Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa

GRESIK,1minute.id – Area Bendung Gerak Sembayat (BGS) disesaki mayoritas emak-emak memakai kerudung abang (merah), Sabtu 28 November 2020. Mereka datang untuk mengikuti senam pagi bersama Cawabup perempuan di Gresik, Aminatun Habibah atau Bu Min. 

Ibu-ibu yang ikut senam itu adalah guru swasta se-Kecamatan Bungah yang mengidolakan cawabup nomor urut 2 itu. Usai senam peserta berkerudung merah itu, bersama Bu Min melakukan blusukan ke Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah. Bu Min menyapa warga satu per satu sambil diiringi lagu pemenangan Niat, “Ojo Lali dan Wes Wayahe”.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Min menyampaikan bahwa ia bersama Gus Yani berkomitmen memperjuangkan hak-hak para guru dengan menaikkan dan menambah gaji guru sekolah swasta dalam bentuk insentif.

“Paslon Niat punya program Gresik Cerdas. Ini program untuk kesejahteraan guru-guru Sekolah swasta. Melalui Gresik Cerdas, insentif kinerja Guru Tidak Tetap (GTT) dan non sertifikasi Guru Paud, TK, MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK akan kami tingkatkan,”ujar Bu Min di sela-sela senam.

Program Gresik Cerdas itu lahir karena rasa keprihatinan Bu Min terhadap gaji guru-guru swasta. Apalagi Bu Min yang notabene seorang Kepala SMK, dirinya paham betul dengan kondisi kesejahteraan para guru-guru swasta di  Gresik.

“Saya melihat gaji yang diterima mereka tidak wajar. GTT itu kerja penuh tetapi dibayar tidak penuh. Kasihan, ada yang gajinya 700 ribu per bulan. Bahkan, ada yang cuma 300 ribu per bulan. Nilai segitu tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari selama sebulan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, pihaknya akan menaikkan kesejahteraan guru dengan menambah besaran belanja tidak langsung. “APBD kita ini sangat besar. Sementara saya besar dari lingkungan pendidikan, karena itu wajib bagi saya untuk membangun pendidikan yang berkualitas. Salah satu instrumentnya adalah insentif untuk tenaga pendidik,”jelasnya.

Ia dan Cabup Fandi Akhmad Yani,  bila mendapatkan amanah akan memberikan voucher dana pendidikan untuk siswa MI, SD, MTs, SMP, MA, SMA dan SMK. Voucher tersebut nantinya bisa menambah semangat belajar siswa. Termasuk para wali murid juga bisa fokus mendampingi anaknya dalam menuntut ilmu.

“Voucher itu untuk mengurangi beban yang dirasakan wali murid yang selama ini tidak mampu membayar biaya sekolah. Kalau bebannya berkurang, para wali murid nanti bisa lebih fokus mendampingi anaknya dalam belajar, dalam menuntut ilmu,”harapnya.  

Selain persoalan pendidikan, program Gresik Cerdas nantinya juga memajukan pendidikan pesantren melalui dana abadi pondok pesantren. Termasuk memberikan beasiswa pendidikan tinggi untuk 2.500 anak yatim piatu, hufadz dan disabilitas. Tak ketinggalan, ada juga beasiswa S2 untuk musrif dan musrifah pondok pesantren. 

“Selain itu, kami juga melakukan penguatan dan perluasan Bosda Madin. Ada juga Gresik Santri, program santunan kehormatan untuk guru ngaji, Takmir, situs religi dan budaya. Intinya kami fokus membangun Gresik dengan ekonomi gotong royong,”jelasnya. (*) 

Paslon Niat Siapkan Insentif Guru Swasta, Voucher Pendidikan sampai Beasiswa Selengkapnya

Kelas Indospring Kembali Dibuka, Dibutuhkan 24 Siswa, Seleksi Diikuti 360 Siswa

GRESIK,1minute.id – Program vokasi kelas industri di SMK PGRI Gresik kembali bergulir. Kelas industri bekerjasama dengan PT Indospring itu memasuki tahun ketujuh. 

Tahun ini, pabrikan otomotif berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas itu membutuhkan 24 siswa untuk didik menjadi tenaga siap kerja.

Antusiasme siswa cukup tinggi. Sebanyak 360 siswa kelas XI di sekolah yang dipimpin oleh Arif Susanto mengikuti seleksi kelas industri itu. Sekolah berlokasi di Jalan DR Soetomo, Gresik telah menjaring 178 siswa untuk seleksi tahap berikutnya, yakni wawancara dan spikotes. 

“Untuk tes wawancara dan psikotes dilakukan manajamen Indospring,”ujar Waka Humas SMK PGRI Gresik Robby A. Y,  Sabtu 28 November 2020.

Seleksi digelar di aula lantai 4 sekolah tetap menjalankan protokol kesehatan, yakni physical distancing dan memakai face shield atau masker. “Seleksi dilakukan dua tahap untuk menjaga prokes,”tambah Robby. 

Sementara itu,  Industrial Relation Manager PT.Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy menambahkan dari 178 siswa kelas XI jurusan Teknik Mesin dan Listrik akan diambil 24 siswa. 

“Sebanyak 24 siswa yang lolos seleksi akan menjalani pembelajaran selama setahun,”ujar Dias disela memimpin seleksi di SMK PGRI Gresik ini, Sabtu 28 November 2020.

PSIKOTES : ratusan siswa SMK PGRI Gresik menjalani psikotes untuk seleksi kelas Indospring di Aula Sekolah, Sabtu 28 November 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Selama setahun, puluhan siswa kelas Indospring ini mendapatkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Indospring. Yakni,  6 bulan pertama kelas teori.

“Di kelas teori ini nanti selain guru dari SMK PGRI,  jajaran manajemen juga memberikan pembelajaran di kelas. Kurikulumnya sesuai kebutuhan industri,”katanya.  Diantaranya, pembelajaran tentang budaya kerja, Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) hingga quality control (QC).

“Kemudian, 6 bulan berikutnya siswa menjalani praktik di Indospring. Mereka yang lulus bisa langsung kerja di Indospring,”ujarnya. Dias mengatakan program kelas Indospring memasuki tahun ketujuh. “Kami mulai lakukan sejak 2014,”katanya. 

Manajemen bekerjasama dengan SMK PGRI Gresik ini, bertujuan kontribusi menyiapkan generasi muda siap bekerja. (*)

Kelas Indospring Kembali Dibuka, Dibutuhkan 24 Siswa, Seleksi Diikuti 360 Siswa Selengkapnya
Cawabup nomor urut 2 Aminatun Habibah ketika menyapa masyarakat di Gresik Selatan, Jumat 27 November 2020

Dibalik Proyek Multiyears Islamic Center, Bu Min Heran Banyak Jalan Desa Berlumpur dan Penuh Lubang

GRESIK,1minute.id – Cawabup nomor urut 2 Aminatun Habibah terjebak jalan rusak ketika melakukan kampanye di Gresik Selatan. Kecamatan Cerme, Balongpanggang, hingga Wringinanom, diantaranya. 

Cawabup perempuan pertama di Pilbup ini ngelus dada, merasa prihatin  melihat kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan itu.  “Memprihatinkan kalau lihat kondisi jalannya. Padahal jalan itu juga menjadi akses pelajar dan guru menuju sekolah karena ada sekolah negeri di sana,”ujar Bu Min- sapaan-Aminatun Habibah, Jumat 27 November 2020. 

“Nah kalau infrastrukturnya tidak dibangun dengan baik ini bisa menganggu jalannya pendidikan,”imbuh Cawabup berpasangan dengan Cabup Fandi Akhmad Yani itu.  Bu Min melakukan road show kampanye di sejumlah desa di Gresik Selatan.

Di Kecamatan Balongpanggang, Cawabup Kudung Abang-sebutan lain-Bu Min, menyapa warga dari Desa Klotok, Babatan, Mojogede, Tanah Landean, Ngampel, Sekarputih, Dapet, Karangsemanding, Pucung, Wonorejo sampai Kedungpring.  “Saya tadi harus berputar-putar mencari jalan alternatif lantaran banyak jalan penghubung desa yang rusak,”katanya.

Melihat kondisi riil infrastruktur desa selama kampanye blusukan di wilayah Gresik selatan. Bu Min semakin prihatin lantaran pembangunan yang dilakukan pemerintah kabupaten Gresik tidak linier dengan kebutuhan dasar masyarakat. 

Sebab, ia melihat di Gresik Selatan ada pembangunan proyek multiyears Islamic Center yang dibangun megah. Menurut Bu Min, pembangunan tersebut kontradiktif dengan kondisi infrastruktur di desa. 
Seperti diketahui, pembangunan fisik Islamic Center di kecamatan Balongpanggang ini menyedot APBD Gresik hingga Rp 35 miliar. Tak pelak, saat blusukan Bu Min diwaduli warga Balongpanggang masalah kondisi jalan.

“Warga banyak yang sambat dengan kondisi Jalan Poros Desa (JPD) karena memprihatinkan tapi kok gak diprioritaskan ya? Malahan memprioritaskan bangunan megah. Anggaran sebesar itu cukup untuk memperbaiki JPD. Kalau infrastrukturnya parah begini ya kasihan masyarakat,”keluh Bu Min.

Kondisi JPD di kecamatan Balongpanggang, selama ini memang belum ada perbaikan secara permanen dari Pemerintah Daerah. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan yang bisa memperburuk kondisi jalan.

“Sudah masuk musim hujan. Ya otomatis jalannya berlumpur dan penuh genangan air. Saya sekali lewat saja banyak jalan yang masih belum pavingan dan penuh lubang. Wes pokoknya parah,”celetuk Bu Min sambil geleng-geleng kepala. 

Cawabup perempuan pertama dalam sejarah perpolitikan di kota santri ini berkomitmen. Bersama Cabup Gus Yani, ia akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di desa. Salah satunya melalui visi misinya Nawa Karsa dalam program Gresik Maju, Pintar dan Aman (Gresik Mapan).

“Masalah infrastruktur ini menjadi 5 area prioritas kerja Niat. Tidak hanya Pengaspalan seluruh ruas jalan kabupaten, tetapi ada betonisasi jalan penghubung kecamatan dan desa. Termasuk membangun jembatan penghubung dan peremajaan jembatan tua,”paparnya. (*)

Dibalik Proyek Multiyears Islamic Center, Bu Min Heran Banyak Jalan Desa Berlumpur dan Penuh Lubang Selengkapnya

SIG dan KAI Sinergi Optimalisasi Angkutan Semen

GRESIK,1minute.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) tentang Rencana Kerjasama Optimalisasi dan Pengembangan Angkutan Barang.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan secara virtual oleh Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir dan Direktur Niaga KAI, Maqin U. Norhadi, Kamis 26 November 2020.

Penandatangan MoU itu disaksikan oleh Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo serta Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Aulia Mulki Oemar.

Sinergi SIG dan KAI diantaranya peningkatan kerja sama angkutan berbasis kereta api dan sewa tanah atau bangunan untuk jangka menengah dan jangka panjang.
Melakukan kajian bersama untuk rencana komersial dan operasional terkait jalur dan prasarana kereta api dalam mendukung distribusi produk SIG. Serta pengembangan bentuk kerja sama potensial lainnya yang dapat meningkatkan manfaat bisnis kedua belah pihak.

Direktur Utama SIG, Hendi Prio Santoso mengatakan, kereta api merupakan salah satu moda transportasi penting dalam mendukung logistik perusahaan. Kedepan KAI akan menjadi salah satu mitra strategis seiring perkembangan SIG sebagai penyedia solusi bahan bangunan. 

“Kerja sama ini merupakan sinergi untuk saling melengkapi dan memberikan hasil terbaik bagi kedua belah pihak. Melalui sinergi yang terjalin saat ini, diharapkan dapat semakin optimal dalam memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada. Sehingga dapat semakin berkontribusi bagi perusahaan, BUMN, dan bangsa Indonesia,”ujar Hendi Prio Santoso.

Lebih lanjut, Hendi Prio Santoso, berharap agar kerja sama ini dapat segera diwujudkan. ”Hari ini menjadi langkah awal sebuah komitmen bersama. Semoga apa yang menjadi tujuan serta harapan dari kerja sama ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target waktu yang direncanakan pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kerja sama dalam rangka sinergi BUMN untuk optimalisasi dan pengembangan angkutan barang berbasis kereta api. Hal ini untuk memberikan nilai tambah bagi masing-masing Perusahaan. 

Menurut Didiek,  kerja sama ini juga merupakan implementasi core values AKHLAK sebagai Amanah Kementerian BUMN. Melalui kerja sama ini, Didiek berharap KAI dapat mendukung pendistribusian semen dan produk lainnya dari SIG, khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera untuk menciptakan distribusi logistik yang efektif dan efisien. “Selain itu juga mendukung program pemerintah dalam mengurangi biaya logistik Nasional,”ungkap Didiek.

Didiek menambahkan, dalam skema kerja sama jangka pendek SIG dapat memanfaatkan stasiun Babat untuk pengiriman semen dari Pabrik Tuban milik SIG maupun SBI. 

“Sedangkan skema jangka panjang, kami akan melihat potensi untuk membangun prasarana, menyambung dari Babat masuk ke Tuban melewati kawasan pabrik SIG dan SBI. Selain itu KAI juga sedang menjajaki pengiriman semen dari Tonasa melalui jalur Makassar hingga Pare-Pare. Semoga melalui kerja sama ini dapat memberikan manfaat lebih bagi pelanggan SIG,”pungkas Didiek.(*)

SIG dan KAI Sinergi Optimalisasi Angkutan Semen Selengkapnya

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara

GRESIK,1minute.id – Geliat ekonomi masyarakat semakin terasa sekitar di Destinasi Jembatan Kelir di Kelurahan Kemuteran, Gresik. Puluhan penjual berjajar sekitar geladak Bele Keling. 

Mereka menikmati gaya hidup baru tanpa kekhawatiran debu batubara.  Sulhiyah Rahmawati  mengatakan rumahnya menjadi lebih bersih. Hidupnya terasa lebih sehat dan tenang dibanding sebelumnya. 

“Sekarang saya sudah berani nyuapin anak di luar rumah. Lantai rumah juga sudah nggak hitam pekat lagi, sehari cukup nyapu sekali. Tidak seperti sebelumnya sehari harus nyapu dan ngepel berkali-kali. Matur nuwun Gus Yani,”ungkap ibu 5 anak ini, Kamis 26 November 2020. 

Sejak berhentinya aktivitas bongkar muat batubara membuat keberlangsungan hidup warga di Kelurahan Kroman, Lumpur dan Kemuteran terasa menjadi lebih nyaman.

Fandi Akhmad Yani, calon bupati (Cabup) nomor urut 2 merekomendasi penghentian operasi pelabuhan curah batubara yang menimbulkan protes masyarakat di sekitar lokasi.  Waktu itu, Gus Yani -sapaan- Fandi Akhmad Yani masih menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Tiga kali,  Gus Yani disambati pendemo mendesak penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di Jalan RE Martadinata, Gresik itu.

“Setelah mendengar kedua kelompok yang pro dan kontra, serta berbagai pihak atau instansi terkait, akhirnya saat itu Saya sepakati untuk dihentikan. Pertimbangannya adalah kemanusiaan,” kenang Gus Yani.

Kamis, 26 November 2020, Gus Yani menyambangi masyarakat sekitar. Kelurahan Kemuteran, Kroman dan Lumpur. Kehadiran Cabup berpasangan dengan Aminatun Habibah (Bu Min) sontak dielu-elukan masyarakat setempat. Mereka menyambut cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik bak pahlawan. 

Gus Yani datang untuk melihat Destinasi Jembatan Kelir. Sebuah dermaga kayu yang viral akhir-akhir ini dan ramai dikunjungi wisatawan. Gus Yani,  menyadari sebuah harapan baru setelah masyarakat di tiga kelurahan itu sudah terbebas dari lingkungan yang sebelumnya terdampak polusi debu selama bertahun-tahun.

“Saya kesana dan ngobrol dengan pihak pengelola. Tidak kurang delapan ribu pengunjung setiap bulannya yang ingin menikmati daya tarik wisata di Bale Keling. Bahkan, bulan Agustus kemarin, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini sebuah capaian yang menarik untuk obyek wisata baru. Namun masih membutuhkan banyak pengembangan infrastruktur dan aspek lain,”katanya.

Capaian kunjungan itu, tambahnya,  tidak hanya berdampak pada masukan tiket. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak warga setempat yang berjualan makanan tradisional di sepanjang jalan sebelum loket masuk. Semakin banyak kunjungan, maka akan semakin banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan. 

“Pendekatan dan filosofi inilah yang akan kami prioritaskan dalam mewujudkan Gresik Baru ke depan. Bagaimana suatu proyeksi pembangunan yang memiliki sarat dimensi pemberdayaan masyarakat. Bukan sekedar membuat landmark atau patung-patung di tengah kota dengan biaya besar tapi tak memberi dampak apapun bagi masyarakat,”tegasnya. (*)

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara Selengkapnya

Remaja Setubui Pacarnya Lima Kali, Hamil lalu Melahirkan, Dituntut 3 Tahun

GRESIK,1minute.id – MTP, anak berhadapan hukum (ABH) terancam tidak bisa bermain bebas dengan sebayanya. Pasalnya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik Siluh Candrawati menuntut remaja 17 tahun asal Kecamatan Benjeng itu selama 3 tahun penjara. 

Sidang pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Kamis 26 November 2020. Jaksa Siluh menilai MTP terbukti secara sah meyakinkan melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak korban sebut saja Delima (samaran), 17, melakukan persetubuhan sebanyak lima kali.

Anak yang berhadapan dengan hukum,  MTP terbukti melanggar pasal 18 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. “Menuntutnya dengan hukuman penjara selama 3 tahun di LP (khusus anak)  Blitar dan pelatihan kerja selama 3 bulan,” tegas jaksa Siluh.

Masih dalam tuntutan diuraikan,  perbuatan anak ini dilakukan oleh MTP sebanyak 5 kali di ruang tamu saat kondisi rumah sepi. Akibatnya,  anak korban hamil hingga melahirkan anak perempuan.  Celakanya, MTP tidak mau bertangung jawab hingga perkara ini di proses dipengadilan. 

Sidang dengan hakim tunggal Fitra Dewi Nasution ditunda Jum’at depan dengan agenda pembelaaan (pledoi) dari kuasa hukum dari MTP.  Seperti diberitakan, MTP diseret ke peradilan anak akibat tindak pidana persetubuhan yang dilakukan kepada anak korban yang juga pacarnya.  Perbuatan layaknya suami istri itu dilakukan sebanyak lima kali pada bulan Desember 2018. 

Tidak terima dengan ulah bejat MTP,  orang tua anak korban melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian hingga perkara ini masuk proses persidangan. (*)

Remaja Setubui Pacarnya Lima Kali, Hamil lalu Melahirkan, Dituntut 3 Tahun Selengkapnya

K3PG Luncurkan Dompet Digital, e-Wallet, Wujud Dukungan Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik

GRESIK,1minute.id – Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) meluncurkan layanan e-wallet K3PG Mobile bagi anggotanya, Rabu 25 November 2020. 

Layanan ini merupakan solusi finansial anggota dalam bertransaksi, khususnya di masa wabah Covid-19 yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak atau physical distancing untuk memutus mata rantai penularannya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengapresiasi langkah K3PG dengan menyediakan dompet digital atau e-Wallet sebagai upaya mendukung program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang merupakan anggota holding Pupuk Indonesia untuk menjadi solusi agroindustri.

“E-wallet merupakan langkah inovatif K3PG dalam mengikuti era 4.0 yang telah mengubah banyak kebiasaan masyarakat. Selain itu juga menjadi bentuk perlindungan terhadap keluarga besar Petrokimia Gresik grup untuk suksesnya program ketahanan pangan nasional,” ujar Dwi Satriyo sekaligus Ketua Dewan Pembina K3PG ini.

Ia pun mengapresiasi inovasi dari K3PG ini, karena mampu menangkap peluang dari wabah Covid-19 yang telah menghantam perekonomian masyarakat.  
Dwi Satriyo pun berpesan agar K3PG terus memajukan bisnisnya dengan berlandaskan pada kebutuhan anggota seperti E-wallet K3PG Mobile ini.

“Banyak industri yang bangkrut karena melihat Covid-19 sebagai wabah. Tapi K3PG justru melihatnya sebagai potensi bisnis. Kreativitas ini harus terus ditingkatkan untuk suksesnya transformasi bisnis perusahaan di masa pandemi ini,”tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Pengurus K3PG Rohmad menjelaskan bahwa, anggota K3PG dapat bertransaksi menggunakan e-Wallet K3PG Mobile di merchant manapun di seluruh Indonesia yang menyediakan layanan QRIS. Transaksi hanya dilakukan melalui screening QRIS dari handphone pemilik akun K3PG Mobile atau cashless.

“Beberapa daerah di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Gresik merupakan daerah dengan staus oranye atau penularan Covid-19 risiko sedang. Kendati demikian masih ada penambahan kasus Covid-19 tiap harinya. e-Wallet ini merupakan upaya K3PG mendukung pemerintah dalam memerangi Covid-19,” tandas Rohmad.

Lebih lanjut ia menambahkan jika Petrokimia Gresik merupakan objek vital negara yang tidak boleh terganggu operasional bisnisnya dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional, apalagi di tengah wabah Covid-19 dan upaya pemulihan perekonomian nasional melalui sektor pertanian.

“E-wallet menjadi bentuk perlindungan terhadap anggota kami yang merupakan keluarga besar Petrokimia Gresik, sehingga tidak mengganggu operasional bisnis perusahaan,” ujarnya.

Rohmad menjelaskan dalam pengelolaan fitur e-wallet ini, K3PG berkerja sama atau bersinergi dengan lembaga perbankan di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Bank DKI, sehingga fitur e-Wallet ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam bertransaksi, tapi juga jaminan keamanan.

Sementara, E-wallet merupakan fitur pengembangan dari aplikasi keanggotaan K3PG berbasis Android bernama K3PG Mobile. Sebelumnya, aplikasi yang dikembangkan mulai 2019 ini memberikan layanan informasi tentang Inquiry saldo tabungan dan pinjaman; record sktivitas anggota baik belanja di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun aktivitas sisa hasil usaha (SHU).

K3PG Mobile juga mengubah layanan SHU menjadi digital. Apabila sebelumnya anggota K3PG hanya bisa sekali belanja untuk memanfaatkan voucher SHU, sekarang anggota bisa berbelanja berkali-kali belanja menggunakan K3PG Mobile selama saldo mencukupi.

“Dalam waktu segera kami juga melengkapi K3PG Mobile ini dengan fitur belanja  dan pinjaman Online. Semua kebutuhan anggota K3PG kedepan cukup dipenuhi melalui smartphone yang ada di genggaman tangan. Ini komitmen kami menjadikan K3PG bukan koperasi biasa,”tandas Rohmad.

Ia menegaskan bahwa layanan e-Wallet ini tidak hanya menjadi solusi finansial bagi anggota, tapi juga menjadikan K3PG semakin berdaya saing dalam upaya mewujudkan program transformasi bisnis Petrokimia Gresik. (*)

K3PG Luncurkan Dompet Digital, e-Wallet, Wujud Dukungan Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik Selengkapnya

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta

GRESIK,1minute.id – Kedai roti canai dan teh tarik  Dewi Amalia Fitri yang viral belakangan ini kaget didatangi calon bupati (cabup) nomor urur 2 Fandi Akhmad Yani, Rabu 25 November 2020.

Cabup milenial itu mampir untuk nyeruput  roti canai dan teh tarik racikan mantan pramugari di sela-sela kampanye blusukan ke desa-desa di Kecamatan Sidayu. Saat itu, kedai berlokasi di  Desa Kertosono, Kecamatan Dukun, Gresik itu cukup ramai pembeli. 

Kedatangan cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik membuat gadis 20 tahun itu kaget. “Ya Allah nggak nyangka kalau kedai saya didatangi Gus Yani. Ya seneng banget lah soalnya ramai tadi sampai nggak muat tempat duduknya,” ujar Dewi seraya tersenyum dengan mata yang berbinar-binar.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Zainuri dan Khosatun ini sebelumnya bekerja sebagai Pramugari di maskapai penerbangan internasional. Namun, ia dan pramugari sejawatnya harus kena PHK akibat pandemi Covid-19.  

Kini, Dewi merasa nyaman lantaran bisa usaha sendiri dengan penghasilan harian. Meski ia sempat mendapat tawaran untuk kembali bekerja menjadi pramugari. Dewi menolaknya lantaran ia merasa lebih nyaman bisa bekerja dekat dengan kedua orang tuanya.

Hanya saja, untuk mengembangkan usahanya tersebut Dewi dan orang tuanya masih kesulitan mencari tambahan modal. Dihadapan Gus Yani, Dewi menyampaikan bahwa setiap harinya, kedai miliknya selalu banjir pembeli. 

Bahkan sejak dirinya viral, konsumen yang datang dari Surabaya, Lamongan dan Tuban. Tak jarang pelanggan harus antri sambil berdiri karena ruangannya yang sempit dan kursinya terbatas. 

Pengennya sih memperluas kedai saya biar tempatnya bisa luas. Sekalian meja dan kursi mau saya tambahin supaya kalau pas pembelinya ramai kayak gini biar gak nunggu sambil berdiri. Apalagi sampai meluber di pinggir jalan. Kasihan lihat yang beli kalau tempatnya ramai,”ungkap Dewi dihadapan Cabup milenial itu. 

Menanggapi keluhan tersebut, Gus Yani menjamin Dewi. Jika ia dan Bu Min (Aminatun Habibah) terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2021-2025. Usaha Dewi dan orang tuanya itu bisa dikembangkan melalui salah satu misinya Gresik Berkarya dan Mandiri. 

Dijelaskan Gus Yani, dalam misi tersebut ada program Gresik Jagoan yang menyentuh jaringan komunitas anak muda berwirausaha. Program itu memberikan bantuan insentif penambahan modal kerja sebesar Rp 10 juta untuk 5.000 usaha rintisan atau start up yang sudah melalui fase inkubator bisnis.  

“Mbak Dewi ini nanti bisa ngajukan ke pemerintahan Gresik Baru. Karena di program kita ada Gresik Jagoan dengan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk anak muda yang berwirausaha. Dengan tambahan modal itu mbak Dewi bisa mengembangkan usahanya. Apalagi usaha itu merupakan satu-satunya sumber penghasilan di keluarganya,”ujar Gus Yani sembari melahap roti canai. (*)

Cabup Nomor Urut 2, Nyicipi Teh Tarik Sambil Kenalkan Program Gresik Jagoan, Bantuan Modal Rp 10 Juta Selengkapnya

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon (paslon) nomor 2 Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) terus melakukan blusukan ke desa-desa. Melihat kondisi dan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

Tapi, blusukan Gus Yani bersama Ketua DPC PDI-P Gresik Mujib Riduan ini berbeda. Gus Yani menyambangi Panti Jompo Lestari.

Panti di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik sudah berdiri sejak 2011.
Ada dua orang pengasuh. Mereka pasangan suami-istri, Haryanton dan Sumarlik.

Kunjungan Cabup nomor urut 2 ini membuat para penghuni panti jompo itu semringah. Sebab, penghuni panti yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Santri, diantara Dukun,  Gresik dan Duduksampeyan.  

Mereka seakan merasa berkumpul dengan keluarga mereka. Bahkan, ada penghuni yang sampai menangis haru. Senang bisa bertemu dengan calon bupati Gresik 2021-2025. 

Hariyanto mengatakan mereka merawat sebanyak 28 orang lansia. Mereka berasal dari berbagai wilayah. Selama ini membiayai operasional sendiri. Sebab, panti ini seakan tidak mendapatkan diperhatikan pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

“Operasional tiap bulan sekitar Rp 20 juta. Semua biaya sendiri. Kadang mendapat bantuan dari orang demawan,”cerita Haryanto. Gus Yani dan Mujib Riduan terlihat serius mendengarkan cerita pengasuh panti itu. 

Melihat kondisi tersebut, Gus Yani telah menyiapkan program unggulan. Yakni PKH Inklusif. Program tersebut untuk memperluas cakupan bagi kalangan lansia dan disabilitas. “Program itu menjadi bagian dari Nawa Karsa Niat ‘Gresik Seger’,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, pemerintah daerah mempunyai kewajiban memberi perlidungan dan jaminan sosial kepada warganya. Khususnya lansia dan disabilitas. “Kami paslon Niat optimis bisa memberikan perlindungan sosial berupa PKH Inklusif di Kabupaten Gresik,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik tersebut.

Gus Yani menjelaskan, program PKH Inklusif dapat mengentaskan kemiskinan dan pembanginan yang berkelanjutan di Kabupaten Gresik. (*)

Sambangi Panti Jompo, Gus Yani Didoakan Jadi Bupati, Siapkan Program Gresik Seger Selengkapnya

Pecandu dan Pengedar Kawasan Pantura Gresik Dibekuk Polisi

GRESIK,1minute.id – Dua anggota sindikat peredaran narkoba di pantai utara (pantura) Gresik digulung anggota Polsek Bungah. Dua maniak sabu-sabu itu adalah Heri Suyanto alias Mbah Giant, 42, warga Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah dan Bagus Yuliansyah alias Panjul, 23, warga Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun, Gresik. Mereka ditangkap ditempat berbeda.

Menurut Kapolsek Bungah AKP Sujiran melalui Kanitreskrim Polsek Bungah Aipda Dwi Rahmanto mengatakan, penangkapan pecandu dan pengedar sabu-sabu itu berawal dari laporan masyarakat. 
Sejumlah anggota Polsek Bungah dipimpin Kanitreskrim Aipda Dwi Rahmanto melakukan penelisikan.

Hampir sepekan polisi melakukan penyelidikan. “Kami baru bisa memastikan target operasi adalah pencandu dan pengedar sabu-sabu, Minggu 22 November 2020 malam,”kata Dwi Rahmanto, Selasa malam. 

Kali pertama, Heri Suyanto dibekuk ketika berada di warung kopi (warkop) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik sekitar pukul 21.00. Dalam penggeledahan ditemukan sebilan paket hemat (pahe). “Satu poket dipegang tersangka,”ujar Dwi Rahmanto. 

Polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah lelaki berkulit sawo matang itu di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Dalam penggeledahan ditemukan peralatan nyabu.

Dalam pemeriksaan Heri Suyanto dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Mbah Giant itu “menyanyi”. “Malam itu juga, tersangka kami keler menuju rumah BY (Bagus Yuliansyah) di Desa Padangbandung, Kecamatan Dukun,”terang mantan Kanitreskrim Polsek Wringinanom, Gresik itu. 

Dirumah Bagus ditemukan sejumlah barang-bukti, diantaranya bukti transaksi online di gawai milik tersangka dan uang tunai Rp 2,5 juta. Kedua tersangka Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 th 2009 Tentang Narkotika. (*)

Pecandu dan Pengedar Kawasan Pantura Gresik Dibekuk Polisi Selengkapnya