Pemkab Gresik Boyong 5 Penghargaan di Ajang “Ayah Wajib Hadir” Harganas Jatim 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memboyong lima penghargaan di peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Provinsi Jawa Timur di Pendapa Agung Kabupaten Malang pada Rabu, 29 Juli 2026.

Lima penghargaan itu, diantaranya,  pembentukan TPA/TAMASYA (Tempat Penitipan Anak/Taman Asuh Sayang Anak) jalur pemerintah, capaian diatas 100% peserta KB, peta jalan pembangunan kependudukan serta inovasi dan program unggulan Ketua TP PKK Kabupaten. 

TAMASYA, salah satu program unggulan bentukkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mendukung keberhasilan program prioritas nasional bidang pembangunan keluarga. Selain Bupati Gresik, Harganas juga memberikan apresiasi kepada Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak didampingi Ketu TP PKK Arumi Bachsin kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani. Dalam sambutannya Wagub Emil Elistianto Dardak menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa. 

Menurut Emil, seluruh elemen masyarakat harus terus memperkuat peran keluarga sebagai tempat pertama dalam membentuk karakter generasi penerus. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader dan Tim Pendamping Keluarga yang selama ini menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat,” ujar suami Arumi Bachsin ini.

Harganas yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Emil juga menyoroti pentingnya kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. “Hari ini sangat mungkin kita berada di rumah, tetapi masing masing sibuk dengan dunianya sendiri. Kehadiran Ayah harus benar benar dirasakan oleh anak anak,” pungkasnya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima penghargaan menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Gresik. Menurutnya, peringatan Harganas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur ini untuk masyarakat Kabupaten Gresik. Mudah mudahan inovasi dan program unggulan seperti TPA/TAMASYA Masmundari ini terus bisa memberi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar suami Nurul Haromaini Ali ini. 

Bupati Yani menegaskan, tema utama Harganas 2026 “Ayah Wajib Hadir”, menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi ketahanan keluarga. Sekaligus mengakselerasi penanganan stunting melalui kolaborasi lintas sektor yang masif. Tema ini mengingatkan bahwa kehadiran ayah dalam pengasuhan memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. 

“Upaya percepatan penurunan stunting juga tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga elemen masyarakat. Terima kasih juga kepada Tim Penggerak PKK yang sudah membantu pemerintah dalam memaksimalkan TPA/TAMASYA Masmundari dan pengawasan menu MBG untuk anak anak yang sudah berjalan baik di masing masing dapur SPPG di Kabupaten Gresik,” tandasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Boyong 5 Penghargaan di Ajang “Ayah Wajib Hadir” Harganas Jatim  Selengkapnya

Puncak HAN 2026, Pemkab Gresik Raih Indeks Perlindungan Anak Terbaik se Jawa Timur dan 3 Besar Nasional

GRESIK,1minute.id – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Jawa Timur dipusatkan di Kawasan Wisata Pintu Langit, Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Selasa, 28 Juli 2026. Acara itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hingga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad hadir langsung dalam acara itu untuk menerima dua penghargaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sukses menyabet dua penghargaan yakni peringkat 1 se-Jatim dan Peringkat 3 Nasional untuk Indeks Perlindungan Anak (IPA). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam puncak HAN. Menurutnya, banyak yang diberikan kepada anak-anak dan perempuan di Jawa Timur, seperti pelayanan yang dilaunching yaitu Perisai Anak (Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital) dirancang sebagai langkah strategis menekan angka kekerasan pada anak. 

“Pemprov Jatim benar-benar memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, bukti nyata telah memberikan layanan seperti Perisai Anak yang akan melindungi perempuan dan anak di Jawa Timur,” ungkap Arifah Fauzi.

Arifah mengingatkan para orang tua di Jawa Timur tentang besarnya ancaman digital, khususnya dari pengaruh negatif media sosial. Melalui program ini, orang tua didorong untuk mengambil peran kecil yang berdampak besar, seperti menjadi teman berbicara, teladan penggunaan gawai, serta pendengar pertama bagi anak tanpa langsung memberikan penghakiman sepihak. 

“Masalah kekerasan dan tantangan yang dihadapi anak-anak di era modern tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua untuk berkolaborasi bersama,” tandasnya.

Puncak peringatan HAN 2026 semakin meriah karena sejumlah perform ratusan siswa. Merek unjuk bakat kreatif, mulai dari tarian daerah, pembacaan puisi, hingga atraksi baris-berbaris polisi cilik (Pocil)  dari Sekolah Rakyat terintegrasi Kota Pasuruan. 

Usai menerima penghargaan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi wilayah Jawa Timur untuk memperkuat komitmen perlindungan hak anak sekaligus implementasi ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi generasi masa depan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus berjuang memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Gresik. Ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun lingkungan yang ramah anak sekaligus mendorong pemenuhan hak-hak anak melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan,” tutur Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Karena itu, Ia menegaskan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, terlindungi, sehat, dan berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Gresik terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada anak melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak.

“Mari kita sayangi anak, lindungi mereka, karena anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya,” ungkap mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, dr. Titik Ernawati mengatakan, hari ini Kabupaten Gresik memperoleh indeks perlindungan anak tingkat provinsi Jawa timur melalui 5 kluster penilaian. Diantaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif serta kesehatan dasar dan kesejahteraan. 

“Ini akan menjadi pemicu semangat kami kedepan dalam meningkatkan nilai Indeks perlindungan dan pemenuhan hak hak anak di Gresik. Harapannya kedepan Kabupaten Gresik mempertahankan kembali tingkat pertama di Jawa Timur dan naik level di nasional,” ujarnya (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Puncak HAN 2026, Pemkab Gresik Raih Indeks Perlindungan Anak Terbaik se Jawa Timur dan 3 Besar Nasional Selengkapnya

Bupati Gresik Bawa Model Perlindungan Anak PMI ke Forum Nasional di Jakarta, Menteri P2MI/BP2MI Anugerahi Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

GRESIK,1minute.id – Perlindungan anak pekerja migran Indonesia tidak boleh berhenti pada upaya memulangkan mereka ke tanah air. Lebih dari itu, anak-anak tersebut harus dipastikan memiliki identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, serta memiliki kesempatan untuk tumbuh dan membangun masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menjadi salah satu narasumber utama dalam Diskusi Publik Nasional bertema “Anak Pekerja Migran Indonesia: Tantangan, Pelindungan, dan Masa Depan” di Aula K.H. Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026. 

Dalam forum tersebut, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani, juga menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagai Kepala Daerah Inspiratif dalam Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan upaya Bupati Fandi Akhmad Yani dalam memberikan hak dan perlindungan, sekaligus menjamin masa depan anak-anak pekerja migran Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronika Tan, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono, Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri dan President IDN Global Nathalia Widjaja.

Kemudian, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, Duta Besar RI untuk Malaysia periode 2020–2025 Dato’ Indera Hermono, serta Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Forum juga 

diikuti para rektor dan perwakilan rektor sejumlah universitas, para kepala sekolah Sanggar Belajar Malaysia, kepala dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota, serta kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) secara daring melalui Zoom.

Dalam paparannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membagikan pengalaman Kabupaten Gresik membangun model perlindungan anak pekerja migran Indonesia, khususnya anak-anak yang lahir dari pekerja migran asal Gresik di Malaysia. “Menyelamatkan satu anak, sama saja menyelamatkan satu generasi. Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab Gresik, terdapat 8.348 pekerja migran asal Gresik yang tersebar di 10 kecamatan. Sementara itu, sebanyak 1.520 PMI tercatat atau telah terintegrasi dengan Dinas Tenaga Kerja pada periode 2022–2025. Malaysia menjadi negara tujuan utama. Sebanyak 70,9 persen PMI asal Gresik yang tercatat memilih negara tersebut sebagai tujuan bekerja.

Menurutnya, kedekatan geografis dan budaya serta jejaring keluarga dan komunitas membuat Malaysia menjadi tujuan utama PMI asal Gresik. Namun, data tersebut kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih terdapat pekerja migran yang berangkat tanpa dokumen resmi.

Karena itu, perhatian terhadap isu migrasi tidak boleh hanya berfokus pada jumlah pekerja, sektor pekerjaan, maupun remitansi. Anak-anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga pekerja migran juga harus menjadi bagian dari sistem perlindungan. Salah satu kerentanan paling mendasar adalah persoalan identitas hukum. Sebagian anak PMI lahir dari situasi keluarga yang kompleks, termasuk perkawinan yang tidak tercatat maupun hubungan tanpa status hukum yang jelas.

“Ketika identitas tidak ada, maka hak-hak lain juga menjadi jauh. Hak pendidikan, hak kesehatan, hak keamanan, dan hak-hak dasar lainnya,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Kerentanan tersebut semakin kompleks karena sebagian anak PMI juga menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Berdasarkan hasil riset Pemkab Gresik, terdapat 76 sanggar belajar binaan KBRI di berbagai wilayah Malaysia yang menampung lebih dari 2.300 anak PMI.

Suami Nurul Haromaini Ali ini mengapresiasi peran KBRI Kuala Lumpur dalam menyediakan ruang pendidikan bagi anak-anak tersebut, termasuk melalui pelibatan universitas dalam program KKN internasional untuk mengatasi keterbatasan tenaga pengajar.

Namun, sebagian sanggar belum memiliki kurikulum resmi maupun guru tetap. Meski demikian, keberadaan sanggar belajar tetap menjadi upaya penting untuk memastikan anak-anak PMI memperoleh hak dasar pendidikan. Atas persoalan tersebut, Kabupaten Gresik membangun model perlindungan anak pekerja migran melalui tiga fase utama.

Fase pertama adalah pelacakan dan pemutakhiran data anak pekerja migran, sekaligus penjaminan identitas hukum. Pemkab Gresik berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur untuk memastikan asal-usul anak dan keterkaitannya dengan Kabupaten Gresik.

Proses tersebut dilanjutkan dengan validasi di tingkat desa dan pendekatan kepada keluarga yang berada di Gresik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data anak sekaligus kesiapan keluarga dalam menerima dan mendampingi anak ketika kembali ke Indonesia.

Dalam proses pemulangan, kolaborasi juga dilakukan bersama KBRI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, termasuk dalam fasilitasi dokumen perjalanan sementara bagi anak-anak yang akan kembali ke Indonesia.

Fase kedua adalah pemulangan anak-anak pekerja migran ke Kabupaten Gresik. “Setelah kami tracing semuanya, kesimpulannya adalah paling tepat mereka kita bawa pulang ke Indonesia, pulang ke Gresik, agar mereka mendapatkan hak identitas, hak pendidikan yang layak, dan hak-hak lainnya,” ujar bapak dua anak ini.

Fase ketiga adalah penjaminan layanan dasar setelah anak tiba di Gresik. Pemkab Gresik memastikan anak-anak tersebut memperoleh akses pendidikan, pemenuhan dokumen kependudukan, layanan kesehatan fisik dan mental, pendampingan psikososial, perlindungan sosial, serta dukungan pengembangan diri dan keterampilan. Seluruh layanan tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah sesuai tugas dan kewenangannya.

Dalam salah satu kasus, Pemkab Gresik menyiapkan akses pendidikan bagi seorang anak PMI berusia sekitar delapan tahun melalui program Sekolah Rakyat. Anak tersebut kini telah berada di Gresik dan mendapatkan pendampingan bersama keluarga yang menerimanya.

Komitmen tersebut telah diwujudkan melalui dua gelombang pemulangan anak pekerja migran. Pada 8–9 Februari 2026, tiga anak PMI asal Gresik dipulangkan ke Indonesia. Selanjutnya, pada 9–10 Juli 2026, enam anak asal Gresik kembali difasilitasi untuk pulang bersama tiga anak pekerja migran dari daerah lain.

Dengan demikian, sebanyak sembilan anak asal Gresik telah difasilitasi pulang melalui dua gelombang pemulangan. Pada gelombang kedua, Pemkab Gresik juga turut memfasilitasi kepulangan tiga anak pekerja migran dari daerah lain.

Bupati Yani menegaskan, pemulangan bukanlah akhir dari proses perlindungan. Kepulangan justru menjadi awal untuk memastikan anak-anak tersebut memiliki identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, dan memiliki kesempatan membangun masa depan. “Satu hal yang kami harapkan adalah anak-anak bisa diterima di Indonesia, memiliki identitas, dan bisa sekolah tanpa kesulitan administrasi. Ini yang menjadi konsentrasi kami di Kabupaten Gresik,” tuturnya.

BUPATI INSPIRATIF: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai Kepala Daerah Inspiratif dalam Gerakan Peduli Anak Pekerja Migran Indonesia di Jakarta pada Senin. 27 Juli 2026 ( Foto : Kominfo Gresik untuk 1minute.id)

Menurutmya, pengalaman Gresik menunjukkan bahwa perlindungan anak pekerja migran tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau satu daerah saja. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, perwakilan diplomatik, diaspora, organisasi masyarakat sipil, pemerintah desa, dan keluarga perlu bergerak dalam satu ekosistem perlindungan.

“Perlindungan anak pekerja migran bukan hanya soal memulangkan mereka. Ada proses panjang untuk memastikan mereka memiliki identitas, memperoleh hak pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, dan bisa kembali tumbuh bersama keluarga serta lingkungannya,” pungkas Bupati Yani.

Gagasan tersebut sejalan dengan agenda nasional yang disampaikan Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri saat mewakili Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dalam membuka forum. Ia mengatakan, perlindungan pekerja migran tidak boleh hanya berfokus pada aspek ketenagakerjaan, tetapi juga harus mencakup keluarga dan anak-anak pekerja migran.

“Keberhasilan migrasi bukan hanya diukur dari besarnya remitansi yang dikirimkan, tetapi juga dari kualitas kehidupan keluarga, termasuk anak-anak mereka,” ujarnya.

Fachri mengatakan, pada 2025 remitansi pekerja migran Indonesia mencapai sekitar Rp 28 triliun. Namun, manfaat ekonomi tersebut harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Migrasi, kata dia, harus menghasilkan kesejahteraan, bukan melahirkan persoalan antargenerasi. Ketika orang tua bekerja di luar negeri dalam waktu lama, anak dapat menghadapi tantangan pengasuhan, pendidikan, kesehatan mental, hingga risiko kekerasan dan eksploitasi.

Karena itu, perlindungan anak pekerja migran membutuhkan ekosistem yang bekerja dari tingkat desa hingga negara penempatan. Pemerintah memiliki kewenangan, kebijakan, dan data. Sementara diaspora memiliki jaringan, kedekatan dengan komunitas, serta kemampuan menjangkau wilayah yang tidak selalu dapat dijangkau negara.

“Ketika kedua kekuatan ini kita padukan, insyaallah akan menciptakan ekosistem perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Muh. Fachri.

Menurutnya, penguatan data anak pekerja migran juga menjadi bagian penting dari sistem perlindungan. Pendataan ke depan perlu dimulai dari tingkat desa untuk mengetahui warga yang bekerja di luar negeri, anak yang ditinggalkan, usia, akses pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan perlindungan lainnya. “Data anak ini bukan hanya sekadar informasi, tetapi sesungguhnya adalah amanah yang harus diintervensi oleh negara,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Bawa Model Perlindungan Anak PMI ke Forum Nasional di Jakarta, Menteri P2MI/BP2MI Anugerahi Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif Selengkapnya

PAE 2026 Dibuka, Ekosistem Pertanian Bertransformasi Modern, Bupati Gresik : Dorong Generasi Muda Tekuni Usaha Pertanian

GRESIK,1minute.id – Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 : Heritage of Agriculture yang resmi dibuka di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik pada Jumat, 24 Juli 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Petro Agrifood Expo menjadi ruang untuk memperlihatkan luasnya peluang di sektor pertanian. Menurutnya, pertanian saat ini didukung ekosistem yang semakin baik, mulai dari akses pupuk yang semakin mudah dan terjangkau hingga kepastian pasar melalui offtaker.

“Sekarang negara lebih terlihat keberpihakannya terhadap para petani kita, khususnya pengusaha tani. Pupuk semakin mudah didapatkan, harganya semakin terjangkau, kemudian offtaker-nya semakin jelas,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 24 Juli 2026 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat sebagai peluang, terutama oleh generasi muda. Apalagi, sektor pertanian kini terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi sehingga tidak lagi harus dikelola dengan cara-cara konvensional.

“Anak muda kita harus melihat sektor pertanian menjadi sektor yang untung. Ketika SDM-nya bertransformasi dari konvensional menjadi pertanian berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujarnya. Ia pun menyoroti potensi pengembangan komoditas jeruk di Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 400 hektare lahan jeruk yang mulai dilihat masyarakat sebagai peluang pengembangan ekonomi, termasuk bagi UMKM. “Alhamdulillah, masyarakat di sana sudah mulai melihat ini menjadi sebuah peluang UMKM,” kata mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertanian tidak berhenti pada aktivitas produksi di lahan. Sektor ini juga membuka peluang usaha di berbagai rantai, mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.

Karena itu, Ia mengajak generasi muda untuk melihat sektor pertanian dengan perspektif yang lebih luas dan tidak ragu menjadikannya sebagai pilihan usaha. “Petani muda, terjun ke sektor pertanian. Anda pasti untung,” ujar Bupati.

Sementara itu, Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Syamsuddin mengatakan, regenerasi petani menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan sektor pertanian.

Menurutnya, generasi muda akan tertarik masuk ke sektor pertanian apabila melihatnya sebagai usaha yang mampu memberikan keuntungan. Karena itu, cara pandang terhadap profesi petani juga perlu berubah.

“Kita tidak boleh lagi melihat petani dengan bahasa petani masa lalu. Petani itu harus menjadi pengusaha tani,” ujarnya.

Syamsuddin mengatakan, modernisasi pertanian menjadi salah satu upaya penting untuk menarik minat generasi muda. Penggunaan traktor, combine harvester, alat tanam, hingga teknologi pengendalian hama dan penyakit membuat proses pertanian menjadi semakin efisien.

Transformasi tersebut penting dilakukan karena sebagian besar petani saat ini berada pada kelompok usia yang relatif tua. Dari sekitar 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan, sekitar 67 persen di antaranya berusia 45 tahun ke atas. “Ini warning. Kalau pemerintah tidak menyiapkan regenerasi petani dengan baik, nanti petani kita tinggal yang umur-umur tua,” katanya.

Karena itu, menurut Syamsuddin, sektor pertanian harus terus didorong menjadi bidang usaha yang modern dan menguntungkan. Dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, generasi muda memiliki peluang untuk mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

PAE 2026 Dibuka, Ekosistem Pertanian Bertransformasi Modern, Bupati Gresik : Dorong Generasi Muda Tekuni Usaha Pertanian Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Jadi Fasilitas Produksi Bersama dan Tempat Magang Siswa SMK

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meresmikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam Kabupaten Gresik di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti pada Selasa, 21 Juli 2026. 

Sentra ini menjadi fasilitas produksi bersama yang dapat dimanfaatkan para pelaku IKM untuk mengakses peralatan dan teknologi permesinan, sekaligus disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Peresmian sentra IKM logam pertama ini, Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan serta Wongso Negoro.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembangunan Sentra IKM Logam merupakan bentuk perhatian terhadap potensi industri kecil dan menengah yang tumbuh di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, pada 21 Juli 2026 ini Sentra IKM Logam di Kabupaten Gresik, Kecamatan Menganti, Desa Hulaan, resmi kita buka,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perindustrian, atas dukungan pembangunan Sentra IKM Logam di Kabupaten Gresik. Menurutnya, Kabupaten Gresik tidak hanya memiliki kawasan industri besar. Di sisi lain, terdapat kekuatan manufaktur skala mikro yang berkembang dari rumah-rumah warga, seperti di Desa Pelemwatu, dan Desa Laban Kecamatan Menganti.

“Di dua desa ini, masyarakatnya bergerak di home industry manufacturing. Masing-masing di rumah membuat karya yang berkaitan dengan manufaktur, khususnya logam,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini. Berbagai produk dihasilkan oleh pelaku IKM di dua desa tersebut, mulai dari alat-alat pertanian, peralatan konstruksi, hingga peralatan penunjang kebutuhan peternakan.

Bupati Yani mengatakan, salah satu kendala yang dihadapi pelaku IKM adalah keterbatasan mesin dan peralatan produksi. Sejumlah proses produksi membutuhkan mesin dengan spesifikasi tertentu yang belum mampu dimiliki secara mandiri oleh pelaku usaha. “Banyak mesin besar yang mungkin tidak terjangkau oleh para pelaku usaha IKM di dua desa tersebut. Sekarang, fasilitas itu bisa dimanfaatkan melalui Sentra IKM ini,” jelasnya.

Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara pelaku IKM dengan industri besar yang ada di Kabupaten Gresik. Ia menyebut kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG) memiliki potensi untuk ikut memperkuat ekosistem IKM lokal. “Kami berupaya berkoordinasi dengan kawasan-kawasan industri yang ada di Kabupaten Gresik, khususnya JIIPE dan KIG, untuk ikut berperan serta dalam menyukseskan usaha mikro dan IKM di Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Menurut Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini, kolaborasi tersebut dapat dibangun melalui berbagai bentuk. Mulai dari pemenuhan kebutuhan bahan baku, pemanfaatan material yang masih dapat digunakan, hingga pemasaran produk IKM.

“Bisa jadi ada bahan baku yang dibutuhkan oleh teman-teman IKM. Atau ada produk yang bisa dipasarkan. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan,” katanya.

Produk yang dihasilkan pelaku IKM juga cukup beragam. Selain berbagai peralatan berbasis logam, terdapat produk untuk kebutuhan pertanian dan konstruksi, termasuk mesin molen manual. “Produk pertanian ada, produk pembangunan ada, mesin molen manual ada, dan macam-macam. Bisa langsung dilihat di Sentra IKM di Hulaan, Kecamatan Menganti,” ujarnya. 

Selain untuk mendukung pelaku usaha, Sentra IKM Logam juga disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa SMK. “Sentra IKM ini juga akan menjadi tempat magang bagi anak-anak SMK kita,” kata orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Gresik ini. 

Menurutnya, kegiatan magang tersebut dapat mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri secara lebih nyata. Siswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga dapat mengenal proses produksi, penggunaan peralatan, standar kerja, hingga proses menghasilkan produk manufaktur secara langsung.

“Mudah-mudahan Sentra IKM Logam ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha, masyarakat, dan anak-anak kita yang sedang menyiapkan diri memasuki dunia industri,” pungkasnya.  

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, pembangunan sentra ini dilatarbelakangi potensi IKM logam dan permesinan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik, terutama Kecamatan Menganti dan sekitarnya.

Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana produksi, akses teknologi, mutu produk, hingga keterhubungan dengan industri besar. “Sentra IKM Logam ini diharapkan menjadi pusat layanan bersama, pusat produksi, sekaligus pusat pembinaan yang mampu meningkatkan daya saing IKM logam secara signifikan,” ujar Sekda Washil.

Pembangunan sentra tersebut dilaksanakan di Desa Hulaan dengan mempertimbangkan ketersediaan lahan, potensi IKM logam setempat dan wilayah sekitarnya, serta aksesibilitas yang mendukung pengembangan industri lokal.

Fasilitas yang dibangun mencakup ruang workshop atau permesinan, ruang maintenance, kamar mandi, instalasi listrik, CCTV, penerangan, drainase, sanitasi, akses jalan lingkungan, serta area parkir. Pembangunan berlangsung selama 150 hari sesuai kontrak dan jadwal DAK Tahun Anggaran 2025. Seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen sesuai spesifikasi teknis.

Selain pembangunan fisik, dukungan DAK Perindustrian Tahun Anggaran 2025 juga digunakan untuk pengadaan peralatan sesuai alokasi anggaran yang ditetapkan Kementerian Perindustrian.

Peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama oleh pelaku IKM untuk meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas produk. Kehadiran fasilitas bersama juga diharapkan dapat menekan biaya produksi serta membuka akses teknologi bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memiliki peralatan modern.

Sentra IKM Logam juga diharapkan menjadi bagian dari ekosistem industri Kabupaten Gresik melalui kemitraan dengan industri besar, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Bagi pelaku usaha, sentra ini membuka akses terhadap fasilitas produksi dan teknologi. Bagi siswa SMK, sentra ini menjadi ruang untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung. 

Sementara bagi industri besar, keberadaan sentra ini membuka peluang kemitraan dengan IKM lokal sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Sentra IKM Logam Gresik, Jadi Fasilitas Produksi Bersama dan Tempat Magang Siswa SMK Selengkapnya

Fandi Akhmad Yani,  Buka Bupati Gresik Cup 2026, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Cup 2026 resmi dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Senin, 20 Juli 2026. Sebanyak 1.413 atlet dan official berpartisipasi dalam ajang pencarian talenta di bidang olahraga ini diinisiasi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik. 

Ada lima cabang olahraga (cabor) yakni,  Taekwondo, Bola voli, Futsal, Pencak Silat, dan Catur. Bagi atlet-atlet muda Gresik, Bupati Gresik Cup ini untuk menguji kemampuan, meraih prestasi, sekaligus membuka jalan menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Bupati Gresik Cup 2026 menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi kompetisi olahraga tingkat Provinsi Jawa Timur. Kejuaraan ini juga menjadi ruang bagi para atlet untuk berlatih bersama, membangun pengalaman bertanding, dan memperkuat persaudaraan.

“Ini menjadi sebuah ajang silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antaratlet. Kemudian berlatih bersama dalam rangka persiapan Porprov yang akan diselenggarakan di Surabaya,” ujar Bupati Yani. Menurutnya, pembinaan atlet terus dilakukan untuk membuka lebih banyak peluang bagi atlet Gresik meraih prestasi melalui jalur non-akademik. “Pembinaan atlet terus kita jalankan dan menjadi satu motivasi untuk atlet mengejar kesuksesan nonakademik,” tuturnya.

Ia mengatakan, atlet-atlet Gresik telah menunjukkan perkembangan prestasi dalam berbagai kompetisi. Karena itu, pembinaan secara berkelanjutan diperlukan agar prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan, baik di tingkat Jawa Timur maupun nasional.

“Kita tahu atlet-atlet di Kabupaten Gresik banyak yang berprestasi. Prestasinya sudah bisa kita lihat. Kita terus naik dalam kejuaraan Porprov di tahun yang lalu,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani berharap capaian tersebut dapat terus meningkat pada ajang Porprov berikutnya. Ia juga menargetkan semakin banyak atlet Gresik yang mampu menembus kompetisi nasional hingga internasional. “Mudah-mudahan Porprov di tahun depan ini kita semakin mendapatkan peringkat di Jawa Timur, dan bahkan banyak atlet yang bisa ikut serta sampai PON, bahkan sampai SEA Games,” harap mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Bupati Gresik Cup 2026 mempertandingkan 48 nomor pertandingan. Kejuaraan ini berlangsung dalam dua periode, yakni 21–26 Juli 2026 serta 2–7 Agustus 2026. Para atlet akan memperebutkan 948 medali yang terdiri atas 316 medali emas, 316 medali perak, dan 316 medali perunggu. Selain medali dan piagam penghargaan, para pemenang juga akan memperoleh uang pembinaan. Untuk kategori beregu, panitia juga menyiapkan piagam penghargaan bagi tim.

Ketua KONI Gresik Anis Ambiyo Putri mengatakan, penyelenggaraan Bupati Gresik Cup menjadi bagian dari upaya KONI Gresik untuk menjaring dan memetakan bibit-bibit atlet potensial di Kabupaten Gresik. “Bupati Gresik Cup ini menjadi salah satu ruang untuk mencari bibit-bibit atlet potensial di Kabupaten Gresik,” ujar Anis saat menyampaikan laporan panitia.

Tak hanya mengejar prestasi, aspek perlindungan atlet juga menjadi perhatian dalam Bupati Gresik Cup 2026. Seluruh atlet atau pemain yang mengikuti kejuaraan mendapatkan perlindungan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Perlindungan tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko kecelakaan atau kejadian yang tidak diinginkan selama para atlet mengikuti rangkaian pertandingan. Dengan adanya perlindungan ini, para atlet dapat berlaga secara maksimal tanpa rasa waswas dan lebih fokus memberikan kemampuan terbaiknya.

Bupati Gresik Cup 2026 diselenggarakan sebagai bagian dari upaya pengembangan olahraga daerah dan pencarian bibit atlet potensial. Pelaksanaannya berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, serta Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Fandi Akhmad Yani,  Buka Bupati Gresik Cup 2026, Panggung Atlet Muda Gresik Menuju Prestasi Selengkapnya

Dahlan Iskan Apresiasi Job Fair Tematik 2026, Dorong Pemkab Gresik Perluas Kolaborasi Masifkan Program Magang

GRESIK,1minute.id – Job Fair Tematik 2026 dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Iconmall terasa beda pada Jumat, 17 Juli 2026. Selain membuka 1.976 lowongan pekerjaan. Bursa kerja, juga dilaksanakan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri”. Narasumber tunggal. Dahlan Iskan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair Tematik 2026 bukan sekadar agenda seremonial ataupun gimmick. Kegiatan bagian dari strategi Pemkab Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Dahlan Iskan menilai program magang merupakan kunci utama untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pendidikan membekali seseorang dengan pengetahuan (how to know), pelatihan mengajarkan keterampilan (how to do), sedangkan magang memberikan pengalaman nyata yang membentuk kesiapan seseorang memasuki dunia kerja.

“Kalau menurut saya, urutannya nomor satu adalah magang, nomor dua pelatihan, baru kemudian pendidikan. Magang menjadi kunci karena disanalah seseorang benar-benar belajar bekerja di lingkungan industri,” ujarnya.

Dahlan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar program magang semakin masif dan terstruktur. Ia juga berharap Gresik dapat menjadi daerah percontohan dalam membangun link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik melantik Jaga Migran Rangers (JMR), yakni para fasilitator lapangan yang menjadi garda terdepan dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik.

Sebanyak 12 JMR yang mewakili enam kecamatan kantong PMI, yakni Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Tambak, dan Sangkapura, dikukuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan pendampingan calon pekerja migran, mendeteksi dini potensi penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan Job Fair Tematik 2026. Ana, pencari kerja asal Kecamatan Kebomas, mengaku optimistis kegiatan tersebut membuka peluang lebih besar baginya untuk memperoleh pekerjaan karena diikuti banyak perusahaan besar di Gresik.

Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker Gresik memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi pelaksanaan mini job fair yang rutin digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677 lowongan pekerjaan.

Raditya, salah satu pencari kerja mengapresiasi langkah Pemkab Gresik melalui Kadisnaker Gresik yang memfasilitasi bursa kerja ini. “Saya berharap bisa diterima di salah satu perusahaan yang ikut Job Fair tahun ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus diadakan dengan semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi sehingga peluang kerja bagi masyarakat Gresik juga semakin besar,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dahlan Iskan Apresiasi Job Fair Tematik 2026, Dorong Pemkab Gresik Perluas Kolaborasi Masifkan Program Magang Selengkapnya

Industri di Gresik Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan Pencari Kerja Serbu Job Fair Tematik 2026, Bupati Gresik : Bukan Gimmick

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Job Fair Tematik 2026 di atrium Iconmall Gresik pada Jumat, 17 Juli 2026. Sebanyak 1.976 lowongan pekerjaan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Job Fair bukan sekadar gimmick. Kegiatan bagian dari strategi Pemkab Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

“Job fair ini bukan gimmick. Seluruh prosesnya bisa kita pertanggungjawabkan, mulai dari siapa yang mendaftar, mengikuti seleksi, sampai siapa yang akhirnya diterima bekerja. Semua tercatat dalam sistem sehingga hasilnya bisa diukur dan dievaluasi,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Masuknya investasi berskala besar dengan teknologi yang semakin maju menuntut tersedianya tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“UMK yang tinggi harus selaras dengan kualitas SDM yang tinggi. Pemerintah tidak cukup hanya membuka akses pekerjaan, tetapi juga harus memastikan masyarakat Gresik siap mengisi peluang tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Gresik terus memperkuat berbagai program pelatihan dan sertifikasi kompetensi melalui lintas perangkat daerah. Tidak hanya Dinas Tenaga Kerja, sejumlah organisasi perangkat daerah juga menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan industri agar masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing di dunia kerja.

Ia juga mengajak seluruh perusahaan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dengan menyampaikan informasi kebutuhan tenaga kerja, termasuk apabila proses rekrutmen dilakukan secara daring. Dengan demikian, Dinas Tenaga Kerja dapat menjalankan fungsi sebagai jembatan antara dunia usaha dan masyarakat pencari kerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Gresik Zainul Arifin menjelaskan bahwa Job Fair Tematik merupakan implementasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Lokal. Regulasi tersebut mengamanatkan pemerintah daerah tidak hanya membuka akses kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja lokal agar memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan industri di Kabupaten Gresik.

Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker Gresik memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi pelaksanaan mini job fair yang rutin digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677 lowongan pekerjaan.

Zainul mengungkapkan, evaluasi penyelenggaraan Job Fair 2025 menjadi pijakan penting dalam penyempurnaan sistem penempatan tenaga kerja. Dari 2.968 kebutuhan tenaga kerja yang difasilitasi melalui Gresikerja, sebanyak 1.058 tenaga kerja berhasil ditempatkan di dalam negeri, sementara 391 pekerja migran Indonesia (PMI) di sejumlah negara.

Meski demikian, masih terdapat 396 lowongan dalam negeri yang belum terisi, terutama pada posisi yang membutuhkan kompetensi khusus seperti crew store, sales, pengemudi, dan tenaga keamanan bersertifikat.

“Karena itu, tahun ini kami mewajibkan seluruh perusahaan peserta Job Fair melaporkan hasil rekrutmen paling lambat tiga bulan setelah kegiatan. Evaluasi ini penting agar kami mengetahui sejauh mana efektivitas penempatan tenaga kerja dan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Zainul.

Ia menambahkan, kebutuhan industri di Gresik hingga Juli 2026 masih didominasi lulusan SMK/SLTA dengan 3.145 lowongan. Selain itu, tersedia 377 lowongan untuk lulusan S1, 111 lowongan D3, 20 lowongan D1/D2, 14 lowongan SMP, dan 20 lowongan bagi lulusan SD. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha tidak semata-mata melihat jenjang pendidikan, tetapi juga mempertimbangkan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki pencari kerja.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sepanjang 2025 Disnaker Gresik telah menyelenggarakan pelatihan bagi 756 calon tenaga kerja, yang terdiri atas 466 pencari kerja dan 290 peserta program pendamping ijazah SMK. Dari peserta pelatihan tersebut, sekitar 85 persen telah berhasil terserap ke dunia kerja, sedangkan sisanya masih dalam proses pendataan.

Selain bursa kerja, Job Fair Tematik 2026 juga menghadirkan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri” dengan narasumber Dahlan Iskan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Industri di Gresik Buka Ribuan Lowongan Pekerjaan Pencari Kerja Serbu Job Fair Tematik 2026, Bupati Gresik : Bukan Gimmick Selengkapnya

Mitigasi Perubahan Iklim, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Perkuat Pertanian melalui Modernisasi Irigasi

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkanan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di halaman Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 17 Juli 2026.

Bantuan bersumber dari Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian RI tersebut meliputi dua unit traktor roda empat, satu unit traktor roda dua, satu unit pompa air, bantuan irigasi perpompaan kepada 27 kelompok tani/gapoktan, serta bantuan irigasi perpipaan kepada tiga kelompok tani/gapoktan. Sebagai informasi, program irigasi perpompaan senilai Rp 155,7 juta per unit. Sedangkan irigasi perpipaan masing-masing sebesar Rp 97 juta.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan tersebut bukan sekadar penyaluran sarana produksi, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi sektor pertanian. Menurutnya, produktivitas pertanian di Kabupaten Gresik terus menunjukkan tren positif sehingga perlu didukung dengan teknologi serta infrastruktur pengairan yang memadai.

“Alhamdulillah produktivitas pertanian Gresik sampai hari ini terus meningkat. Bantuan dari Kementerian Pertanian ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah perubahan iklim. Karena itu, bupati berpesan agar terus diperkuat kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk memetakan potensi lahan sekaligus memperluas layanan irigasi melalui pompanisasi dan perpipaan, terutama di wilayah yang masih memiliki peluang peningkatan luas tanam seperti Benjeng dan Balongpanggang.

“Ini adalah inovasi pemerintah untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Ketika Dinas Pertanian dan Dinas PU berkolaborasi dengan baik, persoalan air bisa dijawab melalui irigasi perpompaan maupun irigasi perpipaan sehingga lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan dapat kembali produktif,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah pusat juga semakin memberikan optimisme bagi petani. Stabilnya harga hasil panen selama hampir dua tahun terakhir, disertai semakin mudahnya akses terhadap pupuk bersubsidi, menjadi dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produksi pangan.

“Harga pascapanen sekarang stabil sehingga petani tidak dirugikan. Persoalan pupuk juga semakin baik, akses pupuk subsidi semakin mudah dengan harga yang terjangkau. Ini memberikan semangat bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui modernisasi. Pemanfaatan alsintan dan penguatan infrastruktur irigasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

Pemerintah juga mengajak seluruh kepala desa, penyuluh pertanian, petugas teknis, serta kelompok tani untuk menjaga dan memanfaatkan seluruh bantuan tersebut secara optimal agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mitigasi Perubahan Iklim, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Perkuat Pertanian melalui Modernisasi Irigasi Selengkapnya

Bupati Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Perkuat Konektivitas Gresik bagian Selatan dengan Kota Surabaya

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mematangkan rencana pelebaran Jalan Raya Menganti, Gresik – Lakarsantri, Surabaya sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas Gresik bagian selatan dengan Kota Surabaya. 

Memasuki tahapan pengadaan tanah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui Sosialisasi dan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum yang digelar di Kantor Desa Menganti, Kecamatan Menganti pada Kamis, 16 Juli 2026. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengadaan tanah berjalan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan musyawarah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik, perwakilan DPRD Gresik, Forkopimcam Menganti, Pemerintah Desa Menganti, serta masyarakat pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Kecamatan Menganti kini berkembang menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai agar mobilitas masyarakat semakin lancar sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.

“Menganti lima tahun lalu dengan sekarang sudah sangat berbeda. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat, sementara perkembangan Kota Surabaya juga terus bergerak ke arah barat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin mengintegrasikan konektivitas wilayah selatan agar Menganti benar-benar menjadi kota satelit Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang saat ini terdiri dari dua lajur akan diperlebar menjadi empat lajur sehingga mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah.

Ia mengungkapkan bahwa proyek tersebut berawal dari keberanian pemerintah memulai pembangunan secara bertahap beberapa tahun lalu. Saat itu, pengadaan tanah diawali dari ruas di Desa Setro, Kecamatan Menganti. Dukungan masyarakat yang terus menguat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan hingga memasuki tahapan pengadaan tanah saat ini.

“Dulu saya sempat ragu memulai. Tetapi saya berpikir, kalau tidak dimulai kapan lagi? Saat hujan banjir lalu macet, pagi dan sore juga macet. Akhirnya kami mulai bertahap dari Setro. Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami yakin untuk melanjutkan pembangunan ini,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Gresik dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sehingga hak-hak masyarakat tetap terlindungi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik, transparan, dan masyarakat tidak dirugikan. Yang terpenting adalah kepentingan bersama. Infrastruktur yang dibangun ini nantinya kembali untuk masyarakat Gresik sendiri,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Lebih jauh, Bupati Yani berharap koridor Menganti-Lakarsantri nantinya tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga mampu mendukung pengembangan transportasi massal yang menghubungkan Kabupaten Gresik dengan Kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan wajib dalam proses pengadaan tanah guna membangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat sebelum proyek dilaksanakan.

“Kalau jaringan jalan terbuka, investasi pasti akan masuk. Ketika investasi tumbuh, kesempatan kerja dan peluang usaha masyarakat juga ikut meningkat. Karena itu, pengadaan tanah ini menjadi bagian penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan,” jelas Dhiannita.

Ia menegaskan, proses pengadaan tanah mengedepankan prinsip musyawarah, transparansi, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku. “Seluruh mekanisme dilakukan sesuai aturan. Pembayaran ganti kerugian nantinya langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemilik tanah, bukan secara tunai. Kami ingin seluruh proses berlangsung akuntabel dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.

Dhiannita menjelaskan, sosialisasi dan konsultasi publik dilaksanakan secara bertahap di seluruh desa yang terdampak. Sebelum Desa Menganti, kegiatan telah digelar di Desa Hulaan pada 3 Juli 2026, Desa Setro pada 9 Juli 2026, dan Desa Laban pada 10 Juli 2026. Setelah Desa Menganti, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Desa Sidowungu pada 17 Juli 2026. 

Hasil konsultasi publik tersebut akan menjadi bagian dari proses pengajuan Penetapan Lokasi (Penlok) kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sebagai dasar pelaksanaan tahapan pengadaan tanah berikutnya.

Khusus di Desa Menganti, ruas yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 580 meter, termasuk kawasan Simpang Empat Menganti. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat 119 bidang tanah yang berpotensi terdampak. Seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan melalui mekanisme Penetapan Lokasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan layout penanganan Simpang Empat Menganti, pekerjaan mencakup penataan sepanjang 525 meter yang terbagi dalam lima ruas, yaitu Ruas Menganti-Bringkang dengan lebar 11 meter, Ruas Menganti-Lakarsantri selebar 11 meter, Ruas Menganti-Kepatihan selebar 8,5 meter, Ruas Menganti-Banjaran selebar 7 meter, serta Jalan Pasar Menganti selebar 5 meter.

Selain pelebaran jalan menjadi empat lajur, kawasan Simpang Empat Menganti juga akan ditata menjadi koridor perkotaan yang lebih representatif melalui pembangunan trotoar di kedua sisi jalan, sistem drainase yang lebih baik, median jalan, serta utilitas bawah tanah sehingga kabel-kabel udara tidak lagi semrawut. Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus menghadirkan wajah baru Kecamatan Menganti sebagai kawasan perkotaan yang modern.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar public hearing sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai masukan disampaikan warga sebagai bagian dari penyempurnaan rencana pembangunan.

Salah satu warga Desa Menganti, Miftahul Huda, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri. “Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini berjalan lancar. Saya mendukung dengan apa yang sudah direncanakan ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah turut melengkapi hasil pembangunan dengan fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki, seperti pelican crossing, agar masyarakat dapat menyeberang jalan dengan lebih aman. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Perkuat Konektivitas Gresik bagian Selatan dengan Kota Surabaya Selengkapnya