QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik

Gresik,1minute.id –  Komisi pemilihan umum (KPU) Gresik akan menggelar rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara tingkat kabupaten, malam ini,  Rabu 16 Desember 2020.

Rekapitulasi perhitungan suara di mulai pukul 19.00 di hotel AstonInn Gresik Kota Baru (GKB) itu tetap menggunakan  protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil perhitungan kecamatan pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) memperoleh 369.584 suara atau  51 persen. 

Sementara paslon Moh Qosim- Asluchul Alif (QA) mengantongi 355.438 suara atau 49 persen.  Berdasarkan perhitungan suara tingkat kecamatan itu, Niat unggul 14.147 suara atau sekitar 2 persen dari QA.  

Bila tidak aral melintang rekapitulasi tingkat kabupaten nanti malam akan berlangsung lancar. Dan, penyelenggara pemilu akan menetapkan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 

Apalagi kabar yang berkembang paslon QA sudah legawa menerima proses perhitungan suara berjenjang yang telah dilakukan KPU Gresik itu. Benarkah? 

Ketua Tim Hukum dan Advokasi Paslon QA, Hariyadi ketika dikonfirmasi telepon genggam mengatakan, tim kuasa hukum dan paslon QA telah bertemu sebelumnya. 

Berdasarkan sejumlah pertimbangan dan kajian hukum sepakat untuk tidak akan mengajukan gugatan sengketa pemilihan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). 
Hariyadi mengatakan ada beberapa pertimbangan yang mendasari sikap tersebut.

Yakni, dasar hukum Undang- Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan beberapa Peraturan KPU (PKPU) yang memuat penjelasan detail terkait proses pemungutan, penghitungan, serta rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan hasil pemilihan serentak tahun 2020.

“Hasil rekapitulasi suara dan syarat formil untuk mengajukan gugatan ke MK sudah tidak memenuhi syarat. Sesuai aturan tersebut selisihnya harus dibawah 0,5 persen atau sekitar 3.000 suara,”terang Hariyadi dikonfirmasi, Rabu 16 Desember 2020

“Berdasarkan hasil rapat evaluasi kami bersama paslon 1 dan tim pemenangannya. Kami menerima hasil tersebut dan tidak akan mengajukan sengketa Pilkada ke MK,”imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya juga tidak menemukan bukti pendukung tentang dugaan pelanggaran secara terstruktur,  sistemik, dan masif (TSM). Baik oleh pihak penyelenggara maupun tim dari paslon 2. 

“Sesuai komitmen QA sejak awal pendaftaran calon yakni Gresik Ayem Tentrem. Kami pun legawa dan mengucapkan selamat,”tegasnya.

Namun, pihaknya mengaku akan menggunakan momentum Pilkada 2020 ini sebagai evaluasi dalam pelaksanaan pemilihan kedepan.

“Kami sudah menginventarisir semua laporan dan temuan dugaan pelanggaran. Akan kami sampaikan kepada pihak penyelenggara sebagai bahan evaluasi agar bisa melaksanakan pemilihan lebih baik,”jelasnya.

Bahkan, pasca penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU selesai. Paslon QA berencana mengucapkan selamat kepada Niat.

“Teknisnya akan dibahas lebih lanjut. Semoga bisa membawa Gresik lebih baik dan melaksanakan semua program dan janjinya saat masa kampanye lalu,”harapnya. 

Terpisah,  Ketua Tim Pemenangan Niat  Khoirul Huda mengatakan pihaknya akan tetap menunggu hasil resmi dari KPU Gresik. Dia juga berharap para pendukung, relawan dan simpatisan tidak terlalu euforia berlebih dengan menjaga kondusifitas di Gresik. 

“Kami akan kawal terus sampai penetapan resmi dari KPU Gresik. Lagipula pandemi Covid-19 juga masih terjadi, wajib untuk patuhi protokol kesehatan,”ungkapnya. (*)

QA Legawa, Selangkah Lagi Paslon Niat Ditetapkan sebagai Bupati dan Wabup Gresik Selengkapnya

Kunjungi Korban Banjir di Desa Dungus, Bupati Sambari Minta Maaf

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membagikan sembako kepada masyarakat Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Rabu 16 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengunjungi korban luapan Kali Lamong di Desa Dungus, Kecamatan Cerme, Gresik, Rabu 16 Desember 2020.

Dihadapan masyarakat setempat Bupati Sambari menyatakan permintaan maaf karena belum tuntas menyelesaikan revitalisasi Kali Lamong.

“Saya minta maaf kepada masyarakat yang sampai saat ini masih kebanjiran,”kata Bupati Sambari didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito,  Camat Cerme Suyono dan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi itu. 

Sambari menambah kurun waktu 10 tahun sudah berusaha. “Tapi,  sampai saat ini proyek normalisasi Kali Lamong masih dalam progres pengerjaan. Saya yakin dalam 3 sampai 4 tahun ini sudah bisa diselesaikan,”kata doktor alumnus Unair Surabaya itu. 

Pada kesempatan itu, Bupati asal Desa Lowayu, Kecamatan Dukun itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gresik atas dukungannya selama ini sehingga Gresik bisa lebih baik.

Bupati Sambari kembali mengungkapkan permintaan maafnya ketika bertemu kepala Desa Dungus Didik Kasyanto yang mewakili warganya karena belum mampu menyejahterakan semua masyarakat Kota Santri ini. 

“Semoga kedepan kesejahteraan masyarakat Gresik bisa lebih dicapai,”harap Bupati Sambari. Sekitar pukul 11.50 Bupati Sambari tiba di Desa Dungus. Sebagian jalan desa yang sempat tergenangi air bah luapan Kali Lamong telah surut. 

Terutama jalan di depan balai desa. Bupati Sambari kemudian membagikan sembako untuk masyarakat setempat. 

Sementara itu, berdasarkan data di kecamatan Cerme pukul 12.00, air luapan Kali Lamong masih menggenangi 14 desa. 

Yakni, Desa Dadapkuning, Lengkong, Sukoanyar, Ngembung, Dungus, dan Dampaan. Kemudian, Desa Guranganyar, Morowudi, Iker-iker geger, Betiting, Pandu, Cermekidul, Jono, serta Tambakberas.  

Kondisi terparah di Desa Morowudi ada 600 rumah yang tergenangi air Kali Lamong itu.  

“Alhamdulillah, siang ini sudah banyak genangan yang sudah surut, sehingga masyarakat sudah mulai beraktifitas kembali,”kata Camat Cerme Suyono didampingi Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi. (*)

Kunjungi Korban Banjir di Desa Dungus, Bupati Sambari Minta Maaf Selengkapnya

Diizinkan Keluarga Korban, Terdakwa Jebpar Divonis 10,5 Tahun

Terdakwa pembunuhan Jebpar dalam sidang daring di PN Gresik


GRESIK,1minute.id – Jebpar, terdakwa otak pembunuhan Mohammad Mulla atau Mat Mola divonis hukuman selama 10,5 tahun. 

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik menyatakan terdakwa Jebpar, 39, warga Sampang, Madura itu terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap korban Mat Mola. 

“Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan terhadap Mohammad Mulla, terdakwa melanggar pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Menghukum terdakwa dengan hukaman penjara selama 10 tahun dan 6 bulan,” kata Putu Gde Hariadi saat membacakan putusan.

Vonis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Siluh Chandrawati yang menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 16 tahun.

“Atas vonis yang meringankan terdakwa selama enam tahun dari tuntutan, kami masih menyatakan pikir-pikir. Tentunya,  untuk menyatakan banding atau menerima kami masih menunggu perintah pimpinan,” kata Siluh saat dikonfirmasi. 

Sementara terdakwa Mat Mola dalam sidang daring itu menyatakan menerima. Dalam pembunuhan ini Mat Mula didampingi kuasa hukumnya Muhammad Nali. 

Menurut Nali, terjadinya pembunuhan itu karena ada sebab dan akibat yang pernah dituangkan pada pledoi. Pembunuhan tersebut akibat korban Mat Mola terbukti menghamili istri terdakwa dan terdakwa menemui pihak keluarga korban untuk meminta pertanggungjawaban.

“Dari pertemuan dengan keluarga Mohamad Mola, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Mola boleh dibunuh asalkan tidak menggunakan senjata tajam. Ini yang kami tuangkan pada pembelaan, sehingga majelis hakim memberikan putusan 10 tahun penjara,” katanya, Rabu 16 Desember 2020.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa membunuh korban dengan mengajak kerabatnya dengan cara menjerat korban dengan tali dan menganiaya korban hingga meninggal dunia dan jasad korban dibuang di tepi ruas jalan tol Kebomas, Gresik, Desember 2019 lalu. (*)

Diizinkan Keluarga Korban, Terdakwa Jebpar Divonis 10,5 Tahun Selengkapnya

Tiga Hari Pencarian, Siswa Hanyut di Kali Lamong Desa Sukorejo Ditemukan

Tim Polair Polres Gresik ketika mengevakuasi Aditya, 13, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Rabu 16 Desember 2020

GRESIK,1minute.id – Alfareno Eka Aditya, pelajar kelas VII yang hanyut di Kali Lamong ditemukan tim SAR, Rabu 16 Desember 2020.

Aditya-sapaan-Alfareno Eka Aditya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Aditya adalah korban meninggal sejak Kali Lamong meluap sejak Minggu dini hari. Korban pertama adalah Nusifah, 13, pelajar asal Benjeng. 

Sekitar pukul 06.00, tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD Gresik dan Polair Polres Gresik kembali melakukan pencarian. Pencarian hari ketiga itu baru sekitar 30 menit.

Petugas SAR yang dibantu nelayan Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik mendapatkan kabar adanya benda mencurigakan di sekitar 7 kilometer dari lokasi Aditya hanyut.

Aditya hanyut Senin 14 Desember 2020 di aliran Kali Lamong di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik sekitar pukul 16.30. Sore itu, korban hendak berenang bersama tiga teman sebayanya. 

Kondisi Kali Lamong yang meluap membuat arus cukup kuat. Arus itu menghanyutkan tubuh remaja 13 tahun itu.

Petugas SAR gabungan melakukan penyisiran hingga sekitar muara Kali Lamong di Surabaya. Akan tetapi, belum membuahkan hasil. Memasuki hari ketiga, petugas akhirnya bisa menemukan Aditya.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto melalui Kasat Polair Polres Gresik AKP Masyhur Ade mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 06.30. “Korban mengambang di sekitar 7 kilometer dari lokasi awal hanyut,”kata AKP Mashyur Ade, Rabu 16 Desember 2020. (*)

Tiga Hari Pencarian, Siswa Hanyut di Kali Lamong Desa Sukorejo Ditemukan Selengkapnya

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon

Mahasiswa pecinta alam, Mapala STAI Hasan Jufri Bawean ketika menanam pohon di area Danau Kastoba


GRESIK, 1minute.id – Pulau Bawean memiliki alam yang eksotis. Biota laut maupun hutan. Masih asri.

Untuk menjaga keseimbangan alam dan lingkungan di Pulau Bawean itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) RKW 11 Pulau Bawean bersama mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) STAI Hasan Jufri Bawean dan masyarakat melakukan penanaman ratusan bibit pohon.

Bakti sosial reboisasi itu pemulihan hutan di area blok Danau Kastoba di Desa Paromaan, Kecamatan Sangkapaura, Pulau Bawean. 

Selain di danau kastoba kegiatan reboisasi juga dilakukan di Beto celeng Dusun Padeleman, Desa Kelompanggubug, Kecamatan Tambak. 

Reboisasi ini  sebagai sarana menjaga keseimbangan alam dan memperbaiki hidrologi hutan untuk mencegah terjadinya tanah longsor serta melestarikan sumber daya air untuk masyarakat sekitar.

Mohammad Rawi mengatakan kegiatan reboisasi tersebut akan berlanjut ke blok Teneden ; blok hutan Pamegetan ; blok Tarip-tarip, dan blok Cemedak. “Totalnya ada seribu bibit pohon,”kata Rawi, salah satu anggota Mapala STAI Hasan Jufri Bawean itu. 

Ribuan pohon yang ditanam diantanya pohon Gondang, Mahoni, Binong, dan Nyamplung. “Semua pohon itu mampu menghasilkan air dikemudian hari,”imbuhnya. Reboisasi, salah satu cara untuk menjaga sumber daya air di Pulau berjarak 80 mil laut dari Gresik itu.

Rawi mengatakan dalam waktu tiga tahun terakhir ini para petani sangat kekurangan air untuk bercocok tanam. ” Kalau dulu mereka mampu untuk menanam padi hingga tiga kali dalam satu tahun, sekarang mereka hanya mampu menanam satu kali dalam satu tahun.”ujarnya.

Rawi bersyukur kegiatan reboisasi mendapatkan respons cukup baik dari masyarakat. Mereka pun turut serta ikut menanam bibit pohon untuk reboisasi. 
“Masyarakat sangat khawatir ladang-ladang yang mereka tanami saat ini menjadi tandus nantinya.”katanya . 

Sementara itu,  Ketua BKSDA RKW 11 Pulau Bawean Nur Syamsi mengatakan sekitar 400 bibit pohon telah ditanam, Senin 14 Desember 2020. “Tujuannya untuk menjaga ekosistem kawasan sekitar daerah konservasi Danau Kastoba,”katanya. (*)

Jaga Kelestarian SDA, Pencinta Alam dan BKSDA Bawean Tanam Ribuan Bibit Pohon Selengkapnya

MDMC Dirikan Dapur Umum, NH Zakatkita Suplai Logistik untuk Masyarakat

Relawan menyalurkan bantuan untuk korban terdampak luapan Kali Lamong di Kecamatan Benjeng


GRESIK,1minute.id – Meluapnya Kali Lamong membuat ribuan jiwa di tiga kecamatan yakni Balongpanggang , Benjeng dan Cerme itu semakin menderita. Apalagi, dampak pandemi corona virus disease 2019 belum tuntas. Kini, sawah dan tambak mereka tergenangi air bah luapan Kali Lamong.

Kondisi itu menjadikan sejumlah organisasi kemasyarakatan turun tangan untuk meringan sedikit beban hidup masyarakat terdampak banjir tahunan itu.  Diantara ormas yang memberikan bantuan korban luapan Kali Lamong itu, diantaranya,  Ansor , Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan NH Zakatkita. 

AMM yang dikoordinasi oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu telah mendirikan posko dan dapur umum di Perguruan Muhammadiyah Benjeng sejak Minggu, 13 Desember 2020.

“Kami mengajak semua elemen kekuatan masyarakat untuk bekerja sama dengan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan mendesak masyarakat,”ujar Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Taufiqulloh A.Ahmady dalam siaran pers diterima 1minute.id, Senin 14 Desember 2020.

Kondisi Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme ( foto : chusnul cahyadi)

Sementara itu, NH Zakatkita Gresik-Lamongan  memberikan logistik untuk kebutuhan dapur umum di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem Benjeng.

“Logistik dapur umum sudah habis, Pak. Tinggal air minum saja. Tiap hari ibu-ibu menyediakan 500 nasi bungkus untuk dua kali makan,”ungkap Penanggungjawab dapur umum Munir, Selasa 15 Desember 2020.

Bantuan kepada masyarakat perkirakan akan mengalir ke desa-desa terdampak banjir luapan Kali Lamong.

Informasi yang dihimpun 1minute.id, air bah luapan Kali Lamong itu sudah masuk ke Desa Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. Ketinggian di jalan desa sudah setinggi ban motor. (*)

MDMC Dirikan Dapur Umum, NH Zakatkita Suplai Logistik untuk Masyarakat Selengkapnya

Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan

GRESIK,1minute.id – Orang tua yang memiliki anak harus ekstra melakukan penjagaan ketika anak sedang bermain di luar rumah. Hujan deras membuat sejumlah tempat tergenangi banjir. 

Setelah Nusifah, 13, siswa asal Benjeng terseret arus dan ditemukan meninggal dunia. Senin sore, Alfareno Eka Aditya hanyut terseret arus ketika hendak mandi di bagian hilir Kali Lamong di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. 

Hingga pukul 17.20, pencarian dilakukan tim gabungan terdiri dari Basarnas, BPDB dan Polair Polres Gresik belum membuahkan hasil. 

Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran hingga radius 2 kilometer dari lokasi kejadian. Derasnya arus membuat tim SAR gabungan kesulitan untuk melakukan pencarian. 

“Sampai sore ini, belum bisa ditemukan,”ujar Kepala Desa Sukorejo Fatkhur Rahman, Selasa 15 Desember 2020.

Informasi yang dihimpun Senin 14 Desember 2020 sekitar pukul 16.30 korban Alfareno Eka Aditya, 12 tahun bermain dengan tiga temannya. Semuanya, warga desa setempat.  

Setelah bermain mereka hendak mandi aliran Kali Lamong itu. Kondisi air sungai bagian hilir Kali Lamong itu cukup tinggi. Air pun keruh. Bahkan, di sejumlah kecamatan mulai Balongpanggang, Benjeng hingga Cerme air bah luapan Kali Lamong itu menggenangi ratusan unit rumah, jalan desa, hingga jalan kabupaten. 

Korban setelah melepas baju kemudian masuk ke sungai untuk berenang. Korban terseret arus. Tiga temannya berusaha menolongnya. Akan tetapi upaya pertolongan gagal. Korban pun hanyut. 

Kabar hanyutnya korban itu terdengar nelayan setempat. Puluhan perahu nelayan dikerahkan untuk melakukan penyisiran. Namun, upaya pencarian hingga larut malam belum juga menemukan korban. (*)

Penyisiran hingga Muara Kali Lamong, Anak Terseret Arus Belum Ditemukan Selengkapnya

Lomba Foto Selfi dan TPS Unik, Ikut Dongkrak Partisipasi Pemilih

Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba foto di kantor KPU Gresik


GRESIK, 1minute.id – Puluhan pemenang lomba foto selfi dan TPS unik yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gresik semringah. Selasa, 15 Desember 2020 , penyelenggara menyerahkan hadiah kepada para pemenangnya. 

Untuk lomba TPS unik berhadiah total Rp 16 juta,  juara pertama diraih TPS 5 Desa Guranganyar, Kecamatan Cerme. Runner dan juara ketiga, masing-masing adalah TPS 14 Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean dan TPS 1 Desa Betoyo Guci, Kecamatan Manyar. 

Sedangkan, lomba foto selfie juara pertama dimenangkan oleh Ahmad Amri Khisaini Desa Sembungan Kidul, Kecamatan Dukun. 
Juara dua diraih Yenny Prastyo warga Sidokumpul dan juara tiga Rizky Rachmadani warga Sidomoro, Kebomas. Selain juara satu dan tiga, KPU Gresik juga memberikan 10 juara favorit masing-masing kategori. 

Pemberian hadiah diberikan langsung oleh Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun di Kantor KPU Gresik, Selasa 15 Desember 2020. “Lomba ini dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati,”kata Makmun dalam sambutannya. 

Makmun juga sangat berterimakasih kepada seluruh peserta lomba dan warga Gresik, karena partisipasi dalam pemilihan Pilbub kali ini. “Alhamdulillah, Kabupaten Gresik partisipasi Gresik tertinggi di Jawa Timur,”pungkas Makmun. (*)

Lomba Foto Selfi dan TPS Unik, Ikut Dongkrak Partisipasi Pemilih Selengkapnya

Selisih Suara Lebih 0,5 Persen , Akan Sia-sia kalau Dibawah ke MK

Dekan Fakultas Hukum Unigres Soeyanto


GRESIK,1minute.id – Rekapitulasi penghitungan suara Pilbup Gresik tingkat kecamatan kelar. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) mendapatkan 369.584 suara atawa 51 persen. Sementara paslon nomor 1, Moh Qosim – Asluchul Alif  mendapat 355.438 suara atau 49 persen.

Dengan penghitungan tersebut Niat unggul dengan selisih 14.147 suara atau sekitar 2 persen. Kini, Gus Yani dan Bu Min, menunggu penetapan dari komisi pemilihan umum (KPU) Gresik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik. 

Paling lambat rapat pleno penetapan hasil Pemilihan Bupati (Pilbup) Gresik akan dilakukan KPU Gresik, Rabu 23 Desember 2020.  Apakah selisih 14.147 suara atau sekitar 2 persen suara itu bisa dibawah ke ranah gugatan Mahkamah Konstitusi (MK).

Ini pendapat Dekan Fakultas Hukum Universitas Gresik (Unigres) Soeyanto.  

Menurut Soeyanto, jika berpedoman pada Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 6 Tahun 2020 tentang Beracara Perselisihan Hasil Pilbup (PHP) , selisih hasil suara yang bisa dibawah ke MK adalah 0,5 persen dari suara sah. 

Hal itu selaras dengan Pasal 158 ayat 2 UU Pilkada. Bunyinya, Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa , pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak 0,5 persen dari total suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten/Kota.

Jumlah penduduk Kota Santri sekitar 1,2 juta jiwa. “Jadi, dengan selisih satu persen berdasarkan real count KPU akan sia-sia bila dibawah ke MK,”tegas Soeyanto kepada 1minute.id, Selasa 15 Desember 2020.

Karena itulah, Soeyanto berharap paslon yang kalah bisa legawa. Sehingga, paslon yang unggul bisa langsung bekerja untuk merealisasikan program sesuai visi dan misinya. 

Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda (dua dari kiri) dalam konfrensi pers di posko Pemenangan Niat

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Niat Khoirul Huda menyebut, meski Gus Yani – Bu Min unggul, tim akan tetap menunggu hasil resmi dari KPU Gresik.

“Kami akan kawal terus sampai penetapan resmi dari KPU Gresik,” kata Khoirul Huda, Selasa 15 Desember 2020. 
Atas kemenangan tersebut, tim Niat menghimbau kepada seluruh pendukung, tetap menjaga konduaifitas Kabupaten Gresik.

Khoirul Huda menyebutkan, tim Niat siap menghadapi jika tim QA melakukan gugatan ke MK. Pasalnya, Niat telah melakukan seluruh tahapan Pilkada Gresik sesuai aturan yang ada.

“Atas nama tim kabupaten kami berterimakasih kepada seluruh masyarakat Gresik, khususnya pendukung Gus Yani – Bu Min,”tegas Sekretaris DPC PPP Gresik itu. (*)

Selisih Suara Lebih 0,5 Persen , Akan Sia-sia kalau Dibawah ke MK Selengkapnya

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus

Cabup Terpilih Fandi Akhmad Yani takziah ke rumah duka keluarga korban luapan Kali Lamong, Senin 14 Desember 2020


GRESIK, 1minute.id – Air bah luapan Kali Lamong semakin besar di Kecamatan Cerme. Jalan Raya Morowudi terputus, Selasa 15 Desember 2020. Genangan air bah setinggi 70 sentimeter.

Menurut penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid, genangan air di sepanjang jalan Morowudi, Kecamatan Cerme sudah setinggi 70 sentimeter. “Sehingga akses jalan menuju Benjeng dari Morowudi dialihkan melewati Metatu, Benjeng,”kata Mukhid, Selasa 15 Desember 2020.

Kondisi Jalan Raya Morowudi, Kecamatan Cerme, Senin 14 Desember 2020 ( foto : chusnul cahyadi)

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat jenis MPV yang nekat menerobos genangan air harus didorong karena mogok. “Jalan Morowudi memang tidak ditutup warga. Akan tetapi, pengendara memilih memutar haluan daripada mogok ditengah perjalanan,”ujarnya. 

Penasehat Tagana Gresik Abdul Mukhid

Disisi lain, kata Mukhid, perkembangan air semakin tinggi membuat taruna tangguh bencana (Tagana) Gresik memindahkan dapur umum dari Benjeng menuju Selter Dinas Sosial (Dinsos) di Kecamatan Cerme. 
Terpisah, Camat Cerme Suyono mengatakan derasnya arus luapan Kali Lamong membuat tanggul di Desa Iker-ikergeger ambrol.

“Tanggul Iker-iker jebol Senin siang,”kata Suyono dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Data Kecamatan Cerme, air luapan Kali Lamong telah menggenangi sembilan desa. Sembilan Desa itu adalah Lengkong ; Dadapkuning ; Sukoanyar dan Ngembung. Kemudian, Desa Dungus ; Dampaan ; Dooro ; Guranganyar dan Morowudi. 

Di sembilan desa yang tergenangi luapan Kali Lamong itu sebanyak 957 unit. Ketinggian air di dalam rumah warga antara 20 – 40 sentimeter. Di Desa Dungus yang paling parah. Ada 500 unit rumah yang terendam. 

Seperti diberitakan, curah hujan tinggi di hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat Kali Lamong meluap sejak Minggu dini hari. Air bah itu mengabikatkan seorang siswa terseret arus dan ditemukan meninggal dunia pada Senin, 14 Desember 2020. Korban bernama Nusifah, 13 tahun.

Sementara itu, Cabup terpilih versi perhitungan real count KPU Fandi Akhmad Yani melihat langsung kondisi luapan Kali Lamong di Desa Munggungianti, Kecamatan Benjeng. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mampir ke posko banjir di desa setempat. Gus Yani juga menyempatkan takziah kerumah keluarga Nusifah. (*) 

Genangan Air Bah Luapan Kali Lamong Semakin Tinggi, Jalan Raya Morowudi Terputus Selengkapnya