Seorang Pemancing Tenggelam di Waduk Gajah di Desa Ngabetan


GRESIK, 1minute.id – Luapan Kali Lamong kembali memakan korban jiwa. Kurun waktu dua pekan ini, sudah tiga orang meninggal karena terseret arus dan tenggelam. 

Teranyar, korban bernama Hafidl Zarkoni, 32, asal Desa Cangkring Turi, Kecamatan Prambon, Mojokerto. Jasad penggemar mancing itu ditemukan di Waduk Gajah Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik, Minggu 20 Desember 2020.

Untuk diketahui sejak dua pekan terakhir, Kali Lamong meluap. Air bah menerjang puluhan desa di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. Ratusan rumah terendam air. Banjir juga menenggelamkan ratusan hektare sawah dan tambak.

Sejak itu muncul pemancing dadakan. Mereka beradu nasib maupun melampiaskan hobi mencari ikan di aliran Kali Lamong itu. 

Diantaranya, Hafidl Zarkoni,  32, asal Prambon, Sidoarjo ; Hamzah Rangkuti, 36, warga Pakis Gunung, Sawahan, Surabaya; dan Verdi Karmirangga,  21, asal Krian, Sidoarjo. Mereka memancing di Waduk Gajah di Desa Ngabetan, Kacamatan,  Cerme, Gresik. 

Hafidl berangkat dari rumahnya di Desa Cangkringturi, Kecamatan Prambon, Sidoarjo mengendarai Honda Scoopy nopol W 4751 US. Berangkat dari rumah pukul 05.30. Hafidl langsung menuju waduk Gajah di Desa Ngabetan, Cerme.

Di lokasi sudah ada sejumlah pemancing lainnya. Diantaranya, Hamzah Rangkuti dan Verdi Karmirangga.  Beberapa kali, kail dilemparkan. Akan tetapi, Hafidl belum mendapatkan ikan. 

Pemuda 32 tahun seakan melihat banyak ikan di bagian tengah waduk itu. Hafidl pamit nyemplung. “Saat itu mungkin korban mengira waduk tidak dalam,”duga pemancing lainnya. 

Dugaan Hafidl keliru. Kondisi air waduk cukup dalam. Korban Hafidl lalu teriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, saksi Nova Faltomi langsung nyemplung untuk menolong Hafidl. 

Saat akan ditolong Hafidl panik membuat Nova nyaris ikut tenggelam. Nova akhirnya melepaskan tubuh Hafidl tersebut. “Saya nyaris tenggelam karena terus berontak. saya akhirnya pegangan pohon eceng gondok untuk menyelamatkan diri,”kata Nova kepada polisi. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin mengatakan, korban berhasil dievakuasi pukul 07.30. “Korban dalam kondisi meninggal dunia,”kata Nuramin. 

Korban lalu dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani visum. “Tapi, keluarga korban menolak jenazah di otopsi. Keluarga mengikhlaskan kepergian korban,”kata Nuramin (*)

Seorang Pemancing Tenggelam di Waduk Gajah di Desa Ngabetan Selengkapnya

Positif Corona Bertambah 10 Kasus, Jelang Nataru, Ops Yustisi Masker Semakin Intensif


GRESIK,1minute.id– Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (Prokes) semakin intensif dilakukan aparat gabungan. 

Minggu, 20 Desember 2020 operasi yustisi dilakukan di Alun-Alun Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Sasarannya masyarakat beraktivitas pagi fasilitasnya umun di perkotaan itu. 

Seakan sudah menjadi tradisi masyarakat Gresik Minggu pagi beraktivitas melepas penat di Alun-alun Gresik. Ada sekadar jalan-jalan pagi. Sebagain lainnya nongkrong. Sedangkan anak-anak bermain di fasilitas umum berlokasi di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik itu. 

Masa pandemi masyarakat yang beraktivitas tetap harus mematuhi prokes. Memakai masker, diantaranya.  Operasi yustisi dipimpin Kasat Binmas Polres Gresik AKP Junaedi, perwakilan TNI dan Pol PP itu menjaring sepuluh pemuda yang tanpa masker. 

“Kami masih melakukan himbauan simpatik. Kepada para pelanggar prokes kami berikan masker,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasubbag Humas Polres Gresik AKP Bambang Angkasa, Minggu, 20 Desember 2020.

Sementara itu,  Satgas Covid-19 mencatat ada sepuluh orang terkonfirmasi Covid-19. Mereka berasal dari Desa Jatirembe, Benjeng ; Desa Sumput, Driyorejo, masing-masing satu orang terkonfirmasi. 

Kemudian, di Kecamatan Kedamean ada dua kasus yaitu dari Desa Manunggal dan Katimoho.  Lalu, Kecamatan Cerme ada tiga kasus yakni di Desa Dadapkuning , Dungus dab Ngembung. 

Sedangkan di Kecamatan Kebomas ditemukan tiga kasus yakni Desa Randuagung, Klangonan dan Kedanyang. 
“Sedangkan yang terkonfirmasi sembuh ada 7 kasus dan satu kasus meninggal dunia,”kata Kabag Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Sabtu 19 Desember 2020. (*)

Positif Corona Bertambah 10 Kasus, Jelang Nataru, Ops Yustisi Masker Semakin Intensif Selengkapnya

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam

Jalan akses menuju rumah penduduk di Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Gresik
GRESIK,1minute.id – Curah hujan tinggi membuat sejumlah kubangan bekas galian C tergenangi air. Orang tua tetap harus memperhatikan anak ketika bermainnya. 

Jangan sampai kejadian menimpah Adi Yusuf Maulana, 8 tahun, terulang lagi. Adi,  bocah kelas III Sekolah Dasar tinggal Desa Betiting Kecamatan Cerme ini ditemukan meninggal dunia, Sabtu 19 Desember 2020 menjelang Maghrib. 

Informasi yang dihimpun Sabtu, 19 Desember 2020 pukul 16.00 itu cuaca gerimis. Adi, 8 tahun itu kemudian memancing bersama lima temannya  di sebuah kubangan di belakang SDN  Betiting dalam kompleks Perumahan Cerme Indah, tempat tinggalnya. 

Awalnya bocah-bocah kompleks perumahan itu senang. Riang karena bisa hujan-hujanan. Mereka juga bisa memancing bersama dengan teman-temannya. Mereka semakin riang. 

Bocah rata-rata berumur 8 tahun itu tidak menyadari bahaya bila berkain di dekat kubangan bekas galian C ketika gerimis. Sebab, sekitar lokasi kubangan bekas galian C itu licin. 

Tiba-tiba Adi terpeleset. Sejumlah temannya dikabarkan panik kabur pulang memberitahukan kepada orang tuanya masing-masing. “Adi tetenggelam,”teriak mereka. 

Sekejap, penduduk di kompleks perumahan itu riuh.  Mereka bergegas menuju kubangan di belakang SDN Betiting itu. Kubangan diubek-ubek. Selama 1,5 jam Adi ditemukan di dasar kubangan. Namun, nyawa Adi tidak tertolong. Bocah 8 tahun itu meninggal dunia. 

Camat Cerme Suyono dikonfirmasi membenarkan ada kejadian siswa tenggelam di sebuah kubangan di belakang SDN Betiting, Kecamatan Cerme itu. “Iya tadi (Sabtu)  malam pukul 21.00 korban dimakamkan di TPU dalam kompleks perumahan,”ujar Suyono dikonfirmasi melalui Whatsapp, Minggu 20 Desember 2020. 

Sementara itu, air bah luapan Kali Lamong kembali menggenani rumah warga di tiga kecamatan yakni Balongpanggang, Benjeng dan Cerme. (*)

Gerimis, Mancing Dikubangan Bekas Galian C, Bocah 8 Tahun Terpeleset, Tenggelam Selengkapnya

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur

GRESIK, 1minute.id – Kali Lamong kembali meluap, Jumat 18 Desember 2020. Sekitar pukul 22.00. Air luapan dari kabupaten tetangga itu mengalir begitu cepat.

Pada Sabtu 19 Desember 2020 sekitar pukul 05.00 air bah itu sudah menggenangi jalan, rumah, sawah sejumlah desa di Kecamatan Benjeng. Ketinggian air di Jalan Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng antara 30-50 sentimeter.

Ruang perawatan Ponkesdes Jono digenangi air, pemeriksaan kesehatan lesehan di teras ( foto : chusnul cahyadi)

Pekan lalu air bah menggenangi Desa Sedapurklagen ini mengakibatkan korban jiwa. Seorang siswi kelas VII hanyut dan sehari kemudian, Senin 14 Desember 2020 ditemukan kondisi meminggal dunia.

Kini, air bah itu datang lagi. Padahal masyarakat terdampak luapan Kali Lamong belum sepenuhnya fit karena kecapekan bersih-bersih rumah pascaterendam air Kali Lamong. Penyakit seperti gatal-gatal, pusing, hingga kaki terserang kutu air (rangen) belum hilang.

Keluarga Jono, mendirikan kamar tidur dan memasak di teras rumahnya di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik (

“Ngeluh (pusing) dan tekanan darah tinggi,”kata Rodiyah, 61, salah satu warga ditemui di Poskesdes Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Konstruksi rumah di Desa Jono ini sebagai tinggi di bagian teras. Sedangkan di bagian dalam lebih rendah. Mulai ruang tamu, kamar tidur hingga dapur. Karena genangan air tinggi akibat jebolnya tanggul membuat sebagian “ngungsi” tidur.

Mereka membuat kamar tidur hingga dapur darurat di teras rumahnya. Jono, salah satunya. W arga Desa Jono, ini memilih membangun kamar tidur dan dapur di teras rumah. Sedangkan bagian dalam rumah genangan air tetap dibiarkan .

Masyarakat Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik, menjemur tempat tidur di depan rumahnya yang kondisi jalan tergenangi air banjir Kali Lamong ( foto : chusnul cahyadi)

“Ini air sudah sejak Rabu belum sat (surut),”katanya. Dalam pantauan 1minute.id, sebagian penduduk menjemur kasur. Sebagian penduduk lainnya melakukan kontrol kesehatan di Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes).

Karena kamar tempat pemeriksaan masih tergenangi air, pemeriksaan kesehatan dilakukan di teras ponkesdes. Bidan Desa Ny Saropah dibantu para medis memeriksa kondisi kesehatan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong itu.

Mayoritas kaum hawa. Lalu apa keluhan mereka? “Rata-rata terkena gatal-gatal, rangen, badan pegal-pegal hingga tekanan darah tinggi,”kata Bidan Saropah sambil menulis diagnosis pasien secara lesehan itu.

Mereka para lansia itu hanya bisa berdoa agar banjir tidak datang lagi. “Pegel rasane kebanjiran terus,”ujar seorang lansia ngereneng. (*)

Kali Lamong Meluap, Teras Rumah jadi Balai Pengobatan, Kamar Tidur hingga Dapur Selengkapnya

Perayaan Nataru Ditengah Pandemi Corona, Misa Natal secara Bergelombang dan Menindak Knalpot Brong


GRESIK,1minute.id – Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. Kepolisian Resor Gresik terus mematangkan rencana Operasi Lilin Semeru (OLS) 2020 untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Gresik. 

Diantaranya, melakukan latihan Pra OLS di Aula Mapolres Gresik, Jumat 18 Desember 2020. Latihan itu dipimpin langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto itu dihadiri pejabat utama, kepala kesatuan dan Kapolsek jajaran Polres Gresik. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan latihan Pra Ops Lilin Semeru 2020 ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di tengah pandemi Covid -19.

Alumnus Akpol 2001 ini meminta seluruh anggota untuk melaksanakan dengan ikhlas. “Pelaksanaan latihan pra ops ini merupakan agenda tahunan dan tahapan dalam Ops Lilin Semeru, mari kita laksanakan dengan ikhlas dan jangan samakan dengan kegiatan rutin,”kata AKBP Arief Fitrianto didampingi Waka Polres Kompol Eko Iskandar.

Terkait Misa Natal di Gereja, mantan Kapolres Ponorogo itu, tidak melarang umat kristiani melaksanakan misa natal di gereja dan tempat ibadat.  Akan tetapi, perwira dua melati di pundak itu, tetap mengingatkan  masa pandemi corona belum berakhir sehingga misa natal dilakukan secara bergelombang dan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir. 

“Perayaan Natal di Gereja dan tempat ibadat agar diatur secara bergelombang. Maksimal 25 persen dari kapasitas tempat ibadat,”kata AKBP Arief Fitrianto.

Sebelum pelaksanaan misa natal, tambahnya, pihaknya akan melakukan sterilisasi gereja. Sehingga umat kristiani yang akan melakukan misa natal merasakan aman dan nyaman. 

Sementara itu, perayaan tahun baru yang identik dengan konvoi kendaraan tidak standar,  diantaranya menggunakan knalpot brong polisi akan melakukan penindakan. (*)

Perayaan Nataru Ditengah Pandemi Corona, Misa Natal secara Bergelombang dan Menindak Knalpot Brong Selengkapnya

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan


GRESIK,1minute.id – Dua tanggul di Desa Jono, Kecamatan Cerme, Gresik jebol. Puluhan rumah di desa itu tergenangi air bah luapan Kali Lamong. 

Kondisi itu, membuat sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan di Kota Santri, Gresik turun tangan untuk membantu korban terdampak. 

Diantaranya, SMK Karya Bhakti Gresik dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Gresik. 
SMK Karya Bhakti membawa puluhan dus mi instan. Sedangkan, Tagana mendistribusikan nasi bungkus.

Sekitar pukul 09.30, bantuan SMK Karya Bhakti tiba di Balai Desa Jono.  Bantuan dibawa mobil pikap dipimpin langsung Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati. 

Sebagian bantuan diturunkan di balai desa dan diterima Kepala Desa Jono Asrun. Sebagian lainnya secara simbolis diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak. 
Pagi itu, jalan kampung desa setempat genangan air setinggi 20 sentimeter. Air juga masih terlihat mengenangi bagian ruang tamu masyarakat.

Tanggul Desa Jono, Kecamatan Cerme yang jebol akibat terjangan arus luapan Kali Lamong

Camat Cerme Suyono mengatakan, kondisi terkini genangan air masih terlihat di sebelas desa. “Tapi, ketinggian air sudah berkurang,”ujar Suyono ditemui  di Desa Jono, Jumat 18 Desember 2020.

Sementara itu, Kades Jono Nasrun mengatakan, sejak Rabu 16 Desember 2020 dua tanggul di dua titik jebol. “Ada puluhan rumah yang tergenangi,”kata Nasrun, Jumat 18 Desember 2020.

Saat ini, masyarakat hanya berharap hujan tidak turun lagi. “Sebab, perbaikan tanggul akan dilakukan setelah air surut,”kata Nasrun. Pihak desa melalui Kecaamat Cerme telah melaporkan tanggul yang jebol itu kepada Pemkab Gresik. 

Terpisah, Kepala SMK Karya Bhakti Gresik Lina Surjawati mengatakan bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat terdampak banjir. “Semoga masyarakat terdampak diberikan kesehatan dan kesabaran,”harap Lina didampingi pengurus Yayasan Karya Bhakti Andhyk Mardi Utomo (*)

Tanggul di Dua Titik Desa Jono Jebol, SMK Karya Bhakti Gelontor Bantuan Selengkapnya

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme

GRESIK, 1minute.id – Kesibukan masih terasa di dapur umum Selter Cerme, Gresik, Kamis 17 Desember 2020. Sejumlah relawan Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) dan anggota taruna siaga bencana (Tagana) Gresik masih terus menyiapkan bekal makanan kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Cerme. 

Data didapat 1minute.id hingga pukul 12.00 ada dua belas desa yang masih terendam air Kali Lamong itu. Desa yang masih tergenangi air luapan Kali Lamong itu adalah Desa Lengkong, Sukoanyar, Dungus,  Dampaan,  dan Guranganyar. 

Kemudian, Desa Morowudi, Iker-ikergeger,  Betiting, Pandu,  Cerme Kidul,  Jono dan Tambakberas. Desa Iker-ikergeger terparah. Data di Kecamatan Cerme, ada 350 rumah yang tergenangi air dengan ketinggian antara 20 – 50 sentimeter. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid membagikan nasi bungkus kepada masyarakat terdampak luapan Kali Lamong di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme, Gresik

Menurut Camat Cerme Suyono, dibandingkan, sehari sebelumnya, Rabu 16 Desember 2020 ketinggian air cenderung surut. “Semoga air terus surut,”ujarnya, Kamis 17 Desember 2020.

Kini, masyarakat di wilayah aliran Kali Lamong mulai Balongpanggang, Benjeng, Cerme,  Kedamean dan Menganti hanya bisa berdoa hujan tidak terjadi di wilayah  hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan. Bila kedua kabupaten dilanda hujan lebat air akan kembali tinggi. 

Sementara itu, belum surutnya genangan air di sejumlah desa di Kecamatan Cerme membuat organisasi sosial seperti Tagana Gresik masih terlihat sibuk. Sebab, mereka  harus menyiapkan makanan untuk masyarakat terdampak banjir Kali Lamong itu. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya setiap hari harus menyiapkan sekitar 9 ribu  nasi  bungkus. “Nasi  bungkus untuk masyarakat terdampak yang kami bagikan tiga kali sehari,”kata Mukhid,  Kamis 17 Desember 2020.

Selain menyiapkan nasi bungkus, tambahnya, pihaknya juga membagikan kepada masyarakat terdampak. “Distribusi makanan kami angkut dengan perahu karet milik BPBD Gresik,”katanya.

Disisi lain, calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan istrinya, Ning Nurul membuka dapur umum di Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. 

Cabup terpilih itu memberikan bantuan perahu karet untuk moda transportasi warga yang terdampak banjir. “Selain dapur umum dan perahu karet, Gus Yani dan istrinya, Ning Nurul juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir,” kata Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda. (*)

Tagana dan Cabup Niat Buka Dapur Umum di Cerme Selengkapnya

Rekapitulasi Hasil Pilbup Kabupaten Kelar, Niat Tetap Unggul, Penetapan Nunggu Buku Registrasi MK


GRESIK,1minute.id – Satu tahapan pemilihan bupati (Pilbup) Gresik telah diselasaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik, Kamis dini hari pukul 03.30. 

Tahapan itu adalah Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara dalam Pilkada Gresik 2020 di salah satu hotel di Gresik. 

Hasilnya, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) unggul dibanding pasangan calon, Moh Qosim – Asluchul Alif. 

Pasangan Niat memperoleh 369.844 ribu suara. Sedangkan QA mendapat 355.611 suara.Niat unggul dari incumbent dengan selisih 14.233 suara. Meski, masing-masing calon menang di sembilan kecamatan. 

Sedangkan, tingkat partisipasi masyarakat mencapi 745.229 pemilih atau sekitar 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Rinciannya, surat suara sah 725.455. Dan,  jumlah suara tidak sah 19.744. 

Tangkapan layar hasil akhir rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupaten, Kamis dini hari

Menurut Ketua KPU Gresik Akhmad Roni mengatakan, penetapan paslon terpilih tidak bisa langsung ditetapkan. 

“Kami menunggu apakah ada atau tidak permohonan di Mahkamah Konstitusi. Kami masih menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi. Kami menunggu secara resmi dari MK dan informasi dari KPU RI,”kata Akhmad Roni. 

Setelah dibuat berita acara rekapitulasi, pihaknya memberikan waktu 3 x 24 jam kepada paslon untuk menyampaikan masa sanggah.

Terkait tingkat partisipasi pemilih di Pilbup Gresik, kata Roni,  tertinggi dibanding daerah lain di Jawa Timur.“Hitungan kami, partisipasi 81 persen, tertinggi di Jawa Timur,”kata Roni. (*)

Rekapitulasi Hasil Pilbup Kabupaten Kelar, Niat Tetap Unggul, Penetapan Nunggu Buku Registrasi MK Selengkapnya

QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik

Gresik,1minute.id –  Komisi pemilihan umum (KPU) Gresik akan menggelar rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten, malam ini,  Rabu 16 Desember 2020.

Rekapitulasi perhitungan suara di mulai pukul 19.00 di hotel AstonInn Gresik Kota Baru (GKB) itu tetap menggunakan  protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil perhitungan kecamatan pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) memperoleh 369.584 suara atau  51 persen. 

Sementara paslon Moh Qosim- Asluchul Alif (QA) mengantongi 355.438 suara atau 49 persen.  Berdasarkan perhitungan suara tingkat kecamatan itu, Niat unggul 14.147 suara atau sekitar 2 persen dari QA.  

Bila tidak aral melintang rekapitulasi tingkat kabupaten nanti malam akan berlangsung lancar. Dan, penyelenggara pemilu akan menetapkan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 

Apalagi kabar yang berkembang paslon QA sudah legawa menerima proses perhitungan suara berjenjang yang telah dilakukan KPU Gresik itu. Benarkah? 

Ketua Tim Hukum dan Advokasi Paslon QA, Hariyadi ketika dikonfirmasi telepon genggam mengatakan, tim kuasa hukum dan paslon QA telah bertemu sebelumnya. 

Berdasarkan sejumlah pertimbangan dan kajian hukum sepakat untuk tidak akan mengajukan gugatan sengketa pemilihan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). 
Hariyadi mengatakan ada beberapa pertimbangan yang mendasari sikap tersebut.

Yakni, dasar hukum Undang- Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan beberapa Peraturan KPU (PKPU) yang memuat penjelasan detail terkait proses pemungutan, penghitungan, serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan serentak tahun 2020.

“Hasil rekapitulasi suara dan syarat formil untuk mengajukan gugatan ke MK sudah tidak memenuhi syarat. Sesuai aturan tersebut selisihnya harus dibawah 0,5 persen atau sekitar 3.000 suara,”terang Hariyadi dikonfirmasi, Rabu 16 Desember 2020

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi kami bersama paslon 1 dan tim pemenangannya. Kami menerima hasil tersebut dan tidak akan mengajukan sengketa Pilkada ke MK,”imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya juga tidak menemukan bukti pendukung tentang dugaan pelanggaran secara terstruktur,  sistemik, dan masif (TSM). Baik oleh pihak penyelenggara maupun tim dari paslon 2. 

“Sesuai komitmen QA sejak awal pendaftaran calon yakni Gresik Ayem Tentrem. Kami pun legawa dan mengucapkan selamat,”tegasnya.

Namun, pihaknya mengaku akan menggunakan momentum Pilkada 2020 ini sebagai evaluasi dalam pelaksanaan pemilihan kedepan.

“Kami sudah menginventarisir semua laporan dan temuan dugaan pelanggaran. Akan kami sampaikan kepada pihak penyelenggara sebagai bahan evaluasi agar bisa melaksanakan pemilihan lebih baik,”jelasnya.

Bahkan, pasca penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU selesai. Paslon QA berencana mengucapkan selamat kepada Niat.

“Teknisnya akan dibahas lebih lanjut. Semoga bisa membawa Gresik lebih baik dan melaksanakan semua program dan janjinya saat masa kampanye lalu,”harapnya. 

Terpisah,  Ketua Tim Pemenangan Niat  Khoirul Huda mengatakan pihaknya akan tetap menunggu hasil resmi dari KPU Gresik. Dia juga berharap para pendukung, relawan dan simpatisan tidak terlalu euforia berlebih dengan menjaga kondusifitas di Gresik. 

“Kami akan kawal terus sampai penetapan resmi dari KPU Gresik. Lagipula pandemi Covid-19 juga masih terjadi, wajib untuk patuhi protokol kesehatan,”ungkapnya. (*)

QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Selengkapnya

Kunjungi Korban Banjir di Desa Dungus, Bupati Sambari Minta Maaf

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membagikan sembako kepada masyarakat Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Rabu 16 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengunjungi korban luapan Kali Lamong di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik, Rabu 16 Desember 2020.

Dihadapan masyarakat setempat Bupati Sambari menyatakan permintaan maaf karena belum tuntas menyelesaikan revitalisasi Kali Lamong.

“Saya minta maaf kepada masyarakat yang sampai saat ini masih kebanjiran,”kata Bupati Sambari didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito,  Camat Cerme Suyono dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi itu. 

Sambari menambah kurun waktu 10 tahun sudah berusaha. “Tapi,  sampai saat ini proyek normalisasi Kali Lamong masih dalam progres pengerjaan. Saya yakin dalam 3 sampai 4 tahun ini sudah bisa diselesaikan,”kata doktor alumnus Unair Surabaya itu. 

Pada kesempatan itu, Bupati asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik atas dukungannya selama ini sehingga Gresik bisa lebih baik.

Bupati Sambari kembali mengungkapkan permintaan maafnya ketika bertemu kepala Desa Dungus Didik Kasyanto yang mewakili warganya karena belum mampu menyejahterakan semua masyarakat Kota Santri ini. 

“Semoga kedepan kesejahteraan masyarakat Gresik bisa lebih dicapai,”harap Bupati Sambari. Sekitar pukul 11.50 Bupati Sambari tiba di Desa Dungus. Sebagian jalan desa yang sempat tergenangi air bah luapan Kali Lamong telah surut. 

Terutama jalan di depan balai desa. Bupati Sambari kemudian membagikan sembako untuk masyarakat setempat. 

Sementara itu, berdasarkan data di kecamatan Cerme pukul 12.00, air luapan Kali Lamong masih menggenangi 14 desa. 

Yakni, Desa Dadapkuning, Lengkong, Sukoanyar, Ngembung, Dungus, dan Dampaan. Kemudian, Desa Guranganyar, Morowudi, Iker-iker geger, Betiting, Pandu, Cermekidul, Jono, serta Tambakberas.  

Kondisi terparah di Desa Morowudi ada 600 rumah yang tergenangi air Kali Lamong itu.  

“Alhamdulillah, siang ini sudah banyak genangan yang sudah surut, sehingga masyarakat sudah mulai beraktifitas kembali,”kata Camat Cerme Suyono didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi. (*)

Kunjungi Korban Banjir di Desa Dungus, Bupati Sambari Minta Maaf Selengkapnya