Bupati Gresik Buka Festival Menjadi Gresik, Nguri-uri Budaya hingga Kuliner

GRESIK,1minute.id – Gresik tidak hanya dibentuk oleh sejarah besar, bangunan tua, perkembangan industri, atau catatan resmi. Di balik semua itu, kehidupan sehari-hari warganya menyimpan pengetahuan yang tak kalah penting: ingatan, cerita, makanan, benda, kebiasaan, serta praktik sosial yang diwariskan dan terus berubah dari waktu ke waktu.

Gresik sebagai Kota memasuki usia 539 tahun dan sebagai Kabupaten “baru” berusia 52 tahun pada 2026 ini memiliki banyak cerita yang tumbuh dari perjalanan sejarah, budaya, hingga tradisi kulinernya. Nguri-uri tersebut kembali dihadirkan dalam Festival Menjadi Gresik yang digagas Yayasan Gang Sebelah di Kampung Kemasan Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.  Rangkaian pembukaan diawali dengan fine dining bertajuk “Menjadi Gresik” melalui program Dapur Saji. Bupati Yani bersama tamu undangan diajak menikmati tiga kuliner yang memiliki keterkaitan dengan identitas dan sejarah Gresik, yakni bubur romoo, bandeng keropok, dan jenang jubung.

Ketiganya disajikan dengan pendekatan berbeda. Bubur romoo dipincuk menggunakan daun api-api atau mangrove. Bandeng keropok menggunakan bandeng tanpa duri yang di-grill dengan daun pisang. Sementara jenang jubung dihadirkan sebagai isian pia.

Penyajian tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Gresik melalui pendekatan yang lebih kreatif. Di balik setiap sajian, terdapat cerita mengenai tradisi, kebiasaan, dan perjalanan masyarakat Gresik yang terus diwariskan hingga hari ini.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengapresiasi inisiatif Yayasan Gang Sebelah yang menghadirkan sejarah Gresik melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. “Alhamdulillah, malam ini kita bisa melihat langsung sejarah yang telah dikumpulkan oleh teman-teman komunitas seni dari Yayasan Gang Sebelah. Kita bisa bernostalgia melihat masa lalu Gresik, sejarah Gresik yang begitu luar biasa,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, memahami sejarah penting bagi generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar dalam melihat perkembangan Gresik ke depan. Terlebih, perjalanan Gresik sebagai kota pelabuhan telah membentuk masyarakat dengan keragaman budaya, etnis, kuliner, dan tradisi.

“Sejarah adalah masa depan kita. Kita bisa melihat Gresik tempo dulu, Gresik yang begitu luar biasa. Gresik sebagai kota pelabuhan tentu memiliki perpaduan budaya, etnis, kuliner, dan macam-macam kekayaan yang bisa kita lihat,” katanya.

Ia menilai kuliner menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan tersebut. Bubur roomo, bandeng keropok, dan jenang jubung bukan hanya makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena hingga kini masih menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Makanan-makanan ini usianya mungkin sudah berpuluh tahun, bahkan bisa lebih tua daripada saya. Tetapi sampai hari ini masih bisa memberikan dampak dan manfaat. Masih banyak masyarakat Gresik yang hidup dari proses kuliner tadi,” ujar Bupati.

Karena itu, ia mendorong agar warisan budaya dan kuliner Gresik tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Pelestarian perlu dilakukan dengan cara yang membuatnya tetap dikenal, dinikmati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita semua terus melestarikan apa yang menjadi warisan budaya yang sampai hari ini bisa kita lihat, bisa kita rasakan, punya dampak, punya manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Usai mengikuti fine dining, Bupati Yani meninjau pameran seni yang menampilkan berbagai karya dan cerita mengenai Gresik.

Direktur Festival Menjadi Gresik Hidayatun Hikmah mengatakan, gagasan festival telah dibicarakan selama sekitar dua hingga tiga tahun sebelum akhirnya dapat terlaksana tahun ini.

Festival tersebut, katanya, lahir dari keinginan untuk mengajak masyarakat mencintai Gresik melalui berbagai cara dan perspektif. “Kami ingin mengajak teman-teman lebih mencintai Gresik melalui caranya masing-masing, melalui bidang keilmuannya masing-masing, melalui apa yang dirasakan masing-masing,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah riset gastronomi. Makanan dipilih karena menjadi bagian yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Bagi kami, Gresik adalah dapur, tempat segalanya dimulai kemudian disajikan. Makanya kami memilih tema Dapur Saji,” katanya.

Tidak berhenti pada gastronomi, Festival Menjadi Gresik juga menghadirkan studi kultural yang melibatkan kelompok lintas disiplin. Sebanyak delapan kelompok dari kalangan seniman, sekolah, perguruan tinggi, hingga duta wisata akan mempresentasikan hasil riset dan karya mereka selama festival berlangsung.

Menurut Hidayatun, keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Gresik memiliki sejarah dan kebudayaan yang dapat dibaca dari banyak perspektif. 

“Literasi di sini tumbuh dengan baik. Kita punya banyak sejarah, kaya akan kebudayaan yang sangat beragam dan sangat bisa kita sajikan dengan berbagai macam cara,” ujarnya.

Melalui Festival Menjadi Gresik, Yayasan Gang Sebelah berharap berbagai cerita tentang Gresik dapat kembali hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menemukan cara baru memahami dan mencintai Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Buka Festival Menjadi Gresik, Nguri-uri Budaya hingga Kuliner Selengkapnya

Bupati Gresik Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 3 Siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengukuhkan 75 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik 2026 di Aula Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Pengukuhan berlangsung khidmat dan  haru ketika memasuki prosesi mencium bendara Merah Putih sebagai simbol kesetiaan kepada NKRI.. Pengukuhan ini menandai kesiapan mental dan fisik para pelajar terpilih untuk mengemban tugas bersejarah mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Gresik.

Sebanyak 75 anggota yang dikukuhkan merupakan pelajar SMA/SMK/MA sederajat dan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik yang melewati seleksi ketat sejak awal tahun. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat para anggota Paskibraka mengucapkan Ikrar Putra Indonesia. Mereka kemudian mencium bendera Merah Putih satu per satu sebagai simbol kesetiaan kepada NKRI.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam amanatnya memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putri terbaik Gresik. Pihaknya juga mendoakan kepada seluruh anggota Paskibraka bisa mewujudkan cita-citanya dan diberikan kelancaran dalam bertugas nanti saat upacara HUT ke-81 RI yang dilaksanakan di halaman Kantor Pemkab Gresik.

“Kalian adalah putra-putri pilihan terbaik. Tugas mengibarkan bendera pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI bukan sekadar tugas seremonial, melainkan bentuk pengabdian nyata serta wujud kehormatan yang luar biasa kepada daerah, bangsa, dan negara,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Yani menambahkan, pengalaman menjadi Paskibraka hendaknya menjadi modal penting bagi para anggota untuk terus berkembang, berprestasi, dan mengambil peran positif di tengah masyarakat. “Saya berharap, hasil pendidikan, latihan maupun saat masa karantina yang telah dilaksanakan selama ini benar-benar menjiwai sikap dan perilaku kalian. Jadilah contoh dan teladan yang baik bagi pelajar serta generasi muda lainnya,” tutup Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani ini.

Tiga siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik tidak dapat menyembunyikan rasa bangga mereka setelah terpilih menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Proses seleksi yang ketat dan kompetitif berhasil mereka lalui dengan disiplin tinggi dan kerja keras selama berbulan-bulan. Prestasi gemilang ini menjadi catatan sejarah baru bagi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang baru saja diresmikan secara permanen.

Akmalindo Kurniawansah, salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi asal Bawean yang berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka, mengaku bangga bisa terpilih menjadi bagian dari pengibar bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-81 RI di Kabupaten Gresik. “Mudah-mudahan prestasi ini dapat menjadi motivasi teman-teman yang lain untuk membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk meraih mimpi menyambut masa depan,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Kukuhkan 75 Anggota Paskibraka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 3 Siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik Selengkapnya

Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Peninggalan Sunan Giri, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri rangkaian tradisi Rebo Wekasan yang digelar masyarakat Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Tradisi Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (terakhir) di bulan Safar 1448 Hijriah dipusatkan di kawasan Telaga Sumber ( salah satu telaga peninggalan Sunan Giri atau Muhammad Ainul Yaqin) di Dusun Sumber, Desa Kembangan tersebut diikuti ratusan warga. Warga tumplek-blek untuk doa bersama untuk memohon kesehatan, keselamatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan. 

Selain Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani,  kegiatan rutin tahunan sebagai wujud wujud rasa syukur kepada sang Khaliq dihadiri Kepala Desa Kembangan Ngadimin, Forkopimcam Kebomas, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kiai, serta sejumlah unsur masyarakat. Salah satu ulama yang hadir sekaligus memberikan tausiah adalah KH Ahmad Zakaria Al-Anshori.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hingga kini konsisten menjaga tradisi Rebo Wekasan secara turun-temurun. Menurutnya, tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kerukunan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pagi ini kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat hadir bersama dalam majelis Rebo Wekasan, Rabu terakhir,” ujar Bupati Gresik.

Bupati menjelaskan bahwa pelestarian tradisi dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan yang disesuaikan dengan karakter dan kearifan lokal masing-masing wilayah. Di Dusun Sumber, rangkaian Rebo Wekasan diisi dengan Mahalul Qiyam, doa bersama, serta kegiatan keagamaan lainnya.

“Macam-macam cara merawat tradisi. Di Sumber tadi ada Mahalul Qiyam bersama panitia dan adik-adik. Di Suci juga macam-macam. Alhamdulillah, tujuannya satu, mudah-mudahan kita semua mendapatkan rida Allah SWT,” tutur Gus Yani. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa doa  dan selamatan dalam tradisi Rebo Wekasan dapat menjadi momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta mendoakan keluarga dan seluruh masyarakat. “Yang sakit mudah-mudahan mendapatkan kesembuhan. Yang rezekinya mampet, mudah-mudahan dibukakan oleh Allah rezeki yang barokah,” katanya.

Selain pelestarian budaya, Bupati Gresik juga mengajak masyarakat Desa Kembangan untuk terus menjaga kerukunan, saling mendukung, dan memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, semangat kebersamaan perlu terus dibangun melalui berbagai kegiatan masyarakat, termasuk rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan dan perlombaan.

“Mudah-mudahan Desa Kembangan rukun semuanya, saling support dan gotong royong. Biasanya kalau 17-an banyak lomba. Mudah-mudahan lomba-lomba dan kegiatan seperti ini bisa mengguyubkan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Sementara itu, Telaga Sumber yang menjadi lokasi pelaksanaan Rebo Wekasan memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal bagi masyarakat setempat. Telaga yang berada di kawasan Dusun Sumber tersebut secara turun-temurun dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan air hingga mendukung pengairan pertanian masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan Rebo Wekasan juga diisi dengan tausiah oleh KH Ahmad Zakaria Al-Anshori. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan keagamaan mengenai pentingnya ikhtiar dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, sekaligus mengajak masyarakat memperbanyak doa dan selawat.

Salah satu rangkaian yang dilakukan adalah pembacaan Sholawat Tibbil Qulub sebagai bagian dari ikhtiar dan doa untuk kesehatan serta kebaikan bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan santunan dan makan bersama. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Kembangan.

Selain rangkaian doa dan selamatan, Panitia Sedekah Bumi Dusun Sumber, Desa Kembangan, juga menghadirkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Jimat Layang Kalimosodo” di halaman Telaga Sumber. Pagelaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian Sedekah Bumi sekaligus bentuk upaya masyarakat dalam melestarikan seni dan kebudayaan lokal.

Melalui pelaksanaan Rebo Wekasan dan Sedekah Bumi, masyarakat Desa Kembangan menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dan kebudayaan lokal dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar kearifan lokal tetap terjaga sebagai bagian dari identitas masyarakat, sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kerukunan, dan semangat gotong royong. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rebo Wekasan di Telaga Sumber, Peninggalan Sunan Giri, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Rawat Tradisi dan Perkuat Kerukunan Selengkapnya

Pemkab Gresik dan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berkolaborasi dengan PT Smelting memperkuat sinergi penyelamatan lingkungan pesisir melalui Kick Off Program Konservasi Mangrove dengan penanaman 10.000 bibit mangrove di Dusun Ujung Timur (Brang Wetan), Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Langkah strategis mengusung tema “Pesisir Lestari – Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga ekosistem pesisir dari ancaman abrasi sekaligus mengamankan ruang hidup generasi masa depan di wilayah pesisir. 

Acara kick off ini dihadiri langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik Sri Subaidah beserta jajaran manajemen PT Smelting, perangkat desa, dan komunitas peduli lingkungan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memitigasi dampak perubahan iklim. Dikatakan, pemilihan Desa Randuboto sebagai pusat gerakan dinilai sangat tepat karena kawasan ini memiliki potensi ekologis besar yang perlu dilindungi secara berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih  kepada PT Smelting yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Gresik,” ujarnya. 

Menurutnya,  wilayah pesisir memiliki arti yang sangat penting, karena pesisir bukan hanya ruang ekologis, tetapi juga menjadi ruang kehidupan dan sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, menjaga ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab kita bersama, mangrove memiliki peran yang sangat strategis, membantu melindungi pantai dari abrasi, menjadi tempat hidup berbagai jenis biota, menjaga  kualitas ekosistem pesisir, serta berperan dalam  menyerap karbon dan menghadapi dampak perubahan iklim. 

“Kegiatan yang kita lakukan hari ini bukan  sekadar menanam 10.000  bibit mangrove. Kita sedang menanam perlindungan bagi pesisir Gresik, menanam kepedulian terhadap lingkungan, dan menanam harapan untuk generasi yang akan datang,” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menilai, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih besar karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, masyarakat, komunitas, hingga anak-anak dan generasi muda. Inilah semangat yang harus terus kita bangun di Kabupaten Gresik, yaitu kolaborasi dan gotong royong dalam menjaga lingkungan.

Ia menambahkan pemerintah tidak mungkin  bekerja sendiri, dunia usaha memiliki peran, masyarakat memiliki peran, komunitas memiliki peran, dan generasi muda juga memiliki peran. Karena itu, saya berharap program “Pesisir Lestari” ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman hari ini. Yang  lebih penting adalah  bagaimana setelah  ditanam, mangrove ini kita rawat dan kita jaga bersama. 

“Saya berharap Pemerintah Desa Randuboto bersama masyarakat dan kelompok pengawas dapat terus melakukan pemeliharaan dan pengawasan. Sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ucap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Ia mengharapkan ke depan, kawasan mangrove ini juga dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi lingkungan, kawasan konservasi, dan potensi ekowisata berbasis masyarakat. Sehingga kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Target kita harus berdampak kepada keberlanjutan di masyarakat terutama menurunkan kemiskinan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir,” harapnya.

Pihaknya mengajak untuk menjadikan momentum hari ini sebagai langkah bersama untuk memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Gresik. Mari tanam mangrove, rawat, dan jaga bersama. Karena apa yang kita tanam hari ini, manfaatnya mungkin bukan hanya untuk kita, tetapi terutama untuk anak cucu kita di masa yang akan datang. 

“Karena kita tidak ingin mewariskan hanya  pembangunan kepada generasi mendatang. Kita  juga harus mewariskan lingkungan yang sehat,  pesisir yang terlindungi, dan alam yang tetap lestari,” tambahnya. 

“Semoga  program “Pesisir Lestari-Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat Kabupaten Gresik,” tutupnya. 

Di tempat sama, Presiden Direktur PT Smelting Darma Djojonegoro, mengatakan bahwa kontribusi penanaman 10.000 bibit mangrove ini bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan investasi lingkungan jangka panjang. Selain berfungsi sebagai benteng alami penahan gelombang laut, hutan mangrove yang lestari nantinya diharapkan dapat menjadi pusat edukasi lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis ekowisata bagi warga Sidayu.

Pihaknya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Ia menambahkan, tahun ini PT Smelting memperingati HUT ke 30 dimana ini tidak dapat dipisahkan dengan Pemkab Gresik dalam tumbuh dan berkembang. Dalam menjaga lingkungan di masyarakat pihaknya bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai salah satu wujud nyata atas keberlanjutan lingkungan. 

“Mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga lingkungan dan masyarakat sesuai tagline “Menjaga Mangrove Mengamankan Generasi Mendatang”. Keberhasilan ini tidak dapat dicapai sendiri tanpa kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra menambahkan, Pemerintah Desa Randuboto, terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan pesisir di wilayahnya. Upaya nyata ini dibuktikan dengan perlindungan kawasan hutan mangrove seluas 200 hektare secara utuh dan berkelanjutan sejak lebih dari satu dekade lalu. “Desa Randuboto mempunyai kawasan mangrove seluas 200 hektare, dan ini sudah kita jaga utuh mulai dari tahun 2013,” ujarnya. 

Menurut Andhi, langkah konsisten sejak tahun 2013 tersebut berhasil mempertahankan fungsi utama mangrove sebagai benteng alami dari abrasi pantai. Selain berdampak positif bagi lingkungan, kelestarian mangrove juga menjadi modal berharga bagi desa dalam mengembangkan potensi ekowisata berbasis lingkungan serta menjaga produktivitas biota laut yang menjadi sumber penghasilan nelayan lokal.

“Komitmen menjaga ekosistem pesisir ini bukan hal baru bagi warga kami. Seluruh elemen masyarakat telah bergerak bersama untuk memastikan agar mangrove tetap tumbuh lestari,” singkatnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik dan PT Smelting Kick Off Program Pesisir Lestari Tanam 10.000 Mangrove  Selengkapnya

Pemkab Gresik Perkuat Kompetensi Santri dan Siswa SMK berbasis Pesantren Kebutuhan Dunia Industri

GRESIK,1minute.id –  Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar  mendorong pertumbuhan industri di Kabupaten Gresik berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting agar masyarakat lokal dapat mengambil peluang kerja dari perkembangan industri di daerah.

“Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi masyarakat di sekitarnya justru tertinggal. Ini yang harus kita koreksi. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya mengandalkan trickle down effect,” ujar Cak Imin, sapaan akrab, A. Muhaimin Iskandar saat mengunjungi Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, Kabupaten, Jawa Timur pada Sabtu, 8 Agustus 2026. 

Menurutnya, pesantren dapat menjadi salah satu pusat pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan pendidikan, dunia kerja, UMKM, dan akses ekonomi. Karena itu, penguatan kompetensi santri dan siswa SMK berbasis pesantren perlu diselaraskan dengan kebutuhan dunia industri.

“Pesantren harus menjadi pusat pemberdayaan. Bukan hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga membuka akses kerja dan kemudahan berusaha bagi masyarakat,” imbuhnya. 

Penguatan akses kerja tersebut dilakukan melalui link and match SMK berbasis pesantren dengan dunia industri. Dari 62 SMK di Kabupaten Gresik, sebanyak 35 di antaranya berbasis pesantren dengan sekitar 7.883 siswa. Kerja sama vokasi diarahkan untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, memperkuat sertifikasi, serta membuka akses penempatan kerja.

“Anak-anak SMK berbasis pesantren harus memiliki akses yang sama ke dunia industri. Jangan sampai industri tumbuh besar, tetapi lulusan di sekitarnya tidak terserap karena kompetensinya tidak tersambung dengan kebutuhan industri,” tegas Cak Imin.

Cak Imin mengatakan Gresik memiliki modal sosial yang besar dengan 211 pesantren dan sekitar 10.857 santri. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan kekuatan industri dan peluang ekonomi agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui Tim Vokasi Daerah serta kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik.

“Pengembangan konsep sosio-ekonomi pesantren ini kami implementasikan melalui kerja sama Tim Vokasi Daerah, yaitu diketuai oleh Pak Sekda. Kemudian MoU dengan Kadin Kabupaten Gresik untuk mendampingi pemberdayaan talenta, skill dan kompetensi yang sasarannya adalah SMK,” kata Gus Yani, sapaan karib, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, penguatan kompetensi tersebut menyasar SMK yang berada di lingkungan pesantren maupun SMK di luar pesantren. Pemkab Gresik tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa dan talenta siswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

“Kami ingin ada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, peningkatan skill, peningkatan bahasa, semuanya ditujukan kepada masyarakat Kabupaten Gresik agar tumbuh kembang bersama antara industri yang disampaikan oleh Pak Menko dengan kompetensi yang ada melalui anak-anak SMK,” ujarnya.

Gus Yani menilai kebutuhan peningkatan kompetensi semakin penting seiring berkembangnya investasi di Kabupaten Gresik. Masuknya investasi dari luar negeri, termasuk China, menurutnya harus diikuti dengan kesiapan tenaga kerja lokal agar masyarakat Gresik dapat mengambil peluang kerja yang tersedia.

Ia mencontohkan kemampuan bahasa asing sebagai salah satu kompetensi tambahan yang perlu dimiliki lulusan SMK untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan industri. “Oh, ternyata teknologinya cukup tinggi. Investasinya China, minimal lulusan SMK itu bisa bahasa China, minimal lulusan SMK itu punya talenta-talenta terbaik,” pungkasnya

Untuk mendukung penguatan kompetensi tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan dukungan anggaran melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Melalui penguatan pendidikan vokasi, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pemberdayaan pesantren, Pemkab Gresik berupaya memastikan perkembangan industri di daerah turut membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat lokal. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Perkuat Kompetensi Santri dan Siswa SMK berbasis Pesantren Kebutuhan Dunia Industri Selengkapnya

Di Gerakan Jumat Asri, Bupati Gresik  Ingatkan Dampak Perubuhan Iklan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin Gerakan Jumat Asri di area Pasar Krempyeng Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan bersih-bersih area pasar tradisional menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta warga masyarakat bergotong royong sebagai wujud mengisi kemerdekaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, agar Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman perubahan iklim global melalui aksi nyata. Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan tantangan nyata yang sedang dihadapi saat ini. Fenomena cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, hingga peningkatan suhu udara menjadi bukti nyata bahwa ekosistem bumi sedang mengalami tekanan besar. “Gerakan Jumat Asri tidak boleh hanya sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan harus menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat,” harapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong melalui gerakan Jumat Asri. Dikatakan, aksi nyata ini digelar sebagai bentuk dukungan daerah terhadap program prioritas Presiden yang berfokus pada peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Isu hari ini adalah perubahan iklim, dan diperkirakan tahun ini memasuki musim kemarau panjang, apa yang kita perlu siapkan tentu kembali ke kondisi lingkungan kita. Untuk itu kita melaksanakan program Presiden untuk bersama-sama lebih peduli dan lebih melihat lingkungan di sekitar kita,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

“Saya mengajak seluruh elemen di Kabupaten Gresik melaksanakan gotong royong gerakan bersama. Ini bisa dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri, RT, RW maupun desa dan mudah-mudahan Kabupaten Gresik semakin menjadi kota yang aman, sehat, resik dan indah,” tambahnya.

Bupati Yani menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Gerakan Jumat Asri dirancang sebagai wadah kolaborasi yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, hingga warga di tingkat RT maupun RW.

Melalui sinergi massal ini, mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dapat mengakar kembali menjadi budaya sehari-hari. Menurut Bupati, langkah ini juga dinilai strategis untuk mengantisipasi bencana ekologis seperti banjir sekaligus mewujudkan ruang publik yang sehat, bersih, dan nyaman bagi generasi mendatang.

“Mari jadikan kebersihan sebagai budaya dan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan kepedulian kita terhadap masa depan bumi,” tutup Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah mengatakan gerakan Jumat Asri ini selain dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, juga merupakan tindak lanjut nyata dari kebijakan penataan lingkungan berkala yang diinstruksikan oleh Bupati Gresik guna menjaga kualitas kebersihan wilayah.

“Kegiatan dipusatkan di Pasar Baru Gresik dan Pasar Krempyeng Kecamatan Gresik ini untuk menciptakan area publik yang tertib dan nyaman dimulai dari penanaman pohon, pembersihan dan pemilahan sampah, rumput liar, serta normalisasi drainase,” singkatnya (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Di Gerakan Jumat Asri, Bupati Gresik  Ingatkan Dampak Perubuhan Iklan  Selengkapnya

Mensos Syaifullah Yusuf Apresiasi Pemkab Gresik dalam Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat bagi Keluarga Prasejahtera

GRESIK,1minute.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Fandi Akhmad Yani atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam melakukan penjangkauan aktif untuk memenuhi kuota siswa-siswi Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikan Mensos Saifullah Yusuf saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu pada Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, proses rekrutmen calon murid Sekolah Rakyat menggunakan pola penjangkauan terhadap keluarga miskin. Pihaknya menegaskan tidak ada praktik titip-titipan atau percaloan dalam proses rekrutmen calon murid Sekolah Rakyat. “Tidak ada titip-titipan dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Tidak ada titipan gubernur, bupati, camat, atau kepala desa,” tegas Gus Ipul, sapaan akrab, Syaifullah Yusuf. 

Gus Ipul menjelaskan, untuk tahun ajaran baru di Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 405 siswa resmi memulai aktivitas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Permanen. Distribusi peserta didik terbagi secara merata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni 90 siswa Sekolah Dasar (SD), 90 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 90 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), termasuk 75 SRMA dan 60 siswa titipan dari Lamongan.

“Terima kasih Bupati Gresik, meskipun pembangunan SRT belum rampung 100% namun sudah bisa ditempati dan memenuhi kuota di masing-masing jenjang. Sebelum memasuki kegiatan belajar-mengajar secara penuh, seluruh siswa diwajibkan mengikuti rangkaian MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta kehidupan di sekolah berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Selain itu, ia melanjutkan, untuk MPLS di Sekolah Rakyat  tahun ajaran 2026/2027 ini ada Program Taruna Bhakti Akademi Militer TNI dan Akademi Kepolisian yang ditempatkan di Sekolah Rakyat. Lebih dari 1.000 taruna dari Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) terpilih mengikuti program tersebut. Sebanyak lima taruna ditempatkan di setiap titik Sekolah Rakyat untuk melaksanakan pendampingan selama lima hari.

“Penempatan taruna Akademi TNI dan Akpol melalui Program Taruna Bhakti bertujuan membangun fondasi karakter, melatih kemandirian, serta menjadi teladan bagi siswa Sekolah Rakyat selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” tegasnya.

Ia menambahkan, konsep Sekolah Rakyat menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Target sasaran Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem agar mereka mendapatkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan. Program ini bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah Rakyat dimulai sejak 2025 dengan beroperasinya sekolah rintisan di 166 lokasi dengan sekitar 15.000 siswa baik jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekarang, anak-anak yang dahulu putus harapan kini Sekolah Rakyat menjawab mereka dalam meraih impian dan cita-citanya,” tutup Gus Ipul.

MPLS siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai Jumat, 31 Juli 2026 hingga 21 Agustus 2026. Sekolah berasrama gratis menempati lahan seluas  6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas telah berdiri. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, aula berkapasitas 1000 tempat duduk , laboratorium, perpustaan, masjid hingga lapangaa sepak bola. 

Di tempat sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan jika keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, terutama yang termasuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Sekolah Rakyat ini memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga yang belum beruntung. Termasuk mereka dari keluarga miskin ekstrem, untuk belajar dan berpeluang menjadi orang sukses di masa depan. Ini adalah mandat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas beroperasinya gedung permanen tersebut. Menurut Gus Yani, sapaan akrab bupati, Sekolah Rakyat Terintegrasi merupakan program prioritas hasil kolaborasi nyata dengan pemerintah pusat guna memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas.

“Alhamdulillah ada 405 siswa dengan rincian dari SD, SMP, SMA masing-masing 90 juga ada 75 siswa SRMA yang sudah berjalan satu tahun serta 60 anak dari Kabupaten Lamongan. Melalui sekolah berasrama gratis ini, kita ingin melahirkan generasi unggul yang berkarakter kuat. Kami memadukan kurikulum standar nasional dengan kearifan lokal yang religius agar para siswa siap menghadapi masa depan,” ujar Gus Yani di sela-sela peninjauan lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik dr. Ummi Khoiroh. Selain meninjau fasilitas Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare, juga mengajak berdialog langsung dengan para siswa.

Turut mendampingi kunjungan kerja Mensos RI Saifullah Yusuf, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik Rangga Pratama, Pendamping Keluarga Harapan (PKH), serta TAGANA jajaran Dinas Sosial Kabupaten Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mensos Syaifullah Yusuf Apresiasi Pemkab Gresik dalam Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat bagi Keluarga Prasejahtera Selengkapnya

Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat

GRESIK1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif menyalurkan bantuan stimulan material bangunan kepada warga korban kebakaran di Desa Sembayat, Kecamatan Manyar pada Jumat, 31 Juli 2026. Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memberikan bantuan logistik kepada korban. 

Kebakaran yang terjadi di Jalan Manunggal, Desa Sembayat Kecamatan Manyar,  Kabupaten Gresik pada Kamis, 23 Juli 2026 tersebut selain menghanguskan 4 rumah warga juga menghanguskan sebagian fasilitas umum yaitu Musala Darul Ikhsan. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami para warga, dan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban. Ia juga mengapresiasi kepedulian berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, yang turut membantu penanganan para korban. 

“Kami sangat prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga kita. Mudah-mudahan bantuan stimulan berupa material ini dapat sedikit meringankan beban para korban,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Suyono, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukardi, Forkopimcam Manyar, serta Kepala Desa Sembayat, Amin beserta perangkat dan BPD menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. 

Menurutnya, kehadiran pemerintah tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan para korban mendapatkan pendampingan dan dukungan agar dapat segera bangkit serta melanjutkan kehidupan secara normal.

“Anggaran bantuan dari pemerintah daerah tidak hanya terbatas bagi korban musibah kebakaran, namun berlaku adil juga disalurkan untuk warga yang terdampak musibah angin puting beliung maupun banjir,” ungkapnya.

Selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat, Bupati dan Wakil Bupati Gresik juga menyempatkan diri berdialog dengan warga untuk mendengarkan secara langsung kondisi yang mereka alami pascabencana. Serta memberikan semangat agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Sarwedi, 65, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang sudah diberikan Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah sudi datang dan berkunjung ke rumah kami yang kebakaran,” tururnya.

“Kami sekeluarga juga mengucapkan terima kasih atas bantuan berupa kasur, logistik, sembako, dan makanan dari BPBD dan Pemdes Sembayat, serta bantuan stimulan tanggap bencana dari Pemkab Gresik,” ungkapnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Stimulan Material Untuk Korban Kebakaran Sembayat Selengkapnya

Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera 

GRESIK,1minute.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik dimulai pada Jumat, 31 Juli 2026. Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif hadir luar lingkungan (luring) atau hadir langsung di sekolah berlokasi di Jalan Raci Cendana Pekuncen, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu.

Sedangkan, Menteri Sosial (Kemensos) Syaifullah Yusuf dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir secara dalam jaringan alias daring. Pembukaan MPLS di gedung baru dan permanen Ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,

MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik Tahun ajaran 2026/2027 diikuti 330 siswa jenjang SD, SMP dan SMA. Rinciannya, masing-masing jenjang sebanyak 90 siswa. Serta, 60 siswa SR dari Lamongan. Tahun 2025/2026 SRMA Gresik untuk jenjang SMA berjumlah 75 siswa. Sehingga, jumlah siswa SRT 1 Gresik berjumlah 405 siswa. 

MPLS dipusatkan di Aula Sekolah yang bisa menampung seribu lebih tempat duduk. Gedung permanen SRT 1 Gresik berdiri diatas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 19 dari 26 gedung atau fasilitas sekolah telah selesai pengerjaan. Fasilitas itu, antara lain, ruang kelas, gedung asrama, gedung laboratorium, perpustaan, masjid, hingga lapangan sepak bola.  

Sekolah boarding atau berasrama dengan fasilitas sangat lengkap ini semuanya gratis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. 

Pembukaan MPLS SRT 1 Gresik ditandai dengan pengalungan tanda pengenal siswa secara simbolis di semua jenjang SD hingga SMA yang dilakukan Bupati Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution serta undangan lainnya dari Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Lamongan. MPLS akan berlangsung 31 Juli sampai 21 Agustus 2026.

Performance MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sebelumnya, ada performance siswa kelas XI SR SMA. Mereka tampil percaya diri dengan menggunakan lima siswa dengan lima bahasa, yakni, Jawa, Prancis, Inggris, Tagalok dan Bahasa Arab. Ada juga, paduan suara dan puisi. Penampilan siswa ini berbeda saat awal mereka masuk di SMA Sekolah Rakyat membuat para undangan seakan terhipnotis. 

Penampilan mereka seakan telah berubah 180 derajat, percaya diri dibandingkan awal mereka sekolah. “Alhamdulillah, hari ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik resmi beroperasi. Ini bukan sekadar bangunan baru, melainkan rumah kedua bagi anak-anak kita untuk menimba ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun masa depan,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas berdirinya lembaga pendidikan ini. Sekolah Rakyat, kata dia, hadir sebagai wujud kepedulian agar tidak ada satu pun anak di Gresik yang terhalang cita-citanya karena keterbatasan. 

“Program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. SR hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau, dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar,” ujarnya.

Bupati Gresik menyampaikan selamat datang kepada seluruh calon peserta didik dan orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Gresik. Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa karena menjadi awal perjalanan pendidikan bagi anak-anak.

“Momentum ini bukan sekadar membuka tahun ajaran baru, tetapi juga meneguhkan komitmen kita bersama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sebagai fondasi terwujudnya Gresik Baru Lebih Maju. Yaitu Gresik yang semakin maju pembangunan manusianya, semakin kuat daya saingnya, semakin inklusif pembangunannya, serta semakin sejahtera masyarakatnya,” harapnya.

(kiri-kanan) Kadis CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir (baju putih) , Bupati Gresik Fandi Akhmad dan Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu bersama siswa baru jenjang SD Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Pemerintah Kabupaten Gresik juga memastikan fasilitas di Sekolah Rakyat terus disempurnakan, mulai dari ruang kelas yang nyaman, perpustakaan, laboratorium, hingga sarana ibadah dan olahraga. Dukungan tenaga pendidik yang profesional juga disiapkan agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan menyenangkan.

“Sekolah Rakyat Sidayu adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghadirkan pendidikan yang merata, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh anak di wilayah kita. Tidak ada satu pun anak Gresik yang tertinggal dalam menuntut ilmu,” katanya. 

“Saya berharap Sekolah Rakyat terus menjadi kebanggaan warga Sidayu, melahirkan generasi penerus yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga kuat imannya, santun akhlaknya, dan mampu membawa Gresik semakin maju dan sejahtera di masa depan,” imbuhnya. 

Ia melanjutkan, kurikulum yang diterapkan akan memadukan standar pendidikan nasional dengan nilai-nilai kearifan lokal serta penguatan karakter dan wawasan kebangsaan. Kearifan lokal, misalnya, hafidz.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang bermutu. Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan yang berkualitas, mengurangi kemiskinan, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif (kiri) dan Kepala SRT 1 Grsik Rangga Pratama Wahyu saat memberikan Keterangan Pers usai pembukaan MPLS pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Sekolah Rakyat program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini dibangun di atas tanah seluas 6,5 hektare menampung 405 siswa. Sebanyak 90 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Selain itu, terdapat pula 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik,” terangnya.

Bupati Yani menambahkan, keberadaan sekolah rakyat bukan hanya menjadi program pemerintah. Melainkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, masyarakat, dan keluarga untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh masa depan yang lebih baik.

Dikatakan, pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Untuk itu, Pemkab Gresik terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah satu investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air.

“Inilah investasi terbaik yang kita siapkan menuju Indonesia Emas 2045,ketika bangsa Indonesia memasuki satu abad kemerdekaan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global,” katanya. 

Sementara itu, Kepala SRT 1 Gresik Rangga Pratama Wahyu menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolah rakyat adalah : belajar, tumbuh, mengasah otak dan ketrampilan. “Selamat datang bagi calon murid di Sekolah Rakyat, dengan harapan lulusan SR bisa lancar membaca Al Qur’an dan bisa masuk perguruan tinggi favorit, dan konsen dalam trilogi : menjangkau yg tidak terjangkau, memungkinkan yang tidak mungkin, memuliakan masyarakat,” paparnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Gresik Asluchul Alif menyapa calon siswa jenjang SMA SRT 1 Gresik dalam pembukaan MPLS SRT 1 Gresik pada Jumat, 31 Juli 2026 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Sosial Umi Khoiroh menyampaikan tahun ajaran baru 2026/2027, Sekolah Rakyat Gresik menerima siswa tingkat SD sebanyak 90 siswa, untuk tingkat SMP sebanyak 90 siswa, dan untuk tingkat SMA sebanyak 90, sementara ada titipan 60 siswa dari Kabupaten Lamongan.

“Hingga saat ini, ada 19 gedung yang siap di gunakan dalam proses belajar mengajar dilingkungan sekolah rakyat, mulai ruang kelas, asrama, masjid, aula, ruang olahraga indoor, dan lain-lain, dengan harapan siswa menikmati belajar dilingkungan sekolah rakyat,” paparnya.

Dalam kesempatsn tersebut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melakukan daring atau zoom dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan juga dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, akan membantu sarung bagi siswa laki-laki dan mukena bagi siswa perempuan.

Bagaimana tanggapan orang tua siswa SRT 1 Gresik? Bayu Dewangga Putra, 33, mengaku senang anaknya bisa masuk SRT 1 Gresik. “Saya sedih tapi bangga. Sedih karena berpisah dengan anak. Tapi demi masa depannya apalagi fasilitas sekolah sangat lengkap dan gratis saya senang,” ujar bapak dua anak asal Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik ini. (adv/yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Buka MPLS Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung baru, Wujudkan Mimpi Anak Keluarga Prasejahtera  Selengkapnya

Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik untuk membangun iklim investasi yang tidak hanya mengejar besarnya modal yang masuk, tetapi juga memastikan kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam The 1st Gresik Business Forum bertema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik” yang digelar Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada Kamis, 30 Juli 2026.

Forum ini mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha, asosiasi dunia usaha, kawasan industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, investasi yang masuk ke Gresik harus dilihat lebih luas dari sekadar angka realisasi. Investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat UMKM lokal, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Fandi Akhmad Yani.

Hingga semester pertama 2026, realisasi investasi di Kabupaten Gresik telah mencapai sekitar Rp 11,4 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mengejar target investasi sebesar Rp 30 triliun pada tahun ini.

Ia mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Di tengah situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, menurutnya, Gresik harus mampu memberikan pelayanan dan kepastian terbaik agar tetap kompetitif sebagai tujuan investasi.

Gresik memiliki modal kuat untuk itu. Selain posisi geografis yang strategis, daerah ini ditopang kawasan industri, pelabuhan, ketersediaan energi, air dan gas, serta infrastruktur yang terus dikembangkan.

Namun, Bupati Yani menekankan bahwa kekuatan tersebut harus diikuti dengan kepastian tata ruang dan birokrasi yang responsif. Pemerintah daerah terus mendorong penyelesaian tata ruang agar investor memiliki kepastian mengenai kawasan yang dapat dikembangkan.

“Kita berangkat dari tata ruang karena dari tata ruang itu ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Jelas, tidak tumpang tindih, tidak abu-abu,” katanya.

Komitmen yang sama berlaku dalam pelayanan perizinan. Bupati meminta seluruh perangkat daerah memberikan pelayanan yang cepat, terbuka, dan solutif kepada pelaku usaha. “Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Kabupaten Gresik. Kalau ada yang kurang, dilengkapi, cepat selesai, keluar. Kalau ada yang lama, silakan ngomong ke saya,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Yani juga menekankan bahwa investasi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemkab Gresik mendorong kemitraan antara industri dengan UMKM lokal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, hingga kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan dan sampah.

Salah satu gagasan yang didorong adalah pengembangan platform marketplace UMKM yang dapat menghubungkan produk pelaku usaha dari berbagai desa dengan kebutuhan perusahaan dan tenant kawasan industri. Transaksi kemitraan tersebut nantinya dapat tercatat dan diukur sehingga kontribusi industri terhadap masyarakat dapat terlihat secara nyata.

“Ini yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran industri yang ada di Kabupaten Gresik sudah memberikan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Bupati juga mendorong kawasan industri untuk terlibat dalam pengelolaan sampah bersama. Gresik diproyeksikan berkontribusi dalam program waste to energy kawasan aglomerasi Surabaya Raya dengan target sekitar 250 ton sampah per hari.

Selain itu, Pemkab Gresik membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan untuk mendukung kesempatan kerja yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD).

“Lihatlah Gresik sebagai mitra strategis. Tempat pemerintah hadir sebagai fasilitator, masyarakat siap menjadi bagian dari pertumbuhan, dan dunia usaha memperoleh kepastian untuk berkembang,” tutur Bupati Yani.

Menurut Bupati Yani, ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. “Keberhasilan bukan hanya diukur dari besarnya investasi yang datang, tetapi dari besarnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, daya tarik investasi Gresik juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan konektivitas menuju kawasan industri, termasuk pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan kawasan industri dengan akses jalan nasional dan jalan tol.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia. Investasi yang tumbuh di Gresik harus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat lokal untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraannya. “Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan angka pengangguran,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat pelatihan kerja, pendidikan vokasi, dan akses magang bagi masyarakat. Pemerintah juga mendorong agar kebutuhan kompetensi industri dapat disampaikan lebih awal sehingga pelatihan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Wabup Alif juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, perusahaan yang ingin tumbuh dalam jangka panjang harus ikut menjaga lingkungan sosial dan lingkungan hidup di sekitar wilayah operasionalnya.

“Bapak Ibu semua tentu tidak hanya ingin berusaha lima atau sepuluh tahun. Pasti ingin usaha itu berjalan 20 sampai 50 tahun ke depan. Karena itu kami berharap lingkungan sosial, udara, tanah, dan air juga dijaga,” ujarnya.

Wabup juga mendorong sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat akses pembiayaan, pengembangan SDM, serta penguatan infrastruktur pendukung kawasan industri. “Investasi yang ada di Kabupaten Gresik harus bisa menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, investasi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Setelah komitmen pemerintah daerah disampaikan, forum tersebut juga menawarkan sejumlah peluang investasi strategis kepada dunia usaha. Terdapat lima proyek yang telah disiapkan untuk dikembangkan bersama mitra strategis.

Peluang pertama adalah industri pengolahan logam tembaga dengan produk copper rod and wire serta copper tube. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 17,19 triliun dan diarahkan untuk mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, elektronik, serta energi terbarukan.

Kedua, industri alat dan mesin pertanian dengan produk utama traktor roda empat dan combine harvester. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 784,83 miliar untuk memperkuat modernisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Ketiga, industri hilirisasi timah dengan produk tin solder, tin ribbon, dan tin chemical. Proyek bernilai sekitar Rp 1,17 triliun tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri elektronik, semikonduktor, dan kendaraan listrik.

Ketiga proyek tersebut direncanakan dikembangkan di kawasan ekonomi khusus Gresik yang didukung pelabuhan laut dalam, infrastruktur modern, dan ekosistem industri terintegrasi.

Peluang keempat adalah industri farmasi dengan nilai investasi sekitar Rp 707,95 miliar, yang akan memproduksi garam farmasi berkualitas tinggi sebagai bahan baku industri kesehatan.

Kelima, unit pengolahan ikan bernilai tambah dengan nilai investasi sekitar Rp514,75 miliar. Proyek ini akan mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk bernilai tambah untuk pasar domestik dan ekspor sekaligus memperkuat sektor perikanan dan UMKM Gresik.

Kepala DPMPTSP Gresik Reza Pahlevi mengatakan, The 1st Gresik Business Forum menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dan dunia usaha dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat. Menurut Reza, forum tersebut juga menjadi wadah untuk membahas berbagai isu yang berkaitan langsung dengan dunia usaha, mulai dari tata ruang, ketenagakerjaan, hingga penyesuaian kebijakan investasi.

“Kami ingin forum ini menjadi wadah strategis untuk menarik investasi sekaligus memperkuat brand image bahwa Gresik adalah salah satu daerah tujuan investasi yang menarik,” ujarnya. Reza mengatakan, forum tersebut diikuti sekitar 100 peserta, termasuk 50 pelaku usaha yang diundang, perwakilan perangkat daerah, asosiasi dunia usaha, kawasan industri, perbankan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain membahas peluang investasi, forum juga menjadi momentum Pemkab Gresik memberikan apresiasi kepada perusahaan dan mitra usaha yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Penghargaan Investment Realization Contributor of Foreign Investment in 2025 diberikan kepada PT Freeport Indonesia dengan realisasi investasi sekitar Rp 2,5 triliun. The Largest Investment Realization Contributor of Domestic Investment in 2025 diberikan kepada PT Petrokimia Gresik dengan realisasi sekitar Rp 1,7 triliun.

Selanjutnya, The Largest Investment Realization Contributor of Industrial Estate in 2025 diberikan kepada PT Berkah Kawasan Sejahtera dengan realisasi sekitar Rp 81,1 miliar. The Largest Investment Realization Contributor SSMI in 2025 diberikan kepada PT Gajah Putera Antariaga dengan realisasi sekitar Rp 24,9 miliar.

Penghargaan juga diberikan kepada PT Garuda Unggul Putra Putri Jaya sebagai The Most Compliant Company in Submitting Investment Activity Report in 2025, PT Dharma Graha Utama sebagai perusahaan pertama yang melaksanakan kewajiban kemitraan sesuai Peraturan Bupati Gresik Nomor 62 Tahun 2026, serta CV Tiga Peruang Lampur sebagai The Most Contributive MSME Partnership in 2026.

PT Multimanao Indonesia memperoleh penghargaan The Best Participation Commitment upon Investment Facility 2026 to the Realization of Partnership Obligation, setelah merealisasikan komitmen kemitraan dengan UMKM dengan nilai kontrak sekitar Rp1,56 miliar.

Sementara itu, penghargaan The Highest Foreign Investment of Local Workforce in 2025 diberikan kepada PT Freeport Indonesia atas penyerapan tenaga kerja lokal sekitar 71 persen.

Penghargaan lainnya diberikan kepada PT Marco Prisma sebagai The Highest Domestic Investment of Local Workforce, PT BHST sebagai The Most Contributive GPMPTSP Partnership in 2025, Bank BPD Jawa Timur Cabang Gresik sebagai The Most Contributive Banking GPMPTSP Partnership in 2025, serta PT Himalaya Mitra Sukses sebagai The Most Participative GPMPTSP Partnership in 2025.

Melalui The 1st Gresik Business Forum, Pemkab Gresik ingin memastikan investasi tidak berhenti pada masuknya modal dan pembangunan proyek. Lebih jauh, investasi diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang menghadirkan lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kompetensi masyarakat, menjaga lingkungan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Beyond Investment, Bupati-Wabup Gresik Dorong Investasi Tumbuh Bersama Masyarakat Selengkapnya