Dua Dokter Spesialis Gugur, Saatnya Bersatu Cegah Penyebaran Pagebluk Covid-19

GRESIK,1minute.id – Warga Kota Santri kembali berduka. Satu lagi tenaga kesehatan (nakes) gugur. Ia adalah dr Maksum, Sp.OG. Dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Semen Gresik (RSSG) ini meninggal akibat terpapar Covid-19. Sehari sebelumnya, dr Zaynul Arifin Sp.OG. Dokter di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ikut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum yang dikenal sebagai sederhana, dan senang berbagi ilmu itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani  mewakili masyarakat Gresik dan Pemerintah Kabupaten Gresik menyampaikan terima kasih kepada keluarga almarhum atas jasa dan kebaikannya selama ini.

“Saya sebagai saksi bahwa beliau adalah orang baik. Semoga kebaikan yang telah diberikan kepada masyarakat selama ini menjadikan amal jariyah bagi almarhum, dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kesabaran,”kata Gus Yani dengan nada lirih. 

Meninggalnya dua dokter spesialis menjadi perhatian serius Pemkab Gresik. Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddi Ghozali kembali mengajak masyarakat Kota Santri untum bersama-sama membendung persebaran wabah berawal dari Wuhan, Tiongkok itu. Sebab, mencegah penyebaran virus tidak bisa dilakukan sendiri oleh tenaga kesehatan. 

“Saya sekali lagi menghimbau kepada masyarakat, ini (Covid-19) tidak bisa diselesaikan sendiri oleh nakes. harus diselesaikan bersama-sama oleh masyarakat untuk membuntu bagian hulu,”kata Ghozali disela acara Serbuan Vaksin digelar Kodim 0817 Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) pada Selasa, 6 Juli 2021.

Ia bertekad sistem kesehatan di Gresik jangan sampai kolaps. Artinya kolaps, terjadi banyak nakes yang terpapar Covid-19 sehingga nakes tidak berdaya menangani Covid. 

Pagebluk Covid-19 telah mengakibatkan banyak nakes terpapar. Ghozali menganalogikan nakes sebuah aliran sungai ada di bagian hilir, menerima di akhir. Bila bagian hulu tetap mengalir. Berbagai upaya dilakukan nakes akan sia-sia.

“Kita siapkan 2000 tempat tidur pun tidak ada gunanya karena hulu tetap mengalir. Karena itu bagian hulu ayo kita buntuh bersama-sama, cegah bersama-sama. Karena bagian hilir kita sudah maksimal melakukan berbagai upaya,”kata Ghozali. (yad)

Dua Dokter Spesialis Gugur, Saatnya Bersatu Cegah Penyebaran Pagebluk Covid-19 Selengkapnya

PPKM Darurat, Bubarkan Pertemuan, Penanggungjawab Digiring ke Mapolres


GRESIK, 1minute.id – Tindakan tegas mulai dilakukan petugas gabungan dalam operasi yustisi PPKM Darurat memasuki hari kedua pada Minggu, 4 Juli 2021. Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Pol PP langsung membubarkan setiap ada kerumunan massa.

Dalam operasi yustisi hari kedua masih dipimpin langsung tiga pilar. Yakni, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Sasaran ops yustisi adalah mal, kafe dan warung kopi (warkop) di Jalan Brotonegoro, Kecamatan Manyar.

Di sepanjang jalan itu ada puluhan kafe yang beroperasi. Tiga pucuk pimpinan di Kota Santri itu kali pertama njujuk Gressmall. Mereka untuk memastikan tentang prokes di supermarket maupun tenan makanan. Itu pun tidak melayani makan di tempat alias di bungkus atawa take away.

“Hindari kerumunan hanya bisa dibungkus,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa seorang calon pembeli. Setelah memastikan prokes, mereka menuju tempat kafe dan warung kopi yang berada di kawasan Gresik Kota Baru hingga jalan tambang Brotonegoro, Desa Suci, Kecamatan Manyar.

TIGA PILAR PLUS : Bupati Gresik, Kapolres, Dandim 0817 Gresik bersama muspika foto bersama usai meninjau pos penyekatan PPKM Darurat pada Minggu, 4 Juli 2021 (foto : istimewa)

Dalam ops yustisi, petugas mengamankan sejumlah orang dianggap melakukan pertemuan hingga potensi kerumunan. “Semua kegiatan menimbulkan kerumunan akan langsung dibubarkan,”kata AKBP Arief Fitrianto didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Arief menambahkan setiap orang yang melanggar ketentuan PPKM Darurat akan langsung diamankan di kantor Polisi. “Tadi ada sejumlah orang kami bawa ke Mapolres kerena melanggar PPKM Darurat menyelenggarakan pertemuan,” tegas alumnus Akpol 2021 itu. Selain menyisir mal dan kafe, petugas gabungan juga melihat posko check point di simpang empat Segoromadu, Kecamatan Kebomas. (yad)

PPKM Darurat, Bubarkan Pertemuan, Penanggungjawab Digiring ke Mapolres Selengkapnya

Petugas Penggali Kubur Pun Kewalahan, Ayo Bersatu Lindungi Diri dan Keluarga


GRESIK,1minute.id –  Suwito terlihat sibuk. Petugas sekretariat Makam Islam Tlogopojok bolak-balik dari kantor sekretariat menuju tempat pemakaman. Kesibukan lelaki 65 tahun itu meningkat akibat banyaknya orang meninggal dunia.

“Senin lalu sampai 10 orang. Kami kuwalahan,” ujar Suwito ditemui 1minute.id di depan kantor Sekretariat Makam Islam Tlogopojok di Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Sabtu, 3 Juli 2021. Makam Islam Tlogopojok adalah tempat pemakaman terluas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Di makam Tlogopojok ini ada enam orang yang “mengabdi” menjadi penggali kubur. Mereka bekerja selama 24 jam nonstop.

Diduga melonjaknya angka penularan corona virus disease 2019 membuat aktivitas lelaki berjengot putih lebih sibuk. Pada Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 10.15 tercatat empat jenazah menunggu untuk dimakamkan.

Suwito mengatakan, pihaknya harus menjadwal kedatangan jenazah. Sebab, ia tidak ingin petugas penggali kubur kelelahan kemudian sakit. 
“Satu tenaga penggali sedang sakit karena kelelahan. Sekarang hanya lima orang yang bekerja,”ungkapnya. Ia tidak memastikan banyaknya jenazah yang dimakamkan akibat terpapar Covid-19 atau penyebab lainnya.

Bila di rata-rata sepekan terakhir sekitar 5 jenazah dimakamkam di Makam Islam Tlohopojok, Gresik itu. Saking banyaknya jenazah yang hendak dimakamkan itu, Suwito mengaku sangat senang bila keluarga duka membawa petugas penggali kubur sendiri.

“Kondisi saat ini, bila ada keluarga duka membawa petugas penggali sendiri sangat membantu kami,”katanya.  Sementara itu, data Satgas Covid-19 Gresik pada Jumat, 2 Juli 2021, mencatat ada penambahan kasus baru sebanyak 23 orang sehingga terakumulasi menjadi 6.045 kasus ; sembuh bertambah 11 orang menjadi 5.425 kasus ; isolasi berjumlah 247 orang dan meninggal dunia tambah satu menjadi 373 orang.

Persebaran pagebluk corona yang begitu cepat, pemerintah memutuskan melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mulai hari ini, Sabtu, 3 Juli hingga Selasa, 20 Juli 2021 nanti. Tiga pilar yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail bergandengan tangan untuk semakin mengintensifkan melakukan kegiatan operasi yustisi. 

Selain itu, tiga pucuk pimpinan di Kota Santri akan menggeber sosialisasi bertajuk Gresik Jaman Now (JAngan keMANa-mana, NAng Omah Wae). Gerakan bertujuan menekan persebaran Covid-19, Protokol kesehatan wajib dijalankan. Kini saatnya, lindungi diri sendiri dan keluarga tercinta. (yad)

Petugas Penggali Kubur Pun Kewalahan, Ayo Bersatu Lindungi Diri dan Keluarga Selengkapnya

Pemkab Siapkan Lahan Pemakaman Baru, Antisipasi Lonjakan Korban Corona


GRESIK,1minute.id – Weekend kemana Sabtu besok, 3 Juli 2021. Dirumah saja lebih baik. Lebih aman untuk diri sendiri dan keluarga. Pasalnya, corona virus disease 2019 “menggila”. Memakan korban terkapar di rumah sakit hingga keliang kubur.

Saking banyaknya, kasus baru terpapar corona sejumlah instalasi gawat darurat di rumah sakit tidak menerima pasien. Sebab, ketersediaan tempat tidur sudah penuh. Sebenarnya, Pemkab Gresik telah menambah 200 tempat tidur baru di sejumlah rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

“Dalam waktu 4 hari penambahan 200 tempat tidur saat ini sudah penuh,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam rapat koordinasi (Rakor) penetapan PPKM Darurat pada Kamis, 1 Juli 2021. Gus Yani, begitu biasa disapa, juga mendapatkan laporan tempat pemakaman umum (TPU) penuh. 

“Kami harus mengambil sikap dan sudah memerintahkan Asisten untuk mencari lahan tanah negara dan merupakan aset Pemkab Gresik untuk pemakaman umum baru. Alhamdulillah sudah mendapat lahan untuk makam baru,”kata mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Data Satgas Covid-19 Gresik pada 1 Juli 2021 angka pasien terpapar Covid-19 tembus 6 ribu sejak awal wabah pada Maret 2020 lalu. Ledakan jumlah pasien terjadi seminggu belakangan ini.
Masih merujuk data Satgas Covid-19 Gresik kurun waktu 5 hari terakhir, mulai 27 Juni hingga 1 Juli 2021, terjadi penambahan 120 kasus baru terakumulasi menjadi 6.022 kasus ; sembuh bertambah 52 menjadi 5.414 kasus.

Kemudian meninggal dunia bertambah 9 kasus menjadi 372 kasus, dan isolasi tercatat 236 orang. Kondisi itu, menjadi mengkhawatirkan bila harus berwisata. Liburan di rumah menjadi tempat paling aman saat ini. (yad)

Pemkab Siapkan Lahan Pemakaman Baru, Antisipasi Lonjakan Korban Corona Selengkapnya

Pemkab Gresik Jamin Ketersediaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Aman

DIALOG : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kadinkes Gresik drg Syaifuddin Ghozali berdialog dengan keluarga pasien di RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean pada 9 Juni 2021. (Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK,1minute.id – Lonjakan jumlah kasus terpapar  corona virus disease 2019 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gresik. Pemkab Gresik selain menambah 200 tempat tidur pasien di sejumlah rumah sakit rujukan. Pemkab Gresik juga menjamin ketersediaan oksigen untuk pasien yang terpapar dan  membutuhkan bantuan oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, pihak sudah mendapatkan jaminan ketersediaan oksigen untuk kebutuhan pasien yang di rawat di rumah sakit. “Bapak bupati (Fandi Akhmad Yani,Red) telah berkomunikasi manajemen perusahaan untuk mengutamakan kebutuhan oksigen di rumah sakit,”kata Ghozali.

Lonjakan pasien yang terpapar Covid-19 membuat permintaan oksigen di semua rumah sakit meningkat tajam. Kebetulan, perusahaan yang memproduksi oksigen untuk rumah sakit berlokasi di Gresik. Sehingga, pemerintah meminta kepada produsen untuk memperioritaskan rumah sakit yang ada di Gresik. “Untuk kebutuhan oksigen pasien aman,”tegas Ghozali.

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia, Gresik, diantaranya. Data Satgas Covid-19 Gresik, sepekan terakhir tambahan kasus baru menyentuh dua digit. Sedangkan, angka kesembuhan lebih kecil, hanya satu digit. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit nyaris penuh.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail sepakat menambah 200 tempat tidur pasien di 17 rumah sakit rujukan. Selain itu, mereaktivasi Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) menjadi tempat isolasi pasien kategori ringan dan tanpa gejala (OTG). 

Selama ini, stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik digunakan isolasi untuk pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang. Tempat isolasi untuk PMI dialihkan ke shelter Dinas Sosial di Kecamatan Cerme. (yad)

Pemkab Gresik Jamin Ketersediaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Aman Selengkapnya

Pemkab Gresik buka tambahan 200 Tempat Tidur Pasien Antisipasi Lonjakan Covid-19

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah kabupaten Gresik bergerak cepat mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Kota Santri. Pemkab menambah 200 tempat tidur di rumah sakit. Penambahan tempat tidur diputuskan dalam rapat koordinasi di Aula Sarja Arya Mapolres Gresik pada Sabtu, 27 Juni 2021.

Rakor dihadiri tiga pilar yakni Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Selain tiga pilar itu, juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Sysifuddin Ghozali serta 17 direktur rumah sakit rujukan se-Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, tren kenaikkan kasus corona virus disease 2019 terjadi hampir semua kabupaten/kota. PIhaknya, tambah Gus Yani-sapaan-Bupati Fandi Akhmad Yani, tidak ingin ada pasien Covid-19 terlantar di rumah sakit karena keterbatasan tempat tidur. 

“Untuk itu akan ada penambahan hingga 200 tempat tidur di rumah sakit. Kita harus punya strategi karena tren Covid-19 cukup tinggi, kami tidak ingin ada pasien yang tidak bisa terawat di rumah sakit,”kata Gus Yani.

Komandan Satgas Cavid-19 ini juga meninjau kesiapan rumah sakit yang menjadi rujukan dan membuka kembali stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) yang berada di Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Sedangkan dengan gejala kategori berat langsung ditangani rumah sakit rujukan. 

Antara lain, RSUD Ibnu Sina akan menambah 50 tempat tidur dan rumah sakit lainnya. “Prinsip kita duduk bersama jumlah tempat tidur tersedia,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. Bagaimana dengan penanganan Pekerja Migrain Indonesia (PMI) yang selama ini harus menjalani karantina di G-Jos, Gus Yani mengatakan isolasi untukPMI akan dialihkan di Shelter Dinas Sosial di Kecamatan Cerme. 

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dalam sambutanya menyampaiakan bahwa Peningkatan jumlah pasien Covid-19 harus segera ditindaklanjuti dengan penyiapan tempat tidur di rumah sakit sehingga apabila lonjakan terus terjadi bisa kita antisipasi dengan baik.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi dan disiplin protokol kesehatan semoga pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal kembali,”kata alumnus Akpol 2001 ini. (yad)

Pemkab Gresik buka tambahan 200 Tempat Tidur Pasien Antisipasi Lonjakan Covid-19 Selengkapnya

Mengurangi Keterisian Tempat Tidur di Rumah Sakit, Pemkab Reaktivasi G-Jos sebagai Tempat Isolasi Gejala Ringan dan OTG


GRESIK, 1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Gresik merektivasi Stadion Gelora Joko Samudro (G-Jos) untuk tempat isolasi pasien Covid-19 gajala ringan dan tanpa gejala (OTG).
Dioperasikan kembali stadion berlokasi di Jalan Veteran, Desa Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik untuk mengurangi keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) yang nyaris penuh itu.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani , Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengamati kondisi pasien lewat kamera pemantau di pondok rehabilitasi Covid-19 itu pada Sabtu, 26 Juli 2021.

Para pasien Covid-19 menjalani isolasi di lantai dua Stadion. Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani menyapa dan berbincang dengan salah satu pasien melalui video call. Gus Yani menyemangati pasien dan mengajak tetap gembira selama menjalani isolasi.

Pondok rehabilitasi Covid-19 di G-Jos ini berkepasitas 140 bed. Hari pertama reaktivasi G-Jos telah terisi delapan pasien gejala ringan.  “Fokus kita agar bisa mengurangi BOR di rumah sakit, pasien Covid-19 yang sudah mau sembuh di rumah sakit dibawa kesini, pasien gejala ringan dibawa disini agar BOR di rumah sakit menurun,”paparnya.

ISOLASI : Pemkab Gresik Reaktivasi Stadion Gelora Joko Samudro sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 di Gresik ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Dibukanya kembali Stadion Gelora Joko Samudro ini merupakan komitmen Pemkab Gresik dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang mengalami tren peningkatan. Baru-baru ini angka kasus Covid-19 lebih tinggi dibanding angka kesembuhan. Rata-rata tambahan kasus baru setiap harinya diatas angka 10.

“Ini merupakan satu komitmen pemerintah daerah jika terjadi lonjakan kasus Covid-19,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini. Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat Gresik untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan Gresik menjadi kesadaran baru. Protokol menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas,” terangnya. Lonjakan kasus secara nasional, Satgas Covid-19 menambah satu aturan prokes menjadi 6-M yakni  menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, mencuci tangan dan menghindari makan bersama. (yad)

Mengurangi Keterisian Tempat Tidur di Rumah Sakit, Pemkab Reaktivasi G-Jos sebagai Tempat Isolasi Gejala Ringan dan OTG Selengkapnya

Saat Bersama Mencegah Covid dengan Protokol Kesehatan 6M


GRESIK,1minute.id – Persebaran corona virus disease 2019 semakin cepat.  Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur pasien (BOR) di rumah sakit semakin tinggi. Saatnya semua elemen bersatu melawan Covid-19. Pemerintah melakukan percepatan vaksinasi. Masyarakat patuh protokol kesehatan serta berprilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Data Satgas Covid-19 Gresik pada Jumat, 25 Juni 2021 mencatat ada penambahan kasus baru sebayak 17 kasus menjadi 5.881 kasus. Sembuh “hanya” 6 kasus menjadi 5.356 kasus. Kasus meninggal dunia bertambah satu terakumulasi menjadi 362 orang dan isolasi 163 orang. 

Bupati Gresik Fandi Alhmad Yani mengajak kepada semua kepala desa untuk bersama-sama menerapkan dan memaksimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro untuk mencegah sebaran Covid-19.

“Kepada kades dan perangkat agar tak henti-hentinya mengingatkan kepada warganya untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) agar sebaran Covid-19 bisa ditekan dan akhirnya sirna. Sehingga, kehidupan masyarakat bisa kembali normal dan ekonomi kembali bangkit,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini saat menjadi pemateri pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa (pemdes), yang digelar Asosiasi Kepala Desa (AKD)  di Hotel Aston Inn pada Jumat, 25 Juni 2021. 

Selain Gus Yani-sapaan- Bupati Fandi Akhmad Yani, kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Gus Yani kembali mengajak kepala desa bersinergi melawan Covid-19. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur pasien (BOR) rumah sakit sudah mencapai 80 persen. “Kami masih akan rapat untuk mengaktifkan lagi Gelora Joko Samudro eebagadan tambahan tempat tidur di sejumlah rumah sakit,”ujar Ghozali pada Jumat siang, 25 Juni 2021.

G-Jos, tambahnya, tetap sebagai pondok rehabilitasi kasus Covid kategori ringan hingga sedang. Selain G-Jos, juga rumah sakit lapangan SOR Tridharma Petrokimia Gresik satu lagi rumah sakit di Kecamatan Menganti akan dimimta untuk menambah tempat tidur pasien terkonfirmasi Covid-19.

Bagaiamana denga RSUD Umar Mas’ud di Pulau Bawean? Ghozali mengatakan, rumah sakit berjarak 80 mil laut dari Pemkab Gresik juga telah mempersiapkan untuk perawatan warga terpapar corona virus disease 2019 itu. “Intinya, mari kita bersama-sama untuk mencegah paparan Covid dengan melakukan 6 M,”tegas Ghozali.

Protokol kesehatan 6M adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi keramaian, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama. (yad)

Saat Bersama Mencegah Covid dengan Protokol Kesehatan 6M Selengkapnya

Hadir Virtual di Sertijab Bupati Tuban, Gubernur Khofifah Ingatkan Penanganan Covid


SURABAYA, 1minute.id – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kembali dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat, 25 Juni 2021. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu pun membatalkan rencana menghadiri langsung dan mengganti secara virtual serah terima jabatan (Sertijab) Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dan Wakil Bupati Riyadi di DPRD Kabupaten Tuban pagi tadi.

Sedangkan untuk penandatanganan berita acara sertijab Bupati Tuban di DPRD Tuban diwakilkan kepada Kepala BPKAD Bobby Sumarsono.

Mengutip dari kominfo.jatimprov.go.id Gubernur Khofifah mengingatkan pada Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky untuk melakukan antisipasi terkait penanganan Covid-19 di Tuban.  “Untuk kasus di Tuban juga mengalami kenaikan, walau sebetulnya dibandingkan dengan standar WHO yang harusnya BOR (Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur pasien) maksimal hanya 60 persen. Tapi di Tuban hari ini juga kita melihat aku BOR itu juga sudah di atas 60 persen,” kata Khofifah melalui sambungan virtual pada Jumat, 25 Juni 2021.  

Oleh karena itu, ia meminta Bupati dan Wakil Bupati Tuban untuk segera mencarikan solusi. “Salah satu solusinya adalah diperluas dan ditambah bed untuk pasien di RS atau tempat isolasi. Dalam sebulan terakhir kami mencatat di Jawa Timur ini sudah ada tambahan 1.300 tempat tidur,” kata Khofifah.  

Ia juga meminta pada Bupati dan Forkopimda Tuban untuk mempercepat vaksinasi dan memperketat pelaksanaan PPKM Mikro. “Hari ini kita harus mendorong percepatan vaksinasi. Hari ini juga kita harus memberikan penguatan PPKM Mikro. Jadi arahan Pak Presiden tiga hari yang lalu penguatan yang diharapkan kita bisa mengendalikan penyebaran covid-19 dengan varian yang baru yang dikenal di Jawa Timur ini sudah ada, yakni varian Delta. Dulu dikenal dengan varian India,”ungkapnya.  

Menurutnya, varian Delta ini memiliki kecepatan penyebaran yang lebih masif. Oleh karena itu, ia memohon semuanya melakukan. “Mohon diantisipasi Pak Bupati. PPKM dikuatkan, vaksinasi dipercepat, tempat tidur di rumah sakit ditambah,” tuturnya.  Kalau mungkin, lanjut dia, ditambah ruang ruang isolasi dengan menambah fasilitas olahraga.

“Exercise ini untuk membantu relaksasi di Rumah Sakit. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kebijakan ini mudah-mudahan pak bupati dan wakil bupati semuanya diberikan kemudahan dan kesuksesan oleh Allah SWT. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan kekuatan keselamatan,” pungkasnya. 

Dalam sertijab di Tuban itu, dikarenakan Khofifah kembali dinyatakan positif Covid-19, maka yang hadir secara fisik pun diwakilkan. Untuk penandatanganan berita acara sertijab Bupati Tuban di DPRD Kabupaten Tuban diwakilkan oleh Kepala BPKAD Bobby Sumarsono. (yad)

Hadir Virtual di Sertijab Bupati Tuban, Gubernur Khofifah Ingatkan Penanganan Covid Selengkapnya

230 Ribu Dosis Vaksin Habis, Dinkes Siap Menerima Vaksin Lebih Banyak

GRESIK,1minute.id – Kesadaran masyarakat Kota Santri untuk melakukan vaksinasi Covid-19 patut diapresiasi. Sebanyak 230 ribu dosis vaksin telah diberikan kepada warga dengan prosentase 96 persen. Gresik menjadi nomor wahid dalam percepatan vaksinasi di Jatim.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali. Menurut Ghozali, Pemkab Gresik mendapatkan  233.430 dosis vaksin. Ribuan dosis vaksin itu telah disuntikkan kepada masyarakat. 

“Alhamdulilah berdasarkan data dari Jawa Timur, kita kabupaten tercepat dalam menghabiskan dropping vaksin,”kata Ghozali pada Jumat, 25 Juni 2021. Ribuan dosis vaksin itu buatan Sinovac dan AstraZeneca.

Percepatan vaksinasi ini tidak terlepas dari peran masyarakat, tenaga kesehatan, Forkopimda dalam membantu sosialisasi dan lancarnya vaksinasi di masyarakat. Bahkan vaksinasi kepada masyarakat di tingkat desa. 

Berkat sinergitas dari semua elemen, lanjut Ghozali, Gresik yang awalnya berada di posisi 16 dalam percepatan vaksinasi merangkak naik menjadi tercepat nomor satu di Jawa Timur.

Ghozali menyebut dengan tingginya angka kesadaran masyarakat tentang vaksinasi di Gresik. Pihaknya siap menerima drop vaksin dalam jumlah yang lebih besar dan dalam waktu penerimaan dosis vaksin yang lebih cepat kepada masyarakat. 

Kecepatan vaksinasi yang dilakukan di 200 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang sudah siap serta 1.000 lebih vaksinator di Gresik. “Kami berharap pemerintah pusat dibantu pemerintah provinsi dropping vaksin di Gresik lebih besar, sehingga kita bisa lakukan vaksinasi yang lebih masif lagi dan banyak Gresik divaksi,”paparnya.

Kabupaten Gresik masuk dalam kategori zona oranye atau kategori resiko sedang. Ghozali menghimbau kepada masyarakat  tetap waspada dan jangan sampai panik yang berlebihan. “Kuncinya pada diri kita, harus menerapkan disiplin protokol kesehatan,” tutup Ghozali. (yad)

230 Ribu Dosis Vaksin Habis, Dinkes Siap Menerima Vaksin Lebih Banyak Selengkapnya