Pertama, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi Roda untuk Lansia untuk Calon Jemaah Haji 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melaksanakan sosialisasi dan koordinasi program fasilitasi kesehatan dan alat bantu mobilitas bagi calon jemaah haji (CJH) di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 22 April 2026.

Pemkab Gresik berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah SWT itu. Program fasilitasi kesehatan dan alat bantu mobilitas seperti kursi roda ini untuk memastikan CJH, khususnya lansia, dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari evaluasi kebutuhan riil jemaah di lapangan. Menurutnya, bantuan tidak lagi berorientasi pada pemberian uang, melainkan diarahkan pada dukungan yang lebih tepat sasaran. 

“Yang dibutuhkan jemaah itu kesehatan dan mobilitas. Di sana aktivitasnya fisik, berjalan jauh, cuaca panas. Kalau tidak disiapkan, biaya untuk obat bisa menghabiskan bekal jemaah,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sebagai bentuk perhatian tersebut, Pemkab Gresik menyiapkan paket obat untuk seluruh CJH tahun 2026. Paket tersebut meliputi vitamin harian untuk daya tahan tubuh selama 40 hari, obat flu dan batuk, vitamin B kompleks untuk mengatasi kelelahan, serta obat pereda nyeri. Selain itu, juga menyediakan fasilitas kursi roda bagi jemaah lansia melalui skema pinjam pakai. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketepatan penggunaan sekaligus memenuhi aspek akuntabilitas pengelolaan barang daerah.

Langkah ini menjadi semakin relevan mengingat profil jemaah haji Gresik didominasi usia lanjut. Berdasarkan analisa risiko CJH tahun ini, tercatat sedikitnya 101 jemaah membutuhkan dukungan kursi roda selama pelaksanaan ibadah.

Bupati Yani menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal yang akan terus disempurnakan ke depan. “Kita masih belajar, tapi yang terpenting adalah program ini benar-benar menjawab kebutuhan jemaah. Ke depan akan kita evaluasi dan perkuat melalui koordinasi yang lebih intens,” tegasnya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gresik Lulus, menyampaikan bahwa jemaah lansia memang terus meningkat setiap tahun, sehingga membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak. “Mayoritas jemaah kita berada pada kategori usia yang memerlukan pendampingan, baik dari sisi kesehatan maupun mobilitas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian, dan KBIHU menjadi sangat penting agar pelayanan kepada jemaah bisa optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kesiapan jemaah tidak hanya soal administrasi keberangkatan, tetapi juga kesiapan fisik dan dukungan fasilitas selama di Tanah Suci. Program fasilitasi ini turut diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk Dinas Sosial yang menyalurkan kursi roda bagi jemaah lansia melalui KBIHU dengan mekanisme pinjam pakai. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pertama, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi Roda untuk Lansia untuk Calon Jemaah Haji  Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : CSR bukan Charity, Tapi Tanggungjawab Sosial Wajib Dilaksanakan Dunia Usaha

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) bukanlah sekadar kegiatan amal, melainkan tanggung jawab sosial yang wajib dilaksanakan oleh dunia usaha sesuai ketentuan perundang-undangan.

“CSR itu bukan charity, bukan belas kasih. CSR adalah tanggung jawab sosial yang diatur oleh undang-undang. Perspektif ini harus disamakan,” tegas Fandi Akhmad Yani saat membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi CSR SIGAP (Sosial Industri Gerakan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) di Ruang Rapat Argolengis Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 22 April 2026. 

Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Kabupaten Gresik yang memiliki kekuatan industri besar membutuhkan kolaborasi aktif dengan dunia usaha agar program pembangunan dapat berjalan optimal. “Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Harus ada supporting dari industri. Program CSR harus selaras dengan program pemerintah, baik pusat maupun daerah,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Bupati Fandi Akhmad Yani pun mendorong agar pelaksanaan CSR diarahkan pada isu-isu strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti penanganan sampah, khususnya limbah plastik serta perlindungan perempuan dan anak.Ia juga mengungkap sejumlah persoalan sosial yang masih ditemui di lapangan, mulai dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), anak putus sekolah, hingga tantangan yang dihadapi keluarga pekerja migran.

“Masalah sosial ini nyata. Ada korban KDRT, anak yang tidak sekolah, hingga anak-anak pekerja migran yang berisiko tidak memiliki identitas yang jelas. Ini perlu perhatian bersama,” jelas magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Terkait mekanisme pelaksanaan CSR, kata Fandi Akhmad Yani, bahwa pemerintah daerah tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai atau transfer ke kas daerah. Kontribusi dunia usaha diarahkan dalam bentuk program nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Yang kita butuhkan adalah programnya. Bisa kolaborasi, berbagi peran, dan pengawasannya dilakukan bersama,” imbuh Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Mengakhiri arahannya, Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Tidak ada industri yang bisa tumbuh di daerah yang gagal. Gresik ini kondusif dan masyarakatnya mendukung. Maka industri juga harus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik Titik Ernawati dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dunia usaha terhadap isu perlindungan perempuan dan anak, sekaligus mendorong pelaksanaan CSR yang responsif gender dan ramah anak.

“Kegiatan ini juga menjadi ruang membangun komitmen dan sinergi lintas sektor agar upaya perlindungan dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya. Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta ini melibatkan unsur dunia usaha, perangkat daerah, lembaga masyarakat, forum anak, serta mitra terkait lainnya. Melalui forum ini, diharapkan dunia usaha tidak hanya terlibat secara simbolik, tetapi mampu mengambil peran aktif dan terukur dalam pelaksanaan CSR SIGAP. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : CSR bukan Charity, Tapi Tanggungjawab Sosial Wajib Dilaksanakan Dunia Usaha Selengkapnya

Bupati Gresik Pimpin Upacara Pembukaan Program TMMD ke-128, Fokuskan RTLH, JPD, dan JUT


GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun anggaran 2026 di halaman Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 22 April 2026. Sasaran TMMD kali ini dipusatkan di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Kasrem 0814/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, jajaran Forkopimda Gresik, kepala OPD, Camat, Kepala desa, dan undangan lainnya. 

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan serta memadukan unsur TNI, kementrian, lembaga pemerintah non kementrian, pemerintah daerah serta segenap lapisan masyarakat. Tujuannya adalah membantu pemerintah untuk ikut serta mendukung akselerasi pembangunan, baik fisik maupun non fisik. 

“TMMD mempercepat upaya pembangunan daerah di seluruh pelosok nusantara yang sangat strategis dan efektif. Baik dilihat dari sisi pembangunan ekonomi, pertahanan keamanan, peningkatan cinta tanah air serta kesadaran berbangsa dan bernegara,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menuturkan, melalui TMMD ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat guna pemerataan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pedesaan dan upaya peningkatan sumber daya manusia.

Proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD dari perencanaan, pelaksanaan sampai pengawasan. Pihaknya menambahkan, sasaran TMMD Ke-128 Tahun 2026 di Desa Slempit Kecamatan Kedamean dilaksanakan mulai 22 April hingga 22 Mei 2026.

Sasaran fisik diarahkan pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana serta fasilitas umum yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Sasaran fisik dan pembangunan ini diantaranya pembangunan jalan, pengaspalan jalan Poros desa (JPD) pengecoran jalan usaha tani (JUT), normalisasi waduk dan perbaikan pintu DAM serta rumah tidak layak huni (RTLH),” terangnya. 

Selain itu, lanjutnya, sasaran non fisik meliputi peningkatan kesadaran masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sikap bela negara, jiwa wirausaha serta meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 

“Kegiatan tersebut meliputi, diadakan penyuluhan program bangga kencana, program stunting, program penghijauan dan program ketahanan pangan. Serta bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” tutur mantan Ketua DPRD Gresik ini.

“TMMD ke-128 diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat Desa Slempit Kecamatan Kedamaean Gresik, sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan warga,” tandas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.
Usai upacara Bupati Gresik didampingi Dandim 0817/Gresik menyerahkan bantuan rumah tidak layak huni senilai Rp 180 juta untuk 6 rumah serta bantuan pembangunan jalan lingkungan desa dari Pemerintah Kabupaten Gresik dalam rangka program TMMD ke 128 Tahun 2026. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Pimpin Upacara Pembukaan Program TMMD ke-128, Fokuskan RTLH, JPD, dan JUT Selengkapnya

Hattrick Juara Umum, Kafilah Kecamatan Bungah Langsung Bersiap Diri Ikut MTQ Jawa Timur di Tulungagung 

GRESIK,1minute.id –  Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXII Kabupaten Gresik 2026 di Islamic Center Balongpanggang resmi ditutup pada Minggu malam, 19 April 2026.

Penutupan event tahunan ini dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Kafilah Kecematan Bungah sukses  mempertahankan tropi juara umum tiga kali berturut-turut. Hattrick. Kafilah Bungah mendominasi sejumlah kategori mulai dari tilawah, Syarhil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (KTIQ), serta cabang seni lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan MTQ, mulai dari Dewan Hakim, Panitia, hingga para kafilah dan camat pendamping. “Alhamdulillah seluruh rangkaian MTQ ke-32 Kabupaten Gresik tahun 2026 telah berjalan dengan baik. Terima kasih atas dedikasi dan partisipasi semua pihak,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan di masing-masing kecamatan dan mendorong sinergi antara pemerintah kecamatan dengan pondok pesantren, sekolah, madrasah, dan madrasah diniyah dalam menyiapkan kafilah yang unggul. “Kami yakin para santri Gresik memiliki kemampuan luar biasa. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, kita optimistis mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan para juara untuk segera mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur yang direncanakan digelar di Kabupaten Tulungagung. Ia berharap capaian di tingkat kabupaten menjadi modal penting untuk meraih prestasi di tingkat provinsi.

Sementara itu, Camat Bungah Muhammad Izul Muttaqin, menyampaikan rasa syukur atas capaian kafilahnya yang kembali meraih juara umum. Ia menyebut, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif para kafilah, pembina, serta dukungan penuh masyarakat.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah hasil dari kerja keras para kafilah, pembina, serta dukungan masyarakat Kecamatan Bungah,” ujarnya. Ia menambahkan, prestasi ini menjadi yang ketiga secara berturut-turut setelah sebelumnya diraih pada MTQ di Sangkapura, serta saat Bungah menjadi tuan rumah.

Ke depan, pihaknya akan segera melakukan langkah strategis untuk menjaga performa para juara. Koordinasi akan dilakukan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kecamatan Bungah dan seluruh pembina untuk memperkuat pembinaan serta melakukan verifikasi ulang peserta terbaik.

“Kami akan segera melakukan pembinaan lanjutan agar para juara bisa menjaga performanya. Termasuk membuka peluang bagi peserta lain yang berpotensi untuk dipersiapkan di tingkat provinsi,” jelasnya. Ia juga menegaskan kesiapan Bungah dalam menghadapi MTQ Jawa Timur di Tulungagung, sebagaimana pesan yang disampaikan Bupati Fandi Akhmad Yani agar kafilah tetap menjaga ritme, kemampuan, dan kualitas.

“Insyaallah kami siap menjaga performa dan mempersiapkan kafilah terbaik. Semoga Kabupaten Gresik kembali bisa meraih prestasi terbaik di tingkat provinsi,” pungkasnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Hattrick Juara Umum, Kafilah Kecamatan Bungah Langsung Bersiap Diri Ikut MTQ Jawa Timur di Tulungagung  Selengkapnya

Mohammad Rum Pramudya Nakhoda baru IKA Unair Cabang Gresik 

GRESIK,1minute.id –  Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Surabaya Cabang Gresik menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) II yang bertempat di Ruang Putri Mijil Kompleks Pendapa Rumah Dinas Bupati Gresik pada Sabtu, 18 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menetapkan arah strategis IKA Unair Cabang Gresik ke depan. Muscab II ini mengagendakan pemilihan ketua serta penyusunan visi dan misi organisasi guna mendukung peran aktif alumni dalam pembangunan daerah.

Acara dibuka oleh Bupati Gresik juga Ketua Pembina IKA Unair Cabang Gresik Fandi Akhmad Yani. Dalam sambutannya, Ia  menegaskan besarnya potensi alumni Universitas Airlangga dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, ribuan alumni Unair yang tersebar di berbagai sektor merupakan sumber daya manusia unggul yang dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Gresik.

“Apabila seluruh alumni dapat bersatu dan bergerak bersama, kontribusi yang dihasilkan tidak hanya pada sektor infrastruktur, tetapi juga mencakup penguatan ekonomi serta pembangunan sosial dan budaya,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Lebih lanjut, ia berharap Muscab ini mampu memperkuat soliditas organisasi serta menjadi wadah kolaborasi lintas profesi dan keilmuan. “Saya mengajak IKA Unair untuk terus bergerak progresif dan terstruktur dalam membangun program kolaboratif berbasis data dan riset yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini memerlukan kontribusi nyata, jejaring yang kuat, serta semangat kebersamaan para alumni,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Dalam Muscab tersebut, Mohammad Rum Pramudya terpilih sebagai Ketua IKA Unair Cabang Gresik masa bakti 2026-2030. Ia adalah Kepala Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Gresik. Rum menggantikan posisi Lestari Sudaryanti yang merupakan Ketua IKA Unair Cabang Gresik masa bakti 2021-2025.

Dalam kesempatan tersebut, Ia menyampaikan komitmennya untuk memperkuat jejaring alumni sebagai fondasi utama dalam menjalankan program organisasi. “Membangun jejaring alumni membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak. Kami optimistis, dengan kebersamaan, visi dan misi organisasi dapat diwujudkan secara optimal,” ungkapnya.

Melalui Muscab II ini, IKA Unair Cabang Gresik diharapkan semakin solid dan mampu berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Mohammad Rum Pramudya Nakhoda baru IKA Unair Cabang Gresik  Selengkapnya

Ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf, Ketua MPR Ahmad Muzani Doa untuk Bangsa

GRESIK,1minute.id – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani melakukan ziarah ke makam Habib Abubakar Assegaf di Kompleks Masjid Jamik Gresik pada Sabtu, 18 April 2026.

Muzani tiba di makam ulama kharismatik yang memiliki ribuan jemaah ini, Muzani didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik juga Ketua DPC Gerindra Gresik badal Duhur. 

Turut hadir dalam penyambutan tersebut di antaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anwar Sadad, Anggota Fraksi Gerindra DPR RI Bambang Harjo Soekartono (BHS), serta sejumlah fungsionaris Partai Gerindra

Rangkaian agenda ziarah diisi dengan doa bersama serta silaturahmi dengan keluarga besar dzuriyah Habib Abu Bakar di Jalam KH Zubair, Gresik. Kunjungan dengan agenda ziarah ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan keberkahan kepemimpinan nasional.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai agenda ziarah tersebut penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai religius di tengah pembangunan daerah.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk mengembangkan kawasan makam sebagai destinasi wisata religi yang representatif. Pengembangan tersebut meliputi peningkatan akses jalan, penyediaan fasilitas pendukung, serta penataan lingkungan guna memberikan kenyamanan bagi para peziarah.

“Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Gresik Baru yang religius sekaligus berdaya saing,” ujar Fandi. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, selain berziarah di makam Habib Bakar, Ahmad Muzani yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Partai Gerindra turut melakukan silaturahmi ke dzuriyah Habib AbuBakar. “Ini merupakan kunjungan rutin Pak Muzani ke Gresik. Beliau selalu menyempatkan diri berziarah ke makam Habib Bakar,” ujar Asluchul Alif. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf, Ketua MPR Ahmad Muzani Doa untuk Bangsa Selengkapnya

Masjid KH Robbach Ma’sum Islamic Center jadi Venue MTQ XXXI Gresik, Bupati Gresik : MTQ Panggung Lahirnya Generasi Qurani


GRESIK,1minute.id – Masjid KH Robbach Ma’sum, Kompleks Islamic Center Balongpanggang menjadi venue Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Kabupaten Gresik. Perhelatan akbar yang diikuti oleh 18 kecamatan dengan total 725 orang kafilah ini dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Jumat malam, 17 April 2026.

Ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat tradisi keagamaan sekaligus menyiapkan kafilah terbaik menuju MTQ tingkat provinsi Jawa Timur.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan optimisme Gresik untuk kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi, sebagaimana capaian sebelumnya.
“Pada penyelenggaraan MTQ ke-31 tingkat provinsi Jawa Timur, Gresik berhasil meraih juara umum. Ini prestasi yang harus kita jaga dan kita tingkatkan,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ XXXII di Kecamatan Balongpanggang memiliki makna strategis. Selain sebagai bentuk pemerataan kegiatan, lokasi ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan ikon baru Gresik kepada seluruh kafilah dari berbagai kecamatan.

“Pelaksanaan di Balongpanggang ini juga bertujuan mengenalkan Islamic Center Masjid KH Robbach Ma’sum dan wisata edukasi digital Gresik Universal Science (GUS). Selepas MTQ nanti bisa berkunjung lagi kesini,” harapnya. Bupati Yani menekankan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan identitas religius masyarakat Gresik sebagai Kota Santri.

“Tradisi ini harus terus kita jaga. Gresik adalah tempatnya para santri dan para penghafal Al-Qur’an. Tidak hanya di wilayah utara, tetapi juga di wilayah selatan,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembinaan generasi Qurani, khususnya para guru dan pembina yang terus istiqomah mendidik peserta didik.

Lebih lanjut, Bupati Yani berharap MTQ XXXII mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an. “Mudah-mudahan MTQ ini berjalan sukses, penuh berkah, dan kembali mengantarkan Gresik meraih juara umum di tingkat Jawa Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, dalam laporannya menyampaikan bahwa MTQ XXXII berlangsung selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026, dengan pusat kegiatan di Kecamatan Balongpanggang. Pembukaan dan penutupan digelar di Islamic Center Balongpanggang, sedangkan perlombaan dilaksanakan di 10 venue yang tersebar di wilayah tersebut.

MTQ tahun ini diikuti oleh 18 kecamatan dengan total 725 orang kafilah, terdiri dari 545 peserta, 90 official, dan 90 pembina. Selain itu, sebanyak 110 orang dewan hakim dan panitera turut mendukung kelancaran pelaksanaan. Terdapat tujuh cabang yang dilombakan, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifdzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khath Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Masjid KH Robbach Ma’sum Islamic Center jadi Venue MTQ XXXI Gresik, Bupati Gresik : MTQ Panggung Lahirnya Generasi Qurani Selengkapnya

Prediksi Musim Kemarau Lebih Awal dan Panjang,Bupati Gresik : Jangan Tunggu Krisis, Gresik Harus Bergerak Sekarang

GRESIK,1minute.id – Kabupaten Gresik, satu dari sekian Kabupaten/Kota di Indonesia yang memiliki otensi bencana hidrometeorologi. Ancaman bencana kekeringan. Prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau lebih cepat dan bakal lebih lama.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyikapi ancaman kekeringan tahun 2026 tidak lagi bisa dipandang sebagai siklus tahunan biasa. Pemkab Gresik mulai menaikkan level kewaspadaan menyusul prediksi musim kemarau yang datang lebih awal, bahkan sejak akhir April.
Data menunjukkan, sedikitnya 6 kecamatan berpotensi terdampak di fase awal, dan bisa meluas hingga 12 dari 18 kecamatan saat puncak kemarau pada Juli–September 2026.

Situasi ini menuntut perubahan cara kerja pemerintah dari sekadar respons menjadi antisipasi yang terukur. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara tegas mengingatkan seluruh jajaran agar tidak menunggu krisis terjadi. “Jangan tunggu masyarakat kesulitan air baru kita bergerak. Semua harus sudah siap dari sekarang. Kecamatan harus tahu titik rawan, desa harus tahu kondisinya. Tidak boleh ada yang terlambat,” ungkapnya pada Rapat One Week Program di Ruang Rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin lalu, 13 April 2026.

Pemkab Gresik melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan skema intervensi berupa droping air. Sejumlah sarana disiagakan, mulai dari 5 unit truk tangki, puluhan tandon air, hingga ratusan jerigen. Namun di balik kesiapan itu, ada tantangan nyata yaitu keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah terdampak.

“Dengan keterbatasan ini, kita tidak bisa kerja biasa. Harus berbasis data, harus tepat sasaran, dan harus cepat,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. Ia juga menegaskan bahwa solusi tidak bisa hanya bergantung pada dropping air. Pemanfaatan sumber air alternatif dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci.

“Kita harus berani keluar dari pola lama. Sumber air yang ada harus dioptimalkan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Ini soal strategi, bukan sekadar bantuan,” imbuh Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. Ia pun mendorong kesiapsiagaan hingga tingkat rumah tangga, dengan memastikan masyarakat memiliki cadangan air secara mandiri.

“Minimal setiap rumah punya jerigen atau tandon. Kita harus membangun kesiapan dari bawah, bukan hanya mengandalkan pemerintah,” tambah mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD Gresik Sukardi, menegaskan, bahwa pemetaan wilayah rawan telah dilakukan sebagai dasar intervensi. “Kami sudah siapkan distribusi air bersih secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Yang menjadi perhatian adalah dukungan operasional, khususnya BBM, karena distribusi ini akan berlangsung rutin selama musim kemarau,” jelasnya.

Selain itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa agar distribusi air tidak terlambat dan benar-benar menyasar wilayah yang paling membutuhkan. Di sisi lain, Pemkab Gresik juga mulai menggeser pendekatan dari sekadar penanganan darurat menuju pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan, termasuk untuk mendukung sektor pertanian.

Dengan tekanan kemarau yang diprediksi lebih panjang dan luas, menjadi ujian serius bagi kesiapan daerah. Pesan bupati pun jelas, tidak ada ruang untuk lambat, dan tidak ada alasan untuk tidak siap. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Prediksi Musim Kemarau Lebih Awal dan Panjang,Bupati Gresik : Jangan Tunggu Krisis, Gresik Harus Bergerak Sekarang Selengkapnya

Bupati Gresik Ingatkan PMI untuk Mitigasi Perubahan Iklim 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo, Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 17 April 2026. Kegiatan diikuti oleh para kader PMI dari seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik ini untuk mengevaluasi kinerja PMI sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan arah program kerja di tahun 2026. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya kesiapan PMI dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa potensi kemarau panjang perlu diantisipasi sejak dini. 

“PMI harus mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini, termasuk menghadapi perubahan iklim. Jika diprediksi terjadi kemarau panjang, maka kesiapsiagaan perlu ditingkatkan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Ia juga mendorong PMI untuk memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa, agar distribusi bantuan, khususnya air bersih, dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat sasaran. Menurutnya, keberadaan PMI di tingkat kecamatan merupakan kekuatan penting dalam mempercepat respons di lapangan.

Selain isu kebencanaan, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani turut menyoroti pentingnya regenerasi kader. Ia mengajak PMI untuk membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, khususnya Gen Z, agar terlibat aktif sebagai relawan. “Kita perlu melibatkan anak-anak muda sebagai relawan. Ini juga menjadi bagian dari edukasi agar mereka lebih peduli terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan,” tambahnya.

Ia juga menilai, pengenalan PMI sejak usia sekolah menjadi langkah penting agar semangat kemanusiaan dapat tumbuh sejak dini. Hal ini mengingat masih banyak generasi muda yang belum sepenuhnya memahami peran dan fungsi PMI.

Sementara itu, capaian membanggakan ditorehkan PMI Gresik pada 2025. Kontingen Palang Merah Remaja (PMR) Kabupaten Gresik berhasil meraih delapan piala dalam ajang Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA) PMR X tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir, mengungkapkan bahwa Gresik berpeluang menjadi tuan rumah JUMBARA Nasional tahun ini. “Kami mendapat informasi dari PMI pusat bahwa Gresik dinilai sangat layak menjadi lokasi penyelenggaraan JUMBARA Nasional berikutnya,” ujarnya. Momentum tersebut juga diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, termasuk dalam target donor darah yang ditetapkan sebanyak 7.000 kantong selama pelaksanaan kegiatan. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Ingatkan PMI untuk Mitigasi Perubahan Iklim  Selengkapnya

Depan Peserta Diklat Sesdilu Kemenlu , Bupati Gresik Paparkan Realisasi Investasi di Gresik Capai Rp 29,4 Triliun

GRESIK,1minute.id – Peserta Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 Kementerian Luar Negeri mengunjungi Kabupaten Gresik pada Kamis, 16 April 2026.

Mereka disambut langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul di Mustikarasa Cafe Jalan Tridharma Gresik. Kunjungan ini menjadi ruang belajar langsung mengenai praktik pengembangan investasi daerah, penguatan industri, serta diplomasi ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa posisi strategis Gresik sebagai kawasan industri dan logistik tidak terlepas dari perencanaan tata ruang yang berbasis potensi wilayah serta sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri.
“Kalau melihat Gresik, ini memang bukan kota besar seperti Surabaya. Tapi dari kota inilah kita membangun kekuatan, dimulai dari tata ruang dan pengenalan potensi daerah. Sejak dulu Gresik adalah kota pelabuhan dan perdagangan, dan itu yang kita lanjutkan hari ini dalam bentuk kawasan industri dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus),” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Didukung belasan pelabuhan aktif serta keberadaan kawasan industri besar seperti Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), dan kawasan industri Maspion (KIM), Gresik kini menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok industri di Jawa Timur. Posisi ini juga diperkuat dengan peran Gresik sebagai bagian dari kawasan metropolitan Gerbangkertosusila.

Bupati Yani menjelaskan, keunggulan utama Gresik terletak pada integrasi kawasan industri dengan pelabuhan berskala besar, yang memungkinkan efisiensi logistik, terutama bagi industri berbasis ekspor-impor. “Industri besar membutuhkan kepastian dan efisiensi. Di Gresik, kapal besar bisa langsung sandar, bahan baku impor bisa masuk dengan mudah, dan produk bisa langsung di ekspor. Ini keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia juga menyoroti peran Kawasan Ekonomi Khusus sebagai instrumen penting dalam menarik investasi global. Melalui kebijakan insentif fiskal, termasuk pengurangan pajak daerah dan fasilitas tax holiday, pemerintah memberikan kepastian bagi investor untuk menanamkan modal di Indonesia, khususnya di Gresik.

“Daerah memang harus memberikan stimulus, bahkan hingga minimal 50 persen untuk beberapa jenis pajak. Tapi ini adalah strategi jangka panjang untuk menarik investasi besar dan membuka lapangan kerja,” jelasnya. Sejalan dengan itu, data menunjukkan tren investasi Gresik yang terus memberikan kontribusi signifikan bagi Jawa Timur. Dalam enam tahun terakhir, Gresik menjadi salah satu penyumbang utama realisasi investasi dengan nilai mencapai Rp 29,4 triliun atau sekitar 18,89 persen dari total investasi Jawa Timur.  

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kabupaten Gresik juga menunjukkan tren positif. Setelah sempat terkontraksi, ekonomi kembali tumbuh hingga mencapai 4,91 persen pada 2025, diikuti penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 8,21 persen pada 2020 menjadi 5,47 persen pada 2025.  

Namun demikian, Fandi Akhmad Yani menekankan bahwa keberlanjutan pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri. 

“Ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya tenaga kerja, tetapi tenaga kerja terampil. Karena itu, kita dorong pendidikan vokasi, link and match dengan industri, agar SDM Gresik benar-benar siap,” ujarnya. Saat ini, Kabupaten Gresik juga tengah mendorong penguatan ekosistem SDM melalui penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri, sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.  

Pada hari pertama kunjungan, para peserta dijadwalkan melakukan diskusi dengan sejumlah perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) guna menggali lebih dalam ekosistem investasi dan potensi daerah. Selanjutnya, pada hari berikutnya, rombongan akan melanjutkan kunjungan ke kawasan JIIPE untuk melihat langsung implementasi kawasan industri dan pelabuhan di Gresik.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri Khasan Ashari, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan belajar yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. “Kami menyampaikan terima kasih atas fasilitasi yang luar biasa dari Bapak Bupati dan jajaran.

Kunjungan ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran peserta untuk memahami langsung dinamika pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para peserta yang berjumlah 14 orang merupakan aparatur Kementerian Luar Negeri yang telah berpengalaman, termasuk pernah bertugas di perwakilan RI di luar negeri. Kunjungan ini bertujuan memperkuat pemahaman mereka terhadap praktik diplomasi ekonomi di tingkat daerah.

“Fokus kami adalah diplomasi ekonomi. Teman-teman perlu melihat langsung bagaimana potensi investasi, industri, dan pariwisata dikembangkan di daerah. Sehingga saat bertugas di luar negeri, mereka bisa mempromosikan Indonesia dengan lebih konkret,” jelasnya.

Ia juga menilai Gresik sebagai contoh menarik dalam pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, serta memiliki potensi besar untuk dipromosikan dalam kerja sama internasional, baik di bidang investasi, perdagangan, maupun pendidikan vokasi. “Kami berharap kunjungan ini memberikan banyak insight. Ke depan, potensi Gresik bisa menjadi bagian dari promosi ekonomi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Depan Peserta Diklat Sesdilu Kemenlu , Bupati Gresik Paparkan Realisasi Investasi di Gresik Capai Rp 29,4 Triliun Selengkapnya