Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip Mulus, Bupati Gresik : Memperlancar Aktivitas Ekonomi Warga, Desa Wisata 

GRESIK,1minute.id – Ruas jalan Sekapuk – Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah sepanjang 6 kilometer mulus. Hasil Revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 Februari 2024.

Peresmian ditandai dengan penanaman empat pohon tebubuya di depan lapangan Desa Banyuurip. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

mengatakan, peresmian ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari program Nawa Karsa. Menurutnya, sarana infrastruktur jalan ini dapat menjadi sinergi antarkecamatan dalam meningkatkan nilai perekonomian daerah.

“Kita fokus pada jalan yang memiliki isu strategis yang memiliki daya tarik tersendiri seperti desa wisata ini. Maka butuh peranan pemerintah baik itu di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa untuk mendorong sarana infrastruktur ini agar masyarakat sejahtera melalui wisata desa atau yang lain,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Tujuan lain dari pembangunan jalan ini adalah meminimalisir banjir yang sering terjadi di sekitar Kecamatan Ujungpangkah. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar turut serta menghijaukan dan merawat infrastruktur jalan ini. “Kita gerakkan Fatayat, Aisyiyah, dan yang lain untuk menanam pohon dan merawat jalan ini. Karena apapun yang kita tanam dan rawat hari ini, maka itulah yang akan kita tuai di masa tua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti melaporkan, pembangunan ruas jalan yang melintasi 3 desa yakni Sekapuk, Gosari, dan Banyuurip ini, menelan anggaran dengan total Rp 42 miliar.

Model konstruksi jalan ini menggunakan aspal 2 lapis. Lapis AC-BC 6 cm dan lapis AC-WC 4 cm, serta dilengkapi dengan U-Ditch saluran di kedua sisi, dan ditanami lebih dari 300 pohon tabebuya di sepanjang jalan.

Ruas jalan ini juga menopang berbagai kegiatan pertambangan, perdagangan, dan pariwisata. Seperti yang telah diketahui, di wilayah Ujungpangkah memiliki tambang batu kapur, obyek wisata alam Setigi, Agrowisata Kebun Pak Inggi, Wisata Gosari (Wagos), dan Wisata Mangrove Banyuurip.

“Pembangunan ini sudah sesuai dengan perencanaan yang kami lakukan. Nantinya, akan kami lanjutkan dengan program perbaikan jalan antara Banyuurip, Ngembo, dan Delegan di Kecamatan Panceng,” papar Dian-panggilan-Dhiannita Tri Astuti. Tujuan paling utama dalam pembangunan jalan ini, ia melanjutkan, adalah untuk memperlancar aktivitas warga. Dan, merupakan akses ke objek wisata Pantai Dalegan di Kecamatan Panceng, dan penunjang perekonomian di Pasar Ujungpangkah. (yad)

Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip Mulus, Bupati Gresik : Memperlancar Aktivitas Ekonomi Warga, Desa Wisata  Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Kolaborasi, Desa Bangun Potensi Wisata, Pemkab Bangun Infrastruktur Jalan Menuju Desa Wisata 

GRESIK1minute.id – Pemerintahan Desa terus berbenah. Menggali potensi desa agar bisa mendongkrak  ekonomi dan mensejahterakan warganya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan kembali komitmen mendukung potensi desa berbasis desa wisata. 

“Yang jelas Pemerintah Kabupaten Gresik sangat mendukung peningkatan wisata desa. Saya melihat ada semangat wirausaha melalui wisata desa,” kata Fandi Akhmad Yani usai  membuka Musyawarah Daerah (Musyada) ke-XVII Pemuda Muhammadiyah Gresik di Wisata Alam Gosari (Wagos) di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 5 Agustus 2023.

Fandi Akhmad Yani menyempatkan keliling melihat Wisata Alam Wagos itu. Ia didampingi anggota  DPRD Gresik Asroin Widiana, Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi dan Kepala Desa Gosari Fathkul Ulum.  

Lebih lanjut, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani, menyatakan pihaknya akan mengupayakan pembangunan infrastruktur jalan-jalan menuju destinasi wisata desa yang masih rusak. Selain sebagai penunjang perekonomian juga untuk memudahkan wisatawan yang akan berkunjung.

“Ini diperlukan mengingat desa wisata bisa menggerakkan seluruh sektor perekonomian. Terlebih banyak situs dan prasasti bersejarah di Wisata Gosari,” ujarnya. Ia pun mengajak Pemerintah Desa untuk kolaborasi dan bersinergi. Bentuk kerjasamanya, desa fokus menata tempat pariwisata termasuk jalan lingkungan. Pemkab Gresik fokus terhadap infrastruktur yang terintegrasi ke desa-desa wisata.

“Banyak manfaat yang didapatkan dari wisata desa, mulai membuka lapangan kerja hingga menambah PADes (Pendapatan Asli Desa) ,” tuturnya.

Dirinya berharap dari PADes, desa bisa memberikan dampak positif utamanya untuk pendidikan. Cari anak muda dengan SDM yang unggul untuk disekolahkan dari PADes yang bersumber dari wisata desa. “Ini harus kita siapkan untuk menjawab tantangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Gresik. Nantinya sudah ada SDM unggul yang terlahir dari desa desa tersebut,”pungkasnya. (yad)

Bupati Gresik Ajak Kolaborasi, Desa Bangun Potensi Wisata, Pemkab Bangun Infrastruktur Jalan Menuju Desa Wisata  Selengkapnya

Bupati Gresik Launching Kemudi Warrior, Desa Wisata Susur Sungai Pertama di Duduksampeyan

GRESIK,1minute.id – Satu lagi destinasi wisata hadir di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Yakni, Desa Wisata Kemudi Warrior. Wisata susur sungai ini di launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu, 15 Oktober 2022. 

Masyarakat semakin banyak alternatif tempat berwisata. Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tengah fokus berkolaborasi mewujudkan desa wisata. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik, khususnya yang ada di desa. Membangun Desa, Menata Kota. 

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan sinergitas antara pemerintah dan desa itu wajib dalam mewujudkan desa wisata. ” (Desa Wisata) tidak mungkin dapat dicapai hanya dengan cara bekerja yang biasa-biasa saja, maka kita butuh yang namanya akselerasi dalam bekerja,”kata Fandi Akhmad Yani saat lauching Desa Wisata “Kemudi Warrior ” di Desa Kemudi, Kecamatan Duduksampeyan  Kabupaten Gresik.

Hadir dalam acara itu,Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Gresik Hamzah Takim, Pimpinan Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya Mulyono, Asisten I Suyono, para kepala Organisasi perangkat daerah (OPD) serta Kepala Desa Kemudi Mochammad Lazin. 

Kemudi Warrior, merupakan wisata susur sungai, yang menggunakan perahu dengan kapasitas 18 orang. Perahu tersebut merupakan hasil Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pegadaian senilai Rp 55 juta. Gus Yani- sapaan akrab Fandi Akhmad Yani melanjutkan, terwujudnya desa wisata ini tidak terlepas dari program Presiden Joko Widodo.

“Jadi desa wisata ini adalah titipan program dari presiden, wisata ini menjadi prioritas pak presiden di 2023 yang harus dikembangkan. Yang mana selanjutnya warga sekitar akan diarahkan untuk untuk berwisata di desa-desa, tujuannya adalah untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat desa,”ujarnya.

Secara langsung, Gus Yani juga mengarahkan untuk seluruh elemen masyarakat agar turut serta membantu proses pengembangan wisata, khususnya karang taruna. Mengingat potensi dari Desa Kemudi sendiri masih cukup besar dengan nilai plusnya yang masih alami.

“Kembangkan agar terus berkelanjutan, tidak hanya berhenti disini, kita lihat potensi lingkungan ini masih alami. Banyak jenis hewan dan burung yang ada disini, sehingga bisa nantinya dijadikan sebagai wisata edukasi anak-anak,” tandasnya. Pariwisatamerupakan sektor yang bersifat multiplier effect, yaitu suatu keadaan dimana pengembangan  pariwisata  mampu mempengaruhi perkembangan sektor- sektor lain yang mendukung keberlangsungan sektor pariwisata.

UMKM, misalnya. Pada kesempatan itu, Gus Yani menyerah secara simbolis nomor izin berusaha (NIB) kepada pemilik usaha Otak-otak Bandeng dan Susu Kedelai. Gus Yani mengingatkan, agar seluruh usaha yang ada termasuk UMKM dan wisata, melek terhadap perkembangan teknologi.Harapannya di 2023 Desa Kemudi akan menjadi salah satu Desa Mandiri di Gresik. “Kita manfaatkan teknologi sekarang ini agar bisa memaksimalkan usaha kita, mulai dari offline sampai dengan online.” ujarnya.

Pimpinan Pegadaian Kanwil XII Surabaya Mulyono mengatakan, bantuan dari Pengadaian tidak akan berhenti disini. Dirinya menuturkan akan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menunjang performa dari pelaku UMKM. Untuk itu, Mulyono juga menyampaikan keinginannya untuk melakukan pembinaan kepada Desa Kemudi. Dengan pembinaan, dia akan memastikan usaha yang dijalankan masyarakat lewat KUR dari Pegadaian akan dapat berkembang pesat.

“Kita membina tidak hanya jualan saja, tapi bagaimana warga dalam menjaga kredibilitas atau performa sebagai pengusaha agar menghasilkan dan berkah,”ucapnya.

Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromain Ali Akhmad Yani juga menyampaikan, PKK selalu mendukung program di desa agar dapat berkembang dari desa maju menjadi Desa Mandiri. “Kita dari PKK terus mendorong dari pokja 1 sampai 4 supaya PKK di masing-masing desa berjalan berkesinambungan dengan desa, karena kalau PKK di suatu desa itu maju biasa akan berbanding lurus dengan pemdesnya,”ujarnya.

Desa Wisata “Kemudi Warrior”, satu-satu desa wisata di Kecamatan Duduksampeyan. Sejumlah pihak berharap, Kemudi Warrior sebagai pematik adanya desa wisata lainnya. 

“Adanya desa wisata ini, menjadi pemicu untuk desa yang lain dalam bersaing secara sehat mengembangkan desanya,”harap Camat Duduksampeyan Dedy Hartadi diamini Kades Kemudi Mochammad Lazin. (yad)

Bupati Gresik Launching Kemudi Warrior, Desa Wisata Susur Sungai Pertama di Duduksampeyan Selengkapnya

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan

BANYUWANGI, 1minute.id- Rumah Adat Osing tertata rapi. Saling berhadap-hadapan. Rumah adat itu berbahan  dari kayu. Tembok dari anyaman bambu. Gebyok dan pagar rumah terbuat kayu. Bentuk bangunan nyaris sama satu sama lainnya. Jalannya resik. Suasana di kampung Rumah Adat Osing itu terasa nyaman. Ayem. Sanusi, 89 tahun salah satu penghuni rumah adat Osing itu. Kakek 6 cucu itu tinggal bersama istrinya yang terkena stroke.  Pasutri itu duduk di gang kecil di samping rumah pada Sabtu, 19 Maret 2022.

RAMBU : Arah petunjuk jalan menuju rumah adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Istri Sanusi mengunyah susur. Sanusi menikmati ngudut. Sanusi dengan ramah mempersiapkan wartawan  1minute.id  dan tujuh wartawan lainnya masuk ke dalam rumah. “Saya buka kan pintu depan dulu ya,”kata bapak 4 anak dan 6 cucu itu.  Namun, delapan wartawan, termasuk 1minute.id mengikuti Sanusi masuk lewat pintu samping rumah. Lewat dapur.

Dapur rumah Sanusi ukuran sekitar 4 meter persegi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (ghedek). Sinar matahari bisa menerobos masuk lewat lubang anyaman bambu.  Perkakas dapur alami. Kompor menggunakan kayu bakar. Lantai plesteran semen. Tapi, dapur terlihat bersih. Tidak ada perkakas berserakan. Apalagi belum di cuci. “Tadi Saya masak. Ayo makan,”ajak Sanusi.

PENDUDUK ASLI : Sanusi dan istrinya duduk santai di gang sempit samping rumahnya di kampung Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi masak sendiri karena istri belum pulih kesehatan akibat serangan stroke. Sehari-hari, Sanusi bertani. Selain tandur, merawat istri. Karena anak dan cucu tidak tinggal satu rumah dengan Sanusi. Setelah menunjukkan kondisi dapur, Sanusi masuk ruang utama. Di ruang utama itu, terdapat sekat kamar tidur dan meja tamu. Untuk menerangi ruang tamu, Sanusi membuka pintu depan rumah. “Kalau dinding kamar kayunya lama. Kayu jenis Tanjang. Kayu hutan,”jelasnya. 

BERSIH : Ini bagian dapur rumah Sanusi di kampung adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi, penduduk asli  Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju kampung ini, wisatawan menyusuri kampung kemudian menyeberangi jembatan dan jalan menanjak. Suasana masih asri. Sehingga terasa nyaman karena rindang mesti terik matahari. 

Dalam prasasti yang ditulis di sebuah lembar papan kayu dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris ) disebutkan Kemiren dari kata Kemiri dan Duren. Dahulu banyak bumbu pohon Kemiri dan Durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing-suku asli Banyuwangi. Atau sisa masyarakat Blambangan. 

SEJARAH SINGKAT: Prasasti tertulis di selembar kayu menceritakan tentang sejarah Desa Kemiren yang terdapat rumah Adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Desa pertama bernama Walik menjabat pada 1657. Desa Kemiren milik banyak keunikan mulai dari Adat, tradisi, kesenian, kuliner hingga pola hidup masyarakat yang masih dijaga masyarakat setempat. 
Sanusi berpesan kepada anak-anak muda untuk menjaga tradisi dan tidak neko-neko.  “Hidup lah yang jujur. Jujur itu tidak ada masanya,”katanya dengan bahasa Osing. (yad)

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan Selengkapnya

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD 

GRESIK,1minute.id – Dua Wakil Ketua DPRD Gresik yakni Ahmad Nurhamim dan Nur Saidah menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) nomor 7 tahun 2021 tentang Desa Wisata. Sosper tahap pertama tahun 2022 itu dihelat di salah satu kafe di Kecamatan Cerme pada Minggu malam, 30 Januari 2022.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nurhamim menjelaskan prinsip diselenggarakannya Desa Wisata. Menurut Anha-sapaan-Ahmad Nurhamim, ada tiga prinsip yakni pemberdayaan masyarakat, potensi dan pengembangan budaya dan kearifan lokal serta kelestarian alam dan perlindungan lingkungan hidup.

Prinsip pemberdayaan masyarakat tersebut diharapkan melalui pengembangan Desa Wisata bisa meningkatkan nilai tambah di desa khususnya ekonomi masyarakat. “Wajib hukumnya, melalui perda ini bisa terwujud Desa Wisata yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat,”tegas Ketua DPD Partai Golkar itu optimis.

Di kesempatan yang sama Nur Saidah juga menjelaskan maksud dengan adanya perda Desa Wisata ini. Menurut Nur Saidah, Perda Desa Wisata adalah memberikan pedoman bagi penyelenggaraan, pengelolaan dan pengembangan kepariwisataan berbasis kawasan pedesaan agar sesuai perencanaan pembangunan Daerah.

Legislator dari Partai Gerindra juga menekankan bahwa tujuan utama dari pengembangan Desa Wisata adalah peningkatan  pendapatan asli daerah (PAD)”Tentunya tujuan akhirnya adalah Peningkatan Pendapatan Asli Daerah sehingga nantinya desa bisa mandiri,” pungkasnya. Sosper Tahap I/2022 digelar serentak oleh 50 anggota DPRD Gresik di berbagai tempat selama Januari-Februari 2022. (yad)

Dua Wakil Ketua DPRD Gresik Gelar Sosper Desa Wisata untuk Dongkrak PAD  Selengkapnya

Eksotis Twin Lake Kemangi, Siap Sambut Wisatawan

GRESIK, 1minute.id – Sejumlah destinasi wisata di Kota Santri mulai beroperasi pada Minggu, 12 September 2021. Diantaranya, Twin Lake Kemangi di Desa Kemangi, Kecamatan Bungah. Meski telah buka, belum banyak pengunjung yang menikmati destinasi anyar tersebut. Selain itu, pengelola juga belum mengoperasikan seluruh wahana bermainnya.

Dalam pengamatan 1minute.id untuk masuk destinasi yang diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani itu, arena bermain perahu di Telaga Kembar, maupun flying fox atawa luncur gantung belum beroperasi. Hanya, sepeda gantung yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Meski belum semuanya beroperasi, namun pengunjung tetap bisa berswafoto di sejumlah spot yang instagramable. Diantaranya, saung dari bambu dengan jembatan kelirnya. Jembatan ini ada bernuasa Tiongkok dan tradisional pedesaan. Sedangkan telaga Kembar tempat wahana air peruhu kayuh masih belum buka.

“Cukup menarik. Masih perlu banyak perbaikan, “kata Surya Yetni,salah satu pengunjung di Twin Lake Kemangi pada Minggu, 12 September 2021. Konon, sebelumnya Telaga Kembar yang ada di kawasan destinasi yang berada di Jalur Pantai Utara (Pantura) atau Jalan Deandles memiliki fungsi berbeda. Telaga pertama dimanfaatkan sebagai tempat mandi (Padusan). Sedangkan, telaga di belakang masjid difungsikan untuk minum. 

Saat ini, kedua telaga tersebut digunakan sebagai tempat wisata.  Telaga padusan menjadi lokasi wisata sepeda air, kemudian tempat makan dari saung bambu apung dengan menu andalan ikan bandeng, rajungan dan masakan sari laut lainnya. Sedangkan di telaga pangomben, hanya diberi tempat ayunan dan beberapa spot foto saja. 

Menurut cerita Desa Kemangi sekitar 20 kilometer dari Pusat Kota Gresik dari kata Kemangen yang dalam bahasa Sangsekerta berarti Pangkalan/ Pesisir. Yang karena letaknya dekat dengan laut dan berada di pesisir pantai maka dalam penyebaran agama Islam Desa Kemangi merupakan desa dengan penyebaran agama Islam yang tertua di wilayah Kecamatan Bungah, bahkan masjid yang dibangun merupakan masjid tertua di Bungah setelah Masjid Jamik Kyai Gede Bungah. 

Untuk masuk destinasi tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam karena hanya Rp 5 ribu per pengunjung plus parkir sepeda motor Rp 2 ribu. (yad)

Eksotis Twin Lake Kemangi, Siap Sambut Wisatawan Selengkapnya

Kampung Kreasi , Masuk 100 Besar ADWI 2021, Anugerah Tertinggi Desa Wisata Dihelat Menparekraf

GRESIK,1minute.id – Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik masuk nominasi 100 Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 digelar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). 

Ajang anugerah wisata paling bergengsi ini diikuti ratusan destinasi di Indonesia.”Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mewujudkan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit,”kata Menparenkraf Sandiaga Salahudin Uno dalam sambutan secara virtual pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Kabupaten Gresik mempunyai satu wakil berprestasi  masuk dalam jajaran 100 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia yakni Kelurahan Sidokumpul “Kampung Kreasi”

“Untuk desa wisata yang belum lolos 100 Besar Desa Wisata, ADWI 2021 tetap terus tingkatkan inovasi, adaptasi, dan perluas kolaborasi dalam mengembangkan desa wisata,”lanjut Menparekraf Sandiaga Uno. 

Kemenparekraf akan menjadikan data serta informasi yang ada di Jejaring Desa Wisata (Jadesta) sebagai sebagai wadah dan arah dalam penyusunan rencana serta pengembangan seluruh desa wisata yang ada di Indonesia. Jadesta adalah wadah komunitas bagi Desa Wisata di seluruh Indonesia. 

“Bersama-sama kita wujudkan desa wisata sebagai simbol kebangkitan ekonomi nasional. Menjadikan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan untuk Indonesia Bangkit!”tegas Sandiaga Uno. ADWI 2021 ini diikuti ratusan destinasi wisata di Indonesia agenda rutin tahunan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). 

BANK SAMPAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berdialog dengan warga yang mengolah sampah menjadi tempat duduk bernilai ekonomis di Kampung Kreatif di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Seperti apa Destinasi Kampung Kreasi di Jalan Kramatlangon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik itu. Berdasarkan data yang diunggah dalam jadesta.com Kampung Kreasi merupakan Desa Wisata Edukasi Daur Ulang dan Urban farming yang terletak di Jl. Kramat Langon RW 07 Kelurahan Sidokumpul Kabupaten Gresik. 

Kampung ini mengembangkan konsep kreatifitas pembelajaran mendaur ulang sampah lapak menjadi kerajinan yang bernilai dan pertanian lahan sempit ditengah kota, dan keindahan bangunan warna warni yang dipadukan dengan Damar Kurung disepanjang kawasan wisata.

Di wisata ini juga menghadirkan suasana hijau yang menyejukkan mata dan instagramable untuk berfoto ria dengan spot yang tersedia serta atraksi sapi perah. Setelah berjalan-jalan, pengunjung bisa menikmati hidangan kopi khas Gresik di sebuah Kedai Kopi Sampah milik Karang Taruna yang menerapkan metode transaksi pembayaran menggunakan sampah atau yang khas dengan istilah Ngopi Bayar Pakai Sampah.

SEGAR: Sayur Kol yang ditanam di media hidroponik di di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada 2 Juni 2021 (foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Sebagai Wisata Edukasi, desa telah mampu memproduksi 110 produk per bulan, 1. 000 produk kerajinan per tahun, pemanfaatan urban farming hidroponik DFT, NFT, Ducth Bucket dan vertikultur sepanjang 300 m, 45 titik biopori resapan dan komposter. Serta pengelolaan 4,7 ton sampah pertahun dari Bank Sampah.

Wisata ini telah resmi ditetapkan sebagai Desa wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)  Gresik pada 2020. Kampung ini mengedepankan Community Based Tourism dan kemitraan bersama stakeholder terkait, baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meliputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Lingkungan Hidup, dan Perusahaan dari PT. Pertamina Lubricants Unit Gresik serta komunitas Asosiasi Bank Sampah dan Pokdarwis Kabupaten Gresik.

Bentuk kegiatan yang dilakukan telah memperoleh penghargaan dari berbagai instansi yaitu,

  1. 2019 Juara Kampung Terinovatif Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik.
  2. 2019 Juara 3 Urban Farming Se-Kabupaten Gresik oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gresik 
  3. 2020 Juara 3 Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina 
  4. 202 Juara Favorit Local Hero Award Kategori Hijau Pertamina 
  5. 2021 Penghargaan atas Kontribusi dan Pengurangan Sampah di Kabupaten Gresik oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik 
  6. 2021 Juara 1 Pemuda Pelopor Kategori Sumber daya Alam dan Wisata oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gresik 
  7. 2021 Terbaik Ke-3 Anugerah Wisata Gresik Kategori Wisata Buatan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik.

Wisata yang dikembangkan turut berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGS) dalam (4) Pendidikan, (8) Pekerjaan yang layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (11) Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dan (13) Penanganan Perubahan Iklim. (yad)

Kampung Kreasi , Masuk 100 Besar ADWI 2021, Anugerah Tertinggi Desa Wisata Dihelat Menparekraf Selengkapnya