Warga Sukomulyo Tagih Janji Diutamakan Kerja, PT KAS Janjikan Lagi

GRESIK,1minute.id – Warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik kembali turun jalan, Rabu 17 September 2020. Mereka menuntut manajemen PT Karunia Alam Segar (KAS) untuk merealisasikan kesepakatan dengan warga setempat yang dibuat tahun 2004.

Kesepakatan itu, diantaranya, manajemen pabrik penghasil mi itu lebih mengutamakan pekerja berasal dari Desa Sukomulyo. Rekrumen tenaga kerja langsung dilakukan perusahaan. 

Sekitar pukul 11.00, massa tiba di depan jalan pabrik. Mereka lalu berorasi bergantian. Sementara, orang tua, dan anak-anak membentangkan sejumlah poster. Isi poster itu diantaranya, “Jangan Lupakan Warga Ring-1 ; Jangan Kasi Baunya Saja. Beri Pekerjaan yang Layak untuk Warga Sukomulyo”.

Warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar membentangkan poster yang menuntut manajemen PT KAS untuk merealisasikan kesepakatan yang dibuat 2004 lalu. ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

“Bila tuntutan warga tidak dipenuhi, kami akan menginap di sini,”teriak Abdul Wahab, salah satu orator. Menjelang Dhuhur, sepuluh orang perwakilan warga diterima manajemen PT KAS. 

Dalam pertemuan itu, manajemen menjadikan akan memberikan jawaban terkait tuntutan warga Sukomulyo itu. Sekitar pukul 15.00, massa membubakan diri. Mereka urung nginap di halaman pabrik berlokasi di Jalan Raya Sukomulyo itu. (*)

Warga Sukomulyo Tagih Janji Diutamakan Kerja, PT KAS Janjikan Lagi Selengkapnya

New Normal, Gubernur Khofifah Inginkan Memakai Masker sebagai Gaya Hidup

GRESIK, 1minute.id – Wabah korona masih menghantui masyarakat di Jawa Timur. Gerakan Jatim Bermasker terus diintensifkan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan ventilator untuk 17 rumah sakit rujukan di Gresik, Lamongan dan Jombang.

Penyerahan bantuan ventilator itu secara simbolis di Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik, Kamis 17 September 2020.

“Kami berharap memang bantuan ventilator ini tidak digunakan,”kata Gubernur Khofifah. Sebab, tambahnya, ventilator hanya dibutuhkan kepada penderita kasus Covid yang sangat membutuhkan bantuan pernafasan. “Semoga kasus Covid di Gresik dan beberapa daerah di Jawa Timur tidak sampai membutuhkan ventilator,”imbuh Gubernur pertama di Jawa Timur ini.

Gubernur Khofifah sempat memuji keseriusan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan forkopimda Gresik dalam pencegahan penyebaran Covid. “Gresik merupakan satu-satunya Kabupaten yang paling aktif dan tepat waktu dalam mengupdate data Covid. Gresik juga menjadi perhatian masyarakat secara nasional maupun dunia akan keseriusan pencegahan Covid terutama dalam pelaksanaan Operasi yustisi,”katanya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan bantuan ventilator secara simbolis di kantor Pemkab Gresik, Kamis 17 September 2020 

Operasi yustisi digelar secara nasional. Untuk mengingatkan dan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar rumah. Di era kehidupan normal baru, tambahnya, berharap memakai masker sebagai gaya hidup. “Ketika belum memakai masker akan terasa kurang komplit. Bahkan, ke depan kalau bisa masker sebagai dresscode,”tegasnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto pada kesempatan itu membeberkan perkembangan penyebaran kasus korona di Gresik. Menurut Bupati Sambari, akhir-akhir ini penyebaran Covid sudah semakin menurun.

“Sampai Rabu kemarin, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Gresik mencapai 2.989 kasus dan 190 orang melaksanakan isolasi mandiri,”kata Sambari. 

“Saya sudah minta bantuan TNI dan Polri untuk memberikan pengawasan ekstra agar mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri ini tidak berkeliaran dan menularkan ke yang lain,”imbuhnya. (*)

New Normal, Gubernur Khofifah Inginkan Memakai Masker sebagai Gaya Hidup Selengkapnya

Polres Kerahkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kasat Pol PP Gresik Abu Hasan, Waka Polres Kompol Dhyno Indra Setiadi usai launching Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan di Mapolres Gresik,  Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )


GRESIK,1minute.id-Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Akan tetapi, masih banyak ditemukan masyarakat yang abai tidak memakai masker. 
Padahal virus masih belum musnah.  Rabu 16 September 2020, aparat gabungan.

TNI, Polri dan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik membentuk tim hunter pelanggaran protokol kesehatan.  Tim anyar itu dilaunching di halaman Mapolres Gresik.  Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto meresmikan tim yang bertugas blusukan mengendarai sepeda motor untuk mengingatkan masyarakat yang menjadikan masker gaya hidup menuju New normal ini.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto  mengatakan, tim memiliki tugas mengedukasi dan melakukan penindakan kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Yakni, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan (3M). “Masyarakat dapat menyadari dan semakin tertib dan 3M menjadi pola hidup baru,”ujar alumnus Akpol 2001 ini.

Tim hunter pelanggar protokol kesehatan melakukan patroli ke tempat keramaian. “dan melakukan tindakan kepada masyarakat yang tidak menerapkan Protokol kesehatan,”tegas Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. (*)

Polres Kerahkan Tim Hunter Pelanggar Protokol Kesehatan  Selengkapnya

Inspeksi Proyek Underpass,  Bupati Ukur Diameter Besi

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id–Bupati Gresik Sambari Halim Radianto melakukan inspeksi mendadak proyek underpass di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Rabu 16 September 2020. Selama 60 menit Bupati Sambari melihat langsung proyek bawah tanah kali pertama di Kota Santri ini.

Bupati Sambari didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji dan Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik Reza Pahlevi tidak hanya memantau aktivitas para pekerja yang sedang melakukan pendalaman bekas bukit kapur yang melintas di jalan nasional itu.

Bupati Sambari juga mengukur diameter besi untuk proyek dikerjakan oleh CV Wijaya itu. Tujuannya memastikan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang biaya oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Gresik sebesar Rp 4,23 miliar itu.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mewanti-wanti pelaksana proyek sesuai dengan perencanaan. “Underpass ini di bangun untuk mengatasi kemacetan di sekitar tempat ini,”kata Bupati Sambari, Rabu 16 September 2020. 
Kita tahu jalan ini dekat dengan berbagai fasilitas pendidikan. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA bahkan perguruan tinggi yang besar. Di sekitar jalan nasional ini juga ada mal, hotel serta fasilitas yang lain. Juga terhubung dengan jalan nasional.

“Jalan underpass ini, akan sangat terasa manfaatnya pada beberapa tahun kedepan.  Dimana tempat ini sudah sangat berkembang. Para pelajar dan mahasiswa akan aman melintasi jalan ini,”tegas Bupati Sambari.
Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiaji  mengatakan tinggi terowongan yang membela dari utara ke selatan 4,7 meter. Lebar 7,2 meter. “Lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter,”jelas Gunawan didampingi Kabag Humas Reza Pahlevi. (*)

Inspeksi Proyek Underpass,  Bupati Ukur Diameter Besi Selengkapnya

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto ketika memimpin Operasi Yustisi, Selasa 15 September 2020

GRESIK,1minute.id–Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan semakin intensif dilakukan aparat. Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memimpin patroli gabungan untuk melakukan tindakan kepada pelanggar penerapan dan protokol kesehatan pencegahan penularan korona, Selasa 15 September 2020.

Sasaran operasi adalah tempat kerumunan massa. Di kafe, warkop atau di ruang terbuka hijau ini dimulai pukul 20.00. Pasalnya, tempat-tempat itu ditengarai pengunjung kerap tidak memakai masker. 
Puluhan petugas gabungan itu berangkat dari Mapolres Gresik di Jalan Basuki Rahmat, Gresik.

Petugas kemudian menyusuri sejumlah tempat nongkrong. Diantaranya, kafe Yuyun di Jalan Raya Desa Roomo  ; kafe Gresik Seru di Jalan Panggang, Desa Suci dan Pits Stop Cafe di Desa Suci. Semuanya berada di Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.
Dalam patroli itu petugas menyita dua kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) pengunjung yang tidak memakai masker.

Sementara itu, di Jalan Sumatera Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), petugas gabungan kembali menggelar operasi yustisi, Rabu 16 September 2020. Puluhan pengendara terjaring tidak memakai masker. Operasi selama 60 menit itu, selesai pukul 10.30.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto berdialog dengan masyarakat dalam Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan, Selasa 15 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id )

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan secara humanis. “Kita kedepankan rekan-rekan dari Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan penindakan administratif maupun denda,”ujar Kapolres Arief Fitrianto didampingi Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Yudi Prasetyo, Selasa malam.

Akan tetapi, tambah alumnus Akpol 2001 itu, bila ada perlawanan dalam pelanggaran protokol kesehatan akan dilakukan penindakan sesuai kitab undang-undang hukum pidana (KUHP). “Akan kami terapkan Pasal 212, 214, 216 ayat 1 dan Pasal 218 KUHP,”tegas mantan Kapolres Ponorogo itu. (*)

Pol PP Menindak, Bila Melawan Protokol Kesehatan akan Dijerat Pidana Selengkapnya

Dua Terduga Perampok Aniaya Asisten Rumah Tangga Gunakan Linggis

Polisi olah tempat kejadian perkara di rumah Teguh Heru di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik. ( foto : istimewa)

GRESIK.1minute.id-Risma kelenger. Tubuh asisten rumah tangga (ART) keluarga Teguh Heru berusia 17 tahun bersimbah darah. Korban Risma menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Risma asal Desa/Kecamatan Cerme, Gresik di duga dianiaya dua lelaki tidak dikenal yang hendak merampok di rumah majikannya di Kompleks Perumahan Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme. Percobaan perampokan itu sepekan lalu.
Polisi masih menyelidiki pelaku penganiayaan tersebut.

Informasi yang dihimpun Senin 7 September 2020. Risma terbangun karena mendengar suara gaduh di lantai dua rumah keluarga Teguh Heru di Kompleks Bumi Cerme Apsari, Kecamatan Cerme, Gresik.
Risma spontan berteriak minta tolong begitu melihat ada dua lelaki misterius itu.

Pelaku yang panik kemudian menangkap Risma. ART berusia 17 tahun itu dihajar oleh penjahat hingga Risma hingga kelenger. Meringis kesakitan. “Saya mendengar teriakan minta tolong lari ke atas. Korban sudah tergelatak di lantai bersimbah darah,”ujar sumber di kepolisian menirukan pengakuan Teguh Heru, majikan Risma.

Akibat kebrutalan pelaku, korban Risma mengalami luka leher, bahu dan dua tangannya karena dianiaya pelaku. Dia pun kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Kondisi korban membaik. 

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) pelaku masuk kamar tidur korban Risma dengan mencongkel menggunakan linggis. Sebuah linggis ditemukan diatas tempat tidur Risma.

“Linggis menancap di kasur Risma. Dan, sebungkus rokok di duga milik pelaku. Barang bukti sudah kita diamankan,”imbuh sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu. 

Kapolsek Cerme AKP Moh Nuramin membenarkan kejadian menimpah Risma itu. “Masih dalam penyelidikan jadi kami mohon waktu. Pasalnya, anggota masih memeriksa sejumlah saksi-saksi,”kata Nuramin. (*)

Dua Terduga Perampok Aniaya Asisten Rumah Tangga Gunakan Linggis Selengkapnya

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto membagikan masker kepada pengendara di depan gerbang kantor Bupati Gresik, Selasa 15 September 2020. 

GRESIK,1minute.id-Vaksin korona belum ada di pasaran. Pasien terkonfirmasi coronavirus disease (Covid-19) masih terus bertambah. Memakai masker harus menjadi gaya hidup masyarakat di era kenormalan baru (new normal).

Gresik Bermasker semakin digalakkan Pemkab Gresik. Bahkan, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto turun sendiri membagikan alat pelindung itu kepada pengendara di depan kantor Bupati Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kebomas, Selasa 15 September 2020.

Pemkab Gresik menyiapkan 50 ribu masker untuk masyarakat. Tujuannya menekan penyebaran wabah dari Wuhan, Tiongkok itu. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan pembagian masker kali ini merupakan bagian dari pembagian masker terdahulu.

“Kalau dahulu kami bagikan melalui camat, anggota TNI, Polri serta berbagai organisasi kemasyarakatan. Kali ini kami melibatkan ASN Pemkab Gresik,”kata Bupati Sambari didampingi Kepala Bagian humas dan protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi, Selasa 15 September 2020.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama anggota TNI,Polri dan ASN Pemkab Gresik usai membagikan masker di gerbang kantor Bupati, Selasa 15 September 2020

Pembagian masker untuk masyarakat dilakukan serentak di tiga titik untukmembantu TNI, Polri dan Satpol PP. Tiga titik itu tersebar  di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo ; Simpang empat Segoromadu Jalan Veteran dan di depan Pasar Baru di Jalan Gubernur Suryo. “Hari ini kami sediakan 10 ribu masker untuk dibagikan ke masyarakat,”tegasnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi menambahkan, sebulan terakhir perkembangan kesembuhan Covid-19 di Gresik menunjukkan perbaikan dibanding yang terkonfirmasi positif.

Data,  Senin, 14 September 2020 ada penambahan kesembuhan 35 orang sehingga menjadi 2.468 orang. Sedangkan penambahan konfirmasi positif 31 kasus sehingga menjadi 2.955 orang. “Pak Bupati mengapresiasi masyarakat yang sudah memakai masker,”kata Reza. (*)

Bagikan 50 Ribu Masker, Cegah Penularan Covid-19 Selengkapnya

BLP Property Incar Segmen Milenial, Hadirkan Rumah Pantas di Gresik Kota Raya.

Pasangan muda saat membeli rumah GKR di Kantor BLP Property ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Kebutuhan rumah hunian untuk milenial dan keluarga muda cukup tinggi. Potensi itu mulai digarap PT Bumi Lingga Pertiwi (BLP Property).  Pengembang perumahan terbesar di Kota Industri ini, menghadirkan kawasan hunian baru di Desa Abar-abir, Kecamatan Bungah, Gresik. Kawasan baru diberi label Gresik Kota Raya (GKR). Luasnya, 130 hektare. GKR, kawasan hunian milenial itu dilaunching Senin 14 September 2020.

Menurut manager marketing BLP Property Ahmad Zainul Arief, salah satu pertimbangan membuka GKR karena Kawasan ini telah berkembang pesat sejak dibukanya Pelabuhan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Apalagi menurut rencana di area dekat JIIPE juga akan dibangun exit tol yang menghubungkan Krian, Legundi, Bunder dan Manyar ( tol KLBM).

Selain itu, sejumlah industri juga beroperasi di Gresik. Sehingga, kebutuhan rumah hunian masih cukup tinggi untuk karyawan atau pegawai berusia produktif.
“Keunggulan lainnya, kawasan ini lokasinya strategis karena hanya berjarak 25 menit dari Gresik Kota Baru (GKB) yang kini telah berkembang menjadi salah satu kawasan modern,” kata Zainul Arief, Senin 14 September 2020.

Manager marketing BLP Property Ahmad Zainul Arief, saat launching Perumahan GKR

Kawasan GKR terdiri dari tiga sektor. Yakni sektor barat dengan luas 100 hektare. Sedang sektor utara dan timur masing-masing seluas 15 hektare. Jumlah hunian sebanyak 367 unit rumah dengan tipe 36/72 dan tipe 30/60.  

Konsultan Marketing BLP Property Eko Sumargo menambahkan konsep GKR ini adalah Rumah Pantas. “Yakni pantas harga dan pantas kualitasnya,”tegas Eko Sumargo. Dia melanjutkan pantas harga karena rumah di GKR banderol mulai dari harga Rp 150,5 juta. “Sedang pantas kualitas, material serta proses pengerjaannya dapat dipertanggungjawabkan,”ujarnya.

Eko Sumargo melanjutkan BLP Property selama ini telah sukses membangun dan mengembangkan GKB (Gresik Kota Baru) menjadi kota mandiri yang prestisius sejak  1981.  GKB kini telah dihuni lebih dari 40.000 jiwa, berkembang pesat dan memiliki berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, sentra bisnis dan kuliner, mal bahkan hotel berbintang di dalam satu kawasan. 

“Demikian juga dengan PPS yang telah dikembangkan oleh BLP Property hingga menjadi kawasan terpadu paling potensial di Gresik. Di kawasan ini telah dibangun berbagai regency tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat modern,” tambah dia. 

Sementara, Rama dan Riri, pasangan keluarga muda yang membeli rumah di GKR mengatakan jika dirinya memiliki kepercayaan kepada BLP Property. Sebab, BLP telah sukses mengembangkan kawasan perumahan GKB dan Pondok Permata Suci (PPS).

“Kebetulan orang tua saya tinggal di GKB, Saudara saya juga ada yang tinggal di PPS. Jadi sudah tahu kualitas dari BLP Property,”puji Rama. (*)

BLP Property Incar Segmen Milenial, Hadirkan Rumah Pantas di Gresik Kota Raya. Selengkapnya

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial.

SIDANG di tempat dilakukan petugas dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di depan kantor Bupati Gresik, Senin 14 September 2020 . ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

GRESIK, 1minute.id--Tindakan represif semakin diintensifkan petugas untuk menertibkan masyarakat pelanggar protokol kesehatan. Tim gabungan, terdiri TNI, Polri dan Pol PP menggelar operasi yustisi di halaman Pemkab Gresik, Senin 14 September 2020. 

Operasi penegakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker saat beraktivitas di luar rumah itu dimulai pukul 10.00. Selama 60 menit, operasi yang dipimpin langsung Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. 

TIGA Pilar, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf TaufikIsmail usai memimpin Ops Yustisi Penegakan Protokol kesehatan, Senin 14 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi / 1minute.id)

Dan, dihadiri Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua Pengadilan Negeri Gresik Fransiskus Arkadeus Ruwe, perwakilan kejaksaan negeri Gresik ini mengamankan 28 orang tanpa masker.

Puluhan pelanggar upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19) langsung menjalani sidang di tempat. Sebanyak 24 dari 28 pelanggar memilih denda. Dan, empat orang pelanggar memilih kerja sosial. Nyapu jalan. 

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, operasi yustisi tindaklanjut instruksi Presiden (Inpres) 6/2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan, pengendalian korona.

“Operasi gabungan ini tujuannya menekan penyebaran wabah korona di Jawa Timur khususnya di Gresik. Memberikan efek jera kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan,”tegas Bupati Sambari. (*)

Terjaring Operasi Yustisi, 24 Pelanggar Pilih Denda, 4 Orang Memilih Kerja Sosial. Selengkapnya

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT

Bakal calon bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima dukungan dari Pemuda Pancasila di rumah pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Gresik, Kamis 10 September 2020 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id–Pemuda Pancasila Gresik merapat ke pasangan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Deklarasi dukungan PP itu dihelat Rumah Pemenangan NIAT di Srembi, Kedanyang, Kebomas, Kamis 10 September 2020.

Puluhan anak buah Sarjono, Ketua Pemuda Pancasila Gresik tumplek blek di rumah pemenangan NIAT. Apalagi, saat itu dikabarkan La Nyalla Mattaliti, pimpinan pusat PP juga Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) akan hadir memberikan dukungan kepada NIAT.

Prosesi dukungan dengan memasangkan jaket loreng warna hitam dan oranye kepada Yani. “Gus Yani, anggota PP,”teriak massa disambut sorak dan tepuk tangan hadirin.

Cabup Fandi Akhmad Yani mengatakan dukungan Pemuda Pancasila menjadi tambahan darah untuk memenangi Pilbup Gresik. “Mudah-mudahan kami (pasangan NIAT,Red) dan Pemuda Pancasila menjadi pelopor energi perubahan yang ada di Gresik,”kata Yani usai acara deklarasi, Kamis 10 September 2020. 

Untuk memangi kontestasi itu, tambah mantan Ketua DPRD Gresik itu, akan terus melakukan konsolidasi di tingkat bawah. “Menyapa masyarakat untuk mengajak berjuang. Mendorong Gresik tidak hanya lebih baik, tetapi yang terbaik setidaknya di wilayah Jawa Timur,”katanya. (*)

Pemuda Pancasila Energi Perubahan untuk NIAT Selengkapnya