Mitigasi Yankes, Bupati Gresik Serahkan Bantuan Ambulans Laut ke Warga Pulau Gili Noko

GRESIK,1minute.id – Pulau Gili punya  ambulans laut. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang menyerahkan bantuan ambulans laut itu kepada Kepala Desa (Kades) Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik Supar pada Rabu, 1 Juni 2022.

Penyerahan ambulans laut di Dermaga Dusun Pamona disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah serta muspika Kecamatan Sangkapura. 

Satu unit ambulans laut itu hibah program Corporate Social Responbility (CSR) dari Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari Pasar Modal Indonesia

“Ini sebagai langkah mitigasi dalam pelayanan kesehatan untuk warga Bawean yang di kepulauan agar ada kemudahan dalam penanganan pelayanan kesehatan,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Rabu,1 Mei 2022. 

Untuk diketahui warga Dusun Gili terdapat sekitar 300-an unit rumah. Jumlah penduduk sekitar 1.000 jiwa. Selama ini, ketika ada warga setempat memerlukan perawatan kesehatan harus dibawah menggunakan perahu motor menuju puskesmas dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit. 

Ambulans laut memiliki dua mesin berkapasitas masing-masing 40 PK. Ambulans laut ini bisa melaju dengan kecepatan 20 knot atau 37,04 kilometer per jam atau kurang lebih 20 menit. Lebih cepat 25 menit. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mewanti-wanti kepada nakhoda ambulans laut untuk gerak cepat (gercep) ketika ada warga Dusun Gili memerlukan ambulans laut. “Handphone harus on selama 24 jam,”tegas Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan Kepala Desa Sidogedungbatu Supar, Kadinkes dan sejumlah warga yang lainnya. (yad)

Mitigasi Yankes, Bupati Gresik Serahkan Bantuan Ambulans Laut ke Warga Pulau Gili Noko Selengkapnya

Ambulans Laut Perdana Bantuan Pasar Modal Indonesia untuk Warga Pulau Gili, Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Pemkab Gresik memiliki ambulans kapal. Ambulans laut itu bantuan tersebut merupakan Corporate Social Responbility (CSR) dari Self-Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT. Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dari Pasar Modal Indonesia.

Bantuan  ambulans laut itu diserahkan oleh Ketua HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia sekaligus menjabat sebagai Direktur KSEI Syafruddin kepada Bupati Gresik di terminal penumpang Pelindo III Gresik pada Jumat, 22 April 2022. SRO memberikan bantuan ambulans laut yang dapat memudahkan akses kesehatan bagi masyarakat Gresik yang berada di kepulauan Bawean.

Bantuan ambulans laut yang dilengkapi oleh peralatan medis disaksikan oleh Deputi Direktur Pengembangan Sistem Informasi Pasar Modal OJK, Gustaf Rajagukguk, Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perizinan, Kantor Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, Mohamad Eka Gonda Sukmana, Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko BEI, Fithri Hadi, Direktur KPEI, Iding Pardi serta Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah. 

Ketua HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia Syafruddin dalam sambutannya menyampaikan ambulans laut yang diberikan merupakan bentuk rasa peduli untuk kesehatan Indonesia. Ada 5 unit ambulans yang diberikan untuk 5 daerah, salah satunya diterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. 

“Karena melihat tingginya kebutuhan masyarakat yang berada jauh dari perkotaan, khususnya di daerah kepulauan. Sebagai bagian dari layanan kesehatan yang dikelola oleh lembaga terkait, kami berharap ambulans laut ini dapat secara optimal dimanfaatkan oleh masyarakat umum yang membutuhkan”, jelas Syafruddin. Kegiatan ini didukung langsung Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

HIBAH KAPAL : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Aminatun Habibah (kanan) usai menerima bantuan ambulans laut dari Bursa Efek Indonesia di Pelabuhan Gresik pada Jumat, 22 April 2022 ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ambulans laut kali pertama dimiliki Pemkab Gresik itu rencananya digunakan untuk masyarakat di Pulau GiliPulau Bawean. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, ambulans laut ini akan ditempatkan di penyeberangan Pulau Gili, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. “Disana ada 1.300 kepala keluarga. Semoga bantuan ini bermanfaat,”kata Bupati berusia 36 tahun itu.

Bantuan ambulans laut untuk Pemkab Gresik itu rangkaian HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia bertajuk Sinergi Pasar Modal bagi Pemulihan Ekonomi. Ambulans laut  memiliki dua mesin berkapasitas masing-masing 40 PK. Ambulans laut ini bisa melaju dengan kecepatan 20 knot atau 37,04 kilometer per jam. 

“Kami Berterima kasih kepada seluruh Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh unsur yang terlibat,” imbuhnya. Pulau Gili menjadi tempat beroperasi ambulans laut karena selama ini belum mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai. Bahkan, ribuan jiwa warga setempat belum menikmati aliran listrik yang memadai. 

Perusahaan setrum negara dalam waktu dekat akan membangun fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di pulau yang memiliki alam yang eksotis itu. “Semoga dengan ambulans ini pelayanan kesehatan di Pulau Bawean dan Gili bisa maksimal dan lebih baik,”ujarnya. (yad)

Ambulans Laut Perdana Bantuan Pasar Modal Indonesia untuk Warga Pulau Gili, Pulau Bawean  Selengkapnya

“Ambulans” Laut Pembawa Jenazah ke Pulau Bawean. Sudah 90 Jenazah Dilayar dengan Perahu Kayu

GRESIK, 1minute.id – Jenazah Ustad Saukani itu dinaikkan perahu layar di dermaga kapal penumpang Pelabuhan Gresik, Rabu 14 Oktober 2020.

Puluhan kerabat tokoh masyarakat berusia 47 tahun asal Desa Kepuhteluk, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu mengantarkan di bibir dermaga.

Diantaranya, Samwil, anggota komisi D DPRD Jatim turut mengantarkan jenazah hingga berada dalam ambulans laut itu.
Sekitar pukul 12.30, ambulans laut itu berlayar menuju Pulau Bawean.

Ambulans itu dioperatori Sab’i, 42 tahun itu menempuh perjalanan sejauh 80 mil laut dari Pelabuhan Gresik. “Perjalanan Gresik-Bawean sekitar 12 jam,”kata Samwil di Pelabuhan Gresik, Rabu 14 Oktober 2020.

“Ambulans” laut khusus jenazah ini sudah berjalan puluhan tahun. “Kalau dihitung sejak 2007, jenazah ustad Saukani adalah ke-90,”kata politisi Partai Demokrat (PD) Gresik ini. Belum ada solusi kongkrit selama 13 tahun itu.

Sebenarnya, tambah legislator asal Bawean itu, jenazah bisa dinaikkan kapal penumpang tujuan Gresik-Bawean. Ada tiga melayani transportasi laut itu. Yakni, KMP Gili Iyang, KM Express Bahari 8E atau Natuna Express. 
“Persoalannya, orang meninggal itu tidak terjadual. Kondisi darurat begini, jenazah akhirnya dinaikkan ambulans laut,”kata mantan ketua DPC PD Gresik ini.

Ongkos ambulan laut ini berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 12 juta. “Biaya ditanggung oleh keluarga duka,”katanya. Dia berharap Pemkab Gresik bisa memfasilitasi keadaan tersebut untuk meringankan beban keluarga yang meninggal dunia. 

Perjalanan sejauh 80 mil laut ini menggunakan perahu kayu ini ditempuh selama 12 jam. Pergi-pulang secara matematis 24 jam. Butuh solar sekitar 100 liter hingga 105 liter. (*)

Search
“Ambulans” Laut Pembawa Jenazah ke Pulau Bawean. Sudah 90 Jenazah Dilayar dengan Perahu Kayu Selengkapnya