Terbukti Melanggar Netralitas, KASN Rekomendasi kepada Bupati untuk Memberikan Sanksi Dua ASN Pemkab Gresik

GRESIK,1minute.id – Dua aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Gresik terkena semprit Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). 

Dalam surat rekomendasi yang dikeluarkan KASN tertanggal 18 November 2020 yang ditandatangani Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto itu adalah Camat Duduksampeyan Suropadi dan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Umum dan Perlindungan Masyarakat Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP) Gresik, Muhammad Amien.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadlif mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai rekomendasi KASN. “Sanksi belum kami lakukan karena surat KASN itu baru kami terima hari ini,”kata Nadlif dikonfirmasi 1minute.id melalui Whatsapp, Jumat 20 November 2020.

Melansir surat berkop KASN yang diperoleh 1minute.id, sanksi pelanggaran kedua ASN itu berbeda. Untuk Camat Duduksampeyan Suropadi, berdasarkan surat No: R-3619/KASN/ 11/2020, KASN merekomendasikan kepada Bupati Sambari Halim Radianto sebagai pembina kepegawaian, agar menjatuhkan hukuman berupa disiplin sedang yang pelaksanaannya mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Sedangkan, Muhammad Amien, berdasarkan surat No: R-3609/KASN/ 11/2020, KASN merekomendasikan kepada Bupati Sambari untuk menjatuhkan sanksi moral berupa pernyataan terbuka. Rekomendasi tersebut harus ditindaklanjuti selama 14 hari kerja.

Kepala BKD Pemkab Gresik Nadlif menegaskan pihak akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Mengikuti rekom dari KASN sesuai ketentuan,”tegas Nadlif dikonfirmasi melalui whatsapp, 1minute.id, Jumat 20 November 2020.

Akan tetapi, tambahnya, pihak belum memberikan sanksi sesuai rekomendasi KASN itu karena surat tersebut baru saja diterimanya. 

Terpisah, terlapor Suropadi dikonfirmasi mengatakan pihaknya waktu itu sudah melakukan klasifikasi kepada bawaslu (Badan Pengaawas Pemilihan Umum) Gresik. “Waktu itu katanya sudah klir,”ujar Suropadi dikonfirmasi seluler, Jumat 20 November 2020.

Terkait memakai atribut salah satu pasangan calon, Suropadi mengaku waktu itu disuruh oleh relawan. “Kaus itu saya pakai diruangan lalu saya lepas lagi,”tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik Abu Hasan ketika dikonfirmasi membenarkan bila Muhammad Amien adalah salah satu kepala bidang di Pol PP. “Kami sudah memberikan teguran kepada yang bersangkutan,”kata Abu Hasan dikonfirmasi seluler, Jumat 20 November 2020. 

Dalam surat KSAN itu disebutkan kronologis dugaan pelanggaran yang dilakukan Camat Duduksampeyan Suropadi dilakukan pada 17 Juni 2020 pukul 15.00 di rumah makan Aqila, Lamongan. 

Pertemuan yang dikemas dalam sosialisasi peningkatan kesejahteraan kepala desa dengan Alokasi Dana Desa (ADD) itu dihadiri oleh salah satu pasangan bakal calon. Terlapor Suropadi memberikan sambutan mengenakan kaus bakal calon bertuliskan QA di dada kanan dan tulisan Relawan Sakti di bagian punggung.

Karena perbuatan tersebut dilakukan sebelum penetapan calon, maka perbuatan tersebut termasuk dalam pelanggaran disiplin ASN dan dikenakan sanksi mengacu pada peraturan pemerintah (PP) nomor 53 /2010 tentang Disiplin PNS. 

Lalu pelanggaran Muhammad Amien, yakni memposting pada akun media sosial facebook dengan nama “muhammad Ameinamd” mendukung salah satu paslon pada 2 dan 4 Juli 2020. Atas tindakan Amien, KASN merekomendasikan kepada bupati untuk memberiksan sanksi displin secara moral. 

Yakni, memberikan pernyataan secara terbuka di website pemerintah daerah/media massa/media elektronik yang dapat diakses publik atau  dibacakan saat upacara yang dihadiri pegawai. 

Bukti penjatuhan sanksi moral melalui pernyataan terbuka disampaikan kepada KASN dalam bentuk tangkapan layar/website/kliping koran/foto/video.

Pelanggaran netralitas dua ASN tersebut mengacu ketentuan pasal 32 ayat ayat (2) UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. (*)

Terbukti Melanggar Netralitas, KASN Rekomendasi kepada Bupati untuk Memberikan Sanksi Dua ASN Pemkab Gresik Selengkapnya

Gus Yani – Bu Min Usung Nawa Karsa Gresik Baru di Debat Nanti Malam

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gresik nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah menyiapkan diri untuk mengikuti debat kandidat di putaran pertama Pilkada Gresik 2020, Jumat 20 November 2020 malam. 

Debat kali pertama ini, pasangan NIAT akan mengusung misi Nawa Karsa Gresik Baru. Ketua Tim Pemenangan NIAT, Khoirul Huda  mengatakan debat nantinya bertema ‘Menyelesaikan Persoalan Daerah, Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat’.

Dan ini sudah menjadi perhatian bagi paslon NIAT. “Semua sudah masuk dan terjabarkan dalam Nawa Karsa Gresik baru paslon NIAT. Hal itu menjadi jawaban untuk perbaikan Gresik, baik tentang persoalan daerah hingga kesejahteraan masyarakat,”ujar Huda yang jugaucap Sekretaris DPC PPP Gresik ini,  Jumat 20 November 2020. 

Huda mengambil salah satu contoh permasalahan yang paling mendasar di Gresik. Yakni, tentang lapangan pekerjaan yang dirasa tidak berpihak pada masyarakat Gresik. Karena itu solusi atas persoalan tersebut semuanya ada dalam program Nawa Karsa Gresik baru. Nawa Karsa merupakan sembilan program prioritas pasangan NIAT.

Sembilan program itu adalah, Gresik Akas, Gresik Cerdas, Gresik Agropolitan, Gresik Barokah, Gresik Lestari, Gresik Seger, Gresik Sehati, Gresik Barokah, dan Gresik Mandiri. Pelayanan kesehatan solusinya di program Gresik Sehati dengan meningkatkan fasilitas kesehatan. 

“Menyiapkan tenaga medis profesional dan didukung sarana yang mumpuni. Termasuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu,” tutupnya. (*)

Gus Yani – Bu Min Usung Nawa Karsa Gresik Baru di Debat Nanti Malam Selengkapnya

Siaga Musim Tanam, PG Roadshow ke Nusa Tenggara Barat

GRESIK, 1minute.id – Musim tanam telah tiba. Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melakukan roadshow  “Siaga Musim Tanam” bersama distributor resmu di berbagai daerah di Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai alokasi atau penugasan pemerintah untuk mendukung musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021 (Okmar). 

Untuk itu, ia bersama dua direksi Petrokimia Gresik lainnya yakni Direktur Operasi dan Produksi Digna Jatiningsih dan Direktur Keuangan dan Umum Dwi Ary Purnomo rutin blusukan menemui distributor sekaligus meninjau langsung ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang.

Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak bulan Oktober 2020 di Jogjakarta, Jawa Timur (Bojonegoro, Madiun, Probolinggo, Pasuruan), Jawa Tengah (Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Klaten, Semarang, Solo, dan Pekalongan), dan terbaru di Nusa Tenggara Barat (Lombok Timur), serta akan berlanjut hingga ke daerah lainnya di tanah air selama musim tanam.

“Ketersediaan pupuk menjadi faktor yang sangat vital saat musim tanam, apalagi peningkatan produktivitas pertanian tidak sekadar menjaga ketahanan pangan tapi juga sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional akibat wabah Covid-19,” ujar Dwi Satriyo disela-sela tinjauannya ke Gudang Penyangga Kabupaten Lombok Timur, Rabu 18 November 2020.

Secara nasional, lanjut Dwi Satriyo, pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 951 ribu ton, atau dari 7,9 juta ton menjadi 8,8 juta ton. Sedangkan penugasan Petrokimia Gresik bertambah sebanyak 258.832 ton, naik dari 4,7 juta ton menjadi 4,9 juta ton.

“Penambahan ini sangat vital untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian di tengah wabah Covid-19,”jelasnya.

Oleh karena itu, Dwi Satriyo mengimbau kepada distributor untuk terus melakukan penebusan pupuk-pupuk bersubsidi untuk selanjutnya didistribusikan kepada kios-kios resmi yang tersebar di NTB.

“Kami bersama distributor berkomitmen dan menjamin bahwa pupuk bersubsidi akan selalu tersedia di seluruh Gudang Penyangga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan akan disalurkan sesuai dengan alokasi dari pemerintah,”tandasnya.

Lebih lanjut, Dwi satriyo meminta seluruh distributor agar penyaluran pupuk bersubsidi di NTB terus digenjot. Hingga hari ini (Rabu, 18 November 2020), realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di NTB sudah mencapai 82.161 ton atau 87% dari total alokasi 94.105 ton.

Sehingga sisa alokasinya tinggal 13% atau 11.944 ton. Sementara menghadapi musim tanam, total stok pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk NTB sebesar 13.909 ton.

Petrokimia Gresik bersama distributor menyatukan tekad yang kuat, kerjasama yang solid, serta sinergi yang positif untuk bisa memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi di NTB,” tandasnya.

Ia juga mengimbau Staf Perwakilan Daerah dan Penjualan (SPDP) dan Petugas Penjualan Daerah (PPD) Petrokimia Gresik, harus bisa lebih aktif untuk menggandeng Kios, Kelompok Tani, Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten untuk memaksimalkan penyaluran pupuk bersubsidi di NTB.

“Berikan edukasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi terutama di masa-masa relaksasi penggunaan Kartu Tani, supaya tidak terjadi kebingungan, baik di tingkat petani maupun kios,”ujarnya.

Dwi Satriyo memastikan Petrokimia Gresik juga akan menyediakan pupuk non-subsidi di kios-kios binaan. Pupuk NPK Phonska Plus, Petro Ningrat, SP-36, ZA, dan Petro Nitrat bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa diberikan kepada petani untuk semakin meningkatkan produktivitas lahan.

Selain itu, Petrokimia Gresik juga menghimbau petani agar tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). Karena ini adalah syarat wajib bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi di kios resmi.

Adapun untuk mengefisienkan penggunaan pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik menghimbau petani agar menerapkan pola pemupukan berimbang, yaitu Petroganik (500 kg/ha), NPK Phonska (300 kg/ha), dan Urea (200 kg/ha).

“Tujuannya agar petani tidak berlebihan dalam pemupukan, sehingga alokasi dari pemerintah dapat digunakan secara optimal,” tutup Dwi Satriyo.(*)

Siaga Musim Tanam, PG Roadshow ke Nusa Tenggara Barat Selengkapnya

Pembunuhan Bukit Jamur Segera Disidangkan, Penyidik Serahkan Dua Pelaku ke Jaksa

GRESIK,1minute.id – Kelar sudah proses penyidikan dua anak berhadapan hukum (ABH) alias tersangka dugaan pembunuhan di kawasan Bukit Jamur, Bungah. 

Penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik melimpahkan tersangka dan barang bukti (barbuk) ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik, Kamis 19 November 2020. Dugaan pembunuhan anak itu segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. 

Dua anak ABH berinisial MSK alias S, 15 dan MSI alias Si, 16, bersama penyidik kepolisian, didampingi kedua orang tua, petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan pusat pelayanan terpadu pembedayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Gresik tiba di kantor kejaksaan negeri (Kejari) Gresik sekitar pukul 11.00.

ABH berinisial Si memakai Tshirt bertuliskan Indonesia Bersatu. Sedangkan, S memakai kaus warna hitam. Rambut kedua anak itu berwarna merah. 

Selama 2 jam,  kedua anak yang tega menghabisi teman sepermainnya berinisial AAH, siswa kelas VIII di Kecamatan Bungah itu menjalani pemeriksaan jaksa penuntut. Sumber menyebutkan tersangka Si dan S menjlentrehkan kronologis pembunuhan yang telah dilakukan. 

Mulai rapat pagi hari,  kemudian sore dilakukan eksekusi menghabisi AAH di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Bungah, Gresik, Rabu 28 Oktober 2020.
Dua tersangka anak itu memukul lima kali bagian perut dan menghantam sekali dengan balok di bagian kepala.

“Korban AAH lalu diikat kaki dan tangannya lalu diceburkan ke kubangan air bekas galian C,”cerita sumber enggan disebutkan identitasnya itu, Kamis 19 November 2020.

Setelah korban asal kecamatan Bungah tenggelam, kedua tersangka pulang. Lalu, keesokan harinya  satu dari dua pelaku itu kembali datang di lokasi kejadian dan melihat korban mengambang. “Pelaku mencoba menenggelamkan korban lagi tapi tidak berhasil,”imbuhnya. 

Sumber mengaku ngelus dada melihat kenekatan dua anak itu. “Kok sampai segitu keji. Pagi merencanakan, sore harinya eksekusi dilakukan,”katanya dengan nada lirih. 

Usai menjalani pemeriksaan di ruang jaksa penuntut kedua tersangka kemudian dititipkan penahanannya ke Polres Gresik.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP bayu Febrianto Prayogo melalui Kanit Pidum Satreskrim Ipda Joko Supriyanto membenarkan proses penyidikan selesai.

“Berkas sudah dinyatakan P. 21 atau sempurna,”kata Joko melalui pesan Whatsapp, Kamis 19 November 2020.
Kepala Sekso Pidana Umum (Pidum) Kejari Gresik Firdaus belum bisa dikonfirmasi. Pesan Whatsapp 1minute.id masih centang satu. 

Terpisah, kuasa hukum dua anak Sulton Sulaiman membenarkan penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. “Tadi saya mendampingi mereka. Penyerahan disaksikan petugas dari Bapas dan P2AP2T Gresik,”kata Sulton. 

Seperti diberitakan Jumat 30 Oktober 2020 ditemukan mayat tanpa identitas di sebuah kubangan di kawasan Bukit Jamur di Desa/Kecamatan Buungah Gresik. Saat ditemukan tangan terikat ke belakang dan kaki juga terikat. 

Belakangan jasad itu diidentifikasi berinisial AAH, siswa kelas VII di kecamatan Bungah, Gresik. Dalam penyelidikan polisi menangkap dua anak yakni berinisial MSK alias S, 15 dan MSI alias Si, 16. Keduanya teman korban di kecamatan Bungah. Dalam penyidikan kedua anak itu menghabisi AAH karena sakit hati. (*)

Pembunuhan Bukit Jamur Segera Disidangkan, Penyidik Serahkan Dua Pelaku ke Jaksa Selengkapnya

Inovasi, Ciptakan Varian Baru, Pemasaran Digital, Bandeng Mentari, UMKM Mitra Binaan SIG, Bertahan di Tengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Masa pandemi menuntut pelaku usaha berinovasi untuk bisa bertahan hidup. Diantaranya dilakukannya Anim Falahuddin. Pemilik bidang olahan Bandeng dengan merk Bandeng Mentari yang beralamat di Kecamatan Manyar, Gresik ini. 

Anim, satu diantara ratusan UMKM Mitra binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bisa tetap bertahan di tengah pandemi korona. Dan, berkembang pesat.

Anim Falahudin menceritakan awal pandemi Covid-19 sempat kesulitan berjualan produk bandeng olahannya. Pendapatannya menurun hingga 60 persen. Namun, pemilik UD Multi Sarana Niaga itu tak lantas membuatnya putus asa. 

Anim memutar otak untuk melakukan inovasi dengan menambah varian produk baru berbahan baku ikan bandeng. Inovasinya membuahkan hasil, hingga saat ini Anim Falahuddin memililki 33 varian produk yang telah dipasarkan. Selain itu pemasaran juga sudah memanfaatkan platform digital.

Anim Falahuddin mengungkapkan, saat ini produk Bandeng Mentari sudah tersebar di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. “Beberapa produk olahan yang kami jual diantaranya bandeng cabut duri, otak-otak, bandeng presto, bandeng pepes, bandeng sapit, abon bandeng, nuget bandeng rolade, siomay, fillet bandeng, kerupuk dan lainnya,”katanya. 

Dalam menjalankan usahanya Anim Falahuddin dibantu 15 karyawan yang merupakan warga sekitar. Setiap harinya bisa memproduksi hingga 200 kilogram. “Saat ini penjualan Bandeng Mentari mampu meraup omzet hingga Rp 120 juta perbulan,”ujarnya. 

Anim telah memiliki 13 mitra yang tersebar di kota-kota besar di Jawa, Bali dan Kalimantan. “Kini produk kami dapat ditemui di berbagai swalayan, pusat oleh-oleh dan restoran,”ujar Anim Falahuddin bangga. 

Sementara itu, General Manager of CSR SIG, Edy Saraya mengatakan, UMKM Bandeng Mentari ini memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang. Ikan bandeng merupakan makanan khas Gresik yang digemari oleh masyarakat.

“Semoga kedepan kehadiran UMKM ini mampu mendorong peningkatakan ekonomi, karena dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,”harap Edy Saraya dalam siaran pers diterima 1minute.id, Kamis 19 November 2020.

Edy Saraya menambahkan, SIG terus mendukung upaya UMKM binaan untuk maju dan berkembang ditengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Antara lain dengan memberikan fasilitas pelatihan dan pameran guna memperkenalkan produk kepada masayarakat luas. (*)

Inovasi, Ciptakan Varian Baru, Pemasaran Digital, Bandeng Mentari, UMKM Mitra Binaan SIG, Bertahan di Tengah Pandemi Selengkapnya

Nobar Resepsi Virtual Milad ke-108 Muhammadiyah Ingatkan PHBS, Kita banyak Kehilangan Tokoh Penting di Gresik selama Covid-19


GRESIK,1minute.id – Resepsi milad ke-108 Muhammadiyah tahun ini tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi Covid-19, resepsi milad digelar secara virtual via zoom.

Milad daring itu secara nasional yang diikuti keluarga besar warga Muhammadiyah dari unsur pimpinan pusat, wilayah, daerah, cabang, ranting se-Indonesia. Plus cabang istimewa yang tersebar di berbagai belahan dunia. 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik me-relay resepsi virtual itu dari Gedung Dakwah  Muhammadiyah (GDM) Gresik, Jl. Raya Permata di kawasan Perumahan Bunder Asri, Rabu 18 November 2020 siang. 

Acara tetap khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan ini. Relay milad di Gedung Dakwah itu diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan cabang dan ranting, serta pengelola amal usaha Muhammadiyah (AUM) se-Gresik.

Ketua PDM Gresik Taufiqulloh A. Ahmady menyempatkan diri menyapa –secara virtual– satu per satu peserta nonton bareng (nobar) resepsi milad ke-108 yang dihelat di masing-masing PCM, PRM, dan sejumlah AUM di berbagai daerah di Gresik. 

Dari data yang masuk ke panitia dan sempat berinteraksi langsung dengan ketua PDM, hampir seluruh cabang menggelar nobar ini, termasuk salah satu cabang di pulau Bawean, yakni cabang Sangkapura. 

Pengantar sebelum tersambung ke milad virtual yang digelar PP Muhammadiyah, Taufiq mengingatkan pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagaimana ditetapkan dalam protokol kesehatan. 

Sebagai Muslim, tandas Taufiq, sebenarnya hidup bersih itu tidak asing. Sebab, Islam memang mengajarkan hidup bersih, yang dikenal dengan ajaran thaharah.

“Apa yang dijalankan dalam protokol kesehatan di masa pandemi ini, seperti cuci tangan dengan sabun, selalu memakai masker, juga jaga jarak (physical distancing), itu baru sebagian dari ajaran thaharah dan baru bersifat hissiyah, yaitu penyucian secara fisik,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam Islam penyucian atau kebersihan secara fisik itu belumlah cukup. Masih ada lagi, yakni thaharah maknawiyah. 

Maksudnya, penyucian diri yang bersifat batiniyah, misalnya membersihkan hati dari kesyjrikan, amalan zikir dan doa untuk memohon segera dijauhkan dari pandemi, dan meninggalkan perilaku tercela baik dalam bentuk perkataan (verbal) seperti saling caci maki dengan orang lain, maupun perbuatan (nonverbal) seperti menghindari hal hal yang bukan menjadi hak miliknya lalu diambil. 

Intinya, lanjut Taufiq, thaharah maknawiyah itu menghindari perilaku yang tercela. Taufiq juga menyinggung tentang perlunya kewaspadaan di masa pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. 

Sebab, kata dia, perkembangan pandemi di Gresik relatif fluktuatif. Dikatakan, saat ganas-ganasnya, Gresik sempat berstatus merah bersama Kota Surabaya dan Sidoarjo. Selanjutnya, secara berangsur membaik jadi oranye, lalu kuning dan kini kembali ke posisi oranye.

Mengutip data Tim Satgas Covid-19, Taufiq mengemukakan, selama periode Februari – pertengahan November, di Gresik tercatat 3.608 orang terindikasi positif Covid-19.

Dari jumlah itu, 3.250 pasien dinyatakan sembuh dan meninggal dunia 328 orang. 
“Kita banyak kehilangan tokoh penting di Gresik ini selama masa pandemi, termasuk dari kalangan Muhammadiyah. Karena itu, mari terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati,” pesannya seraya menambahkan, protokol kesehatan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Nobar Resepsi Virtual Milad ke-108 Muhammadiyah Ingatkan PHBS, Kita banyak Kehilangan Tokoh Penting di Gresik selama Covid-19 Selengkapnya

Dihadang Motor Polisi, Pelaku Curanmor Harakiri, Tabrakan Motor Hasil Kejahatan Dibekuk

GRESIK, 1minute.id -Sepak terjang Santoso, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terhenti di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Pemuda 35 tahun asal Desa Windu, Kecamatan Karangbinangun, Lamangon itu nyaris kelenger.  Beruntung anggota Opsnal Satreskrim Polres Gresik itu cepat di lokasi kejadian.

Menurut cerita polisi Minggu 15 November 2020 sekitar pukul 23.30, Santoso masuk ke kampung Singorejo Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas. 

Santoso kabarnya bersama seorang temannya -belum diketahui – identitasnya. Diteras rumah korban Muhammad Amirudin terparkir motor Hondo Scoopy nomor polisi (nopol)  W 4863 BH. 

Dalam hitungan detik motor matik kelir merah itu sudah berpindah tangan.  Nahas,  korban Amirudin mengetahuinya. Dia pun refleks teriak maling. Nah, saat ada anak buah AKP Bayu Febrianto Prayoga, Kasatreskrim Polres Gresik  berada di sekitar lokasi.  

Anggota reserse mobile (resmob) dipimpin Ipda Joko Supriyanto memblokade satu dari dua akses keluar masuk kampung itu. Santoso putar balik untuk mencari jalan alternatif lainnya. Tapi,  jalan alternatif sudah di barikade motor. Santoso harakiri. 

Pemuda 35 tahun mencoba menerobos dan menabrakkan motor hasil kejahatan dengan motor belakangan diketahui milik anggota resmob Satreskrim Polres Gresik. Santoso gulung kuming. 

Massa yang sudah igit-igatan menghajar Santoso. Polisi yang menghadang Santoso di jalan kampung lainnya bergegas menuju lokasi. Santoso sudah nyaris kelenger itu lalu bergegas diamankan. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febriyanto Prayogo melalui Kanit Pidum Ipda Joko Suprianto mengatakan, pihaknya berusaha mengembangkan mencari pelaku lainnya. 

Santoso dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5 KUHPidana. Bunyinya, barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian dengan pemberatan. 

“Kami masih akan mengembangkan untuk mencari tersangka lainnya,”kata Ipda Joko, Rabu 18 November 2020. (*)

Dihadang Motor Polisi, Pelaku Curanmor Harakiri, Tabrakan Motor Hasil Kejahatan Dibekuk Selengkapnya

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu-sabu Dekat Makam Desa

GRESIK, 1minute.id – Agung Rifai, diduga pengeda sabu-sabu dibekuk aparat Polsek Driyorejo. Pemuda 22 tahun itu ditangkap di dekat makam Desa/Kecamatan Driyorejo menjelang matahari terbenam Selasa 17 November 2020 pukul 17.30. 

Dari tangan pemuda asal Sidorejo,Krian,  Sidoarjo itu anak buah Kompol Wavek Arifin mengamankan satu poket sabu-sabu,  alat nyabu, gawai dan motor yang digunakan mobilitas bisnis haramnya itu. 

Kapolsek Driyorejo Kompol Wavek Arifin mengatakan tersangka diringkus saat berada di kampung dekat makam Desa/Kecamatan Driyorejo, Selasa malam.

Penangkapan dilakukan jajaran Unit Reskrim Polsek Driyorejo itu setelah mendapat informasi dan melakukan penyelidikan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 17.30.

“Sabu tersebut disimpan di dalam bekas bungkus rokok Sampoerna mild yang disimpan di saku celana kanan depan tersangka,” ujarnya, Rabu 18 November 2020.

Tersangka Rifai dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.(*)

Polisi Gagalkan Transaksi Sabu-sabu Dekat Makam Desa Selengkapnya

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor

GRESIK,1minute.id – Giring Ganesha atau dikenal Giring  Nidji menyambangi posko pemenangan pasangan calon (Paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat), Selasa 17 November 2020 malam. 

Kehadiran pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) itu membawa angin segar dan menambah “suplemen” penambah semangat  paslon nomor urut 2 untuk memenangkan konstestasi Pilbup Gresik 9 Desember 2020. 

Sebab, deklarasi dukungan vokalis lagu Laskar Pelangi itu semakin mengukuhkan Gus Yani-Bu Min, adalah paslon yang diinginkan anak-anak milenial di Kota Santri. 

Dalam bincang santuy di posko pemenangan Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu, Giring menyakini Gus Yani – Bu Min bisa membuat Kota Gresik menjadi lebih baik semua sektor. 

“Pemimpin yang merakyat, yang peduli masyarakat kecil, yang sederhana itu semua ada di Gus Yani dan Bu Min,”kata Giring. “Saatnya pemimpin yang membangun daerah adalah pemimpin millenial dan Niat akan menjadi pemimpin yang benar-benar melayani masyarakat,”tambah Giring yang disambut riuh tepuk tangan milenial Gresik.

Giring Ganesha atau dikenal Giring Nidji ketika mendatangi Posko Niat di Srembi, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, Selasa 17 November 2020 malam.

Giring juga mengajak para milenial untuk memilih Niat karena slogan perubahan yang diusung identik dengan karakter anak-anak muda yang cenderung dinamis dan kerap menginginkan sesuatu yang baru. 

“Saya sudah keliling di 18 kabupaten kota mendampingi calon kepala daerah. Hari ini secara khusus saya mendampingi Gus Yani dan Bu Min, karena saya tau masyarakat Gresik, anak muda  yang ingin perubahan dan perbaikan di Gresik,”ungkap penyanyi yang sekaligus aktor film sang pencerah. 

Selama 60 menit “Bincang Seru Bareng Milenial Gresik” berlangsung gayeng. Giring sebelum mengakhiri membawakan sebuah tembang lagi membuat histeris pengemarnya. 

Cabup milenial Gus Yani mengapresiasi langkah PSI yang mencoba menumbuhkan politik partisipatif oleh anak-anak muda. Diakuinya bahwa dukungan PSI Gresik ke Niat merupakan misi awal PSI dalam menggerakan politik anak muda indonesia. 

“Saya sangat berterima kasih karena PSI sudah memberikan amanat penuh kepada Paslon Niat. Ini menjadi bukti bahwa PSI ialah partai yang memberi ruang baru bagi anak muda untuk berperan di dunia politik,”ujarnya. 

Kehadiran Giring di posko pemenangannya itu, membuat Gus Yani lebih bersemangat karena sosok Giring sendiri merupakan anak muda yang tidak apatis terhadap politik,”Bro Giring ini adalah contoh bahwa perubahan itu diawali dari anak-anak muda yang tidak alergi politik tapi justru partisipatif terhadap politik,”pungkasnya. (*)

Giring : Saatnya Pemimpin yang Membangun Daerah adalah Milenial, NIAT bisa Membuat Kota Gresik Lebih Baik Semua Sektor Selengkapnya

Tuntutan Tidak Dipenuhi Buruh Ancam Nginap di Jalan Raya depan Kantor Bupati


GRESIK,1minute.id – Ribuan buruh masih bertahan di depan kantor Bupati Gresik, Selasa 17 November 2020 pukul 16.45. Massa yang menuntut kenaikan upah minimum Kabupaten (UMK) Gresik 2021 sebesar Rp 645 ribu menjadi Rp 4,8 juta per bulan itu.

Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, depan Kantor Bupati Gresik di blokade massa sejak pukul 14.30. Saat ini masa hanya duduk-duduk di badan jalan nasional jurusan Gresik Lamongan itu. 
Belum ada satu pun pejabat Pemkab Gresik yang menemui massa. Masa berasal sekretariat bersama (Sekber) Serikat Pekerjaan-Serikat Buruh (SP/SB). Buruh pun bertekad untuk menginap bila tuntutan tidak dipenuhi. 

“Sampai tuntutan kami dipenuhi,”tegas Subari, salah satu pengurus Sekber SP/SP Gresik itu. Ribuan buruh tetap menolak kesempatan yang telah diteken asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik yang menurunkan UMK 2021 sebesar Rp 900 ribu. UMK Gresik 2020 Rp 4.197.300 per bulan akan menjadi Rp 3.927.300 per bulan. 

Penurun UMK 2021 dianggap buruh tidak masuk akal. Sebab, hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) terdapat kenaikan kebutuhan sebesar Rp 650 ribuan.  Terpisah, Ketua Apindo Gresik Tri Andi Suprihartono belum bisa dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak aktif. (*)

Tuntutan Tidak Dipenuhi Buruh Ancam Nginap di Jalan Raya depan Kantor Bupati Selengkapnya