Masyarakat Patuhi Himbauan, Polisi Berikan Apresiasi, Kini Fokus OLS


GRESIK, 1minute.id  – Perayaan pergantian tahun masehi berjalan aman dan kondusif. Tidak terdengar suara knalpot memekakkan telinga.

Tidak ada pesta tahun baru yang menyedot kerumunan massa. Kondisi kamtibmas kondusif itu mendapatkan apresiasi dari aparat keamanan. TNI, Polri dan Pol PP Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas kerjasama dan sinergitasnya. Forkopimda dan jajaran Polres Gresik memastikan pelaksanaan malam pergantian tahun berjalan aman dan kondusif. Tidak ada temuan atau aktifitias menonjol dalam detik-detik pergantian tahun itu. 

Penerapan jam malam dan pelaksanaan protokol kesehatan ketat berjalan sesuai harapan. “Karena sudah menjalan aturan dan regulasi sesuai himbauan pemerintah. Termasuk tertib mematuhi pembatasan aktifitas jam malam sejak pukul 20.00 hingga 4.00 pada momen pergantian tahun,”kata AKBP Arief Fitrianto, Jumat 1 Januari 2021.

Pembatasan jam malam maupun penyekatan arus lalu lintas antarkabupaten tidak diberlakukan lagi.  “Sejauh ini belum ada intruksi atau kebijakan yang mengarah kesana,”imbuh alumnus Akpol 2001 ini.
Kini, kepolisian Resor Gresik kembali fokus pada pelaksanaan Operasi Lilin Semeru (OLS) 2020 yang akan berakhir pada 4 Januari 2021.

OLS untuk antisipasi gangguan kemanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. “Dan yang terpenting pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Gresik,”tegasnya. 

Dalam pantauan 1minute.id, usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Gresik baru di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, tim pengamanan langsung menyebar tempatpenjagaan di titik rawan kerumunan dan melakukan penyekatan wilayah perbatasan. 

Sebanyak 250 personel gabungan TNI, Polri,  Pol PP,  Dishub dan ormas langsung menyebar ke sejumlah titik penyekatan. (*)

Masyarakat Patuhi Himbauan, Polisi Berikan Apresiasi, Kini Fokus OLS Selengkapnya

Kolam Banyu Gentong, Wahana Baru untuk Anak di Destinasi Wisata Setigi


GRESIK,1minute.id – Destinasi wisata  Selo Tirto Giri ( Setigi) punya wahana baru. Yakni, Kolam Banyu Gentong. Wahana kolam renang untuk anak-anak resmi dilaunching pagi tadi, Jumat 1 Januari 2020.

Wahana baru di tahun anyar itu langsung diserbu wisatawan. Masa pagebluk corona, pengelola membatasi 50 persen. Maksimal 30 pengunjung, dan dibatasi 2 jam wahana dilengkapi air mancur dari bawah gentong raksasa sehingga menjadi spot foto yang apik. 

Protokol kesehatan diterapkan ketat oleh pengelola untuk mencegah penyebaran corona virus disease 2019. Pengunjung wisata bekas tambang kapur ini dibatasi hanya 50 persen. Biasanya, Weekend pengunjung maksimal 6 ribu, kini hanya dibatasi 3 ribu pengunjung saja.

Pengelola Wisata Setigi Abdul Halim mengatakan, pihaknya menambah satu wahana untuk menyambut tahun baru. Diharapkan bakal bisa menarik pengunjung, khususnya anak-anak.

“Pada Jumat Pahing, 1 Januari 2021, di wisata Setigi, dengan mengucapkan Bismillah, resmi dibuka Kolam Banyu Gentong,”kata Abdul Halim dalam rilisnya di terima 1minute.id.

Wahana baru ini, tambah Halim yang juga Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik itu,  kado dari desa untuk Indonesia. “Semoga kolam ini bisa meningkatkan ekonomi kerakyatan dan bermanfaat, bisa menambahkan imun tubuh kita makin kuat, sebab bahagia,”ujarnya.  

Ditanya terkait nama Kolam Banyu Gentong, Halim menjlentrehkan filosofi gentong  adalah tempat air minum yang berbentuk seperti tempayan besar. Biasanya terbuat dari tanah liat.

“Dan air inilah merupakan sumber kehidupan. Semoga dengan sumber kehidupan ini, seluruh warganya sejahtera dan bahagia,”katanya. 

Kehadiran wahana baru ini, diharapkan Wisata Setigi semakin berkembang dan dapat terus menerus memberikan manfaat serta membangun ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa. (*)

Kolam Banyu Gentong, Wahana Baru untuk Anak di Destinasi Wisata Setigi Selengkapnya

2020 Berlalu, Memasuki 2021 Berharap Kali Lamong Tertangani

GRESIK,1minute.id – Ratusan rumah di Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik masih terendam banjir Kali Lamong, Jumat 1 Januari 2021.

Diantaranya, Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, terlihat duduk di teras rumahnya. Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa. 

“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id , Kamis 31 Desember 2020.

Luapan Kali Lamong belum surut. Bahkan, cenderung semakin meluasnya. Kini,  masyarakat berada di aliran Kali Lamong hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk bisa menyelesaikan problem banjir tahunan ini. 

Begini kondisi luapan banjir Kali Lamong itu pada Kamis 31 Desember 2020. Memasuki awal tahun masyarakat  hanya berharap Kali Lamong bisa tertangani secepatnya.  (*) 

2020 Berlalu, Memasuki 2021 Berharap Kali Lamong Tertangani Selengkapnya

Memaksakan Diri Merayakan Tahun Baru di Luar Rumah, Aparat Akan Membubarkan

Jalur penyekatan pengamanan tahun baru dilakukan aparat kepolisian Resor Gresik


GRESIK, 1minute.id – Hujan mulai turun di Kota Santri sekitar pukul 19.25 malam ini.  Mending merayakan tahun baru di rumah. Memaksakan diri merayakan malam pergantian di luar rumah seperti bukan pilihan tepat. 

Sebab, polisi telah menetapkan pemberlakuan jam malam mulai pukul 20.00 atau kurang 35 menit lagi. Selain itu, bahaya corona virus disease 2019 juga semakin mengganas. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama forkopimda mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Santri agar merayakan malam tahun baru bersama keluarga di rumah saja.

“Kami akan berlakukan jam malam sejak 20.00 hingga 04.00. Jangan berkumpul di luar rumah, apalagi dalam jumlah besar karena potensi penyebaran virus Covid-19 masih mengancam. Lebih baik di rumah saja bersama keluarga,”imbuh Arief, Kamis 31 Desember 2020.

Apabila masyarakat tetap nekat merayakan malam tahun baru di luar rumah yang menimbulkan potensi penyebaran virus Covid-19, Kapolres secara tegas menyatakan siap mengambil tindakan.

“Mengacu ketentuan gubernur, kami berkomitmen apabila ada yang mengadakan kerumunan, perkumpulan, akan kita minta untuk segera membubarkan diri,”tegas alumnus Akpol 2001 ini. 

Sikap tegas petugas itu, kata mantan Kapolres Ponorogo itu didasarkan atas surat edaran nomor 736/24068/013.4/2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pembatasan Jam Malam Sebelum dan Sesudah Pelaksanaan kegiatan libur Tahun Baru 2021 di seluruh wilayah Jatim. 

“Pembatasan jam malam diberlakukan untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur yang semakin hari terus meningkat,”katanya. 
Arief memastikan, personilnya bersama TNI akan melakukan operasi dan tindakan persuasif di masyarakat jika ada yang berkerumun dan melanggar ketentuan SE Gubernur Jatim itu.

Kapolres pun mengingatkan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan (Prokes). “Vaksin belum diberikan, sehingga protokol kesehatan yang harus dijalankan,”katanya.(*)

Memaksakan Diri Merayakan Tahun Baru di Luar Rumah, Aparat Akan Membubarkan Selengkapnya

Air Bah Masuk Jalan Raya Cerme, JPD Tambak Beras Ditutup untuk Semua Kendaraan

Relawan mengoperasikan perahu karet di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik, Kamis 2020. (foto : chusnul cahyadi /1minute.id


GRESIK, 1minute.id –  Air bah luapan Kali Lamong terus mengalir jauh.  Sekitar pukul 08.00 air bah kiriman itu sudah menggenangi Raya Cerme.

Ketinggian air jalan nasional itu setinggi 20 centimeter.  Kendaraan masih bisa lalu lalang. Kondisi berbalik 180 derajat ketika memasuki Jalan Desa Tambak Beras, Kecamatan Cerme, Gresik.

Jalan desa itu ditutup untuk semua jenis kendaraan bermotor. Mobil hingga motor. 
Berdasarkan data dari Posko Bencana Alam Kecamatan Cerme jalan poros desa (JPD) berubah bagai telaga dadakan sepanjang 2 kilometer.

Ketinggian air antara 10-50 centimeter. “Sebanyak 150 somah (rumah) tergenangi air setinggi 35 cm,”kata Camat Cerme Suyono.

Diantara ratusan rumah yang terendam air adalah milik Sudarsono. Lelaki 60 tahun itu, sekitar pukul 08.30 terlihat duduk di teras rumahnya.

Perkakas rumah tangga, seperti kursi ditempatkan di teras karena ketinggian air hanya semata kaki orang dewasa. 

“Teras ini sudah saya tinggikan setengah meter. Kalau bagian dalam rumah sangat dalam,”kata lelaki yang sudah 3 tahun terkena stroke itu ditemui 1minute.id, Kamis 31 Desember 2020.

Darsono hanya bisa pasrah menghadapi banjir tahunan ini. “Air bah mulai datang tadi malam (Rabu)  sekitar pukul 20.00,”katanya. 
Dalam pantauan 1minute.id , sejumlah akses jalan dipasang woro-woro kondisi jalan. “Jalan Morowudi di tutup karena banjir”. Pemberitahuan itu dipasang di simpang tiga Desa Morowudi, Kecamatan Cerme. 

Akan tetapi, masih banyak masyarakat dan pengguna jalan yang nekat menerobos meski harus menuntun sepeda motornya. 

Sementara itu,  Jalan Raya Boboh, Kecamatan Menganti juga ditutup oleh masyarakat. Sebab, ketinggian terus bertambah. Hanya sepeda motor yang boleh wira-wiri  melewati jalan akses menuju Benowo, Surabaya itu. 

Banjir Kali Lamong ini untuk kali ketiga di bulan Desember 2020. Dan,  banjir luapan Kal Lamong ini,  sudah berlangsung tahunan. Masyarakat hanya bisa berdoa semoga pihak yang berwewenang bisa segera menuntaskan problem menahun ini. 
“Wis soro, tambah soro (sudah susah semikin susah),”celetuk seorang warga. (*)

Air Bah Masuk Jalan Raya Cerme, JPD Tambak Beras Ditutup untuk Semua Kendaraan Selengkapnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Rencana Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipending


GRESIK, 1minute.id –  Perkembangan kasus corona virus disease 2019 semakin mengkhawatirkan. Jumlah pasien terpapar virus dari Wuhan, Tiongkok itu menunjukkan peningkatan.

Termasuk di Kota Santri, Gresik ini. .Kondisi itu membuat Pemkab Gresik mengkaji ulang rencana ujicoba pembelajaran tatap muka. Semula pemerintah mewacanakan ujicoba pembelajaran tatap muka mulai Senin, 4 Januari 2021.

“Sehubungan meningkatkannya kembali kasus covid nasional maupun regional termasuk dilingkungan pendidikan dihimbau sementara rencana ujicoba pembelajaran tatap muka ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,”kata Wabup Qosim dalam suratnya tertanggal 30 Desember 2020.

Sementara itu, pantau 1minute.id, sejumlah sekolah jenjang SD hingga SMA sederajat di Gresik telah siap melaksanakan ujicoba tatap muka.  “Tapi, karena anjuran begitu kami hanya bisa nunggu kabar selanjutnya,”kata seorang guru enggan disebut identitasnya itu. 

Disisi lain,  Satgas Covid-19 Gresik meliris perkembangan kasus hari ini,  Rabu 30 Desember 2020. Data Satgas Covid-19, hari ini ada penambahan kasus baru berjumlah 20 orang. Sedangkan, pasien sembuh “hanya” 9 kasus. Sedangkan, meninggal dunia dua orang. 

“Dua orang yang meninggal dunia itu dari Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan dan Padangbandung,  Kecamatan Dukun,”ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Kesehatan Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Rabu 30 Desember 2020. (*)

Kasus Covid-19 Meningkat, Rencana Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipending Selengkapnya

Polisi Akan Bubarkan Kerumunan Perayaan Tahun Baru, Mending Rayakan Dirumah


GRESIK,1minute.id – Pagebluk Covid-19 belum berakhir. Bahkan, tren kasus meningkat. Jam malam kembali diberlakukan mulai pukul 20.00 – 04.00, pada Kamis, 31 Desember 2020.

Aparat akan membubarkan semua aktivitas perayaan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa. “Rayakan tahun baru di rumah saja. Jaga keluarga agar terhindar dari Covid-19,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat rilis capaian kinerja akhir tahun di Mapolres Gresik, Rabu 30 Desember 2020.

Alumnus Akpol 2001 itu didampingi Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir,  Wakil Bupati Gresik Moh Qosim, Kasdim 0817 Gresik Mayor Sugeng Riyadi dan Kasi Pidum Kejari Gresik Firdaus, menambahkan pihaknya tidak segan-segan akan membubarkan aktivitas merayakan tahun baru yang berpotensi menimbulkan kerumunan. 

Tindakan tegas itu dilakukan karena ada dasar hukumnya. Perda 22/2020 tentang protokol kesehatan, diantaranya. Serta, maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz. “Lebih baik rayakan tahun baru di rumah bersama keluarga,”kata perwira dua melati di pundak itu. 

Khusus untuk mengantisipasi kerawanan sosial, jelas AKBP Arief, Polres Gresik menggelar operasi cipta kondisi (cipkon) serentak di Polres dan jajaran Polres Gresik. Sasarannya, adalah peredaran minuman berakohol (mihol) maupun penggunaan knalpot brong. 

“Kami intensifkan operasi cipkon untuk memberikan perasaan aman dan nyaman masyarakat,”tegasnya. “Tentu saja harapannya perayaan tahun baru tetap aman,”imbuhnya. 

Sementara itu, capaian kinerja Polres Gresik menunjukkan peningkatan dalam penyelesaian kasus kriminalitas di Kota Giri. “Untuk perkara pembunuhan tahun ini semuanya terungkap. Tidak ada tunggakan perkara,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. 

Untuk tahun depan, tambahnya, pihaknya akan memprioritaskan penanganan curat, curas dan curanmor (3C). “Perkara 3C menjadi prioritas kami,”katanya. 

Kapolres Arief menyebutkan, kurun waktu Januari hingga Desember 2020, Polres Gresik menerima laporan 1.117 kasus kejahatan. “Sebanyak 893 kasus atau 80 persen telah diungkap,”terangnya. (*)

Polisi Akan Bubarkan Kerumunan Perayaan Tahun Baru, Mending Rayakan Dirumah Selengkapnya

Wanda, Anak Buruh Tani Jawara Tahfidz Alquran, Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Remaja Bercita-cita menjadi Dosen


GRESIK, 1minute.id – Bagi Wanda Nur Nabilah keterbatasan penglihatan bukan suatu halangan menjadi seorang tahfidz alquran. Ketekunan belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu bisa menjadi jawara dalam lomba tahfidz alquran dihelat Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim belum lama ini. 

Wanda menyisihkan ratusan peserta lainnya se-Indonesia dalam lomba virtual tersebut.  Wanda, anak pasangan Sajib Iswandi, 42 dan Nursiyanah, 37, memiliki keterbatasan melihat. 

Sajib, buruh tani asal Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Gresik mengajari Wanda mengaji setelah menggarap sawah. Kecerdasan Wanda dengan mudah menghafalkannya. “Saya tidak menyangka Wanda bisa menjadi juara,”kata Sajib kepada wartawan, Selasa 29 Desember 2020.

Ibunda Wanda, Nursiyanah menambahkan hampir setiap hari mengajari Wanda mengaji. Karena keterbatasan penglihatan, ibu rumah tangga berusia 37 tahun mengajari Wanda mengaji dengan cara dibacakan. 

“Wanda kemudian menirukannya,”kata perempuan yang hanya sempat mengenyam pendidikan jenjang madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP itu. 

Wanda yang tergolong siswa cerdas itu akhirnya bisa menamatkan SMP di Kecamatan Kedamean. Wanda memiliki impian menjadi dosen itu kemudian melanjutkan SMA Muhammadiyah 1 Gresik. 

“Wanda ini cita-citanya menjadi dosen dan penghafal Alquran,”kata Nursiyanah. Akan tetapi, Nursiyanah sempat ragu. Sebab, ekonomi keluarga sangat sederhana. 

Jarak rumah Wanda di Desa Turirejo, Kecamatan Kedamean ke sekolah berlokasi di Jalan KH Kholil, Gresik cukup jauh. Sekitar 35 kilometer. Bila harus pergi-pulang akan kerepotan. Sedangkan, indekos tentu membutuhkan biaya tambahan lagi bagi keluarga Wanda membayar uang kos. 

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik  Ainul Muttaqin mendengar kabar ada calon siswa memiliki keistimewaan menghafal Alquran langsung menerimanya. 

Wanda kemudian ditempatkan di Pondok Madinatul Ilmi, pondok pesantren (Ponpes) dibawah naungan Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Kemampuan Wanda dalam menghafal Alquran semakin terasa. Karena setiap hari Wanda wajib setoran hafalan ayat Alquran.

Wanda (kiri) ketika belajar mengaji bersama ustad dan temannya. (foto : istimewa)

“Padahal, peserta lomba hafidz adalah siswa-siswa yang tergolong sempurna. Wanda bisa mengalahkan peserta yang tanpa kekurangan dalam panca inderanya,”kata Ainul Muttaqin bangga.

Sejak diterima di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, para guru di sekolah belum pernah bertemu secara langsung. Karena pembelajaran dalam jaringan (daring). Tapi, Wanda bisa mengukir prestasi.

Dia mengatakan melihat kondisi keluarga Wanda,  beberapa guru di sekolah menawarkan menjadi bapak angkat, juga menjadi pembimbing di dalam pondok. “Kami sebagai pendidik dan pengasuh layak bangga, pasalnya ada kekurangan dipenglihatan, namun bisa mengalahkan yang penglihatannya normal,”ujar Ainul Muttaqin. (*)

Wanda, Anak Buruh Tani Jawara Tahfidz Alquran, Keterbatasan Penglihatan Bukan Penghalang Remaja Bercita-cita menjadi Dosen Selengkapnya

Forkopimda Apresiasi Masyarakat Gresik Menjaga Kerukunan antarumat Beragama


GRESIK,1minute.id – Fokus Grup Diskusi (FGD) terasa gayeng di salah satu hotel di Jalan Panglima Sudirman, Gresik, Selasa 29 Desember 2020.

Sebab, FGD bertujuan menguatkan Kebhinekaan guna menangkal Radikalisme dan Intoleransi dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara digagas Polres Gresik menghadirkan narasumber Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian Ali Fauzi Manzi. 

Ali Fauzi yang juga mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah Jawa Timur bersama Amrozi dkk. Selain Ali Fauzi ada tiga pembicara lainnya yakni KH Ahmad Imam Mawardi, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ; KH Chusnan Ali, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik dan Taufiqullah Ahmadi,  Ketua PD Muhammadiyah Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutannya mengatakan saat ini ancaman untuk merusak persatuan dan kesatuan sudah mulai muncul benih benih. 

Indikasinya, munculnya aksi terorisme, perlakuan mengarah SARA dan kegiatan intoleransi. “Kondisi ini harus kita hindari, kita bersama-sama harus menjaga agar negara Indonesia tetap utuh, NKRI harga mati. Mari kita bersama sama untuk menjaganya,”ujar AKBP Arief Fitrianto.

Saat ini, tambahnya, momen sangat baik karena Allah SWT menciptakan Negara Indonesia adalah negara yang majemuk berupa kebhinekaan, suku bangsa agama dan Ras harus kita syukuri dan jaga bersama. 

Kapolres Arief dan forkopimda mengapresiasi dan bangga kepada masyarakat Gresik telah menjaga kerukunan antar umat beragama dalam setiap kegiatan dan tidak berbau SARA.

“Termasuk kegiatan Pilbup berjalan dengan aman dan lancar menghasilkan keputusan yang bisa di hormati oleh semua pihak ini merupakan usaha kita bersama sebagai wujud persatuan dan kesatuan,”kata alumnus Akpol 2001.

Ali Fauzi ketika menjadi narasumber FGD digelar Polres Gresik, Selasa 29 Desember 2020 ( foto Polres Gresik for 1minute.id)

Sementara itu, Ali Fauzi menjlentrehkan awal dia sebagai kombatan. Dia mengaku kali pertama belajar menjadi kombatan untuk belajar merakit bom.

“Mulai 1 kilogram hingga 1 ton,”kenang Ali Fauzi yang masih bersaudara dengan Ali Ghufron, Amrozi dan Ali Imron membawakan tema Kembali Merajut Hidup dari Lingkaran Bom Menuju Lingkaran Perdamaian itu.

Dia menjelaskan radikalisme bukan sebuah produk dari keputusan yang singkat tetapi hasil dari proses panjang,  perlahan-lahan mendorong seseorang komitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan. 

Dia mengibaratkan aksi radikalisme itu sebagai penyakit komplikasi.”Akar terorisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan. Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal,”tegasnya. 

“Penangannya harus banyak aspek, perspektif dan metedologi. Ibarat sebuah penyakit, terorisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, butuh dokter spesialis dan juga obat yang tepat,”katanya dalam diskusi yang di moderotori Muhammad Toha, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik itu.  (*)

Forkopimda Apresiasi Masyarakat Gresik Menjaga Kerukunan antarumat Beragama Selengkapnya

Tidak ada Perkara Dihentikan, Dugaan Korupsi di Kecamatan Duduksampeyan dan Desa Dooro, Nunggu Hasil Audit Inspektorat


GRESIK,1minute.id – Tidak ada perkara  yang ditangani Kejaksaan Negeri Gresik saat ini diberhentikan, hanya saja tersendat karena beberapa hal pertimbangan, bahkan peningkatan kinerja akan dilakukan pada tahun depan, 2021.

Janji itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Heru Winoto  saat merilis capaian kinerja selama periode Januari hingga Desember 2020 di kantor Kejari Gresik di Jalan Permata, Kompleks Perumahan Bunder Asri,  Kecamatan Kebomas, Selasa 29 Desember 2020.

“Dua perkara dugaan korupsi di Kecamatan Duduksampeyan dan Desa Dooro, Kecamatan Cerme masih menunggu hasil audit dari inspektorat,”kata Kajari Heru Winoto.  Heru didampingi semua kepala seksinya, yakni Kasi Pidsus, Intel, Pidum, Datun dan Pengelolaan Barang bukti dan Barang Rampasan. 

Pihaknya, tambahnya, telah berkoordinasi secara intens dengan inspektorat Pemkab Gresik untuk secepatnya merampungkan hasil auditnya. “Semoga di awal tahun 2021 audit inspektorat bisa selesai,”harapnya. 

Sementara itu, kinerja Kejari Gresik 2020 tergolong moncer. Sejumlah perkara yang ditangani bisa kelar. Meski sempat melambat karena beberapa faktor. Diantaranya, perhelatan Pilbup Gresik, Wabah Covid-19 dan pembangunan gedung baru, Kejari Gresik. 

“Sebenarnya tetap kita lakukan namun agak diperlambat karena adanya pilkada dan juga pandmei Covid-19. Sementara mendapatkan predikat WBK atau Wilayah Bebas Korupsi dari Kementerian PAN dan RB, Insyaallah tahun 2021 kami dapat predikat itu. Kantor yang telah memenuhi syarat juga bantuan dari teman-teman media,”terang Heru.

Diuraikan Kajari Heru capaian kinerja Seksi Intelijen, telah melakukan  Sprint Penyelidikan sebanyak enam kegiatan, kemudian Jaksa Masuk Desa dan Menyapa Desa, masing-masing empat kali.

Selanjutnya Kegiatan PAKEM sekali, dan Pelacakan Aset sebanyak satu kegiatan. 
“Untuk enam penyelidikan progresnya baru 2021, semuanya perkara baru dan bukan dari Pidsus maupun Pidum. Kalau sudah penyidikan akan kaki sampaikan,”kata Kajari Heru .

Kemudian Seksi Tindak Pidana Umum, telah melakukan kegiatan berupa berkas Tilang sebanyak 24.583 perkara, SPDP 6l perkara, Penuntutan 422 perkara, Eksekusi 592 perkara. “PNBP hasil perkara Pidana Umum sebesar Rp 2.577.433.260,”jelasnya. 

RILIS KINERJA 2020 : Kajari Gresik Heru Winoto ketika merilis capaian kinerja kejaksaan selama 2020 (foto : chusnul cahyadi /1minute.id)

Bagaimana dengan seksi pidana khusus (Pidsus)? Masih kata Heru Winoto, Seksi  Pidana Khusus telah melakukan kegiatan berupa penyelidikan sebanyak tiga kegiatan, penyidikan tiga  kegiatan, Pra Penuntutan satu kegiatan kemudian Penuntutan sebanyak dua kegiatan.

Untuk perkara korupsi yang telah inkrah, tambahnya, tiga terpidana mengembalikan uang negara. “Jumlah uang pengebalian disetor terpidana Mukhtar (OTT BPPKAD), dr.Nurul Dholam (korupsi Dinkes Gresik)  Ely Sundary (korupsi penadaan barang dan jasa Dispendik Gresik) dan terpidana Mashuriyanto perkara korupsi lain,”terang Kasi Pidsus Kejari Gresik, Dymas Adji Wibowo. (*)

Tidak ada Perkara Dihentikan, Dugaan Korupsi di Kecamatan Duduksampeyan dan Desa Dooro, Nunggu Hasil Audit Inspektorat Selengkapnya