3 Perusahaan Buka 300 Lowongan Kerja, Gus Yani : Disnaker Gresik sebagai Hub Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melakukan kunjungan ke kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik pada Selasa, 11 Februari 2026. Ia menyapa langsung para pencari kerja yang tengah mengikuti proses rekrutmen dan wawancara kerja.

Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik, dalam memperkuat peran Disnaker sebagai pusat layanan ketenagakerjaan dan penghubung antara dunia usaha dengan tenaga kerja lokal. Ratusan pelamar antusias mengikuti tahapan seleksi dari tiga perusahaan yang membuka lowongan kerja melalui Disnaker Gresik. 

Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Geabh Joint Technologi dengan 239 pelamar, PT Keramik Diamond Indonesia dengan 178 pelamar, serta Mitra Tata Kerja dengan 73 pelamar. Secara keseluruhan, tersedia sekitar 300 lowongan kerja dengan beragam posisi, mulai dari operator, teknisi, mekanik, hingga level pengawas dan kepala unit.

Seluruh pelamar yang hadir sebelumnya telah mendaftar secara daring melalui website Gresik Kerja, platform layanan ketenagakerjaan yang dikembangkan Disnaker Gresik untuk mempermudah akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat serta memastikan proses rekrutmen berjalan terbuka dan terfasilitasi dengan baik.

Fandi Akhmad Yani pada kesempatan itu memberikan semangat agar tetap optimistis dan percaya diri dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.

Sementara itu, kepada perwakilan perusahaan yang hadir, Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kepercayaan serta komitmennya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Gresik melalui fasilitasi Disnaker. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik akan terus hadir dan berperan aktif dalam memfasilitasi penyerapan tenaga kerja lokal.

“Pemkab Gresik akan terus memfasilitasi masyarakat, mulai dari penyediaan informasi lowongan kerja yang transparan dan mudah diakses, hingga berbagai pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, masyarakat Gresik semakin siap dan percaya diri menghadapi dunia kerja,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yani juga menyerahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris pekerja rentan Kabupaten Gresik yang dibiayai melalui APBD 2025. Santunan masing-masing sebesar Rp42.000.000 diserahkan kepada ahli waris almarhum Arif Widodo dan almarhumah Sri Indayani.

Penyerahan santunan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada penyerapan kerja, tetapi juga pada jaminan perlindungan bagi masyarakat

Salah satu pelamar kerja, Ahmad Siroj At Tamami, 23, warga Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar mengaku baru pertama kali mengikuti proses wawancara kerja yang difasilitasi Disnaker Gresik. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap layanan digital yang disediakan.

“Saya pertama kali ikut interview di Disnaker. Daftarnya lewat website Gresik Kerja, sama sekali tidak ada kesulitan dan sangat usable,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Perusahaan Buka 300 Lowongan Kerja, Gus Yani : Disnaker Gresik sebagai Hub Penyerapan Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender

GRESIK,1minute.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Tahun 2026 di Ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 10 Februari 2026.

Forum ini menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk menentukan arah kebijakan daerah yang lebih peka gender dan berkelanjutan. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang membuka kegiatan ini menegaskan bahwa suara perempuan adalah fondasi penting dalam menciptakan pembangunan yang adil.

Menurutnya, perempuan seringkali menghadapi tantangan harian yang unik, sehingga aspirasi mereka sangat dibutuhkan agar kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan, mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi.

“Musrenbang Perempuan ini merupakan ruang bagi ibu-ibu untuk menyampaikan gagasan nyata. Saya ingin perempuan Gresik berdaya secara ekonomi dan memiliki pola pikir yang cerdas, karena dari ibu yang hebat akan lahir generasi masa depan yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Bupati Yani berharap forum ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata yang dapat segera dirasakan manfaatnya. “Pemerintah ingin membangun Gresik secara inklusif, di mana perempuan, anak, dan penyandang disabilitas memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.

Ditempat sama, Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati, menambahkan bahwa Musrenbang tahun ini secara khusus menggodok sepuluh isu strategis yang mendesak. Isu-isu tersebut meliputi penguatan literasi keuangan keluarga untuk membentengi masyarakat dari bahaya judi online, percepatan penurunan angka stunting, hingga pemenuhan fasilitas publik yang aman dan ramah bagi perempuan serta kelompok rentan.

Selama dua hari pelaksanaan, Selasa hingga Rabu, 10-11 Februari 2026 para peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, akademisi, dan praktisi akan merumuskan solusi atas berbagai tantangan tersebut. Hasil musyawarah ini nantinya akan diformulasikan menjadi usulan prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten guna memastikan pembangunan infrastruktur sosial di Gresik tetap inklusif. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Ajak Perempuan Gresik Ikut Menentukan Arah Kebijakan Lebih Peka Gender Selengkapnya

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik 

GRESIK1minute.id –  Pantai Delegan menjadi center poin aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik pada Jumat, 6 Februari 2026.

Bersih-bersih pantai dari.sampah plastik dan limbah rumah tangga yang berpotensi mencemari salah satu destinasi wisata alam favorit di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam Zam Ikhwan, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, dan ratusan peserta lainnya membuat wisata alam dengan pasir putih berada di Desa Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik ini lebih riuh. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang kemudian direspon melalui komitmen bersama Forkopimda dan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Gresik. 

“Ini menegaskan bahwa isu kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir dan laut bukan lagi hal kecil. Melainkan prioritas nasional yang harus kita dukung secara nyata di daerah,” ungkap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menekankan, bahwa kebersihan lingkungan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengelola, melainkan tanggung jawab bersama. “Lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu.

Pihaknya menambahkan, Pantai Dalegan merupakan merupakan salah satu ikon wisata Kabupaten Gresik. Menurut dirinya, tempat ini bukan hanya destinasi rekreasi, tetapi juga sumber penghidupan masyarakat serta wajah daerah yang dilihat oleh pengunjung.  “2Jika lingkungannya bersih, masyarakat sehat, wisata berkembang dan ekonomi bergerak. Sebaliknya, jika kita abai dampaknya akan kembali kepada kita semua,” tuturnya. 

Ia memastikan pengelolaan sampah laut yang terbawa ke pesisir tetap terkendali agar kawasan wisata tetap asri. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. “Saya berharap, gerakan seperti ini terus berlanjut, dan menjadi kebiasaan rutin. Sehingga Gresik benar benar dikenal sebagai kabupaten yang bersih, sehat dan nyaman,” harap mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Lebih lanjut, Gus Yani mengungkapkan selain tempat wisata, agenda ini juga sebagai silaturahmi dan aksi mulia yang bisa diagendakan secara rutin. Bisa dilaksanakan di wisata religi, Alun-alun maupun tempat ibadah dan tempat umum lainnya dalam menjaga kelestarian yang banyak dampaknya terhadap masyarakat. 

“Pariwisata bukan hanya soal keindahan alam, tapi juga soal kenyamanan, keamanan, dan kebersihan lingkungan. Aksi hari ini harus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah budaya dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, aksi bersih pantai ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga ikon pariwisata Kabupaten Gresik agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung.

“Fokus kami hari ini adalah menjaga kebersihan Pantai Delegan sebagai salah satu destinasi unggulan Gresik. Lingkungan yang bersih bukan hanya soal kenyamanan wisatawan, tetapi juga tentang menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain membersihkan sampah plastik, petugas gabungan juga mengangkat limbah domestik yang berpotensi merusak ekosistem laut dan mempercepat abrasi pantai. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke laut. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jalankan Arahan Presiden Prabowo, Bupati dan Forkopimda Gresik Gelar Aksi Bersih Pantai Delegan dari Sampah Plastik  Selengkapnya

Pecahkan Rekor, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan Ratusan Unit Becak Listrik dari Presiden Prabowo untuk Pengayuh Becak Lansia

GRESIK,1minute.id –  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada para pembecak lansia di Kabupaten Gresik. Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik di Kawasan Heritage Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat,  Gresik pada Rabu, 4 Februari 2026.

Dalam kegiatan ini, Bupati Yani didampingi Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Firman Dahlan dan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif. Ratusan unit becak listrik dibagikan secara gratis kepada para pembecak berusia 55 tahun ke atas. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pekerja sektor informal yang masih menggantungkan hidupnya dari menarik becak di usia senja.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat kecil. Menurutnya, bantuan becak listrik ini merupakan wujud nyata kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Apa yang dilakukan Bapak Presiden merupakan tindakan yang sangat mulia. Ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia juga menjelaskan bahwa setiap becak listrik dilengkapi dengan garansi selama satu tahun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan menyiapkan fasilitas stasiun pengisian daya yang akan disebar di beberapa titik untuk mendukung operasional becak listrik tersebut.

“Kami berharap program ini juga dapat mendukung sektor pariwisata, dengan didukung jalur yang aman bagi pengemudi becak listrik yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Firman Dahlan menjelaskan bahwa program bantuan becak listrik ini sejatinya telah dirancang jauh hari. Program tersebut bahkan telah disiapkan sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi para pengemudi becak lansia yang hingga kini masih bertahan di profesinya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Mengayuh becak manual tentu sangat berat bagi mereka yang usianya sudah di atas 55 tahun. Melalui bantuan ini, Bapak Presiden ingin menghadirkan kemudahan dan perhatian agar para lansia tetap bisa bekerja, tetap bersemangat mencari penghasilan, tetap bermartabat, serta mampu bersaing dengan moda transportasi modern,” ujarnya.

Firman menambahkan, jumlah bantuan becak listrik yang disalurkan di Kabupaten Gresik tergolong besar dibandingkan daerah lain yang rata-rata menerima antara 25 hingga 100 unit. Meski demikian, ia mengakui masih banyak pembecak yang membutuhkan bantuan serupa. “Mudah-mudahan ke depan masih ada tambahan. Saat ini distribusi masih terbatas karena kendala produksi,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan, Saryudi, 73, mengaku sangat bersyukur atas bantuan becak listrik yang diterimanya. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan hidup dari menarik becak secara konvensional dengan mangkal di sekitar Alun-Alun dan Masjid Jamik, dari pagi hingga malam hari.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan becak listrik dari Pak Prabowo. Ini sangat membantu,” ungkapnya. Menurutnya, sepanjang hidupnya sebagai pembecak, baru kali ini ia menerima bantuan alat transportasi dari pemerintah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian negara kepada masyarakat kecil.

Sebelumnya, Saryudi mengaku masih mampu menyisakan penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp100 ribu per hari setelah bekerja dari pagi hingga selesai salat Isya. Namun seiring bertambahnya usia dan berkurangnya penumpang, penghasilan tersebut kini tak lagi menentu. Dengan adanya becak listrik, ia berharap dapat bekerja lebih nyaman dan tetap produktif tanpa harus memaksakan tenaga.

Usai penyerahan bantuan, kegiatan dilanjutkan dengan konvoi becak listrik yang diikuti para penerima bantuan sebagai simbol dimulainya penggunaan becak listrik secara resmi di Kabupaten Gresik. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Pecahkan Rekor, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan Ratusan Unit Becak Listrik dari Presiden Prabowo untuk Pengayuh Becak Lansia Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebet Platinum Pembina K3 Jawa Timur 2026

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima penghargaan sebagai Terbaik II Kategori Platinum Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Provinsi Jawa Timur 2026. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Apel Peringatan Bulan K3 Nasional di Stadion Petrokimia Gresik pada Rabu, 14 Januari 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengaku bangga pelaksanaan Apel Bulan K3 Nasional 2026 diselenggarakan di Kabupaten Gresik. Menurut Bupati, ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi warga Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

“Ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Gresik dalam upaya meningkatkan dan menerapkan budaya K3 maupun SMK3 di semua perusahaan di Kabupaten Gresik,” ucap Gus Yani, sapaan akrab, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani usai menerima menerima penghargaan.

Dikatakan, semangat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan karyawan harus terus ditingkatkan. Pemerintah harus hadir untuk memberikan dukungan, sementara perusahaan wajib menjalankan kewajiban mereka terhadap karyawan. Dengan penghargaan ini, ia berharap semakin banyak perusahaan di Kabupaten Gresik yang mengimplementasikan budaya K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebihkan aman dan sehat.

“Kedisiplinan menjadi kunci K3, kita terus mendorong keselamatan dan kesehatan kerja sehingga zero accident tiap perusahaan di Gresik dapat ditekan. Mudah-mudahan nihil kecelakaan kerja hingga tercipta adanya peluang kerja,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia berharap penghargaan ini dapat dijadikan semangat dan motivasi bagi perusahaan dan seluruh tenaga kerja di Gresik untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Apabila seluruh perusahaan mampu berkolaborasi dalam penerapan prosedur K3, maka jutaan pekerja akan merasa lebih aman dan nyaman melakukan aktivitas kerja. “Saya berharap implementasi K3 mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang nyaman dan sehat,” pungkas mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan di Jawa Timur yang mencapai zero accident, SMK3, program P2HIV/AIDS, dan Penanggulangan Tuberkulosis di tempat kerja. Kegiatan apel Bulan K3 juga diisi dengan simulasi penanggulangan kebakaran oleh tim Srikandi pemadam kebakaran PT Petrokimia Gresik.

Selain Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Penghargaan kategori Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) juga diberikan kepada PT Petrokimia Gresik. Kemudian penghargaan kategori zero accident diserahkan kepada PT Petrokimia Kayaku dan PT Wilmar Nabati Indonesia. Sidangkan penghargaan kategori program penanggulangan tuberkulosis di perusahaan diberikan kepada PT Petrosida Gresik.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Bupati/Eali Kota se-Jawa Timur, Direktur Utama (dirut) PT Petrokimia Gresik Daconi Khotob, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sigit Priyanto, serta perwakilan perusahaan se-Jawa Timur. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Sebet Platinum Pembina K3 Jawa Timur 2026 Selengkapnya

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengunjungi Gresik Universal Science (GUS) pada Minggu, 4 Januari 2026.

Kunjungan di hari libur ini, Khofifah bersama cucu didampingi Fandi Akhmad Yani naik TransJatim. Rombongan berangkat dari Terminal Bunder, Gresik.  Perjalanan menuju destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital, Gresik Universal Science yang berada di Kompleks Islamic Center berlokasi di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang selama lebih kurang 45 menit.

Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital di Kabupaten Gresik. Gresik Universal Science sendiri telah di soft launching secara oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar. Sejak dibuka untuk publik, GUS tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif. Ia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.

“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” puji Khofifah.

Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan GUS sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan yang relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.

“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.

Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.

“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya. Terkait aksesibilitas, Gubernur Khofifah menilai lokasi GUS sangat mudah dijangkau karena terintegrasi dengan rute Bus TransJatim. Konektivitas ini dinilai mendukung GUS sebagai destinasi edukasi yang inklusif dan ramah bagi masyarakat luas

Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa GUS dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru saat berkunjung, sehingga pesan sejarah dan budaya Gresik dapat terserap secara utuh.

“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi

Gubernur Jatim Khofifah bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Naik TransJatim Nikmati Eduwisata Berbasis Literasi Digital Selengkapnya

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan Pemkab Gresik akan semakin memperkuat fokus pelayanan dasar sebagai wujud APBD yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat pada Tahun Anggaran 2026.

“APBD 2026 harus benar-benar kembali kepada rakyat. Setiap rupiah anggaran akan diarahkan pada layanan dasar yang nyata, merata, dan tepat sasaran,” tegas Gus Yani , sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Komitmen Fandi Akhmad Yani itu mempertegas berbagai program prioritas pemerintah daerah yang telah menunjukkan progres positif dan signifikan. Program tersebut meliputi peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, pembangunan sarana pendidikan, hingga revitalisasi ruang publik.

Pemkab Gresik akan mempercepat pembangunan RTLH di Kabupaten Gresik. Desain RTLH di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit. (Foto: Istimewa)

Pada sektor perumahan, program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, tercatat mengalami perkembangan positif. Per 26 November 2025, peningkatan kualitas rumah mencapai 39 unit dari total 43 unit, sementara pembangunan rumah baru mencapai 50 unit dari 102 unit.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Gresik berkomitmen mempercepat penanganan RTLH sebagai bentuk keberpihakan kepada warga kurang mampu, agar mereka dapat tinggal di hunian yang lebih sehat dan aman. “Pemkab menargetkan pemerataan bantuan RTLH hingga seluruh kecamatan, karena kawasan kumuh harus ditangani secara menyeluruh,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menambahkan, permukiman kumuh tidak hanya ditandai rumah rusak atau jalan becek, tetapi juga kondisi warga yang tinggal tanpa kepastian hukum atas tanah, tanpa sanitasi yang layak, dan tanpa akses air bersih. “Program ini bukan sekadar soal anggaran, melainkan harapan masyarakat untuk memiliki rumah layak huni, kepastian hukum atas tanah, serta lingkungan yang aman dan sehat,” imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Pada sektor air bersih, Pemkab Gresik telah menyelesaikan pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah sehingga distribusi air PDAM Gresik semakin merata.

“Pembangunan reservoir baru ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau rumah-rumah pelanggan. Dengan infrastruktur ini, layanan distribusi air bisa semakin merata. Pemkab berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih, terpenuhi tanpa hambatan,” ujarnya.

Di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Pemkab Gresik juga tengah membangun prasarana air bersih untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang kenyamanan dan keamanan lingkungan pendidikan. Ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan air bersih di kawasan itu menjadi prioritas.

“Pemkab telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan layanan air bersih berfungsi optimal sehingga fasilitas pendidikan nonformal dapat berjalan baik dan nyaman,” tegas dia.

GEDUNG Gresik Universal Science (GUS) di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik dalam waktu dekat akan diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ( Foto : Istimewa)

Dalam pengembangan sarana pendidikan dan literasi sains, pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) di kompleks Islamic Center Balongpanggang kini memasuki tahap akhir. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat edukasi publik berbasis teknologi dan diproyeksikan menjadi ikon baru pembelajaran sains di Gresik.

“Fasilitas ini kami rancang sebagai ruang edukasi publik yang interaktif, modern, dan mudah diakses. Harapannya, pusat sains ini mendorong minat anak-anak terhadap teknologi, penelitian, dan inovasi,” terangnya.

Bupati Fandi Akhmad Yani menambahkan, GUS akan menjadi pusat aktivitas kreatif masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, berekreasi, dan mengembangkan kreativitas. “Museum yang menjadi bagian dari GUS akan menampilkan konten kearifan lokal dengan teknologi modern agar tetap menarik dan relevan bagi generasi masa kini,” pungkasnya. (yad/adv)

2026 : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Komitmen Percepat Penanganan RTLH dan Tuntaskan Infrastruktur Pendidikan Selengkapnya

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik akan melakukan evaluasi penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). Pada Senin, 17 November 2025,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin rapat koordinasi dan evaluasi BOSDA jenjang SMP Negeri dan Swasta di Aula UPT SMP Negeri 22 Gresik.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaporan serta memperbaiki skema penyaluran BOSDA agar lebih tepat sasaran. Dalam arahannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan, perlunya pembaruan skema pembagian BOSDA yang selama ini diberikan secara merata kepada seluruh sekolah.

“Skema BOSDA yang merata selama ini perlu kita evaluasi kembali, karena setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan dukungan lebih besar, ada yang kebutuhannya sudah mencukupi. Kami ingin penyaluran dana ini benar-benar tepat sasaran,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani dihadapan seluruh perwakilan SMP Negeri dan swasta se-Kabupaten Gresik, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Negeri dan Swasta, para komite sekolah, serta bendahara BOS dari seluruh SMP se-Kabupaten Gresik itu.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola BOSDA secara lebih efektif dan berkeadilan. Selain itu juga menyampaikan kondisi fiskal Kabupaten Gresik yang akan terpengaruh akibat pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, dana pusat untuk Kabupaten Gresik dipangkas setengah triliun. Namun kami pastikan, belanja yang bersifat langsung untuk masyarakat tetap berjalan dan tidak mengalami pengurangan,” tegasnya. 

Gus Yani juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pendidikan di tengah besarnya alokasi dana BOSDA yang dikelola daerah. “Harapan kami mutu kualitas pendidikan yang terus berkembang. Mengingat anggaran BOSDA yang begitu tinggi,” ungkapnya.

Rincian anggaran BOSDA disampaikan oleh Kabid Pengelolaan Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik M.Syifaul Qulub, sebagai berikut:

– SMP Swasta & MTs: Rp 20.661.400.000 (242 lembaga)

– SMP Negeri: Rp 14.597.490.000 (35 sekolah)

Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto, menuturkan bahwa masukan dari sekolah dan komite akan menjadi dasar peninjauan ulang skema penyaluran agar tidak lagi bersifat merata, tetapi berbasis kebutuhan riil satuan pendidikan. (yad)

Pemkab Gresik Ubah Skema Penyaluran BOSDA, Tak lagi Merata agar Tepat Sasaran  Selengkapnya

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Matematika Siswa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken MoU Sprix Inc., Jepang

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sprix Inc., perusahaan pendidikan asal Tokyo, Jepang pada Selasa, 11 November 2025.

Nota kesepahaman itu diteken oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Manager Global Division Sprix Inc., Wataru Ueno di sela Pembukaan Gress of Champions Piala Bupati dan peluncuran gerakan Numerasi Nasional yang digelar Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan Gressmall Gresik.

Gress of Champions Piala Bupati dan peluncuran gerakan Numerasi Nasional ini diikuti ratusan pelajar, mulai jenjang sekolah dasar (SD) hingga SMP sederajat ini dihadiri Director of Sprix Indonesia Koji Ueda, General Manager Gressmall Gresik Erich Pramono Bangun, Sekretaris Dinas Pendidikan Herawan Eka Kusuma, Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Dispendik Gresik A. Syifaul Qulub serta Kepala Sekolah dan Guru. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan matematika, khususnya dalam mengasah kemampuan numerasi guru dan siswa di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pembelajaran matematika, dalam rangka meningkatkan kualitas dan mencetak generasi-generasi berprestasi di Kabupaten Gresik,” tutur Gus Yani, sapaan akrab,  Fandi Akhmad Yani. 

Ia berharap, dengan adanya program ini, kemampuan numerasi akan meningkat secara signifikan, seiring dengan semakin banyaknya siswa yang dapat mengakses pembelajaran matematika dengan cara yang lebih efektif. “Pemkab Gresik terus mendorong dalam meningkatkan numerasi kita, ini bukan sekadar lomba tapi sebuah momentum. Ke depan kita asesmen kembali, kita terus dorong SDM kita agar muncul anak-anak hebat dari Gresik,” harapnya.

Fandi Akhmad Yani mengajak untuk memanfaatkan kolaborasi tersebut untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan numerasi yang baik, serta saling berbagi pengalaman dalam menerapkan teknologi pendidikan. “Mudah-mudahan kolaborasi ini membantu dalam mengembangkan kemampuan akademik anak-anak di Kabupaten Gresik, terutama pada jenjang pendidikan SD dan SMP,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik S. Hariyanto menambahkan, kegiatan ini merupakan inspirasi Bupati Gresik untuk mencetak pelajar-pelajar yang berprestasi. Untuk memajukan dunia pendidikan, Bupati Gresik konsisten menjadikan pengembangan SDM sebagai fokus utama, salah satunya kolaborasi dengan Sprix Inc., Jepang tentang matematika. “Kegiatan Gress of Champions ini diikuti pelajar SD dan SMP. Melalui gerakan Numerasi Nasional diharapkan ada kenaikan nilai numerasi yang signifikan di Kabupaten Gresik,” katanya. (yad)

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Matematika Siswa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Teken MoU Sprix Inc., Jepang Selengkapnya

Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan 3.022 SK Pengangkatan PPPK

GRESIK,1minute.id – Hari Pahlawan 2025 menjadi momen yang bakal sulit dilupakan oleh 3.022 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. 

Sebab, di Peringatan Hari Pahlawan yang mengusung tema : “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu, mereka secara resmi menerima Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Pengangkatan  Penyerahan ribuan SK itu usai upacara Hari Pahlawan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 10 November 2025.

Dalam upacara itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menjadi inspektur upacara yang mayoritas peserta memakai kostum pejuang yang mengusung tema  “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu.

Inspektur Upacara yang juga Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membacakan sambutan dari Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, para Pahlawan mengajarkan kepada kita, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan, lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan. 

Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari Pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para Pahlawan, mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan, dan jalan perjuangan. 

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa. Tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan, “ujar Gus Yani sapaan akrab Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa diatas segalanya, yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Namun mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Ketiga, Gus Yani melanjutkan, pandangan jauh kedepan, dimana para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai. Serta menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah, darah, dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.

“Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah modal besar bagi generasi saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.

‎Lebih lanjut, Saifullah Yusuf mengatakan saat ini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat yang tetap sama. Yaitu membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.” tegasnya.

‎Diakhir sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, mengajak untuk bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan tidak akan sia-sia, dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak.” pungkasnya. (yad)

Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Serahkan 3.022 SK Pengangkatan PPPK Selengkapnya