Hujan Intensitas Tinggi, Tanggul Cermen Jebol, Wabup Gresik: Segera Kita Bangun Permanen 

GRESIK,1minute.id – Tanggul Desa Cermen, Kecamatan Kedamean jebol. Panjangnya, sekitar 3 meteran. Akibat jebolnya tanggul di anak Kali Lomong, sejumlah desa di daerah aliran Kali Lamong banjir. 

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meninjau langsung tanggul yang jebol itu pada Jumat, 14 November 2025. Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif berjanji akan membangun tanggul tersebut secara permanen. 

Wabup Alif menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus bergerak cepat melakukan penanganan darurat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial. Ia juga memastikan bahwa perbaikan tanggul akan dilakukan secara permanen agar kejadian serupa tidak berulang.

“Sebelumnya sudah kita perbaiki, namun jebol lagi. Begitu air benar-benar surut, alat berat akan masuk dan tanggul ini akan kita permanenkan,” ujarnya. “Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani) dan saya terus memantau bersama BPBD dan Dinsos. Kondisi saat ini sebagian besar sudah mulai surut, tinggal sekitar 10–20 sentimeter. Jika hari ini tidak hujan, Insya Allah bisa surut total dan perbaikan segera dimulai,” tambahnya

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD  Gresik, banjir terjadi sejak Rabu, 12 November 2025 pukul 04.00 WIB akibat hujan berintensitas tinggi, drainase yang tidak memadai, serta meluapnya Kali Cermen. Banjir melanda beberapa kecamatan, yaitu Benjeng, Menganti, dan Kedamean.

Di Desa Glindah, jebolnya tangkis aliran Kali Cermen dengan kedalaman sekitar dua meter mengakibatkan genangan di jalan lingkungan serta menenggelamkan kurang lebih 70 hektare persawahan. Meski terjadi di beberapa titik, tidak ada laporan korban jiwa.

Sejumlah kawasan permukiman di Kecamatan Menganti juga terdampak, seperti Perumahan Oma Indah, Maharaja, dan Graha 2. Genangan bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter, dengan beberapa warga harus dievakuasi ke tempat aman dan satu tenda darurat didirikan di Dusun Bibis, Desa Beton.

BPBD bersama pemerintah desa dan kecamatan hingga kini masih melakukan pemantauan, penyedotan air, evakuasi terbatas, serta penyaluran bantuan logistik. Upaya pemompaan oleh warga dan instansi terkait juga terus berlangsung di lokasi yang genangannya masih tersisa.

Untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, Dinas Sosial Gresik telah mendirikan dapur umum di Balai Desa Domas sejak kemarin. Bantuan makanan siap saji disalurkan setiap hari untuk memastikan warga yang rumahnya belum bisa ditempati tetap mendapatkan dukungan.

Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak dan melakukan langkah mitigasi struktural agar masyarakat lebih terlindungi pada musim penghujan.

“Prioritas kita sekarang adalah memastikan keselamatan warga dan memperbaiki tanggul secara permanen agar lebih kuat menghadapi debit air di masa depan,” tegasnya. (yad)

Hujan Intensitas Tinggi, Tanggul Cermen Jebol, Wabup Gresik: Segera Kita Bangun Permanen  Selengkapnya

Hari Kedua, BPBD Gresik dan Polair Polres Gresik Belum Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kalimas 

GRESIK,1minute.id -Pencarian korban tenggelam di Sungai Kalimas, Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik memasuki hari kedua pada Rabu, 16 April 2025.

Namun,  tim pencarian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik dan Satuan Polisi Air atau Sat Polair Polres Gresik belum berhasil menemukan korban. Pencarian dilakukan hingga radius 1 kilometer dari lokasi korban terjun di atas perahu tambangan pada Selasa, 15 April 2025.

Korban diketahui berinisial EW, 53 tahun.  Ia seorang ibu rumah tangga warga Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo.  Menurut kesaksian Roni, 24, seorang tukang tambangan yang berada di lokasi, korban sempat terlihat berjuang melawan arus sebelum akhirnya tenggelam. Roni mengaku sempat berusaha memberikan pertolongan dengan melempar pelampung, namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil.

Kejadian tersebut disaksikan pula oleh dua warga lainnya, Trisno, 61, dan Joko Slamet, yang bersama Roni segera melaporkan peristiwa itu kepada perangkat desa. Laporan tersebut lalu diteruskan ke Polsek Driyorejo untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber lain menyebutkan, sebelum kejadian korban EW yang memakai daster terlihat menyeberang dari Bambe menuju Desa Krembangan,  Kecamatan Taman,  Sidoarjo.  Sekitar 30 menit kemudian korban kembali menyeberang dari arah sebaliknya, Desa Krembangan menuju Desa Bambe.  Ketika perahu tambangan mendekati sandar, korban melompat ke sungai. 

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu pihaknya langsung menginstruksikan jajarannya untuk bertindak cepat. “Kami langsung berkoordinasi dengan Satpolair Polres Gresik dan BPBD guna menggelar operasi SAR (Search and Rescue),” jelasnya.

Sejak saat itu, upaya pencarian intensif dilakukan oleh tim gabungan dari Satpolairud, BPBD Kabupaten Gresik, serta dibantu masyarakat setempat. Kapolres Gresik juga mengimbau kepada warga agar tetap tenang dan segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban. Warga dapat menghubungi polisi setempat atau menggunakan layanan hotline Lapor Kapolres.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan aparat kepolisian ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Hingga berita ini  diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Harapan besar tertuju pada tim SAR agar korban dapat segera ditemukan dan keluarga diberikan kekuatan menghadapi musibah ini. (yad)

Hari Kedua, BPBD Gresik dan Polair Polres Gresik Belum Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kalimas  Selengkapnya

2.062 Rumah di 12 Desa, 2 Kecamatan Tergenangi Banjir Kali Lamong, Tren Air Surut

GRESIK,1minute.id – Bencana hidrometeorologi berupa banjir masih melanda di Gresik bagian selatan. Banjir Kali Lamong dan Kalimas. Air Kali Lamong muntah sejak Senin malam, 24 Februari 2025. Ada enam desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pada Selasa pagi, air dari hulu Kali Lamong yang berada di Mojokerto dan Lamongan itu, sudah merambah ke Kecamatan Benjeng. Ada lima desa yang terendam.

“Di bagian hulu, Kecamatan Balongpanggang mulai surut. Sekarang air memasuki kecamatan Benjeng dan Cerme,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBPD Gresik F.X.Driatmiko Herlambang dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu pagi, 26 Februari 2025.

Ia mengaku masih terus memantau perkembangan banjir Kali Lamong di Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng. Pihaknya, kata Miko, biasa disapa, telah menyiapkan puluhan gedhek (anyaman bambu). “Arusnya kuat, gedhek kami siapkan antisipasi ada tanggul yang jebol. Semoga tidak terjadi,” kata Miko melanjutkan.  

Berdasarkan data dari BPBD Gresik yang di dapat 1minute.id pada Rabu, 26 Februari 2025 pukul 09.00 WIB, di Kecamatan Balongpanggang sebanyak 7 desa yakni Desa Jombang Delik ; Desa Ngampel ; Desa Dapet ; Desa Sekarputih ; Desa Banjaragung ; Desa Wotansari dan Desa Karangsemanding kondisi air telah surut. 

Sedsngkan, di Kecamatan Benjeng terdapat sembilan desa yang terdampak banjir Kali Lamong. ” Tapi, trennya hari ini, air mulai surut. Semoga cepat surut,” ujar Camat Benjeng Nurul Fuad dikonfirmasi pada Rabu, 26 Februari 2025. “Alhamdulillah, Desa Puduttrate aman,” imbuh Fuad. 

Masih mengutip data BPBD Gresik sebanyak sembilan desa yang terdampak di Kecamatan Benjeng yaitu, Desa Lundo dan Desa Sedapurklagen genangan di rumah warga, fasilitas umum atau Fasum, Jalan Lingkungan dan Jalan Poros Desa atau JPD surut.

Sedangkan di Desa Deliksumber sebanyak 100 unit rumah tergenang , 800 meter jalan desa , 700 meter JPD tergenang. Kemudian, fasum masjid, ponkesdes, SDN Deliksumber, Pendapa Balai Desa & Balai dusun masih tergenang air Kali Lamong. “Ketinggian air genangan sekitar 20 – 40 sentimeter,” bunyi di laporan BPBD Gresik itu. 

Kondisi terparah dialami warga Desa Kedungrukem sebanyak 732 unit rumah yang tergenangi air. “Jalan Desa tergenang ketinggian antara 20 – 40 cm, sepanjang 3.500 meter. Beberapa fasum seperti masjid, pustu dan makam masih tergenangi air Kali Lamong”.

Desa Munggugianti sebanyak 700 unit rumah tergenang , jalan Desa tergenang sejauh 2000 meter dengan ketinggian air genangan 20 – 40 cm. Fasum tergenang yaitu masjid, TPQ, Pustu, makam umum.

Desa Bulurejo sebanyak 500 unit rumah terendam, areal persawahan seluas 25 Ha, Jalan Poros Desa ketinggian antara 10 – 30 cm sepanjang 500 meter dan jalan lingkungan dengan ketinggian 10 – 40 cm sepanjang 1500 meter. 

Berikutnya, Desa Kalipadang ada 30 unit rumah dan jalan kingkungan sepanjang 300 metet yang tergenangi air ketinggian 10 – 20 sentimeter, areal persawahan seluas 16 Ha serta Jalan Poros Desa  sepanjang 550 meter. Selanjutnya, Desa Sirnoboyo yaitu JPD sepanjang 200 meter 

tergenang 40 cm dan jalan lingkungan sepanjang 200 metet tergenang air ketinggian 60 cm.  Sembilan, Desa Klampok sebanyak 20 unit rumah ; SMK Al Hidayah Sn Nuriyah tergenang. “Ruas Jalan Raya Metatu – Benjeng ditutup,” begitu bunyi dalam laporan BPBD Gresik pukul 09.00 WIB.

Bagaimana di Kecamatan Cerme? “Alhamdulillah, Desa Tambakberas masih aman. Tapi, kolam penampungan air sudah penuh,” tegas Kepala Desa atau Kades Tambakberas Wahyudi pada Rabu pagi. 

Akan tetapi, di tiga desa lainnya, berdasarkan data BPBD Gresik yakni Desa Morowudi ; Desa Guranganyar dan Desa Dadapkuning air bah mulai menggenangi jalan lingkungan ketinggian air antara 5 sentimeter hingga 20 sentimeter. “SDN 58 Gresik tergenang setinggi 10 – 20 cm karena ada tanggul anak Kali Lamong jebol sepanjang lebih kurang 5 meter. 

Untuk diketahui bencana hidrometerologi Kabupaten Gresik didominasi oleh bencana banjir dengan tingkat risiko tinggi sebesar 74 persen atau sejumlah 40 dari 62 kejadian bencana pada tahun terakhir.

Banjir Kali Lamong menjadi banjir tahunan dimana Kali Lamong melintasi Gresik sepanjang 58 kilometer menyusuri Kecamatan Balongpanggang, Kecamatan Menganti, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Benjeng, Kecamatan Cerme, dan Kecamatan Kebomas dan menjadikan wilayah-wilayah tersebut menjadi daerah rawan Banjir Kali Lamong memiliki luas Daerah Aliran Sungai atau DAS lebih kurang 720 kilometer persegi dengan panjang alur lebih kurang 103 kilometer. 

Bagian hulu Kali Lamong terletak di daerah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Mojokerto, yang berawal dari Pegunungan Kendeng. Sedang bagian hilirnya berada di perbatasan antara Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik atau Segoromadu, serta bermuara di Selat Madura. (yad)

2.062 Rumah di 12 Desa, 2 Kecamatan Tergenangi Banjir Kali Lamong, Tren Air Surut Selengkapnya

TMA Tren Naik, Kali Lamong Siaga Merah

GRESIK,1minute.id – Tinggi muka air atau TMAKali Lamong semakin tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik menginggatkan kepada warga yang berada di daerah aliran sungai atau DAS Kali Lamong meningkatkan kewaspaan banjir. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik  BPBD Gresik F.X. Driatmiko Herlambang mengatakan, pihaknya bersama para relawan meningkatkan pemantauan sepanjang Kali Lamong. “Sebab, TMA cenderung meningkat. Bahkan, ada sudah menyentuh siaga merah,” ujar Miko-sapaan-F.X. Driatmiko Herlambang pada Kamis, 2 Januari 2024. 

Curah hujan yang tinggi di bagian hulu Kali Lamong yakni Mojokerto dan Lamongan membuat kecenderungan TMA di Gresik mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme hingga Kebomas tren meningkat. “Ditambah dengan air laut pasang sehingga air dari Kali Lamong tidak mengalir ke laut,” ujarnya.

Dalam pantauan manual yang dilakukan oleh BPBD dan relawan pada Selasa, 2 Januari 2025 mulai pukul 00.00 hingga pukul 12.00 WIB, tinggi muka air naik nyaris 1 meter tepatnya 0,7 meter. Pukul 00.00 WIB TAM 3,9 meter, pada pukul 12.0p WIB TMA 4,60 meter. 

“Siang tadi hulu Kali Lamong di Desa Bengkelolor, Benjeng siaga merah,” terang Miko. Ia mengatakan, normalisasi Kali Lamong yang dilakukan Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik berdampak positif bagi warga yang berada DAS Kali Lamong. “Kalau tidak ada retarding basin (kolam penampungan sementara di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme, Red) mungkin air sudah meluber,” ujarnya.

Pemkab Gresik di masa kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah telah melakukan normalisasi sepanjang Kali Lamong. Meskipun, normalisasi Kali Lamong belum bisa membebaskan warga di sepanjang Kali Lamong dari bencana hidrometeorologi yang sudah bertahun-tahun ini. Namun, sejak normalisasi itu banjir Kali Lamong cepat surut. (yad)

TMA Tren Naik, Kali Lamong Siaga Merah Selengkapnya

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum

GRESIK,1minute.id – Anak-anak korban gempa bumi di Pulau Bawean mulai ceria. Mereka bisa kembali tersenyum saat tim trauma healing Polres Gresik mengunjungi tempat mereka mengungsi di SDN 380 Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 26 Maret 2024.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama boneka Zebra datang menghibur para anak-anak. Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

“Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana,” ujar Adhitya. Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra, tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka.

Kegiatan bakti sosial dan kesehatan serta trauma healing yang dilakukan Polres Gresik di SDN 380 Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

“Semoga masyarakat korban gempa bumi di kecamatan Tambak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. Sebelumnya rombongan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom telah mengunjungi Kecamatan Sangkapura untuk memberikan bantuan bakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.(yad)

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum Selengkapnya

17.274 Jiwa Warga Bawean Masih Mengungsi, Dampak Gempa

GRESIK,1minute.id – Gempa susulan masih terjadi di Pulau Bawean. Meski, tidak sedasyat pada Jumat sore, 22 Maret 2024 yang mencapai 6,5 magnitudo. Namun, suara gemuruh itu menimbulkan trauma bagi masyarakat berada di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean.

Masyarakat memilih tetap bertahan di tempat pengungsian dan di dataran tinggi meski Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak berpotensi tsunami. Data di dapat 1minute.id dari kantor Kecamatan Tambak menyebutkan, jumlah pengungsi mencapai 17.274 jiwa. Rinciannya, 6.203 anak-anak ; 8.563 dewasa dan 2.508 lansia. Ribuan pengungsi berasal dari 13 desa. 

Sebanyak 2.647 rumah rusak ringan, sedang dan berat. Desa Telukjatiwadang terdampak paling parah dalam bencana lindu yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. 

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Gresik Sukardi menyebutkan ada 5 kecamatan terdampak gempa 6,5 magnitudo pada Jumat, 22 Maret 2024 itu. Yakni, Kecamatan Duduksampeyan, Cerme dan Gresik. Serta, Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean. Warga Pulau Bawean yang terdampak paling parah. Sebab, titik gempa hanya 10 kilometer dari Pulau Bawean itu. 

Selain bangunan rumah, masjid, musala, sarana pendidikan, gempa mengakibatkan 7 orang mengalami luka ringan. Yakni, Hasi’ah, 71,  warga Dusun Tambak Timur, Desa Tambak, Kecamatan Tambak ;  Fatmawiyah, 46, asal Dusun Rabe, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Amira Nita Aprilia, 4, dari Desa Gelam, Kecamatan Tambak dan Amalia Riski ,18,  warga Desa Tambak Keramat.

Selanjutnya, Nur Hasanah, 39, warga Desa Tambak Keramat, Kemal Abdullah Al Gafiqi, 2 , warga Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura dan Faiqatul Febriana, 20, warga Desa Bululanjang, Kecamatan Sangkapura.

“Untuk korban jiwa Alhamdulillah tidak ada. Sementara korban luka sudah menjalani perawatan di rumah sakit,” sebut Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) BPBD Gresik Sukardi. (yad)

17.274 Jiwa Warga Bawean Masih Mengungsi, Dampak Gempa Selengkapnya

Ribuan Warga 6 Desa Di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Masih Mengungsi, Antisipasi Gempa Susulan

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bergerak cepat dalam penangangan korban gempa di Pulau Bawean. Pada Sabtu pagi, 23 Maret 2024 bantuan kali pertama sudah tiba di Pulau Bawean dengan menggunakan KMP Gili Iyang. 

Bantuan kali kedua diperkirakan tiba di pulau berjarak 80 mil laut dari Pusat Kabupaten Gresik itu pada Sabtu, 23 Maret 2024 sekitar pukul 15.00 WIB dengan menggunakan kapal cepat, KM Express Bahari. “Bantuan yang diangkut kapal Gili Iyang sudah tiba jam 9 pagi tadi,” kata Syamsul Bilad, pegawai di Kantor Kecamatan Tambak, Pulau Bawean dikonfirmasi pada Sabtu, 23 Maret 2024.

Sementara itu, data yang dihimpun dari kantor Kecamatan Tambak, gempa yang menguncang  Pulau Bawean mengakibatkan ratusan rumah tersebar di enam desa rusak. Enam desa itu yakni Desa Telukjatiwadang; Gelam ; Sukaoneng ; Sukalela ; Tambak dan Dipongo. Di enam desa itu, sebanyak 659 unit rusak ringan ; 645 rusak sedang dan 132 rusak berat.

Selain rumah gempa yang terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024 berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkekuatan 6,5 magnitudo berjarak 35 kilometer arah Barat Pulau Bawean itu  mengakibatkan 6 unit masjid, 12 unit musala, 18 sekolah dan 1 kantor. Sedangkan pengungsi. BMKG mencatat sampai pukul.23.04 WIB pada Jumat, 22 Maret 2024, gempa susulan tercatat hingga 110 kali dengan kekuatan bervariasi antara M2 hingga M 6,5. Kondisi itu membuat ribuan warga di Kecamatan Tambak memilih mengungsi di tempat yang aman. 

Masih merujuk data dari Kantor Kecamatan Tambak tercatat 1.270 anak ; 3.484 orang dewasa dan 529 lanjut usia. Ribuan warga terdampak itu mengungsi di lapangan sepak bola hingga halaman masjid atau musala yang dianggap aman. “Saat ini yang dibutuhkan warga makanan, selimut dan obat-obatan,” kata seorang warga.

Seperti diberitakan, gempa menguncang Laut Jawa, Tuban-Pulau Bawean pada Jumat, 22 Maret 2024. Guncangan gempa itu terasa hingga Gresik daratan. Guncangan kali pertama dirasakan warga sebelum Salat Jumat atau sekitar pukul 11.21 WIB, gempa susulan pukul 2 siang dan ketiga terjadi pukul 15.52 WIB.

Guncangan gempa susulan kali ketiga mengikabatkan graha Petrokimia Gresik atau kantor pusat pabrik pupuk di Jalan A Yani Gresik itu retak. Namun, manajemen Petrokimia Gresik memastikan kondisi gedung utama aman. (yad)

Ribuan Warga 6 Desa Di Kecamatan Tambak, Pulau Bawean Masih Mengungsi, Antisipasi Gempa Susulan Selengkapnya

Manajemen Petrokimia Gresik Pastikan Operasional Pabrik Tetap Berjalan Normal, Kantor Pusat Aman Dari Guncangan Gempa

GRESIK,1minute.id – Manajemen PT Petrokimia Gresik memastikan bahwa gempa di Laut Jawa yang getarannya terasa hingga Gresik tidak mempengaruhi produksi. Hal itu diungkapkan oleh SPV Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Adityo Wibowo melalui pesan Whatsapp. 

Berikut pernyataannya. ⁠

1. Merespons adanya peristiwa gempa bumi yang terjadi di Laut Jawa dan terasa getarannya hingga di wilayah Gresik, dengan ini Petrokimia Gresik menyampaikan bahwa, sebagai objek vital nasional (obvitnas) operasional pabrik tetap berjalan sebagaimana mestinya.

2.⁠ ⁠Pada saat terjadi Gempa, sebagai bagian dari implementasi prosedur Keselamatan dan Kesahatan Kerja (K3), seluruh karyawan dievakuasi dan dikumpulkan di titik aman yang telah ditentukan. 

3.⁠ ⁠⁠Perlu kami informasikan bahwa tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dari kejadian gempa ini.

4.⁠ ⁠Pada saat ini tim Petrokimia Gresik tengah melakukan pengecekan aset yang dimiliki Petrokimia Gresik secara keseluruhan, sehingga sebagai langkah mitigasi risiko operasional perusahaan. Termasuk gedung kantor pusat PT Petrokimia Gresik dimana terdapat kerusakan pada lapisan luar keramik yang kemungkinan terjadi akibat gempa, namun struktur utama bangunan telah dinyatakan aman melalui pengecekan yang dilakukan oleh Departemen Inspeksi Teknik dan pihak B4T (inspektorat eksternal)

5. Untuk mengantisipasi gempa susulan maka Petrokimia Gresik menugaskan tim untuk standby dan secara aktif memonitor kondisi operasional pabrik

AMAN : Kantor Pusat PT Petrokimia Gresik yang terdampak gempa dan manajemen memastikan gedung aman. Suasana pascagempa pada Jumat, 22 Maret 2024 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Seperti diberitakan berrdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gempa 6,5 magnitudo. Lok 5.76 LS 112.33 BT (130 km timur laut Tuban-Jatim) Kedalaman 10 km. Berdasarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik pusat gempa sekitar 10 kilometer dari Pulau Bawean. Akibatnya, banyak bangunan yang rusak. Guncangan kali ketiga terjadi dan sangat dirasakan oleh warga Gresik daratan terjadi sekitar pukul 15.52 WIB. Durasi guncangan sekitar 2 menit sampai 3 menit.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik F.X Driatmiko Herlambang mengatakan terkait lindu susulan pada sore hari belum mendapatkan laporan terjadi kerusakan bangunan dan lainnya. “Gempa yang pertama ada beberapa bangunan yang.di Pulau Bawean yang rusak. Masih kali lakukan pendataan,” kata Miko-panggilan-F.X Driatmiko Herlambang.  (yad)

Manajemen Petrokimia Gresik Pastikan Operasional Pabrik Tetap Berjalan Normal, Kantor Pusat Aman Dari Guncangan Gempa Selengkapnya

Waspada Banjir Bengawan Solo Susulan, BPBD Gresik Kerahkan Alat Kedaruratan dan Bagikan Ratusan Paket Sembako 

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan air Sungai Bengawan Solo di Gresik Utara berangsur surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menggelontorkan bantuan sembako kepada warga desa terdampak banjir sungai terpanjang di Jawa itu.

Selain bantuan, BPBD Gresik terus melakukan pemantauan terhadap tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo, serta menyiapkan alat-alat kedaruratan sebagai antisipasi bencana banjir yang lebih besar, dengan tren debit air yang terus naik. Pasalnya, prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya masih ada potensi hujan.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik F.X Driatmiko Herlambang, ada dua desa di dua kecamatan yang terdampak banjir Sungai Bengawan Solo yang ada di Kabupaten Gresik. Dua desa yakni Desa Bungah, Kecamatan Bungah dan Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun. Tinggi genangan air di pemukiman warga berkisar antara 40 cm sampai 60 cm. “Saat ini genangan air di pemukiman warga berangsur surut,” kata Miko-panggilan-F.X Driatmiko Herlambang pada Senin, 18 Maret 2024.

Akan tetapi, imbuhnya, genangan air masih terlihat di Jalan Poros Desa (JPD) dan Jalan Lingkungan. 

Seperti diberitakan, hujan dengan intensitas tinggi membuat Sungai Bengawan Solo meluap. Air sungai terpanjang di Jawa menggenangi Desa/Kecamatan Bungah dan Desa Madu Mulyorejo, Kecamatan Dukun pada 13 Maret 2024.  

Miko melanjutkan, BPBD Gresik telah memberikan bantuan kepada warga desa yang terdampak banjir Sungai Bengawan Solo itu.  “Daerah yang terkena dampak banjir sudah mendapatkan bantuan berupa paket sembako yaitu beras, gula, minyak, dan mi instan. Sebanyak 200 paket sembako juga sudah disalurkan untuk warga yang terdampak,” jelasnya.

Saat ini, imbuhnya,  pihaknya teruw melakukan koordinas dengan pihak kecamatan dan perangkat desa untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir. Selain memberikan bantuan, BPBD Gresik juga melakukan pemantauan terhadap Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo, serta menyiapkan alat-alat kedaruratan sebagai antisipasi bencana banjir yang lebih besar, dengan tren debit air yang terus naik. (yad)

Waspada Banjir Bengawan Solo Susulan, BPBD Gresik Kerahkan Alat Kedaruratan dan Bagikan Ratusan Paket Sembako  Selengkapnya

Intensitas Hujan Tinggi, Sungai Bengawan Solo dan Kali Lamong di Gresik Meluap, Ratusan Rumah Tergenang Banjir 

GRESIK,1minute.id – Intensitas hujan tinggi membuat air dua sungai melintas di Kabupaten Gresik meluap. Dua sungai itu adalah yakni Sungai Bengawan Solo di Gresik Utara dan Kali Lamong di Gresik Selatan. Akibat meluapnya dua sungai itu, ratusan rumah, puluhan hektar sawah, jalan lingkungan dan jalan poros desa tergenang air. 

Meluapnya air di DAS Bengawan Solo dan mengenangi sejumlah rumah di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar menjadi fonomena baru pascapembangunan Bandung Gerak Sembayat (BGS) di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Sebab, sejak ada BGS itu sejumlah desa yang berada di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo “terbebas” banjir. Bahkan, pada 2019 lalu, air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu sempat kering alias Sat. Sehingga warga bisa jalan kaki menyeberang sungai itu.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik sekitar jam 4 sore atau pukul 16.00 WIB air Bengawan Solo meluap. Di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar terdapat empat rumah yang tergenangi air banjir dengan ketinggian sekitar 40 centimeter. Sedangkan, di Desa/Kecamatan Bungah, air bah mengenangi Jalan poros Desa (JPD) ketinggian antara 20 hingga 40 centimer sepanjang 400 meter.

“Banjir di aliran DAS Bengawan Solo ini karena Intensitas hujan tinggi beberapa hari belakangan ini,” kata Pelaksana Tugas Kepala Satuan Pelaksana (Ka.Satlak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Suyono pada Kamis, 8 Februari 2024.

Sementara itu, banjir luapan Kali Lamong masih terlihat di sejumlah desa di kecamatan Menganti. Masih merujuk data dari BPBD Gresik, banjir luapan Kali Lamong masih terlihat di Kompleks Perumahan Omah Indah Menganti di Desa Bringkang dan Kompleks Perumahan Graha Menganti 2. 

Di Perumahan Omah Indah Menganti sebanyak 700 unit rumah tergenangi air setinggi mata kaki orang dewasa sampai 10 centimeter,  Jalan Poros Desa sepanjang 300 meter dan 

Jalan lingkungan sepanjang 600 meter dengan ketinggian air  10- 30 cm. “Di perumahan Omah Indah ini bila tidak hujan di bagian hulu berpotensi surut,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Suyono pada Kamis, 8 Februari 2024.

Sedangkan, di kompleks perumahan Graha Menganti 2 genangan air masih terlihat di Jalan lingkungan dengan ketinggian 10 – 35 cm sepanjang 900 m , Jalan poros desa tergenang 10-35 cm serta fasilitas umum yakni masjid dan sekolah dasar.

Kemudian di Desa Mojotengah, di kompleks perumahan Menganti Emas genangan air di jalan lingkungan ketinggian 5 – 10 cm, jalan poros Desa (JPD) sepanjang 0,5 kilometer dengan ketinggian air 5 – 10 cm dan area persawahan seluas lebih kurang 30 Ha. “Genangan air di rumah warga sudah surut,” jelas Suyono yang juga Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik ini.

Pihaknya bersama stakeholder lainnya telah melakukan assessment ke lokasi terdampak dan berkoordinasi dengan Kecamatan. “Kami juga melakukan pendistribusian nasi bungkus sebanyak 600 bungkus di Perum Omah indah dan Perum Graha 2,” terangnya. BPBD Gresik mengerahkan sejumlah perahu karet untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir tersebut.  (yad)

Intensitas Hujan Tinggi, Sungai Bengawan Solo dan Kali Lamong di Gresik Meluap, Ratusan Rumah Tergenang Banjir  Selengkapnya