi melakukan memperketat pengawasan peredaran narkoba jalur laut. Tujuannya mengantisipasi peredaran narkoba antarpulau dalam dan luar provinsi yang masuk ke Kota Santri.
Hasil dari pengawasan itu, satuan reserse narkoba (Reskoba) Polres Gresik menangkap pemuda berinisial Dedi Susanto, 33 tahun. Dia asal Tanjungan, Bangkalan, Madura. 

Pemuda berkulit sawo matang itu dibekuk di terminal religi Malik Ibrahim di Jalan R.E.Martadinata, Gresik. Dia beberapa menit turun dari perahu yang ditumpanginya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapresiasi masyarakat yang telah peduli dengan memberikan informasi untuk pemberantasan narkoba di Gresik. Informasi orang yang mencurigakan.
Tidak peduli bandar, pengedar atau pemakai yang “bermain” di wilayah hukum Polres Gresik akan diproses sesuai hukum. 

“Polres Gresik tidak akan memberi toleransi akan kami libas,”tegas AKBP Arief Fitrianto pada Jumat, 5 Februari 2021. Dedi Susanto, pengedar asal Madura itu tiba di Gresik dengan naik perahu. Dedi menganggap jalur laut itu aman. Namun, dugaan pemuda 33 tahun meleset. Satreskoba Polres Gresik menengendus. Dedi yang turun dari perahu kemudian berjalan kaki menuju terminal penumpang bus wisata religi Malik Ibrahim kemudian disergapnya. 

Narkoba yang dibawa Dedi dari Madura itu dimasukkan dalam kotak rokok. Dedi yang diduga sudah lama menekuni bisnis haram itu terhenti sementara waktu. “Tersangka kami tahan di Rutan Polres,”ujar Kasubag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa didampingi Kasat Reskoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto. (*)

Perketat Jalur Laut, Polisi Tangkap Pengedar SS Antarpulau Selengkapnya

Ciptakan Peci dengan Lampu LED, UMKM Mitra Binaan SIG Sukses Ditengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berkepanjangan berdampak di semua sektor usaha.  Diantaranya, usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kondisi ini mengharuskan UMKM untuk melakukan inovasi agar bisa bertahan bahkan berkembang. Salah satunya UMKM mitra binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Ramli Collection yang memproduksi baju koko dan peci yang berada di Jalan Sindujoyo Gresik. Dengan melakukan inovasi, usahanya bisa bertahan.

Muhammad Jefri, pemilik Ramli Collection mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi sangat memukul usahanya. Permintaan baju koko dan peci menurun. Hal itu tidak menjadi penghalang untuk terus meningkatkan usahanya. Bahkan Jefri semakin terpacu untuk melakukan inovasi dengan menghadirkan produk baru. Yaitu, peci dengan lampu LED untuk anak-anak. Hadirnya produk baru ini disambut baik oleh pasar karena produk ini baru pertama di Indonesia.

“Selain peci dengan lampu LED, baju koko yang kami produksi juga menyesuaikan model kekinian yang digemari oleh milenial,”kata Jefry. Jefry mengeber promosi dan mempermudah sistem traksaksi. Konsumen tidak perlu lagi keluar rumah karena transaksi dilakukan secara online. 

“Konsumen cukup mendownload aplikasi store kami melalui handphone atau melalui platform e-commers kami yang lain,”kata  Muhammad Jefri. Muhammad Jefri mengharapkan adanya dukungan pemerintah dan instansi lain agar para pelaku UMKM tetap bisa bertahan seperti usahanya. Ramli Collection menjadi mitra binaan SIG sejak  2018. 
Selama menjadi mitra, Ramli Collection sudah diajak mengikuti pameran sebanyak tiga kali. “Saya sangat terbantu sekali dalam pemasaran produk,  kini usaha kami sudah dikenal oleh masyarakat luas,”ujarnya bangga.  

Ramli Collection merupakan usaha keluarga yang dirintis sejak 1975. Ramli Collection  memproduksi baju koko dan peci. Bermula dari industri rumahan, kini berkembang dan memiliki workshop untuk produksi. Ramli Collection juga memiliki beberapa toko di Jakarta, Surabaya, Malang, Madura, Sidoarjo, Jember dan beberapa kota di Sumatera. 

Sementara itu, General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan, UMKM merupakan usaha berbasis ekonomi masyarakat yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
SIG, tambahnya, terus berupaya untuk mendorong UMKM mitra binaan, untuk bertahan bahkan berkembang di masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya dengan melakukan inovasi  produk serta memberikan kemudahan bertransaksi bagi konsumennya. (*)

Ciptakan Peci dengan Lampu LED, UMKM Mitra Binaan SIG Sukses Ditengah Pandemi Selengkapnya

Polres dan PWI Gresik Akselerator Perubahan Bagikan Masker untuk Pemulihan Ekonomi


GRESIK,1minute.id – Hari Pers Nasional (HPN) sebentar lagi. HPN diperingati setiap 9 Februari. Memeriahkan event tahunan itu Polres Gresik bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik membagikan ribuan masker dan handsanitizer kepada masyarakat yang hendak salat Jumat di sejumlah masjid.

Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, diantaranya. Pembagian masker dan handsanitizer dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Ketua PWI Gresik M.Sholahuddin. Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto ditemui usai acara pembagian masker  mengatakan, pembagian masker dilakukan juga sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Apalagi di Gresik saat ini masih diberlakukan PPKM, sehingga pembagian masker ini termasuk dalam agenda tersebut,” kata alumnus Akpol 2001 itu. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid II akan berakhir 8 Februari 2021. Mantan Kapolres Ponorogo itu menambahkan, kegiatan pembagian masker akan terus dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak, yang bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Gresik.

“Kami dari Polres berterimakasih kepada PWI, masyarakat serta para jamaah masjid, sebab saat ini di Gresik masih PPKM, sehingga imbauan melakukan protokol kesehatan sangat penting,”katanya.

Sementara Ketua PWI Gresik M Sholahudin mengapresiasi upaya Polres Gresik yang menggandeng organisasinya, sebab secara umum HPN 2021 bertema “Bangkit dari Pandemi, Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan”.

“Kami memang mendukung pemulihan ekonomi dan pers sebagai akselerator perubahan. Dan pada hari ini kami menyasar ke tempat ibadah, pasar dan tempat lainnya. Diharapkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan,”katanya.

Rencananya puncak acara HPN, 9 Februari 2021 akan dihadiri Presiden Joko Widodo secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta. Sementara itu, berdasarkan data Polres Gresik pelanggar PPKM di wilayah itu mencapai 6.938 orang. Selain itu, Polres Gresik melakukan teguran lisan sebanyak 58.404 kali, teguran tertulis 14.985 kali, sanksi sosial 6.853 kali, dan Tindak Pidana Ringan (tipiring) sebanyak 85 kali. (*)

Polres dan PWI Gresik Akselerator Perubahan Bagikan Masker untuk Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Diduga Mengantuk, Tronton Muat 26 Ton Tepung Nabrak Pohon, Satu Meninggal


GRESIK,1minute.id – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jaalan Raya Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik pada Jumat pagi, 5 Februari 2021. Sebuah truk tronton menabrak pohon peneduh. Ngadiyo, 56, sopir tronton nomor polisi K 1412 HS diduga mengantuk. Kecelakaan pukul 06.00 itu mengakibatkan Fathur Rozi, 19, warga Jl. Pala LK.III Bandar Utama Tebingtinggi Sumatra Utara diduga kernet tronton meninggal dunia. 

Informasi dihimpun 1minute.id matahari belum beranjak dari ufuk. Kondisi Jalan Raya Duduksampeyan masih lengang.  Satu unit truk tronton nomor polisi K 1412 HS melaju dari arah Lamongan menuju Surabaya. 
Sekitar pukul 05.00 tronton sarat muatan itu memasuki Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik. Perjalanan jauh Jakarta menuju Surabaya diduga membuat sopir tronton kecapekan. Sopir mengantuk. 

Ketika memasuki Jalan Raya Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan laju tronton mulai oleng. Rasa kantuk semakin menyergap. Memasuki tingkungan Jalan Raya Tebaloan tidak bisa menguasai kemudinya. Tronton menabrak pohon peneduh pinggir jalan. Benturan bodi tronton sangat kuat.

Membuat bodi tronton bagian depan rusak berat. Ngadiyo tergencet di belakang kemudi tronton yang dikendarai. Sedangkan, Fatkhur Rozi, kernet meninggal di lokasi kejadian. 

Satlantas Polres Gresik membutuhkan dua truk untuk proses evakuasi tronton bermuatan 26 ton tepung. “Tadi mau dipanggilkan tukang las untuk evakuasi sopir,”kata Amin, pengguna jalan.

Kasatlantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto melalui Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yosi Eka Prasetya mengatakan penyebab kecelakaan tunggal terjadi diduga human error. “Sopir mengantuk,”kata Yosi.  (*)

Diduga Mengantuk, Tronton Muat 26 Ton Tepung Nabrak Pohon, Satu Meninggal Selengkapnya