Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim ke Pondok Pesantren dan GP Ansor Bawean

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima tiga unit mobil operasional sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim. Tiga unit kendaraan tersebut masing-masing diserahkan kepada Pondok Pesantren Sirojul Haromain, Pondok Pesantren Ar-Roudloh, serta GP Ansor Bawean.

Kegiatan serah terima ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif di Pendapa Kabupaten Gresik pada Selasa, 3 Maret 2026.

Fandi Akhmad Yani  mengapresiasi upaya yang dilakukan Bank Jatim atas bantuan kendaraan operasional. Pihaknya berharap kendaraan tersebut mendukung kelancaran kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan di Pondok Pesantren. Serta untuk mempermudah mobilitas GP Ansor di wilayah Kepulauan Bawean yang berjarak 180 mil laut dari pusat Pemerintah Kabupaten Gresik. 

“Kendaraan ini akan menjadi bagian operasional pondok pesantren yang masih berkembang dan masih harus didukung oleh pemerintah daerah. Untuk GP Ansor selain mendukung pekerjaan organisasi mudah mudahan juga bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengatakan, sebagai salah satu bank pembangunan daerah terbesar di Kabupaten Gresik, Bank Jatim memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor UMKM serta mendukung pembiayaan pembangunan. 

“Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui layanan perbankan. Tetapi juga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang secara konsisten memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Bank Jatim atas komitmen dan kepeduliannya terhadap pembangunan Kabupaten Gresik. Menurutnya, program CSR yang diserahkan hari ini merupakan bentuk sinergi nyata antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendukung pembagunan yang berkelanjutan, inklusif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. 

Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar program CSR selaras dengan prioritas pembangunan daerah. Baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lingkungan hidup, ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, sosial dan keagamaan, serta olahraga dan seni budaya. 

“Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, ” ungkap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati berharap bantuan CSR ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Pondok Pesantren Sirojul Haromain, Pondok Pesantren Ar-Roudloh dan GP Ansor Bawean untuk dikelola dengan baik. Serta mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemaslahatan bersama. 

“Dua pondok pesantren ini sedang bertumbuh, dan mudah-mudahan kedepan santrinya tambah banyak. Saya yakin pondok pesantren ini mencetak generasi yang unggul dengan spiritual dan intelektual yang bagus. Untuk GP Ansor semoga dapat meningkatkan operasional dan membantu masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat sama, Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arief Wicaksono menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bank Jatim dalam pembangunan daerah. Sebagai mitra kami berkomitmen mendukung program-program pemerintah daerah guna mewujudkan kesejahteraan dan membangun perekonomian yang lebih kuat. 

“Mudah-mudahan bantuan kendaraan operasional CSR Bank Jatim ini memberikan dampak, manfaat dan dapat meningkatkan operasional. Serta juga bisa untuk membantu masyarakat,” katanya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim ke Pondok Pesantren dan GP Ansor Bawean Selengkapnya

Safari Ramadan di Driyorejo, Bupati Gresik Ajak Warga Doakan Gresik semakin Berkah

GRESIK,1minute.id – “Alhamdulillah, dalam rangka silaturahim ini mudah-mudahan kita semua menjadi umat yang pandai dalam menikmati rasa syukur. Dan juga mudah-mudahan di momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Gresik yang ke-52 dan Hari Jadi Gresik yang ke-539 ini, mudah-mudahan Gresik semakin berkah, Indonesia semakin jaya dan semakin aman”.

Doa itu yang diucapkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Siti Hajar Al Madinah, Kota Baru Driyorejo (KBD) Desa Petikan, Kecamatan Driyorejo pada Senin, 2 Maret 2026. Kegiatan itu santunan anak yatim, serta berbuka puasa dilanjutkan Salat Maghrib berjamaah diikuti ratusan warga, tokoh agama (Toga) maupun Tokoh Masyarakat (Tomas).

Bupati Fandi Akhmad Yani hadir bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Forkopimda. Kegiatan berlangsung khidmat. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat rasa syukur.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika global. “Jika melihat berita belakangan, peristiwa yang terjadi adalah perang. Ini yang harus kita syukuri, bahwa daerah kita masih dalam keadaan aman dan kondusif,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Ia juga menyinggung wilayah Driyorejo sebagai kawasan strategis perbatasan dengan Surabaya yang berkembang pesat dan memiliki banyak industri. Menurutnya, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat. “Driyorejo adalah salah satu wilayah perbatasan dengan Surabaya. Semoga semakin maju. Isunya adalah banjir dan jalan JPD. Dua hal tersebut, itu telah menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Di tengah geliat industri yang terus berkembang, Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi masyarakat agar mampu menangkap peluang kerja.

“Dan yang perlu dipikirkan lagi adalah banyaknya industri. Artinya kesempatan kerja dengan kompetensi yang ada harus diimbangi. Pelatihan-pelatihan itu juga perlu didorong, supaya masyarakat punya kesiapan dan daya saing,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Safari Ramadan di Driyorejo, Bupati Gresik Ajak Warga Doakan Gresik semakin Berkah Selengkapnya

Baznas Gelar OASE, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal Bersama Bupati Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka kegiatan OASE (Orang Tua Asuh Sehari) Belanja Baju Lebaran bersama anak yatim. Kegiatan berbagi di bulan Suci Ramadan ini diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Gresik di  pusat perbelanjaan Mal Gresik pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan ini digelar bersama 300 anak yatim ini dalam rangka memperingati HUT ke-52 Pemerintah Kabupaten Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. 

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Gresik, serta UPZ BAZNAS Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmennya menghadirkan program yang membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim, khususnya di bulan suci Ramadan.

“Program OASE ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada anak-anak yatim. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita ingin memastikan mereka juga merasakan kebahagiaan menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Melalui program OASE, masing-masing anak menerima voucher belanja senilai Rp 500.000 yang dapat digunakan untuk membeli baju Lebaran maupun kebutuhan lainnya sesuai keinginan mereka. Konsep “Orang Tua Asuh Sehari” juga menghadirkan para donatur dan muzakki untuk mendampingi anak-anak secara langsung saat berbelanja. 

Bupati Fandi Akhmad Yani berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat. “Ini sudah berjalan 3 tahun, kami targetkan tahun depan bisa bertambah jadi 500 anak yatim,” ungkapnya optimis. (*)

EDITOR : Chusnul Cahyadi

Baznas Gelar OASE, 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal Bersama Bupati Gresik  Selengkapnya

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif 

GRESIK,1minute.id – Kondisi kesehatan Wahyu Agung Pratama membaik. Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng ini, satu dari dua korban penusukan yang dilakukan oleh terduga berinisial S, 45, asal Paciran, Lamongan pada Jumat, 27 Februari 2026 dini hari.

Pelaku S mengakui perbuatannya. Namun, ia mengaku tidak memiliki target seseorang. Pelaku pun menyesali perbuatannya. Apalagi, ia mendapatkan kabar rumah di Paciran, Lamongan dibakar oleh massa. 

Pada Sabtu malam, 28 Februari 2026 hingga Minggu pagi, 1 Maret 2026, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memimpin langsung proses mediasi warga dua desa yakni Desa Campurejo dan Desa Banyutengah yang sempat bersitegang yang di picu aktivitas Patrol Sahur itu.

Mediasi dilakukan di balai Desa Banyutengah itu dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran pejabat utama Polres Gresik, Camat Panceng Muhammad Sampurno, Babinsa, serta tokoh masyarakat dan perwakilan pemuda dari kedua desa berlangsung hingga waktu sahur tiba. 

Hasil ? Warga dua desa sepakat untuk damai alias happy ending.  

Dalam arahannya, Kapolres AKBP Ramadhan Nasution menyayangkan terjadinya gesekan antarwarga yang sempat memicu keresahan. Ia menegaskan kepolisian telah bertindak cepat dengan mengamankan pelaku sebagai bentuk komitmen penegakan hukum yang tegas dan profesional.

“Polri tidak ada apa-apanya tanpa dukungan masyarakat. Kami berharap perwakilan warga yang hadir malam ini dapat mengendalikan warganya masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Kapolres Ramadhan. 

Ia juga menyoroti maraknya isu provokatif serta ajakan balas dendam yang beredar melalui media sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, demi menjaga stabilitas keamanan bersama.

Langkah mediasi yang dipimpin Kapolres Gresik tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terpeliharanya kerukunan dan stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Panceng secara berkelanjutan.

Sementara itu, pascaperdamaian warga dua desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Forkopimda lainnya membesuk korban Wahyu Agung Pratama, 24 tahun di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Setelah dua hari menjalani perawatan intensif di Ruang Cempaka rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Gresik itu, kondisi Wahyu membaik. Ia mulai bisa beraktivitas makan tanpa bantuan dari infus. Rasa nyeri akibat tusukan juga mulai mereda. 

“Alhamdulillah berdasarkan laporan dokter yang menangani di rumah sakit, kondisinya membaik. Kemarin belum bisa makan kemudian masih dipasang infus. Tapi hari ini sudah bisa membaik dan bisa makan normal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus membaik, imbuhnya, maka perawatan dapat dilanjutkan secara rawat jalan. Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini mengajak untuk menjaga situasi Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif, apalagi selama bulan suci Ramadan.

“Kami mengajak kepada seluruh warga untuk menjaga kondusivitas kondisinya bulan suci Ramadan sangat tidak baik ketika ada peristiwa yang seperti ini. Kita harus menahan diri,  boleh melakukan kegiatan yang positif asalkan tidak mengganggu antarsesama. Dan yang paling penting adalah menjaga kondusivitas orang beribadah biar bisa mendapatkan rasa aman,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Kesehatan Korban Membaik

Dari sisi medis, dokter RSUD Ibnu Sina Gresik, dr. Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa korban diterima pada waktu subuh dan langsung dilakukan stabilisasi. “Terdapat luka terbuka di bagian perut. Hari itu juga kami lakukan pembersihan dan perbaikan lapis demi lapis mulai dari otot, fasia sampai kulit,” jelasnya.

Pada hari pertama pascaoperasi, pasien sudah mulai duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap. Jika tidak ada komplikasi dalam satu hingga dua hari ke depan, kondisi pasien diperkirakan semakin membaik. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Happy Ending, Warga Dua Desa Sepakat Damai, Sepakat Jogo Gresik Kondusif  Selengkapnya

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membezuk Wahyu Agung Pratama di RSUD Ibnu Sina Gresik pada Ahad, 1 Maret 2026. 

Pemuda 24 tahun asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng itu, satu di antara dua korban pembacokan terduga pelaku berinisial S pada Jumat, 27 Februari 2026. Sekitar pukul 12.30 WIB, Bupati Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution davln Forkopimda serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah tiba di ruang Cempaka, tempat korban menjalani perawatan intensif.

Dua hari menjalani perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kondisi kesehatan Wahyu membaik. Wahyu sudah mulai bisa makan nasi. Wajahnya pun semringah. Meski, infus masih menancap di tangannya.  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendoakan Wahyu untuk lekas sembuh. 

“Alhamdulillah, berdasarkan diagnosis dokter yang menangani pasien terus membaik. Membaik artinya pasien mulai bisa maka. Sebelumnya makan dibantu infus. Istirahat juga mulai enak. Tinggql sedikit rasa nyeri akibat tusukan,” kata Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution telah melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat dan warga dari dua desa yakni Campurejo dan Banyutengah. Dua desa sepakat untuk berdamai. “Tidak Ada balas dendam lagi. Untuk menjaga kesucian Bulan Suci Ramadan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Pada kesempatan itu, Gus Yani mengajak seluruh warga di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik untuk menjaga kondusivitas daerah. Apalagi saat ini, di bulan Suci Ramadan. Kita boleh melakukan aktivitas asalkan tidak mengganggu antarsesama. “Dan, yang paling penting menjaga kondusivitas agar seorang bisa melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa seperti lagi di waktu mendatang,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyatakan, pihaknya telah menangkap satu orang terduga pelaku. Selain itu, kami sedang melakukan pendalaman terkait dugaan adanya provokasi terkait perkara itu. Selain itu, kedua belah pihak sudah sepakat untuk damai. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga Panceng untuk menjaga kondusivitas serta menjaga kesucian  Bulan Ramadan ini,” kata perwira dua melati di pundak itu.

Untuk diketahui, Patrol Sahur berujung keributan. Dua pemuda asal Campurejo, Kecamatan Panceng mengalami luka tusuk. Korban bernama Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RS Ibnu Sina Gresik dan Moh Ruhul Madani, 25, menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.

Polisi mengamankan seorang pemuda berinisial berinisial S, 45 tahun yang diduga kuat sebagai pelaku penusukan. Pelaku S di tangkap di Paciran, Lamongan. Warga yang gemas akhirnya membakar rumah pelaku yang berada di Desa Tlogosandang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik, Kapolres Gresik Bezuk Korban Penusukan Patrol Sahur di RSUD Ibnu Sina Gresik Selengkapnya

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik kembali melanjutkan tradisi baik di bulan Ramadan dengan menggelar buka puasa dan menyantuni anak yatim.

Kegiatan rutin saban bulan Ramadan yang dihadiri antara lain Bupati Gresik Fandi Akhmad, anggota F-PDI Perjuangan juga Bendahara DPC PDI-P Gresik Ahmad Nadlir, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gunawan digelar di halaman Sekretariat PWI Gresik di Jalan AIS Nasution Gresik pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Sebanyak 42 anak yatim hadir dalam kegiatan hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat dan Infaq Nasional (Baznas) Gresik yang mengusung tajuk “Tebarkan Kebaikan Silaturahmi di Bulan Ramadhan” ini berlangsung khidmat.

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiyono mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan agenda rutin tahunan yang digelar setiap bulan suci Ramadan.

“Alhamdulillah di tahun ini kita bisa kembali menggelar santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Ini sudah menjadi komitmen kami untuk terus berbagi di bulan suci,” ujarnya.

Deni juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gresik hingga para donatur. “Terima kasih kepada semuanya yang telah mendukung acara ini. Semoga ke depan bisa lebih baik dan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo mewakili Bupati Gresik, Johar Gunawan mengapresiasi konsistensi PWI Gresik dalam menyelenggarakan kegiatan sosial di bulan Ramadan. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yatim yang menerima santunan dan terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Wakil Ketua I Baznas Gresik Mustoha mengaku bangga atas kolaborasi yang terjalin antara PWI Gresik dan Baznas dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami mengapresiasi teman-teman PWI atas kolaborasi ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan ke depan bisa semakin baik lagi,” ungkapnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Tradisi Ramadan, Bupati, PWI & Baznas Gresik Gelar Buka Bersama dan Menyantuni Anak Yatim Selengkapnya

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah – Sertifikat menuju Kabupaten Bersih 2025. Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Penghargaan Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih itu diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Jakarta. Kepulangan orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik disambut meriah pada Jumat, 27 Februari 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif serta Forkopimda diarak keliling kota dengan becak listrik, mobil listrik karya siswa SMK PGRI 1 Gresik serta kendaraan lainnya. 

Meriah : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (kiri) dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (kanan) mendapatkan sambutan meriah dari masyarakat dan pelajar dalam Kirab Adipura, Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Rute arak-arakan sepanjang 5 kilometer mulai dari Stadion Gelora Joko Samudro (G-JOS) jalan Veteran – Jalan Panglima Sudirman dan finish di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agung Suprapto. Sepanjang rute tersebut ribu pasang mata berjajar di pinggir jalan menyambut Kirab Adipura. 

Penghargaan bidang lingkungan itu menjadi kado istimewa bagi masyarakat Gresik yang sedang merayakan HUT ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-539 Kota Gresik. HUT Pemkab diperingati setiap 27 Februari sedangkan Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. 

“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini adalah pengingat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. TPA sudah kita benahi, formatnya sudah ada. Sekarang kita mulai dari sekolah, minimal 30 menit sebelum masuk kelas untuk bersih-bersih lingkungan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani pada Jumat, 27 Februari 2026.

Ia menegaskan, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan semua elemen. Misalnya, lembaga pendidikan didorong menjadi pusat edukasi pengolahan sampah, masyarakat diminta aktif memilah sampah dari rumah, dan perusahaan diajak turut mendukung

Dalam sektor perizinan perumahan, ia melanjutkan, Pemkab Gresik juga akan mewajibkan penyediaan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R).

Ia meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik untuk mulai masuk ke pesantren. “Pengelolaan sampah di lingkungan pesantren mulai dianggarkan agar sampah dapat dipilah disana,” harap Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia mencontohkan Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu yang dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk gerakan satu rumah satu biopori. Desa tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi desa lain. Hal serupa juga dilakukan Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik melalui program kampung proklim. 

“Kedua desa dan kelurahan itu jadi percontohan, dan hari ini kami beri kado dan mendapat bantuan motor pengangkut sampah roda tiga,” ungkapnya.

Kabupaten Gresik, satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Capaian ini menempatkan Gresik dalam jajaran daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

APRESIASI PETUGAS KEBERSIHAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik Sri Subaidah mendampingi seorang petugas kebersihan mengangkat Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam Kirab Adipura di WEP Gresik pada Jumat, 27 Februari 2026 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama Gresik memperoleh penghargaan adalah keberhasilan mengelola sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yakni energi terbarukan pengganti fosil batu bara yang disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai off taker. Skema ini menjadikan sampah sebagai sumber daya sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, terutama dedikasi para petugas kebersihan dan pertamanan yang ada lapangan. “Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Sri Subaidah, menuturkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. “Ini bukan hanya keberhasilan DLH, tetapi hasil kolaborasi pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, penghargaan tahun ini diraih melalui proses penilaian ketat. Dari 420 kabupaten/kota se-Indonesia yang dinilai, tidak ada satu pun daerah yang meraih predikat Pengelolaan Sangat Bersih maupun Pengelolaan Bersih.

“Hanya 35 daerah secara nasional yang meraih predikat Kabupaten/Kota Bersertifikat atau Menuju Kabupaten/Kota Bersih, dan Kabupaten Gresik menjadi salah satunya,” jelas Sri. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi

Gresik Menuju Kabupaten Bersih di Indonesia, Bupati Gresik Berikan Apresiasi pada Petugas Kebersihan Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining, Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki komitmen serius dalam mengatasi masalah sampah rumah tangga. Salah satunya menerapkan metode Landfill Mining sebagai salah satu solusi modern dalam mengurangi tumpukan sampah yang lebih dari 10 tahun. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif yang memimpin operasional perdana pada Selasa, 24 Februari 2026. Operasional metode Landfill Mining, pertama di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dihadiri oleh manajemen PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Tuban dan Pimpinan PT. Semen Indonesia Tbk pabrik Rembang. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, persoalan sampah adalah tantangan besar bagi seluruh daerah, termasuk Kabupaten Gresik. Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan industri serta pemukiman, volume timbulan sampah terus meningkat.”Jika tidak dikelola dengan baik sampah akan menjadi beban lingkungan, sosial bahkan ekonomi,” ucap Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani saat meresmikan pengoperasian Landfill Mining di TPA Ngipik pada Selasa, 24 Februari 2026.

Peresmian ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Gresik, teknologi Landfill Mining memungkinkan untuk mengolah kembali timbunan sampah lama memisahkan fraksi yang masih bernilai guna. Serta mengurangi volume sampah yang tertimbun di TPA. 

“Dengan kapasitas pengolahan sekitar 25 ton per jam, fasilitas ini diharapkan mampu secara bertahap mengurangi beban timbunan di TPA Ngipik,” harapnya. Ia melanjutkan, Pemkab Gresik terus berkomitmen, untuk melakukan transformasi sistem pengelolaan sampah. Sehingga tidak lagi hanya mengandalkan sistem kumpul – angkut – buang, tetapi bergerak menuju sistem pengolahan yang berbasis pengurangan, pemanfaatan kembali dan peningkatan nilai tambah. 

“Hasil pengolahan tidak berhenti sebagai limbah tetapi menjadi sumber daya baru. Fraksi organik dapat dimanfaatkan sebagai tanah uruk, layening landfill, maupun media tanam. Fraksi non organik diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif pengganti batubara. Ini adalah langkah konkret mendukung transisi energi dan pengurangan emisi,” terang Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Bupati Yani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak khususnya mitra industri yang telah mendukung pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha seperti inilah menjadi kunci keberhasilan pemgelolaan lingkungan yang berkelanjutan. 

“Pengadaan fasilitas ini melalui APBD Kabupaten Gresik tahun anggaran 2025 sebesar Rp 6 milliar, bukan hanya sekedar belanja peralatan. Melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

Selain mengandalkan Landfill Mining atasi tumpukan sampah di TPA Ngipik, Bupati Yani menekankan Dinas Lingkungan Hidup, dengan keterlibatan Dinas PMD dan kecamatan mengajak pemerintah desa untuk membangun TPS3R. 

“Jika tidak memungkinkan membangun TPS3R dalam satu desa bisa dibuat satu TPS3R untuk tiga desa. Tujuannya sampah dapat dikelola terlebih dahulu di tingkat desa sehingga tidak terjadi penumpukan di TPA,” tegasnya. 

“Mudah-mudahan melalui metode Landfill Mining ini, timbunan sampah lama di TPA digali kembali untuk dilakukan pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang seperti bahan bakar alternatif RDF atau material lain,” tandasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Resmikan Operasional Landfill Mining, Solusi Atasi Tumpukan Sampah di TPA Ngipik Selengkapnya

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani agar pupuk subsidi kembali menyentuh sektor budidaya perikanan akhirnya membuahkan hasil. Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Kabupaten Gresik pada Senin 23 Februari 2026 dipastikan bahwa pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan resmi dialokasikan kembali pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa beberapa tahun terakhir menjadi masa penuh kegelisahan bagi para petambak akibat pencabutan subsidi pupuk sektor perikanan.

“Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Kabupaten Gresik merupakan salah satu lumbung pangan nasional dari sektor perikanan, baik budidaya, tangkap, maupun pengolahan dan pemasaran. Luas lahan budidaya tercatat 28.653,27 hektare, terdiri dari tambak payau seluas 15.601,26 hektare dan tambak tawar 13.052,01 hektare. Jumlah pembudidaya mencapai 20.279 orang, terdiri dari 15.729 pemilik tambak dan 4.550 pandega, yang tersebar di 16 kecamatan.

Produksi perikanan budidaya, Gresik tahun 2025 mencapai 160.439 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 3,54 triliun. Khusus komoditas bandeng, produksi diperkirakan mencapai sekitar 90.000 ton per tahun.

“Kalau harga bandeng rata-rata Rp 10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto, menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk di Petrokimia dan resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

“Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu, menyampaikan permohonan maaf atas kondisi dua tahun terakhir yang berdampak pada pembudidaya. “Atas nama pemerintah kami mohon maaf. Tahun ini secara nasional dialokasikan hampir Rp300 miliar untuk pupuk budidaya,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun 2026 ini telah dialokasikan pupuk bersubsidi pada sektor perikanan bagi pembudidaya ikan di Kabupaten Gresik. Yakni pupuk urea sebesar 4.721 ton, pupuk SP36 sebesar 4.598 ton dan pupuk organik sebesar 506 ton.

Karena itu, ditekankan juga pentingnya optimalisasi penyerapan kuota agar tidak terjadi sisa alokasi. Dukungan dari sisi distribusi dan sistem juga ditegaskan oleh Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo. Ia memastikan bahwa sistem distribusi pupuk kini telah terdigitalisasi penuh.

“Setiap penebusan pupuk di kios langsung tercatat dan terhubung secara real-time dengan sistem pusat. Alokasi otomatis terpotong sesuai kuota. Sistem siap dan stok dalam kondisi aman,” terangnya.

Di sisi lain, aspirasi petambak turut mengemuka. Sholiq, petambak asal Desa Betoyo Guci, menyampaikan apresiasi atas kembalinya subsidi pupuk, namun juga mengingatkan potensi anjloknya harga saat panen raya.

“Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. Selain memastikan pupuk tersedia, Pemkab Gresik juga mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui berbagai program serta penguatan distribusi berbasis desa.

“Kami memiliki Koperasi Desa Merah Putih hampir di seluruh desa. Jika dilibatkan dalam distribusi pupuk subsidi, rantai pasok bisa lebih efektif dan ekonomi desa ikut bergerak,” tambahnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Plong..! Ikhtiar Bupati Gresik Perjuangkan Pupuk Subsidi Tambak Disetujui Komisi IV DPR RI Selengkapnya

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern

GRESIK,1minute.id – Masjid Agung Mualana Malik Ibrahim Gresik semakin Inklusif. Ramah anak dan lansia. Sebab, Pemerintah Kabupaten Gresik melengkapi masjid yang berada di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas itu dilengkapi tangga berjalan alias eskalator.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam hal ini diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Daerah (Setda) Suprapto yang meresmikan pengoperasian eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik pada Jumat,  13 Februari 2026.

Pemasangan eskalator merupakan bentuk komitmen pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dalam penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi seluruh kalangan. Pengoperasian eskalator ini menjadi bagian dari peningkatan sarana dan prasarana di Masjid Agung Gresik yang bertepatan dengan HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539 serta menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Menurut Asisten I Setda Gresik Suprapto, kebutuhan akan eskalator dipandang urgen karena melihat berbagai karakteristik pengunjung Masjid Agung Gresik. Terutama untuk kalangan lanjut usia yang kesulitan menaiki tangga. “Adanya eskalator tersebut untuk mempermudah lansia, ibu hamil, dan masyarakat kebutuhan khusus agar mendapat akses lebih mudah mencapai lantai atas Masjid Agung Gresik,” kata Suprapto.

Pihaknya menjelaskan, pemasangan eskalator untuk naik dan turun tersebut dilakukan di sisi kanan bangunan utama Masjid. Menurutnya, langkah ini diambil agar jemaah sepuh merasa lebih aman dan nyaman ketika ingin naik ke lantai atas untuk beribadah.

“Masjid Agung Gresik sendiri, kerap menjadi pusat aktivitas keagamaan berskala besar, baik kegiatan salat berjamaah, pengajian akbar, hingga perhelatan hari besar Islam. Eskalator tersebut akan menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih ramah, inklusif, dan modern,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik Ida Lailatussa’diyah menyampaikan pemasangan eskalator di Masjid Agung Gresik melengkapi fasilitas masjid agar lebih modern dan nyaman bagi jemaah.

“Selain Masjid Agung Gresik, pemasangan eskalator nantinya juga akan dilakukan di Masjid KH Robach Ma’shum Islamic Center Balongpanggang,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas eskalator yang telah disediakan agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, terus menghidupkan kegiatan keagamaan dan menjadi pusat edukasi serta sosial masyarakat.

Menurut salah satu warga, Mukhlisun, 62, saat diwawancara menyambut positif pengoperasian eskalator tersebut. Ia menyebut ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan spiritual dan fisik warganya. “Semoga ini bisa menjadi percontohan. Selain itu, tentunya memberikan kenyamanan terutama bagi lansia yang akan melaksanakan ibadah,” ucapnya. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Pemkab Gresik Resmikan Pengoperasian Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim Gresik Inklusif dan Modern Selengkapnya